PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
23Leopenoe, Zepanya: “Analisis Sumpah Presiden Sebagai Dasar Pemberhentian Presiden Pada Masa Jabatannya Ditinjau dari Sistem Pemerintahan Presidensial.”
Metode penelitian
28 Mezi Nikmat, “Analisis Yudisial Terhadap Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Kepolisian Republik Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia dan Siyasah Dusturiyah”, (Fakultas Hukum Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Bengkulu, 2019), hal. Sumber penelitian hukum dibedakan menjadi dua sumber, yaitu: sumber hukum primer dan sumber hukum sekunder. 29 Jenis bahan hukum dibedakan menjadi tiga, yaitu: bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang mengikat,30 bahan hukum primer yang digunakan terdiri dari peraturan hukum atau peraturan perundang-undangan, catatan dinas, catatan dalam pengambilan peraturan perundang-undangan dan keputusan hakim. Teknik pengumpulan bahan hukum yang dimaksud adalah perolehan bahan hukum untuk penelitian, teknik pengumpulan bahan hukum yang menunjang dan berkaitan dengan penyajian penelitian ini.
Studi dokumen merupakan alat pengumpulan bahan hukum yang dilakukan dari bahan hukum tertulis melalui analisis (content analysis).33 Karena peneliti menggunakan pendekatan hukum dalam penelitian ini, maka hal pertama yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan bahan hukum untuk mengumpulkan koleksinya. dari bahan hukum. mencari peraturan hukum yang mengkaji permasalahan yang sedang dibahas.34 Teknik ini berguna untuk memperoleh landasan teori dengan mengkaji dan mempelajari peraturan hukum, buku, dokumen dan hasil penelitian lainnya, baik cetak maupun elektronik, yang berhubungan dengan topik yang diinginkan penulis. mendiskusikan. riset. 2) Teknik Analisis Bahan Hukum. Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Setelah peneliti mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan dan menganalisis data untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan peneliti.35 Dalam penelitian hukum yang akan penulis lakukan, bahan hukum akan dianalisis dengan menggunakan teknik interpretasi hukum atau konstruksi hukum. Penafsiran tersebut penulis gunakan ketika menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier untuk menjelaskan dan menyajikan hasil penelitian yang telah penulis lakukan.
Sistematika Penulisan
Penulis akan menjelaskan tentang konsep domokrasi, domokrasi yang diterapkan di Indonesia, pertanggungjawaban hukum, pelanggaran hukum, konsep siyasah dusturiyah dan konsep sumpah jabatan presiden menurut fiqh siyasah dusturiyah yang meliputi pengertian dan landasan hukumnya. Pada bab ini penulis akan menganalisis, membahas dan menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yaitu mengenai akibat pelanggaran sumpah jabatan Presiden ditinjau dari hukum positif dan analisis bagaimana siyasah duturiyah mengulas pelanggaran sumpah jabatan Presiden. kantor.
KAJIAN TEORI
Praktik Demokrasi di Indonesia
Pada masa Orde Lama dengan ketetapan 5 Juli 1959, pada dasarnya mereka ingin melaksanakan UUD 1945 dan Pancasila secara bersih dan konsisten, namun yang diterapkan adalah demokrasi terpimpin. Hal serupa terjadi pada rezim Orde Baru, dimana demokrasi dimaknai dan dimaknai oleh Soeharto sendiri, prinsip-prinsip demokrasi seperti perlindungan hak asasi manusia justru dilanggar dengan dalih stabilitas politik demi pembangunan ekonomi yang damai.45. 8 Tahun 1985 tentang Ormas yang merupakan bagian dari lima paket Undang-Undang Politik, lahirnya undang-undang ini menjadi landasan hukum formal bagi tatanan baru kontrol dan intervensi terhadap lembaga-lembaga sosial (non-pemerintah).
Undang-undang dan peraturan perundang-undangan pada masa itu benar-benar dijadikan alat oleh Soeharto untuk mempertahankan kekuasaannya.46 Kilas balik pengalaman kelam sejarah demokrasi di Indonesia harus disikapi dengan mengevaluasi atau merevisi indeks demokrasi yang telah dimanipulasi di masa lalu.47 . Namun nama Pancasila dalam sistem demokrasi ini hanya dijadikan legitimasi politik bagi penguasa karena pada kenyataannya tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi ini berakhir dengan berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998, setelah Soeharto digulingkan oleh rakyat pada bulan Mei 1998.51 4.
