• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKTUALISASI ANDRI SETYAWAN

N/A
N/A
Brangko Yosef

Academic year: 2024

Membagikan "RANCANGAN AKTUALISASI ANDRI SETYAWAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN 65 TAHUN 2024

"OPTIMALISASI PENGGUNAAN TEMPLATE PADA BIDANG UNTUK PUBLIKASI MEDIA SOSIAL KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN"

Disusun Oleh:

NAMA PESERTA : ANDRI SETYAWAN

NIP : 20001111 202404 1001

NOMOR URUT PESERTA : 4

JABATAN : PENGELOLA PENANGANAN PERKARA

SATUAN KERJA : KEJAKSAAN NEGERI SLEMAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJAKSAAN RI BEKERJASAMA DENGAN

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA JAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamiin, puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya. Dengan izin dan perlindungan-Nya, penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi sebagai bagian dari pendidikan dan pelatihan dasar golongan II di Kejaksaan RI. Diharapkan rancangan ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di lingkungan Kejaksaan, serta menjadi panduan dalam pelaksanaan tugas secara profesional dan berintegritas. Semoga rancangan ini juga bermanfaat bagi pengembangan diri penulis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di masa mendatang.

Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penulisan Rancangan Aktualisasi ini, khususnya kepada:

1. Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum., selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

2. Ade Tajudin Sutiawarman, S.H., selaku Sekertaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

3. Dr. Bambang Gunawan, S.H., M.Hum., selaku Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan Badiklat Kejaksaan RI.

4. Dr. Setyo Utomo, S.H., M.Hum., M.Kn., selaku Kepala Bidang Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Diklat Kejaksaan RI.

5. Bambang Yunianto, S.H., selaku Kepala Kejaksaan Negeri Sleman dan penguji rancangan aktualisasi.

6. Panji Wiratno, S.H., M.H., selaku mentor sekaligus coach.

7. R. A. Dini Putri Kusharjanti, S.S., S.H., MPA, selaku Ketua Penyelenggara Daerah pada Kejaksaan Negeri Sleman.

(3)

8. Murti Ari Wibowo, S.H., M.H., selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman.

9. Segenap seluruh Jaksa dan Staff pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman.

10.Teman-teman angkatan CPNS 2023 Kejaksaan Negeri Sleman.

11.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah tulus membantu dan memberikan sarannya terhadap penyusunan tugas ini.

Penulis mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan yang diberikan. Semoga amal baik mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Penulis menyadari bahwa rancangan ini masih perlu perbaikan, oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dari semua pihak agar penulisan ini dapat lebih baik. Semoga rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi penulis dan semua pembaca.

Sleman, 30 Oktober 2024

Andri Setyawan

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI...iv

BAB I PENDAHULUAN... 1

1. Profil Lembaga... 1

2. Visi Misi Satuan Kerja...5

3. Tugas dan Fungsi Peserta...7

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI...10

1. Identifikasi Isu...10

2. Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diharapkan...10

3. Menentukan Isu Utama Dengan Metode USG...12

4. Gagasan dan Judul...14

5. Matriks Rancangan Aktualisasi...15

6. Jadwal Kegiatan...24

LAMPIRAN... 25

1. Berita Acara Seminar Rancangan...25

2. Scan Surat Keterangan CPNS dan Surat Perintah (SP)...26

3. Form Persetujuan...31

4. PPT Rancangan...32

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1. Profil Lembaga Sejarah

Istilah "Kejaksaan" memiliki akar sejarah yang dalam, berasal dari zaman Majapahit dengan sebutan dhyaksa, adhyaksa, dan dharmadhyaksa, yang semuanya berakar dari bahasa Sansekerta. Dalam konteks ini, dhyaksa berperan sebagai hakim, sedangkan adhyaksa merupakan hakim tertinggi. Pada era kolonial Belanda, lembaga yang serupa dikenal sebagai Openbaar Ministerie, yang berfokus pada kepentingan penjajah, terlihat dari penerapan delik terkait hatzaai artikelen dalam Wetboek van Strafrecht (WvS). Selama masa penjajahan Jepang, Kejaksaan diakui sebagai lembaga penuntut umum berdasarkan Undang-Undang Militer No. 1/1942 dan diubah dengan Osamu Seirei No.

3/1942, No. 2/1944, dan No. 49/1944.

Setelah Indonesia merdeka, fungsi Kejaksaan tetap dipertahankan sesuai Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 dan PP No. 2 Tahun 1945.

Kejaksaan secara resmi berada di bawah Departemen Kehakiman dengan Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama. Pada tanggal 22 Juli 1960, Kejaksaan menjadi lembaga mandiri melalui Keputusan Presiden No. 204/1960, yang kemudian diperingati sebagai Hari Bhakti Adhyaksa. Pengesahan UU No. 15 Tahun 1961 selanjutnya menguatkan posisi Kejaksaan sebagai alat penegak hukum negara.

Selama Orde Baru, UU No. 5 Tahun 1991 menggantikan UU 1961 dan mengatur struktur organisasi baru berdasarkan Keputusan Presiden No.

55 Tahun 1991. Reformasi yang terjadi membawa perubahan signifikan bagi Kejaksaan RI, terutama dalam penanganan korupsi. Dengan hadirnya UU No. 16 Tahun 2004, lembaga ini semakin memperkuat

(6)

independensinya dari pengaruh pemerintah, menetapkan peran penting dalam penuntutan, eksekusi keputusan pengadilan, serta tanggung jawab di bidang perdata, tata usaha negara, dan ketertiban umum.

