• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE RELATIONSHIP BETWEEN ARM MUSCLE STRENGTH AND FOREHAND SMASH ABILITY IN STUDENTS' TABLE TENNIS GAMES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "THE RELATIONSHIP BETWEEN ARM MUSCLE STRENGTH AND FOREHAND SMASH ABILITY IN STUDENTS' TABLE TENNIS GAMES"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga

265

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN SMASH

FOREHAND DALAM PERMAINAN TENIS MEJA SISWA

Rahedin Suwo1*, Restika Apridilla Yasin2, Rio Wardhani3

1*,2Universitas Sembilanbelas November Kolaka

3IKIP PGRI Pontianak

E-mail: *[email protected]*

10.31602/rjpo.v6i2.12769 ABSTRAK

Penelitian ini penting karena tenis meja merupakan olahraga yang membutuhkan koordinasi motorik halus dan kekuatan otot lengan yang baik untuk bermain dengan efektif. Metode yang digunakan adalah metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang berjenis kelamin laki-laki di SMP Negeri 3 Kolaka pada pelajaran ekstrakurikuler tenis meja. Data dikumpulkan melalui tes kekuatan otot lengan menggunakan tes Push Up dan tes kemampuan smash forehand dalam permainan tenis meja. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kekuatan otot lengan dan kemampuan smash forehand, serta analisis korelasi Pearson untuk mengevaluasi hubungan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki tingkat kekuatan otot lengan yang berbeda serta smash forehand juga bervariasi pada sampel siswa. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kemampuan smash forehand dalam permainan tenis meja (r = 0,878, p < 0,05). Hal ini mencirikan bahwa semakin kuat otot lengan seseorang, semakin baik kemampuan smash forehandnya. Hasilnya dapat memberikan penguatan untuk merancang program pelatihan yang lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan otot lengan dan kemampuan smash forehand dalam bermain tenis meja. Selain itu, penelitian ini juga dapat membantu mengidentifikasi bakat-bakat potensial di bidang olahraga tenis meja di SMP Negeri 3 Kolaka

Kata Kunci: kekuatan otot lengan; smash forehand

THE RELATIONSHIP OF ARM MUSCLE STRENGTH AND FOREHAND SMASH ABILITY IN STUDENTS' TABLE TENNIS GAME

ABSTRACT

This research is important because table tennis is a sport that requires fine motor coordination and good arm- muscle strength to play effectively. The method used is the correlational method. The research sample consisted of 30 male students at SMP Negeri 3 Kolaka in table tennis extracurricular lessons. Data was collected through arm muscle strength tests using table tennis's push-up test and forehand smash ability tests. Next, the data was analyzed using descriptive statistics to identify the level of arm muscle strength and forehand smash ability and Pearson correlation analysis to evaluate the relationship between the two. The results showed that most students had different levels of arm muscle strength and forehand smashes also varied among the student sample. The results of Pearson correlation analysis showed that there was a significant positive relationship between arm muscle strength and forehand smash ability in table tennis (r = 0.878, p < 0.05). This indicates that the stronger a person's arm muscles, the better his forehand smash ability. The results can reinforce designing more effective training programs to increase arm muscle strength and forehand smash ability in table tennis. Apart from that, this research can also help identify potential talents in the field of table tennis at SMP Negeri 3 Kolaka

Keywords: arm-muscle strength; smash forehand

Submitted : 16 October 2023, Accepted : 9 December2023, Published : 10 December2023

(2)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga

266 PENDAHULUAN

Dengan banyaknya pertandingan lokal dan nasional, tenis meja saat ini mengalami kemajuan pesat.

Masyarakat juga tahu tenis meja sebagai olahraga rekreasi. Tenis meja adalah jenis permainan yang menyehatkan yang dapat dimainkan untuk mengisi waktu luang (Picabea dkk, 2021). Sejalan Tomoliyus &

Sunardianta (2020) mengemukakan tenis meja adalah jenis olahraga yang menarik dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya karena menggunakan bola kecil yang bergerak sangat cepat. Selanjutnya Sahabuddin (2019) tenis meja membutuhkan meja agar bola dapat dipantulkan dan melewati net yang terpasang di atasnya. Selain itu, itu dapat digunakan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam berolahraga atau sebagai sarana untuk menjadi atlet profesional atau berprestasi (Suwo, 2019). Menurut Safaringga and Herpandika (2018), prinsip dasar olahraga atau aktivitas fisik adalah bahwa setiap tindakan harus konsisten dengan kebugaran fisik. Setiap orang pasti memiliki tujuan khusus untuk berolahraga, termasuk mengisi waktu luang, menjaga kebugaran, dan meningkatkan keterampilan fisik.

