RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN 65 TAHUN 2024
"OPTIMALISASI PENGGUNAAN TEMPLATE PADA BIDANG UNTUK PUBLIKASI MEDIA SOSIAL KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN"
Disusun Oleh:
NAMA PESERTA : ANDRI SETYAWAN
NIP : 20001111 202404 1001
NOMOR URUT PESERTA : 4
JABATAN : PENGELOLA PENANGANAN PERKARA
SATUAN KERJA : KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJAKSAAN RI BEKERJASAMA DENGAN
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamiin, puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya. Dengan izin dan perlindungan-Nya, penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi sebagai bagian dari pendidikan dan pelatihan dasar golongan II di Kejaksaan RI. Diharapkan rancangan ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Kejaksaan, serta menjadi panduan dalam pelaksanaan tugas secara profesional dan berintegritas. Semoga rancangan ini juga bermanfaat bagi pengembangan diri penulis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di masa mendatang.
Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penulisan Rancangan Aktualisasi ini, khususnya kepada:
1. Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum., selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.
2. Ade Tajudin Sutiawarman, S.H., selaku Sekertaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.
3. Dr. Bambang Gunawan, S.H., M.Hum., selaku Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan Badiklat Kejaksaan RI.
4. Dr. Setyo Utomo, S.H., M.Hum., M.Kn., selaku Kepala Bidang Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Diklat Kejaksaan RI.
5. Bambang Yunianto, S.H., selaku Kepala Kejaksaan Negeri Sleman dan penguji rancangan aktualisasi.
6. Panji Wiratno, S.H., M.H., selaku mentor sekaligus coach.
7. R. A. Dini Putri Kusharjanti, S.S., S.H., MPA, selaku Ketua Penyelenggara Daerah pada Kejaksaan Negeri Sleman.
8. Murti Ari Wibowo, S.H., M.H., selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman.
9. Segenap seluruh Jaksa dan Staff pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman.
10.Teman-teman angkatan CPNS 2023 Kejaksaan Negeri Sleman.
11.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah tulus membantu dan memberikan sarannya terhadap penyusunan tugas ini.
Penulis mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan yang diberikan. Semoga amal baik mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa rancangan ini masih perlu perbaikan, oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dari semua pihak agar penulisan ini dapat lebih baik. Semoga rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi penulis dan semua pembaca.
Sleman, 30 Oktober 2024
Andri Setyawan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI...iv
BAB I PENDAHULUAN... 1
1. Profil Lembaga... 1
2. Visi Misi Satuan Kerja...5
3. Tugas dan Fungsi Peserta...7
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI...10
1. Identifikasi Isu...10
2. Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diharapkan...10
3. Menentukan Isu Utama Dengan Metode USG...12
4. Gagasan dan Judul...14
5. Matriks Rancangan Aktualisasi...15
6. Jadwal Kegiatan...24
LAMPIRAN... 25
1. Berita Acara Seminar Rancangan...25
2. Scan Surat Keterangan CPNS dan Surat Perintah (SP)...26
3. Form Persetujuan...31
4. PPT Rancangan...32
BAB I PENDAHULUAN
1. Profil Lembaga Sejarah
Istilah "Kejaksaan" memiliki akar sejarah yang dalam, berasal dari zaman Majapahit dengan sebutan dhyaksa, adhyaksa, dan dharmadhyaksa, yang semuanya berakar dari bahasa Sansekerta. Dalam konteks ini, dhyaksa berperan sebagai hakim, sedangkan adhyaksa merupakan hakim tertinggi. Pada era kolonial Belanda, lembaga yang serupa dikenal sebagai Openbaar Ministerie, yang berfokus pada kepentingan penjajah, terlihat dari penerapan delik terkait hatzaai artikelen dalam Wetboek van Strafrecht (WvS). Selama masa penjajahan Jepang, Kejaksaan diakui sebagai lembaga penuntut umum berdasarkan Undang-Undang Militer No. 1/1942 dan diubah dengan Osamu Seirei No.
3/1942, No. 2/1944, dan No. 49/1944.
Setelah Indonesia merdeka, fungsi Kejaksaan tetap dipertahankan sesuai Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 dan PP No. 2 Tahun 1945.
Kejaksaan secara resmi berada di bawah Departemen Kehakiman dengan Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama. Pada tanggal 22 Juli 1960, Kejaksaan menjadi lembaga mandiri melalui Keputusan Presiden No. 204/1960, yang kemudian diperingati sebagai Hari Bhakti Adhyaksa. Pengesahan UU No. 15 Tahun 1961 selanjutnya menguatkan posisi Kejaksaan sebagai alat penegak hukum negara.
Selama Orde Baru, UU No. 5 Tahun 1991 menggantikan UU 1961 dan mengatur struktur organisasi baru berdasarkan Keputusan Presiden No.
55 Tahun 1991. Reformasi yang terjadi membawa perubahan signifikan bagi Kejaksaan RI, terutama dalam penanganan korupsi. Dengan hadirnya UU No. 16 Tahun 2004, lembaga ini semakin memperkuat
independensinya dari pengaruh pemerintah, menetapkan peran penting dalam penuntutan, eksekusi keputusan pengadilan, serta tanggung jawab di bidang perdata, tata usaha negara, dan ketertiban umum.