Melalui UU No. 11 Tahun 2021 yang menggantikan UU No. 16 Tahun 2004, terdapat berbagai perubahan penting. Definisi Kejaksaan dan jaksa penuntut umum dijelaskan dengan lebih jelas. Selain itu, usia minimal pengangkatan jaksa ditetapkan antara 23 hingga 30 tahun, dengan penekanan pada pendidikan khusus untuk jaksa. Jaksa juga dapat ditugaskan di instansi lain untuk pengalaman tambahan, sementara perlindungan bagi jaksa dan keluarganya disesuaikan dengan standar internasional. Usia pensiun jaksa diubah dari 62 menjadi 60 tahun, dan peran jaksa agung di Mahkamah Konstitusi diperluas. Penambahan wewenang juga diberikan kepada kejaksaan, termasuk pemulihan aset dan mediasi penal.

Kejaksaan mengusung doktrin Tri Krama Adhyaksa, yang mencakup nilai-nilai esensial bagi setiap anggota adhyaksa:

a. Satya: Kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama.

b. Adhi: Kesempuraan dalam bertugas dan yang berunsur utama pemilikan rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keluarga dan sesama manusia.

c. Wicaksana: Bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku, khususnya dalam pengetrapan tugas dan kewenangannya.

Struktur Kejaksaan

Struktur Kejaksaan RI terbagi menjadi beberapa tingkat satuan kerja, dimulai dari Kejaksaan Agung yang terletak di ibukota dan dipimpin oleh Jaksa Agung, kemudian dilanjutkan dengan Kejaksaan Tinggi yang beroperasi di tingkat provinsi. Di bawahnya, Kejaksaan Negeri berada di

(7)

ibukota kabupaten atau kotamadya, serta terdapat Cabang Kejaksaan Negeri sebagai pembantu tugas dari Kejaksaan Negeri.

Posisi Jaksa Agung yang penting ini dipilih dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dalam hirarki, Jaksa Agung membawahi tujuh Jaksa Agung Muda (JAM), Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, serta 33 Kepala Kejaksaan Tinggi di setiap provinsi. Dengan posisi sentral dan peran strategis tersebut, Kejaksaan berfungsi sebagai filter antara proses penyidikan dan pemeriksaan di persidangan, serta sebagai pelaksana penetapan dan keputusan pengadilan. Tanggung jawab lembaga ini sebagai pengendali proses perkara (Dominus Litis) sangat krusial, karena hanya Kejaksaan yang memiliki kewenangan untuk menentukan kelayakan suatu kasus agar dapat diajukan ke pengadilan berdasarkan alat bukti yang sah menurut hukum.

Salah satu Kejaksaan Tinggi yang ada adalah Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membawahi lima Kejaksaan Negeri, termasuk Sleman, Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Kejaksaan Negeri Sleman sendiri terletak di Kabupaten Sleman, yang memiliki luas 57.482 Ha atau 574,82 km², mencakup sekitar 18% dari total luas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara administratif, Kabupaten Sleman terdiri atas 17 kecamatan, 86 desa, dan 1.212 dusun, yang menunjukkan kompleksitas tugas yang harus dihadapi oleh Kejaksaan Negeri Sleman.

Struktur organisasi Kejaksaan Negeri Sleman dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri, Bambang Yunianto, S.H., yang bertanggung jawab atas seluruh fungsi dan operasional kantor. Terdapat enam seksi dibawahnya yakni sebagai berikut:

a. Subbagian Pembinaan dipimpin oleh R. A. Dini Putri Kusharjanti, S.S., S.H., MPA.

b. Seksi Intelijen dipimpin oleh Murti Ari Wibowo, S.H.

(8)

c. Seksi Tindak Pidana Umum dipimpin oleh Agung Wijayanto, S.E., S.H., M.H.

d. Seksi Tindak Pidana Khusus dipimpin oleh Indra Aprio Handry Saragih, S.H., M.H. Li.

e. Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara dipimpin oleh Panji Wiratno, S.H., M.H.

f. Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) dipimpin oleh Dwi Febri Nurhananto, S.H.

Masing-masing seksi tersebut di atas didukung oleh jabatan pelaksana, seperti Pengelola Penanganan Perkara, Petugas Barang Bukti, dan Penelaah Teknis Kebijakan, guna memastikan kegiatan operasional yang lebih efektif. Saat ini, Kejaksaan Negeri Sleman memiliki total 128 pegawai, termasuk pejabat Eselon III, IV, dan V, serta tenaga pendukung lainnya, yang berkontribusi terhadap pencapaian tujuan lembaga.

Kejaksaan Negeri Sleman juga telah meraih sejumlah penghargaan yang membanggakan. Pada tahun 2013, lembaga ini menerima penghargaan Sidhakarya sebagai Kejaksaan Negeri Tipe A terbaik se- Indonesia, dan pada 2015 menduduki peringkat ketiga. Tidak hanya itu, Kejaksaan Negeri Sleman terus berinovasi di bidang teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan publik. Pada tahun 2013, mereka meluncurkan program SIKENES, yang diikuti dengan layanan antar barang bukti. Kemudian, pada tahun 2015, sistem SITIOS diperkenalkan, diikuti dengan peluncuran Sistem Layanan Publik (SIMALIK) yang dapat diakses secara online pada tahun 2016. Di tahun 2017, mereka menghadirkan SIDABAN (Smart Data Bank Intelijen), dan pada 2024, dua program baru diluncurkan, yaitu Jaksa Bina Desa (Jabinsa) dan Jaksa Sahabat Kampus (Jabat Kampus). Hingga Oktober 2024, total perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sleman mencapai 624 perkara, mencerminkan komitmen mereka dalam menjalankan fungsi penegakan hukum.

