PROPOSAL KEGIATAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK KEPERAWATAN GERONTIK “TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
SENAM LANSIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAR IKAN BENGKULU
TAHUN 2023”
Disusun oleh:
1. Dinda Meila Putri P05120221067 2. Dwi Murti Warantika P05120221068 3. Imelda Oktania M P05120221026 4. Muhammad Rafli A P05120221033 5. Muhammad Afif Y P05120221032 6. Nafa Dinda A P05120221034 7. Oktavia P05120221035 8. Viktor Ardiansyah P051202210100
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2023/2024
LEMBAR PENGESAHAN
Telah dilakukan kegiatan Senam Lansia Pada Hari Rabu,22 November 2023 yang berlokasikan Di Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia dengan topik “Senam Sehat
Pada Lansia”
Mengetahui
Pembimbing Lapangan Pembimbing Pendidikan
Yuni Hartati, S.Kep Ns. Agung Riyadi.S.Kep.,M.Kes
Bengkulu,21 November 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat taufik hidayat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal “Senam Sehat Pada Lansia”
Proposal ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas di program studi Diploma III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu .Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ns. Agung Riyadi.S.Kep.,M.Kes selaku dosen pembimbing mata kuliah Keperawatan Gerontik dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan proposal ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan proposal ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan proposal ini
Bengkulu,21 November 2023
A. LATAR BELAKANG
Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia.
Menurut data dari kementrian kesehatan RI pada bulletin lansia tahun 2013 data lansia di Indonesia mengalami peningkatan 7,59% pada tahun 2011 dengan usia harapan hidup rata-rata 69,5 tahun. Situasi global pada saat ini di antaranya adalah setengah jumlah lansia di dunia (400 juta jiwa) berada di Asia, Pertumbuhan lansia pada negara sedang berkembang lebih tinggi dari negara yang sudah berkembang. Masalah terbesar lansia adalah penyakit degenerative. Diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 75% lansia penderita penyakit degeneratif tidak dapat beraktifitas (tinggal di rumah).
Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas diguanakan sebagai terapi dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukannya Terapi senam lansia diharapkan dapat mempertahankan kerja jantung lansia
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan terapi senam lansia selama 30 menit diharapkan audiens dapat :
a. Mengetahui pengertian senam lansia b. Mengetahui manfaat senam lansia c. Mampu melakukan senam lansia C. MANFAAT KEGIATAN
Membantu meningkatkan kerja jantung D. SASARAN STRATEGIS
1. Lansia yang ada di wilayah Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia 2. Lansia yang mampu melakukan aktivitas fisik
3. Lansia yang kooperatif
E. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari/ Tanggal : Jumat, 22 November 2023 Waktu : pukul 09.00 s.d 09.30 WIB
Tempat : Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia F. METODE
Demonstrasi / role play G. MEDIA
Video
H. SUSUNAN PELAKSANA
Leader : M. Afif Yudhistira
Co-Leader : Dinda Meila PUtri
Fasilitator :
1. Okta via
2. Muhamad Rafli Adrian 3. Nafa Dinda Anggraini 4. Imelda Oktania 5. Dwi Murti Warantika Dokumentasi : Victor Ardiansa I. SETTING TEMPAT
Ket:
: :Fasilitator : :Lansia
: :CO Leader
:Leader
J. STRATEGI PELAKSANAAN N
o
Strategi
Pelaksanaan Uraian Kegiatan Waktu PJ
1. Fase Orientasi Pada saat ini terapis melakukan :
a. Memberi salam terapeutik : salam mulai dari terapis, perkenalan nama dan panggilan terapis.
b. Evaluasi/Validasi : menanyakan perasaan lansia saat ini dan terapis menanyakan tentang sejak kapan lansia mulai tinggal di Wisma Pisang dan Mangga merasakan penurunan daya ingat dan fungsi pendengaran.
c. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan 2) Menjelaskan aturan main tersebut
- Jika ada lansia yang akan meninggalkan kelompok harus minta ijin kepada terapis
- Lama kegiatan 30 menit
- Setiap lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
- Jika peserta merasa kurang jelas dengan
5 menit Leader
penjelaskan leader, dapat menanyakan kepada leader dengan menunjuk tangan terlebih dahulu.
- Peserta hadir di tempat 5 menit sebelum kegiatan berlangsung.