Melalui UU No. 11 Tahun 2021 yang menggantikan UU No. 16 Tahun 2004, terdapat berbagai perubahan penting. Definisi Kejaksaan dan jaksa penuntut umum dijelaskan dengan lebih jelas. Selain itu, usia minimal pengangkatan jaksa ditetapkan antara 23 hingga 30 tahun, dengan penekanan pada pendidikan khusus untuk jaksa. Jaksa juga dapat ditugaskan di instansi lain untuk pengalaman tambahan, sementara perlindungan bagi jaksa dan keluarganya disesuaikan dengan standar internasional. Usia pensiun jaksa diubah dari 62 menjadi 60 tahun, dan peran jaksa agung di Mahkamah Konstitusi diperluas. Penambahan wewenang juga diberikan kepada kejaksaan, termasuk pemulihan aset dan mediasi penal.
Kejaksaan mengusung doktrin Tri Krama Adhyaksa, yang mencakup nilai-nilai esensial bagi setiap anggota adhyaksa:
a. Satya: Kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama.
b. Adhi: Kesempuraan dalam bertugas dan yang berunsur utama pemilikan rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keluarga dan sesama manusia.
c. Wicaksana: Bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku, khususnya dalam pengetrapan tugas dan kewenangannya.
Struktur Kejaksaan
Struktur Kejaksaan RI terbagi menjadi beberapa tingkat satuan kerja, dimulai dari Kejaksaan Agung yang terletak di ibukota dan dipimpin oleh Jaksa Agung, kemudian dilanjutkan dengan Kejaksaan Tinggi yang beroperasi di tingkat provinsi. Di bawahnya, Kejaksaan Negeri berada di
ibukota kabupaten atau kotamadya, serta terdapat Cabang Kejaksaan Negeri sebagai pembantu tugas dari Kejaksaan Negeri.
Posisi Jaksa Agung yang penting ini dipilih dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dalam hirarki, Jaksa Agung membawahi tujuh Jaksa Agung Muda (JAM), Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, serta 33 Kepala Kejaksaan Tinggi di setiap provinsi. Dengan posisi sentral dan peran strategis tersebut, Kejaksaan berfungsi sebagai filter antara proses penyidikan dan pemeriksaan di persidangan, serta sebagai pelaksana penetapan dan keputusan pengadilan. Tanggung jawab lembaga ini sebagai pengendali proses perkara (Dominus Litis) sangat krusial, karena hanya Kejaksaan yang memiliki kewenangan untuk menentukan kelayakan suatu kasus agar dapat diajukan ke pengadilan berdasarkan alat bukti yang sah menurut hukum.
Salah satu Kejaksaan Tinggi yang ada adalah Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membawahi lima Kejaksaan Negeri, termasuk Sleman, Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Kejaksaan Negeri Sleman sendiri terletak di Kabupaten Sleman, yang memiliki luas 57.482 Ha atau 574,82 km², mencakup sekitar 18% dari total luas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara administratif, Kabupaten Sleman terdiri atas 17 kecamatan, 86 desa, dan 1.212 dusun, yang menunjukkan kompleksitas tugas yang harus dihadapi oleh Kejaksaan Negeri Sleman.
Struktur organisasi Kejaksaan Negeri Sleman dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri, Bambang Yunianto, S.H., yang bertanggung jawab atas seluruh fungsi dan operasional kantor. Terdapat enam seksi dibawahnya yakni sebagai berikut:
a. Subbagian Pembinaan dipimpin oleh R. A. Dini Putri Kusharjanti, S.S., S.H., MPA.
b. Seksi Intelijen dipimpin oleh Murti Ari Wibowo, S.H.
c. Seksi Tindak Pidana Umum dipimpin oleh Agung Wijayanto, S.E., S.H., M.H.
d. Seksi Tindak Pidana Khusus dipimpin oleh Indra Aprio Handry Saragih, S.H., M.H. Li.
e. Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara dipimpin oleh Panji Wiratno, S.H., M.H.
f. Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) dipimpin oleh Dwi Febri Nurhananto, S.H.
Masing-masing seksi tersebut di atas didukung oleh jabatan pelaksana, seperti Pengelola Penanganan Perkara, Petugas Barang Bukti, dan Penelaah Teknis Kebijakan, guna memastikan kegiatan operasional yang lebih efektif. Saat ini, Kejaksaan Negeri Sleman memiliki total 128 pegawai, termasuk pejabat Eselon III, IV, dan V, serta tenaga pendukung lainnya, yang berkontribusi terhadap pencapaian tujuan lembaga.
Kejaksaan Negeri Sleman juga telah meraih sejumlah penghargaan yang membanggakan. Pada tahun 2013, lembaga ini menerima penghargaan Sidhakarya sebagai Kejaksaan Negeri Tipe A terbaik se- Indonesia, dan pada 2015 menduduki peringkat ketiga. Tidak hanya itu, Kejaksaan Negeri Sleman terus berinovasi di bidang teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan publik. Pada tahun 2013, mereka meluncurkan program SIKENES, yang diikuti dengan layanan antar barang bukti. Kemudian, pada tahun 2015, sistem SITIOS diperkenalkan, diikuti dengan peluncuran Sistem Layanan Publik (SIMALIK) yang dapat diakses secara online pada tahun 2016. Di tahun 2017, mereka menghadirkan SIDABAN (Smart Data Bank Intelijen), dan pada 2024, dua program baru diluncurkan, yaitu Jaksa Bina Desa (Jabinsa) dan Jaksa Sahabat Kampus (Jabat Kampus). Hingga Oktober 2024, total perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sleman mencapai 624 perkara, mencerminkan komitmen mereka dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.
