• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING Seminar Nasional Pendidikan MIPA 2011

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PROSIDING Seminar Nasional Pendidikan MIPA 2011"

Copied!
475
0
0

Teks penuh

Dalam pengertian ini literasi matematika digunakan untuk menekankan pengetahuan matematika yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia nyata. Berdasarkan uraian tersebut, literasi matematika meliputi pengetahuan terminologi, fakta dan prosedur (termasuk operasi algoritmik dan penggunaan beberapa metode). Literasi berkaitan dengan kata “dunia nyata”, yang berarti bahwa literasi matematika berkaitan dengan konteks kehidupan dan memiliki keterkaitan.

Orang yang melek matematika tentunya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, membuat penilaian, dan mengungkapkan apresiasi terhadap matematika. Literasi matematika tidak mudah untuk dipahami dan diajarkan karena matematika tidak identik dengan hafalan. Literasi matematika berfokus pada keterampilan penalaran, pemikiran dan interpretasi, selain keterampilan matematika lainnya.

Apakah kompetensi yang diperlukan untuk literasi matematika benar-benar sama dengan kompetensi matematika yang akan diajarkan? Dulu, literasi matematika dan apa yang dipelajari siswa sangat berbeda; irisan yang sangat kecil.

Matematisasi, Penalaran dan Pemecahan Masalah Matematis

Ini berarti bahwa pembelajaran matematika harus disajikan kepada siswa dengan membuat hubungan antara ide dan aplikasi praktisnya, dan siswa harus dapat memahami di mana hubungan tersebut dibuat. Literasi matematika siswa terlihat dari pengetahuan dan keterampilan yang mereka tunjukkan dalam memecahkan masalah matematika. PISA juga mendefinisikan kompetensi sebagai proses yang digunakan siswa ketika mencoba memecahkan masalah matematika.

Tentunya tidak ada salahnya mengingat beberapa fakta yang kita ketahui tentang proses dan penerapannya pada konsep matematika lainnya. Mengingat sifat matematika sebagai susunan, abstraksi, generalisasi, pola, fakta, dan prosedur, siswa perlu menguasai semua materi ini karena akan membantu mereka menghadapi konsep yang lebih menantang. Berdasarkan taksonomi Bloom, siswa harus memiliki kompetensi yang tercermin dalam tiga bidang: kognitif, afektif dan psikomotorik.

Siswa juga harus mampu membuat representasi matematis ketika mengungkapkan idenya dalam bentuk simbol, notasi atau ekspresi matematis. Dengan keterampilan tersebut, mereka akan dapat berkomunikasi dengan siswa lain, guru, dan ahli matematika dalam konteks dan konsep matematika yang berbeda.

Kemahiran Siswa dalam PISA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan perkembangan pemahaman siswa terhadap konsep dasar pengukuran debit melalui pembelajaran berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Tujuan dari penelitian ini adalah: “Meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep dasar pengukuran output melalui pembelajaran berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)”. Soal ini adalah soal mengukur muatan dengan satuan volume yang sama tetapi satuan waktunya berbeda.

Soal 3 juga soal mengukur debit dengan satuan waktu yang sama tetapi satuan volume berbeda. Secara keseluruhan siswa melalui kurva belajar yang dirancang untuk memahami konsep pengukuran debit. Demikian seterusnya, masalah realistis yang diberikan adalah model untuk memahami pengukuran debit formal.

Namun, itu semua dikemas dalam konteks air ledeng yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran mengukur debit dan juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pemahaman (penalaran) siswa terhadap konsep dasar pengukuran debit yang terjadi dalam konteks air keran dapat diuraikan sebagai berikut.

Gambar 1. Kerangka pikir aktivitas berbasis pengalaman pada  pembelajaran  Pengukuran Debit
Gambar 1. Kerangka pikir aktivitas berbasis pengalaman pada pembelajaran Pengukuran Debit

PEMAHAMAN KONSEP PENGUKURAN DEBIT

Pemecahan Masalah Matematik

Dalam pembelajaran matematika, kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu hasil belajar yang ingin dicapai dan sangat penting bagi siswa. Pentingnya kemampuan pemecahan masalah dalam matematika dikemukakan oleh Branca (Sumarmo) sebagai berikut: (1) kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan umum pengajaran matematika, meskipun merupakan jantung dari matematika, (2) pemecahan masalah mencakup metode , prosedur, strategi dalam pemecahan masalah yang merupakan inti dan proses utama dalam kurikulum matematika, dan (3) pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar dalam pembelajaran matematika Seminar Nasional Pendidikan MIPA Unila, 2011. a) Mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanyakan, serta relevansi unsur-unsur yang diperlukan, perumusan masalah dalam situasi sehari-hari dan matematika; .

Petak bernomor kelipatan 4 menjual makanan sedangkan lapak bernomor kelipatan 5 menjual pakaian.. Carilah peluang seorang pedagang menemukan stan yang tidak menjual makanan atau pakaian. Dengan komponen pemecahan masalah seperti ini diharapkan siswa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Mandiri yaitu sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas; (2) Kerja keras, yaitu perilaku yang menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dalam mengatasi pembelajaran dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin; (3) Kreatif, yaitu berpikir dan berbuat sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimilikinya; (4) Sikap teguh; (5) Berpikir kritis.

