PROJECT GEOGRAFI
Produk Inovatif Ecopack: Plastik Biodegradable dari Tepung Nasi Aking dan Kitosan
DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 KELAS XI ENGINERING 2:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
SMA NEGERI 5 PEKANBARU TP/TA 2023-2024
ii KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan proposal berjudul " Produk Inovatif Ecopack: Plastik Biodegradable dari Tepung Nasi Aking dan Kitosan". Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan proposal ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam proposal ini.
Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki proposal ini.
Kami berharap semoga proposal yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.
Pekanbaru, 30 Januari 2024
Penulis
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI... iii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan ... 2
BAB II ... 3
TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 Plastik ... 3
2.2 Plastik Biodegradable ... 3
2.3 Nasi Aking ... 5
2.4 Kitosan dan Gliserol ... 6
BAB III ... 7
METODE PENELITIAN ... 7
3.1 Anggaran Alokasi Dana ... 7
3.2 Alat dan Bahan... 7
3.3 Prosedural ... 8
BAB IV ... 9
HASIL DAN IMPLEMENTASI ... 9
BAB V ... 10
PENUTUP... 10
5.1 Kesimpulan ... 10
DAFTAR PUSTAKA ... xi
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan masyarakat akan plastik sudah tidak diragukan lagi, dari masyarakat kalangan bawah sampai masyarakat kalangan atas menggunakan plastik dalam kehidupan sehari hari. Penguraian limbah plastik yang membutuhkan waktu yang lama untuk diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di dalam tanah, menyebabkan limbah plastik semakin lama semakin menumpuk. Produksi limbah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu sebanyak 5,4 juta ton per tahun. Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat.
Plastik yang banyak digunakan oleh masyarakat dibuat dari bahan polimer yaitu polyethylene. Polyethylene ini berasal dari polimerisasi gas etena. Hasil polimerisasi ini tidak dapat diuraikan dengan sempurna oleh mikroorganisme. Selain dari polyethylene, propilen juga digunakan sebagai bahan pembuat plastik. akat untuk menemukan solusinya. Salah satu cara untuk mengurangi limbah plastik ini dengan cara mendaur ulang plastik tersebut. Plastik daur ulang ini juga menibulkan isu kesehatan yang dapat membahayakan terkait tingkat keamanan dan kesehatan bagi pemakainya (I gede Sanjaya, 2011). Saat ini penggunaan plastik ramah lingkungan semakin banyak digunakan. Plastik ini berbahan dari pati yang terdapat pada biomassa. Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat digunakan seperti layaknya plastik pada umumnya dan dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkat plastik dari polimer sintetis. Plastik biodegradable ini berbahan dasar pati, pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3 (besarnya perbandingan amilosa dan amilopektin ini berbeda-beda tergantung jenis patinya). Memanfaatkan limbah organik untuk membuat plastik biodegradable, semakin mendorong inovasi terbaru dalam pembuatannya. Nasi merupakan bahan pangan pokok masyarakat dunia khususnya Indonesia. Di Indonesia, nasi sudah menjadi makanan pokok di rumah tangga, restauran maupun tempat kuliner lainnya. Tetapi tidak sedikit juga yang menyisakan nasi tersebut dan membuangnya. Hal ini menyebabkan limbah nasi meningkat. Pada kalangan
2 masyarakat yang sangat miskin, nasi ini diolah kembali menjadi bahan pangan, nasi ini dikenal sebagai nasi aking. Oleh karena itu seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, kebutuhan bahan plastik Biodegradable mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di harapkan kekuatan tarik film plastik Biodegradable meningkat, sehingga dapat melebihi kekuatan tarik plastik konvensional.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalah yang timbul pada Project Inovasi ini adalah :
1. Apakah percobaan pembuatan plastic biodegradable berhasil untuk dilakukan ? 2. Apakah pembuatan plastic biodegradable efektif dalam mengurangi sampah
limbah plastic?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusah masalah didapatkan tujuan project sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana percobaan pembuatan plastic biodegradable berhasil untuk dilakukan sebagai produk project
2. Untuk mengetahui efektivitas pembuatan plastic biodegradable dalam mengurangi sampah limbah plastic
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Plastik
Plastik adalah polimer sintetis yang tersusun atas monomer-monomer yang saling terikat atau berhubungan satu dengan yang lainnya. Jika monomernya sejenis disebut dengan homopolimer, jika berbeda disebut dengan kopolimer. Sifat plastik yang ringan, mudah dibentuk serta harganya yang terjangkau, semakin menguatkan perannya dalam menunjang kegiatan Masyarakat. Dibalik pentingnya peranan plastik dalam kehidupan masyarakat, plastik menimbulkan problema yang tak berkesudahan, yaitu limbah. Penguraian limbah plastik yang membutuhkan waktu yang lama untuk diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di dalam tanah, menyebabkan limbah plastik semakin lama semakin menumpuk. Produksi limbah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu sebanyak 5,4 juta ton per tahun.
Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat.
Plastik yang banyak digunakan oleh masyarakat dibuat dari bahan polimer yaitu polyethylene. Polyethylene ini berasal dari polimerisasi gas etena. Hasil polimerisasi ini tidak dapat diuraikan dengan sempurna oleh mikroorganisme. Selain dari polyethylene, propilen juga digunakan sebagai bahan pembuat plastik. Propilen merupakan satu jenis plastik yang umum digunakan dan mudah didapatkan di pasaran.
Akibat dari lamanya waktu penguraian yang dibutuhkan, mendorong masyarakat untuk menemukan solusinya.
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, saat ini sedang dikembangkan plastik biodegradable, yakni plastik yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Plastik biodegradable terbuat dari polimer alami, dengan jenis polyhidroksialkanoat acid (PHA) dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri; polylactic acid (PLA) merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung/pati oleh mikroorganisme; dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi.
2.2 Plastik Biodegradable
Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat digunakan seperti layaknya
4 plastik pada umumnya dan dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkat plastik dari polimer sintetis. Plastik biodegradable ini berbahan dasar pati, pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3 (besarnya perbandingan amilosa dan amilopektin ini berbeda-beda tergantung jenis patinya). Memanfaatkan limbah organik untuk membuat plastik biodegradable, semakin mendorong inovasi terbaru dalam pembuatannya.
Plastik biodegradable adalah polimer plastik yang tersusun atas monomer organik yang terdapat pada pati,selulosa,protein dan mikroorganisme. Plastik biodegradable dapat digunakan layaknya plastik konvensional biasa namun akan hancur oleh aktivitas mikroorganisme dan menghasilkan air dan senyawa yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan ketika dibuang. Karena terbuat dari bahan- bahan organik, plastik biodegradable bersifat ramah lingkungan. Berdasarkan bahan bakunya, Plastik biodegradable dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok dengan bahan baku petrokimia dan kelompok berbahan baku biomassa seperti selulosa dan sari pati. Pembentukan plastik biodegradable dengan bahan dasar pati (starch) menggunakan prinsip gelatinisasi. Pati dilarutkan dengan sejumlah air dan kemudian dipanaskan dengan temperatur tertentu sehingga menguapkan kandungan air dan meninggalkan lapisan fim yang bersifat kaku dan stabil. Film adalah lembaran tipis yang fleksibel dan tidak mengandung bahan metalik dengan ketebalan 0,01 inci sampai 250 mikron (Wiwik Pudjiastuti,2012). Tetapi Plastik biodegradable berbahan dasar pati memiliki kelemahan antara lain tidak tahan terhadap panas, sifat mekanis yang rendah, tidak tahan terhadap mikroorganisme dan air. Untuk 132 meningkatkan sifat mekanis plastik biodegradable ditambahkan zat aditif antara lain kitosan. Berdasarkan bahan bakunya, Plastik biodegradable dibedakan menjadi plastik biodegradable berbahan baku petrokimia (nonrenewable resources) dan plastik biodegradable berbahan dasar biomassa (renewable resources) (SW Ningsih,2010).
