• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu dan Ubikayu di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu dan Ubikayu di Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1.  Sifat  bahan  baku  plastik  konvesional  dibandingkan
Tabel  1. Perbandingan antara plastik konvensional dengan plastik biodegradable  pada beberapa  aspek.
Tabel 2.  Data luas area dan produksi budidaya sagu di daerah sentra produksi.
Tabel 4. Data produksi ubikayu di sentra produksi ubikayu.
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini memperlakukan dua jenis jamur Aspergillus oryzae dan Aspergillus niger dengan empat jenis substrat pati yaitu ubi kayu, ubi jalar, sagu dan jagung. Proses

Campuran plastik polypropylene pati sagu dengan kandungan 10 gr gula jagung merupakan plastik yang dapat terurai dengan cepat dengan sifat mekanik yang baik (Elvi,

Pembuatan plastik biodegradable dilakukan dengan tiga tahap diantaranya, pembuatan pati singkong karet, pembuatan plastik biodegradable dengan penambahan kitosan, dan uji

Pemanfaatan pati sagu sebagai sumber alternatif dalam pembuatan biodegradible plastic dinilai sebagai salah satu terobosan baru guna mengatasi masalah limbah plastik di

Bentuk dan komposisi kimia granula pati sagu dibandingkan dengan jenis pati yang lainnya (Tabel 1), mendekati pati ubi kayu, sedangkan ukuran granula mendekati pati

Dari hasil penelitian yang dilakukan telah didapatkan plastik biodegradable dengan pemasakan hasil campuran pati ubi sebanyak 5 gram dengan aquades 100 ml, CMC 1%,

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi pati biji durian dan pati biji nangka yang berbeda pada plastik biodegradable tidak memberikan pengaruh nyata terhadap

Pembuatan plastik biodegradable dari pati kulit pisang raja dengan penambahan kitosan dan plasticizer