• Tidak ada hasil yang ditemukan

putusan 818 k pid.sus 2018 20250419020112

N/A
N/A
Rifqie Al Hafizh

Academic year: 2025

Membagikan "putusan 818 k pid.sus 2018 20250419020112"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 1 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

P U T U S A N Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

M A H K A M A H A G U N G

Memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana khusus pada tingkat kasasi yang dimohonkan oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak telah memutus perkara Terdakwa:

Nama : RAHMAT SATRIA;

Tempat Lahir : Makassar;

Umur/Tanggal Lahir : 57 Tahun/29 Desember 1959;

Jenis Kelamin : Laki-laki;

Kewarganegaraan : Indonesia;

Tempat Tinggal : Jalan Gayungsari Barat XII/GA-01 Surabaya;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III;

Terdakwa tersebut ditahan:

- Dalam Tahanan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) sejak tanggal 21 April 2017 sampai dengan tanggal 6 Desember 2017;

- Dalam Tahanan Kota sejak tanggal 6 April 2017 sampai dengan tanggal 19 Agustus 2017;

Terdakwa diajukan di depan persidangan Pengadilan Negeri Surabaya karena didakwa dengan dakwaan sebagai berikut:

- Dakwaan kesatu diatur dan diancam dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dan

- Dakwaan kedua diatur dan diancam dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Mahkamah Agung tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 2 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

Membaca Tuntutan Pidana Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak tanggal 18 Oktober 2017 sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa RAHMAT SATRIA telah terbukti secara sah dan meyakinkan Secara Bersama-Sama Melakukan Perbuatan Tindak Pidana Berlanjut Berupa Pemerasan Dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Kesatu Pasal 368 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Kedua Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP;

2. Menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) tahun potong masa tahanan dan denda sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan, dengan perintah agar Terdakwa segera menjalani.

3. Menyatakan barang bukti berupa:

 1 (satu) buah kotak kosong jam Rolex.

 1 (satu) buah kotak kosong Samsung Galaxy S6.

 1 (satu) buah kotak Kosong Samsung Galaxy S7.

 1 (satu) buah kotak I-Pad.

 1 (satu) buah Tas Jinjing merk GUCCI warna Cokelat.

 1 (satu) buah flash disk warna hitam merk VORTEX.

 1 (satu) buah flash Disk warna merah.

 1 (satu) buah flash Disk merk Toshiba warna Orange.

 1 (satu) buah Flash Disk merk SANDISK warna hitam.

 1 (satu) buah flash Disk merk Toshiba warna Putih.

 1 (satu) buah bungkus SimCard Tree No :089525997776.

 1 (satu) Unit Komputer.

 1 (satu) bendel Legalitas Perusahaan.

 1 (satu) unit rumah Jalan Lesti No.33 Surabaya seluas 345 m2 milik RAHMAT SATRIA.

(DIKEMBALIKAN KEPADA TERDAKWA).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 3 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

 Uang Tunai Rp.4.400.000,- (empat juta empat ratus ribu rupiah) di dalam Tas Gucci.

 Uang Tunai Rp.3.962.000,- (tiga juta sembilan ratus enam puluh dua ribu rupiah).

(DIRAMPAS UNTUK NEGARA).

 1 (satu) buah Handphone merk samsung Galaxy Note 4 warna Putih.

 1 (satu) buah Handphone Blackberry Q10 warna Putih tanpa tutup Baterai.

 1 (satu) buah Handphone I-Phone 6 Warna putih.

 1 (satu) buah I-Pad warna Putih.

(DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN).

 1 (satu) lembar tiket elektronik Garuda Indonesia tanggal 17 Desember 2015.

 2 (dua) lembar bukti pembayaran Vertica Art.

 1 (satu) lembar Struk BCA tanggal 21 September 2016 senilai Rp.320.000,00 (tiga ratus dua puluh ribu rupiah).

 1 (satu) lembar Struk BCA tanggal 18 Juli 2016 senilai Rp.75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

 1 (satu) lembar slip aplikasi setoran/transfer/kliring/Inkaso Mandiri tanggal 20 Juni 2016 senilai Rp.59.895.000,00 (lima puluh sembilan juta delapan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah).

 1 (satu) lembar Nota Lanina Valas Rp.51.909.000,00 (lima puluh satu juta sembilan ratus sembilan ribu rupiah) tanggal 16 Juni 2016.

 1 (satu) lembar Slip setoran tunai BNI tanggal 16 Maret 2016 senilai Rp.4.000.000,00 (empat juta rupiah).

