RANCANGAN AKTUALISASI
PENINGKATAN MINAT BACA BUKU MELALUI
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN BAGI WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIB LUWUK
TAHUN 2021
Disusun Oleh :
MUHAMMAD.MIFTAKHUL ALGIFARRI NIP 20001029 202012 1 003
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan CXX
GELOMBANG V/5
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAM SULAWESI UTARA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SULAWESI SELATAN
i
2021
i
LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAM SULAWESI UTARA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SULAWESI SELATAN
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II/
ANGKATAN CXX TAHUN 2021
NAMA : MUH. MIFTAKHUL ALGIFARRI
NIP : 20001029 202012 1 003
UNIT KERJA : LAPAS KELAS IIB LUWUK
JUDUL RANCANGAN AKTUALISASI : “PENINGKATAN MINAT BACA BUKU MELALUI PEMANFAATAN
PERPUSTAKAAN UNTUK
WARGA BINAAN LAPAS KELAS KELAS IIB LUWUK TAHUN 2021”
DISETUJUI UNTUK
DISEMINARKAN PADA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI
PENERAPAN NILAI – NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LAPAS KELAS IIB LUWUK
Luwuk, 23 oktober 2021 Menyetujui,
Coach Mentor
Muhammad yamin, S.Pd.,M.Si. Muh. Fadhly, SH.
NIP 197004041997021003 NIP 198910112009121001
Mengetahui,
Kepala Badiklat Hukum dan HAM Sulawesi Utara
JU LOTJE OLGA
i
NIP.19641020 198503 2 001
i
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAM SULAWESI UTARA
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA SULAWESI SELATAN PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II/
ANGKATAN CXX TAHUN 2021
NAMA : MUH. MIFTAKHUL ALGIFARRI
NIP : 20001029 202012 1 003
UNIT KERJA : LAPAS KELAS IIB LUWUK
JUDUL RANCANGAN AKTUALISASI : “PENINGKATAN MINAT BACA BUKU MELALUI PEMANFAATAN
PERPUSTAKAAN UNTUK
WARGA BINAAN LAPAS KELAS KELAS IIB LUWUK TAHUN 2021”
TELAH DISEMINARKAN PADA SEMINAR
RANCANGAN AKTUALISASI
PENERAPAN NILAI – NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LAPAS KELAS IIB LUWUK
, September 2021 Menyetujui,
Coach Mentor
Muhammad yamin, S.Pd.,M.Si. Muh. Fadhly, SH.
NIP 197004041997021003 NIP 198910112009121001
Mengetahui,
Kepala Badiklat Hukum dan HAM Sulawesi Utara
JU LOTJE OLGA
ii
NIP.19641020 198503 2 001
iii
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan khadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan Ridho dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaika Rancangan Aktualisasi dengan Judul “PENINGKATAN MINAT BACA BUKU MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN BAGI WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIB LUWUK” dengan baik dan lancar.
Laporan Rancangan Aktualisasi ini sebagai salah satu penerapan nilai dasar ASN yang dilaksanakan di unit kerja . Laporan Hasil Aktualisasi ini merupakan salah satu syarat Kelulusan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan 120 dengan Pola baru yang dilaksanakan oleh Balai Pendidikan Dan Pelatihan Hukum Dan Ham Sulawesi Utara secara Virtual .
Penulis menyadari bahwa Laporan ini dapat terwujud berkat bantuan dan dorongan dari banyak pihak . Penulis dengan rendah hati mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah Subhanahu wa ta’ala yang senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang-NYA serta memberikan kekuatan dan kesehatan ;
2. Orang tua dan Keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian dan kewajiban pada masa Palatihan Dasar ini ;
3. Kepada Bapak Edi Sigit Budiman, Amd.Ip.,SH, MAP selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk yang selalu memberikan dorongan, bimbingan dan motivasi dalam pelasanaan Pelatihan Dasar sampai pada Penyusuan Laporan Aktualisasi
4. Kepada Bapak Muh. Fadhly, SH. selaku KAUR KEPEG & UMUM sekaligus mentor yang telah memberikan dorongan, masukan dan bimbingannya dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi ini ;
5. Bapak Mahasar, S.H., M.H. selaku KASI BINAPIGIATJA yang telah memberikan inspirasi, infomasi dan masukan dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi ini ;
6. Bapak Muhammad yamin, S.Pd.,M.Si selaku Pemateri sekaligus Coach yang telah memberikan bimbingan, arahan serta motivasi ;
7. Seluruh Pejabat Struktural dan Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk yang telah memberi saran, Pengarahan dan Motivasi dalam penyusunan rancangan aktualisasi ;
8. Para Widyaswara yang telah berbagi pengetahuan dan informasi kepada Peserta Pelatihan Dasar ;
9. Seluruh Rekan CPNS di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk yang senantiasa membantu, memotivasi dan berbagi informasi dalam menyelesaikan rancangan aktualisasi ;
10. Seluruh Peserta Pelatihan Dasar Golongan II tahun 2021 yang saling memotivasi dan memberi dukungan dengan Penulis.
Penulis menyadari bahwa Laporan Rancangan Aktualisasi ini masih belum sempurna . Oleh karena itu Penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan ini .
Penulis berharap bahwa rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat untuk memperkaya ilmu pengetahuan sehingga nilai-nilai dasar ANEKA dapat diterapkan dengan baik dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN yang
iii
berintegritas.
iv
DAFTAR ISI
PERSETUJUA RANCANGAN AKTUALISASI...i
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI...ii
Kata Pengantar...iii
DAFTAR ISI...iv
BABA I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Tujuan...4
C. Manfaat...5
D. Waktu dan tempat Pelaksanaan...5
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN NILAI NILAI DASAR ASN...6
A. Gambaran Umum Organisasai...6
B. Nilai Nilai Dasar profesi ASN...11
C. Kedudukan dan Peran ASN...18
BAB III PENETAPAN ISU PRIORITAS...21
A. Identifikasi Isu...21
B. Analisis Isu dan Penentuan Isu prioritas...25
C. Matriks Rancangan Aktualisasi...34
D. Jadwal Kegiatan...43
Daftar Pustaka...44
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam penyelenggaraan pemerintahan ada beberapa azas penyelenggaraan pemerintahan salah satunya adalah azas perbantuan yaitu Asas perbantuan mengandung pengertian bahwa adanya pemberian tugas dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, atau dari pemerintah daerah tingkat atasnya kepada tingkat bawahnya. Pemberian tugas itu harus dipertanggung jawabkan kepada yang menugaskannya.
Adanya asas pembantuan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah berdasarkan kemampuan perangkat pemerintah pusat di daerah-daerah.
Salah satu bentuk azas perbantuan adalah dibentuknya lembaga pemasyarakatan sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas pemerintah dibidang pemberdayaan masyarakat yaitu melalui pendidikan, rehabilitasi dan reintegrasi.
Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Menurut Pasal 1 butir (3) UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, yang dimaksud dengan lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana atau anak didik pemasyarakatan.