Komunikasi Matematik

Sebuah komplek perumahan berpenghuni 43 orang, 35 diantaranya aktif mengikuti kegiatan olah raga, sedangkan sisanya tidak mengikuti kegiatan apapun. Kegiatan bola voli diikuti oleh 17 orang, kegiatan tenis diikuti oleh 19 orang, dan kegiatan catur diikuti oleh 22 orang. Warga yang mengikuti olahraga bola voli dan catur sebanyak 12 orang, bola voli dan tenis sebanyak 7 orang, sedangkan tenis dan catur sebanyak 9 orang.

(4) ramah yaitu tindakan yang menunjukkan keceriaan dalam berbicara, bersosialisasi dan bekerja sama dengan orang lain; (5) Kedamaian, yaitu sikap, perkataan, dan tindakan yang membuat orang lain merasa senang dan aman di hadapannya; (6) Kesejahteraan sosial, yaitu sikap dan tindakan yang selalu berupaya membantu orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Penalaran Matematik

Dengan adanya unsur penalaran diharapkan siswa memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Kerja keras, yaitu perilaku yang menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh pada . menghadapi pembelajaran dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin.

Koneksi Matematik

Aplikasi multimedia interaktif dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi bagi siswa sekolah menengah. Oleh karena itu, habit of mind merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Hal ini menyebabkan tuntutan pada lembaga pendidikan khususnya pengajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi.

Salah satu cara yang dapat digunakan guru matematika untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah dengan menggunakan strategi kebiasaan berpikir matematika. Gambaran kualitas kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa berdasarkan masing-masing kelompok disajikan pada Tabel 1. Berdasarkan pendapat Piaget, pembelajaran dengan strategi habit of mind matematis dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa.

Hal lain yang juga mendukung pembelajaran dengan kebiasaan matematika dalam strategi pikiran untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi adalah teori Vygotsky. Perkembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi pada siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan strategi matematis habit of mind lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran biasa secara keseluruhan. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan tingkat kemampuan awal siswa (TKAS) pada berpikir kritis matematis.

Menggunakan tes Anova dua arah untuk kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dan pendekatan pembelajaran. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan tingkat kemampuan awal siswa (TKAS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis, BMJ dan BM tidak berbeda dan keduanya lebih baik dari kemampuan siswa. Dari hasil analisis data penelitian dapat diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan berbasis masalah dengan setting kooperatif Jigsaw (BMJ) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pendekatan berbasis masalah. pendekatan (BM) atau konvensional (KV).

Pembelajaran dengan pendekatan eksploratif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematika siswa SMA. Apakah kemampuan berpikir kreatif siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah terbuka lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional? Skor tertinggi, skor terendah, skor rata-rata dan standar deviasi tes awal berpikir kreatif matematis.

Skor tertinggi, skor terendah, skor rata-rata, dan standar deviasi tes kemampuan berpikir kreatif pada kelompok eksperimen. Skor Tertinggi, Skor Terendah, Skor Rata-Rata dan Standar Deviasi Gain Tes Kemampuan Berpikir Kreatif.

Tabel 1. Sintaks Pembelajaran CMP
Tabel 1. Sintaks Pembelajaran CMP

SMK NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Persentase literasi sains guru biologi sekolah menengah atas dalam pembelajaran evolusi secara umum yakni kategori baik, 2) Persentase dimensi konten guru biologi

Gambar

Gambar 1. Kerangka pikir aktivitas berbasis pengalaman pada  pembelajaran  Pengukuran Debit
Gambar 2. Antusias siswa memberi pendapat pada aktivitas I  Selanjutnya siswa diminta mendiskusikan permasalahan 1 yang berisi
Gambar 3. Alasan berbeda dari soal Permasalahan 1
Gambar 4. Aktivitas Pengamatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seminar Nasional Pendidikan Matematika Tahun 2015 dengan tema “Menumbuhkembakan Sikap Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Melalui Pembelajaran Matematika dalam

MIPA (SAINS) mendasari berbagai kompetensi bidang yang lain, sehingga ada” kewajiban” bagi orang yang bergelut di bidang MIPA untuk melayani pembelajaran MIPA dengan baik..

Prosiding ini merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura dengan Tema “Pengembangan

Prosiding ini merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura dengan Tema “Pengembangan

Prosiding ini merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura dengan Tema “Pengembangan

Dalam konteks matematika, disposisi matematis (mathematicaldisposition) berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menyelesaikan masalah; apakah percaya

Prosiding ini merupakan kumpulan dari artikel ilmiah yang disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura dengan Tema “Pengembangan

Peserta didik I memberikan umpan balik yang baik dengan cara menjawab pertanyaan guru dengan benar, sedangkan peserta didik II memberi umpan balik kurang tepat saat