PROPOSALPENELITIAN
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA KESEHATAN MENTAL ANAK DI BAWAH UMUR
Diusulkan oleh:
Anastasya Tangke Lembang 07201007 Rouli Lamtiar Lumbantoruan 07221078
Farisky 09211015
Renard T Wijaya 09211048
Idas Fajinur 09221013
Adrianto 09221025
Fajaratul Syawal 09221027
INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN BALIKPAPAN
2024 DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...1
DAFTAR GAMBAR...1
DAFTAR TABEL...3
BAB 1. PENDAHULUAN... 4
1.1 Latar Belakang... 4
1.2 Tujuan Penelitian...5
1.3 Manfaat Penelitian... 5
1.4 Keutamaan Penelitian...5
1.5 Kontribusi Penelitian Terhadap IPTEK...5
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...6
2.1 Pengertian Media Sosial dan Manfaat Penggunaannya... 6
2.2 Faktor Penyebab Gangguan Mental Anak Terhadap Penggunaan Media Sosial...6
2.3 Pengaruh Peran Orang tua Terhadap Kesehatan Mental Anak Akibat dari Adanya Pengaruh dari Media Sosial...7
2.4 Dampak Kecanduan Menggunakan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak...7
BAB 3. METODE PENELITIAN...8
3.1 Pendekatan Penelitian... 8
DAFTAR PUSTAKA...9
1 DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 AA Gambar 2.1 BB Gambar 3.1 CC
DAFTAR TABEL
Gambar 1.1 AA 1
Gambar 2.1 BB 2
Gambar 3.1 BB 3
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan Teknologi dan Internet pada zaman ini telah membawa pengaruh yang sangat besar di berbagai aspek kehidupan.Termasuk cara anak-anak dan remaja berinteraksi dan mengakses informasi. Media Sosial, sebagai salah satu produk dari perkembangan zaman ini semakin mudah untuk diakses oleh anak anak di bawah umur, meskipun seharusnya penggunaanya terbatas pada usia tertentu. Ada berbagai platform media sosial yang mudah untuk diakses oleh anak- anak di bawah umur contoh nya Facebook, Tiktok, Instagram dan lain-lain. Platform tersebut juga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Penggunaan media sosial selain memberikan pengaruh yang positif seperti contohnya memudahkan kita dalam mencari informasi, menjalin komunikasi antara satu dengan yang lainnya, mengembangkan bakat dan minat, berbagai pendapat dan mencari berbagai hiburan, serta memiliki pengaruh yang negatif bagi anak-anak.
Adapun pengaruh negatif dari media sosial adalah berupa penyalahgunaan dalam mencari informasi dan kecanduan dalam menggunakan media sosial yang berakibatkan terhadap kondisi psikologis anak ataupun beresiko terkena penyakit mental anak tersebut.
Beberapa masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan penggunaan media sosial antara lain stres, kecemasan, depresi, kesepian (Bashir & Bhat, 2017). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan gejala depresi lebih besar pada perempuan dibandingkan anak laki-laki. Penggunaan media sosial yang lebih besar terkait dengan pelecehan online, kurang tidur, harga diri rendah, dan citra tubuh yang buruk, hal ini menunjukkan skor gejala depresi yang lebih tinggi (Kelly, Zilanawala, Booker, & Sacker, 2018).
Seiring meningkatnya akses terhadap penggunaan media sosial, sejumlah penelitian juga mulai menunjukkan bahwa adanya resiko mengkhawatirkan bagi kesehatan mental anak-anak, mulai dari terpaparnya anak-anak pada konten negatif, perundungan pada media sosial (cyberbullying), tekanan sosial untuk tampil sempurna, serta kurangnya waktu untuk beraktifitas fisik dan berinteraksi dengan orang lain. Hal
ini dapat membuat banyak anak-anak dan remaja mengalami tekanan psikologis dan menyebabkan gangguan tidur akibat terusmenerus menggunakan media sosial tanpa memikirkan waktu.
Oleh sebab itu,penulis ingin fokus mengenai dampak negatif maupun positif dari penggunaan media sosial bagi anak. Penulis tertarik untuk melakukan riset lebih lanjut dengan judul, “Analisis Dampak Penggunaan Media Sosial Pada Kesehatan Mental Anak Dibawah Umur“.