Selanjutnya pada Pasal 3 disebutkan bahwa sistem pemasyarakatan berfungsi menyiapkan Warga Binaan Pemasyrakatan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.
Sistem pemasyarakatan bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai warga yang baik, juga bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana
oleh Warga Binaan Pemasyarakatan.
Fungsi LAPAS sebagai lembaga pendidikan dan sekaligus sebagai lembaga pembangunan yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi narapidana, dengan mempertajam program pembinaan narapidana (warga binaan pemasyarakatan). Dengan kata lain lembaga pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan narapidana harus mampu berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pembangunan.
Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih sangat ditentukan oleh keseluruhan Aparat Negara serta Mayarakat. Aparatur negara yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan subjek yang sangat berperan dalam terciptanya pemerintahan yang baik (Good Governance)
Pegawai ASN harus memiliki kualifikasi kompetensi, dan kinerja yang dibutuhkan sesuai dengan jabatannya masing-masing untuk melaksanakan tugasnya tersebut. Oleh karena itu sebagai seorang ASN yang tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat harus memiliki nilai-nilai seperti Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi sebagai acuan dalam melaksanakan tugas jabatannya.. Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya diakronimkan menjadi ANEKA. PNS diharapkan dapat turut serta mengembangkan lingkungan kerja yang positif untuk membantu pembentukan etika dan aturan perilaku organisasi.
Kompetensi yang dibangun dalam Latihan Dasar CPNS Golongan II sistem on/off ini adalah kompetensi PNS sebagai pelayan masyarakat yang profesional, yang diindikasikan dengan kemampuan mengaktualisasi lima nilai dasar, yaitu :
1. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya.
2. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
3. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
4. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya
5. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan Pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.
Maka dari itu dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) pada latihan dasar golongan II ini dengan membuat Rancangan Aktualisasi (RA) yang selanjutnya akan di aktualisasikan ke tempat tugas masing- masing.
Saat ini peserta diklat ditugaskan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk. Kesehariannya, penulis menjadi Anggota pengamanan/anggota jaga di UPT tersebut.
Sebagaimana kita ketahui Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk membina narapidana atau warga negara yang melanggar hukum dan perkaranya telah diputus di pengadilan. Selain itu dapat juga sebagai tempat penitipan tahanan dari kejaksaan, Polisi maupun tahanan penyidik. Hal ini berarti peserta diklat memiliki peran untuk memberikan pelayanan kepada warga binaan agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif. Penerapan prinsip dasar ANEKA itu sendiri diharapkan dapat mendorong terwujudnya kualitas pelayanan baik dan prima dari seorang ASN sehingga mutu pelayanan dapat ditingkatkan secara bertahap, berkesinambungan dan berkelanjutan.
Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya.
Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang-orang yang telah berusia lanjut tidak terkecuali utuk Warga Binaan Pemasyarakatan yang ada di LAPAS Kelas IIB Luwuk yang
kita ketahui bersama sedang menjalani masa hukuman lepas kemerdekaannya sehingganya dibutuhkan alternatif bagi mereka dalam memperluas ilmu mereka sebagai hak yang berhak mereka dapatkan.
Dalam tugas sebagai petugas lapas merupakan bagian sangat penting dalam melakukan pembinaan terhadap warga binaan, karena sangat bersentuhan langsung dengan warga binaan pemasyarakatan dalam praktek dilapangan kami sebagai penulis menemukan beberapa permasalahan terkait rendahnya tingkat pengetahuan warga binaan dikarenakan kurangnya kesadaran warga binaan akan pentingnya literasi dalam menunjang kehidupan sosial, serta kurang efektifnya petugas dalam mensosialisasikan pentingnya membaca buku sebagai perwujudan implementasi pembinaan yang ada di LAPAS, maka dari itu penulis menagangkat isu terkait hal ini yakni “belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS Luwuk”.
B. Tujuan dan manfaat Aktualisasi Tujuan
Dengan penulisan Rancangan Aktualisasi ini peserta diharapkan Mampu mengaktualisasikan Nilai Dasar Profesi PNS yang akan dilaksanakan pada Lapas Kelas IIB Luwuk yaitu :
Mampu mengaktualisasikan nilai Akuntabilitas sehingga PNS memiliki tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan
Mampu mengaktualisasikan nilai Nasionalisme sehingga PNS bekerja dengan nilai-nilai pancasila
Mampu mengaktualisasikan nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan pelayanan public yang baik
Mampu mengaktualisasikan nilai Komitmen Mutu sehingga mewujudkan pelayanan yang prima dan berkualitas
Mampu mengaktualisasikan nilai Anti Korupsi sehingga
sehingga mewujudkan sikap disiplin
Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan Rancangan Aktulisasi ini ialah Sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan minat baca Warga Binaan melalui pemanfaatan saran perpustakaan LAPAS sebagai wujud aktualisasi tugas pembinaan petugas pemasyarakatan di LAPAS Luwuk.
Dapat memberikan kesadaran dan pengarahan kepada warga binaan untuk selalu menambah wawasan mereka melalui ilmu yang dapat mereka peroleh dari membaca buku terkhususnya di perpustakaan LAPAS Luwuk.
Hasil akhirnya ialah dapat meningkatkan SDM yang dicetak dari LAPAS agar kembali ke masyarakat dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dari membaca buku di perpustakaan LAPAS Luwuk
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu
Berdasarkan jadwal dari penyelenggara pelatihan Dasar CPNS BADIKLAT Sulawei Utara Aktualisasi di tempat kerja dilaksanakan mulai tanggal 20 september-30 november 2021.
Tempat
Berdasarkan SK Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, penulis ditugaskan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk. Dalam Kegiatan aktualisasi nanti penulis mealakukannya di tempat tersebut dengan berpedoman pada 3 sumber, yaitu Standar Kinerja Pegawai, tugas dari atasan, serta inisiatif sendiri dengan persetujuan dari atasan dalam melaksanakan tugas sebagai petugas lapas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk terutama dalam aktualisasi nilai dasar profesi PNS ANEKA dalam Meningkatkan minat baca melalui pemanfaatan di LAPAS Luwuk
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN NILAI NILAI DASAR PROFESI ASN
A. Gambaran Umum Organisasi
1). Tugas dan Fungsi Organisasi
Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Tugas
Kesatuan Pengamanan LAPAS mempunyai tugas menjaga keamanan dan ketertiban LAPAS.
Fungsi
Melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap narapidana / anak didik;
Melakukan pemeliharaan dan tata tertib;
Melakukan pengawalan pemerimaan, penempatan dan pengeluaran narapidana / anak didik;
Melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran keamanan;
Membuat laporan harian dan berita acara pelaksanaan pengamanan.
Peran dalam menjalankan Tugas dan Fungsi Kesatuan Pengamanan LAPAS yaitu:
Kesatuan Pengamanan LAPAS dipimpin oleh seorang Kepala dan Membawahi Petugas Pengamanan LAPAS;
Kepala Kesatuan Pengamanan LAPAS berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala LAPAS.