2. Visi Misi Satuan Kerja
Visi dan Misi Kejaksaan RI adalah sebagai berikut:
a. Visi: Menjadi Lembaga Penegak Hukum yang Professional, Proporsional dan Akuntabel.
Dengan Penjelasan:
1) Lembaga Penegak Hukum: Kejaksaan RI sebagai salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyidik pada tindak pidana tertentu, penuntut umum, pelaksana penetapan hakim, pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, pidana pengawasan dan lepas bersyarat, bertindak sebagai Pengacara Negara serta turut membina ketertiban dan ketentraman umum melalui upaya antara lain : meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, Pengamanan kebijakan penegakan hukum dan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan penyalahgunaan penodaan agama.
2) Profesional: Segenap aparatur Kejaksaan RI dalam melaksanakan tugas didasarkan atas nilai luhur “TRI KRAMA ADHYAKSA” serta kompetensi dan kapabilitas yang ditunjang dengan pengetahuan dan wawasan yang luas serta pengalaman kerja yang memadai dan berpegang teguh pada aturan serta kode etik profesi yang berlaku.
3) Proporsional: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kejaksaan selalu memakai semboyan yakni menyeimbangkan yang tersurat dan tersirat dengan penuh tanggungjawab, taat
azas, efektif dan efisien serta penghargaan terhadap hak-hak publik.
4) Akuntabel: Bahwa kinerja Kejaksaan Republik Indonesia dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Misi:
1) Meningkatkan Peran Kejaksaan Republik Indonesia Dalam Program Pencegahan Tindak Pidana.
2) Meningkatkan Profesionalisme Jaksa Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana.
3) Meningkatkan Peran Jaksa Pengacara Negara Dalam Penyelesaian Masalah Perdata dan Tata Usaha Negara.
4) Mewujudkan Upaya Penegakan Hukum Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat.
5) Mempercepat Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Kejaksaan Republik Indonesia yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Sebagai salah satu instansi yang berada di bawah naungan Kejaksaan RI, Kejaksaan Negeri Sleman memiliki Visi dan Misi tersendiri yang disesuaikan dengan karakteristik lokal serta kebutuhan hukum di wilayah Sleman. Namun demikian, Visi dan Misi tersebut tetap sejalan dan senantiasa mengacu pada visi dan misi utama Kejaksaan RI. Hal ini dilakukan guna memastikan kesatuan gerak dan langkah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kejaksaan secara nasional. Adapun Visi dan Misinya sebagai berikut:
a. Visi: Terciptanya aparatur kejaksaan yang profesional dengan dilandasi integritas moral yang tinggi untuk mewujudkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.
b. Misi:
1) Menyatukan tata pikir, tata laku dan tata kerja dalam penegakan hukum.
2) Meningkatkan profesionalisme aparatur dilandasi integritas kepribadian dan disiplin yang tangguh dalam upaya penegakan supremasi hukum,
3) Melaksanakan tugas dan wewenangnya dengan mengingat norma keagamaan, kesopanan, kesusilaan serta memperhatikan rasa keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat.
4) Optimalisasi pemberantasan KKN.
5) Meningkatkan pelayanan hukum dan pertanggung jawaban publik.
3. Tugas dan Fungsi Peserta
Berdasarkan Perja No. 3 Tahun 2024 yang mengganti Perja No. 1 Tahun 2021 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri Sleman yang termasuk Kejaksaan Negeri Tipe A perihal tugas dan wewenang Seksi Intelijen diatur dalam pasal 963 dan 965.
Pasal 963 berbunyi: Seksi Intelijen mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang Kejaksaan di bidang Intelijen penegakan hukum dan penerangan hukum di daerah hukum Kejaksaan Negeri.
Pasal 966 berbunyi sebagai berikut:
a. Subseksi I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan rencana dan program kerja serta laporan pelaksanaannya, perencanaan, pengkajian, pelaksanaan, pengadministrasian, pengendalian, penilaian dan pelaporan kebijakan teknis, kegiatan intelijen, operasi intelijen, administrasi intelijen, dan pemberian dukungan teknis secara intelijen kepada
bidang lain, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, penyusunan, penyajian, pengadministrasian, pendistribusian, dan pengarsipan laporan berkala, laporan insidentil, perkiraan keadaan intelijen, hasil pelaksanaan rencana kerja dan program kerja, kegiatan intelijen dan operasi intelijen, pengendalian penyelenggaraan administrasi intelijen, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, pengelolaan dan pelaporan teknologi informasi, perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan bank data intelijen dan pengamanan informasi, pemeliharaan perangkat intelijen, perencanaan, pelaksanaan, pengadministrasian, dan pelaporan kegiatan bidang penerangan hukum, perencanaan dan pelaksanaan koordinasi dan/atau kerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, instansi, dan organisasi, pemberian bimbingan dan pembinaan teknis intelijen dan administrasi intelijen di bidang ideologi, politik, pertahanan, keamanan, sosial, budaya, kemasyarakatan, teknologi informasi, produksi intelijen, dan penerangan hukum, serta penyiapan bahan evaluasi kinerja fungsional sandiman.
b. Subseksi II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan rencana dan program kerja serta laporan pelaksanaannya, perencanaan, pengkajian, pelaksanaan, pengadministrasian, pengendalian, penilaian dan pelaporan kebijakan teknis, kegiatan intelijen, operasi intelijen, pengawalan dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan, administrasi intelijen, dan pemberian dukungan teknis secara intelijen kepada bidang lain, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, penyusunan, penyajian, pengadministrasian, pendistribusian, dan pengarsipan laporan berkala, laporan insidentil, perkiraan keadaan intelijen, hasil pelaksanaan rencana kerja dan program kerja, kegiatan intelijen dan operasi intelijen, pengawalan dan
pengamanan pemerintahan dan pembangunan proyek yang bersifat strategis, pengendalian penyelenggaraan administrasi intelijen, perencanaan, dan pelaksanaan koordinasi dan/atau kerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, instansi, dan organisasi, pemberian bimbingan dan pembinaan teknis intelijen, dan administrasi intelijen yang berkaitan dengan bidang ekonomi, keuangan, dan pengamanan pembangunan yang bersifat strategis.
