ASSESMENT NASIONAL
Malang, 18 Agustus 2021
zain
REGULASI READINESS ASSESMENT
NASIOAL
REGULASI READINESS ASSESMEN NASIOAL
AN : 1.AKM (LIT,NUM) 2.SK
3.SLB
Murid: 1,2,3 Kasek,Gr : 3
Pelaks.AN SD : 27-30 Oktober
2021 -UU SISDIKNAS-
20/2003 -PP : SNP - SE Mendikbud
4 /2020
Murid
Sekolah(KS,Gr,TKp)OT
Pembelajaran Sumber Bljr
Sarana : Online- Daring/Semi
Pelks AN : kebijakan Daring/PTMT SOP
PROKES
READINESS=KESIAPAN
• Keseluruhan kondisi seseorang atau individu untuk menanggapi dan
mempraktekkan suatu kegiatan yang sikap tersebut memuat mental,
ketrampilandan sikap yang harus dimiliki dan dipersiapkan selama
melakukan kegiatan tertentu.
FAKTOR2 KESIAPAN MENGHADAPI UJIAN (Slameto, 2010:113)
• Kondisi Fisik
• Mental
• Emosional
• Kebutuhan
• Pengetahuan
Asesmen Nasional perlu diletakkan dalam kerangka keseluruhan sistem evaluasi pendidikan sesuai dengan UU Sisdiknas (Pasal 57,
58, 59)
“Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas
penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan”
(Pasal 57, ayat 1)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam
masa darurat penyebaran corona virus disease (Covid-19).
Anatomi Kebijakan Evaluasi dan Penilaian
Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur,
jenjang dan jenis pendidikan (UU Sisdiknas, Pasal 59, ayat 1)
Peranan Pemerintah yang seperti ini sejuah ini belum
terjadi, atau belum ada.
Pasal 59 ayat 1
Bisa menjadi Dasar Pelaksanaan Asesmen Nasional
Pandangan BSNP tentang Asesmen Nasional
MERDEKA BELAJAR
“Pengganti”
UN Hasil PISA, dll
AKM
Conceptual & Factual
ISSUES
ASESMENT NASIONAL (AN)
ASESMEN NASIONAL 2021 - AKM
Pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah
MUTU DIUKUR DENGAN 3 INSTRUMEN
ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) Mengukur literasi membaca dan numerasi SURVEI KARAKTER (SK)
Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sbg hasil belajar non kognitif SURVEI LINGKUNGAN BELAJAR (SLB)
Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran
MENGAPA LITERASI DAN NUMERASI
Literasi membaca dan numerasi adalah DUA KOMPETENSI MINIMUM bagi siswa untuk belajar sepanjang hayat & dapat berkontribusi kepada masyarakat
Menurut studi nasional & internasinal, tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah
MENGAPA SURVEI KARAKTER
Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa secara utuh
Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, values, dan perilaku yang mencerminkan Pancasila
PROFIL & KELEBIHAN AKM
Tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum
Tidak membedakan peminatan
Siswa mendapat soal yang mengukur kompetensi yang sama
Keunikan konteks beragam materi kurikulum lintas mapel dan peminatan (ragam stimulus)
Penguasaan terhadap 2 kompetensi (literasi dan numerasi)
Dilakukan agar sesuai dengan standar internasional spt PISA
AKM dilaksanakan secara adaptif
Tidak ada kisi-kisi
Keberhasilan AKM tidak melalui proses drilling soal-soal
Memperbaiki budaya belajar (diharapkan)
Tidak ada dikotomi antara mapel UN dan mapel non UN
Tidak ada mapel utama dan mapel pelengkap
Tidak ada percepatan materi/bimbingan intensif
Meningkatkan proses pembelajaran
PESERT A
MURID/WARGA BELAJAR
Untuk persekolahan, pesertanya siswa kelas 5,8, dan 11 (dipilih secara acak)
Untuk pendidikan kesetaraan, pesertanya siswa kelas 6, 9 , 12 (yang memerluan)
Setiap peserta mengerjakan AKM, SK, dan SLB GURU DAN KEPALA SATUAN
Semua guru dan KS mengerjakan SLB secara mandiri
PELAKSANA
Menggunakan daring
AN
Jadwal yang ditentukan dan diawasi
Guru dan KS mengerjakan survei scr mandiri, waktu cukup panjang
WAKTU
Jenjang SD
Hari 1, tes literasi 75 menit
Hari 1, survei karakter 20 menit
Hari 2, tes numerasi 75 menit
Hari 2, survei lingkungan belajar 20 menit Jenjang SMP/MTs, SMA/MA, SMK
Hari 1, tes literasi 90 menit
Hari 1, survei karakter 30 menit
Hari 2, tes numerasi 90 menit
Hari 2, survei lingkungan belajar 30 menit
BENTUK SOAL AKM
PILIHAN GANDA
PILIHAN GANDA KOMPLEKS
MENJODOHKAN
ISIAN SINGKAT
URAIAN
AN
ASESMENT NASIONAL (AN)
Karakter : Profil Pelajar Pancasila
Apa yang diukur Survei Karakter?
