PROPOSAL
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
BENGKEL BINTANG MOTOR 4
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional
Tahun Pelajaran 2023/2024
Disusun oleh :
Nama : WASKITO RAMADHAN Kelas : XI TBSM 1
NIS : 0062853703 Semester :Genap
YAYASAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DINAMIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DINAMIKA KOTABUMI Jl. Yos Sudarso No.14 Madukoro – Prokimal, Kotabumi Utara –.
Lampung Utara【34552】 Tp.【0724】3290440
Nama : Waskito Ramadhan NIS : 0063496392
Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif Kompetensi Keahlian : Teknik Bisnis Sepeda Motor Dengan Judul :
PROPOSAL PRAKTEK KERJA INDUSTRI
BENGKEL BINTANG MOTOR 4
Telah disahkan pada : Hari : Senin
Tanggal : 16 Januari 2023
Mengetahui/Mengesyahkan:
Pimpinan/Direktur Bengkel Pembimbing Perusahaan/instansi
PANCA WARDANA FELIX SRY EDDY HASPRIADI
i
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH Laporan Praktek Kerja Industri yang Disusun oleh : Nama : Waskito Ramadhan
NIS : 0063496392
Program Studi Keahlian : Teknik Mesin Kompetensi Keahlian : Teknik Sepeda Motor Dengan Judul :
PROPOSAL PRAKTEK KERJA INDUSTRI
BENGKEL BINTANG MOTOR 4 Telah disahkan pada :
Hari : Senin
Tanggal :16 Januari 2023
Mengetahui/Mengesyahkan:
Guru Mapel B. Indonesia Kepala Progam Kejuruan,
BUDI KARYANI, S.Pd GUNTUR DIAN PURNOMO, S.Pd
Mengetahui : Kepala Sekolah Dinamika
M. FARID KURNIAWAN, S.Pd, M.Sc
ii
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas petunjuk, rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan prakerin tanpa ada halangan apapun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin).
Laporan Prakerin yang telah saya susun ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari sekolah salah satunnya sidang prakerin yang mana sebagai salah satu syarat untuk mengukitu Ujian Sekolah dan sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan prakerin di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).
Dengan ini saya menyadari bahwa laporan ini tidak akan tersusun dengan baik tanpa adanya bantuan dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tidak lupa juga saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam rangkaian kegiatan prakerin maupun dalam penyusunan laporan ini.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada : 1. Yang Terhormat Bapak Panca Wardana selaku Pimpinan Bengkel
Bintang Motor 4.
2. Yang terhormat Bapak M. Farid Kurniawan, S.Pd, M.Sc, selaku Kepala Sekolah SMK Dinamika Kotabumi.
3. Yang terhormat Ibu Mihati Lativa, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri SMK Dinamika Kotabumi.
4. Yang terhormat Bapak yusuf, selaku Pembimbing Siswa Prakerin dari Bengkel Bintang Motor 4.
5. Yang terhormat Bapak Dwi Suryono, selaku Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Dinamika.
6. Yang terhormat Bapak Felix Sry Eddy Haspriadi, selaku Pembimbing Prakerin di SMK Dinamika.
iii
7. Yang Terhormat Bapak/Ibu Guru, seluruh staf dan karyawan SMK Dinamika Kotabumi yang mana telah mendorong saya, baik dari segi motivasi maupun semangat sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
8. Orang tua tercinta yang mana telah membantu kami dalam segi moril maupun material selama dalam penyusunan laporan ini.
9. Semua pihak yang telah ikut serta memberikan bantuan dan dorongan dalam proses penyelesaian laporan Praktek Kerja Industri (Prakerini).
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan Laporan Prakerin ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan laporan ini terdapat banyak kekurangan, mudah- mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi para pembaca.
Semoga bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal baik yang akan di balas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin.
Kotabumi, 16 Januari 2023 Penyusun,
Waskito Ramadhan
iv
HALAMAN PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... A. Latar Belakang Penyusunan Laporan Prakerin ... 1
B. Tujuan Praktek Kerja Industri ... 2
C. Tujuan Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... A. Sejarah Singkat Perusahaan ... 4
B. Visi dan Misi Perusahaan ... 5
C. Struktur Organisasi Perusahaan ... 6 D. Profil Perusahaan ... 7
E. Bidang Usaha/Jasa ... 8
F. Lay Out Perusahaan ... 9
BAB III PELAKSANAAN PRAKERIN ... 10
A. Mesin Yang Digunakan ... 12 B. Peralatan Pendukung ... 13 C. Kajian Teori ... 14 D. Langkah Kerja ... 15
E. Temuan Studi/Lapangan ... 15
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN... 16
A. Kesimpulan ... 17
B. Saran-Saran ... 18
DAFTAR PUSTAKA ... 19
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 20 A. Jurnal Prakerin ... 21 B. Lembar Bimbingan Prakerin ... 22 C. Foto Kegiatan Prakerin ... 23
v
vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penyusunan Laporan Prakerin
Adapun latar belakang dari penyusunan laporan ini adalah sebagai pertanggung jawaban kami yang telah melaksanakan prakerin terhitung mulai tanggal 16 Januari s/d 30 April 2024 terhadap pihak sekolah, sebagai salah satu pertimbangan untuk penilaian prakerin di kelas sebelas ini.
Laporan ini sekaligus dapat dijadikan sebagai pedoman bagi penulis di masa yang akan datang dan menuangkan segala pengalaman yang di dapat selama melaksanakan prakerin yang di laksanakan di Bengkel Bintang Motor 4.
Seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi maka industri dapat menjadi wadah untuk mencari perkembangan pengetahuan yang biasa di pelajari di sekolah dimana kami sebagai siswa-siswi SMK bisa mempraktekan di lapangan kerja secara langsung.
Perkembangan dan kemajuan teknologi sepeda motor roda dua atau roda tiga yang akhir-akhir ini yang terus melaju dengan cepat, maka siswa SMK Progam Keahlian Teknik Sepeda Motor harus dapat menyikapi dan mengikuti pertumbuhan dan kemajuan sepeda motor di tanah air tercinta Indonesia.
B. Tujuan Prakerin
1. Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan kerja sesuai dengan tuntutan lapangan kerja;
2. Dapat mengetahui perbedaan antara lingkungan Dunia Usaha/ Industri dengan lingkungan Sekolah
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas Memberikan pengalaman dan penghargaan terhadap siswa akan pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan
1
4. Mampu untuk mengamalkan ilmu yang telah di dapat selama di bangku sekolah
5. Memperoleh dasar jurusan.pengalaman bekerja langsung di tempat kerja sesuai kompetensi
6. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
7. Mengasah keterampilan yang di berikan sekolah menengah kejuruan(SMK).
8. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan – gagasan seputar dunia usaha serta industri yang professional dan handal.
9. Membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif baik serta ngalaman dalam dunia Industri maupun dunia kerja.
10. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait,
C. Tujuan Penyusunan Laporan Prakerin
1. Melaporkan hasil kegiatan Prakerin (Praktek Kerja Industri) selama dua bulan setara dengan lima ratus jam di industri untuk memenuhi nilai prakerin.
2. Untuk melatih kemampuan diri dalam memahami, menyimpulkan dan mengembangkan pengetahuan yang didapat di dunia industri saat prakerin dalam bentuk laporan tertulis.
3. Untuk memperoleh pengalaman menyusun laporan sesuai dengan ketentuan.
4. Mempersiapkan tamatan yang memiliki keahlian professional yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja
2
5. Membekali peserta dengan pengalaman kerja yang sebenarnya persiapan guna penyesuanain diri dari Dunia Kerja/Industri dan masyarakat.
6. Memantapkan keterampilan peserta yang di peroleh dari latihan/praktik di sekolah.
7. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagian dari proses pendidikan.
8. Memperoleh umpan balik dari Dunia Kerja dan Industri untuk memantapkan dan mengembangkan program pendidikan 9. Memperkokoh hubungan keterkaitan dan kesepadatan (link
and match) antar SMK dengan Dunia Kerja dan Industi.
10. Untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti UNBK.
11. Bukti nyata bahwa telah melaksanakan prakerin.
3
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Bengkel Bintang Motor 4
Bengkel Bintang Motor 4 didirikan oleh Bapak Panca Wardana pada tanggal 25 Desember 2003 yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso No. 14 Prokimal. Bengkel Bintang Motor 4 didirikan dengan latar belakang melihat peluang
besar karena pertumbuhan dan perkembangan sepeda motor yang ada di kota bandung terus meningkat.
Berlatang belakang dengan kemampuan yang dimiliki Bapak Yulianto dan bermodalkan sejumlah uang yang dimiliki serta dorongan dan dukungan dari kelurga yang begitu besar, maka Bapak Dadan Suhendar membulatkan tekat untuk memulai usaha servis sepeda motor.
Disamping servis sepeda motor, Bengkel Bintang Motor 4 juga menyediakan spare part berbagai merek kendaraan bermotor roda dua. Bengkel Bintang Motor 4 semakin hari semakin banyak terus pelanggannya.
Atas kerja keras dan ketekunan yang terus dijaga di Bengkel Bintang Motor 4 maka Bengkel Bintang Motor 4 sudah membuka cabang lain di luar Prokimal. Prinsip yang dipegang Bapak Panca Wardana menjalankan usahanya adalah selalu ramah menghadapi pelanggan dan jangan lupa mutu kerja dan pelayanan pelanggan jadi priritas utama, itulah yang menjadikan Bengkel Bintang Motor 4 tetap eksis sampai hari ini.
B. Visi dan Misi 1. Visi
“Menjadi Bengkel yang terbaik di Prokimal dengan dukungan manajemen dan sumber daya manusia yang profesional serta memberikan nilai tambah kepada mekanik dan masyarakat”.
2. Misi
“Misi Bengkel Bintang Motor 4 adalah memberikan pelayanan servis yang memuaskan bagi semua pengguna sepeda motor roda dua dan menjadikan sebuah bengkel dengan berbagai macam peralatan modern yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen”.
D. Struktur Organisani
E. Profil Perusahaan
1. Nama Bengkel : Bengkel Bintang Motor 4 2. Berdiri : Tanggal 25 Desember 2003 3. Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 14 Prokimal 4. Nama Pimpinan Bengkel : Panca Wardana
5. Nama Kepala Bengkel : Yusuf 6. Jumlah Karyawan&Teknisi : 4 Orang
7. Bidang Usaha : Jasa servis, penjualan komponen Tambal ban dan cuci sepeda motor.
8. Nomor Telepon : 022-8888877-081777888099
9. Jam Kerja : 8 Jam
F. Bidang Usaha/Jasa
Bidang usaha Bengkel Bintang Motor 4 adalah Jasa servis, penjualan komponen, tambal ban dan cuci sepeda motor.