Materi tenis meja telah menjadi materi yang wajib dipelajari oleh siswa dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi. Tenis meja menjadi menarik karena permainan hanya dipisahkan oleh net, yang menjadi rintangan untuk menerapkan teknik dasar permainan. Nugroho & Keliat (2023) menyatakan bahwa seseorang harus memahami teknik dasar permainan meliputi forehand, backhand, service, dan Smash. Senada dengan setiap pemain dalam tenis meja harus menguasai smash, teknik dalam pukulan (Suparman dkk, 2021). Banyak orang, termasuk siswa di SMP Negeri 3 Kolaka menyukai tenis meja yang biasa disebut ping-pong. Olahraga ini membutuhkan keterampilan teknik dan fisik dengan power yang besar untuk berhasil. Smash forehand, yang merupakan teknik menyerang yang sering digunakan untuk mengakhiri poin, merupakan komponen penting dari teknik tenis meja.

Untuk melakukan smash forehand dengan baik, kekuatan otot lengan sangat penting. Pemain yang memiliki otot lengan yang lebih kuat cenderung melakukan pukulan yang lebih kuat dan akurat (Ramadhan 2020). Salah satu pukulan yang digunakan untuk mematikan lawan adalah pukulan smash forehand (Anggara, 2021). Atlet harus memperhatikan kontrol kekuatan, koordinasi, dan perhitungan waktu saat melakukan pukulan ini. Sejalan dengan itu permainan tenis meja, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan ketepatan gerakan juga penting (Suwo 2020). Oleh karena itu, penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami bagaimana kekuatan otot lengan berkorelasi dengan kemampuan memukul tangan depan. Keberhasilan dalam teknik dasar tenis meja khususnya smash forehand memerlukan kekuatan maksimal, yang merupakan salah satu komponen yang sangat penting dan diperlukan dalam berbagai cabang olahraga (Akramjonovich dkk, 2022). Kondisi fisik dalam penelitian ini berfokus pada kekuatan otot lengan karena otot ini sering digunakan dalam gerakan smash, terutama smash forehand.

Peneliti di SMP Negeri 3 Kolaka menemukan bahwa masih banyak siswa yang tidak dapat melakukan pukulan dengan baik, menurut observasi dan diskusi dengan guru PJOK. Salah satu masalah yang dihadapi siswa adalah kegagalan mereka untuk memahami prinsip-prinsip dasar permainan tenis meja. Kegagalan ini terbukti dalam kemampuan siswa untuk melakukan servis dan smash sesuai dengan aturan yang benar; bola sering tidak mendarat di area lawan dan kemudian mengenai net; dan kurangnya perhatian dan minat siswa terhadap permainan tenis meja. Tidak ada latihan yang membantu meningkatkan kemampuan Anda dalam tenis meja.

Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan smash, salah satunya kekuatan otot lengan, tetapi potensi teknik dasar nya masih belum diketahui. Menurut penelitian olahraga sebelumnya, kekuatan otot memengaruhi seberapa baik atlet bermain dalam berbagai jenis olahraga. Ada sedikit informasi tentang hubungan antara kekuatan otot lengan dan kemampuan smash forehand dalam konteks tenis meja, khususnya di kalangan siswa SMP.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan smash forehand siswa SMP Negeri 3 Kolaka dan kekuatan otot lengan berkorelasi satu sama lain, mengingat betapa pentingnya kekuatan otot lengan dalam permainan tenis meja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana komponen fisik, seperti kekuatan otot lengan, berkontribusi pada peningkatan kemampuan siswa dalam bermain tenis meja.

Secara keseluruhan, diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu mengembangkan olahraga tenis meja di sekolah menengah pertama dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana hubungan antara kekuatan otot lengan dan kemampuan smash forehand berkorelasi. Mereka juga dapat merancang program pelatihan yang lebih khusus untuk meningkatkan keterampilan tenis meja siswa.

(3)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga

267 METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik deskriptif dan korelasi. Variabel yang diteliti dideskripsikan atau digambarkan dalam penelitian ini, sedangkan penelitian korelasional bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh antara variabel.

R

Desain penelitian. Sumber : Sugiyono (2013)

X = kekuatan otot lengan

Y = kemampuan smash forehand siswa

R = hubungan simultan X terhadap Y Prosedur pengambilan sampel

Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Kolaka yang berjumlah 234, laki-laki berjumlah 120 dan wanita 114. Dalam penelitian ini, purposive sampling (kriteria) digunakan untuk mengumpulkan sampel dari 30 siswa putra. Jenis kelamin laki-laki dan berbakat dalam smash forehand tenis meja. Metode pengambilan sampel purposive digunakan berdasarkan pertimbangan tertentu atau sesuai dengan kriteria peneliti. Siswa putra dari SMP Negeri 3 Kolaka adalah sampel yang dipilih, yang terdiri dari perwakilan dari setiap kelas.

Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data langsung pada sampel melalui pengukuran dan tes. Hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan program IBM SPSS statistic 26. Teknik analisis data termasuk uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan linearitas, dan uji hipotesis, yaitu analisis korelasi sederhana.

Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan dan fleksibilitas pergelangan tangan berkorelasi dengan akurasi smash.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan berisi hasil-hasil temuan penelitian dan pembahasannya. Tuliskan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dan harus ditunjang oleh data-data yang memadai.

Hasil-hasil penelitian dan temuan harus bisa menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian di bagian pendahuluan. Umumnya data-data hasil penelitian dapat dipaparkan menggunakan tabel. Contoh penggunaannya ditunjukkan pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil Analisis Deskriptif Variabel

Variabel N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

Kekuatan Otot Lengan 30 21,00 38,00 25,066 73,61923

Smash Forehand 30 15,00 35,00 19,266 74,16002 Keterangan:

a. Kekuatan otot lengan dengan sampel 30 siswa; rata-rata nilai 25,066; standar deviasi 73,619; nilai minimum 21; nilai maksimum 38

b. Smash Forehand dengan sampel 30 siswa; rata-rata nilai 19,266; standar deviasi 74,160; nilai minimum 15; nilai maksimum 35

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas

Variabel KS-Z P A Keterangan Deviation

Kekuatan Otot Lengan 0,163 0,40 0,05 Normal

X1 Y

(4)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga

268 Smash Forehand 0,153 0,73 0,05 Normal

Tabel 2 menunjukkan hasil uji normalitas data kekuatan Otot lengan dan kemampuan smash forehand menggunakan Uji Kolmogorov Smimov. Hasil menunjukkan bahwa nilai uji Kolmogorov-Smirnov 0,163 diperoleh dari uji normalitas data kekuatan otot lengan, dengan tingkat probabilitas (P) 0,40 lebih besar dari nilai α:0,05 atau (0,0>0,05). Dengan demikian, data kekuatan otot lengan yang dikumpulkan mengikuti distribusi normal atau sebaran n normal. Uji normalitas data kemampuan smash forehand menghasilkan nilai uji Kolmogorov-Smirnov 0,153, dengan tingkat probabilitas (P) 0,73 lebih besar dari nilai α:0,05 atau (0,0>0,05).

Tabel 2. Hasil Uji Korelasi

Otot Lengan Kemampuan Smash Forehand Otot Lengan

Person Correlation 1 .878

Sig. (2-tailed) .000

N 30 30

Kemampuan Smash Forehand

Person Correlation .878 1

Sig. (2-tailed) .000

N 30 30

Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikansi yang di peroleh adalah 0,000. Karena nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,000 <0,05) maka dapat diambil kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash forehand dengan nilai korelasi 0,878 yang berada pada kategori hubungan sangat kuat.

Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara yang menunjukan tingkatan hubungan yang sangat kuat, ditemukan bahwa ada faktor eksternal yang menyebabkan siswa memiliki kekuatan otot lengan yang kuat seperti aktivitas harian membantu orang tua dalam tugas rumah tangga, termasuk berladang di kebun. Dengan melakukan aktivitas ini, otot lengan mereka secara otomatis akan menjadi lebih kuat. Menurut Sahabuddin, Syahruddin & Fadillah (2022) menyatakan kekuatan adalah kemampuan untuk menahan beban fisik atau pertahanan dari luar dan dalam. Senada dengan itu Rahmat & Komaludin (2022) mengungkapkan latihan meningkatkan kekuatan otot lengan dan adaptasi abdomen untuk pukulan forehand. Faktor fisik seperti stamina, kekuatan, fleksibilitas, dan koordinasi sangat penting untuk teknik bermain tenis meja forehand dan backhand.

Hal ini dicapai melalui latihan yang teratur, terencana, dan sistematis (Bintang, 2021). Temuan ini mendukung asumsi bahwa kekuatan otot lengan memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan smash forehand siswa dalam permainan tenis meja. Oleh karena itu, meningkatkan kekuatan otot lengan melalui latihan khusus dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam teknik smash forehand siswa.