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian diantaranya :
1. Mendapatkan deskripsi tentang apa itu media sosial dan manfaatnya.
2. Mengetahui faktor penyebab gangguan kesehatan mental anak terhadap penggunaan media sosial
3. Mengetahui seberapa jauh pengaruh peran orang tua terhadap kesehatan mental anak akibat dari adanya pengaruh dari media sosial
4. Mengetahui dampak kecanduan menggunakan media sosial terhadap kesehatan mental anak
1.3 Manfaat Penelitian
Berikut manfaat penelitian:
1. Penelitian dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas mengenai dampak kesehatan mental anak akibat pengaruh dari adanya media sosial.
2. Penelitian dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat seperti informasi mengenai dampak penggunaan media sosial yang berlebihan pada anak-anak.
4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Media Sosial dan Manfaat Penggunaannya
Secara umum media sosial adalah media yang berbasis situs web atau aplikasi yang diakses secara online dan digunakan sebagai sarana untuk berinteraksi sosial.
Menurut Nancy K. Baym (2015), media sosial adalah platform digital yang memungkinkan individu untuk berinteraksi,berbagai informasi,serta membangun hubungan sosial dengan orang lain dalam ruang virtual. Paling penting dari teknologi ini adalah terjadinya pergeseran cara mengetahui orang, membaca, dan berbagi cerita informasi dan konten. Sedangkan Carr dan Hayes, juga mengemukakan bahwa media sosial kerap kali mengacu pada tiga hal utama yaitu. perama teknologi digital yang menekankan pada user generated content atau interaksi Kedua karakteristik media.Ketiga yaitu jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan lain-lain sebagai contoh model interaksi. Media sosial bermanfaat untuk bersosialisasi. Dengan media sosial kita dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan teman atau kerabat kita yang bertempat tinggal jauh kapan saja. Melalui media sosial kita dapat memperoleh informasi terbaru dan secara real time, seperti berita terbaru, lowongan pekerjaan, dll.
2.2 Faktor Penyebab Gangguan Mental Anak terhadap Penggunaan Media Sosial
Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab gangguan mental anak terhadap media sosial, sebagai berikut:
1. Kurang Tidur
Penggunaan media sosial di malam hari dapat merugikan kesehatan anak karena remaja umumnya membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa.
2. Kecanduan
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan karena otak melepaskan dopamin yang memberikan rasa bahagia setelah mengakses media sosial.
3. Perubahan otak
Penggunaan media sosial yang sering dapat dikaitkan dengan perubahan pada bagian otak yang terkait dengan emosi dan pembelajaran.
4. Konten negatif
Konten yang berisikan tindakan ilegal, menyakiti diri sendiri atau orang lain, dan mendorong kebiasaan yang terkait dengan gangguan makan dapat meningkatkan efek negatif terhadap kesehatan mental.
5. FOMO
Ketakutan ketinggalan, yang dapat memicu kecemasan dan depresi.
2.3 Pengaruh Peran Orang tua terhadap Kesehatan Mental Anak Akibat dari Adanya Pengaruh dari Media Sosial
Peran orang tua dalam mendidik anak itu sangat penting untuk pola berpikir, kehidupan sosial, dan kesehatan mental anak. Berikut ini contoh peran yang baik bagi orang tua untuk anak:
1. Menjadi Teladan dalam Penggunaan Media Sosial
Seorang anak yang melihat orang tuanya banyak menghabiskan waktu di media sosial akan terpengaruh untuk melakukan hal yang sama. Orang tua yang menunjukkan perilaku positif dengan membatasi penggunaan media sosial dan lebih memilih untuk berinteraksi dengan anak secara langsung akan memiliki dampak lebih positif pada kesehatan mental anak.
2. Menciptakan Keluarga yang Terbuka
Sebagai orang tua sangat lah penting terbuka dengan anaknya seperti mendiskusikan apa yang dilihat anaknya dan sekaligus memberi saran yang baik untuk ditonton.
3. Interaksi Sosial di Dunia Nyata
Anak yang lebih banyak melakukan interaksi di media sosial dengan
temannya akan lebih cenderung merasa kesepian di dunia nyata. Peran orang tua di sini sangat penting untuk mendorong anak untuk berinteraksi sosial secara langsung, dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan sosial di luar rumah seperti klub atau olahraga.
