INDUSTRI NUKLIR INDONESIA (PERSERO) DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)” dapat dipenuhi untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program Sarjana (S-1) pada Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Indonesia. Industri nuklir Indonesia (Persero) merupakan mesin yang memiliki downtime cukup tinggi yaitu 1.409 menit (Sumber: PT.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengajukan “ANALISIS DAN PENINGKATAN USULAN KINERJA MESIN MARUBENI DI PT. Berapa nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada proses produksi mesin bubut Vertical Boring Mills tipe “Marubeni” di PT. Untuk mengetahui usulan perencanaan (perbaikan) yang dapat membantu kelancaran proses produksi mesin bubut Marubeni di PT.
Untuk mengetahui nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin bubut vertical boring mill tipe “Marubeni” di PT. Memberikan usulan perencanaan (perbaikan) untuk membantu meningkatkan kinerja mesin bubut Vertical Boring Mills tipe “Marubeni” di PT.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Pembatasan Masalah
Sistematika Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Dasar Teori
- Pengertian Maintenance
Pemeliharaan adalah kegiatan memelihara atau memelihara fasilitas atau peralatan serta melakukan perbaikan, penyesuaian dan penggantian yang diperlukan agar ada kondisi sesuai dengan yang direncanakan. Dalam upaya untuk tetap menggunakan mesin/peralatan agar terjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan, maka diperlukan kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang meliputi: upaya untuk menghilangkannya, diperlukan cara dan metode untuk mengantisipasinya dengan melakukan kegiatan perawatan mesin/peralatan.
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan memelihara atau merawat mesin/peralatan dan melakukan perbaikan atau penyesuaian yang diperlukan agar terjadi kondisi kerja yang memuaskan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan perawatan mesin/peralatan (equipment maintenance) didasarkan pada dua hal sebagai berikut. Condition Maintenance, yaitu pemeliharaan kondisi mesin/peralatan agar berfungsi dengan baik agar komponen-komponen yang terdapat pada mesin juga berfungsi sesuai dengan umur ekonomisnya.
Replacement maintenance, yaitu melakukan tindakan perbaikan dan penggantian komponen mesin tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelum terjadi kerusakan.
Tujuan Maintenance
- Jenis – jenis Maintenance
- Tugas dan Pelaksanaan Kegiatan Maintenance
- Preventive Maintenance Control (PMC)
- Overall Equipment Effectiveness (OEE)
- Analisa Produktivitas : Six Big Losses (Enam Kerugian Besar)
- Equipment failure/Breakdown (Kerugian karena kerusakan
- Set-up and Adjustment Losses (Kerugian karena pemasangan dan
- Idling and minor stoppages Losses (Kerugian karena beroperasi
- Reduced Speed Losses (Kerugian karena penurunan
- Process Defect Losses (Kerugian karena produk cacat maupun
- Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram)
- Analisa 5W+ IH
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Tahapan penelitian ditandai dengan dimulainya penelitian dan pelaksanaan studi pendahuluan, termasuk studi lapangan dan studi literatur. Tahapan selanjutnya adalah pengumpulan dan pengolahan data yang kemudian dilakukan dengan menganalisis pengolahan data untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan tujuan dan analisis yang dilakukan, ditarik kesimpulan yang kemudian ditandai dengan selesainya penelitian.
Langkah – langkah Penelitian (Flow Chart)
Keterangan Diagram Alir (Flow Chart)
- Mulai
- Studi Pendahuluan
- Studi Lapangan
- Studi Pustaka
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Pengumpulan dan Pengolahan Data
- Analisa dan Pembahasan
- Kesimpulan dan Saran
- Selesai
Untuk mengetahui nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada proses produksi mesin bubut Vertical Boring Mills tipe “Marubeni” di PT. Memberikan saran perbaikan untuk membantu kelancaran proses produksi mesin bubut Vertical Boring Mill tipe “Marubeni” di PT. Total Reject adalah data cacat atau kerusakan yang terjadi pada mesin bubut drill mill tipe “Marubeni” selama proses pengerjaan.
Waktu Muat = Total Ketersediaan – Waktu Henti yang Direncanakan Nilai waktu muat pada mesin bubut Vertical Boring Mils “Marubeni” untuk bulan Januari adalah sebagai berikut. Total Downtime = Planned Downtime + Breakdown Time Nilai total downtime pada mesin bubut Marubeni Vertical Boring Mils untuk bulan Januari adalah sebagai berikut. Nilai Idle Time total pada mesin bubut Vertical Boring Mullis tipe “Marubeni” untuk bulan Januari adalah sebagai berikut.