Adapun saat ini, penulis ditempatkan di Seksi Intelijen terkhusus di bawah Subseksi I, yang menangani berbagai aspek strategis seperti ideologi, politik, pertahanan, keamanan, sosial, budaya, kemasyarakatan, teknologi informasi, produksi intelijen, serta penerangan hukum. Selain itu, Subseksi ini juga bertanggung jawab atas penyiapan bahan evaluasi kinerja fungsional sandiman. Dalam kesehariannya, penulis bertugas mendokumentasikan berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Sleman, khususnya yang berkaitan dengan publikasi di media sosial. Tugas tersebut melibatkan pengelolaan dan penyebaran informasi yang relevan dan akurat untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat citra institusi melalui platform media digital.
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI
1. Identifikasi Isu
Setiap bidang di Kejaksaan Negeri Sleman memiliki tanggung jawab dan fungsi yang berbeda, namun hal ini belum sepenuhnya tercermin secara efektif dalam publikasi yang ada. Tidak adanya penggunaan template khusus untuk setiap bidang membuat masyarakat sulit mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu, seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, atau Seksi Tindak Pidana Khusus.
Oleh karena itu, standarisasi template menjadi sangat penting.
Ketidakkonsistenan dalam setiap unggahan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman bisa mengaburkan identitas dan peran masing-masing bidang, serta berdampak pada kesan profesionalitas dan citra publik terhadap lembaga tersebut. Kurangnya keseragaman ini juga berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat, karena tampilan yang tidak konsisten dapat memberikan kesan bahwa informasi yang disampaikan kurang profesional atau tidak terorganisir. Hal ini dapat mengurangi kredibilitas lembaga di mata publik. Selain itu, tanpa standarisasi visual, pesan penting yang ingin disampaikan Kejaksaan Negeri Sleman melalui publikasi digital mungkin tidak tersampaikan secara optimal, karena tampilan yang berantakan mengurangi daya tarik dan efektivitas komunikasi yang diharapkan.
2. Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diharapkan
Saat ini, penyampaian informasi melalui media sosial Kejaksaan Negeri Sleman belum terstandarisasi secara optimal, terutama dalam penggunaan template visual yang konsisten di antara setiap bidang.
Meskipun masing-masing bidang seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, dan Seksi Tindak Pidana Khusus memiliki tugas dan
fungsi yang berbeda, perbedaan ini tidak tercermin dengan jelas dalam konten yang dipublikasikan diplatform media sosial resmi Kejaksaan Negeri Sleman seperti Instagram, Facebook, dan X. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan template antar bidang telah menciptakan kesulitan bagi publik untuk mengidentifikasi konten yang sesuai dengan bidang terkait, sehingga peran dan identitas masing-masing bidang menjadi kabur.
Publikasi yang tidak terstandarisasi ini juga berpotensi menimbulkan kebingungan dalam persepsi masyarakat, di mana tampilan yang tidak seragam di Instagram, Facebook, dan X memberi kesan bahwa informasi yang disampaikan tidak profesional atau tidak terorganisir dengan baik.
Selain itu, hal ini bisa menurunkan kredibilitas Kejaksaan Negeri Sleman di mata publik, dan pesan penting yang ingin disampaikan melalui platform digital tidak tersampaikan dengan efektif karena lemahnya aspek visual.
Ke depannya, dengan adanya standar yang jelas dan pedoman yang terstruktur terkait penggunaan template visual per bidang, publikasi di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman diharapkan dapat berjalan secara optimal, konsisten dan profesional. Aplikasi Canva akan digunakan sebagai platform utama dalam pembuatan dan pengelolaan template visual untuk setiap bidang. Canva dipilih karena kemudahannya dalam menggabungkan elemen visual yang profesional dan seragam, yang sesuai dengan identitas masing-masing bidang, sehingga memudahkan publik untuk mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu.
Setiap bidang, seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, Seksi Tindak Pidana Khusus, dan lainnya akan memiliki template visual yang sesuai dengan identitas masing-masing, sehingga memudahkan publik untuk mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu.
Standarisasi ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Negeri Sleman, karena tampilan visual
yang konsisten dan teratur mencerminkan profesionalitas dan komitmen lembaga dalam menyampaikan informasi secara tepat dan terorganisir.
Dengan demikian, pesan-pesan penting yang ingin disampaikan melalui media sosial dapat lebih efektif diterima oleh audiens, dan kredibilitas Kejaksaan Negeri Sleman di mata masyarakat akan meningkat.