Sub Bagian Tata Usaha Tugas
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga LAPAS.
Fungsi
Melakukan urusan kepegawaian dan keuangan;
Melakukan urusan surat-menyurat, perlengkapan dan rumah tangga.
Sub Bagian Tata Usaha Terdiri dari : a. Urusan Kepegawaian dan Keuangan
Tugas
Urusan Kepegawaian dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan keuangan.
b. Urusan Umum Tugas
Urusan Umum mempunyai tugas melakukan surat-menyurat, perlengkapan dan rumah tangga.
KASI BINAGIATJA
Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik Tugas
Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik mempunyai tugas memberikan bimbingan pemasyarakatan narapidana / anak didik.
Fungsi
Melakukan registrasi dan membuat statistik serta dokumentasi sidik jari narapidana / anak didik;
Memberikan bimbingan pemasyarakatan, mengurus kesehatan dan memberikan perawatan bagi narapidana / anak didik.
Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik Terdiri dari : a. Sub Seksi Registrasi
Tugas
Sub Seksi Registrasi mempunyai tugas melakukan pencatatan dan membuat statistik serta dokumentasi sidik jari narapidana / anak didik.
Sub Seksi Bimibingan Kemasyarakatan dan Perawatan Tugas
Sub Seksi Bimibingan Kemasyarakatan dan Perawatan mempunyai tugas memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani serta memberikan latihan olah raga, peningkatan pengetahuan asimilasi, cuti penglepasan dan kesejahteraan narapidana / anak didik serta mengurus kesehatan dan memberikan perawatan bagi narapidana / anak didik.
Seksi Kegiatan Kerja Tugas
Seksi Kegiatan Kerja mempunyai tugas memberikan bimbingan kerja, mempersiapkan sarana kerja dan mengolah hasil kerja.
Fungsi
Memberikan bimbingan latihan kerja bagi narapidana / anak didik dan mengelola hasil kerja;
Mempersiapkpan fasilitas sarana kerja.
KASI MINKAMTIB
Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Tugas
Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib mempunyai tugas mengatur jadwal tugas, penggunaan perlengkapan dan pembagian tugas pengamanan, menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas sertamenyusun laporan berkala di bidang keamanan dan menegakkan tata tertib.
Fungsi
Mengatur jadwal tugas, penggunaan perlengkapan dan pembagian tugas pengamanan;
Menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas serta menyusun laporan berkala di bidang keamanan dan menegakkan tata tertib.
Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Terdiri dari : a. Sub Seksi Keamanan
Tugas
Sub Seksi Keamanan mempunyai tugas mengatur jadwal tugas, penggunaan perlengkapan dan pembagian tugas pengamanan.
b. Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib Tugas
Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib mempunyai tugas Menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas serta menyusun laporan berkala di bidang keamanan dan menegakkan tata tertib.
. Visi dan Misi Organisasi
Dalam rangka menjalankan amanat sesuai UU No 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, maka LAPAS Kelas IIB Luwuk mempunyai visi dan misi yang kurang lebih sama dengan direktorat jendral Pemasyarakatan yakni :
Visi
Menjadi Lembaga yang akuntabel, transparan dan professional dengan menghasilkan petugas yang memiliki kompetensi tinggi, serta memapu mewujudkan system pemasyarakatan yang tertib dan aman.
Misi
Mewujudkan terib pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan
penghormatan terhadap Hukum dan HAM kepada Warga Binaan, Tahanan, Anak didik pemasyarakatan.
Membangun kelembagaan yang professional dengan berlandaskan pada akuntabilitas dan transparansi, tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan untuk mencetak SDM Warga Binaan yang memiliki skil dan keahlian untuk digunakan di masyarakat.
Mengembangkan kompetensi dan potensi SDM petugas secara konsisiten dan berkesinambungan
Mengembangkan kerja sama dan optimalisasi stake holder
Melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan dalam rangka penegakkan hukum, pencegahan penanggulangan kejahatan serta pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.
B. Nilai nilai Dasar profesi ASN
Deskrpsi tentang Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil adalah Dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 yang dimaksud Aparatur Sipil Negara (ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Fungsi ASN yaitu melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan mempererat persatuan dan kesatuan Bangsa.
Untuk menjadi seorang pelayan publik yang professional diperlukan pembekalan kepada PNS dengan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dikenal dengan ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya.
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan, dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukuran baik/buruk.
Antikorupsi adalah sikap dan perilaku untuk tidak mendukung adanya upaya untuk merugikan keuangan negara dan perekonomian negara. Dengan kata lain, antikorupsi merupakan sikap menentang terhadap adanya korupsi.
Indikator Nilai Nilai Dasar ASN
No Nilai Dasar Indikator
1. Akuntabilitas Kepemimpinan
Transparan
Integritas
Tanggung jawab
Keadilan
Kepercayaan
Keseimbangan
Kejelasan
Konsistensi
2. Nasionalisme Religius
Hormat menghormati
Cinta tanah air
Rela berkorban
Patriotisme
Menjaga persatuan dan kesatuan
Mengakui persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara
Saling mencintai sesama warga negara
Tenggang rasa
3. Etika public Adab
Perilaku
Cara bersikap
Karakter
Melayani dengan baik
Menjalankan tugas dengan profesiona
Tidak berpihak
Non diskriminatif
Mempertanggungjawakan tindakan dan kinerja kepada publik
4. Komitmen mutu Efektif
Efisien
Berinovasi
Berkualitas
Mencapai target
5. Anti korupsi Jujur
Berintegrasi
Kedisiplinan
Kerja keras
Keberanian
Keadilan
Kepedulian
Tanggung jawab
Kesederhanaan
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Indikator nilai dasar akuntabilitas, yaitu:
a. Kepemimpinan, Memberi contoh kepada orang lain, memiliki komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan.
b. Transparansi, tujuannya mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan dan meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan.
c. Integritas, kesesuaian antara perkataan dan tindakan.
d. Tanggungjawab, kewajiban dari individu atau lembaga terhadap setiap tindakan yang telah dilakukan.
e. Keadilan, merupakan landasan utama dari akuntabilitas.
f. Kepercayaan, lingkungan akuntabel ada dari hal-hal yang dapat dipercaya.
g. Keseimbangan, kinerja yang baik harus disertai keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian yang dimiliki.
h. Kejelasan, mengetahui kewenangan, peran dan tanggung jawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi.
i. Konsistensi, menjamin stabilitas untuk mencapai lingkungan yang akuntabel.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.
a. Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Nilai ini mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa religious, bukan bangsa atheis.
b. Sila 2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
Nilai ini mengandung arti adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan segala sesuatu sebagaimana mestinya.
c. Sila 3 (Persatuan Indonesia)
Sila ini mengandung nilai bahwa makna usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
d. Sila 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan)
Sila ini mengandung makna bahwa suatu pemerintahan dari rakyat,
oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga perwakilan.
e. Sila 5 (Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)
Sila ini mengandung makna sebagai dasar tujuan yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur lahiriah dan batiniah.