(9)

2. Visi Misi Satuan Kerja

Visi dan Misi Kejaksaan RI adalah sebagai berikut:

a. Visi: Menjadi Lembaga Penegak Hukum yang Professional, Proporsional dan Akuntabel.

Dengan Penjelasan:

1) Lembaga Penegak Hukum: Kejaksaan RI sebagai salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyidik pada tindak pidana tertentu, penuntut umum, pelaksana penetapan hakim, pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, pidana pengawasan dan lepas bersyarat, bertindak sebagai Pengacara Negara serta turut membina ketertiban dan ketentraman umum melalui upaya antara lain : meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, Pengamanan kebijakan penegakan hukum dan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan penyalahgunaan penodaan agama.

2) Profesional: Segenap aparatur Kejaksaan RI dalam melaksanakan tugas didasarkan atas nilai luhur “TRI KRAMA ADHYAKSA” serta kompetensi dan kapabilitas yang ditunjang dengan pengetahuan dan wawasan yang luas serta pengalaman kerja yang memadai dan berpegang teguh pada aturan serta kode etik profesi yang berlaku.

3) Proporsional: Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kejaksaan selalu memakai semboyan yakni menyeimbangkan yang tersurat dan tersirat dengan penuh tanggungjawab, taat

(10)

azas, efektif dan efisien serta penghargaan terhadap hak-hak publik.

4) Akuntabel: Bahwa kinerja Kejaksaan Republik Indonesia dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Misi:

1) Meningkatkan Peran Kejaksaan Republik Indonesia Dalam Program Pencegahan Tindak Pidana.

2) Meningkatkan Profesionalisme Jaksa Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana.

3) Meningkatkan Peran Jaksa Pengacara Negara Dalam Penyelesaian Masalah Perdata dan Tata Usaha Negara.

4) Mewujudkan Upaya Penegakan Hukum Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat.

5) Mempercepat Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Kejaksaan Republik Indonesia yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Sebagai salah satu instansi yang berada di bawah naungan Kejaksaan RI, Kejaksaan Negeri Sleman memiliki Visi dan Misi tersendiri yang disesuaikan dengan karakteristik lokal serta kebutuhan hukum di wilayah Sleman. Namun demikian, Visi dan Misi tersebut tetap sejalan dan senantiasa mengacu pada visi dan misi utama Kejaksaan RI. Hal ini dilakukan guna memastikan kesatuan gerak dan langkah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kejaksaan secara nasional. Adapun Visi dan Misinya sebagai berikut:

a. Visi: Terciptanya aparatur kejaksaan yang profesional dengan dilandasi integritas moral yang tinggi untuk mewujudkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

(11)

b. Misi:

1) Menyatukan tata pikir, tata laku dan tata kerja dalam penegakan hukum.

2) Meningkatkan profesionalisme aparatur dilandasi integritas kepribadian dan disiplin yang tangguh dalam upaya penegakan supremasi hukum,

3) Melaksanakan tugas dan wewenangnya dengan mengingat norma keagamaan, kesopanan, kesusilaan serta memperhatikan rasa keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat.

4) Optimalisasi pemberantasan KKN.

5) Meningkatkan pelayanan hukum dan pertanggung jawaban publik.

3. Tugas dan Fungsi Peserta

Berdasarkan Perja No. 3 Tahun 2024 yang mengganti Perja No. 1 Tahun 2021 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri Sleman yang termasuk Kejaksaan Negeri Tipe A perihal tugas dan wewenang Seksi Intelijen diatur dalam pasal 963 dan 965.

Pasal 963 berbunyi: Seksi Intelijen mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang Kejaksaan di bidang Intelijen penegakan hukum dan penerangan hukum di daerah hukum Kejaksaan Negeri.

Pasal 966 berbunyi sebagai berikut:

a. Subseksi I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan rencana dan program kerja serta laporan pelaksanaannya, perencanaan, pengkajian, pelaksanaan, pengadministrasian, pengendalian, penilaian dan pelaporan kebijakan teknis, kegiatan intelijen, operasi intelijen, administrasi intelijen, dan pemberian dukungan teknis secara intelijen kepada

(12)

bidang lain, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, penyusunan, penyajian, pengadministrasian, pendistribusian, dan pengarsipan laporan berkala, laporan insidentil, perkiraan keadaan intelijen, hasil pelaksanaan rencana kerja dan program kerja, kegiatan intelijen dan operasi intelijen, pengendalian penyelenggaraan administrasi intelijen, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, pengelolaan dan pelaporan teknologi informasi, perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan bank data intelijen dan pengamanan informasi, pemeliharaan perangkat intelijen, perencanaan, pelaksanaan, pengadministrasian, dan pelaporan kegiatan bidang penerangan hukum, perencanaan dan pelaksanaan koordinasi dan/atau kerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, instansi, dan organisasi, pemberian bimbingan dan pembinaan teknis intelijen dan administrasi intelijen di bidang ideologi, politik, pertahanan, keamanan, sosial, budaya, kemasyarakatan, teknologi informasi, produksi intelijen, dan penerangan hukum, serta penyiapan bahan evaluasi kinerja fungsional sandiman.

b. Subseksi II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan rencana dan program kerja serta laporan pelaksanaannya, perencanaan, pengkajian, pelaksanaan, pengadministrasian, pengendalian, penilaian dan pelaporan kebijakan teknis, kegiatan intelijen, operasi intelijen, pengawalan dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan, administrasi intelijen, dan pemberian dukungan teknis secara intelijen kepada bidang lain, perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pemetaan, penyusunan, penyajian, pengadministrasian, pendistribusian, dan pengarsipan laporan berkala, laporan insidentil, perkiraan keadaan intelijen, hasil pelaksanaan rencana kerja dan program kerja, kegiatan intelijen dan operasi intelijen, pengawalan dan

(13)

pengamanan pemerintahan dan pembangunan proyek yang bersifat strategis, pengendalian penyelenggaraan administrasi intelijen, perencanaan, dan pelaksanaan koordinasi dan/atau kerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, instansi, dan organisasi, pemberian bimbingan dan pembinaan teknis intelijen, dan administrasi intelijen yang berkaitan dengan bidang ekonomi, keuangan, dan pengamanan pembangunan yang bersifat strategis.

