PROSES DAN FUNGSI MENTAL
LE A R N IN G A N D T H I N K I N G
KELOMPOK 7
1.Afriles Tiara Utami (22011005)
2.Annisa Rahmah Ghaffari (22011130) 3.Nesya Nabilfaizy Albib (22011203)
4.Phasya Isyedwina Febriani (22011063)
LE A R N IN G
Setiap perubahan perilaku yang relatif permanen disebabkan oleh adanya
pengalaman atau praktik
(BELAJAR)
Jenis-Jenis P em belajaran
Pembelajaran melalui pengamatan (observational learning) :
Individu mengamati dan meniru orang lain (modelling)
Pembelajaran asosiasi (associative learning) :
Sebuah hubungan dibuat untuk menghubungkan 2 peristiwa
0 1
0 2
Ditemukan oleh Ivan Pavlov
Berfokus pada perilaku yang dapat diamati dan diukur Pembelajaran dari rangsangan netral yang
diasosiasikan dengan rangsangan bermakna hingga dapat menghasilkan respons sama
Melakukan penelitian terhadap seekor anjing : mempelajari respons anjing terhadap berbagai
rangsangan yang diasosiasikan dengan bubuk daging Elemen pengkondisian klasik yaitu : Unconditioned Stimulus (UCS), Unconditioned Response (UCR),
Conditioned Stimulus (CS), Conditioned Response (CR) Komponen Classical Conditioning yaitu : akuisisi,
generalisasi dan diskriminasi serta pelenyapan dan pemulihan secara spontan
Contoh penerapan classical conditioning pada
manusia : fobia, keengganan rasa dan ketergantungan narkoba
Classical
Co nditio ning
Bentuk dari pembelajaran asosiatif, konsekuensi dari sebuah perilaku mengubah kemungkinan berulangnya perilaku.
Didasarkan pada penelitian Edward L. Thorndike dan BF Skinner 2 unsur utama dalam belajar yaitu:
-Penguatan/Reinforcement merupakan peristiwa atau objek apa pun yang saat
mengikuti respons akan meningkatkan kemungkinan respons tersebut kembali, Dan terdapat 4 jadwal penguatan yaitu jadwal penguatan interval tetap, jadwal penguatan interval variabel, jadwal penguatan rasio tetap dan jadwal penguatan rasio variabel.
-Hukuman/punishment merupakan tiap peristiwa/objek yang membuat respons mengalami kemungkinan kecil untuk terjadi lagi.
Terdapat 2 cara hukuman dapat terjadi : hukuman dengan penerapan dan hukuman dengan pengapusan
Terdapat aspek lain dari pengkondisian operan yang meliputi : Diskriminasi, Pelenyapan, dan Generalisasi.
Aplikasi Pengkondisian Operan: Membentuk Dan Perilaku Modifikasi
O perant Co nditio ning
daEdTeo ri B elajar K o g nitif
Berfokus pada peran kognisi, atau proses berpikir pada pembelajaran
Memiliki 3 tokoh penting dalam perkembangannya (Edward Tolman, Wolfgang Köhler dan Martin Seligman)
Edward Tolman
Eksperimen pada tikus di labirin Tikus membentuk peta kognitif dari peta kognitif tata letak fisik labirin bukan karena penguatan Pembelajaran laten :
Pembelajaran yang tetap tersembunyi sampai
penerapannya berguna.