2.4 Dampak Kecanduan Menggunakan Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Anak
Dampak kecanduan media sosial dalam kehidupan sehari hari sangatlah penting diperhatikan. Adapun dampak media sosial bagi kehidupan sehari hari antara lain :
1. Kecanduan dan ketergantungan digital (media sosial) adalah kecanduan mental anak anak dalam menghabiskan waktu yang
lama dalam menggunakan media sosial 2. Sulit mengelola emosi
6
Media sosial biasanya tempat meluapkan emosi baik itu bahagia maupun tulisan kesedihan namun tidak ada batasan usia untuk melihat video maupun tulisan kesedihan
3. Kehilangan fokus pada pembelajaran
4. Mereka sering teralihkan dalam mendengarkan pembelajaran sehingga sering memeriksa media sosialnya setiap saat
5. Kurangnya berinteraksi dengan sesama
Kebanyakan anak anak sudah kecanduan dengan media sosial mereka lebih sering mengabaikan orang di sekitarnya
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif yaitu, penelitian yang tidak menggunakan perhitungan, atau diistilahkan dengan penelitian ilmiah yang menekankan pada
karakter alamiah sumber data. Sedangkan penelitian kualitatif menurut Moleong adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah
Jenis Penelitian ini adalah studi kasus, karena penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memberikan gambaran analisis dampak tentang penggunaan media sosilal pada kesehatan mental anak di bawa umur
3.2 Subjek Penelitian
Penelitian ini melibatkan anak-anak di bawah umur (12-17 tahun) yang aktif menggunakan media sosial. Kriteria pemilihan subjek adalah:
1. Berusia 12-17 tahun.
2. Menggunakan media sosial minimal 2 jam per hari.
3. Pernah merasakan dampak psikologis seperti stres, kecemasan, atau kesulitan tidur yang diduga berkaitan dengan penggunaan media sosial.
4. Bersedia menjadi partisipan dengan izin dari orang tua atau waliJumlah Subjek:Penelitian ini melibatkan 8-12 anak yang dipilih menggunakanmetode purposive sampling, yaitu memilih individu yang sesuai dengan kriteria penelitian.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam sebuah penelitian adalah bagian yang sangat penting dalam proses pengumpulan data. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
1. Library Research Library Research adalah pengumpulan data yang bersumber dari buku- buku, artikel atau karya tulis ilmiah lainnya. Dalam hal ini, metode yang digunakan yaitu kutipan langsung dengan cara mengutip suatu karangan tanpa merubah redaksi awal dari sebuah karya tulis ilmiah serta dengan cara kutipan tidak langsung yaitu dengan mengutip suatu karangan dengan mengubah redaksi atau bahasa namun tidak menghilangkan pokok inti dan maksud dari karangan sebelumnya.
2. Field Research Field Research yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung objek penelitian yang telah ditentukan di lokasi penelitian. Pengumpulan data di lokasi penelitian dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi atau pengamatan langsung merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Pengamatan dapat dilakukan secara terlibat (partisipatif) ataupun non partisipatif. Maksudnya, pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang melibatkan peneliti dalam kegiatan masyarakat yang menjadi sasaran penelitian, tanpa mengakibatkan perubahan pada kegiatan atau aktivitas yang bersangkutan.
1 Observasi ini dimaksudkan untuk terlibat langsung dalam melakukan pengamatan dan pengumpulan data-data atas keadaan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan beberapa alat pengumpul data seperti
1
8
melakukan pencatatan yang dianggap penting maupun menggunakan beberapa alat pengumpul data seperti alat perekam suara
agar dapat menyimpan percakapan saat melakukan komunikasi dengan responden.
B. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Wawancara dilakukan secara terstruktur yaitu wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan.2Dalam melakukan pengumpulan data ini, wawancara dilakukan dengan unsur pemerintah dan masyarakat khususnya remaja sehubungan dengan data yang diperlukan.
C. Dokumentasi
Dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data dengan cara mempelajari maupun mencatat arsip-arsip atau dokumen yang berkaitan dengan topik penelitian untuk digunakan sebagai bahan menganalisa permasalahan dan untuk melengkapi data dari hasil observasi serta wawancara.
D. Teknik Pengolahan Analisi Data
Setelah semua data terkumpul dari sumber data di lapangan, maka selanjutnya data tersebut dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif.