Adapun saat ini, penulis ditempatkan di Seksi Intelijen terkhusus di bawah Subseksi I, yang menangani berbagai aspek strategis seperti ideologi, politik, pertahanan, keamanan, sosial, budaya, kemasyarakatan, teknologi informasi, produksi intelijen, serta penerangan hukum. Selain itu, Subseksi ini juga bertanggung jawab atas penyiapan bahan evaluasi kinerja fungsional sandiman. Dalam kesehariannya, penulis bertugas mendokumentasikan berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Sleman, khususnya yang berkaitan dengan publikasi di media sosial. Tugas tersebut melibatkan pengelolaan dan penyebaran informasi yang relevan dan akurat untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat citra institusi melalui platform media digital.

(14)

BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

1. Identifikasi Isu

Setiap bidang di Kejaksaan Negeri Sleman memiliki tanggung jawab dan fungsi yang berbeda, namun hal ini belum sepenuhnya tercermin secara efektif dalam publikasi yang ada. Tidak adanya penggunaan template khusus untuk setiap bidang membuat masyarakat sulit mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu, seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, atau Seksi Tindak Pidana Khusus.

Oleh karena itu, standarisasi template menjadi sangat penting.

Ketidakkonsistenan dalam setiap unggahan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman bisa mengaburkan identitas dan peran masing-masing bidang, serta berdampak pada kesan profesionalitas dan citra publik terhadap lembaga tersebut. Kurangnya keseragaman ini juga berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat, karena tampilan yang tidak konsisten dapat memberikan kesan bahwa informasi yang disampaikan kurang profesional atau tidak terorganisir. Hal ini dapat mengurangi kredibilitas lembaga di mata publik. Selain itu, tanpa standarisasi visual, pesan penting yang ingin disampaikan Kejaksaan Negeri Sleman melalui publikasi digital mungkin tidak tersampaikan secara optimal, karena tampilan yang berantakan mengurangi daya tarik dan efektivitas komunikasi yang diharapkan.

2. Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang Diharapkan

Saat ini, penyampaian informasi melalui media sosial Kejaksaan Negeri Sleman belum terstandarisasi secara optimal, terutama dalam penggunaan template visual yang konsisten di antara setiap bidang.

Meskipun masing-masing bidang seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, dan Seksi Tindak Pidana Khusus memiliki tugas dan

(15)

fungsi yang berbeda, perbedaan ini tidak tercermin dengan jelas dalam konten yang dipublikasikan diplatform media sosial resmi Kejaksaan Negeri Sleman seperti Instagram, Facebook, dan X. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan template antar bidang telah menciptakan kesulitan bagi publik untuk mengidentifikasi konten yang sesuai dengan bidang terkait, sehingga peran dan identitas masing-masing bidang menjadi kabur.

Publikasi yang tidak terstandarisasi ini juga berpotensi menimbulkan kebingungan dalam persepsi masyarakat, di mana tampilan yang tidak seragam di Instagram, Facebook, dan X memberi kesan bahwa informasi yang disampaikan tidak profesional atau tidak terorganisir dengan baik.

Selain itu, hal ini bisa menurunkan kredibilitas Kejaksaan Negeri Sleman di mata publik, dan pesan penting yang ingin disampaikan melalui platform digital tidak tersampaikan dengan efektif karena lemahnya aspek visual.

Ke depannya, dengan adanya standar yang jelas dan pedoman yang terstruktur terkait penggunaan template visual per bidang, publikasi di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman diharapkan dapat berjalan secara optimal, konsisten dan profesional. Aplikasi Canva akan digunakan sebagai platform utama dalam pembuatan dan pengelolaan template visual untuk setiap bidang. Canva dipilih karena kemudahannya dalam menggabungkan elemen visual yang profesional dan seragam, yang sesuai dengan identitas masing-masing bidang, sehingga memudahkan publik untuk mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu.

Setiap bidang, seperti Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Umum, Seksi Tindak Pidana Khusus, dan lainnya akan memiliki template visual yang sesuai dengan identitas masing-masing, sehingga memudahkan publik untuk mengenali konten yang berkaitan dengan bidang tertentu.

Standarisasi ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Negeri Sleman, karena tampilan visual

(16)

yang konsisten dan teratur mencerminkan profesionalitas dan komitmen lembaga dalam menyampaikan informasi secara tepat dan terorganisir.

Dengan demikian, pesan-pesan penting yang ingin disampaikan melalui media sosial dapat lebih efektif diterima oleh audiens, dan kredibilitas Kejaksaan Negeri Sleman di mata masyarakat akan meningkat.