G. Lay Out Perusahaan
DENAH BENGKEL RUJAK BAUT
Keterangan:
1. ... . 2. ……
3. …….
4. …….
5. ……..
6. ……..
7. ……..
8. ……..
9. ……..
10. ………
BAB III
PELAKSANAAN PRAKERIN
A. Mesin Yang Digunakan
1. Kompresor Angin Piston Package
2. Mesin Gerinda Tangan
3. Mesin Gerinda Botol
4. Mesin Las Listrik
7 B. Peralatan Pendukung
NO NAMA
PERALATAN FUNGSI DAN KEGUNAAN
1. Tang Cucut Bentuknya mirip ikan cucut: moncong pipih, panjang, dan berbentuk gergaji. Tang ini dikenal sebagai “tang cucut”. Berfungsi sebagai penjepit kawat atau kabel.
2. Tang Kombinasi Digunakan untuk beberapa keperluan memegang benda kerja, memotong dan memunti
3. Tang kakatua Digunakan untuk menjepit atau mencabut paku
4. Tang pemegang Digunakan untuk memegang benda kerja dengan mulut tang yang lebar dan poros yang dapat digeser atau dirubah.
5. Tang potong biasa
Digunakan hanya untuk memotong kawat, tembaga, seng, dan lain-lain.
6. Tang pembulat Biasanya digunakan untuk membuat mata itik.
7. Tang sudut Fungsinya untuk menjepit kawat dan kabel yang sulit dijangkau, seperti di kolong meja 8. Tang multifungsi Mirip dengan tang kombinasi, ada rahang
sebagai pemotong dan penjepit. Yang membedakan, tang ini memiliki kelengkapan fungsi lain.
9. Kunci Busi Digunakan untuk membuka busi sepeda motor dan mobil
10. Palu karet Berfungsi untuk memukul benda dari bahan lunak atau keras tanpa merusak komponen yang dipukul.
11. Palu plastic Berfungsi untuk memukul benda dari bahan lunak atau keras tanpa merusak komponen yang dipukul
12. Palu Tembaga Berfungsi untuk memukul benda dari bahan logam yang keras tanpa merusak komponen yang dipukul.
13. Palu Besi Berfungsi untuk memukul benda dari bahan logam yang keras dibantu dengan alat perantara.
14. Ragum Merupakan peralatan cekam yang paling sering digunakan pada proses pengefraisan.
15. Jangka sorong Alat Ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter.
16. Gergaji Coping Saw
Digunakan untuk memotong bentuk-bentuk rumit pada bagian yang sempit pada tripleks dan papan.
17. Gergaji handsaw Berfungsi mengikis serat kayu. Gergaji kayu ini dirancang untuk memotong kayu dengan jalur urat searah
18. Gergaji Crosscut saw
Digunakan untuk memotong kayu secara melintang. Gergaji ini mempunyai gigi penyeimbang yang lebih kecil.
19. Gergaji Backsaw Dipakai untuk membuat potongan diagonal, seperti membuat sambungan bingkai foto atau lemari.
20. Gergaji Keyhole saw
Didesain khusus untuk memotong di bagianbagian yang sempit.
21. Gergaji Hacksaw Digunakan untuk memotong logam yang dapat dipakai memotong plastik atau pipa keras.
22. Pahat Digunakan untuk memotong bahan-bahan tertentu.
23. Mistar Berbentuk Rol (mistar gulung)
Mistar berbentuk rol merupakan alat ukur besaran panjang yang bisa digulung, biasanya mistar jenis ini terbuat dari logam yang dibentuk tipis dan di isi skala.
15
24. Penggaris Penggaris adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus
25. Kikir gepeng (plat)
Fungsinya membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
26. Kikir Segitiga Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar.
27. Kikir segi empat (square)
Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar.
28. Kikir pisau (knife) Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih kecil.
29. Kikir blok Fungsinya membuat rata, sejajar dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
30. Kikir setengah bulat (half arund)
Fungsinya untuk menghaluskan,meratakan dan membuat bidang cekung
31. Kikir silang (crossing)
Bentuk bulatnya pada ujungnya makin mengecil.Fungsinya untuk menghaluskan dan menambah diameter bidang bulat.
32. Mistar baja Digunakan untuk memeriksa rata dan tidaknya suatu benda.
33. Obeng - Digunakan untuk membuka sekrup beralur min ( - )
34. Obeng + Untuk membuka sekrup beraluran posotif (+) 35. Obeng Offset Digunakan untuk memutar sekrup karena
bentuk kedua ujung obeng ini bengkok 36. Obeng Spiral Cara kerjanya dengan menekan obeng pada
sekrup, maka obeng spiral akan berputar, pen penggerak dapat diatur menurut arah putaran yang dikehendaki.
37. Mesin Bor Radial Digunakan untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.
38. Mesin Bor Koordinat
Digunakan untuk membuat/membesarkan lubang dengan jarak titik pusat dan diameter lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi.
39. Mesin Bor Tangan (pistol)
Digunakan untuk melubangi kayu, tembokmaupun pelat logam, dan digunakan untuk membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri.
40. Solder dengan pengatur suhu (Solder Station)
Type ini mempunyai pengatur suhu dan bisa dipilih suhunya sesuai kebutuhan. Biasanya type solder ini, ada ket. ESD Safe sehingga aman digunakan untuk solder perangkat IC.
41. Hot Blowwer Hot Blowwer akan mengeluarkan semburan udara panas untuk mencairkan timah. Ada type Hot Blowwer Analog dan Digital.