 1 (satu) lembar bukti setoran Bank Jatim senilai Rp.20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) tanggal 28 Juni 2016.

 1 (satu) lembar slip setoran tunai BNI senilai Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) tanggal 28 Juni 2016 & 1 (satu) lembar slip setoran tunai BNI senilai Rp.2.000.000,00 (dua juta rupiah) tanggal 28 Juni 2016.

 1 (satu) lembar slip setoran tunai BNI senilai Rp.10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) tanggal 28 Juni 2016.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 4 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

 1 (satu) lembar slip setoran tunai BNI senilai Rp.15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) tanggal 28 Juni 2016 & 1 bendel rekapitulasi usulan inventasi 2017 (dalam ribuan).

 1 (satu) lembar foto copy Jawa Timur NIK 3578222912590002 an.

RAHMAT SATRIA & 1 lembar Surat Perintah No. SP.470/KP.0503/

P.III.2016 tanggal 22 Juli 2016.

 Foto Copy Sertifikat Hak Milik No. 712, Manyar, Manyar Rejo Gresik Jawa Timur.

 Design rumah tinggal Jalan Selat Bali Denpasar Bali & Design rumah tinggal Jalan Lesti.

 1 (satu) set fotocopy dokumen penyampaian salinan keputusan Menteri BUMN Nomor : SK-103/MBU/2014 tanggal 12 Mei 2014.

 1 (satu) bendel fotocopy dokumen persetujuan pergantian Direksi dan Pengisian anggota Dewan Komisaris anak perusahaan PT. Pelindo III (Persero) Nomor: S-508/MBU/WK/2013 tanggal 21 Oktober 2013.

 Fotocopy Sertifikat Hak Milik No. 80 Surat Ukur No.353 tahun 1988 atas nama ABDUL MUHIS.

 1 (satu) lembar Deprint BRI No : 0328-01-006100-40-8 atas nama RAHMAT SATRIA Rp.600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

 Surat Masuk dari Cabang Benoa Pelindo III No. PJ.06/25/BNA-2016 tanggal 17 Februari 2016 perihal persetujuan peralihan dan perpanjangan penggunaan tanah HPL Pelabuhan.

 Bukti Transaksi BNI Rp.181.497,00 (seratus delapan puluh satu ribu empat ratus sembilan puluh tujuh rupiah).

 1 (satu) bendel dokumen daftar Gaji an. DJARWO SURJANTO.

 1 (satu) bendel dokumen daftar Gaji an. RAHMAT SATRIA.

 1 (satu) bendel dokumen daftar Gaji an. FIRDIAT FIRMAN.

 1 (satu) lembar kwitansi asli, bermaterai 6000, atas nama Ny. Widya dengan uang sebesar Rp.61.250.000,00 (enam puluh satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) tanggal 03 Oktober 2016 tertandatangan EKA BAYU.

(TETAP TERLAMPIR DALAM BERKAS PERKARA).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 5 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

 1 (satu) Buku Tahapan BCA dengan Nomor Rekening 0640507209 atas nama DAVID HUTAPEA DRS.

 1 (satu) Buku Tahapan BCA dengan Nomor Rekening 6750425290 atas nama DAVID HUTAPEA DRS EC.

 1 (satu) Buku Tahapan BCA dengan Nomor Rekening 4681471809 atas nama DAVID HUTAPEA DRS EC.

 1 (satu) Buah ATM Faspor BCA dengan Nomor 6019 0025 5937 4345.

 1 (satu) Buah ATM Faspor BCA dengan Nomor 6019 0026 3163 0185.

 1 (satu) Buah ATM Faspor BCA PLATINUM dengan Nomor 6019 0045 1195 1673.

 1 (satu) Unit Hanphone merek Samsung S7 beserta Simcard nomor 081330212511.

 1 (satu) Unit Hanphone merek OPPO.

(DIPERGUNAKAN DALAM PERKARA LAIN (DRS. DAVID HUTAPEA)).

4. Menetapkan supaya Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah);

Membaca Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 789/Pid.B/

2017/PN.Sby, tanggal 6 Desember 2017 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa RAHMAT SATRIA tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diuraikan dalam dakwaan Kesatu dan Kedua Penuntut Umum.

2. Membebaskan Terdakwa dari kedua dakwaan tersebut.

3. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya;

4. Menetapkan barang bukti berupa:

Selengkapnya sebagaimana termuat dalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 789/Pid.B/2017/PN.Sby, tanggal 6 Desember 2017;

5. Menetapkan biaya perkara dibebankan oleh Negara;

Membaca Akta Permohonan Kasasi Nomor 789/Akta.Pid.B/2017/PN.