Pasca berakhirnya Orde Baru, Indonesia mulai memasuki era reformasi ketika pemerintahan Habibie mulai menerapkan demokrasi dengan menghidupkan kembali demokrasi di Indonesia melalui kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Dengan demikian, terdapat 5 nilai fundamental yang melandasi demokrasi Indonesia, yaitu: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Demokrasi yang Dipandu Hikmah dalam Bermusyawarah/Berwakil, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.53. Selain lima nilai dasar tersebut, perlu diperhatikan dua nilai dasar lain yang juga melandasi demokrasi Indonesia, yakni kemandirian dan kesetaraan.
Sulit membayangkan kemerdekaan tanpa kesetaraan.55 Oleh karena itu, Konstitusi yang merupakan kesepakatan bersama mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini harus mendapat perhatian terutama dari para penyelenggara negara dan penyelenggara pemerintahan negara.56 Untuk itu, presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan memegang peranan penting dalam pelaksanaan konstitusi. Oleh karena itu, Undang-Undang Dasar yang merupakan kesepakatan bersama memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal ini patut mendapat perhatian terutama oleh penyelenggara negara dan penyelenggara pemerintahan negara.57 Untuk itu, presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan memegang peranan penting dalam pelaksanaan konstitusi.
Presiden
Dalam Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, setelah itu mereka dapat dipilih kembali untuk masa jabatan yang sama dan hanya untuk satu kali masa jabatan. Sebelum seseorang resmi memangku jabatan Presiden, Presiden dan Wakil Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan mengucapkan sumpah atau janji khidmat di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat.
Sumpah Jabatan Presiden
Dengan bersumpah bermaksud seseorang itu bersedia untuk mematuhi segala yang dikatakannya atau mengingkari larangan yang ditetapkan. Sumpah atau janji yang dibuat oleh pegawai negeri (dalam hal ini terutama presiden) termasuk dalam bentuk jaminan kepada seluruh rakyat bahwa pemerintahan akan ditadbir dengan sebaik mungkin, seadil mungkin dan berdasarkan undang-undang. dan peraturan. memerlukan keikhlasan, kejujuran dan rasa tanggungjawab.61. Isi sumpah presiden berbunyi: 'Demi Tuhan, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya, menegakkan Perlembagaan dan segala undang-undangnya serta melaksanakan peraturan dengan penuh integriti dan komited kepada Nusa dan Negara”.62.
Oleh karena itu, jika Presiden melakukan tindakan yang menyimpang dari aturan dan undang-undang, maka otomatis presiden telah melakukan pelanggaran dan tidak menjalankan tugasnya sebagai presiden dengan baik dan jujur. Sistem pemerintahan harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan, misalnya pengambilan sumpah atau pengukuhan yang dilakukan langsung oleh Presiden sebelum resmi memangku jabatan Presiden. Sumpah diambil sesuai dengan ajaran setiap agama dan kepercayaan, sehingga sumpah atau pengukuhan tidak hanya sekedar ikrar terhadap suatu jabatan tetapi juga ikrar terhadap Tuhan.63.
Sumpah jabatan atau janji yang diucapkan presiden pada hakikatnya dimaksudkan agar presiden yang mengambil sumpah benar-benar mempertanggungjawabkan apa yang diucapkannya. Oleh karena itu timbul pertanyaan mengenai tanggung jawab Presiden dan apa yang harus dilakukan jika Presiden melanggar hukum.64.
