• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM - Admin Digital Library

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM - Admin Digital Library"

Copied!
291
0
0

Teks penuh

Anak-anak yang kurang memiliki etika dan spiritualitas mudah tertular krisis spiritual, keterasingan spiritual, patologi spiritual, dan penyakit spiritual. Pentingnya penanaman nilai-nilai etika dan spiritual sangat sejalan dengan konsep pendidikan Islam sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al Bayyinah (98), ayat 5:21.

ن ْوُقِسٰفْلا

Upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai etika dan spiritual pada diri siswa sesungguhnya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Di sisi lain, pengenalan nilai-nilai etika dan spiritual merupakan langkah yang sangat penting dan strategis dalam membangun kembali jati diri peserta didik.

PERANAN MEDIA ONLINE ( E-LEARNING ) DALAM PROSES PEMBELAJARAN

PADA MASA PANDEMI COVID-19

Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, proses pembelajaran melalui media online (e-Learning) menjadi salah satu pilihan. Penerapan pembelajaran daring (e-learning) saat ini dikarenakan adanya keadaan darurat yaitu pandemi Covid-19.

INKLUSIVISME: NILAI ETIK PENDIDIKAN AGAMA DI MASA DEPAN

Pendidikan agama Islam pada dasarnya dapat merespon permasalahan sosial yang berkembang dan nyata pada setiap zaman. Pendidikan agama harus mampu menanamkan pada diri siswa perilaku hidup yang lebih baik dan santun.

PENANAMAN NILAI KEAGAMAAN DALAM INTERAKSI SOSIAL ANAK

Islam mengajarkan bahwa setiap peserta didik baru dilahirkan dalam keadaan suci, sehingga orang tua bertanggung jawab dalam membentuk karakter anak, bahkan perkembangan mental dan psikis anak akan terbentuk seiring dengan ditanamkannya pembinaan agama orang tua dalam rumah tangga. Rumah tangga merupakan satuan terkecil atau lingkungan masyarakat terkecil dalam suatu negara, tidak ada masyarakat terkecil dalam suatu negara, tidak ada masyarakat bila tidak ada rumah tangga. Baik buruknya suatu masyarakat besar tergantung pada baik buruknya masyarakat kecil atau lingkungan rumah tangganya, bahkan maju mundurnya suatu masyarakat (negara) yang besar juga bergantung pada maju mundurnya rumah tangga tersebut.

Keluarga mempunyai tanggung jawab yang tidak tertandingi dalam pendidikan dan perkembangan anak-anaknya, pembangunan masyarakat dan pembangunan bangsa, dan terutama dalam menjaga perdamaian dan keharmonisan dalam keluarga. Pendidikan pertama yang diberikan orang tua kepada seorang anak sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak, karena kedua orang tua dalam keluarga berfungsi sebagai guru pertama bagi anaknya. Keluarga selain sebagai wadah tempat berlangsungnya berbagai aktivitas keluarga juga berfungsi sebagai sumber kebahagiaan dalam keluarga.

Intinya, dengan ditanamnya nilai-nilai agama dalam rumah tangga, tak jarang seiring dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, tingkat interaksi sosial di kalangan remaja juga semakin mengkhawatirkan. Nilai-nilai pendidikan Islam hendaknya ditanamkan dalam rumah tangga sejak dini khususnya pada anak, untuk membentuk akhlak anak sejak dini agar kedepannya mudah terkendali dari hal-hal negatif yang bertentangan dengan Islam. . .

PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA BAGI ANAK USIA DINI

5 Wahyudi dan Dewi Retna Damayanti, Program Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD, (Jakarta: Gramedia Widiasarana, 2005), hal. Istilah lain yang sering digunakan dalam kaitannya dengan pendidikan anak usia dini adalah Taman Kanak-kanak atau Prasekolah. Anak usia dini adalah anak di bawah usia sekolah atau anak yang belum masuk sekolah.