Sby, yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Surabaya yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 6 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

menerangkan bahwa pada tanggal 19 Desember 2017 Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut;

Membaca Memori Kasasi tanggal 29 Desember 2017 dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak tersebut sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 29 Desember 2017;

Membaca pula surat-surat lain yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dijatuhkan dengan hadirnya Pemohon Kasasi/Penuntut Umum pada tanggal 6 Desember 2017 dan Penuntut Umum mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 19 Desember 2017 serta memori kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 29 Desember 2017.

Dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undang- undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa alasan kasasi yang diajukan Pemohon Kasasi/

Penuntut Umum dalam memori kasasi selengkapnya termuat dalam berkas perkara;

Menimbang, bahwa terhadap alasan kasasi yang diajukan Pemohon Kasasi/Penuntut Umum tersebut, Mahkamah Agung berpendapat sebagai berikut:

Bahwa alasan kasasi Pemohon Kasasi/Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan, Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut:

Bahwa benar antara PT Terminal Petikemas Surabaya diwakili oleh Terdakwa selaku Direktur Utama dengan PT Akara Multi Karya diwakili oleh Augusto Hutapea selaku Direktur Utama menjalin kerjasama tentang besaran tarif dan pemungutan tarif pemeriksaan petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak sebagaimana tertuang dalam kesepakatan No. 05/KSO.UT.

4.09/TPS-2014, dan perjanjian No. FA.040/2/5/TPS/2014 tanggal 25 Juli 2014;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 7 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

Bahwa benar sesuai Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 yang kemudian dirubah menjadi Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2015 mengatur bahwa petugas yang memiliki kewajiban melakukan kegiatan penguasaan kepelabuhanan dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan;

Bahwa berdasarkan keterangan ahli Bay Mokhamad Hasani selaku Direktur Lalu Lintas Kementeriaan Perhubungan bahwa “Badan Usaha Pelabuhan dapat bekerja sama dengan pihak ketiga, termasuk menetapkan biaya tarif dan memungut biaya tarif dengan ketentuan bahwa kegiatan tersebut dilakukan di areal pelabuhan;

Bahwa dengan demikian perbuatan Terdakwa selaku Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya dalam membuat surat kesepakatan dan perjanjian tentang pengelolaan fasilitas pemeriksaan petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak dengan PT Akara Multi Karya tidaklah bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 yang kemudian diperbaharui menjadi Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 15 Tahun 2014;

Bahwa oleh karena Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kesatu Pasal 368 ayat 1 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Juncto 64 ayat 1 KUHP, maka terhadap Terdakwa haruslah pula dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kedua Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010, dengan pertimbangan bahwa Pasal 368 ayat 1 KUHP adalah merupakan “tindak pidana asal” dari Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut dan ternyata pula putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut dinyatakan ditolak;

Menimbang bahwa oleh karena terjadi perbedaan pendapat (dissenting opinion) dalam Majelis Hakim dan telah diusahakan dengan sungguh- sungguh tetapi tidak tercapai mufakat, maka Majelis Hakim setelah bermusyawarah mengambil keputusan dengan suara terbanyak.

Menimbang bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 30 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 8 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

perbedaan pendapat (dissenting opinion) dari Ketua Majelis/Hakim Agung pada Mahkamah Agung (Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum.,) dimuat sebagai berikut:

- Keberatan kasasi Penuntut Umum pada pokoknya tidak sepedapat Judex Facti dalam hal menyatakan Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan. Penuntut Umum berpendapat Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana;

- Awalnya Terdakwa Augusto Hutapea selaku Direktur PT Akara Multi Karya (diajukan dalam perkara lain), melalui perantara sdr. David Hutapea menawarkan kerjasama pengelolaan fasilitas pemeriksaan depo instalasi karantina pertanian di Pelabuhan (areal PT Terminal Petikemas Surabaya) kepada sdr. FIRDIAT FIRMAN, kemudian menghubungkan kepada PT Terminal Petikemas Surabaya dan PT. Pelindo III Terjadi kesepakatan pembagian keuntungan antara sdr. FIRDIAT FIRMAN (penghubung), PT Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS) Direkturnya sdr. RAHMAT SATRIA, dengan PT Akara Multi Karya Direkturnya Terdakwa AUGUSTO HUTAPEA, serta sdr. DJARWO SUJANTO (Direktur PT Pelindo III masing-masing mendapat keuntungan 25% dari hasil keuntungan pengelolaan kerjasama tersebut. Kerjasama tersebut PT Akara Multi Karya menempati lokasi PT Terminal Petikemas Surabaya seluas 6.000 meter persegi untuk pemeriksaan barang import oleh Balai Besar Karantina. PT Akara Multi Karya melakukan kegiatan pemeriksaan di BLOK W Karantina areal Terminal Petikemas Surabaya terhadap pengguna jasa pelabuhan atau tarif dengan mengenakan tarif: tarif Handling, tarif On Chasis, Tarif plugging dan monitoring, tarif penumpukan dan tarif Stripping dengan besaran yang variatif.

