ISSN 2302-4283 (print) ISSN 2580-9571 (online)
Online di https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id DOI: 10.47794/jkhws
41 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023
HUBUNGAN KECEMASAN IBU TENTANG ISU HALAL HARAM IMUNISASI DENGAN KEJADIAN KEIKUTSERTAAN IMUNISASI DALAM PEMEMBERIAN
VAKSIN PADA BALITA (0-5) TAHUN
Rehmaitamalem1, Maulida2
1,2Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Sains Teknologi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh
(Korespondensi: [email protected])
ABSTRAK
Pendahuluan: Imunisasi atau vaksin merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memberikan kekebalan pada bayi. Dalam fatwa MUI dijelaskan bahwa Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. WHO menunjukan tahun 2015 terdapat 19,4 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi.
Negara Equatorial Guinea 20%, dan 16% Indonesia menempati urutan ke- 4 dengan persentase 81%
setelah Negara Etophia. Saat ini berdasarkan Riset Kesehatan dasar (Rikesdas) tahun 2015, cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional baru mencapai 53,8 %, sedangkan propinsi Aceh baru mencapai 37,0 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin pada balita (0-5) tahun. Metode: pada Penelitian menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Julok dengan Jumlah Populasi 50 orang responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan tehnik Total Sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin pada balita (0-5) tahun dan didapatkan nilai (P-Value =0,013< 0,05).
Kesimpulan: Saran dari penelitian ini diharapkan ibu dapat mencari informasi yang sebenarnya tentang isu halal haram imunisasi tidak hanya percaya terhadap isu – isu yang beredar sekarang ini dan diharapkan bagi Pihak desa yang bersangkuta perlu lebih memperhatikan kembali masyarakat – masyarat nya terutama tenaga kesehatan yang ada didesa seprti pada saat posyandu dan pada saat pemberian imunisasi dasar terhadap anak balita.
Kata kunci: kecemasan, Isu Halal Haram, Imunisasi
THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL ANXIETY ABOUT THE ISSUE OF HALAL HARAM IMMUNIZATION WITH THE INCIDENCE OF IMMUNIZATION
PARTICIPATION IN VACCINE ADMINISTRATION IN TODDLERS (0-5) YEARS
ABSTRACT
Introduction: Immunization or vaccines are one of the ways to provide immunity to babies. In the MUI fatwa, it is explained that immunization is basically allowed (mubah) as a form of effort to realize immunity and prevent the occurrence of a certain disease. WHO shows that in 2015 there were 19.4 million children who did not get immunizations. Equatorial Guinea is 20%, and 16% Indonesia ranks 4th with a percentage of 81% after the Ethopian State. Currently, based on basic health research (Rikesdas) in 2015, the coverage of complete basic immunization nationally has only reached 53.8%, while aceh province has only reached 37.0%. The purpose is to find out the anxiety of mothers about
42 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023
the issue of halal immunization with the incidence of mothers not giving vaccines to toddlers (0-5) years. Methods: in Research using analytical research design with a crossectional approach. This research has been carried out in the Julok Puskesmas Working Area with a total population of 50 respondents. The sampling method in this study was carried out with the Total Sampling technique.
Results: research shows that there is a relationship between maternal anxiety about the issue of halal immunization and the incidence of mothers not giving vaccines to toddlers (0-5) years old and obtaining a value (P-Value = 0.013< 0.05). Conclusion: The suggestion from this study is that mothers can find true information about the issue of halal haram immunization not only believe in the issues that are circulating today and it is hoped that the village concerned needs to pay more attention to the community – especially health workers who are in the village as they are concerned and when providing basic immunization to children under five.