Analisis data adalah suatu fase penelitian yang sangat penting karena melalui analisis data inilah peneliti memperoleh wujud dari penelitian yang dilakukannya.Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahapan analisis data yaitu dengan mereduksi data kemudian menyajikan data dan selanjutnya adalah dengan memverifikasi data.Reduksi data (Data reduction) adalah proses memilih, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstraksi dan mengubah data kasar yang muncul dari lapangan.3 Pada tahapan reduksi data, data yang diperoleh di lapangan kemudian dipilih lalu dikumpulkan agar data menjadi lebih sederhana dan juga mudah untuk diolah.
23
1. Penyajian data (Data display) adalah suatu cara merangkai data dalamsuatu organisasi yang memudahkan untuk membuat kesimpulan atau tindakan yang diusulkan.4 Pada tahap ini data yang telah direduksi dipilih kembali sesuai dengan kebutuhan penelitian dan kemudian mengorganisasikannya untuk memudahkan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan secara lebih sistematis.
2. Verifikasi data atau penarikan kesimpulan dari data yang telah dianalisis.
Kesimpulan dalam penulisan kualitatif menjadi saripati jawaban rumusan masalah dan isinya merupakan kristalisasi data lapangan yang berharga bagi praktik dan pengembangan ilmu.5Verifikasi data merupakan bagian akhir dari analisis data yang memunculkan kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan mendalam dari data hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah. Penulis meramu data yang telah disajikan dengan membuat kesimpulan dari hasil penelitian yang isinya disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya.
E. Teknik Analisis Data
Ada empat bentuk analisis data penelitian kualitatif etnografi untukmencari tema-tema budaya, yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponensial, dan analisis tema kultural. Penjelasannya sebagai berikut (Sugiyono, 2014:348-362).
Pertama, analisis domain yaitu memperoleh gambaran umum danmenyeluruh dari objek penelitian atau situasi sosial yang diteliti. Melalui pertanyaan umum dan
45
10
pertanyaan rinci peneliti menemukan berbagai kategoriatau domain tertentu sebagai pijakan penelitan selanjutnya. Semakin banyakdomain yang dipilih semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian.Data diperoleh dari grand tour dan monitour question. Hasilnya berupagambaran umum tentang objek yang diteliti, yang sebelumnya belum pernah.diketahui. Dalam analisis ini informasi yang diperoleh belum mendalam,masih dipermukaan, namun sudah menemukan domain-domain atau kategoridari situasi sosial yang diteliti.
Kedua, untuk mengetahui stuktur analisis taksonomi, yaitu menjabarkandomain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci, untuk mengetahui strukturinternalnya. Dilakukan dengan observasi terfokus. Analisis terhadapkeseluruhan data yang terkumpul berdasarkan domain yang telah ditetapkan.Dengan semikian domain yang telah ditetapkan menjadi cover term oleh peneliti dapat diurai secara lebih rinci dan mendalam melalui analisistaksonomi ini. Hasil analisis taksonomi dapat disajikan dalam bentuk diagramkotak (box diagram), diagram garis dan simpul (lines and node diagram) danoutline.
Ketiga, analisis komponensial yaitu analisis yang mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengkontraskan antara elemen.Ana lisis dilakukan sebagai observasi dan wawancara terseleksi dengan pertanyaan yang mengkontraskan (Contras question). Pada analisiskomponen sial, yang dicari untuk diorganisasikan dalam domain bukanlahkeserupaan dalam domain, tetapi justru yang memiliki perbedaan atau yangkontras. Data ini dicari melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yangterseleksi dengan teknik pengumpulan data yang bersifat triangulasi tersebut,sejumlah dimensi yang spesifik yang berbeda pada setiap elemen akan dapatditemukan
.Keempat, analisis tema kultural yaitu mencari hubungan di antara domain,dan bagaimana hubungan dengan keseluruhan, dan selanjtnya dinyatakan kedalam tema atau judul penelitian. Berdasarkan analisis budaya tersebutselanjutnya dapat disusun judul penelitian baru, apabila dalam judul dalam proposal berubah setelah peneliti memasuki lapangan
12
DAFTAR PUSTAKA
1. Idrus, Muhammad. "Metode penelitian ilmu-ilmu sosial (pendekatankualitatifdan kuantitatif)." (2007).
2. Tinambunan, Desnawaty, Nadia Agniaty, and Yessica Ekayuni.
"Persoalan perkembangan dan kesehatan mental anak usia 6-12 tahun pada masa pandemi COVID-19: Analisis hasil-hasil penelitian lintas budaya." Unusia Conference. Vol. 1. No. 1. 2021.