• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reine Rechtslehre hukum filsafat

N/A
N/A
th hey

Academic year: 2023

Membagikan "Reine Rechtslehre hukum filsafat"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Reine Rechtslehre

Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang

1. Hans Kelsen

Hans Kelsen lahir di praha 11 Oktober 1881, Hans kelsen adalah seorang ahli hukum dan filsuf Austria. Akibat kebangkitan Nazisme di jerman dan Austria, Kelsen terpaksa mundur dari jabatannya di universitas karena ia memiliki darah Yahudi. Ia kemudian melarikan diri ke Jenewa pada tahun 1933 dan Amerika Serikat pada tahun 1940. Pada tahun 1934, Roscoe Pound menyanjung Kelsen sebagai "ahli hukum paling terkemuka pada masanya". Saat masih di kota Wina. Kelsen adalah kolega muda Sigmund Freud dan telah menulis beberapa karya mengenai psikologi sosial dan sosiologi.

Pada tahun 1940-an, Kelsen sudah memiliki reputasi yang tersohor di Amerika Serikat berkat upayanya untuk mempertahankan gagasan demokrasi dan juga berkat magnum opusnya yang berjudul Teori Hukum Murni. Pencapaian akademik Kelsen tidak hanya terbatas pada teori hukum. Ia juga telah menulis buku mengenai filsafat politik dan teori sosial.

Saat ia sedang berkarier di Universitas California, Berkeley, Kelsen menulis ulang "Teori Hukum Murni" dan menerbitkan versi keduanya. Sepanjang perjalanan kariernya, Kelsen juga telah memberikan sumbangan yang penting terhadap teori peninjauan hukum (judicial review) dan teori dinamika dan hierarki hukum positif.

Dalam bidang filsafat politik, ia berupaya mempertahankan teori identitas negara- hukum dan mendukung penyandingan sentralisasi dan desentralisasi sebagai konsep yang berlawanan dalam teori pemerintahan. Kelsen juga merupakan pendukung gagasan pemisahan negara dan masyarakat dalam penelitian ilmu hukum.

2. Latar Belakang

Hans Kelsen menemukan bahwa filosofi hukum yang ada pada waktu itu telah terkontaminasi oleh ideologi politik dan moralitas di satu sisi, dan telah mengalami reduksi karena ilmu pengetahuan di sisi yang lain, dua pereduksi ini telah melemahkan hukum. Oleh karenanya, Kelsen mengusulkan sebuah bentuk kemurnian teori hukum yang berupaya untuk menjauhkan bentuk-bentuk reduksi atas hukum.

Yurisprudensi ini dikarakterisasikan sebagai kajian kepada hukum, sebagai satu objek yang berdiri sendiri, sehingga kemurnian menjadi prinsip-prinsip metodolgikal dasar dari filsafatnya. Hans Kelsen dalam teorinya yakni teori hukum Murni adalah keinginan untuk membebaskan ilmu hukum dari anasir-anasir atau unsur-unsur social, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya. Hukum diwajibkan bebas nilai, dan harus terbebas dan tidak tercemari oleh unsur-unsur yang bersifat ideologis.

Menurut Hans Kelsen, hukum adalah sebuah system Norma. Norma adalah pernyataan yang menekankan aspek “seharusnya” atau das solen, dengan

(2)

menyertakan beberapa peraturan tentang apa yang harus dilakukan. Norma-norma adalah produk dari aksi manusia yang deliberatif.

Kelsen meyakini David Hume yang membedakan antara apa yang ada (das sein) dan apa yang “seharusnya”, juga keyakinan Hume bahwa ada ketidakmungkinan pemunculan kesimpulan dari kejadian faktual bagi das solen. Sehingga, Kelsen percaya bahwa hukum, yang merupakan pernyataan-pernyataan “seharusnya” tidak bisa direduksi ke dalam aksi-aksi alamiah.

Reine rechtslehre atau bisa disebut dengan Teori hukum murni sebagai suatu pengembangan dari aliran hukum positivisme. Yang mana menolak akan ajaran yang bersifat idelogis serta hanya menerima hukum apa adanya menurutt peraturan-

peraturan yang ada.

3. Kesimpulan

Hukum murni dibentuk untuk membebaskan ilmu hukum dariunsur ideologis.

Keadilan misalnya, oleh Kelsen dipandang sebagai sebuah konsep ideologis. la melihat dalam keadilan sebuah ide yang tidak rasional dan teori hukum murni tidak bisa menjawab tentang pertanyaan tentang apa yang membentuk keadilan karena pernyataan tersebut tidak bisa dijawab secara ilmiah. Jika keadilan harus diidentikkan dengan legaIitas, dalam arti tempat, keadilan berarti memelihara sebuah tatanan hukum positif melalui kesadarannya. Pada intinya teori hukum murni menurut Kelsen dapt disebut sebagai sebuah teori hukum positif.

Referensi

Dokumen terkait