• Tidak ada hasil yang ditemukan

program studi magister kenotariatan ... - UNISMA Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "program studi magister kenotariatan ... - UNISMA Repository"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Tesis ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis, yaitu kajian informasi dengan mengacu pada teori hukum yang bersifat umum dan kemudian diterapkan untuk menggambarkan apa yang terkait dengan berbagai informasi terkait lainnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian disini adalah terkait dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hukum perjanjian Islam sebagai norma yang dapat diimplementasikan dalam penyusunan akta otentik karena terdapat beberapa kesamaan antara keduanya, baik dalam hukum Islam maupun hukum positif. yang mengatur dalam hubungannya dengan Jabatan Notaris dalam UUJN 2014 dan KUH Perdata. Notaris harus menguasai secara detail terkait perbandingan antara asas-asas yang terkandung dalam perjanjian menurut hukum Islam dengan asas-asas perjanjian menurut hukum positif di Indonesia, sehingga penyusunan akta otentik dapat mengacu pada asas-asas sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam dengan tetap memenuhi amanat hukum positif dalam pembuatan akta otentik.

Terdapat perbedaan pendapat mengenai klasifikasi unsur-unsur pembentuk akad menurut para fuqaha, namun jika merujuk pada jumhur maka unsur-unsur penyusun akad tersebut antara lain: 2. Mazhab ini berpendapat bahwa rukun adalah sesuatu yang menopang sesuatu, dimana rukun itu bersifat internal dakhiliy) untuk sesuatu yang dipertahankan. kesepakatan bersama dua kepentingan melalui ijab dan qabul. Adapun syaratnya mengacu pada pemahaman ulama fiqh dan ahli ushul fiqh yaitu, “Segala sesuatu itu berkaitan dengan tidak adanya sesuatu yang lain, bukan adanya sesuatu yang lain, yang bersifat eksternal (kharijiy).

Merujuk pada ketidaksamaan perbedaan pandangan kedua pemikiran di atas mengenai rukun akad, Mustafa Ahmad az-Zarqa mengusulkan masukan lain dengan tujuan untuk menyatukan kedua pemikiran di atas mengenai definisi tersebut. Ayat-ayat Al-Qur'an di atas menjelaskan anjuran penulisan transaksi dalam kegiatan akad yang diadakan oleh para pihak sebagai bukti terjadinya peristiwa tersebut. Notaris perdata berkewajiban untuk memahami secara rinci keinginan para pihak yang mengharapkan akta dibuat, mencatat informasi yang diberikan oleh para pihak dan memberikan nasihat tentang pengaturan yang berhubungan dengan keinginan para pihak tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, terdapat pula pengaturan dalam hukum Islam terkait dengan perjanjian yang dapat diterapkan kepada sesama umat Islam yang mengadakan perjanjian.

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

1. Unsur-unsur apa saja yang terkandung dalam suatu akad sehingga akad tersebut dapat dikatakan sebagai akad yang cacat. Kriteria akad yang dapat dijadikan pedoman dalam pembuatan akta otentik notaris adalah berdasarkan akad notaris wajib Islam. 2 (dua) orang laki-laki, saksi dapat diganti oleh seorang laki-laki dan 2 (dua) orang perempuan, hal ini sesuai dengan Pasal 40 ayat 1, UUJN No.

2 Tahun 2014 yaitu “Setiap akta yang dibuat dan dibacakan oleh notaris disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi kecuali. Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan penelitian terdahulu tidak ada kesamaan dan adalah penelitian terbaru 2. Upaya apa yang tersedia bagi pihak yang dirugikan dalam kontrak yang mengandung unsur penipuan.

Tabel 2 menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan penulis tidak memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya dan merupakan penelitian terbaru.

Kerangka Teori dan Konseptual 1. Kerangka Teori

Kerangka Konseptual

Desain diartikan sebagai upaya membuat sesuatu yang konkrit yang awalnya berbentuk abstrak atau biasa dikenal dengan definisi operasional.35 Perlunya definisi operasional adalah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya miskonsepsi atau perbedaan penafsiran terhadap kata yang digunakan. . . Perjanjian adalah persetujuan yang dilakukan oleh sekurang-kurangnya dua pihak yang berkaitan dengan suatu objek untuk mencapai suatu tujuan bersama dengan menjalankan berbagai tanggung jawab dan menerima hak. Hukum kontrak Islam adalah hukum yang mengatur tentang kesepakatan sekurang-kurangnya dua orang yang saling berhubungan (akad) dalam rangka melakukan muamalah atau kegiatan keperdataan dalam Islam.

35 Sutan Reny Sjahdeini, Kebebasan berkontrak dan perlindungan seimbang pihak dalam kontrak kredit di Indonesia, Institut Bankir Indonesia¸Jakarta, 1993, hlm. Dokumen autentik ialah dokumen yang disusun mengikut struktur, seperti yang ditakrifkan oleh peraturan, dan disediakan oleh pegawai yang diberi kuasa untuk menyusunnya mengikut undang-undang. Akta notaris adalah dokumen otentik yang dibuat pada atau di hadapan notari yang mengikat para pihak dan mempunyai kekuatan pembuktian yang lengkap.

Pedoman adalah pedoman atau dasar untuk membuat suatu perjanjian dalam hukum Islam, yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan akta notaris. Transaksi bisnis adalah transaksi dalam perdagangan Islam yang melibatkan lembaga ekonomi Islam dalam bentuk syariah sesuai dengan ketentuan transaksi bisnis dalam hukum Islam.