▪ Manajemen kelas
▪ Dukungan afektif
▪ Aktivasi kognitif
• Praktik multikultural di kelas
• Sikap &keyakinan guru/kepsek
• Kebijakan & program sekolah
• Keamanan dan well being siswa
• Sikap dan keyakinan guru
• Kebijakan & program sekolah
• Pendidikan orang tua
• Profesi orang tua
• Fasiilitas belajar di rumah
• Refleksi dan perbaikan pembelajaran
• Dukungan untuk refleksi guru
KUALITAS PEMBELAJARAN
IKLIM KEAMANAN SEKOLAH
INDEKS SOSIAL EKONOMI
PENGEMBANGAN GURU
IKLIM KEBHINEKAAN SEKOLAH
Apa yang diukur Survei Lingkungan Belajar?
AKM
KOMPONEN AKM
KOMPONEN LITERASI MEMBACA LITERASI NUMERIK
Konten
o Teks Informasio Teks Fiksi o Bilangan
o Pengukuran & Geometri o Data & Ketidakpastian
Proses
Kognitif
oMenemukan Informasi. (Access and Retrieve)
o Interpretasi & Integrasi. (Interpret and Integrate)
o Evaluasi & Refleksi. (Evaluate and Reflect)
o Pemahaman o Penerapan o Penalaran
Konteks
o Personalo Sosial Budaya o Saintifik
o Personal
o Sosial Budaya o Saintifik
LITERASI MEMBACA NUMERASI Teks informasi, teks yang
bertujuan untuk memberikan fakta, data, dan informasi
dalam rangka pengembangan wawasan serta ilmu
pengetahuan yang bersifat ilmiah.
Teks fiksi, teks yang
bertujuan untuk memberikan pengalaman mendapatkan
hiburan, menikmati cerita, dan melakukan perenungan
kepada pembaca.
• Bilangan, meliputi representasi, sifat urutan, dan
operasi beragam jenis bilangan (cacah, bulat, pecahan, desimal).
• Pengukuran dan geometri, meliputi mengenal bangun datar hingga menggunakan volume dan luas
permukaan dalam kehidupan sehari-hari. Juga menilai pemahaman peserta didik tentang pengukuran
panjang, berat, waktu, volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan baku.
• Data dan ketidakpastian, meliputi pemahaman, interpretasi serta penyajian data maupun peluang.
• Aljabar, meliputi persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan fungsi (termasuk pola bilangan), serta rasio dan
proporsi.
PENJELASAN KOMPONEN AKM
1 KONTEN
LITERASI MEMBACA NUMERASI Menemukan informasi, mencari,
mengakses serta menemukan informasi tersurat dari wacana.
Interpretasi dan integrasi, memahami informasi tersurat maupun tersirat, memadukan interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi.
Evaluasi dan refleksi, menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks serta mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.