3. Menentukan Isu Utama Dengan Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth)
Penulis dalam merancang aktualisasi ini menggunakan metode alat bantu analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) untuk mengevaluasi dan memprioritaskan isu-isu yang muncul. Analisis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait urgensi, dampak, dan potensi perkembangan dari setiap isu yang dihadapi. Dengan skala skor 1 untuk paling tidak mendesak diselesaikan dan skor 5 untuk paling mendesak diselesaikan. Berikut penjelasan mengenai ketiga komponen analisis USG:
a. Urgency/Mendesak (U/M): Mengukur seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti. Isu dengan tingkat urgensi yang tinggi harus segera diatasi, sementara isu dengan tingkat urgensi rendah bisa ditangani di kemudian hari.
b. Seriousness/Kegawatan (S/G): Menilai seberapa serius dampak dari suatu isu jika tidak segera diatasi. Isu yang dapat menimbulkan kerugian besar atau masalah jangka panjang dianggap serius.
c. Growth/Pertumbuhan (G/P): Mengukur seberapa besar kemungkinan suatu isu akan memburuk jika tidak segera ditangani.
TABEL ANALISIS ISU DENGAN METODE USG
No Isu Skor USG
Total Skor Ranking
U S G
1
Belum optimalnya penyampaian informasi dan pengidentifikasian yang lebih jelas terkait bidang
yang bersangkutan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman
5 5 5 15 1
2
Belum optimalnya penyimpanan file dokumentasi kegiatan, beberapa file sering hilang atau
corrupt ketika akan dibutuhkan
4 5 4 13 2
3
Sering terlewatnya acara dan hari penting yang harus diupload
di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman
3 4 4 11 3
Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), isu utama yang dipilih adalah "Belum optimalnya penyampaian informasi dan pengidentifikasian yang lebih jelas terkait bidang yang bersangkutan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman".
Metode USG memberikan penilaian terhadap tiga aspek penting:
a. Urgency/Mendesak (U/M): Isu ini dinilai mendesak karena berhubungan langsung dengan citra dan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Negeri Sleman. Penyampaian informasi yang kurang optimal dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan segera.
b. Seriousness/Kegawatan (S/G): Isu ini memiliki tingkat keseriusan yang tinggi karena jika dibiarkan, dampaknya bisa mempengaruhi profesionalitas lembaga dan menyebabkan publik kesulitan mengidentifikasi tugas dan fungsi dari masing-masing bidang. Hal ini berpotensi menurunkan kredibilitas institusi di mata publik.
c. Growth/Pertumbuhan (G/P): Potensi pertumbuhan masalah ini juga besar, karena jika tidak segera ditangani, ketidakkonsistenan dalam publikasi media sosial akan terus berkembang, memperburuk citra institusi dan semakin memperlemah efektivitas komunikasi publik.
4. Gagasan dan Judul
Berdasarkan analisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), pemilihan gagasan dan judul isu utama berfokus pada "Optimalisasi Penggunaan Template Pada Bidang Untuk Publikasi Media Sosial Kejaksaan Negeri Sleman". Optimalisasi ini akan dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi Canva sebagai alat utama untuk merancang template visual yang konsisten antar bidang.
Metode USG menilai bahwa isu ini mendesak (Urgency) karena berdampak langsung pada citra dan kepercayaan publik terhadap institusi. Dari sisi kegawatan (Seriousness), jika dibiarkan, isu ini dapat mengganggu profesionalitas lembaga dan menyulitkan publik dalam memahami tugas masing-masing bidang, sehingga menurunkan kredibilitas Kejaksaan. Selain itu, dari aspek pertumbuhan (Growth), ketidakkonsistenan dalam publikasi dapat terus berkembang, memperburuk citra lembaga dan melemahkan efektivitas komunikasi publik di masa mendatang.
5. Matriks Rancangan Aktualisasi NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 1. Kegiatan terkait
identifikasi kebutuhan
template masing- masing bidang
1. Melakukan riset terhadap warna dan elemen visual yang dapat mewakili karakteristik masing-masing;
2. Mencari identitas visual yang kuat untuk setiap bidang, seperti
pemilihan warna dan logo bidang yang spesifik.
1. Telah dilakukan riset mengenai warna dan elemen visual yang dapat mencerminkan karakteristik masing-masing bidang,
menghasilkan berbagai pilihan warna yang sesuai;
2. Identitas visual yang
merepresentasi bidang terkait telah dipilih, termasuk warna dan logo bidang- bidang terkait.
KOMPETEN Melakukan riset menunjukkan upaya untuk
terus belajar dan meningkatkan keahlian,
khususnya dalam memahami aspek visual
yang sesuai. ASN yang kompeten berusaha memahami kebutuhan untuk menciptakan hasil
yang tepat dan efektif BERORIENTASI
PELAYANAN Mencari identitas visual yang tepat berhubungan
dengan penyampaian pesan yang lebih jelas dan efektif kepada publik,
yang pada akhirnya meningkatkan kualitas
pelayanan. Identitas visual yang kuat membantu masyarakat lebih mudah mengenali bidang dan fungsinya,
VISI
Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas tinggi. Hal ini terlihat dalam melakukan riset
terhadap warna dan elemen visual yang
dapat mewakili karakteristik masing-
masing, yang menunjukkan upaya untuk memahami dan
menghargai identitas serta nilai-nilai yang
dimiliki oleh setiap bidang
MISI
Dalam konteks ini, mencari identitas
visual yang kuat untuk setiap bidang,
seperti pemilihan warna dan logo bidang yang spesifik, mencerminkan upaya
SATYA Melakukan riset warna dan elemen
visual adalah wujud kesetiaan
pada nilai kejujuran dan keterbukaan dalam
menggali identitas yang otentik dan mewakili masing- masing bidang
ADHI Riset dilakukan
dengan penuh tanggung jawab untuk menciptakan
template yang tepat, sehingga
setiap bidang dapat terwakili dengan baik dan
efektif WICAKSANA Pemilihan warna
yang sejalan dengan tujuan melayani publik
dengan lebih baik
untuk menciptakan citra yang konsisten dan profesional. Hal ini juga menunjukkan
bahwa setiap bidang berkontribusi pada penegakan hukum dan pelayanan publik
yang lebih baik, sesuai dengan tujuan
misi yang lebih luas
dan logo yang kuat menunjukkan kebijaksanaan
dalam menciptakan template yang bijak dan sesuai dengan kebutuhan
serta karakteristik setiap bidang NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 2. Penyelarasan
template yang akan dibuat dengan logo dan branding
Kejaksaan
1. Mengumpulkan masukan dari masing-masing bidang terkait rancangan template yang akan dibuat;
2. Meninjau
kembali logo dan branding Kejaksaan yang sudah ada untuk memastikan keselarasan dengan
template yang akan dibuat.