Pembuatan Plastik biodegradable mempunyai metode yang beragam tergantung dari sifat fisika dan kimia bahan baku yang digunakan. Namun, teknik yang umum digunakan adalah teknik inverse fasa dan teknik molten polymer. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah teknik inversi fasa, yaitu dengan menguapkan pelarut yang telah dicetak pada plat kaca.
Tetapi Plastik biodegradable berbahan dasar pati memiliki kelemahan antara lain tidak tahan terhadap panas, sifat mekanis yang rendah, tidak tahan terhadap
5 mikroorganisme dan air. Sifat mekanik polimer adalah salah satu hal yang penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui sifat mekanik polimer tersebut maka akan diketahui polimer mana yang cocok untuk digunakan di bidang apa saja. Pada umumnya sifat mekanik penting untuk bahan polimer berbentuk film adalah tensile strength (kuat tarik), elongation at break (perpanjangan saat putus) dan modulus Young.
Tensile strength merupakan ukuran kekuatan suatu bahan ketika bahan menerima beban yang cenderung meregangkan atau memperpanjang bahan sebelum bahan tersebut patah/putus. Untuk meningkatkan sifat mekanis plastik biodegradable ditambahkan zat aditif kitosan dan plasticizer gliserol.
2.3 Nasi Aking
Nasi merupakan bahan pangan pokok masyarakat dunia khususnya Indonesia. Di Indonesia, nasi sudah menjadi makanan pokok di rumah tangga, restauran maupun tempat kuliner lainnya. Tetapi tidak sedikit juga yang menyisakan nasi tersebut dan membuangnya. Hal ini menyebabkan limbah nasi meningkat. Pada kalangan masyarakat yang sangat miskin, nasi ini diolah kembali menjadi bahan pangan, nasi ini dikenal sebagai nasi aking. Nasi aking adalah nasi yang diperoleh dari sisa nasi yang telah dikonsumsi lalu dibuang dan diolah kembali. Pengolahan nasi aking menjadi nasi untuk dikonsumsi sama seperti mengolah beras menjadi nasi pada umumnya.
Walaupun sudah diolah kembali menjadi nasi, nasi aking tidak memberi nilai gizi yang sama seperti nasi biasa karena sudah melalui proses yang panjang. Menurut FAO, limbah nasi tercatat menghasilkan jumlah yang besar untuk gas metana. Asia dicatat sebagai kawasan yang boros untuk nasi, sereal, dan air. Pemanfaatan nasi aking menjadi nasi sehingga dapat dikonsumsi kembali oleh masyarakat merupakan suatu kemunduran bagi negara agraris seperti Indonesia. Faktor yang mendorong masyarakat kalangan bawah untuk mengkonsumsi nasi aking adalah harganya yang lebih murah dibandingkan dengan terigu, jagung dan singkong. Nasi aking merupakan nasi yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat, karena telah basi dan mengandung jamur dan mikroorganisme merugikan lainnya. Seiring dengan permasalahan ini, penelitian pembuatan plastik dari polimer alam yang mudah diuraikan berkembang dengan pesat. Kandungan pati yang cukup tinggi dari nasi aking dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik bidegradable.
Pembentukan plastik biodegradable dengan bahan dasar pati (starch) menggunakan
6 prinsip gelatinisasi. Pati dilarutkan dengan sejumlah air dan kemudian dipanaskan dengan temperatur tertentu sehingga menguapkan kandungan air dan meninggalkan lapisan fim yang bersifat kaku dan stabil.
