Dalam implementasinya, NTB Zero Waste merupakan program pemerintah yang sangat dibutuhkan khususnya dalam bidang pengelolaan sampah. Seiring dengan dampak yang ditimbulkan, ternyata konsep Zero Waste sejalan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam ekonomi syariah. 7Vivien Ratnawati, “Zero Waste Generation” (dipresentasikan pada workshop: HUT Generasi Zero Waste Media Indonesia, Januari 2020).
NTB Zero Waste diyakini menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan karena prinsipnya sejalan. Memahami Program Zero Waste dari Nilai Ekonomi Islam. Penelitian ini akan dilakukan dalam kerangka Pemerintah Provinsi NTB. Hengky Pudjisuryanto dalam disertasinya “Kajian Pengelolaan Sampah Perkotaan Berdasarkan Peran Masyarakat Menuju Zero Waste di Kabupaten Ngawi”.
10 Sriliani Surbakti, “Potensi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Menuju Zero Waste di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang”, (Disertasi, Universitas Brawijaya, 2009), 6. 12 Hengky Pudjisuryanto, “Kajian Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Peran Masyarakat Menuju Zero Sampah di Kabupaten Ngawi” (Skripsi, UNS, 2011), 11. Namun yang membedakan penelitian ini adalah keterkaitan konsep program Zero Waste pemerintah daerah dalam perspektif Ekonomi Islam.
Dengan cara ini, Zero Waste secara otomatis akan menjadi alat pemerintah untuk merespons dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.51.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Kajian Pustaka
- Kerangka Teori
- Sustainable Development
- Kebijakan Pemerintah
- Zero Waste
- Metode Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan cara menyalin atau mencatat data yang berada pada instansi/lembaga terkait. Observasi yaitu pengumpulan data melalui observasi langsung ke fasilitas penelitian mengenai keadaan sampah dan pelaksanaan program NTB Zero Waste. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif menurut model Miles & Hubermant, yaitu analisis dengan tiga aliran aktivitas sekaligus yaitu prediksi data, penyajian data, dan inferensi.
PELAKSANAAN PROGRAM NTB ZERO WASTE
Sampah dan Permasalahannya di Provinsi NTB
Latar Belakang Program NTB Zero Waste
Kebijakan dan Kegiatan Unit Pelaksanaan Teknis Program NTB Zero Waste
- Kebijakan Terkait NTB Zero Waste (Milestone)
- Output Program NTB Zero Waste
NTB Zero Waste dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Peluang dan Tantangan Mensukseskan Program NTB Zero Waste
ANALISIS PELAKSANAAN NTB ZERO WASTE
Analisis Dampak Program NTB Zero Waste
Manfaat ekonomi dari gerakan Zero Waste salah satunya berasal dari kegiatan penggunaan kembali dan daur ulang yang dapat mengubah sampah atau sampah menjadi sesuatu yang memberikan keuntungan bagi pembuatnya96. Dari segi ekonomi, dampak program terhadap pendapatan asli daerah masih kurang. Artinya, manfaat ekonomi dari program Zero Waste masih sebatas potensinya saja.
Sayangnya, meski sudah muncul promosi produk industri terbarukan seperti industri pengolahan bahan bakar plastik, Magot BSF, Ecoblock dan RDF, namun hal tersebut sudah berjalan. Namun di sisi lain, munculnya beberapa industri baru dari pengelolaan sampah juga dapat menjadi angin segar yang akan memberikan manfaat ekonomi yang akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan pendapatan daerah dari sektor energi terbarukan dan alternatif terbarukan. bahan baku. Dilihat dari dampak program terhadap pengembangan sumber daya manusia, NTB Zero Waste sudah mulai membuka wawasan masyarakat meski belum banyak.
Contoh dampaknya adalah munculnya inovasi di bidang pengelolaan sampah yang digagas masyarakat di berbagai kecamatan, pemberian bantuan program berupa produksi biopori, dan distribusi. Masyarakat yang melihat potensi pengelolaan sampah yang inovatif telah mampu menemukan sumber pendapatan alternatif sejak dimulainya program ini. Beberapa orang yang kreatif dalam inovasi pengelolaan sampah dapat mengambil manfaat dari paparan berlebihan pemerintah terhadap kegiatan ini.