Pemahaman, memahami fakta, prosedur serta alat matematika.
Penerapan, mampu menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang
bersifat rutin.
Penalaran, bernalar dengan
konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin.
PENJELASAN KOMPONEN AKM
2. PROSES KOGNITIF
LITERASI MEMBACA NUMERASI Personal, berkaitan dengan
kepentingan diri secara pribadi.
Sosial Budaya, berkaitan dengan
kepentingan antar individu, budaya dan isu kemasyarakatan.
Saintifik, berkaitan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah
dilakukan maupun futuristic
Personal, berkaitan dengan kepentingan diri secara pribadi.
Sosial Budaya, berkaitan dengan
kepentingan antar individu, budaya dan isu kemasyarakatan.
Saintifik, berkaitan dengan isu, aktivitas, serta fakta ilmiah baik yang telah dilakukan maupun futuristic.
PENJELASAN KOMPONEN AKM
3. KONTEKS
Bentuk Soal AKM
BENTUK SOAL PENJELASAN
Objektif
1. Pilihan Ganda
(20%) Siswa dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal 2. Pilihan Ganda
Kompleks (60%)
Siswa dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal
3. Menjodohkan (10%)
Siswa menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang merupakan pasangan pertanyaan dan dengan jawabannya.
4. Isian singkat atau Jawaban Singkat
(5%)
Siswa dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat atau jawaban pasti lainnya.
Non Objektif
5. Esai atau Uraian (5%)
Siswa menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya.
Pelaksanaan Asesmen Nasional
28
JADWAL PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN PELAPORAN
29
No Aktivitas 2021
Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 Rapat Koordinasi Persiapan AN 2021 (sasaran: Pejabat/staf LPMP,
Disdik Prov, Kemenag) X
2 TOT Helpdesk AN 2021 (sasaran Tim Teknis LPMP, Disdik Prov, Disdik
kab/kota, Kemenag) X
3 Pembukaan pendataan (sasaran Disdik Prov, Disdik kab/kota,
Kemenag, Satuan Pendidikan) X
4 Pelatihan proktor di satuan Pendidikan (sasaran: tim teknis prov, tim teknis kab/kota, proktor, siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK
sederajat) X X X X
5 Simulasi dan Gladi Bersih AKM (sasaran: tim teknis prov, tim teknis
kab/kota, proktor, siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK sederajat) X X X X X X
6 Pelaksanan AN X X
7 Pengolahan dan Analisis Data Hasil AN 2021 X
8 Penyusunan Profil Satuan Pendidikan dan Wilayah X
9 Desiminasi Profil
10 Pendampingan Tindaklanjut
KEGIATAN SEPTEMBER OKTOBER
I II III IV V I II III IV V
AN jenjang SMK 6 – 9
AN Paket C 6 – 9
AN jenjang SMA 13-16
AN jenjang SMP 27 - 30
AN jenjang Paket B 27- 30
AN jenjang SD 27 - 30
AN Paket A 27 - 30
Rancangan Jadwal Pelaksanaan
Asesmen Nasional (Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar)
Jadwal Asesmen Nasional
32
PELAKSANAAN (1)
• Moda
1. Berbasis Komputer dengan opsi moda Online atau moda Semi Online (Menekankan Satuan Pendidikan melaksanakan secara Online)
2. Berbagi sarana parasarana/resource sharing dalam pelaksanaan AN 3. Setiap Satuan Pendidikan dapat melaksanakan AN dalam 2 batch
• Mekanisme Pelaksanaan dan Pengawasan
1. Panitia daerah mengkoordinir tempat pelaksanaan AN terutama yang menumpang 2. Dalam satu hari dapat dilaksanakan 3 sesi (masing-masing sesi maksimal 2 jam)
3. Pelaksanaan pada peserta didik diawasi seperti dalam keadaan ujian
4. Pengawas asesmen bukan dari asal sekolah pelaksana (pengawas silang bisa dari jenjang yang sama atau lintas jenjang)
5. Pengawasan diatur oleh dinas pendidikan sesuai kewenangan.
6. Seluruh satuan pendidikan dapat menjadi tempat penyelenggaraan asesmen nasional tanpa mempertimbangkan status akreditasi.