3. Menentukan Isu Utama Dengan Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth)

Penulis dalam merancang aktualisasi ini menggunakan metode alat bantu analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) untuk mengevaluasi dan memprioritaskan isu-isu yang muncul. Analisis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait urgensi, dampak, dan potensi perkembangan dari setiap isu yang dihadapi. Dengan skala skor 1 untuk paling tidak mendesak diselesaikan dan skor 5 untuk paling mendesak diselesaikan. Berikut penjelasan mengenai ketiga komponen analisis USG:

a. Urgency/Mendesak (U/M): Mengukur seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti. Isu dengan tingkat urgensi yang tinggi harus segera diatasi, sementara isu dengan tingkat urgensi rendah bisa ditangani di kemudian hari.

b. Seriousness/Kegawatan (S/G): Menilai seberapa serius dampak dari suatu isu jika tidak segera diatasi. Isu yang dapat menimbulkan kerugian besar atau masalah jangka panjang dianggap serius.

c. Growth/Pertumbuhan (G/P): Mengukur seberapa besar kemungkinan suatu isu akan memburuk jika tidak segera ditangani.

(17)

TABEL ANALISIS ISU DENGAN METODE USG

No Isu Skor USG

Total Skor Ranking

U S G

1

Belum optimalnya penyampaian informasi dan pengidentifikasian yang lebih jelas terkait bidang

yang bersangkutan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman

5 5 5 15 1

2

Belum optimalnya penyimpanan file dokumentasi kegiatan, beberapa file sering hilang atau

corrupt ketika akan dibutuhkan

4 5 4 13 2

3

Sering terlewatnya acara dan hari penting yang harus diupload

di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman

3 4 4 11 3

Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), isu utama yang dipilih adalah "Belum optimalnya penyampaian informasi dan pengidentifikasian yang lebih jelas terkait bidang yang bersangkutan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman".

Metode USG memberikan penilaian terhadap tiga aspek penting:

a. Urgency/Mendesak (U/M): Isu ini dinilai mendesak karena berhubungan langsung dengan citra dan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Negeri Sleman. Penyampaian informasi yang kurang optimal dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan segera.

b. Seriousness/Kegawatan (S/G): Isu ini memiliki tingkat keseriusan yang tinggi karena jika dibiarkan, dampaknya bisa mempengaruhi profesionalitas lembaga dan menyebabkan publik kesulitan mengidentifikasi tugas dan fungsi dari masing-masing bidang. Hal ini berpotensi menurunkan kredibilitas institusi di mata publik.

(18)

c. Growth/Pertumbuhan (G/P): Potensi pertumbuhan masalah ini juga besar, karena jika tidak segera ditangani, ketidakkonsistenan dalam publikasi media sosial akan terus berkembang, memperburuk citra institusi dan semakin memperlemah efektivitas komunikasi publik.

4. Gagasan dan Judul

Berdasarkan analisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), pemilihan gagasan dan judul isu utama berfokus pada "Optimalisasi Penggunaan Template Pada Bidang Untuk Publikasi Media Sosial Kejaksaan Negeri Sleman". Optimalisasi ini akan dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi Canva sebagai alat utama untuk merancang template visual yang konsisten antar bidang.

Metode USG menilai bahwa isu ini mendesak (Urgency) karena berdampak langsung pada citra dan kepercayaan publik terhadap institusi. Dari sisi kegawatan (Seriousness), jika dibiarkan, isu ini dapat mengganggu profesionalitas lembaga dan menyulitkan publik dalam memahami tugas masing-masing bidang, sehingga menurunkan kredibilitas Kejaksaan. Selain itu, dari aspek pertumbuhan (Growth), ketidakkonsistenan dalam publikasi dapat terus berkembang, memperburuk citra lembaga dan melemahkan efektivitas komunikasi publik di masa mendatang.

(19)

5. Matriks Rancangan Aktualisasi NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 1. Kegiatan terkait

identifikasi kebutuhan

template masing- masing bidang

1. Melakukan riset terhadap warna dan elemen visual yang dapat mewakili karakteristik masing-masing;

2. Mencari identitas visual yang kuat untuk setiap bidang, seperti

pemilihan warna dan logo bidang yang spesifik.

1. Telah dilakukan riset mengenai warna dan elemen visual yang dapat mencerminkan karakteristik masing-masing bidang,

menghasilkan berbagai pilihan warna yang sesuai;

2. Identitas visual yang

merepresentasi bidang terkait telah dipilih, termasuk warna dan logo bidang- bidang terkait.

KOMPETEN Melakukan riset menunjukkan upaya untuk

terus belajar dan meningkatkan keahlian,

khususnya dalam memahami aspek visual

yang sesuai. ASN yang kompeten berusaha memahami kebutuhan untuk menciptakan hasil

yang tepat dan efektif BERORIENTASI

PELAYANAN Mencari identitas visual yang tepat berhubungan

dengan penyampaian pesan yang lebih jelas dan efektif kepada publik,

yang pada akhirnya meningkatkan kualitas

pelayanan. Identitas visual yang kuat membantu masyarakat lebih mudah mengenali bidang dan fungsinya,

VISI

Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas tinggi. Hal ini terlihat dalam melakukan riset

terhadap warna dan elemen visual yang

dapat mewakili karakteristik masing-

masing, yang menunjukkan upaya untuk memahami dan

menghargai identitas serta nilai-nilai yang

dimiliki oleh setiap bidang

MISI

Dalam konteks ini, mencari identitas

visual yang kuat untuk setiap bidang,

seperti pemilihan warna dan logo bidang yang spesifik, mencerminkan upaya

SATYA Melakukan riset warna dan elemen

visual adalah wujud kesetiaan

pada nilai kejujuran dan keterbukaan dalam

menggali identitas yang otentik dan mewakili masing- masing bidang

ADHI Riset dilakukan

dengan penuh tanggung jawab untuk menciptakan

template yang tepat, sehingga

setiap bidang dapat terwakili dengan baik dan

efektif WICAKSANA Pemilihan warna

(20)