Keywords: anxiety, Halal Haram Issue, Immunization
PENDAHULUAN Latar Belakang
World Health Organization (WHO) menunjukan tahun 2015 terdapat 19,4 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi dan Statistik menunjukkan bahwa hampir 85% bayi di dunia menerima vaksinasi lengkap. Data revelensi diantar negara di dunia, pemberian imunisasi dasar lengkap dengan posisi tiga tertinggi pada tahun 2014 dan 2015 di dunia adalah Brazil 93%, dan 96%; India 85%, dan 87%;
serta Ethopia 77%, dan 86% sedangkan yang terendah dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di tahun 2014 dan 2015 adalah Negara Equatorial Guinea 20%, dan 16% Indonesia menempati urutan ke- 4 dengan persentase 81% setelah Negara Etophia. Saat ini berdasarkan Riset Kesehatan dasar (Rikesdas) tahun 2015,
cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional baru mencapai 53,8 %, sedangkan propinsi Aceh baru mencapai 37,0 %.
Program pengembangan imunisasi sudah berjalan sejak tahun 1974 untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), yaitu satu kali imunisasi BCG, empat kali imunisasi polio, tiga kali imunisasi DPT, tiga kali imunisasi Hepatitis B, dan satu kali imunisasi campak sebelum berumur 12 bulan. Imunisasi atau vaksin merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memberikankekebalan pada bayi, anak dan balita dalam keadaan sehat. (Hanum, 2015).
Pemberian imunisasi pada balita tidak hanya memberikan pencegahan terhadap anak tersebut, tetapi akan memberikan dampak yang jauh lebih luas karena akan
INFO ARTIKEL Riwayat Artikel:
Diterima: 9 Januari 2023 Disetujui: 28 Februari 2023
Tersedia secara online : 30 April 2023
Alamat Korespondensi:
Nama: Rehmaitamalem
Afiliasi: Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh Alamat: Desa Seunubok Rambong, Kec. Idi, Kab. Aceh Timur Email: [email protected]
43 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 mencegah terjadinya penularan yang luas
dengan adanya peningkatan imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Pro dan kontra tentang imunisasi terus bergulir dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, MUI mengeluarkan Fatwa MUI No.4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.
Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Imunisasi dengan vaksin yang haram atau najis tidak dibolehkan kecuali digunakan pada kondisi al-dlarurat atau al-hajat. Kemajuan teknologi dan berita online yang menyajikan berbagai informasi berpengaruh dalam pembentukan persepsi di masyarakat tentunya menambahkan informasi yang didapat. Salah satu topik yang menjadi perdebatan adalah penggunaan vaksin Measles Rubella (MR).
Karena didalamnya mengandung unsur haram (Hewan Babi). hal ini menyebabkan persepsi masyarakat bahwa imunisasi tidak halal sehingga masih banyaknya masyarakat yang tidak memberikan imunisasi pada anaknya. data yang di peroleh dari Wilayah Kerja Puskesmas Julok Aceh Timur dapat dilihat bahwa dari beberapa imunisasi yang di berikan seperti imunisasi BCG, DPT, Polio, Dan Campak hanya 46% balita yang mendapatkan imunisasi lengkap.
Sebanyak 54% lainnya tidak pernah diberikan imunisasi oleh orang tuanya.
Salah satu isu publik yang sempat menjadi pokok pemberitaan media massa di Indonesia pada akhir tahun 2018 adalah isu kegagalan Program vaksin Campak dan Rubella (MR) tahap kedua di daerah luar pulau Jawa. Sebelumnya, Program Vaksin MR tahap pertama yang diadakan di pulau Jawa pada tahun 2017 juga sempat ramai diberitakan oleh media massa (cetak, elektronik maupun media berita online) karena program tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pro dan kontra tersebut terjadi karena beredarnya isu yang menyatakan bahwa vaksin MR mengandung zat yang tidak halal dan belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) (Juniman, 2018). Selain itu, penggunaan vaksin MR juga diduga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan lainnya seperti kecacatan, autisme hingga kematian.