Wolfgang Köhler
Eksperimen pada simpanse (mengatur situasi masalah) Simpanse pertama kali
menunjukkan pendekatan trial and error
Pembelajaran wawasan :
simpanse tampak mengalami wawasan mendadak untuk memecahkan masalah
Martin Seligman
Awalnya mempelajari
pembelajaran melarikan diri dan penghindaran pada anjing
Ketidakberdayaan:
kecenderungan gagal untuk
bertindak untuk melarikan diri dari situasi karena sejarah masa lalu dari kegagalan berulang
O bservatio nal Learning
Pembelajaran perilaku baru melalui mengamati tindakan model
Eksperimen boneka Bobo Bandura :
menunjukkan bahwa anak kecil akan meniru tindakan agresif seorang model
Model pembelajaran melalui pengamatan Bandura
Observational Learning (Meniru/
Modelling) : pembelajaran terjadi melalui pengamatan
Terdapat 4 elemen dalam pengamatan : perhatian, ingatan, imitasi dan
keinginan
Fak to r B io lo g is, B u daya, dan Psikologis dalam Pembelajaran
K end ala P sik o lo g is
Hal yang dipelajari ditentukan
sebagian oleh apa yang dipercayai tentang kemampuan
H am b atan B io lo g is
Membatasi pengalaman, meliputi instinctive drift, kesiagaan dan aversi rasa
K endala B u daya
Dapat memengaruhi sejauhmana
proses belajar digunakan, dan budaya menentukan isi dari pembelajaran
0 1
0 2
0 3
T H I N K I N G
(B ERPIKIR)
Thinking atau berpikir merupakan aktivitas mental yang terjadi di otak ketika informasi
sedang diatur, disimpan, dikomunikasikan,
atau diproses
P ro ses B erpik ir
Pem bentu k an peng ertian
Dibentuk melalui tiga tingkatan yaitu dengan menganalisis, membandingkan dan mengabstraksikan
0 1
0 2
0 3
0 4
Pem bentu k an pendapat
Menggabungkan atau memisah beberapa pengertian menjadi suatu tanda yang khas
Pem bentu k an k epu tu s an
Menggabung-gabungkan pendapat
Pem bentu k an k es im pu lan
Menarik keputusan dari keputusan lain
Citra M ental
Citra mental merupakan
representasi yang mewakili objek atau peristiwa dan memiliki
kualitas seperti gambar
Citra mental berinteraksi dengan
cara yang sama seperti objek fisik
Di otak, gambar mental diproses
sedikit berbeda dari objek nyata
Konsep dan Prototipe
Ide yang mewakili kelas atau kategori objek, peristiwa, atau aktivitas
Tidak hanya berisi fitur penting dari objek atau peristiwa yang ingin dipikirkan orang
Tidak hanya membantu berpikir
tapi juga merupakan alat penting
dari pemecahan masalah
P emecahan M asalah dan P engambilan Keputusan
Pemecahan masalah adalah kemampuan berpikir yang utama karena meliputi berpikir kreatif dan berpikir
analistis
Terdapat proses pemecahan masalah yaitu dengan
penafsiran masalah dan strategi pemecahan masalah
Strategi dalam
M emecahkan Masalah
Trial and Error
Mengacu pada mencoba satu solusi
Algoritma
Sangat spesifik, prosedur langkah demi langkah
untuk memecahkan masalah tertentu
Heuristik
tebakan berdasar pengalaman sebelumnya yang membantu mempersempit kemungkinan solusi
untuk suatu masalah
M asalah dengan P emecahan M asalah dan P engambilan
Keputusan
B ias konfirmasi
Kecenderungan menemukan bukti yang tepat dengan keyakinan
seseorang sambil mengabaikan bukti yang tidak sesuai dengan keyakinan tersebut
Ketetapan fungsional
Melibatkan pemikiran tentang objek hanya dalam hal
penggunaan tipikalnya
P erangkat mental
Kecenderungan untuk bertahan dalam menggunakan pola
pemecahan masalah yang telah bekerja untuk mereka di masa lalu
0 1
0 2
0 3
Kreativitas
Terdiri dari cara-cara baru menggabungkan ide-ide atau perilaku
Biasanya hasil pemikiran yang berbeda Terdapat 2 tipe bepikir :
1.Berpikir konvergen : suatu masalah
dipandang hanya memiliki satu jawaban, dan semua garis pemikiran akan
mengarah pada jawaban tunggal dengan menggunakan pengetahuan dan logika
sebelumnya.
2.Berpikir divergen : pemikiran mulai dari satu titik dan muncul dengan banyak ide atau kemungkinan yang berbeda
berdasarkan titik tersebut.
Terima
Kasih