42. Infra Red Blowwer
Mirip dengan hot blowwer biasa hanya saja semburannya bukan berupa udara panas tetapi berupa sinar infra merah
43. Penyedot Timah / Attractor /
Desoldering Bulb
Dalam kegiatan patri mematri sering diperlukan penyedot timah / Attractor misalnya pencabutan komponen yang harus diganti, kadang hasil penyolderan kita tidak sesuai dengan yang diharapkan, Bisa jadi terbalik memasang kutub komponen atau terjadi hubungan singkat antar dua jalur yang tidak seharusnya.Untuk mengatasi hal ini kita memerlukan Penyedot Timah.
44. Ragum Berputar Digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut terhadap
spindle(poros putar ).
45. Ragum Universal Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya secara datar dan tegak.
17
46. Adjustablehand reamer
Digunakan untuk membesarkan lubang tangan diatur dapat mencakup rentang kecil ukuran.
47. Ragum KakaTua Digunakan untuk mengeluarkan paku, memotong dawai dan sebagainya
48. Obeng Ketok Digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki kekencangan pengerasan yang tinggi
49. AVO Meter Digunakan untuk mengukur kuat arus listrik, mengukur tegangan listrik, dan mengukur hambatan listrik
50. Kunci T
8, , 10, 12, dan 14
Digunakan untuk membuka baut-baut yang yang susah terlepas atau baut yang sulit di jangkau
51. Tes Pen Dipergunakan untuk melihat adanya sumber tegangan. Tes pen akan menyala bila ada sunber arus dan tidak menyala bila tidak ada sumber arus.
52. Reaner Dipergunakan untuk membesarkan lubang sesuai dengan ukuran yang diperukan.
53. Pinset Dipergunakan untuk menjepit suatu benda yang kecil, atau untuk menjepit kaki komponen yang akan disoleder agar panasnya berkurang.
54. Ragun “Catok” Diguanakn untuk menjepit atau memegang benda yang akan dikerjakan, agar mudah untuk mengerjakannya.
55. Garis Penyiku Dipergunakan untuk mungkur benda dalam keadaan siku-siku(90°)
56. Gunting Plat Digunakan untuk munggunting atau memotong plat atau seng dan aluminium.
57. Tap Digunakan untuk membuat ulir dengan tangan
58. Bor Digunakan untuk pembuatan suatu lubang, alur, atau untuk penghalusan dan pembesaran suatu lubang dengan sangat efisien.
59. Bor Center Digunakan untuk pahat lubang 60. Bor Spiral dua
Alur
Alat ini berpiral dengan saluran pendingin 61. Dongkrak Salah satu alat yang digunakan untuk
mengangkat suatu benda dan digunakan secara hidrolis
62. Obeng Kembang (Obeng pipih)
Digunakan untuk melepas sekrup kepala kembang.
63. Obeng Standar Digunakan untuk melepas atau mengganti pengikat (fastener) seperti sekrup pengetap sendiri dan baut baut kotak, Seperti juga halnya mencungkil cetakan.
64. Kunci Momen (Torque Wrench)
Pada kendaraan, baut dan mur harus dikencangkan sesuai dengan kebutuhan, karena apabila ikatannya tidak kuat maka ikatan akan lepas dan menimbulkan kecelakaan.
65. Kunci Pipa Digunakan untuk melapas dan memasang pipa dengan sambungan ulir atau memgang benda silindris lainnya, konstruksinya hampir sama dengan kunci inggris, mempunyai rahang diam dan rahang geser serta ulir penyetel.
66. Kunci
Heksagonal dan Kunci Bintang
Berfungsi untuk membuka dan melepas baut/sekrup dengan bentuk kepala heksagonal atau berbentuk bintang.
67. Kunci busi Digunakan untuk melepas dan memasang busi yang umumnya dipasang pada posisi sulit dijangkau oleh Kunci Pas ataupunKunci Ring.
68. Kunci Roda Digunakan untuk melepas dan mengganti mur roda pada kendaraan bermotor.
19
69. Kunci Inggris / Kunci yang dapat di steel
Digunakan untuk melepas atau mengencangkan mur atau baut dimana ukuran kunci pas dan ring tidak ada yang sesuai, tetapi kunci ini tidak ditujukan untuk beban berat.
70. Kunci Socket Kunci Sok adalah jenis kunci yang paling baik digunakan untuk melepas komponen dari kendaraan bermotor.
71. Mata sock Mata sock terdiri dari sock segi duabelas, segi delapan dan segi enam. Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek. Biasanya mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan 3/16W3/4W.
72. Sliding Handle Sliding handle merupakan salah satu alat pemegang mata sock yang yang bisa digeser posisinya sepanjang batang handle.
Hal ini menguntungkan apabila digunakan pada area kerja yang sempit.
73. Speed Handle Speed handle memiliki keuntungan bisa memutar baut dengan cepat, karena prinsipnya sama dengan menggunakan bor tangan manual. Untuk baut-baut yang panjang, tidak perlu melepas dan memasang.
74. Ratchet handle Pemegang mata sock jenis ini memiliki penyetel arah putaran yang mengunci, digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut.
75. Extension Alat ini hanya merupakan alat bantu penyambung antara pemegang (handle) dengan mata sock. Extension ini memiliki panjang yang bervariasi misal 3, 6 dan 12 inchi.