Adanya isu miring vaksin MR tersebut berdampak pada munculnya penolakan sejumlah masyarakat di berbagai daerah terhadap program vaksin MR seperti di Aceh, Riau, Sumatera Barat, Jambi dan daerahdaerah lainnya. Penolakan ini pun berdampak pada rendahnya capaian cakupan Program vaksin MR tahap kedua yang ditargetkan mencapai 95 persen (Harsono, 2018)
1. Tujuan Penelitian
44 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 Untuk mengetahui hubungan kecemasan
ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin pada balita (0-5) tahun
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan desain penelitian menggunakan metode cross sectional, yaitu penelitian yang dilakukan pada waktu bersamaan antara variabel independen dan variabel dependen untuk mengetahui hubungan kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ketidak ikutsertaan ibu dalam memberi vaksin pada balita. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan jumlah 50 ibu-ibu.
kriteria sampel adalah ibu-ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap variabel dependen dalam penelitian ini adalah imunisasi Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel bebas (independen) yakni kecemasan. variabel terikat (dependen) yakni imunisasi.
Dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (P<0,05).
HASIL PENELITIAN
Setelah diperoleh instrument yang valid dan reliabel, selanjutnya peneliti melakukan dengan jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 50 orang responden.
Tabel 1. Uji Kolerasi Antara Kecemasan Ibu Tentang Isu Halal Haram Imunisasi Dengan Kejadian Keikutsertaan Imunisasi Dalam Pememberian Vaksin Pada Balita (0-5) Tahun
Kecemasan Ibu
Keikutsertaan Ibu Tidak Memberi
Vaksin Pada Balita Jumlah P- Value Tidak
Ada Ada
(f) % (f) % (f) %
0.013 Ringan 7 50 7 50 14 100
Sedang 4 40 6 60 10 100 Berat 22 84.6 4 15.4 26 100
Berdasarkan uji statistic ( Uji Chi-Square), didapatkan nilai P-Value = 0,013< 0,05.
Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin pada balita (0-5) Tahun.
PEMBAHASAN
Berdasarkan uji statistic (Uji Chi- Square), didapatkan nilai P-Value = 0,013
< 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin pada balita (0-5) tahun.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Luthy (2012) yang menyatakan bahwa persepsi ibu merupakan
45 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 salah satu factor yang mempengaruhi orang
tua tidak melakukan imunisasi. Hasil dari penelitiannya menunjukkan beberapa orang tua yang memiliki persepsi megatif terhadap imunisasi terus berpikir bahwa imunisasi dasar yang diberikan dirasa dapat menimbulkan penyakit lainnya seperti bayi akan mengalami demam setelah diberikan imunisasi asar. Orang tua juga merasa bayi akan diimunisasi dengan yang tidak diimunisasi tidak ada bedanya. Orang tua merasa bayinya dalam keadaan sehat sehingga tidak perlu melakukan imunisasi.
Oleh karena itu semakin banyak responden yang memiliki persepsi yang negative maka otomatis mereka juga akan memiliki tingkat kecemasan yang berat.
Selain itu pengetahuan yang kurang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan tentang imunisasi yang akan diberikan terhadap anaknya.
Sama hal nya seperti penelitiann yang dilakukan oleh Prabandari tahun 2018 di Desa Gumpang Kabupaten Sukoharjo yang menunjukkan bahwa pengetahuan tentang imunisasi seperti imunissi campak rubella secara signifikan berhubungan dengan penerimaan imunisasi campak rubella (p=0,006). Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Trianadi di kecamatan Kuranji tahun 2016, yang menunjukkan bahwa responden berpengetahun rendah 48,75%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan berhubungan dengan
kelengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi dengan p-value 0,007.
Tetapi hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Selena (2015) yang menyebutkan bahwa orang tua yang memiliki tingkat penegtahuan kurang belum tentu memiliki persepsi dan tingkat kecemasan yang berat karena diperkirakan pengetahuan bukan lah salah satu penyebuab timbulnya kecemasan ibu terhadap imunisasi yang akan diberikan kepada anaknya. Sehingga meskipun menurut tingkat pengetahuannya seorang ibu mengerti pentingnya imunisasi, namun jika tidak didukung oleh factor lain misalnya factor keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan sehingga ibu jarang dipaparkan dengan materi materi yang berhubungan dengan imunisasi maka pemberian imunisasi pada balita tidak akan terpengaruhi.