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan, dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang ASN, yakni:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama
mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi ada beberapa nilai yang harus ada pada komitmen mutu seperti :
a. Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
b. Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.
c. Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.
d. Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang dilakukan diarahkan untuk pencapaian standar mutu.
5. Anti Korupsi
Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Anti korupsi dapat diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari Nilai-nilai anti korupsi antara lain:
a. Kejujuran
Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat di definisikan sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.
b. Kepedulian
Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan.
Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap lingkungan sekitar.
c. Kemandirian
Mandiri berarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal.
d. Kedisiplinan
Disiplin adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan.
e. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu.
f. Kerja keras
Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian.
g. Kesederhanaan
Gaya hidup yang sederhana yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros.
h. Keberanian
Dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran.
i. Keadilan
Adil adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak.
Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
C. Kedudukan dan Peran ASN
Kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat ditinjau melalui 3 aspek yaitu : Whole of Government (WoG), Pelayanan Publik, dan Manajemen ASN. Ketiga hal ini perlu diimplementasikan dalam keseharian birokrasi untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Berikut adalah penjelasan dari ketiga aspek tersebut.
Whole Of Government
Whole Of Government adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi pemerintah baik antar instansi maupun bagian internal instansi untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama, sebagai bentuk kolaborasi, kerjasama antar instansi, aktor
pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pelayanan. WoG menekan pelayanan yang terintegrasi sehingga prinsip koordinasi, kolaborasi, kerjasama, komunikasi dan interagency dalam melayani permintaan masyarakat dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat.
Pelayanan Publik
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik yaitu setiap institusi penyelenggara Negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata - mata untuk kegiatan pelayanan publik. Kegitan tersebut dilaksanakan oleh pejabat, pegawai, petugas, dan setiap orang yang bekerja di dalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik.
Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN adalah yang Profesional, memiliki nilai dasar etika bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Kedudukan dan peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu dan diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap.
Berdasarkan Undang-undang tersebut, ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil atau PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah
PNS diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sementara itu,
PPPK diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
Profesi ASN berlandaskan pada prinsip nilai dasar, kode etik dan kode perilaku, komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik, kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas, kualifikasi akademik, jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas, dan profesionalitas jabatan.
Adapun, prinsip nilai dasar yang diterapkan oleh ASN mencakup berbagai hal. Seperti memegang teguh ideologi Pancasila, setia, dan mempertahankan UUD 1945 serta pemerintahan yang sah, mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia, hingga menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
Kedudukan ASN dalam NKRI
Kedudukan ASN dalam NKRI sebagai unsur aparatur negara yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah.
Dalam menjalankan tugasnya, ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Berikut tugas sebagai pegawai ASN:
Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peran ASN dalam NKRI
Merujuk pada Pasal 12 UU Nomor 5 Tahun 2014, pegawai ASN (PNS dan PPPK) berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupai, kolusi, dan nepotisme.
Itulah kedudukan dan peran ASN dalam NKRI sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014. Selain sebagai pelaksana kebijakan dan pelayan publik, ASN juga berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
BAB III
PENETAPAN ISU PRIORITAS A. Identifikasi Isu
Lembaga pemasyarakatan sebagai salah satu wadah pembinaan narapidana juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi narapidana dengan memberikan program pembinaan kerohanian dan kemandirian, berupa pelatihan berbagai
keterampilan dan bimbingan kerohanian sebagai bekal bagi narapidana untuk kembali ke masyarakat.
Namun kenyataannya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk yang sudah habis masa tahanannya dan kembali kemasyarakat berdasarkan hasil pengamatan kami sebagai petugas belum memperlihatkan perubahan yang signifikan baik dari sikap maupun tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa NAPI yang keluar masuk LAPAS akibat dari tindakan kejahatan yang sama maupun berbeda, hal ini merupakan salah satu bentuk dari kurangnya efektifnya penanaman nilai nilai norma kepada WBP melalui pembinaan yang ditujukan agar WBP dapat kembali ke masyrakat dan tidak mengulangi perbuatan yang serupa inilah yang menjadi isu utama dalam kegiatan pembinaan di LAPAS Kelas IIB Luwuk.
Menurut pengertian isu adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi, sehingga dapat dikatakan bahwa isu mengacu kepada adanya bibit permasalahan yang selanjutnya diperhatikan dengan sungguh- sungguh dan cari pemecahan masalahnya.
Sumber isu yang diangkat berasal atau bersumber dari pengamatan dan pengalaman yang dirasakan oleh peserta setelah kurng lebih 8 bulan melaksanakan tugas penjagaan di Lapas Kelas IIB Luwuk.
Berkaitan latar belakang kondisi aktual pada lingkungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk permasalahan yang teridentifkasi antara lain :
Kurangnya pemahaman pengunjung penitip makanan terhadap alur penitipan makanan dan barang di LAPAS
Deskripsi isu : di lembaga pemasyarakatan terdapat layan penitipan makanan untuk warga binaan dari luar yang merupakan keluarga dari warga binaan namun seringkali pihak keluarga menitipkan makanan diluar jam yang telah ditentukan serta kebanyakan dari merek memaksa petugas untuk menerima barang/makanan titipan mereka diluar ketentuan baik waktu maupun barang sehingga menimbulkan kesemrautan dalam proses penitipan makanan dan menimbulkan antrian dan gerombolan di depan LAPAS sehingga menimbulkan kerumunan.
Kurangnya Pembinaan terhadap kedisiplinan dan ketertiban WBP Deskripsi Isu : Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), narapidana berhak menerima pembinaan sebagai wujud tanggung jawab pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995.
Wujud pembinaan yang wajib diberikan kepada narapidana adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian terkait dengan pengembangan karakter dan mental, sedangkan pembinaan kemandirian terkait dengan pengembangan bakat dan keterampilan narapidana. Kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara menjadi salah satu indikator dalam menentukan kriteria berkelakuan baik terhadap narapidana dan tahanan.
Kurangnya kerja sama tim petugas penjagaan dalam hal apel pengecekan penghuni
Deskripsi Isu :Pengecekan jumlah penghuni sangat penting dalam tupoksi pegawai pemasyarakatan terutama dalam bagian penjagaan sebagai penaggung jawab dalam hal keamanan serta ketertiban dalam LAPAS/RUTAN serta salah satu tanggung jawab petugas penjagaan ialah mencegah terjadinya pelarian atau kaburnya warga binaan dalam
LAPAS/RUTAN hal ini merupakan kewajiban yang sangat mendasar yang harus dilaksanakan oleh setiap Anggota Jaga.
di LAPAS LUWUK sendiri yang memiliki jumlah penghuni yang tidak sedikit bahkan over capacity bukanlah pekerjaan yang mudah apabila pengecekan hanya dilakukan oleh satu atau 2 orang saja melainkan kerja sama dan kekompakan dalam satu regu sangat diperlukan agar efisiensi kerja dan efektifitas kerja dapat terlaksana tepat waktu, dalam hal ini agar pergantian regu jaga dapat dilaksanakan tepat waktu sementara dalam kenyataan dilapangan pengecekan penghuni di LAPAS LUWUK hanya diserahkan pada pegawai CPNS yang Notabene hanya beranggotakan 2 orang setiap regu Sehingganya dalam hal pengecekan penghuni berlangsung lama dan pencarian penghuni yang keluar blok karena kesibukan atau lain lain berlangsung lama dan tidak efektif .