Bahan ajar moral untuk anak usia dini atau balita tidak lepas dari kehidupan dan perilaku sehari-hari. Secara singkat tabel berikut menggambarkan pola pendidikan moral anak usia dini yang terjadi dalam keluarga secara berurutan. Pendidikan moral dalam keluarga untuk anak usia dini..99. memberikan contoh yang baik dan benar.

Namun jika berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai, maka tujuan pendidikan akhlak bagi anak usia dini adalah agar anak mengenal suasana kehidupan beragama dalam keluarga, mempelajari ibadah wajib dan membiasakan diri berbuat baik. perilaku dalam hidup. Ketiga, diantara cara yang digunakan dalam upaya penanaman akhlak mulia dalam keluarga kepada anak usia dini adalah: (a).

Tabel 1. Pola Pendidikan Akhlak
Tabel 1. Pola Pendidikan Akhlak

MENDIDIK ANAK BIJAK MENGELOLA KEUANGAN

DENGAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH

Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (FSO) sangat menyadari pentingnya pendidikan keuangan bagi anak muda. Pendidikan literasi keuangan sebaiknya diberikan kepada anak sedini mungkin, terutama anak usia prasekolah dan sekolah dasar. Pengetahuan keuangan pada anak masih sebatas mengetahui nilai uang, belum pada konsep pengelolaan uang.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan pengetahuan keuangan kepada anak sejak dini. Namun hal ini memerlukan proses yang panjang karena dampak dan pengetahuan literasi keuangan yang dimiliki seseorang. Mendidik anak-anak untuk mengelola keuangannya secara bijak dengan literasi Keuangan Syariah (berbasis Syariah), zakat, warisan, hukum dan wasiyah, serta infak (wakaf dan sedekah).

Pada peringkat perkembangan, ia akan menjadi sangat cekap jika kanak-kanak ini diajar celik kewangan pada usia awal. Memupuk nilai celik kewangan yang sebenar pada usia muda akan sentiasa terpahat dalam fikiran mereka.

INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN

ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DALAM KELUARGA

Sebagai orang tua, pendidikan merupakan hal yang mutlak bagi anak, dan pembentukan karakter merupakan upaya yang disengaja dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran.Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan dalam Bab I, Pasal I Namun fenomena sebaliknya terjadi dalam kehidupan masyarakat yang terkena dampak dari keluarga yang berantakan, tentunya hal ini akan membawa banyak akibat bagi pertumbuhan dan perkembangan mental yang tidak baik bagi kepribadian remaja dan anak. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sudah tidak bisa lagi merenungkan cerita rakyat atau legenda tersebut.

Oleh karena itu imajinasi anak tidak terbangun pada pribadi berhala yang jujur, berani, sederhana dan bertanggung jawab. Sebaliknya, kehidupan anak-anak penuh dengan permainan elektronik yang cenderung egois dan tidak berlebihan. Jika hal ini terus berlanjut, maka pertumbuhan awal anak akan terpengaruh dan bahkan kepribadiannya bisa menjadi lumpuh atau kerdil.

Hal ini menjadi pertanyaan penting karena anak pada umumnya belum mempunyai kemampuan menyaring dan menahan serangan dari nilai, etika, perilaku dan gaya hidup yang mereka ketahui. Doktrin pahala dan hukuman dengan pendekatan yang konsisten, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an, merupakan cara terbaik dalam membesarkan anak pada tahapan tersebut.

PERAN PENDIDIKAN

MENUJU KELUARGA HARMONIS

Masyarakat membutuhkan rumah dan keluarga sebagai tempat di mana mereka dapat menyampaikan cinta, kedamaian, dan kebahagiaan kepada pasangan dan anak-anaknya. Perasaan ini hanya dapat disalurkan dengan baik melalui institusi-institusi domestik.9 Institusi-institusi domestik dan keluarga akan tetap bertahan dan bertahan meskipun ada kegagalan dan penderitaan. Pernikahan merupakan suatu ikatan yang sangat sakral dan kuat antara sepasang anak manusia, yang diharapkan mampu terjalinnya ikatan batin dan jasmani antara suami istri sebagai modal terciptanya rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah yaitu keluarga bahagia dan keridhaan dari kedua belah pihak. Allah. SWT.