2. Fase Kerja Demontrasi senam GLO
1. Mendemonstrasikan senam lansia kepada lansia dan petugas panti
2. Mengulang kembali senam lansia secara bersama lansia dan petugas panti
3. Melakukan senam GLO bersama-sama dengan mahasiswa/I dengan menggunakan musik
20 menit Penyaji Fasilitato r
Co- Leader
3. Fase
Terminasi
1. Evaluasi
a. Mahasiswa menanyakan perasaan lansia setelah mengikuti kegiatan
b. Memberikan pujian atas keberhasilan lansia.
1) Rencana Tindak lanjut
- Terapis meminta lansia dan petugas untuk mengulang hal yang telah dipelajari secara mandiri
- Memasukan dalam jadwal kegiatan harian panti
2) Kontrak yang akan dating
Terapis mengakhiri kegiatan dan mengingatkan kepada lansia untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di panti.
2. Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
5 menit Fasilitato r
Co- Leader Leader Observer
Aspek yang dinilai dan dievaluasi adalah kemampuan lansia sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK senam GLO, kemampuan lansia yang diharapkan adalah mengikuti kegiatan, respons yang diharapkan adalah lansia dan petugas mampu melakukan kegiatan senam secara mandiri dan bila dilakukan secara rutin diharapkan fungi kognitif dapat meningkat.
K. Evaluasi
Lansia lebih rileks dan santai setelah melakukan senam lansia
MATERI SENAM LANSIA
A. Definisi
Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah Palang tak seimbang, balok keseimbangan. senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus.
Senam biasa digunakan orang untuk rekreasi, relaksasi atau menenangkan pikiran, biasanya ada yang melakukannya di rumah, di tempat fitness, di gymnasium maupun di sekolah. Sekarang, sejak kecil banyak anak sudah terbiasa diajarkan senam, baik oleh orang tua, maupun oleh pengajar olahraga di sekolah. Senam sangat penting untuk pembentukan kelenturan tubuh, yang menjadi arti penting bagi kelangsungan hidup manusia. Senam ada berbagai macam, diantaranya senam lantai, senam hamil, senam aerobik, senam pramuka.
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll. Biasanya di sekolah dasar, guru- guru mengajarkan senam-senam yang mudah dicerna oleh murid, seperti SKJ dan senam pramuka. Namun ketika beranjak remaja, banyak orang melakukan senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi untuk menenangkan diri.
Serum lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan yangditerapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap begar dan tetapsegar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal dan membantumenghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.
1. Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan, meliputi:
a. Senam kebugaran lansia b. Senam otak
c. Senam osteoporosis
d. Senam hipertensi
e. Senam diabetes mellitus f. Olahraga rekreatif jalan santai.
3. Manfaat senam lansia
a. Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia.
b. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi).
c. Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit.
d. Sebagai Rehabilitas Pada lanjut usia, senam lansia dapat mencegah atau melambatkankehilangan fungsional
e. Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organtubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia setelahlatihan teratur
f. jantung waktu istirahath yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu istirahat.
4. Prinsip Senam lansia
a. Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah).
b. Bersifat progresif (bertahap meningkat).
c. Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan d. Lama latihan berlangsung 15-60 menit
e. Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal Skali 5. Langkah-Langkah Senam Lansia
a. Latihan kepala dan leher
1) Lihat keatas kemudian menunduk sampai digu ke dada.
2) Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri.
3) Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
b. Latihan bahu dan lengan
1) Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga, kemudian turunkan kembali perlahan-lahan.
2) Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus dengan bahu.
3) Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat lengan keatas kepala
4) Satu tangan menyentuh bagian belakang dari leher kemudian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai.
Bergantian tangan kanan dan kiri.
5) Letakan tangan di punggung kemudian coba meraih keatas sodapatnya.
c. Latihan tangan
1) Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan kemeja.
2) Baliklah telapak tangan Tariklah ibu jan melintasi pemukaan telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali.
3) Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh tiap jari,
4) Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus mungkin.
d. Latihan punggung
1) Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi yang lain.
2) Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan melihat bahu kekiri dan kekanan
3) Tepukan kedua tangan dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang
e. Latihan pernafasan
1) Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks
2) Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa dada mengambang
3) Sekarang kelturkan nafas perlahan-lahan sedapatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad N. 2019. Tanya Jawab Kesehatan Harian untuk Lansia. Yogyakarta:
Tunas Publishing.
Setiono, Hari. 2017. Pelaksanaan Senam Lansia Terhadap Perubahan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Werdha. Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada,
Suhardo, M. 2021. Senam Bugar Lansia Perwosi DIY (SBL-2000). Propinsi D.1.Y. Yogyakarta: Perwosi Williams & Wilkins. 2011. Nursing Memahami Berbagai Macam Penyakit (Terjemahan), Jakarta : Indeks