Kecemasan adalah perasaan kekhawatiran subjektif dan ketegangan yang dimanifestasikan untuk tingkah laku psikologis dan berbagai pola perilaku (Ratih, 2012). Asumsi peneliti, ada hubungan kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak member vaksin pada balita (0-5) tahun. Hal ini disebabkan banyaknya responden yang mempunyai tingkat kecemasan yang berat terhadap isu halal haram imunisasi. Selain itu dukungan dan dorongan keluarga juga
46 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 dibutuhkan oleh ibu yang mempunyai anak
balita dalam pemberian imunisasi terhadap anak. Dukungan yang sangat dibutuhkan oleh seorang ibu terutama dari suami dengan memberikan informasi tentang jadwal dan pentingnya imunisasi yang bertujuan agar anak sehat, memotivasi ibu untuk membawa anaknya agar mendapat imunisasi serta memberikan dukungan material pada ibu untuk menuju ketempat pelayanan jika jaraknya terlalu jauh untuk ditempuh.
Tenaga kesehatan merupakan salah satu orang yang berpengaruh dalam pemberian imunisasi anak dan dianggap penting oleh masyarakat. Tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor penguat yang mempengaruhi seseorang memanfaatkan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya secara optimal.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulan yang di dapatkan adalah Ada hubungan antara kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak memberi vaksin kepada balita (0-5) tahun dengan nilai P-Value = 0,013 < 0,05.
Pada penelitian ini ada hubungan kecemasan ibu tentang isu halal haram imunisasi dengan kejadian ibu tidak member vaksin pada balita (0-5) tahun Hal ini disebabkan banyaknya responden yang
mempunyai tingkat kecemasan yang berat terhadap isu halal haram imunisasi. Selain itu dukungan dan dorongan keluarga juga dibutuhkan oleh ibu yang mempunyai anak balita dalam pemberian imunisasi terhadap anak. Dukungan yang sangat dibutuhkan oleh seorang ibu terutama dari suami dengan memberikan informasi tentang jadwal dan pentingnya imunisasi yang bertujuan agar anak sehat, memotivasi ibu untuk membawa anaknya agar mendapat imunisasi serta memberikan dukungan material pada ibu untuk menuju ketempat pelayanan jika jaraknya terlalu jauh untuk ditempuh.
Peneliti menyasankan Pihak desa yang bersangkutan perlu lebih memperhatikan kembali masyarakat – masyarat nya terutama tenaga kesehatan yang ada didesa seperti pada saat posyandu dan pada saat pemberian imunisasi dasar terhadap anak balita. Dan kepada pihak aparatur Desa disarankan agar dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi berupa penyuluhan kepada masyarakat terutama kepada ibu yang memiliki anak balita
DAFTAR PUSTAKA
Dahlan, (2014). Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan, Edisi 6, Salemba Medika. Jakarta.
Proverawati,(2015). Imunisasi dan Vaksin, Nuha Medika.Yogjakarta
47 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 Prabandari GM. (2018). Beberapa Faktor
Yang Berhubungan Dengan Penerimaan Ibu Terhadap Imunisasi Pada Anak di Desa Gumpang Kabupaten Sukoharjo.
Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia.
Nursalam, (2011). Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktik Kperawatan Propesional, Salemba Medika.Jakarta
Shodiqoh, (2014). Perbedaan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Persalinan Antara Primigravida dan Multigravida, Dalam Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol 2.
Sugiyono, (2010). Statistik Untuk Penelitian , Alfabeta, Bandung.
Sugiyono, (2015).
Siswanto, (2010). Pengantar Manajemen., Bumi Aksara. Jakarta Triana V.
(2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada bayi
Siswanto, (2010). Pengantar Manajemen., Bumi Aksara.Jakarta Triana V.
(2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Cipta, Jakarta.
Kusumawati &Hartono, (2012). Buku Ajar Keperawatan Jiwa, Salemba Medika. Jakarta.
Videbeck,( 2012). Buku Ajar Keperawatan Jiwa, EGC, Jakarta.
Kemenkes RI, (2012). Ayo Ke Posyandu Setiap Bulan Posyandu Menjaga Anak Dari Ibu Tetap Sehat, Pusat Promosi Kesehatan.