PENUTUP

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SMP Negeri 3 Kolaka memiliki kekuatan otot lengan yang lebih baik dan kemampuan smash forehand yang baik. Meningkatkan kekuatan otot lengan sangat penting untuk mendukung kemampuan bermain tenis meja seperti teknik smash. Selain itu melakukan latihan fisik yang lebih intensif dapat membantu meningkatkan keterampilan teknis dalam permainan tenis meja.

REFERENSI

Akramjonovich, Y. I., Azamovich, A. M., & Ilyasovich, M. S. 2022. “Developing Human Thinking and Moving Speed through Table Tennis.” Asian Journal of Research in Social Sciences and Humanities 12(4):164–65.

Anggara, A. 2021. “Pengaruh Latihan Forehand Smash Multiball Terhadap Prestasi Tenis Meja.” Jurnal Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Kuningan 2(2):62-73.

Bintang, S. 2021. “Hubungan Kekuatan Otot Lengan Dengan Kemampuan Forehand Dan Backhand Tenis Meja Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Di MAN 1 Kerinci.” Doctoral Dissertation, Universitas Unja.

Nugroho, A., & Keliat, P. 2023. Tenis Meja. Bina Guna Press.

Picabea, J. M., Cámara, J., & Yanci, J. 2021. “Physical Fitness Profiling of National Category Table Tennis Players: Implication for Health and Performance.” International Journal of Environmental Research and

(5)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga

269 Public Health 18(17):9362.

Rahmat, R., & Komaludin, D. 2022. “Pengaruh Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Pinggang Terhadap Forehand Smash Dalam Permainan Tenis Meja.” Jurnal Performa Olahraga 7(1):13-34.

Ramadhan, J. 2020. “Hubungan Reaction Time Dan Power Lengan Dengan Kecepatan Bola Hasil Smash Pada Permainan Tenis Meja.” Sporta Saintika 5(1):31–39.

Safaringga, Ellen, and Reo Prasetiyo Herpandika. 2018. “Hubungan Antara Kebugaran Jasmani Dengan Kualitas Tidur.” Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran 4(2):235. doi: 10.29407/js_unpgri.v4i2.12467.

Sahabuddin, S., Syahruddin, S., & Fadillah, A. 2022. “Analisis Kekuatan Genggaman, Kelentukan Bahu Dan Daya Tahan Otot Lengan Terhadap Pukulan Forehand Dalam Permainan Tenismeja.” Riyadhoh: Jurnal Pendidikan Olahraga 5(1):58-65.

Sahabuddin, S. 2019. “Analisis Antropometrik Dan VO2 Max Dengan Prestasi Pemain BKMF Tenis Meja FIK UNM.” SPORTIVE: Journal of Physical Education, Sport and Recreatio 2(2):128-143.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparman, S., Syafruddin, M. A., & Jahrir, A. S. 2021. “Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Dan Koordinasi Mata Tangan Terhadap Kemampuan Ketepatan Servis Permainan Tenis Meja.” Sportify Journal 1(2):57-65.

Suwo, R. 2019. “Pengaruh Kecepatan Reaksi Tangan Terhadap Kemampuan Forehand Topspin (Path Analysis Pada Atlet Tenis Meja UNSIKA Karawang 2016).” Riyadhoh: Jurnal Pendidikan Olahraga 1(1):21–25.

Suwo, R. 2020. “Correlation Between Agility and Athletes Topspin of Table Tennis in Kendari City.” JUARA:

Jurnal Olahraga 5(1):55–65.

Tomoliyus, T., & Sunardianta, R. 2020. “Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Tes Reaktif Agility Tenis Meja.”

Jurnal Keolahragaan 8(2):148-157.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) ada tidaknya hubungan yang signifikan antara otot lengan terhadap kemampuan passing bawah pada atlet klub bolavoli

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab terdahulu dapat dikemukakan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot

Terdapat hubungan secara bersama-sama antara kekuatan otot tungkai dan kecepatan terhadap ketepatan shooting dalam permainan sepakbola SSB Taruna Mandiri U-17 Pekanbaru

Pengukuran adalah suatu proses untuk memperoleh informasi (Nurhasan, 2001:1). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil pengukuran kekuatan otot lengan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kelentukan Pergelangan Tangan Dan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Hasil Smash

METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Koordinasi Mata-Tangan dengan Kemampuan Servis Atas pada

Hasil analisis Korelasi Ganda 2 dua prediktor, data penelitian dapat dilihat bahwa terdapat hubungan Koordinasi Mata-Tangan dan Power Otot Lengan dengan Ketepatan Servis Panjang dengan

METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Koordinasi Mata-Tangan dan Kekuatan Otot Tungkai dengan Akurasi Smash pada Siswa