7. Pelaksanaan survei lingkungan belajar pada kepala sekolah dan guru dilakukan mandiri tanpa pengawasan – baik saat jam pelaksanaan AN atau di luar jam pelaksanaan – sesuai kurun waktu pelaksanaan AN di tiap wilayah
33
PELAKSANAAN (2)
• Pergantian peserta sampel
1. Peserta cadangan dapat menggantikan peserta utama apabila peserta utama berhalangan hadir dengan alasan yang sudah diketahui sebelum hari pelaksanaan.
2. Peserta cadangan mengikuti asesmen secara penuh, mulai dari awal. Tidak dapat menggantikan pada sebagian asesmen.
• Susulan dan Penjadwalan ulang
1. Tidak ada asesmen susulan bagi peserta yang berhalangan hadir baik di seluruh sesi maupun sebagian sesi
2. Bila asesmen nasional di satuan pendidikan tidak dapat dilaksanakan karena adanya keadaan di luar kendali seperti listrik padam, bencana alam, dapat dilakukan penjadwalan ulang
• Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan
Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan Asesmen Nasional dilakukan oleh Panitia Tingkat Pusat, Provinsi, LPMP, Kabupaten/Kota, Satuan Pendidikan, serta Panitia di Luar Negeri sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Hasil Asesmen Nasional
34
Hasil Asesmen Nasional 2021 digunakan sebagai (1) pemetaan awal
(baseline) mutu sistem, serta (2) penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik program kesetaraan.
●Hasil Asesmen Nasional 2021 tidak digunakan untuk menilai prestasi murid ataupun kinerja guru dan sekolah.
● Laporan hasil Asesmen Nasional 2021 diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan
evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran.
● Murid, orangtua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Asesmen Nasional.
1. Pemetaan mutu sistem pendidikan 2. Ujian penyetaraan
●Khusus untuk program pendidikan
kesetaraan, Asesmen Nasional memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat
pemetaan mutu dan ujian penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik yang memerlukan.
●Yang digunakan sebagai ujian penyetaraan adalah AKM Literasi dan AKM Numerasi.
Literasi dan Numerasi Pada
Asesmen Kompetensi Minumum
36
Asesmen Kompetensi Minimum
Literasi Membaca
Kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi,
merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Numerasi
Kemampuan berpikir menggunakan
konsep, prosedur, fakta, dan alat
matematika untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari pada berbagai
jenis konteks yang relevan untuk
individu sebagai warga negara
Indonesia dan dunia.
Komponen AKM
38
Literasi Membaca
Konten
Teks Informasi Teks Sastra
Proses kognitif
Menemukan infomasi
Interpretasi dan integrasi Evaluasi dan Refleksi Konteks
Personal
Sosial budaya Saintifik
Numerasi
Konten Bilangan
Pengukuran dan Geometri Data dan Uncertainty
Aljabar
Proses kognitif Pemahaman Aplikasi
Penalaran Konteks Personal
Sosial kultural Saintifik
Bentuk Soal
Bentuk soal Objektif
Pilihan Ganda
(hanya 1 jawaban benar)
Pilihan Ganda kompleks (jawaban benar lebih dari 1)
Menjodohkan
Isian Singkat (angka, nama/ benda yang sudah fixed)
Non- Objektif (essay)
Tingkat Literasi Membaca Tingkat Kompetensi Numerasi Perlu Intervensi Khusus
Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana.
Perlu Intervensi Khusus
Peserta didik hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas. Peserta didik menunjukkan penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas.
Dasar/Minimal
Peserta didik mampu menemukan dan mengambil
informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.
Dasar/Minimal
Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika;
komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometrid an statistika, serta
menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.