1. Semua masukan telah
dikumpulkan dan dianalisis, menghasilkan ringkasan ide yang sesuai;
2. Antara logo dan branding
Kejaksaan telah selaras dengan rancangan template
KOLABORATIF Mengumpulkan masukan
dari berbagai bidang mencerminkan sikap kolaboratif, di mana ASN
bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pandangan
yang beragam dan memastikan template yang
dibuat sesuai dengan kebutuhan setiap bidang
AKUNTABEL Meninjau ulang logo dan
branding untuk memastikan keselarasan
menunjukkan tanggung
VISI Mengedepankan profesionalisme dan
integritas dengan meninjau logo dan branding yang ada untuk memastikan keselarasan dengan
template baru menunjukkan komitmen untuk menjaga konsistensi dan citra profesional, yang penting dalam
membangun kepercayaan publik
dan identitas organisasi
SATYA Mengumpulkan
masukan dari setiap bidang mencerminkan kesetiaan pada
prinsip keterbukaan dan
kejujuran dalam menciptakan template yang
mewakili kepentingan semua pihak
ADHI Meninjau logo dan
branding dengan
jawab dalam menjaga identitas organisasi dan
memastikan setiap elemen yang dibuat sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga
dapat
dipertanggungjawabkan
MISI Mengumpulkan masukan dari setiap bidang menunjukkan
kolaborasi dan partisipasi, yang
mendukung penyatuan ide dan
pemikiran dalam menciptakan rancangan yang
efektif
penuh tanggung jawab memastikan
kesempurnaan dan keselarasan
antara template baru dengan
identitas Kejaksaan yang
sudah ada WICAKSANA
Memastikan harmonisasi visual melalui peninjauan logo adalah bentuk
kebijaksanaan dalam menjaga
identitas dan kewibawaan lembaga secara
tepat dan konsisten NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 3. Kegiatan
pembuatan template untuk masing-masing
bidang di
Kejaksaan Negeri Sleman dengan
1. Mendesain beberapa konsep awal template
dengan aplikasi Canva
berdasarkan
1. Konsep awal template telah berhasil dibuat;
2. Konsep awal template telah disajikan kepada pihak terkait dari
KOMPETEN Mendesain template menggunakan aplikasi dan
berdasarkan analisis data menunjukkan kemampuan teknis yang baik. ASN yang
kompeten mampu
VISI
Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral
tinggi, yang tercermin dalam upaya mendesain beberapa
SATYA Mendesain konsep
awal template dengan Canva berdasarkan
analisis mencerminkan
menggunakan aplikasi Canva
hasil analisis dan
pengumpulan data;
2. Menyajikan konsep awal template kepada pihak terkait dari masing-masing bidang;
3. Mendapatkan masukan dan umpan balik.
masing-masing bidang;
3. Masukan dan umpan balik diterima.
memanfaatkan alat dan informasi yang ada untuk menghasilkan produk yang
efektif dan relevan AKUNTABEL Menyajikan konsep kepada pihak terkait mencerminkan akuntabilitas, di mana ASN
menunjukkan tanggung jawab dalam memberikan
informasi yang jelas dan transparan tentang pekerjaan yang telah
dilakukan KOLABORATIF Proses mendapatkan masukan dan umpan balik menunjukkan sikap kolaboratif, di mana ASN
berupaya melibatkan berbagai pihak untuk
memperbaiki dan menyempurnakan konsep yang ada, serta
memastikan bahwa semua suara dan kebutuhan diperhatikan
konsep awal template menggunakan aplikasi
Canva. Proses ini dilakukan berdasarkan
analisis dan pengumpulan data
yang matang, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai
kebenaran dan keadilan
MISI Menyatukan tata pikir, tata laku, dan
tata kerja dalam penegakan hukum
tercermin saat konsep template disajikan kepada masing-masing bidang, mendukung
transparansi dan kolaborasi. Masukan dan umpan balik dari mereka menunjukkan upaya peningkatan
profesionalisme.