yang sejalan dengan tujuan melayani publik

dengan lebih baik

untuk menciptakan citra yang konsisten dan profesional. Hal ini juga menunjukkan

bahwa setiap bidang berkontribusi pada penegakan hukum dan pelayanan publik

yang lebih baik, sesuai dengan tujuan

misi yang lebih luas

dan logo yang kuat menunjukkan kebijaksanaan

dalam menciptakan template yang bijak dan sesuai dengan kebutuhan

serta karakteristik setiap bidang NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 2. Penyelarasan

template yang akan dibuat dengan logo dan branding

Kejaksaan

1. Mengumpulkan masukan dari masing-masing bidang terkait rancangan template yang akan dibuat;

2. Meninjau

kembali logo dan branding Kejaksaan yang sudah ada untuk memastikan keselarasan dengan

template yang akan dibuat.

1. Semua masukan telah

dikumpulkan dan dianalisis, menghasilkan ringkasan ide yang sesuai;

2. Antara logo dan branding

Kejaksaan telah selaras dengan rancangan template

KOLABORATIF Mengumpulkan masukan

dari berbagai bidang mencerminkan sikap kolaboratif, di mana ASN

bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pandangan

yang beragam dan memastikan template yang

dibuat sesuai dengan kebutuhan setiap bidang

AKUNTABEL Meninjau ulang logo dan

branding untuk memastikan keselarasan

menunjukkan tanggung

VISI Mengedepankan profesionalisme dan

integritas dengan meninjau logo dan branding yang ada untuk memastikan keselarasan dengan

template baru menunjukkan komitmen untuk menjaga konsistensi dan citra profesional, yang penting dalam

membangun kepercayaan publik

dan identitas organisasi

SATYA Mengumpulkan

masukan dari setiap bidang mencerminkan kesetiaan pada

prinsip keterbukaan dan

kejujuran dalam menciptakan template yang

mewakili kepentingan semua pihak

ADHI Meninjau logo dan

branding dengan

(21)

jawab dalam menjaga identitas organisasi dan

memastikan setiap elemen yang dibuat sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga

dapat

dipertanggungjawabkan

MISI Mengumpulkan masukan dari setiap bidang menunjukkan

kolaborasi dan partisipasi, yang

mendukung penyatuan ide dan

pemikiran dalam menciptakan rancangan yang

efektif

penuh tanggung jawab memastikan

kesempurnaan dan keselarasan

antara template baru dengan

identitas Kejaksaan yang

sudah ada WICAKSANA

Memastikan harmonisasi visual melalui peninjauan logo adalah bentuk

kebijaksanaan dalam menjaga

identitas dan kewibawaan lembaga secara

tepat dan konsisten NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 3. Kegiatan

pembuatan template untuk masing-masing

bidang di

Kejaksaan Negeri Sleman dengan

1. Mendesain beberapa konsep awal template

dengan aplikasi Canva

berdasarkan

1. Konsep awal template telah berhasil dibuat;

2. Konsep awal template telah disajikan kepada pihak terkait dari

KOMPETEN Mendesain template menggunakan aplikasi dan

berdasarkan analisis data menunjukkan kemampuan teknis yang baik. ASN yang

kompeten mampu

VISI

Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral

tinggi, yang tercermin dalam upaya mendesain beberapa

SATYA Mendesain konsep

awal template dengan Canva berdasarkan

analisis mencerminkan

(22)

menggunakan aplikasi Canva

hasil analisis dan

pengumpulan data;

2. Menyajikan konsep awal template kepada pihak terkait dari masing-masing bidang;

3. Mendapatkan masukan dan umpan balik.

masing-masing bidang;

3. Masukan dan umpan balik diterima.

memanfaatkan alat dan informasi yang ada untuk menghasilkan produk yang

efektif dan relevan AKUNTABEL Menyajikan konsep kepada pihak terkait mencerminkan akuntabilitas, di mana ASN

menunjukkan tanggung jawab dalam memberikan

informasi yang jelas dan transparan tentang pekerjaan yang telah

dilakukan KOLABORATIF Proses mendapatkan masukan dan umpan balik menunjukkan sikap kolaboratif, di mana ASN

berupaya melibatkan berbagai pihak untuk

memperbaiki dan menyempurnakan konsep yang ada, serta

memastikan bahwa semua suara dan kebutuhan diperhatikan

konsep awal template menggunakan aplikasi

Canva. Proses ini dilakukan berdasarkan

analisis dan pengumpulan data

yang matang, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai

kebenaran dan keadilan

MISI Menyatukan tata pikir, tata laku, dan

tata kerja dalam penegakan hukum

tercermin saat konsep template disajikan kepada masing-masing bidang, mendukung

transparansi dan kolaborasi. Masukan dan umpan balik dari mereka menunjukkan upaya peningkatan

profesionalisme.