Kurangnya Pengawasan Terhadap WBP didalam blok Hunian
Deskripsi Isu: Laju pertumbuhan penghuni lapas tidak sebanding dengan sarana lapas. Input tidak sebanding output. Jumlah narapidana yang masuk lebih besar daripada narapidana bebas. Selanjutnya, penghuni Lapas kelas II B Luwuk tidak hanya orang terhukum saja, akan tetapi ada juga tahanan kepolisian dan kejaksaan yang dititipkan di Lapas.
Banyaknya jumlah narapidana dan tahanan tanpa diimbangi sumber daya manusia (petugas) dan sarana prasarana memadai rentan menimbulkan pelanggaran. Jumlah petugas yang sedikit menyebabkan rendahnya tingkat pengamanan/ pengawasan.
Belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan bagi WBP.
Deskripsi isu: salah satu tugas dari lembaga pemasayarakatan ialah memberikan pendidikan sekaligus pembinaan terhadap warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat.
Namun kenyataannya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk yang sudah habis masa tahanannya dan kembali kemasyarakat berdasarkan hasil pengamatan kami sebagai petugas belum memperlihatkan perubahan yang signifikan baik dari sikap maupun tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa NAPI yang keluar masuk LAPAS akibat dari tindakan kejahatan yang sama maupun berbeda, hal ini merupakan salah satu bentuk dari kurangnya efektifnya penanaman nilai nilai norma kepada WBP melalui pembinaan yang ditujukan agar WBP dapat kembali ke masayrakat dan tidak mengulangi perbuatan yang serupa inilah yang menjadi isu utama dalam kegiatan pembinaan di LAPAS Kelas IIB Luwuk.
Salah satu penyebeb kurang efektifnya kegiatan pendidikan dan pembinaan di LAPAS Luwuk ialah tingkat lierasi dari WBP LAPAS Luwuk yang sangat rendah dikarenakan perpustakaan LAPAS yang cenderung terbengkalai serta tidak dipergunakan sebagaimana mestinya hal ini tentunya harus segera diselesaikan guna mnenunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan di LAPAS Luwuk.
B. Analisis Isu dan Penentuan Isu prioritas Analisis Isu
Dalam menetapkan isu penulis menggunakan landasan teoritik dari agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI (Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik). Selain itu untuk menjaga relevansi dengan kondisi nyata di tempat kerja, dilakukan juga proses konsultasi
dengan atasan di lingkungan kerja sehingga isu yang disampaikan valid dan reliabel.
Berkaitan latar belakang kondisi aktual pada lingkungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk isu permasalahan yang teridentifkasi antara lain :
Kurangnya pemahaman pengunjung penitip makanan terhadap alur penitipan makanan dan barang di LAPAS
Kurangnya Pembinaan terhadap kedisiplinan dan ketertiban WBP
Kurangnya kerja sama tim petugas penjagaan dalam hal apel pengecekan penghuni
Kurangnya Pengawasan Terhadap WBP didalam blok Hunian
Belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai saran pembinaan bagi WBP.
Adapun relevansi dari isu yang saya angkat terkait dengan nilai kedudukan dan peran ASN dalam NKRI digambarkan dalam tabel berikut ini:
No Isu Kedudukan dan peran ASN dalam NKRI
Manajemen ASN Whole of goverment Pelayanan publik
1. Kurangnya pemahaman pengunjung penitip makanan
terhadap alur penitipan makanan dan barang di
LAPAS
Kur
Berkaitan dengan manajemen ASN yakni peran kita sebagai kita aparat pemasyarakatan yakni tugas kita dalam menegakkan aturan terkait layanan penitipan makanan dalam hal ini P2U dalam memeberikan sosialisasi menegenai aturan waktu penitipan makanan untuk warga binaan
Berkaitan dengan koordinasi antara petugas penjagaan dan P2U untuk menempatkan isu ini menuntut adanya perbaikan sinergi dari tiap petugas penjaga pintu utama untuk menerapkan aturan jam pelayanan penitipan makanan secara konsisten
agar tidak menimbulkan
kecemburuan dari keluarga WBP maupun konflik kepentingan
Berk
Berkaitan dengan pelayanan publik yang berbasis kualitas dan kepuasan konsumen dalam hal ini keluarga warga binaan dan warga
binaan dimana dengan
ditetapkannya aturan yang berlaku maka sistem penitipan makanan dapt berjalan dengan teratur sehingga pelayanan yang berbasis mutu dan kualitas dapat terwujud
Berk
2.
angnya Pembinaan terhadap kedisiplinan dan ketertiban
WBP
Berkaitan dengan manajemen ASN isu ini disebabkan oleh petugas yang masih belum maksimal dalam menjalankan tugas sesuai dengan apa yang telah di atur sebagi petugas pemasyarakatan yakni sebagai petugas pemasyarakatan diharuskan untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi mengenaui aturan dan tata tertib di LAPAS sehingga warga binaan maupun Tahanan baru dapat mengetahui aturan sehingga potensi pelanggaran dapat berkurang
aitan dengan koordinasi maka isu ini berkaitan dengan inasi antar petugas bagian kamtib dan penjagaan yang mana bagian keamanan dan tata tertib seharusnya melakukan kerjasama terkait penempelan spanduk dan penyampaian tata tertib di LAPAS terhadap warga binaan maupun tahanan yang baru.
aitan dengan pelayanan publik yang berdasarkan pada pelayanan mutu terhadap warga binaan maka bentuk sosialisasi terhadap aturan tata tertib terhadap warga binaan dapat meningkatkan keamananan dan ketertiban sehingga pelayanan terhadap keamanan dan ketertiban warga binaan berkualitas.
3. Kurangnya kerja sama tim petugas penjagaan dalam hal
apel pengecekan penghuni
Manajemen ASN berkaitan dengan kedudukan dan peran ASN dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan profesi dan bidang nya terkhusus sebagai petugas pemsyarakatan maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan tugas kita sebagai pengamanan secara tim maka kita harus mengerjakan setiap tugas kita secara bersama sama sebagai perwujudan dari manajemen ASN Pemasyarakatan yang baik Dan efisien
Who le of government berhubungan dengan keterkaitan antar semua lini dan bagian baik antar instansi maupun dalam instansi tersebut maka apabila diantara petugas dan setiap stake holder terjalin kerja sama yang baik maka tugas dan peran kita sebagai petugas pemasyarakatan dapat menjalankan tugas dengan efisien serta meminimalisir kesalahan dan pelanggaran yang terjadi
Dalam prinsisp mengedepankan kepuasan dari masyarakat atau orang yang menerima pelayanan dari kita sebing masing kaitannya dengan petugas pemasyrakatan publik yang kita berikan pelayanan yakni Warga Binaan yang mana setiap warga Binaan berhak mendapatkan hsesuai dengan peraturan yang berlaku termasuk perhitungan jumlah mereka harus dilakukan dengan efisisen agar menghemat waktu.