76. Nut Spinner Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka baut- baut yang rumit.
77. Universal Joint Alat ini merupakan sambungan multi engsel 78 Kuncu L 1 set Digunakan untuk membuka atau
mengencangkan baut yang berbentuk L , biasaya kunci ini digunakan pada saat membuka karburator tipe Yamaha dan yang lainnya
79 Kunci L * 1 set Digunakan untuk membuka tau mengencangkan baut yang berbentuk * kunci ini biasanya digunakan pada roda depan untuk membuka kaliver rem cakram 80 Tang spie 1 set Digunakan untuk membuka atau memasang
shap gear atau yang paling banyak di temui di gir depan pada saat mau mengganti gear set Spi ini ada juga di temukan pada saat mau membuka karet master rem cakram.
C. Kajian Teori
1. Tune Up Sepeda Motor
Setiap sepeda motor yang dioperasikan, pada akhirnya akan mengalami suatu keadaan dimana bagian-bagian dari sepeda motor tersebut (mesin, transmisi, rangka, dsb) mengalami kelelahan dan keausan sehingga mengurangi kinerjanya, diantaranya : tenaga mesin menurun, akselerasi lambat, bahan bakar boros, dan kemungkinan kerusakan berlanjut/ merembet terhadap kerusakan komponen yang lainnya.
Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi melalui perawatan berkala kendaraan, maka kondisi tersebut akan meningkat ke arah kerusakan komponen yang bertambah parah dan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembalikan sepeda motor pada kondisi semula.
Tune up merupakan kegiatan perawatan berkala pada sepeda motor, dimana kegiatan ini meliputi :
21
a. Memeriksa bagian-bagian sepeda motor untuk memastikan bagian tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya.
b. Membersihkan bagian yang kotor agar kotoran yang ada tidak merusak sistem.
c. Menyetel bagian yang berubah agar sesuai dengan spesifikasinya.
d. Memperbaiki/mengganti komponen yang rusak/aus.
Diharapkan dengan dilakukannya tune up berkala dengan baik, maka akan diperoleh :
a. Usia komponen/kendaraan lebih lama b. Konsumsi bahan bakar lebih ekonomis c. Tenaga mesin optimal
d. Kadar polusi/emisi gas buang kendaraan lebih rendah.
2. Prosedur Tune Up Sepeda Motor
Uraian rangkaian kegiatan yang dilakukan setiap melaksanakan tune up sepeda motor adalah sebagai berikut : a. Bagian Mesin 1) Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin
a) Membersihkan saringan udara
b) Membersihkan saringan bahan bakar c) Memeriksa dan menyetel busi
d) Membersihkan karburator e) Menyetel katup
f) Menyetel campuran bahan bakar/putaran mesin g) Menyetel kebebasan kopling
b. Bagian Kelistrikan
1) Memeriksa dan merawat baterai
2) Memeriksa fungsi kelistrikan (bel, lampu tanda belok, lampu kepala, lampu rem, lampu indikator)
c. Bagian Chasis
1) Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
2) Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda 3) Memeriksa kekocakan poros kemudi
4) Memeriksa kondisi ban dan menyetel tekanan angin ban 5) Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut
rangka, baut pengikat mesin, tuas starter, tuas transmisi, dsb)
H. Langkah Kerja
Uraian Pelaksanaan Tune Up Sepeda Motor yang dilaksanakan selama Prakerin adalah sebagai berikut :
23
Oli pelumas mesin sepeda motor mempunyai SAE 20W/50 dengan API SE/SF. Jumlah oli 0,8 – 1,5 ltr, tergantung spesifikasi motornya. Saat melakukan pembongkaran ataupun turun mesin, jumlah oli yang diisikan ditambah 20% dari jumlah penggantian oli pada kondisi normal. Misalnya pada saat penggantian oli normal 0,8 ltr, maka saat turun mesin oli pelumas diisi kembali sebanyak 1 liter.
2. Membersihkan saringan udara
Terdapat dua jenis saringan udara yang digunakan pada Bagian Mesin
1. Memeriksa dan mengganti oli pelumas mesin
Pemeriksaan jumlah oli pelumas mesin melalui stick oli, jumlah/tinggi permukaan oli harus berada di antara tanda batasatas dan batas bawah pada stick oli.
Gambar 3.1. Memeriksa Pelumas Mesin Oli pelumas harus diganti apabila : a. Kekentalan/viskositas rendah/encer b. Jumlah oli kurang
c. Warna oli berubah drastis/jarak tempuh sudah terpenuhi.
sepeda motor, yaitu :
a. Saringan udara tipe kertas, dan b. Saringan udara tipe busa/spon.
a. Saringan udara tipe kertas
Saringan udara tipe kertas yang kotor cukup dibersihkan saja, namun apabila elemen saringan telah tersumbat maka saringan harus diganti. Cara pembersihan saringan udara tipe kertas adalah dengan menggunakan udara bertekanan, semprotkan udara bertekanan dari arah berkebalikan dengan arah aliran udara kerja masuk ke silinder.
Gambar 3.2. Membersihkan Saringan Udara Tipe Kertas b. Saringan udara tipe busa (spon)
25
Saringan udara tipe spon dapat dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan cairan pembersih yang tidak mudah terbakar, kemudian diperas dan dikeringkan (cara memeras tidak boleh dipuntir, cukup ditekan pada kedua telapak tangan atau di genggam/dikepal kencang, agar elemen saringan udara tidak sobek/rusak). Setelah kering, elemen saringan udara direndam dalam minyak pelumas kemudian diperas lagi untuk membuang kelebihan minyak dalam elemen saringan udara.
