• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASlSヽ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASlSヽ"

Copied!
194
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana kelelahan emosional dapat menjadi prediktor penundaan akademik pada mahasiswa yang mengerjakan disertasinya.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Praktis

Sangat rendah rendah Rata-rata tinggi Sangat tinggi.. dengan persentase 33,3%, dan tidak ada siswa yang mempunyai hasil sangat tinggi. Bugis Makassar Toraja Mandar Lainnya.. orang yang mempunyai nilai rata-rata dengan persentase 27,9%, orang yang mempunyai nilai tinggi sebanyak 58 orang dengan persentase 27,9%, dan terdapat 5 orang yang mempunyai nilai sangat tinggi dengan persentase 2,4%. . .

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Prokrastinasi Akademik

Hidayah dan Atmoko (2014) menyatakan bahwa prokrastinasi merupakan suatu tindakan yang menunda dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. DeSimone (dalam Ferrari, Johnson, & McCown, 1995) mengatakan bahwa prokrastinasi berasal dari kata latin “procrastination”.

Aspek Prokrastinasi Akademik

Individu yang melakukan prokrastinasi sadar akan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, namun juga sadar bahwa dirinya menunda penyelesaian dan penyelesaian tugas tersebut hingga selesai. Tuckman (1990) menyatakan bahwa individu yang melakukan penundaan cenderung menunda penyelesaian dan penyelesaian tugasnya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi Prokrastinasi Akademik

Skala ini digunakan untuk mengukur perilaku prokrastinasi pada individu yang melakukan prokrastinasi dan individu yang tidak melakukan prokrastinasi. Skala ini digunakan untuk mengukur perilaku prokrastinasi yang dilakukan oleh individu, baik pelajar maupun mahasiswa.

Definisi Emotional Exhaustion

Pines, Aronson, dan Elliot (1989) menyatakan bahwa kelelahan emosional adalah kelelahan yang terjadi pada individu dan berkaitan dengan perasaan pribadi, serta perasaan tidak berdaya dan depresi. Freudenberger (dalam Indrayani & Djami, 2013) mengatakan kelelahan emosional merupakan respon individu yang mengalami stres dalam hubungan interpersonal yang disebabkan oleh faktor emosional utama.

Aspek Emotional Exhaustion

Individu yang mengalami kelelahan emosional juga diartikan sebagai akibat dari beban kerja yang tidak seimbang dengan kemampuan individu. Indikator yang diperoleh pada aspek ini adalah kurangnya motivasi dan perasaan tertekan pada individu.

Faktor – Faktor yang mempengaruhi Emotional Exhaustion

Pada Fakultas Ekonomi terdapat 4 orang dengan hasil sangat rendah dengan persentase 14,8%, hasil rendah terdapat 5 orang dengan persentase 18,5%, dan hasil sedang sebanyak 9 orang dengan persentase 33,3%. sekitar 9 orang yang mempunyai nilai tinggi. Hasil Prokrastinasi Akademik Berdasarkan Suku Berdasarkan diagram diketahui bahwa pada suku Bugis terdapat 16 orang yang mempunyai nilai sangat rendah dengan persentase 7,7%, terdapat 30 orang yang mempunyai nilai rendah dengan persentase 7,7%. 14,4%. , totalnya 99.

Dampak Emotional Exhaustion

Pengukuran Emotional Exhaustion

Mahasiswa

  • Karakteristik Mahasiswa
  • Tugas Perkembangan Mahasiswa
  • Fungsi dan Peran Mahasiswa

Churiyah (2011) mengartikan kelelahan emosional sebagai kelelahan yang terjadi pada individu dan ditandai dengan perasaan tidak berdaya bahkan perasaan depresi. Individu yang merasa frustasi dalam bekerja dengan emosi yang tidak stabil dan tidak menyelesaikan tugas dengan baik.

Emotional Exhaustion sebagai Prediktor terhadap Prokrastinasi Akademik

Pada suku lainnya, 1 orang mendapat nilai sangat rendah dengan persentase 3,4%, 9 orang mendapat nilai rendah dengan persentase 31%, 9 orang mendapat nilai sedang dengan persentase 31%. sebanyak 8 orang mempunyai nilai Tinggi dengan persentase. Pada suku Toraja terdapat 2 orang yang mendapat nilai sangat rendah dengan persentase 8,7%, 5 orang yang mendapat nilai rendah dengan persentase 21,7%, 9 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 39,1%, serta 7 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 39,1%, serta 7 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 39,1%. yang mempunyai nilai tinggi dengan persentase 30,4%, tidak ada siswa yang mempunyai nilai sangat tinggi.

Kerangka Penelitian

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

Variabel Penelitian

Definisi Variabel

  • Definisi Operasional

Kelelahan emosional merupakan suatu keadaan dimana individu merasa lelah dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan individu tersebut berperilaku negatif seperti stres, frustasi bahkan putus asa. Prokrastinasi akademik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tindakan seseorang yang dengan sengaja menunda-nunda pekerjaannya dan mengetahui dampak yang akan ditimbulkan jika terus menerus melakukan penundaan. Prokrastinasi akademik adalah menunda pengerjaan tugas akhir berupa proposal atau skripsi dan lebih memilih mengerjakan sesuatu yang lebih menyenangkan, sehingga waktu terbuang percuma.