Sistematika Penulisan

Bab ini menyajikan kajian teoritis terkait asas-asas akad dalam hukum Islam, notaris dan akta otentik notaris, gambaran tentang rukun-rukun akad dalam hukum Islam dalam pembuatan akta notaris. Bab ini memuat metode penelitian yang menjelaskan tentang metode yang akan menjadi dasar penelitian, meliputi: jenis dan sifat penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Bab ini merupakan hasil dan pembahasan dari penelitian dimana penelitian ini akan membahas tentang kewenangan notaris non muslim dalam membuat akta syariah dan kedudukan akta syariah notaris non muslim.

Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang merupakan hasil dan saran dari refleksi peneliti untuk menjawab permasalahan dalam penelitian tesis ini. Berbagai asas yang terdapat dalam hukum akad Islam cocok untuk diterapkan secara normatif dalam penyusunan akta notaris di Indonesia, khususnya asas ketuhanan, sehingga segala akad dan transaksi muamalah yang timbul selalu berkaitan erat dengan nilai-nilai agama. Selain asas ketuhanan, juga terdapat kebebasan (Mabda alIbahah), yaitu bahwa segala hubungan keperdataan dengan sesama manusia, khususnya perjanjian, diperbolehkan atau tunduk pada mubah, selama tidak ada hukum yang melarangnya.

Pedoman Islam yang dapat diterapkan dalam pembuatan akta otentik notaris antara lain Surat Al Baqarah ayat 282 yang pada pokoknya menyebutkan adanya kewajiban untuk memanggil dua orang laki-laki sebagai saksi, atau jika tidak dapat digantikan oleh satu orang laki-laki dan dua orang perempuan. Ketentuan ini sejalan dengan pasal 40 ayat 1 UUJN 2014, yang mengatur kewajiban menghadapkan paling sedikit dua orang saksi untuk setiap akta yang dibuat dan dibacakan oleh notaris, kecuali undang-undang menentukan lain. Kesesuaian akta notaris yang dibuat dengan mengacu pada UUJN 2014 menerapkan asas-asas sebagaimana tertuang dalam hukum kontrak Islam, yaitu: Pertama, mengacu pada hukum Islam, Aqid atau para pihak yang berkontrak (berkuasa secara hukum), dengan mengacu pada Pasal 39 ayat 1 huruf a UUJN Tahun 2014 penampakan harus berusia sekurang-kurangnya 18 tahun atau sudah menikah, dan Pasal 39 ayat 1 huruf b yaitu cakap melakukan perbuatan hukum.

Kedua, terdapat asas sukarela atau sukarela dalam penyusunan kontrak atau perjanjian antara aqid tanpa dipengaruhi oleh ugutan atau paksaan. Asas tersebut sesuai dengan asas hukum kontrak sebagaimana tercantum dalam pasal 1320 ayat (1) KUH Perdata yang berkaitan dengan syarat sah kontrak, yaitu kesediaan kedua belah pihak sebagai dasar perjanjian dalam pembuatan notaris. perbuatan. Hal ini sesuai dengan isi pasal 1320 ayat (4) KUH Perdata yang intinya perjanjian menggunakan benda-benda yang dilarang oleh undang-undang adalah tidak sah dan tidak sah.

Sementara itu, prinsip netralitas berlaku ketika menulis dokumen notaris, bahwa notaris harus bertindak secara mandiri terhadap para pihak di hadapannya. Setiap daripada mereka mempunyai prinsip niat baik dalam penyediaan kontrak, pelaksanaan kontrak, sehingga tamat kontrak.

Saran

Adiwarman, Karim ¸Figh and Financial Analysis and Business Transactions in Islamic Law, Raja Grafindo Persada, 2004. Anwar, Syamsul, Syari'ah Agreement Law (Studie af Akad Theory in Jurisprudence Muamalat), PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2007. Basyir , Ahmad Azhar, Principles of Muamalat Law (islamisk civilret), UII Press, Yogyakarta, Revideret udgave, 2000.

Religionsministeriet i Republikken Indonesien, Al Qur'an Karim wa tarjamah maaniyah ilal lughoh allndonesiyyah, (Al Madinah Al Munawwarah: Mujamma' al Malik Fahd lithiba'at al Mushaf asy Syarif, 1418 H). Djamil, Fathurrahman, Syari'ah Agreement Law in Compilation of Engagement Laws af Mariam Darus Badrulzaman, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001. Gemala Dewi, Islamic Engagement Law in Indonesia, Renada Media, Jakarta Islamic Engagement Law in Indonesia, udgivet i samarbejde med agenturets udgiver af Det Juridiske Fakultet UI Jakarta, med Prenada Media Jakarta, Cet.

Haroen, Nasrun, Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 2000 Hendry, Arisson, Sharia Banking, Muamalat Institute, Jakarta, 1999. Lubis Suhrawardi K., Islamitiese Ekonomiese Reg, Sinar Graphic, Jakarta, 2000 Lubis M Solly, Filosofie Wetenskap en Navorsing, Mandar Maju Bandung, 1994.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu ilmu fisika yang terkandung di dalam Al Qur’an yaitu terkait gaya sentripetal dan gaya sentrifugal yang terdapat didalam Surat Fussilat ayat 53, Surat Al Anbiya ayat 33

An-Nahl Ayat 125 Telaah Pemikiran Quraish Shihab Dalam Tafsir Al- Misbah, menunjukkan bahwa konsep pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur‟an surat An-Nahl ayat 125 bisa disimpulkan