Alhasil, hanya kegiatan kampanye dan sosialisasi program ini yang tetap dapat berjalan karena dukungan teknologi informasi. Salah satu tujuan utama praktik nihil sampah adalah agar masyarakat menjauhkan plastik dari laut dan tempat pembuangan sampah. Merujuk pada pencapaian tonggak sejarahnya, NTB Zero Waste telah membuahkan hasil namun belum menunjukkan dampak yang signifikan dan mencolok dalam mendukung pembangunan daerah dari sudut pandang lingkungan hidup.
Sebab, pada dasarnya NTB Zero Waste merupakan program kerja jangka panjang yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkesinambungan. Dampak nyata dari program kerja ini baru akan dirasakan oleh generasi penerus di tahun-tahun mendatang. Sejauh ini NTB Zero Waste baru berhasil menunjukkan pengurangan sampah sebesar 15% dan pengolahan sampah hingga 35%.
Analisis Program NTB Zero Waste dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan, program NTB Zero Waste juga merupakan gambaran praktik Fiqih Al-Biah. Fiqh Al-Biah sendiri merupakan ketentuan-ketentuan Islam yang muncul dari dalil-dalil rinci mengenai perilaku manusia terhadap lingkungan hidup untuk mewujudkan kemaslahatan penduduk bumi pada umumnya dengan tujuan mencegah kerugian yang terjadi. Fiqh Al-Bi'ah atau fiqh lingkungan hidup merupakan bagian dari permasalahan fiqh kontemporer yang bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan hidup dari sudut pandang yang lebih sederhana dengan memberikan landasan hukum dan peraturan mengenai lingkungan hidup101.
Sebab, umat Islam membutuhkan kaidah yang lebih praktis dengan bukti bahwa pola pikir berbasis teks (nash) lebih dominan dibandingkan pola pikir lainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fiqh al-bi’ah merupakan kerangka hukum Islam yang konstruktif dalam arti lingkungan alam makro dan mikrokosmos sebagai tempat hidup dalam kehidupan102. 100 Muhamed Turmudi, Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam, Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, (Purwokerto: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2017), hal. 102 Muhammad Harvin Zuhdi, Fiqh Al-Bi'ah: Tawaran Hukum Islam dalam Mengatasi Krisis Ekologi Al-Adalah Vol.XII, 2015).
Inilah pada hakikatnya ajaran yang mengarahkan kepedulian dan kepekaan besar Nabi S.A.W. dalam melindungi lingkungan. Jika Sungai Nil dijaga, dilindungi dan dikelola dengan baik, maka rakyat Mesir akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Apa yang dilakukan Khalifah 'Umar merupakan wujud dari apa yang dilakukan Nabi S.A.W dalam menjaga air Zamzam.
Artinya, komitmen Nabi S.A.W terhadap pemeliharaan saluran air bersih dengan mencontohkan air Zam-zam sangatlah bermanfaat. Berdasarkan hal tersebut, ekonomi Islam menawarkan nilai pertumbuhan berimbang, yang berusaha mengendalikan aktivitas perekonomian agar selalu memperhatikan aspek lingkungan. Sampah tidak langsung merupakan salah satu bentuk upaya mewujudkan manfaat untuk memerangi potensi yang akan mendatangkan kerugian, dalam hal ini sampah yang dilawan dengan cara mengelola dan memanfaatkannya.
Jika dikaji dari nilai dasar ekonomi syariah yaitu nilai keseimbangan, maka dari segi tujuan program sejalan dengan nilai dasar ekonomi syariah. Daur ulang sampah menjadi produk lain merupakan salah satu konsep penerapan gerakan Zero Waste yaitu daur ulang atau daur ulang sampah, yang secara tidak langsung menjadikan gerakan ini sebagai alat implementasi nilai-nilai dasar ekonomi Islam yaitu nilai keseimbangan. pertumbuhan. Pasalnya, konsep pengelolaan pola konsumsi dan produksi menuju daur ulang sampah berpotensi bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus memberikan dampak peremajaan lingkungan dari dampak buruk sampah yang dihasilkan.
Kesimpulan
Implikasi Teoritis
Saran
United Nations Environment Programme, Deklarasi United Nations Conference on the Human Environment, (Stockholm: United Nations), 1972. Pengaruh pengetahuan tentang sampah dan ketersediaan prasarana terhadap perilaku ibu-ibu membuang sampah yang berpotensi menimbulkan bencana banjir di Daerah Aliran Sungai Deli, Kota Medan.