4. Kurangnya kesadaran petugas pos lingkungan dalam menulis buku laporan sesuai
dengan papan lalu lintas
Berkaitan dengan manajemen ASN yakni dimana penempatan posisi tugas setiap Petugas terutama tugas pemasyarakatan yakni setiap petugas
Dalam kaitannya dengan WOG maka setiap anggota regu harus terjalin kerja sama yakni setiap petugas menempati lingkungan pos blok
Dalam pelayanan publik isu ini menuntut bagaimana kita sebagai petugas pemasyarakatan melakukan penulisan buku sesuai
haruslah di tempatkan pada setiap pos yang disesdiakan agar dapat menulis buku laporan sesuai dengan jumlah penghuni di papan lalu lintas guna mencegah timbulnya disinformasi diantara petugas P2U dan pos lingkungan terkait jumlah penghuni
menulis buku laporan hendaknya berkoordinasi dengan KARUPAM dan P2U dalam menulis jumlah penghuni ditiap blok hunian karena hal ini berkaitan dengan tusi petugas penjagaan dalam memastikan jumlah penghuni LAPAS lengkap
dengan update terbaru guna memudahkan kita dalam melakukan pendataan dan pelayanan terhadap warga binaan.
5. Belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan
perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan
bagi WBP.
Dalam isu ini manajemen ASN yang
ditunjukan oleh petugas
pemasyarakatan yakni dimana petugas dalam melaksanakan tugasnya paham dan menegerti dari tujuan pemasyarakatan itu sendiri yakni memberikan pemahaman serta
Berkaitan dengan whole Of Government yakni kerja sama antara petugas penjagaan bersama petuga pembinaan yanmembawahi layanan perpustakaan LAPAS untuk dapat berkoordinasi dalam menjalanan kegiatan perpustakaan agar dapat
Dan dalam kaitannya dengan pelayanan publik dimana kita sebagai petugas pemasyrakatan harus memberikan pelayanan
terbaik kepada warga
binakegiatan di perpustakaan dengan menyediakan sarana dan
pembinaan kepada warga binaan salah satu caranya ialah mengarahkan pembinaan tersebut melalui pemberdayaan peerpustakaan sebagai peningkatan pengetahunan kepada warga binaan melalui ningkatan minat dalam mebaca buku guna memperkaya literasi mereka
berjalan sebagaimana mestinyaguna mewujudkan bentuk pembinaan yang baik di perpustakaan LAPAS
prasarana yang cukup agar minat baca mereka dan mereka untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan sebagai wujud pembinaan dalam LAPAS dapat terwujud dan sukses.
Penentuan Isu Prioritas
Alat analisis yang digunakan untuk menentukan isu yang dikategorikan isu yang perlu diselesaikan adalah APKL, isu harus memenuhi kriteria di bawah ini :
Aktual : artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat
Problematik : artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya
Khalayak : isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak
Layak : isu yang masuk akal, logis, realistis serta relevan untuk dimuculkan inisiatif pemecahan masalahnya
No Identifikasi Isu Kriteria APKL keterangan
A P K L
1. Kurangnya pemahaman pengunjung penitip makanan terhadap alur penitipan makanan dan barang di LAPAS
X Tidak
memenuhi 2. Kurangnya Pembinaan terhadap
kedisiplinan dan ketertiban WBP memenuhi
3. Kurangnya kerja sama tim petugas penjagaan dalam hal apel pengecekan penghuni
X X Tidak
Memenuhi 4. Kurangnya kesadaran petugas pos
lingkungan dalam menulis buku laporan sesuai dengan papan lalu lintas
X Tidak
Memenuhi
5. Belum maksimalnya
pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan bagi WBP.
Memenuhi
Berdasarkan analisa metode APKL diatas di peroleh 2 isu prioritas yang memenuhi syarat untuk disaring dengan metode USG:
Metode USG adalah ialah alat analisis pemilihan prioritas masalah menggunakan indikator indikator berikut ini:
Urgensi: seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
Seriousness: seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan
Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak segera ditangani.
Keterangan Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu metode USG
Bobot Keterangan
5 Sangat Kuat Pengaruhnya
4 Kuat Pengaruhnya
3 Cukup Pengaruhnya
2 Kurang Pengaruhnya
1 Tidak ada Pengaruhnya
Menetapka isu prioritas teknik USG
No Isu yang memenuhi U S G Skor Rangking
1.
Kurangnya Pembinaan terhadap kedisiplinan dan
ketertiban WBP 4 5 5 14 2
2.
Belum maksimalnya
pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan bagi WBP.
5 5 5 15 1
Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan 2 metode diatas yakni APKL, dan USG diperoleh 1 isu prioritas utama yakni “Belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan bagi WBP.”
C. Matriks Rancangan Aktualisasi
1. Unit kerja : LAPAS Kelas IIB Luwuk
2. Isu yang diangkat : Belum maksimalnya pendayahgunaan/pemanfaatan perpustakaan di LAPAS sebagai sarana pembinaan bagi WBP.”
3. Judul Aktualisasi : PENINGKATAN MINAT BACA BUKU MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN BAGI WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS IIB LUWUK
No Kegiatan Tahapan Hasil/output Keterkaitan dengan nilai nilai mata diklat Kontribusi terhadap visi dan
misi organisasi
Penguatan nilai nilai organisasi 1. Konsultasi dengan
atasan langsung yakni mentor bapak KAUR Kepegawaian &
umum Atas nama Muh. Fadhly, SH.
Meminta izin dan saran dalam melaksanakan kegiatan
Mendapatkan persetujuan Izin untuk
melaksanakan
Keterkaitan dengan agenda dan peran ASN adalah paada mata pelatihan
Manajemen ASN: bertanggung jawab atas tugas yang diberikan serta mengerjakannya dengan sebaik beiknya Whole of government: melakukan
kerjasama dan koordinasi antara peserta dan mentor atasan langsung
Keterkaitan dengan Nilai ANEKA Akuntabilitas: mengedepankan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas serta transaparan dalam menyampaikan
Pada kegiatan ini mendukung nilai visi dan misi organisasi
Mengembangkan kerja sama dan optimalisasi stake holder
Yang dimana setiap petugas harus
berokoordinasi
Nilai ketekunan Peserta dapat menganailisa serta
mengambil contoh dan referensi dari masukan mentor agar kegiatan aktualisasi dapat terwujud dengan baik
Aktualisasi dan Habituasi.
Membuat surat persetujuan Rancangan Aktualisasi.
Mendiskusikan bersama atasan langsung.
Mengenai kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan untuk menarik minat Warga Binaan untuk membaca buku.