2.4 Kitosan dan Gliserol
Kitosan adalah senyawa polimer alami turunan kitin yang diperoleh dari hasil diasetilasi limbah perikanan seperti kulit udang dan kuit kepiting. Penggunaan kitosan sebagai zat aditif dalam pembuatan Plastik biodegradable akan mengurangi kecepatan penyerapan air, meningkatkan sifat mekanik, dan mengurangi sifat kelembaban dari film tersebut. Plasticizer gliserol digunakan untuk meningkatkan elastisitas suatu material dan meningkatkan sifat ekstensibilitas material. Plasticizer dapat menurunkan gaya intermolekul dan meningkatkan fleksibilitas dengan memperlebar ruang kosong yang dapat membuat ikatan hidrogen melemah. Pada pembuatan plastik biodegradable, plasticizer yang sering 134 digunakan adalah gliserol dan sorbitol. Gliserol merupakan hasil samping dari pembuatan biodiesel.
Gliserol adalah senyawa turunan alkohol yang memiliki tiga gugus alkohol (-OH) yang terikat pada 3 gugus alkil. Gliserol merupakan hasil samping dari proses pembuatan biodiesel melalui proses transesterifikasi. Gliserol memiliki rasa manis dan tidak berbau. Gliserol merupakan plasticizer yang efektif karena memiliki kemampuan untuk mengurangi ikatan hidrogen internal pada ikatan intermolecular. Pada pengaplikasiannya, penggunaan plasticizer harus disesuaikan dengan kebutuhan material yang akan dibuat, jika pemakaian plasticizer terlalu banyak, maka akan menurunkan sifat mekanis dari plastik biodegradable dan menaikkan persentase elongation of break. Semakin banyak penggunaan plasticizer maka akan meningkatkan kelarutannya. Begitu juga dengan penggunaan plasticizer yang bersifat hidrofilik berfungsi untuk menurunkan kekakuan pada molekul plastik. Konsentrasi gliserol yang terlalu tinggi juga akan member efek negatif terhadap plastik yang dihasilkan, yaitu plastik akan mudah sobek karena sifat elastis dari plastik yang terlalu besar.
7 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Anggaran Alokasi Dana
No. Uraian Volume Satuan Harga Jumlah
1. Gliserol 1 Liter Rp 35.000 Rp 35.000
2. Kitosan 50 gram Rp 900 Rp 45.000
3. Asam Asetat 2 % 250 ml Rp 300 Rp 75.000
Total Keseluruhan Rp 155.000
3.2 Alat dan Bahan A. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah - Mill 60 Mesh
- Saringan Biasa - Oven
- Gelas Ukur - Pengaduk Kaca - Termometer - Magnetic Stirrer - Gelas Beker - Spatula Besi - Neraca Analitik - Hot plate - Erlenmeyer - Blender B. Bahan
Bahan kimia yang digunakan adalah - 10 gr Nasi Aking
- 2 ml Gliserol - 7 gr Kitosan - Aquades
- 150 ml Asam Asetat 2 % (CH3COOH)
8 3.3 Prosedural
a. Pretreatment Tepung Nasi Aking
1. Pengambilan limbah nasi dari rumah makan dan membersihkannya dari sisa makanan.
2. Nasi aking dikeringkan menggunakan oven dengan temperatur 70°C selama 20 jam.
Diharapkan kadar air yang berada pada nasi berkurang atau hilang.
3. Setelah kering dan menjadi nasi aking selanjutnya dihaluskan dengan mill dan disaring sehingga partikel berukuran 60 mesh
b. Proses Pembuatan Plastik biodegradable
1. 10 gram tepung nasi aking dilarutkan dengan 50 ml asam asetat 2 % dengan pengadukan pada temperatur 65°C.
2. Selanjutnya 7 gr kitosan dilarutkan dengan 100 ml asam asétat 2 % dengan pengadukan selama 30 menit pada temperatur 65°C.
3. Setelah semua larut, larutan nasi aking dicampurkan ke larutan kitosan dengan pengadukan selama 15 menit yang diharapkan agar campuran menjadi homogen.
