RANGKUMAN PEMBEKALAN PRA-KEBERANGKATAN SELASA, 27 JUNI 2023
Nama : Rahmarida Dwina Zulfiasari NIM : 215020200111053
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Kelompok MMD : 531
Desa MMD : Kebonagung
DPL : Ardyah Ramadhina Irsanti Putri M.S Rangkuman Materi
Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya dan pengendalian perubahan iklim
Oleh : Agus Rusly
Risiko iklim global di masa depan Tekanan panas (heat stress)
Paparan terhadap gelombang panas akan terus meningkat dengan pemanasan tambahan.
Kelangkaan air (water scarcity)
Pada suhu 2 derajat celcius, daerah yang mengandalkan lelehan salju dapat mengalami penurunan 20% ketersediaan air untuk pertanian setelah 2050.
Keterjaminan makanan (food security)
Perubahan iklim akan semakin merusak keterjaminan adanya bahan pangan.
Risiko banjir (flood risk)
Sekitar satu miliar orang di kota-kota dataran rendah oleh laut dan di kepulauan kecil berisiko dari kenaikan permukaan laut pada pertengahan abad.
- ProKlim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurun emisi Gas Rumah Kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
- Dasar Hukum Pelaksanaan Program:
Peraturan Presiden 98/2021 tentang Penyelenggaraan NEK dan Pencapaian Target NDC
Peraturan Menteri LHK No. P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 Tentang Program Kampung Iklim
Peraturan Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Nomor P.4/PPI/API/PPI.0/3/2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Kampung Iklim
- Tujuan Khusus ProKlim
Mendorong kelompok masyarakat melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal
Memberikan pengakuan terhadap aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal yang telah dilakukan kelompok masyarakat.
Memberikan pengakuan terhadap pemerintah daerah dalam penguatan pelaksanaan ProKlim.
Memberikan pengakuan terhadap pendukung dalam rangka fasilitasi pembentukan dan pengembangan ProKlim.
Mendorong penyebarluasan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah berhasil dilaksanakan pada lokasi tertentu.
Pengabdian Masyarakat Menguatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Letnan Kolonel Inf Laode M. Nurdin
Berbagai pengabdian masyarakat dilakukan TNI bersama masyarakat dalam mengembangkan kegotongroyongan seperti membangkitkan kembali semangat dan budaya gotong royong Bangsa Indonesia lahir dan menjadi bangsa yang Merdeka antara lain karena kekuatan gotong royong salah satu contoh Dharma Bhakti TNI bersama rakyat bergotong royong membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat setempat. Sifat gotong royong program MMD tercermin juga dari sejak perencanaan, yaitu rencana sasaran kegiatan merupakan keputusan dari musyawarah Desa. Anggaran didukung dari APBD Pemerintah Daerah TNI mendukung personel dan peralatan pelaksanaannya dilakukan bersama masyarakat.
BABINSA merupakan salah satu unsur kekuatan TNI AD dalam Pelaksanaan Binter yang mana meliputi perencanaan, penyusunan, pengembangan, dan pengerahan. Hal ini termasuk dalam geografi, demografi, serta kondisi sosial. Untuk dapat dijadikan sebagai ruang, alat, dan kondisi juang guna kepentingan HANKAM Negara di seluruh bagian wilayah darat khususnya wilayah Jawa Timur.
Mahasiswa dituntut untuk memiliki akhlak baik, sebab mahasiswa memiliki peran serta fungsi penting sebagai moral of force atau suri tauladan bagi masyarakat.
Segala perilaku maupun keputusan yang dibuat oleh mahasiswa, maka akan diamati serta dinilai oleh masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan pintar-pintar dalam memilih di mana ia akan menempatkan dirinya dalam
masyarakat, serta kemampuannya untuk mampu hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.
Kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bimantoro Agency BPJS Ketenagakerjaan Ruang lingkup perlindungan:
Perjalanan berangkat ke kampus dan kembali ke rumah Selama menjalankan aktivitas kampus termasuk tugas luar Menderita penyakit akibat hubungan kegiatan
Untuk jaminan kematian:
Meninggal karena kecelakaan selama beraktivitas MBKM:
Santunan SekaligusRp48.000.000 Santunan Berkala Rp12.000.000 Biaya Pemakaman Rp10.000.000
Santunan kepada ahli waris mahasiswa MBKM yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan selama kegiatan MBKM (meninggal karena sakit, kecelakaan di luar kegiatan MBKM, dll)
Santunan Kematian Rp20.000.000 Santunan Berkala Rp12.000.000 Biaya Pemakaman Rp10.000.000
Contact Person: 08123236931 (Bayu Wiwoho) Sosialisasi Instrumen Survei MMD
Standar Item Pertanyaan dalam Survei :
Tetapkan siapa sasaran responden secara spesifik
Sesuaikan pertanyaan dengan kemampuan responden untuk memahami dan menjawab pertanyaan
Jika ada kata berupa singkatan, harap diberikan penjelasan/kepanjangan
Rancang opsi jawaban sehingga jawaban dapat dianalisis dengan mudah. Gunakan skala nominal atau ordinal
Tambahkan identitas surveyor (nama mahasiswa, NIM, Fakultas, Program studi, email UB, tanggal survei)
Tambahkan identitas responden (Contoh dari FISIP 1)
Setiap 1 tema, dapat memuat pertanyaan untuk lebih dari 1 responden sasaran yang berbeda
Dengan poin 7, dosen tema merancang 1 set kuesioner untuk setiap kelompok responden sasaran. Sebagai contoh, jika dalam 1 tema bermaksud mengambil data
dari 2 kelompok responden yang berbeda, maka, dosen tema merancang 2 set kuesioner yang berbeda.
Terdapat fitur bagi mahasiswa untuk mendownload file kuesioner
Sebagai media untuk mengetahui data apa saja yang akan ditanyakan kepada responden
Sebagai back up manual dari form jika di desa terkendala jaringan
Sesuai dengan Peraturan Presiden no. 85 tahun 2020 tentang Kementrain Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Desa sudah menyelenggarakan survei data SDGs.
Dengan poin 10, maksud penyelenggaraan survei adalah untuk melengkapi (komplementer) data SGDs Desa, dan menggali potensi masalah yang kemudian akan ditindaklanjuti sebagai bahan untuk kegiatan Tridharma PT Dosen UB
Terkait poin 11, pengembangan instrumen survei MMD bersifat pengembangan data, bukan repetisi pertanyaan yang telah ada di SDGs
Tujuan survei bukan untuk mengevaluasi MMD Survei untuk mahasiswa:
Selain mengerjakan aktifitas yang ada di setiap tema, mahasiswa ditugaskan untuk melaksanakan survei sesuai tema yang diambil
Pelaksanaan survei melalui dashboard akun MMD tiap peserta
Responden survei peternakan, pembudidaya periklanan, kepala keluarga, ibu rumah tangga, anak sekolah, kader PKK, pelaku usaha, dsb. Jenis responden juga dibedakan menjadi spesifik dan masyarakat umum. Seperti contoh, responden spesifik adalah seperti perangkat desa, pimpinan BUMDes, anggota kelompok tari, dst. Sedangkan, responden yang adalah masyarakat umum seperti seorang ibu rumah tangga, seorang anak sekolah,
Kondisi saat ini: 1 desa bisa mengambil 5 tema (maksimal)
Pengambilan data (pelaksanaan survei, penentuan responden) dilaksanakan per tema
Jumlah responden ditentukan sesuai dengan jenis dan karakteristik responden
Pembagian tugas ditentukan secara musyawarah di kelompok masing-masing di bawah koordinasi kordes
Batas akhir pengisian data melalui aplikasi adalah 30 Juli 2023
Jenis responden dengan masyarakat spesifik, 1 tema=1 responden, sedangkan dengan masyarakat umum, 1 tema=5 responden.
\
Dosen Tema:
Mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Tema terkait pelaksanaan survei, sesuai dengan modul tema. Informasi dosen tema di Modul Tema (Cek Website)
Saran dan Komentar Pembekalan