Sikap terbuka terhadap kritik dan saran juga sejalan
kejujuran dan dedikasi untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan
setiap bidang ADHI Menyajikan konsep kepada
pihak terkait adalah bentuk tanggung jawab dalam memastikan
bahwa setiap desain yang dibuat telah diperiksa dan memenuhi standar
kesempurnaan WICAKSANA Mendapatkan umpan balik menunjukkan kebijaksanaan dalam menerima
saran dan memperbaiki hasil
agar lebih sesuai dengan visi
bersama
dengan misi untuk menjalankan tugas
dengan memperhatikan norma kemanusiaan,
serta berkontribusi pada pemberantasan KKN dan peningkatan
pelayanan hukum NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 4. Kegiatan revisi
dan finalisasi template
1. Mengumpulkan semua masukan dari pihak terkait setelah
penyajian konsep awal template untuk memahami aspek yang perlu diperbaiki;
2. Menganalisis umpan balik yang diterima untuk
menentukan prioritas revisi dan perubahan yang diperlukan pada desain template;
1. Semua masukan dari pihak terkait telah berhasil dikumpulkan;
2. Umpan balik telah dianalisis untuk
menentukan prioritas revisi;
3. Template telah direvisidengan menggunakan aplikasi Canva sesuai dengan masukan yang diterima;
4. Desain template final telah selesai dan siap
digunakan oleh
KOLABORATIF Mengumpulkan masukan
menunjukkan sikap kolaboratif, di mana ASN melibatkan berbagai pihak
dalam proses perbaikan, serta menghargai kontribusi dan perspektif
mereka untuk menghasilkan produk yang
lebih baik AKUNTABEL Menganalisis umpan balik menunjukkan akuntabilitas karena ASN bertanggung
jawab untuk menindaklanjuti masukan
yang diterima dan memastikan bahwa revisi
VISI
Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral
yang tinggi, yang terlihat dalam upaya untuk mengumpulkan
semua masukan dari pihak terkait setelah penyajian konsep awal
template. Dalam proses ini bertujuan
untuk memahami aspek-aspek yang
perlu diperbaiki, sehingga selaras dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang menjadi
dasar visi
SATYA Mengumpulkan
masukan dari pihak terkait mencerminkan kesetiaan pada
prinsip keterbukaan dan
kejujuran dalam menyempurnakan
desain template yang sesuai
kebutuhan bersama
ADHI Menganalisis umpan balik dan
melakukan perubahan adalah
3. Melakukan perubahan dan perbaikan pada template sesuai dengan analisis umpan balik dengan aplikasi Canva;
4. Menyelesaikan desain template yang telah direvisi,
memastikan konsistensi dengan identitas Kejaksaan yang siap untuk diunggah di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman.
masing-masing bidang.
dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang
dan relevan KOMPETEN Melakukan perbaikan
berdasarkan analisis menunjukkan kompetensi dalam merespons umpan balik dengan cara yang
konstruktif, serta kemampuan untuk menerapkan perubahan
yang diperlukan dalam desain secara profesional
BERORIENTASI PELAYANAN Menyelesaikan desain template yang konsisten
dengan identitas Kejaksaan menunjukkan orientasi pada pelayanan publik, memastikan bahwa
semua produk yang dihasilkan dapat memperkuat citra dan pelayanan yang diberikan
kepada masyarakat
MISI meningkatkan profesionalisme tercermin dari analisis
umpan balik untuk revisi template,
menunjukkan responsivitas terhadap masukan penting. Perbaikan berdasarkan analisis
ini mencerminkan komitmen pada norma kemanusiaan,
sementara penyelesaian desain template yang sesuai
identitas Kejaksaan mendukung peningkatan pelayanan hukum
dan akuntabilitas publik
wujud tanggung jawab untuk
mencapai kesempurnaan
dalam setiap revisi, memastikan
desain template memenuhi standar
yang diharapkan WICAKSANA Menyelesaikan
desain akhir dengan konsistensi pada
identitas Kejaksaan menunjukkan kebijaksanaan dalam menjaga keselarasan dan kualitas yang tepat
untuk publikasi resmi
NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 5. Implementasi
penggunaan template yang digunakan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman
(Instagram, Facebook, dan X) secara
menyeluruh
1. Menerapkan template baru secara langsung pada unggahan media sosial untuk konten harian tiap bidang;
2. Mengunggah ulang melalui fitur “story” agar menjangkau banyak audiens;
3. Menggunakan template dalam publikasi reguler untuk
memastikan konsistensi.
1. Template baru telah diterapkan secara langsung pada unggahan harian media sosial untuk setiap bidang, meningkatkan tampilan dan penyampaian informasi;
2. Audiens yang terjangkau semakin banyak dan informasi yang
disampaikan dapat
tersebarluaskan;
3. Template
digunakan dalam publikasi reguler, memastikan konsistensi
desain dan
identitas visual Kejaksaan di seluruh konten yang diunggah.
BERORIENTASI PELAYANAN Menerapkan template baru
menunjukkan komitmen untuk memberikan konten
yang berkualitas dan relevan kepada masyarakat, yang merupakan bagian dari
pelayanan publik yang lebih baik ADAPTIF
Menggunakan fitur "story"
sebagai strategi untuk menjangkau audiens yang
lebih luas menunjukkan kemampuan ASN untuk beradaptasi dengan tren dan teknologi baru dalam komunikasi, serta responsif
terhadap kebutuhan masyarakat AKUNTABEL Penggunaan template secara konsisten dalam publikasi mencerminkan tanggung jawab dan
VISI
Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral
yang tinggi, yang tercermin dalam penerapan template baru secara langsung pada unggahan media sosial untuk konten harian setiap bidang.