4. Ditambahkan dengan 2ml gliserol dan melakukan pengadukan dan pemanasan selama 15 menit dan temperatur mencapai 65°C.
5. Cetakan dibersihkan dengan alkohol 96 % dan selanjutnya larutan plastik biodegradable dituangkan ke cetakan.
6. Dimasukkan kedalam oven dengan temperatur 70°C selama 20 jam.
7. Mengeluarkan cetakan dari oven dan didinginkan pada temperatur kamar.
8. Plastik biodegradable siap dianalisa.
9 BAB IV
HASIL DAN IMPLEMENTASI
Gambar 1. Plastik Biodegradable
Gambar 1. merupakan gambar dari plastik biodegradable yang dihasilkan, yaitu berupa lembaran tipis, transparan tidak tembus pandang dan elastis. Plastik Biodegradable dengan tambahan kitosan dan gliserol yang lebih banyak, tampak sedikit basah dan berbau asam. Bau asam yang ditimbulkan disebabkan oleh asam asetat yang digunakan sebagai pelarut tepung nasi aking dan kitosan.
Implementasi penggunaan plastik biodegradable dari limbah nasi dapat melibatkan pengolahan limbah nasi menjadi bahan baku untuk produksi plastik biodegradable. Langkah-langkahnya mencakup pengumpulan limbah nasi, pemrosesan menjadi bahan dasar bioplastik, dan pembuatan produk plastik yang ramah lingkungan.
Dengan demikian, dapat membantu mengurangi dampak negatif plastik konvensional terhadap lingkungan.
Contoh penggunaan plastik biodegradable dari limbah nasi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan kantong belanja, peralatan makan, atau wadah penyimpanan makanan yang terbuat dari bahan bioplastik yang berasal dari limbah nasi. Ketika produk-produk tersebut dibuang, mereka dapat terurai secara alami dalam lingkungan, membantu mengurangi akumulasi sampah plastik yang sulit terurai. Ini merupakan upaya kecil namun berdampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan.
10 BAB V
PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat digunakan seperti layaknya plastik pada umumnya dan dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkat plastik dari polimer sintetis. Plastik biodegradable ini berbahan dasar pati, pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin
Pembentukan plastik biodegradable dengan bahan dasar pati (starch) menggunakan prinsip gelatinisasi. Pembentukan plastik biodegradable dengan bahan dasar pati (starch) menggunakan prinsip gelatinisasi. Pati dilarutkan dengan sejumlah air dan kemudian dipanaskan dengan temperatur tertentu sehingga menguapkan kandungan air dan meninggalkan lapisan fim yang bersifat kaku dan stabil.
Penggunaan kitosan sebagai zat aditif dalam pembuatan Plastik biodegradable akan mengurangi kecepatan penyerapan air, meningkatkan sifat mekanik, dan mengurangi sifat kelembaban dari film tersebut. Plasticizer gliserol digunakan untuk meningkatkan elastisitas suatu material dan meningkatkan sifat ekstensibilitas material
xi DAFTAR PUSTAKA
M.H, I Gede Sanjaya, dan Puspita T. 2011. Pengaruh Penambahan Kitosan Dan Plasticizer Gliserol Pada Karakteristik Plastik biodegradable Dari Pati Limbah Kulit Singkong.
Jurnal Teknik Kimia ITS.
Selfiana, J. F., & Yordan, K. (2014). Pembuatan Plastik Biodegradable Dari Tepung Nasi Aking. Jurusan Teknik Kimia.
Ningsih, SW. 2010. Optimasi Pembuatan Bioplastik Polihidroksialkanoat Menggunakan Bakteri Mesofilik Dan Media Cair pabrik Kelapa Sawit. Tesis Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara. Medan
Wiwik Pujiastuti, dkk. 2012. Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Sihat Kekuatan Tarik Dan Pemanjangan Saat Putus Bioplastik Dari Pati Umbi Talas. Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No 2.