Sikap terbuka terhadap kritik dan saran juga sejalan

kejujuran dan dedikasi untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan

setiap bidang ADHI Menyajikan konsep kepada

pihak terkait adalah bentuk tanggung jawab dalam memastikan

bahwa setiap desain yang dibuat telah diperiksa dan memenuhi standar

kesempurnaan WICAKSANA Mendapatkan umpan balik menunjukkan kebijaksanaan dalam menerima

saran dan memperbaiki hasil

agar lebih sesuai dengan visi

bersama

(23)

dengan misi untuk menjalankan tugas

dengan memperhatikan norma kemanusiaan,

serta berkontribusi pada pemberantasan KKN dan peningkatan

pelayanan hukum NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 4. Kegiatan revisi

dan finalisasi template

1. Mengumpulkan semua masukan dari pihak terkait setelah

penyajian konsep awal template untuk memahami aspek yang perlu diperbaiki;

2. Menganalisis umpan balik yang diterima untuk

menentukan prioritas revisi dan perubahan yang diperlukan pada desain template;

1. Semua masukan dari pihak terkait telah berhasil dikumpulkan;

2. Umpan balik telah dianalisis untuk

menentukan prioritas revisi;

3. Template telah direvisidengan menggunakan aplikasi Canva sesuai dengan masukan yang diterima;

4. Desain template final telah selesai dan siap

digunakan oleh

KOLABORATIF Mengumpulkan masukan

menunjukkan sikap kolaboratif, di mana ASN melibatkan berbagai pihak

dalam proses perbaikan, serta menghargai kontribusi dan perspektif

mereka untuk menghasilkan produk yang

lebih baik AKUNTABEL Menganalisis umpan balik menunjukkan akuntabilitas karena ASN bertanggung

jawab untuk menindaklanjuti masukan

yang diterima dan memastikan bahwa revisi

VISI

Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral

yang tinggi, yang terlihat dalam upaya untuk mengumpulkan

semua masukan dari pihak terkait setelah penyajian konsep awal

template. Dalam proses ini bertujuan

untuk memahami aspek-aspek yang

perlu diperbaiki, sehingga selaras dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang menjadi

dasar visi

SATYA Mengumpulkan

masukan dari pihak terkait mencerminkan kesetiaan pada

prinsip keterbukaan dan

kejujuran dalam menyempurnakan

desain template yang sesuai

kebutuhan bersama

ADHI Menganalisis umpan balik dan

melakukan perubahan adalah

(24)

3. Melakukan perubahan dan perbaikan pada template sesuai dengan analisis umpan balik dengan aplikasi Canva;

4. Menyelesaikan desain template yang telah direvisi,

memastikan konsistensi dengan identitas Kejaksaan yang siap untuk diunggah di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman.

masing-masing bidang.

dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang

dan relevan KOMPETEN Melakukan perbaikan

berdasarkan analisis menunjukkan kompetensi dalam merespons umpan balik dengan cara yang

konstruktif, serta kemampuan untuk menerapkan perubahan

yang diperlukan dalam desain secara profesional

BERORIENTASI PELAYANAN Menyelesaikan desain template yang konsisten

dengan identitas Kejaksaan menunjukkan orientasi pada pelayanan publik, memastikan bahwa

semua produk yang dihasilkan dapat memperkuat citra dan pelayanan yang diberikan

kepada masyarakat

MISI meningkatkan profesionalisme tercermin dari analisis

umpan balik untuk revisi template,

menunjukkan responsivitas terhadap masukan penting. Perbaikan berdasarkan analisis

ini mencerminkan komitmen pada norma kemanusiaan,

sementara penyelesaian desain template yang sesuai

identitas Kejaksaan mendukung peningkatan pelayanan hukum

dan akuntabilitas publik

wujud tanggung jawab untuk

mencapai kesempurnaan

dalam setiap revisi, memastikan

desain template memenuhi standar

yang diharapkan WICAKSANA Menyelesaikan

desain akhir dengan konsistensi pada

identitas Kejaksaan menunjukkan kebijaksanaan dalam menjaga keselarasan dan kualitas yang tepat

untuk publikasi resmi

(25)

NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 5. Implementasi

penggunaan template yang digunakan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman

(Instagram, Facebook, dan X) secara

menyeluruh

1. Menerapkan template baru secara langsung pada unggahan media sosial untuk konten harian tiap bidang;

2. Mengunggah ulang melalui fitur “story” agar menjangkau banyak audiens;

3. Menggunakan template dalam publikasi reguler untuk

memastikan konsistensi.

1. Template baru telah diterapkan secara langsung pada unggahan harian media sosial untuk setiap bidang, meningkatkan tampilan dan penyampaian informasi;

2. Audiens yang terjangkau semakin banyak dan informasi yang

disampaikan dapat

tersebarluaskan;

3. Template

digunakan dalam publikasi reguler, memastikan konsistensi

desain dan

identitas visual Kejaksaan di seluruh konten yang diunggah.

BERORIENTASI PELAYANAN Menerapkan template baru

menunjukkan komitmen untuk memberikan konten

yang berkualitas dan relevan kepada masyarakat, yang merupakan bagian dari

pelayanan publik yang lebih baik ADAPTIF

Menggunakan fitur "story"

sebagai strategi untuk menjangkau audiens yang

lebih luas menunjukkan kemampuan ASN untuk beradaptasi dengan tren dan teknologi baru dalam komunikasi, serta responsif

terhadap kebutuhan masyarakat AKUNTABEL Penggunaan template secara konsisten dalam publikasi mencerminkan tanggung jawab dan

VISI

Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral

yang tinggi, yang tercermin dalam penerapan template baru secara langsung pada unggahan media sosial untuk konten harian setiap bidang.