Nilai persentase ketersediaan pada bilah bor vertikal tipe "Marubeni" untuk bulan Januari adalah sebagai berikut. Nilai % jam kerja pada mesin bor vertikal tipe “Marubeni” untuk bulan Januari adalah sebagai berikut. Nilai perhitungan cycle time dan cycle time ideal pada Mesin Bubut Vertical Boring Mils Type “Marubeni” untuk bulan Januari adalah sebagai berikut.
Nilai Efisiensi Kinerja pada Vertical Boring Mullis Lathe type “Marubeni” untuk bulan Januari adalah sebagai berikut. Effectiveness (OEE) untuk mengetahui besar kecilnya efektivitas penggunaan Vertical Boring Mills type “Marubeni” di PT Industri Nuklir Indonesia (persero). Dengan menggunakan metode perhitungan yang sama, nilai persentase breakdown loss mesin bubut vertical boring mill tipe “Marubeni” Januari 2019 - Desember 2019 dapat dilihat pada tabel 4.17.
Dengan menggunakan metode perhitungan yang sama, nilai persentase penurunan kecepatan yang berkurang untuk mesin bubut vertical boring mill tipe “Marubeni” Januari 2019 - Desember 2019 dapat dilihat pada tabel 4.20. Dengan menggunakan metode perhitungan yang sama, nilai persentase defect losses untuk mesin bubut vertical boring mill “Marubeni” Januari 2019 - Desember 2019 dapat dilihat pada Tabel 4.21. Dengan menggunakan metode perhitungan yang sama, persentase kehilangan hasil mesin bubut vertical mill “Marubeni” Januari 2019 - Desember 2019 dapat dilihat pada Tabel 4.22.
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Pengumpulan Data
- Sejarah Umum Perusahaan
- Profil Perusahaan
- Sejarah Perusahaan
- Struktur Organisasi
- Proses Produksi PT.Industri Nuklir Indonesia ( PERSERO )
- Spesifikasi Mesin “Marubeni” Type Vertical Boring Mils
- Tabel Spesifikasi Mesin Bubut “Marubeni” Type Vertical
- Pengumpulan Data
- Data waktu kerja mesin bubut
- Data downtime pada mesin bubut
- Data produksi pada mesin bubut
- Data waktu Breakdown pada mesin bubut
PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau PT INUKI (Persero) merupakan satu-satunya BUMN di Indonesia yang memproduksi radioisotop dan radiofarmaka. MENJADI PRODUSEN RADIOISOTOP DAN RADIOPARMAKO REGIONAL DAN INTERNASIONAL merupakan salah satu visi terbesar PT INUKI (PERSERO). Menurut hasil analisis yang dilakukan pihak Jepang, produk yang dihasilkan PT INUKI (Persero) memiliki kualitas dan kemurnian yang lebih baik dibandingkan produk dari beberapa negara penghasil radioisotop lainnya.
Hal inilah yang menjadikan PT INUKI (Persero) sebagai salah satu produsen yang diperhitungkan di Asia dan dunia. Sejak tahun 1996 PT INUKI (Persero), dahulu bernama PT Batan Teknologi (Persero), telah mensuplai 14 rumah sakit di Indonesia, antara lain Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Adam Malik RS Medan, MRCCC Siloam, RS Abdi Waluyo, RS Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Harapan Kita Dharmais, RS Dr Sardjito Jogjakarta, RS Soetomo Surabaya, RS Kariadi Semarang, RS An-Nur Jogjain Ulmas dan RS Banjar. PT INUKI (Persero) mengembangkan usaha di bidang produksi radioisotop dan radiofarmasi untuk keperluan medis dan industri, yang dilakukan oleh Divisi Produksi Radioisotop dan Radiofarmasi (RI/RF).
PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau PT INUKI (Persero), dahulu PT Batan Teknologi (Persero), merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri berbasis teknologi nuklir. Perubahan nama tersebut bertujuan untuk meningkatkan persaingan dengan memperkuat brand perusahaan sebagai industri nuklir. Mesin Marubeni® Heavy Duty Vertical Boring and Milling (VBM) menawarkan pengoperasian yang mulus, kontrol kecepatan tinggi, dan keandalan maksimum dalam solusi hemat biaya.
Marubeni's 48″ & 60″ (kolom tunggal dan kolom ganda) menampilkan pemotong bor vertikal dengan pengecoran butir tertutup yang menawarkan koefisien ekspansi termal yang hampir sama dengan baja sambil mempertahankan sifat redaman yang sangat baik, memberikan akurasi dimensi yang lebih baik dan kualitas permukaan yang konsisten. Tujuan penerapan Preventive Maintenance Control (PMC) adalah untuk meminimalkan enam kerugian utama yang terdapat pada mesin bubut milling bor vertikal tipe “Marubeni” sehingga dapat diperoleh efektifitas penggunaan mesin yang maksimal pada area tersebut. Data umum mesin bubut Delay 'Marubeni' Type vertical drilling mils hasil pengamatan mesin bubut di departemen logistik dan peralatan di PT.