Hal ini terjadi karena kurangnya motivasi dan keadaan emosi yang tidak menyenangkan serta kondisi fisik yang buruk saat menjalankan tugas.

Populasi dan Sampel

  • Skala Prokrastinasi Akademik
  • Skala Emotional Exhaustion

Skala Likert merupakan skala yang digunakan peneliti untuk mengukur persepsi atau sikap individu yang diinginkan. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan pilihan jawaban: sangat sesuai (SS), sesuai (S), netral (N), tidak sesuai (TS), sangat tidak sesuai (STS). Skor pilihan jawaban baik adalah nomor 5 untuk jawaban sangat sesuai (SS), nomor 4 untuk jawaban sesuai (S), nomor 3 untuk jawaban netral (N), nomor 2 untuk jawaban kurang tepat (TS) dan nomor 1 untuk jawaban sangat tidak tepat ( STS).

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur prokrastinasi akademik adalah Skala Prokrastinasi Umum (GPS).

Tabel 3.1 blueprint skala prokrastinasi akademik sebelum uji coba
Tabel 3.1 blueprint skala prokrastinasi akademik sebelum uji coba

Uji Instrumen

Uji validitas terbagi menjadi tiga jenis yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria (Azwar, 2019). Setelah melakukan uji validitas logika, peneliti kemudian merevisi item yang telah diaudit oleh ketiga UKM tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menguji validitas konstruk dua skala yaitu Skala Kelelahan Emosional dan Skala Prokrastinasi Akademik.

Setelah dilakukan uji validitas konstruk ditemukan 2 item yang tidak valid yaitu item 6 pada aspek mental dan item 19 pada aspek fisik.

Uji Reliabilitas

Bugis Makassar Toraja Mandar Lainnya.. yang mempunyai nilai rendah dengan persentase 16,4%, yang mempunyai nilai sedang sebanyak 52 orang dengan persentase 42,6%, bahkan 33 orang yang mempunyai nilai tinggi dengan persentase 27%, dan terdapat 9 orang yang mempunyai nilai sangat tinggi dengan persentase 7,4%. Pada Fakultas Ekonomi terdapat 5 orang yang memperoleh hasil sangat rendah dengan persentase 18,5%, terdapat 3 orang yang memperoleh hasil rendah dengan persentase 11,1%, terdapat 14 orang yang memperoleh hasil sedang dengan persentase 51,9. %, sebanyak 5 orang mempunyai nilai tinggi dengan persentase 18,5%, dan tidak ada siswa yang mempunyai nilai sangat tinggi. Di Fakultas Hukum tidak ada yang mendapat hasil sangat rendah, ada 2 orang yang mendapat hasil rendah dengan persentase 10,5%, 9 orang yang mendapat hasil sedang dengan persentase 47,7%, sebanyak 8 orang rakyat. siswa yang mempunyai nilai tinggi dengan persentase 42,1%, dan tidak ada siswa yang mempunyai nilai sangat tinggi.

Di fakultas FKIP tidak ada mahasiswa yang mendapat nilai sangat rendah, ada 3 orang yang mendapat nilai rendah dengan persentase 13,6%, 11 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 50%, 7 orang yang mendapat nilai tinggi dengan persentase sebesar 31,8% dan terdapat 1 orang yang mempunyai nilai sangat tinggi dengan persentase 4,5%.

Tabel 3.3 blueprint skala prokrastinasi akademik setelah uji coba
Tabel 3.3 blueprint skala prokrastinasi akademik setelah uji coba

Teknik Analisis Data

  • Uji Asumsi
  • Uji Hipotesis
  • Prosedur Penelitian
    • Tahap Pelaksanaan
    • Tahap Pengolahan dan Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskriptif Variabel Penelitian

Hasil analisis deskriptif skala kelelahan emosional diketahui pada tabel 4.1 dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden dengan nilai rata-rata 79,83. Hasil analisis data yang diperoleh pada variabel kelelahan emosional dengan jumlah responden 400 orang menunjukkan hasil yang bervariasi. Hasil analisis deskriptif skala prokrastinasi akademik ditunjukkan pada tabel 4.3 dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden dengan nilai mean 73,81.

7%, responden dengan skor rendah sebanyak 63 orang dengan persentase 15,8%, responden dalam kategori sedang sebanyak 188 orang dengan persentase 47%, responden dalam kategori tinggi sebanyak 110 orang dengan persentase 27,5%, dan sangat kategori tinggi sebanyak 11 responden dengan persentase 2,8%.