- Konsekuensi dari kesepakatan tersebut pihak pengguna jasa yang tidak melakukan pembayaran tarif yang ditetapkan oleh PT Akara Multi Karya tersebut maka barang petikemas miliknya tidak bisa ke luar dari BLOK W

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 9 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

Karantina areal Terminal Petikemas Surabaya. Padahal berdasarkan Permenhub Nomor PM 6 Tahun 2013 diubah dengan Permenhub Nomor PM 15 Tahun 2014 menetapkan bahwa : Tarif pengguna jasa pelabuhan ditetapkan atau disetujui oleh PT PELINDO III selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pemegang KONSESI;

- Prosedur penetapan tarif berdasarkan Permenhub tersebut harus dibahas bersama antara Badan Usaha Pelabuhan dalam hal ini PT Pelindo III dengan Assosiasi terkait, hasilnya dituangkan dalam Berita Acara yang ketahui oleh Badan Usaha Pelabuhan sebagai pemegang konsesi dan disetujui oleh Menteri Perhubungan.

- Ketentuan tersebut menegaskan bahwa PT Terminal Petikemas Surabaya maupun PT Akara Multi Karya tidak berhak dan berwenang karena bukan Badan Usaha Pelabuhan dan bukan mitra yang ditunjuk oleh PT Pelindo III selaku Badan Usaha Pelabuhan yang mendapat konsesi antara Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak dengan PT Pelindo III.

Sehingga sejak tahun 2014 sampai dengan 2016 PT Terminal Petikemas Surabaya maupun PT Akara Multi Karya secara melawan hukum dan tidak berhak melakukan penentuan/penetapan tarif dan tidak berhak pula melalukan pungutan/penarikan pembayaran dari para pengguna jasa pelabuhan yang ada di Blok W karantina areal PT Terminal Petikemas Surabaya.

- Kerjasama penetapan tarif/harga dan melakukan pengutan di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) yang ditetapkan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya kepada PT Akara Multi Karya adalah merupakan suatu pelanggaran/tindak pidana.

- Kerjasama apapun bentuknya antara PT Pelindo III/PT Terminal Petikemas Surabaya anak perusahaan PT Pelindo III dengan pihak ke-3 atau mitra kerjasama seharusnya sesuai aturan yaitu dibahas/

dibicarakan di dalam Rapat Pemegang Umum Saham (RUPS).

Sedangkan dalam kenyataannya tidak demikian adanya.

- Kesalahan Terdakwa selaku Direktur PT Terminal Petikemas Surabaya karena tidak mendapat kuasa atau delegasi kewenangan dari PT Pelindo III untuk menetapkan tarif, kemudian melakukan kontrak kerjasama

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 10 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

dengan PT Akara Multi Karya, Terdakwa selaku Direktur PT Terminal Petikemas Surabaya berkerjasama dengan PT Akara Multi Karya dalam kedudukan bukan sebagai Badan Usaha Pelabuhan dan tidak mempunyai konsesi dan kewenangan untuk memberikan pengelolaan kepada PT Akara Multi Karya. Bahwa PT Pelindo Ill tidak membenarkan dan tidak pernah memberikan pendelegasian kewenangan kepada PT Terminal Petikemas Surabaya terkait dengan kerjasama pengelolan yang dikerjakan oleh PT Akara Multi Karya.

- Sebagai konsekuensi kerjasama yang tidak sah dan melanggar hukum maka penetapan tarif dan penagihan yang dilakukan oleh PT Akara Multi Karya adalah tidak sah, tidak berhak dan melanggar hukum, tarif yang tidak sesuai dan melanggar prosedur penetapan tarif karena tidak mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan.