Cakap/Baik
Peserta didik mampu membuat interpretasi dan informasi implisit yang ada dalam teks, mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks
Cakap/Baik
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan matematikayang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.
Mahir
Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks
Mahir
Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta non-rutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya.
HASIL AKM
Empat Tingkat KompetensiKisi-Kisi Literasi dan Numerasi pada AKM
41
Kisi-kisi AKM: Literasi teks fiksi Level Pembelajaran 3 (Kelas 5)
• A. Menemukan Informasi
• 1. Mengakses dan mencari informasi dalam teks
• Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (10 Soal)
• B. Memahami
• 1. Memahami teks secara literal
• Mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik (kejadian/karakter/setting/konflik/alur cerita) pada teks sastra sesuai jenjangnya. (6 Soal)
• 2. Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak
• Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh serta elemen intrinsik lain seperti latar cerita, kejadian-kejadian dalam cerita berdasarkan informasi rinci di dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (4 Soal)
• Menyusun inferensi (kesimpulan) berdasarkan unsur-unsur pendukung (grafik, gambar, tabel, dll) di dalam teks sastra atau teks informasi sesuai jenjangnya. (2 Soal)
• Membandingkan hal-hal utama (misalnya karakter tokoh atau elemen intrinsik lain) dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (1 Soal)
Kisi-kisi AKM: Literasi teks fiksi Level Pembelajaran 3 (Kelas 5)
• C. Mengevaluasi dan merefleksi
• 1. Menilai format penyajian dalam teks
• Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya.
• 2. Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi
• Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dari teks sastra atau teks informasi terhadap pengetahuan yang dimiliknya yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
(1 Soal)
Kisi-kisi AKM: LITERASI TEKS INFORMASI Level Pembelajaran 3 (Kelas 5)
• A. Menemukan Informasi
• 1. Mengakses dan mencari informasi dalam teks
• Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (10 Soal)
• B. Memahami
• 1. Memahami teks secara literal
• Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (5 Soal)
• 2. Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak
• Menyimpulkan perubahan kejadian, prosedur, gagasan atau konsep di dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (14 Soal)
• Membandingkan hal-hal utama (misalnya perbedaan kejadian, prosedur, ciri-ciri benda) dalam teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (3 Soal)
Kisi-kisi AKM: LITERASI TEKS INFORMASI Level Pembelajaran 3 (Kelas 5)
• C. Mengevaluasi dan merefleksi
• 1. Menilai format penyajian dalam teks
• Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai sesuai jenjangnya. (1 Soal)
• 2. Merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi
• Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dari teks sastra atau teks informasi terhadap pengetahuan yang dimiliknya yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
(2 Soal)
Kisi-kisi AKM: NUMERASI
• A. Bilangan
• 1. Representasi
• Memahami pecahan dan pecahan campuran positif dengan penyebut bilangan satu atau dua angka (misal 5/12, 2⅗). (3 Soal)
• Mengetahui posisi pecahan pada garis bilangan. (3 Soal)
• 2. Sifat Urutan
• Membandingkan dua pecahan, termasuk membandingkan pecahan dan bilangan cacah. (2 Soal)
• 3. Operasi
• Menghitung hasil penjumlahan/pengurangan/perkalian/pembagian dua bilangan cacah (maks. enam angka), termasuk menghitung kuadrat dari suatu bilangan cacah (maks. tiga angka). (4 Soal)
• Menentukan KPK, faktor suatu bilangan cacah, dan FPB. (1 Soal)
• B. Geometri dan Pengukuran
• 1. Bangun Geometri