Langkah ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai
kebenaran dan keadilan melalui komunikasi yang efektif
dan profesional MISI
Salah satu misi yang ada adalah menekankan
peningkatan pelayanan hukum
dan
pertanggungjawaban publik. Penggunaan
SATYA Menerapkan template baru untuk unggahan
media sosial mencerminkan kesetiaan pada integritas dan keterbukaan dalam
menyajikan informasi yang terstruktur dan profesional
ADHI Mengunggah ulang melalui fitur
"story" adalah wujud tanggung
jawab dalam memperluas jangkauan
informasi, memastikan pesan
Kejaksaan sampai ke audiens yang
lebih luas
akuntabilitas dalam menyampaikan informasi
yang jelas dan terstandarisasi kepada publik, serta memastikan
bahwa setiap konten yang diunggah sesuai dengan identitas dan nilai
organisasi
ulang fitur "story" dan template publikasi
memastikan transparansi, aksesibilitas, serta konsistensi informasi,
mendukung profesionalisme, dan
berkontribusi pada pemberantasan KKN
WICAKSANA Menggunakan template secara konsisten dalam
publikasi menunjukkan kebijaksanaan dalam menjaga
identitas visual yang kuat dan berkesinambungan NO KEGIATAN TAHAPAN
KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN
NILAI-NILAI DASAR ASN
KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI
PENGUATAN NILAI ORGANISASI 6. Melakukan
peninjauan
berkala terhadap hasil kegiatan aktualisasi
1. Mengamati hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan;
2. Melakukan peninjauan berkala terhadap penggunaan template di setiap bidang;
3. Mencatat penyimpangan atau masalah yang muncul terkait
implementasi template di
1. Hasil kegiatan telah diamati;
2. Peninjauan berkala terhadap penggunaan template di setiap bidang telah dilakukan, memastikan penerapan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan;
3. Semua
penyimpangan atau masalah yang muncul terkait
AKUNTABEL Mengamati hasil kegiatan
mencerminkan sikap akuntabel, di mana ASN bertanggung jawab untuk mengevaluasi kinerja dan
memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan
berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang
telah ditetapkan KOMPETEN Melakukan peninjauan
berkala menunjukkan kompetensi dalam
manajemen dan pengawasan, memastikan
VISI
Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral
yang tinggi, yang terlihat dalam upaya untuk mengamati hasil
kegiatan yang telah dilaksanakan. Proses
ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai
kebenaran dan keadilan melalui evaluasi yang cermat
terhadap kinerja
SATYA Dalam proses pembuatan desain
dan pengadaan banner mengenai
layanan register kehadiran saksi
harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran guna mengetahui nilai dan kualitas dari
barang yang diperoleh
ADHI Sempurna dalam
media sosial. implementasi template di media sosial telah dicatat untuk dianalisis lebih lanjut dan dilakukan
perbaikan.
bahwa penggunaan template tetap relevan dan
efektif dalam mendukung komunikasi publik setiap
bidang BERORIENTASI
PELAYANAN Mencatat penyimpangan
atau masalah menunjukkan upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada publik.
Dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang muncul, ASN dapat
memastikan bahwa konten yang disajikan
tetap berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat
MISI Peningkatan profesionalisme dan
kepatuhan pada norma terlihat dari
peninjauan rutin penggunaan template, yang
memastikan konsistensi informasi.
Mencatat masalah implementasi menunjukkan tanggung jawab, mendukung misi pelayanan hukum
dan
pertanggungjawaban publik.
pembuatan desain sehingga tidak
menimbulkan perbaikan- perbaikan yang
menghabiskan biaya dan waktu.
WICAKSANA Menempatkan kebijaksanaan sebagai landasan dalam mengambil keputusan dan menjaga setiap tutur kata dan
tingkah laku berkonsultasi dengan pimpinan
6. Jadwal Kegiatan
No Pelaksanaan
November Minggu
ke-1
Minggu ke-2
Minggu ke-3
Minggu ke-4
Minggu ke-5 1 Kegiatan terkait identifikasi kebutuhan template masing-
masing bidang
2 Penyelarasan template yang akan dibuat dengan logo dan branding Kejaksaan
3
Kegiatan pembuatan template untuk masing-masing bidang di Kejaksaan Negeri Sleman dengan menggunakan aplikasi Canva
4 Kegiatan revisi dan finalisasi template
5
Implementasi penggunaan template yang digunakan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman (Instagram, Facebook, dan X) secara menyeluruh
6 Melakukan peninjauan berkala terhadap hasil kegiatan aktualisasi
LAMPIRAN
1. Berita Acara Seminar Rancangan
BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN II
Nama : Andri Setyawan
NIP : 20001111 202404 1 001
Nomor Peserta Jabatan
Satuan Kerja
: : :
4
Pengelola Penanganan Perkara Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman
Telah diuji di depan Tim Penguji Pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2024
Penguji, Mentor/Coach,
Bambang Yunianto, S.H., M.H.
NIP. 19780625 200112 1 003
Panji Wiratno, S.H., M.H.
NIP. 19880510 201012 1 002
2. Scan Surat Keterangan CPNS dan Surat Perintah (SP)
3. Form Persetujuan
LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN II
Nama : Andri Setyawan
NIP : 20001111 202404 1 001
Nomor Peserta Jabatan
Satuan Kerja
: : :
4
Pengelola Penanganan Perkara Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman
Telah disetujui
Pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2024
Penguji, Mentor/Coach,
Bambang Yunianto, S.H., M.H.
NIP. 19780625 200112 1 003
Panji Wiratno, S.H., M.H.
NIP. 19880510 201012 1 002
Mengetahui,
Kabid Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan
Badan Diklat Kejaksaan RI
Dr. Setyo Utomo, S.H., M.Hum., M.Kn NIP. 19640716 199203 1 003
4. PPT Rancangan