Rumah tangga umpama rumah kaca, semua orang nampak, tiada sekatan, tiada langsir, tiada garis pemisah antara privasi dan awam. Huraian ini juga menjelaskan bahawa melakukan kerja rumah yang lazimnya menjadi kewajipan isteri adalah tidak tercela, tidak merendahkan maruah suami, dan tidak mengangkat martabat isteri. Ilmu dimaksudkan dari sudut yang berbeza, bukan sahaja suami sebagai pemimpin, tetapi juga isteri sebagai perhubungan dalam rumah tangga.

Risnawaty Widayani, “Analisis Kritis Terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ditinjau dari Perspektif Maqasid al Syariah” (Unpublished Thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2013), hal. Analisis Kritis terhadap Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dilihat dari Perspektif Maqasid al Syariah” (Tesis Tidak Diterbitkan, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar).

REKONSTRUKSI PENERAPAN PENDIDIKAN ISLAM MELALUI

Pendidikan Islam merupakan salah satu unsur dinamika sosial yang berkontribusi dalam mengatasi kesenjangan dalam masyarakat. Sementara itu, dalam upaya mengatasi kenakalan remaja, pendidikan Islam memerlukan rekonstruksi pemikiran yang relevan dengan perkembangan remaja, khususnya remaja masa kini, yang bersentuhan dengan budaya modern. STRATEGI DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Secara umum, strategi mempunyai arti suatu garis besar arah tindakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam melaksanakan proses pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan strategi belajar mengajar, perlu pula disadari tugas pokok pendidikan Islam dalam mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam yang tugas pokoknya mengkaji, menganalisis, dan mengembangkan pemikiran, informasi, dan fakta pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam, harus dapat mengedepankan perencanaan program dan kegiatan operasional pendidikan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta cara mengantisipasi perkembangan negatif yang terjadi dalam kehidupan sosial dan keagamaan umat. Sebagai agen perubahan sosial, pendidikan Islam dituntut berperan dinamis dan proaktif.

Merekonstruksi Implementasi Pendidikan Islam Melalui Bimbingan dan Konseling di Sekolah.. bisa juga dalam bentuk permainan dan olahraga. 12. Model pendidikan Islam dalam menangani kenakalan remaja meliputi upaya perbaikan strategi pendidikan Islam yang berkaitan dengan permasalahan bagaimana melaksanakan proses pendidikan menuju tujuan pendidikan, dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada, serta bagaimana memastikan tidak adanya kenakalan remaja. hambatan dalam proses tersebut, baik internal maupun eksternal, mengenai institusi atau lingkungan sosial.

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TANGGUNG JAWAB DI ERA MILENIAL

Seperti diketahui, tanggung jawab merupakan karakter yang harus dibentuk dalam setiap pembelajaran. Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk memenuhi tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukannya, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Sejalan dengan hal tersebut, penulis akan mengulas secara singkat pendidikan karakter bagi peserta didik berbasis tanggung jawab di era millenium.

Sifat tanggung jawab memegang peranan penting bagi siswa untuk mengoptimalkan kewajibannya sebagai siswa. Uraian tentang tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukannya, terhadap dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.8. Sifat tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukannya, terhadap dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya, terhadap dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan. Dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut terlihat seberapa besar siswa berperilaku bertanggung jawab dalam berpikir, berperilaku dan.

Gambar

Tabel 1. Pola Pendidikan Akhlak

Referensi

Dokumen terkait

Rasio Beilanja Opeirasi Rasio Beilanja Opeirasi tahuin 2019 = = 98,31% Rasio Beilanja Opeirasi tahuin 2020 = = 90,70% Rasio Beilanja Opeirasi tahuin 2021 = = 97% Hasil