Aktualisasi dan Habituasi
Rencana
kegiatan kegiatan yang akan dilakukan
Foto dan dokumentasi
rencana kegiatan Nasionalisme: berdiskusi dan
bermusyawarah dengan Atasan sebagai wujud pengamalan nilai nilai cinta tanah air Etika publik: berkomunikasi dengan sopan serta menjunjung tinggi standar etika kepada atasan
Komitmen mutu: dengan berorientasi pada kualitas maka konsultasi dengan mentor diharapkan dapat memperoleh masukan dan saran sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Anti korupsi: bertanggung jawab serta tidak mengambil keuntungan pribadi dari
berjalannya kegiatan.
dan bekerjasama guna mewujudkan keberhasilan dari seuatu kegiatan
2. Menyiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan
berkonsultasi dengan KASI BINAGIATJA selaku atasan yang membawahi kegiatan pembinan termasuk
perpustakaan sebagai tempat kegiatan.
Membuat daftar susunan kelompok kepada WBP tentang pembentukan kelompok belajar perpustakaan.
Mengarahkan WBP untuk memperisapkan
Daftar hasil konsultasi.
Kegiatan pengarahan kepada WBP terkait
pembentukan kelompok belajar
Foto dokumentasi
Keterkaitan dengan agenda peran dan kedudukan ASN adalah pada mata pelatihan Manajemen ASN: bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Whole of Government: melakukan koordinasi antar bagian dalam internal LAPAS.
Keterkaitan dengan Nilai ANEKA
Akuntabilitas: melaksanakan tugas dengan bertanggung jawab serta transparan dalam menyampaikan rincian dan tujuan kegiatan.
Nasionalisme: musyawarah dan gotong royong antar bagian dalam LAPAS dalam menyiapkan kegiatan dengan disiplin.
Etika Publik: bersikap sopan santun dengan atasan
Komitmen mutu: menetapakan target dan tujuan serta memeastikan setiap kegiatan dapat dipahami dan dilaksanakan.
Anti Korupsi: bersikap mandiri dan
bertanggung jawab atas kegiatan Aktualisasi
Nilai visi dan misi organisasi yang diwujudkan dalam kegiatan ini yakni
Mengembangkan kerja sama dan optimalisasi stake holder
Melalui dengan konsultasi dengan KASI
BINAGIATJA selaku atasan dalam bagian pembinaan termasuk perpustakaan dapat
mendapatkan ide terkait kegiatan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pemberdayaan perpustakaan.
Nilai
profesionalisme dimana peserta dapat
mengetahui tanggung jawab dan fungsi dari Bagian
Pembinaan serta
bertanggung jawab atas kegiatan yang dilaksanakan.
Serta nilai kedisiplinan dimana peserts wajib mengikuti susunan
rancangan kegiatan yang telah di konsultasikan bersama KASI BINAGIATJA.
perpustakaan dengan dilakukan pembersihan.
3. Melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan minat baca pada WBP
Menyiapkan sarana dan prasarana perpustakaan
Sarana perpustakaan yang bersih
Keterkaitan dengan dengan agenda peran dan kedudukan ASNadalah pada mata pelatihan
Manajemen ASN: bertanggug jawab dalam melaksanakan tugas dengan baik Whole of Government: melaksanakan koordinasi antar lini didalam Internal LAPAS.
Pelayanan publik: melakukan pelayanan terhadap WBP berupa pemenuhan Hak mereka untuk mendapatkan pembinaan dan pengajaran melalui pemanfaatan
Perpustakaan LAPAS secara adil.
Keterkaitan dengan nilai ANEKA:
Akuntabilitas: berintegritas dalam
melaksanakan tugas menunjukan sikap yang
Kegiatan ini mendukung visi dan misi
organiasasi Membangun kelembagaan yang professional dengan
berlandaskan pada
akuntabilitas dan transparansi, tugas pokok dan fungsi
pemasyarakatan untuk mencetak SDM Warga
Keteladanan:
memberikan sikap
keteladanan pada WBP.
Profesionalisme dalam
melaksanakan tugas serta disisplin dengan kegiatan yang di rancangkan.
Melakukan
kegiatan himbauan dan sosialisasi kepada WBP tentang pembentukan kelompok belajar
Membentuk kelompok belajar dalam kegiatan bedah buku oleh WBP
Kelompok belajar yang terdidri dari beberapa WBP di LAPAS Luwuk
Dokumentasi dari kegiatan
sosialisasi
kelompok belajar bedah buku
baik sebagai wujud perilaku menjadi suritauladan pada WBP serta memberikan kejelasan terkait isi dan tujuan kegiatan.
Etika Publik: bersikap sopan kepada WBP dan profesional dalam menjalankan kegiatan Komitmen Mutu: berorientasi kepada kualitas pelayanan dan efisiensi kegiatan perpustakaan Anti Korupsi: bekerja keras serta bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan di perpustakaan.
Binaan yang memiliki skil dan keahlian untuk digunakan di masyarakat.
Yang mana diharapkan warga binaan mampu menerapkan ilmu yang didapatkan dari membaca buku di
perpustakaan agar berguna
dimasyarakat kelak.
4. Mengebangkan dan menjalankan alternativ dalam kegiatan.
Keterkaitan dengan agenda peran dan kedudukan ASN adalah pada mata pelatihan:
Manajemen ASN: bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dengan baik.
Whole of Government: melakukan koordinasi dengan pegawai staff registrasi Pelayanan publik: mefasilitasi WBP dalam lingkungan blok untuk dapat membaca buku
Kegiatan ini mendukung visi dan misi
organisasi
Mengembangkan kompetensi dan potensi SDM petugas secara
Komitmen dan integritas dalam menjalankan kegiatan perpustakaan keliling serta penyusunan poster dan daftar buku buku yang serat
Berkoordinasi dengan petugas staf Registrasi terkait fasilitas perpustakaan keliling.
Mencetak poster perpustakaan keliling beserta daftar buku buku yang digunakan
Menggunakan sarana
perpustakaan keliling bersama salah satu
kelompok belajar menuju blok blok hunian
Memberikan pengarahan kepada penghuni blok mengenai kegiatan
Sarana perpustakaan keliling beserta buku buku yang dibawakan
Poster dan daftar buku yang dijalankan pada kegiatan
perpustakaan keliling
melalui perpustakaan keliling guna meningkatkan literasi mereka.
Keterkaitan dengan nilai ANEKA:
Akuntabilitas: melaksanakan tugas dengan berintegritas serta adil terhadap setiap warga binaan.
Nasionalisme: bermusyawarah dengan staf registrasi terkait sarana perpustakaan keliling.
Etika publik: sopan santun terhadap staf registrasi dalam koordinasi terkait
perpustakaan keliling serta berlaku ramah terhadap warga binaan yang menggunakan fasilitas buku dari perpustakaan keliling Komitmen Mutu: berorientasi pada inovasi perpustakaan keliling serta poster dan daftar buku yang dibawa pada perpustakaan keliling.