- Prinsip hukum yang terkait dengan penetapan tarif jasa pelabuhan yang berhak dan berwenang menetapkan adalah Badan Usaha Pelabuhan/PT Pelindo Ill sedangkan yang menarik/memungut uang bisa pihak ke-3 sebagai mitra kerja PT Pelindo Ill. Mengenai sharing fee ditentukan PT Pelindo dan mitra kerja.

- Bahwa yang mengatur tarif jasa pelabuhan harus negara bernegosiasi dengan assosiasi pengguna jasa.

- Bahwa uang yang dipungut oleh PT Akara Multi Karya seharusnya menjadi hak negara yang harus disetorkan ke kas negara. Artinya yang seharusnya mengelola dan menetapkan tarif dan memungut pembayaran adalah PT Pelindo III atau PT Terminal Petikemas Surabaya setelah mendapat kuasa/kewenangan berdasarkan kontrak dengan PT Pelindo Ill berdasarkan businees to businees, sebaliknya bukan PT Akara Multi Karya.

- Mengenai adanya usulan dari OMBUSMEN untuk melakukan pemeriksaan terpadu dalam satu real sangat baik tetapi bukan bermaksud untuk menghilangkan hak, kewenangan atau kepentingan negara dalam pemasukan pendapatan di pelabuhan. Hakikat dari pemeriksaan secara terpadu adalah untuk lebih efekstif, efisien, menghindari birokratisasi dan pengguna liar, mengintegrasikan,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 11 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

mempermudah dan mempercepat penyelesaian pemeriksaan barang petikemas milik pengguna jasa. Dengan kata lain memberikan pelayanan yang cepat dan prima dengan kepastian tarif. Demikian halnya dengan prinsip PRIVATISASI dunia usaha tidak boleh merugikan negara keuntungan dan pendapatan. Privatisasi bertujuan hanya untuk membangun kemitraan usaha negara dengan pihak swasta dengan pembagian tugas, kewajiban, tanggungjawab serta keuntungan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

- Perbuatan Terdakwa a quo selaku direktur PT Terminal Petikemas Surabaya bertentangan dengan Permenhub No. 6 Tahun 2013 diubah dengan Permenhub No. 15 tahun 2014 Jo. Pasal 12 e Undang-Undang Tipikor Jo. Pasal 368 ayat (1) KUHPidana Jo. Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010.

- Perbuatan Terdakwa telah merugikan keuangan negara kerena secara riil negara kehilangan pendapatan atas pungutan yang dilakukan oleh PT Akara Multi Karya.

Perbuatan Terdakwa tersebut memperkaya diri sendiri, orang lain dan suatu korporasi PT Akara Multi Karya.

- Bahwa uang jasa pelabuhan yang dipungut Terdakwa secara melawan hak, melawan hukum yang merupakan hasil tindak pidana pemerasan Pasal 368 ayat (1) KUHPidana, kemudian dialirkan kepada Terdakwa sendiri, beberapa orang lain atau perusahaan PT Akara Multi Karya dan PT Terminal Petikemas Surabaya serta PT Pelindo III.

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dibebaskan, maka biaya perkara pada tingkat kasasi dibebankan kepada Negara;

Mengingat Pasal 368 ayat (1) KUHP, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 Juncto Pasal 64, 65 ayat (1) KUHPidana, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang kekuasaan Kehakiman dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 12 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

MENGADILI

- Menolak permohonan kasasi dari PEMOHON KASASI/PENUNTUT UMUM PADA KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG PERAK tersebut;

- Membebankan biaya perkara pada tingkat kasasi kepada Negara;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Selasa, tanggal 6 November 2018 oleh Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. H. Margono, S.H.,M.Hum.,M.M. dan Maruap Dohmatiga Pasaribu, S.H.,M.Hum, Hakim-Hakim Agung sebagai Hakim-Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis yang dihadiri Hakim-Hakim Anggota serta M. Ikhsan Fathoni, S.H.,M.H., Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa.

Hakim-Hakim Anggota, Ketua Majelis,

t.t.d./ t.t.d./

Dr. H. Margono, S.H.,M.Hum.,M.M. Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum.

t.t.d./

Maruap Dohmatiga Pasaribu, S.H.,M.Hum.

Panitera Pengganti, t.t.d./

M. Ikhsan Fathoni, S.H.,M.H.

Untuk Salinan, Mahkamah Agung RI

a.n. Panitera

Panitera Muda Pidana Khusus,

ROKI PANJAITAN, S.H.

NIP. 19590430 198512 1 001

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 13 dari 12 hal. Putusan Nomor 818 K/Pid.Sus/2018

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

Referensi

Dokumen terkait