Industri Nuklir Indonesia (Persero). Faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada Mesin Bubut Vertical Booring Mils Type 'Marubeni' adalah : Planned downtime yaitu waktu henti yang direncanakan dalam jadwal produksi Faktor-faktor yang termasuk downtime terencana adalah :. Data downtime pada mesin Marubeni “type vertical drilling mils” dapat dilihat pada Tabel 4.4 Tabel 4.4 Data downtime pada mesin bubut. menit) Periksa insert tool Periksa klem Periksa tiang alat Periksa bodi Periksa bagian bawah meja mesin Periksa kepala lepas Periksa slide Periksa pegangan Periksa total oli. Data kerusakan mesin bubut vertical drilling mill tipe “Marubeni” adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan proses produksi, namun karena adanya kerusakan atau gangguan pada mesin, mengakibatkan mesin tidak dapat melakukan proses produksi sebagaimana mestinya (breakdown). ) atau kegagalan proses mesin/peralatan yang terjadi secara tiba-tiba Set-up time adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan set-up mesin dari waktu berhenti sampai proses kegiatan produksi selanjutnya.
Pengolahan Data
- Perhitungan Availability Rate
- Perhitungan Performance Efficiency
- Perhitungan Rate of Quality Product
- Perhitungan Nilai Overall Equipment Effectivenes (OEE)
- Perhitungan Six Big Losses
- Perhitunga Overall Equipment Effectiveness (OEE)
ANALISA
Analisa Overall Equipment Effectiveness
- Availibility Rate
- Performance Efficiency
- Rate of Quality Product
- Overall Equipment Efficiency
Analisa Six Big Losses
Analisa Diagram Sebab akibat (Fishbone Diagram)
Rekomendasi Perbaikan dan Langkah – langkah Perbaikan
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan serta analisis data yang telah dilakukan pada mesin bubut vertical drilling bubut type “Marubeni” di PT.Industri Nuklir Indonesia (PERSERO), dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Dari hasil perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang telah dilakukan, ternyata rata-rata nilai OEE sebesar 64,65%, nilai OEE periode Januari-Desember 2019 dibawah standar OEE ideal yaitu 85 .% (Pabrik Institut Pemeliharaan Jepang). Dari nilai rata-rata tersebut terlihat bahwa efisiensi mesin bubut bubut tipe “Marubeni” secara keseluruhan belum optimal, sehingga dapat mengurangi proses produksi 2.
Rekomendasi perbaikan dan langkah-langkahnya, perbaikan model adalah rencana atau gambaran yang menjelaskan suatu objek atau konsep dalam bentuk penyederhanaan. Sistem Preventive Maintenance Control (PMC) Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan komponen-komponen mesin agar mendapat pelayanan yang terkendali, dengan mengendalikan pemeliharaan alat mesin, interval waktu ditentukan sedemikian rupa sehingga kerusakan besar dapat dicegah, untuk mencegah seperti perencanaan kerusakan diperlukan pekerjaan pemeliharaan.
Saran
Arif Rahman (2019), “Total Productive Maintenance Pada Mesin Cetak Offset SM 102 ZP”, Jurnal Teknik Industri, Universitas Indraprasta PGRI. Hari Supriyanto, Ir, MSIE (2015), “Mengukur Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) Sebagai Panduan Peningkatan Efisiensi Mesin Pemotong CNC”, Jurnal Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Betrianis dan Robby Suhendra (2013), “Measuring Overall Equipment Efficiency Values as Basis for Business Process Improvement in Production Lines”, Jurnal Teknik Industri, Universitas Indonesia.
Cindy Revitasari, Oyong Novareza and Zefry Darmawan (2014), “Preventive Maintenance Scheduling for Machinery at Mill Stations (Studi Kasus PG. Lestari Kertoson)”, Jurnal Teknik Industri, Universitas Brawijaya. Eko Nursubiyantoro, Puryani dan Mohammad Isnaini Rozaq (2016), “Implementasi Total Productive Maintenance (TPM) dalam Implementasi Overall Equipment Effectiveness”, Jurnal Teknik Industri, Universitas Pembangunan Nasional. Nina Hairiyah, Raden Rizki Amalia dan Rino Adi Wijaya, (2019), “Analisis Total Production Maintenance (TPM) Stasiun Kernel Crushing Plant (KCP) di PT.X”, Jurnal Teknik Industri Pertanian, Politeknik Negeri Tanah Laut.