Langkah ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai

kebenaran dan keadilan melalui komunikasi yang efektif

dan profesional MISI

Salah satu misi yang ada adalah menekankan

peningkatan pelayanan hukum

dan

pertanggungjawaban publik. Penggunaan

SATYA Menerapkan template baru untuk unggahan

media sosial mencerminkan kesetiaan pada integritas dan keterbukaan dalam

menyajikan informasi yang terstruktur dan profesional

ADHI Mengunggah ulang melalui fitur

"story" adalah wujud tanggung

jawab dalam memperluas jangkauan

informasi, memastikan pesan

Kejaksaan sampai ke audiens yang

lebih luas

(26)

akuntabilitas dalam menyampaikan informasi

yang jelas dan terstandarisasi kepada publik, serta memastikan

bahwa setiap konten yang diunggah sesuai dengan identitas dan nilai

organisasi

ulang fitur "story" dan template publikasi

memastikan transparansi, aksesibilitas, serta konsistensi informasi,

mendukung profesionalisme, dan

berkontribusi pada pemberantasan KKN

WICAKSANA Menggunakan template secara konsisten dalam

publikasi menunjukkan kebijaksanaan dalam menjaga

identitas visual yang kuat dan berkesinambungan NO KEGIATAN TAHAPAN

KEGIATAN OUTPUT KETERKAITAN

NILAI-NILAI DASAR ASN

KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI

PENGUATAN NILAI ORGANISASI 6. Melakukan

peninjauan

berkala terhadap hasil kegiatan aktualisasi

1. Mengamati hasil kegiatan yang telah

dilaksanakan;

2. Melakukan peninjauan berkala terhadap penggunaan template di setiap bidang;

3. Mencatat penyimpangan atau masalah yang muncul terkait

implementasi template di

1. Hasil kegiatan telah diamati;

2. Peninjauan berkala terhadap penggunaan template di setiap bidang telah dilakukan, memastikan penerapan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan;

3. Semua

penyimpangan atau masalah yang muncul terkait

AKUNTABEL Mengamati hasil kegiatan

mencerminkan sikap akuntabel, di mana ASN bertanggung jawab untuk mengevaluasi kinerja dan

memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan

berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang

telah ditetapkan KOMPETEN Melakukan peninjauan

berkala menunjukkan kompetensi dalam

manajemen dan pengawasan, memastikan

VISI

Terciptanya aparatur yang profesional dengan integritas moral

yang tinggi, yang terlihat dalam upaya untuk mengamati hasil

kegiatan yang telah dilaksanakan. Proses

ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan nilai

kebenaran dan keadilan melalui evaluasi yang cermat

terhadap kinerja

SATYA Dalam proses pembuatan desain

dan pengadaan banner mengenai

layanan register kehadiran saksi

harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran guna mengetahui nilai dan kualitas dari

barang yang diperoleh

ADHI Sempurna dalam

(27)

media sosial. implementasi template di media sosial telah dicatat untuk dianalisis lebih lanjut dan dilakukan

perbaikan.

bahwa penggunaan template tetap relevan dan

efektif dalam mendukung komunikasi publik setiap

bidang BERORIENTASI

PELAYANAN Mencatat penyimpangan

atau masalah menunjukkan upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada publik.

Dengan mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang muncul, ASN dapat

memastikan bahwa konten yang disajikan

tetap berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan

masyarakat

MISI Peningkatan profesionalisme dan

kepatuhan pada norma terlihat dari

peninjauan rutin penggunaan template, yang

memastikan konsistensi informasi.

Mencatat masalah implementasi menunjukkan tanggung jawab, mendukung misi pelayanan hukum

dan

pertanggungjawaban publik.

pembuatan desain sehingga tidak

menimbulkan perbaikan- perbaikan yang

menghabiskan biaya dan waktu.

WICAKSANA Menempatkan kebijaksanaan sebagai landasan dalam mengambil keputusan dan menjaga setiap tutur kata dan

tingkah laku berkonsultasi dengan pimpinan

(28)

6. Jadwal Kegiatan

No Pelaksanaan

November Minggu

ke-1

Minggu ke-2

Minggu ke-3

Minggu ke-4

Minggu ke-5 1 Kegiatan terkait identifikasi kebutuhan template masing-

masing bidang

2 Penyelarasan template yang akan dibuat dengan logo dan branding Kejaksaan

3

Kegiatan pembuatan template untuk masing-masing bidang di Kejaksaan Negeri Sleman dengan menggunakan aplikasi Canva

4 Kegiatan revisi dan finalisasi template

5

Implementasi penggunaan template yang digunakan di media sosial Kejaksaan Negeri Sleman (Instagram, Facebook, dan X) secara menyeluruh

6 Melakukan peninjauan berkala terhadap hasil kegiatan aktualisasi

(29)

LAMPIRAN

1. Berita Acara Seminar Rancangan

BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN II

Nama : Andri Setyawan

NIP : 20001111 202404 1 001

Nomor Peserta Jabatan

Satuan Kerja

: : :

4

Pengelola Penanganan Perkara Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman

Telah diuji di depan Tim Penguji Pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2024

Penguji, Mentor/Coach,

Bambang Yunianto, S.H., M.H.

NIP. 19780625 200112 1 003

Panji Wiratno, S.H., M.H.

NIP. 19880510 201012 1 002

(30)

2. Scan Surat Keterangan CPNS dan Surat Perintah (SP)

(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

3. Form Persetujuan

LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN II

Nama : Andri Setyawan

NIP : 20001111 202404 1 001

Nomor Peserta Jabatan

Satuan Kerja

: : :

4

Pengelola Penanganan Perkara Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sleman

Telah disetujui

Pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2024

Penguji, Mentor/Coach,

Bambang Yunianto, S.H., M.H.

NIP. 19780625 200112 1 003

Panji Wiratno, S.H., M.H.

NIP. 19880510 201012 1 002

Mengetahui,

Kabid Penyelenggara pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan

Badan Diklat Kejaksaan RI

Dr. Setyo Utomo, S.H., M.Hum., M.Kn NIP. 19640716 199203 1 003

(36)

4. PPT Rancangan

(37)
(38)
(39)
(40)

Gambar

TABEL ANALISIS ISU DENGAN METODE USG

Referensi

Dokumen terkait