• Menghitung luas persegi panjang bila diketahui panjang dan lebarnya, dan menghitung panjang atau lebar bila diketahui luas dan salah satu sisinya. (2 Soal)
• Mengenal prisma dan tabung. (2 Soal)
• 2. Pengukuran
• Mengenal dan menggunakan satuan luas (cm2, m2) dan volume (cm3, m3). (3 Soal)
Kisi-kisi AKM: NUMERASI
• C. Aljabar
• 1. Persamaan dan Pertaksamaan
• Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi
perkalian/pembagian saja (dalam bentuk yang ramah bagi anak). (13 Soal)
• 2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)
• Mengenali pola bilangan sederhana dan melanjutkan pola tersebut. (10 Soal)
•
• D. Data dan Ketidakpastian
• 1. Data dan Representasinya
• Memahami cara penyajian data sederhana (menggunakan turus dan diagram gambar). (4 Soal)
• 2. Ketidakpastian dan Peluang
• Menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian. (1 Soal)
Misal 30 Soal AKM-Numerasi
BENTUK SOAL PENJELASAN
Objektif 1. Pilihan
Ganda(20%) Siswa dapat memilih satu jawaban benar dalam satu soal = 6 soal 2. Pilihan Ganda
Kompleks (60%)
Siswa dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal = 18 soal
3. Menjodohkan
(10%) Siswa menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lainnya yang
merupakan pasangan pertanyaan dan dengan jawabannya. = 3 soal 4. Isian singkat
atau Jawaban Singkat (5%)
Siswa dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat atau jawaban pasti lainnya. = 1,5 soal (2 atau 1 soal) Non Objektif
5. Esai atau Uraian (5%)
Siswa menjawab soal berupa kalimat-kalimat untuk menjelaskan jawabannya.
= 1,5 soal ( 1 atau 2 soal)
TERIMA KASIH
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI (PAK)
DI SATUAN PENDIDIKAN
Pelaporan Pelaksanaan dan Bentuk
Kegiatan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi pada Satuan Pendidikan
1. Penerapan perilaku karakter anti korupsi dan prinsip keteladanan kepada seluruh komunitas sekolah.
2. Menyusun program implementasi pendidikan karakter anti korupsi melalui pembelajaran.
3. Membangun budaya dan system kehidupan anti korupsi melalui pembiasaan, pemberian penghargaan, dan sanksi pada seluruh warga sekolah.
4. Mengintegrasikan pendidikan karakter antikorupsi ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokorikuler, dan ekstrakurikuler.
5. Melakukan sosialisasi, publikasi terhadap kepatuhan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya antikorupsi serta penerapan tata kelola
pendidikan yang bersih dan baik.
PERENCANAAN
1 Sekolah memiliki dokumen program PAK
2 Sosialisasi Program PAK
3 Program PAK terintegrasi didalam KTSP
4 Memiliki Pembagian tugas dalam pelaksanaan PAK
5
Sekolah memiliki kegiatan Intrakurikuler, kokorikuler dan ekstrakurikuler yang mendukung PAK
6
Sekolah memiliki pembiasaan-pembiasaan atau budaya sekolah untuk menunjang PAK
7
Guru mengintegrasikan nilai-nilai utama PAK dalam perencanaan pembelajaran (RPP)
8
Sekolah memasang slogan-slogan yang mudah dipahami oleh warga sekolah
9 Sekolah memiliki sarana penunjang PAK
10
Komite/Paguyuban Orang Tua berperan aktif dalam program PAK
B. IMPLEMENTASI PAK 1. KEMANDIRIAN
Menciptakan suasana kelas, dalam proses belajar mengajar yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bekerja mandiri.
Pembiasaan pengembangan kemandirian anak
Mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan pengembangan karakter mandiri 2. INTEGRITAS
Memiliki aturan dan peraturan untuk semua waga sekolah Pembiasaan untuk menumbuhkan karakter integritas
Tersedianya sarana pembiasaan karakter integritas Penanaman sikap jujur
Mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan pengembangan karakter Integritas
EVALUASI PAK
Memiliki instrumen untuk mengukur keberhasilan peserta didik dan mendokumentasikan pelaksanaan PAK
Pelaporan perkembangan PAK bagi peserta didik Mendokumentasikan pelaksanaan PAK
Penyampaian pelaporan perkembangan nilai-nilai karakter peserta didik yang telah dicapai Prestasi lembaga/guru/peserta didik dampak dari PAK