Gambar 3.3. Membersihkan Saringan Udara Tipe Spon 3. Membersihkan saringan bahan bakar
Saringan bahan bakar yang kotor dapat dibersihkan dengan udara bertekanan, namun apabila telah tersumbat maka saringan bahan bakar harus diganti. Cara pembersihan saringan bahan bakar adalah dengan cara menyemprot elemen saringan bahan bakar menggunakan udara bertekanan. Arah semprotan udara berlawanan
dengan arah aliran bahan bakar supaya semua kotoran terbuang keluar.
Gambar 3.4. Membersihkan Saringan Bahan Bakar 4. Memeriksa dan menyetel busi
Melepas busi, kemudian memeriksa kondisi busi dari :
a. Keretakan insulator, busi dengan insulator yang retak/pecah tidak layak digunakan dan harus diganti.
b. Memeriksa keausan ujung elektroda, apabila ujung elektroda telah aus busi harus diganti.
c. Memeriksa kondisi pembakaran di dalam ruang bakar dengan memeriksa warna hasil pembakaran pada busi.
Gambar 3.5. Warna Hasil Pembakaran Pada Busi Keterangan :
▪ No.1, Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna coklat atau abu-abu. Kondisi mesin normal dan penggunaan nilai panas busi yang tepat.
▪ No.2, Tidak Normal : Terdapat kerak berwarna putih pada ujung insulator dan elektroda akibat kebocoran oli pelumas ke ruang
27
bakar atau karena penggunaan oli pelumas yang berkualitas rendah.
▪ No.3, Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna hitam disebabkan campuran bahan bakar & udara terlalu kaya atau kesalahan pengapian. Setel ulang, apabila tidak ada perubahan naikkan nilai panas busi.
▪ No.4, Tidak Normal : Ujung insulator dan elektroda berwarna hitam dan basah disebabkan kebocoran oli pelumas atau kesalahan pengapian
▪ No.5, Tidak Normal : Ujung insulator berwarna putih mengkilat dan elektroda meleleh disebabkan pengapian terlalu maju atau overheating. Coba atasi dengan menyetel ulang sistem pengapian, campuran bahan bakar & udara ataupun sistem pendinginan. Apabila tidak ada perubahan, ganti busi yang lebih dingin.
Menyetel celah busi sesuai spesifikasi.
Gambar 3.6. Memeriksa Kondisi Busi dan Spesifikasi Celah Busi 5. Membersihkan karburator
Membongkar karburator dan bagian-bagiannya, bersihkan dengan udara tekan, kemudian merakitnya kembali. Pada saat membongkar dan membersihkan dengan udara bertekanan, perhatikan jangan sampai ada komponen yang hilang.
Gambar 3.7. Komponen Karburator 6. Menyetel katup
Menyetel katup dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Membuka tutup katup dan tutup magnet
b. Memutar poros engkol searah putaran mesin, menepatkan poros engkol pada sehingga piston pada posisi top (akhir langkah kompresi), dengan memeriksa tanda “T” magnet tepat pada garis penyesuai pada blok magnet dan kedua katup pada posisi tidak tertekan/bebas. Memeriksa/menyetel celah katup dengan feeler gauge, alat penyetel katup dan kunci ring.
Penyetelan dilakukan dengan terlebih dahulu mengendorkan mur kontra, kemudian memasang feeler gauge dan memutar sekrup penyetel. Setelah dirasa setelan tepat, tahan sekrup penyetel dan kencangkan mur kontra. Penyetelan celah katup tepat apabila saat feeler gauge ditarik terasa agak seret namun tidak sampai tergores.
29
c. Memasang kembali tutup katup dan tutup magnet.
Gambar 3.8. Menyetel Celah Katup
7. Menyetel karburator (campuran bahan bakar dan putaran stasioner mesin)
Penyetelan karburator akan tepat apabila syarat-syarat berikut ini telah dipenuhi terlebih dahulu :
a. Penyetelan katup sudah tepat.
b. Penyetelan timing pengapian sudah tep
c. Saringan udara dan saringan bahan bakar telah dibersihkan.
d. Karburator telah dibersihkan.
e. Mesin telah mencapai suhu kerja (dipanaskan terlebih dahulu).
Cara penyetelan karburator adalah sebagai berikut :
a. Menghidupkan sepeda motor, mesin telah mencapai suhu kerja.
b. Sedikit menaikkan rpm mesin dengan cara memutar sekrup mengatur rpm (stop screw). (± 1700 rpm)
c. Memutar sekrup penyetel udara (air screw) searah jarum jam sampai rpm turun dan mesin hampir mati, kemudian Memutar balik sekrup penyetel udara (berlawanan jarum jam) perlahanlahan sampai diperoleh rpm mesin yang tertinggi dan stabil. Atau apabila dihitung berdasarkan jumlah putarannya, total putaran sekrup penyetel udara : ±1 ½ putaran (tipe Cub), dan ±2 ½ putaran (tipe Sport). Menyetel sekrup pengatur rpm hingga putaran stasioner mesin ± 1400 rpm.
d. Menyetel kelonggaran kabel gas
Gambar 3.9. Posisi Sekrup Penyetel Pada Karburator
31
8. Menyetel Kebebasan Kopling
Supaya kopling kembali bekerja secara optimal, maka secara berkala kopling harus disetel. Penyetelan kopling yang
dimaksudkan adalah penyetelan gerak bebas mekanisme penggerak kopling, yang dibedakan menjadi dua tipe, yaitu : kopling manual (kopling tangan), dan kopling otomatis (tunggal dan ganda).
a. Penyetelan gerak bebas pada kopling manual (kopling tangan) Langkah penyetelan :
1) Mengendorkan mur pengunci (pada tuas kopling ataupun pada kabel kopling).