Anti Korupsi: jujur dalam melaksanakan kegiatan serta tidak melakukan peniruan.
konsisiten dan berkelanjutan Dengan kegiatan perpustakaan keliling ini diharapkan WBP di dalam
lingkunagn blok dapat
menegmbangkan potensi mereka melalui membaca buku
disiplin waktu dalam
melaksanakan kegiatan.
perpustakaan keliling 5. Mengarahkan
kelompok belajar WBP untuk melakukan bedah buku di
perpustakaan
Mengarahkan mereka untuk menetukan buku yang akan mereka bedah dan bahas.
Meminta mereka untuk membuat resume terkait isi dari buku yang mereka pilih
Mengarahkan WBP untuk melaporkan hasil
Daftar buku yang dipilih dari setiap kelompok belajar
Daftar resume dan gagasan dari buku yang mereka bahas
Keterkaitan dengan agenda peran dan kedudukan ASN pada mata diklat:
Manajemen ASN: melaksanakan tugas dengan tanggung jawab Pelayanan publik: memberikan WBP perhatian terhadap tingkat literasi mereka melalui kegiatan aktif bedah buku secara adil guna meningkatkan pengetahuan mereka.
Keterkaitan dengan nilai ANEKA:
Akuntabilitas: melaksanakan tugas dengan berintegritas serta adil terhadap setiap warga binaan.
Nasionalisme: bermusyawarah dengan WBP terkait kegiatan bedah buku.
Etika publik: berlaku ramah terhadap warga binaan yang akan memilih buku yang akan mereka bedah Komitmen Mutu: berorientasi pada kualitas dan pengetahuan WBP dalam memahami buku yang mereka bedah
Anti Korupsi: jujur dalam melaksanakan
Kegiatan ini mendukung visi dan misi
organisasi Mengembangkan kompetensi dan potensi SDM petugas secara konsisiten dan berkelanjutan Yang mana diharapkan WBP mampu
memahami buku yang mereka baca sebagai wujud dari peningkatan literasi dan minat baca mereka yang dapat berguna bagi mereka dan lingkungan sekitar kelak.
Ramah tamah kepada WBP sebagai wujud pembinaan terhadap mereka serta disiplin dengan rancangan yang telah
ditetapkan.
resume bedah buku
mereka kegiatan serta tidak memanipulasi jenis
buku yang akan mereka bedah.
6. Mengevaluasi hasil dari kegiatan bedah buku
Mengumpulkan hasil resume dari setiap kelompok belajar beserta buku buku yang mereka bedah
Melakukan
penilaian terhadap hasil pemahaman mereka melalui
Hasil resume dari dari kegiatan bedah buku oleh kelompok belajar
Rekab hasil penilaian dari setiap resume
Keterkaitan dengan agenda peran dan kedudukan peran dan kedudukan ASN adalah pada mata DIKLAT:
Manajemen ASN: bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas Pelayanan publik: melakukan evaluasi terhadap hasil bedah buku oleh kelompok belajar guna dipersiapkan agar dapat diperbaiki kesalahan kesalahan yang ada sehingga peningkatan minat baca mereka dapat terwujud.
Keterkaitan dengan nilai ANEKA
Akuntabilitas: berintegritas serta transparan dalam melaksanakan tugas evaluasi.
Nasionalisme: adil kepada setiap Warga Binaan tanpa memebeda bedakan mereka dalam melakukan penilaian Etika Publik: melaksanakan tugas dengan sopan dan ramah kepada Warga Binaan.
Komiten Mutu: profesional serta melakukan penilaian secara efektif guna mengetahui tingkat pemahaman WBP dalam
Kegiatan ini mendukung visi dan misi
organisasi yakni Mengembangkan kompetensi dan potensi SDM petugas secara konsisiten dan berkelanjutan Dimana hasil penilaian
diharapkan dapat menegtahui sampai dimana tingkat literasi dan pemahamn WBP.
Bertanggung jawab pada hasil evaluasi serta disiplin terhadap rancangan kegiatan.
resume yang mereka buat
Memberikan apresiasi kepada WBP yang
mengikuti kegiatan
bedah buku.
Anti Korupsi: jujur dan transparan dengan tidak melakukan manipulasi dari hasil yang terjadi di lapangan.
7. Melaporkan hasil kegiatan pada mentor/atasan langsung
Melaporkan hasil dari evaluasi kegiatan baik perpustakaan keliling maupun kegiatan bedah buku oleh WBP melalui kelompok belajar.
Berkonsultasi lebih lanjut dengan mentor
Laporan hasil evaluasi dari kegiatan
Foto dan dokumentasi
Keterkaitan dengan agenda peran dan kedudukan peran dan kedudukan ASN adalah pada mata DIKLAT:
Manajemen ASN: bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas
Whole of Government: melakukan koordinasi dengan atasan
Keterkaitan dengan nilai ANEKA
Akuntabilitas: berintegritas serta transparan dalam melaporkan hasil evaluasi kegiatan.
Nasionalisme: bekerja dengan tekun serta mematuhi aturan yang ada Etika Publik: bertutur kata yang sopan dan menghormati atasan langsung.
Komiten Mutu: berorientasi pada kualitas dalam melaporkan hasil evaluasi agar dapat dinilai tingkat keberhasilannya.
Anti Korupsi: jujur dalam melaporkan hasil kegiatan kepada atasan.
Kegiatan ini mendukung visi dan misi
organisasi
Mengembangkan kerja sama dan optimalisasi stake holder
Yang mana hal ini merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada atasan terkait kegiatan yang dilaksanakan.
Profesionalitas dalam
melakukan pelaporan akhir dari kegiatan berdasarkan fakta lapangan serta komitmen dalam tindak lanjut dari hasil akhir yang diperoleh.
D. Jadwal kegiatan Rancangan Aktualisasi
Melakukakan dokumentasi dari kegiatan
No Kegiatan Pelaksanaan kegiatan
Oktober November
1. Konsultasi dengan atasan langsung yakni mentor bapak KAUR Kepegawaian & umum Atas nama Muh. Fadhly, SH.
2. Menyiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan
3. Melaksanakan kegiatan sosialisasi peningkatan minat baca pada WBP
4. Mengebangkan dan
menjalankan alternativ dalam kegiatan.
5. Mengarahkan kelompok belajar WBP untuk melakukan bedah buku di perpustakaan
6. Mengevaluasi hasil dari kegiatan bedah buku
7. Melaporkan hasil kegiatan pada mentor/atasan langsung
DAFTAR PUSTAKA
Idris,irfan.dkk. 2019.Analisis isu kontemporer modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai negeri Sipil Golongan II dan Golongan III .Jakarta: LAN RI
Suwarno,yogi, Tri Atmojo sejati. 2017.Whole Of Government modul Pelatihan Dasar Calon PNS.Jakarta: LAN RI
Purwanto, erwan agus, dkk. 2017.Pelayanan Publik modul Pelatihan Dasar Calon PNS.Jakarta: LAN RI