Tabel 4.1 Hasil Analisis Skala Emotional Exhaustion  Jumlah
Tabel 4.1 Hasil Analisis Skala Emotional Exhaustion Jumlah

Deskriptif Variabel Berdasarkan Demografi

Pada usia 24 tahun terdapat siswa yang memperoleh nilai sangat rendah dengan persentase 5%, terdapat 5 siswa yang memperoleh nilai rendah dengan persentase 25%, terdapat 4 siswa yang memperoleh nilai sedang dengan persentase 20%, terdapat 9 orang yang mendapat nilai tinggi dengan persentase 45%, dan 1 orang yang mendapat nilai sangat tinggi dengan persentase 5%. Di fakultas FKIP tidak ada mahasiswa yang mendapat nilai sangat rendah, terdapat 3 orang yang mendapat nilai rendah dengan persentase 13,6%, 15 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 68,2%, 2 orang yang mendapat nilai tinggi dengan persentase 9,1%. , dan terdapat 2 orang yang mempunyai nilai sangat tinggi dengan persentase 9,1%. Pada suku Mandar terdapat 3 orang yang mempunyai nilai sangat rendah dengan persentase 16,7%, terdapat 2 orang yang mempunyai nilai rendah dengan persentase 11,1%, 9 orang mempunyai nilai sedang dengan persentase 50%, serta 9 orang mempunyai nilai sedang dengan persentase 50%. sebanyak 4 orang mempunyai skor tinggi dengan persentase 22,2%, dan tidak ada satupun yang mempunyai skor sangat tinggi.

Pada Fakultas Kedokteran terdapat 2 orang yang mendapat nilai sangat rendah dengan persentase 6,7%, yang mendapat nilai rendah sebanyak 6 orang dengan persentase 20%, yang mendapat nilai sedang sebanyak 16 orang dengan persentase 53,3%, dan 5 orang yang mendapat nilai sedang dengan persentase 53,3%, mempunyai nilai tinggi dengan persentase 16,7%, dan terdapat 1 siswa yang mempunyai nilai sangat tinggi dengan persentase 3,3%.

Diagram 4.9 Skor emotional exhaustion berdasarkan usia  Berdasarkan  diagram  di  atas,  dapat  dilihat  bahwa  pada  usia  20  tahun,  tidak  terdapat  mahasiswa  yang  memiliki  skor  sangat rendah, ada 1 orang mahasiswa yang memiliki kategori  rendah  d
Diagram 4.9 Skor emotional exhaustion berdasarkan usia Berdasarkan diagram di atas, dapat dilihat bahwa pada usia 20 tahun, tidak terdapat mahasiswa yang memiliki skor sangat rendah, ada 1 orang mahasiswa yang memiliki kategori rendah d

Gambaran Emotional Exhaustion pada Mahasiswa yang Sedang

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa yang mengerjakan tugas akhir merasakan kelelahan emosional dan tergolong dalam kategori sedang yaitu sebanyak 164 siswa atau 41%. Variasi tingkat kelelahan emosional pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain beban kerja yang berlebihan dan konflik peran ganda (Septyaningsih dan Palupiningdyah, 2018) serta tuntutan fisik dan beban kerja (Wiati, 2015 ). Seringkali mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi bekerja keras dan merasa lelah meskipun sudah cukup istirahat.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti, mahasiswa yang mengerjakan skripsi merasa kewalahan karena banyaknya tekanan dari orang-orang disekitarnya.

Emotional Exhaustion Sebagai Prediktor Terhadap Prokrastinasi

Penelitian lain yang dilakukan oleh Wiyono (2017) menemukan bahwa salah satu faktor internal mahasiswa yang melakukan prokrastinasi akademik adalah perasaan lelah secara emosional. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara peneliti dengan beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir dengan tingkat kelelahan emosi sedang ditandai dengan kemampuan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.

Selain itu, siswa yang mengalami kelelahan emosional ditandai dengan kemampuannya untuk fokus pada diri sendiri dan pikirannya tanpa merasa bahwa apa yang dilakukannya menguras energinya.

Limitasi Penelitian

Kelelahan emosional berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa skripsi. Penelitian ini menemukan perbedaan tingkat skor variabel kelelahan emosional dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Perbedaan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW berdasarkan tipe kepribadian A dan B.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Oleh karena itu diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menghubungkan variabel prokrastinasi akademik dengan variabel lain yang mungkin menjadi faktor munculnya prokrastinasi akademik, dan diharapkan mengambil subjek pada jenjang pendidikan yang berbeda. Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik Dalam Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Halu Oleo Kendari. Pengaruh Persepsi Ghost Buyer dan Tuntutan Pekerjaan terhadap Kelelahan Emosional Karyawan Customer Service.

Berdasarkan rangkuman hasil review 3 ahli terhadap skala perilaku prokrastinasi akademik sebanyak 32 aitem menunjukkan nilai CVR yang berbeda yaitu 1 dan 0,33. Berdasarkan rangkuman hasil review 3 ahli mengenai skala perilaku kelelahan emosional yang terdiri dari 30 item menunjukkan nilai CVR yang berbeda-beda yaitu. Beliau juga menyarankan untuk menghilangkan beberapa item yang kurang baik dan memperbaiki kalimat editorial untuk beberapa item yaitu item dan 22. Berikut hasil uji keterbacaan skala kelelahan emosional dan prokrastinasi akademik yang dilakukan pada 1 orang dosen dan 4 orang mahasiswa :.

Referensi

Dokumen terkait