2) Memutar mur penyetel sampai diperoleh gerak bebas tuas kopling yang tepat (±10 – 20 mm).
3) Mengencangkan kembali mur pengunci.
Gambar 3.10. Free Play Pada Tuas Kopling (Kopling Manual)
Gambar 3.11. Posisi Penyetelan Pada Kopling Manual b. Penyetelan gerak bebas pada kopling otomatis (tunggal
maupun ganda) Langkah Penyetelan : 1) Mengendorkan mur pengunci,
2) Memutar baut penyetel kopling (adjuster bolt) searah putaran jam ±1 putaran, kemudian
3) Putar balik baut penyetel kopling (berlawanan arah jarum jam) sampai terasa ada sentuhan,
4) Putar kembali baut penyetel kopling searah jarum jam s/d.
¼ putaran,
5) Menahan baut penyetel kopling, kemudian mengencangkan mur pengunci.
Gambar 3.12. Menyetel Free Play Pada Kopling Otomatis
33
Bagian Casis
1. Memeriksa dan menyetel gerak bebas rem
a. Menekan pedal rem, memeriksa gerak bebas dan keausan kanvas/pad rem dengan melihat pada indikator keausan keausan kanvas rem.
b. Mengganti kanvas/pad rem apabila keausan kanvas/pad melewati batas indikator keausannya.
a. Rem Tromol b. Rem Cakram Gambar 3.16. Memeriksa Keausan Kanvas/Pad Rem
2. Menyetel gerak bebas rem melalui mur penyetel pada kabel rem.
a. Rem Depan (Tromol)
b. Rem Belakang (Tromol)
Gambar 3.17. Menyetel Free Play Sistem Rem
3. Memeriksa jumlah/ketinggian permukaan minyak/cairan rem pada reservoir master silinder rem (untuk rem penggerak hidrolik) dan menambahkan minyak/cairan rem apabila jumlah/tinggi permukaan minyak/cairan rem di bawah batas bawah yang diijinkan.
Gambar 3.18. Memeriksa Jumlah Minyak Rem (Cakram) 4. Memeriksa kebocoran cairan rem, memperbaiki kebocoran dan
membuang udara palsu pada sistem rem penggerak hidrolik (apabila terjadi kebocoran).
5. Memeriksa, merawat dan menyetel gerak bebas rantai roda
a. Memeriksa kondisi keausan rantai roda dan sprocket.
Memeriksa kekocakan dan kelancaran pergerakan engsel rantai (pada pivot dan pin rantai), pastikan pivot rantai tidak kocak, namun dapat bergerak dengan lancar. Apabila sudah kocak ataupun tidak dapat bergerak dengan lancar maka rantai roda
35
dan sprocket perlu diganti. (Rantai roda/sprocket yang aus harus diganti satu unit !)
Gambar 19. Pemeriksaan KeausanSprocket dan Rantai Roda
b. Merawat/membersihkan rantai roda menggunakan air sabun dan sikat halus, kemudian dikeringkan dan dilumasi.
Gambar 3.20. Merawat/Membersihkan Rantai Roda
6. Memeriksa arah pemasangan klip rantai, dan menyetel kekencangan rantai roda.
Gambar 3.21. Arah Pemasangan Klip Rantai dan Spesifikasi Kekencangan Rantai Roda
Prosedur penyetelan kekencangan rantai roda : a.
Kendorkan poros roda belakang.
b. Kendorkan mur pengunci (adjuster lock nut).
c. Putar mur penyetel (cub) atau baut penyetel (sport)
d. hingga didapatkan main bebas rantai roda sesuai spesifikasi.
e. Pastikan skala kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.
f. Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda, untuk memastikan kedua penyetel tidak berubah posisinya.
Pastikan rantai yang di tarik atau di setel pada bagian yang kencang, tidak boleh pada bagian yang kendor.
g. Untuk memeriksa kembali hasil penyetelan, lakukan
pemeriksaan ketegangan rantai roda pada pada titik tengah diantara kedua sprocket.
Gambar 3.22. Posisi Penyetel Ketegangan Rantai Roda 7. Memeriksa kekocakan poros kemudi, dan melakukan penyetelan
apabila diperlukan.
a. Menaikkan roda depan sehingga roda depan dalam posisi terangkat dan kemudi bebas.
b. Memeriksa pergerakan kemudi. Jika kemudi berat atau tidak dapat bergerak rata, periksa bantalan kemudi.
37
Gambar 3.23. Pemeriksaan Kekocakan Poros dan Bantalan Kemudi h. Roda depan masih dalam keadaan terangkat, gerakkan garpu
depan ke depan-belakang.
i. Apabila terdapat kekocakan, periksa bantalan kemudi.
8. Memeriksa kondisi keausan ban dan menyetel tekanan angin ban Memeriksa kondisi keausan ban dengan memeriksa kedalaman minimal ban pada tanda batas keausan ban (wear limit indicator).
Gambar 3.24. Pemeriksaan Keausan Ban
Gambar 3.25. Pemeriksaan dan Spesifikasi Tekanan Angin Ban 9. Memeriksa keausan bushing lengan ayun depan (suspensi
tipeBottom Link) dan keausan bushing poros lengan ayun belakang.