Pertanggung jawaban hukum
Tanggung jawab hukum juga diartikan sebagai kewajiban hukum untuk membayar ganti rugi yang diterima pelaku dari seseorang yang dirugikan. Salah satu konsep yang berkaitan dengan konsep kewajiban hukum adalah konsep tanggung jawab hukum.66 Dalam konsep hukum publik, tanggung jawab hukum berkaitan dengan penggunaan wewenang yang tidak sesuai dengan norma hukum, atau berupa pertentangan terhadap hukum yang sah. yang. undang-undang, penyalahgunaan kekuasaan atau merupakan unsur kesewenang-wenangan yang berakibat pada pelanggaran hak bernegara.67. Menurut undang-undang, seseorang tidak hanya bertanggung jawab jika perbuatan jahatnya menyebabkan akibat yang merugikan secara obyektif, tetapi juga jika akibat tersebut disengaja, tidak disengaja, atau jika akibat tersebut tidak disengaja, setidaknya dalam kenyataannya, yang diramalkan oleh individu tersebut.
Tanggung jawab hukum erat kaitannya dengan kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab dihadapan hukum dan sifat melanggar hukum. Menurut Roeslan Saleh, bertanggung jawab berarti mampu menyadari sifat melawan hukum suatu perbuatan dan mampu menentukan kemauan sesuai dengan hati nuraninya. Bahwa seseorang bertanggungjawab secara hukum terhadap suatu perbuatan tertentu, atau bahwa ia memikul tanggung jawab hukum, berarti ia bertanggungjawab atas suatu sanksi apabila perbuatannya itu bertentangan.
Siyasah Dusturiyah
- Konsep Siyasah Dusturiyah
Pelanggaran sumpah jabatan yang dilakukan oleh presiden, mulai dari presiden pertama Indonesia hingga presiden saat ini, mengakibatkan kondisi Indonesia berada pada situasi yang semakin pelik. Tak hanya itu, pelanggaran sumpah yang dilakukan presiden juga berdampak pada ketidakpastian hukum dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah (presiden). Oleh karena itu, Presiden Soekarno dianggap melanggar sumpah jabatan karena mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup.
96 https://www. Hukumonline.com/berita/a/memori-tangan-dekrit-presiden-5-juli diamandemen), presiden memegang jabatan selama lima tahun dan kemudian dapat dipilih kembali. 97. Pemberhentian Presiden yang melanggar sumpah jabatannya atau melanggar Konstitusi tentunya harus melalui prosedur berbeda sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, yaitu: 111. Namun Presiden yang telah terbukti melanggar hukum dan melanggar konstitusi, sebaiknya juga dikenakan sanksi berat berupa 'pemecatan' atau harus segera dikenakan sanksi berat dalam bentuk lain, karena dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang. Mahkamah Konstitusi bahwa presiden berhak memberhentikan tidak hanya mereka yang terbukti melakukan korupsi, namun juga mereka yang juga melakukan perbuatan tercela lainnya119 dan semua kasus pelanggaran yang dilakukan oleh presiden dapat dimasukkan ke dalam perbuatan tercela, apalagi jika orang sudah turun ke lapangan untuk berdemonstrasi karena merasa kecewa dan.
Sumpah jabatan atau baiat merupakan janji yang diucapkan oleh pemimpin (Presiden) untuk melaksanakan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya dan tidak melanggar peraturan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sumpah jabatan atau baiat itu penting dan harus dilakukan oleh para pemimpin sebelum memangku jabatannya. Oleh karena itu, pemimpin (Presiden) wajib menaati sumpah jabatan atau baiat yang telah diambilnya.
Jika terjadi pelanggaran sumpah jabatan presiden, maka hal tersebut sangat serius di mata Siyasah Dusturiyah. Pelanggaran sumpah jabatan yang dilakukan oleh pemimpin (presiden) juga menunjukkan bahwa presiden yang melakukan pelanggaran tersebut tidak termasuk ciri-ciri pemimpin dalam Islam. Sedangkan pelanggaran yang dilakukan Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo tidak dikenakan sanksi hukum positif yang tegas.
Terkait dengan pelanggaran sumpah jabatan yang dilakukan oleh Presiden, sanksi berat berupa 'impeachment atau pemberhentian' seharusnya diberikan kepada Presiden mengingat semakin banyaknya kasus pelanggaran yang dilakukan Presiden. Abdul Qadir Djaelani: Gus Dur banyak melakukan pelanggaran https://www. Hukumonline.com/berita/a/abdul-qadir-. Analisis sumpah jabatan presiden sebagai dasar pemberhentian presiden pada masa jabatannya dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan presidensial.