Bila perlu berikan vet pada engsel lengan ayun depan (tipe bottom link melalui nippel pelumasan menggunakan pompa vet.)
Gambar 3.26. Pemeriksaan Keausan Bushing Lengan Ayun
10. Memeriksa dan mengencangkan baut-baut pengikat (baut rangka, baut pengikat mesin, baut/mur kepala silinder dan knalpot , tuas starter, tuas transmisi, dsb).
11. Memberikan pelumasan pada bagian-bagian yang bergesekan (rantai roda, lengan penggerak sistem rem, tuas starter, standart samping, pijakan kaki pembonceng).
39
I. Temuan Studi / Lapangan
Setelah proses pekerjaan Tune Up sepeda motor …….tersebut di atas maka dapat disimpulkan:
1. Proses pekerjaan sepeda motor …….. membutuhkan kerja teliti dan kesabaran yang cukup tinggi.
2. Pada proses tune up harus menggunakan yang sesuai dengan jenis pekerjaan perawatan atau perbaikan agar tidak menimbulkan kerusan baru pada komponen atau dapat menyebabkan kecelaan pada teknisi
3. ………
4. ………
5. Dst……….
A. Kesimpulan
Setiap sepeda motor yang dioperasikan, pada akhirnya akan mengalami suatu keadaan dimana bagian-bagian dari sepeda motor tersebut (mesin, transmisi, rangka, dsb) mengalami kelelahan dan keausan sehingga mengurangi kinerjanya, diantaranya : tenaga mesin menurun, akselerasi lambat, bahan bakar boros, dan kemungkinan kerusakan berlanjut/merembet terhadap kerusakan komponen yanglainnya.
Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi melalui perawatan berkala kendaraan, maka kondisi tersebut akan meningkat ke arah kerusakan komponen yang bertambah parah dan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembalikan sepeda motor pada kondisi semula.
Pekerjaan tune up tidak sekedar merawat dan memperbaiki sepeda motor, namun lebih kompleks lagi yaitu butuh ketekunan dan kesabaran serta jiwa ulet ketika mendapati masalah. Disamping jasa servis dengan harapan mendapatkan jasa namun kita juga harus memperhatikan pelayanan dengan konsumen agar terjalin komunikasi yang baik dan pada akhirnya akan menjadi pelanggan setia kita.
B. Saran-saran 1. Saran untuk sekolah
Selama pelaksanaan praktek kerja industri banyak sekali kendala yang dihadapi oleh siswa-siswi, baik dalam persiapan, penyaluran, dan dalam pelaksanaan dan evaluasinya.
Pada kesempatan ini saya ingin memberikan evaluasi kepada pihak sekolah dan juga untuk Wakasek bidang Hubin semoga bisa di tindak lanjuti, yaitu :
33
a. Sebaiknya sebelum pelaksanaan praktek kerja industri pihak sekolah mengkoordinasikan dan menyiapkan tempat untuk siswa-siswi praktek kerja industri sesuai dengan Jurusan.
b. Mensosialisasikan atau pembekalan kepada siswa-siswi lebih mendalam sesuai dengan Perusahaan yang akan ditempati sebelum pelaksanaan praktek kerja industri dengan tujuan agar siswa-siswi lebih siap dengan hasil yang optimal.
c. Dalam proses penyerahan siswa-siswi ke perusahaan, sebaiknya pihak sekolah mengantarkan dan mendampingi siswa-siswi oleh guru pembimbing.
d. Dalam proses monitoring sebaiknya dilaksanakan sesering mungkin, sebab kadang terjadi hal-hal yang membingungkan baik dari siswa-siswi ke pihak perusahaan ataupun sebaliknya.
e. Setelah selesai proses pelaksanaan praktek kerja industri, sebaiknya pihak sekolah memfasilitasi perpisahan dengan pihak industri. agar tetap terjalin kepercayaan dan kekeluargaan antara kedua belah pihak.
2. Saran untuk Perusahaan.
Selama pelaksanaan praktek kerja industri banyak sekali kendala yang dihadapi oleh siswa-siswi, baik dalam persiapan, dan pelaksanaan. Pada kesempatan ini juga saya ingin memberikan evaluasi untuk pihak perusahaan supaya siwa-siswi dapat ditangani secara maksimal dalam pelaksanaan praktek kerja industri, kami sampaikan saran untuk pihak perusahaan dan semoga bisa di tindak lanjuti, yaitu :
a. Sebaiknya pembimbing perusahaan dapat membimbing dan mengarahkan dengan terperinci dan sabar apa yang dapat siswasiswi kerjakan.
35
siswa-siswi peserta prakerin dapat mengerjakan tugasnya sesuai dengan target.
c. Mengevaluasi pekerjaan yang dilaksanakan siswa-siswi agar dapat diketahui kelemahan dan kekurangan oleh siswa-siswi, untuk perbaikan dikemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nugraha, Setya. Tune Up Sepeda Motor
2. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Beni%20Setya
%20Nu graha,%20S.Pd.%20T.,%20M.Pd/Modul%20Teknologi
%20Sepeda%2 0Motor%20%28OTO225-05%29-%20Tune%20Up.pdf Di download pada tanggal 27 April 2015 2014.
3. Tune Up Engine Sepeda Motor 4 Tak. http://otojava.blogspot.com 4. 2014/01/tune-up-engine-sepeda-motor-4-tak.html
36
LAMPIRAN-LAMPIRAN