• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Induk Pengembangan Sekolah SLB Special Needs Al Jannah Solokuro

N/A
N/A
Ameiliana Dwi Siroh Putri

Academic year: 2023

Membagikan "Rencana Induk Pengembangan Sekolah SLB Special Needs Al Jannah Solokuro"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

RIPS

(RENCANA INDUK

PENGEMBANGAN SEKOLAH)

SLB SPECIAL NEEDS AL JANNAH SOLOKURO KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN

PROPINSI JAWA TIMUR

TAHUN 2021

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehdirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rakhmat dan hidayah Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan draft Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) yang berorientasi pada Pemberdayaan Pendidikan Khusus SLB Special Needs Al Jannah Solokuro.

Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) penting dimiliki SLB Special Needs Al Jannah Solokuro, tiada lain untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan pengembangan). RIPS disusun dengan tujuan untuk menjamin agar perubahan/trujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.

Harapan kami SLB Special Needs Al Jannah Solokuro dapat meningkatkan pe- laksanaan pendidikan khusus, menjadi tumpuan bagi masa depan anak berkebutuhan khusus, dan memiliki potensi untuk meningkatkan pengembangan Pendidikan Khusus mulai dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB. Bahkan selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dapat mem- persiapkan peserta didik memiliki bekal pengetahuan, keterampilan yang berguna sehingga anak kelak dapat hidup mandiri. sesuai amanat UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003.

Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) ini kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan menjadi amal baik Saudara yang akan dibalas oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan bantuannya diucapkan terima kasih.

Lamongan, 10 Juli 2021

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Tugas Pokok dan Fungsi... 2

BAB II KONDISI SAAT INI A. Biodata SLB Special Needs Al Jannah... 3

B. Potensi... 3

C. Permasalahan... 3

BAB III ISI/PEMBAHASAN A. Visi dan Misi... 5

B. Tujuan... 5

C. Kurikulum (Isi Pendidikan)... 5

D. Peserta Didik... 15

E. Jumlah dan Kualifikasi Pendidik – Tenaga Kependidikan... 16

F. Sarana Prasarana... 16

G. Biaya Pendidikan (Pendanaan)... 17

H. Sistem Evaluasi dan Sertifikasi... 18

I. Organisasi... 19

J. Manajemen dan Proses Pendidikan... 20

K. Peran Serta Masyarakat... 21

L. Rencana Pentahapan Pelaksanaan Pendidikan... 21

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan... 22

B. Saran... 22

LAMPIRAN ...23

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perencanaan pengembangan sekolah merupakan upaya untuk menentukan tindakan masa depan sekolah job relatife tepat suatu urutan prioritas dengan memperhitungkan sumber daya tersedia. Hal ini merupakan dokumen dalam pencapaian tujuan sekolah yang mengarah pada inovasi sekolah. Dengan ditetapkan RIPS menjamin tercapaianya tujuan yaitu:

1. Mendukung koordinasi antarpelaku sekolah.

2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antarpelaku sekolah, antarsekolah dan Dinas Pendidikan.

3. Menjamin relevansi dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

4. Sebagai dasar dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program.

5. Optimalisasi partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas.

Pendidikan khusus adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan semua potensi kemanusiaan peserta didik yang berkebutuhan khusus sebagaimana yang dilayani di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro. SLB Special Needs Al Jannah Solokuro saat ini melayani pendidikan untuk peserta didik tunanertra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis agar kelak dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

Sehubungan dengan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) yang berorientasi pada Pemberdayaan Pendidikan Khusus dengan pelayanan khusus, maka SLB Special Needs Al Jannah Solokuro dapat meningkatkan pendidikan khusus sesuai pasal 32 UUD Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dalam pelaksanaan Pendidikan Khusus bahwa:

 SLB Special Needs Al Jannah Solokuro berlokasi di Kompleks Sport Center Jati Putih RT 2 RW 1 Desa Solokuro Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan yang terletak di pemukiman penduduk yang menjadi tumpuan bagi masa depan anak berkebutuhan khusus.

 SLB Special Needs Al Jannah Solokuro memiliki potensi untuk meningkatkan peengembangan Pendidikan Khusus mulai dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB. Bahkan selanjutnya diharapkan dapat mengelola Kelompok Usaha Bersama (KUBE) seoptimal mungkin untuk

(5)

nantinya memiliki bekal pengetahuan, keterampilan yang berguna agar anak kelak dapat hidup mandiri.

 SLB Special Needs Al Jannah Solokuro turut menyukseskan pelaksanaan program pemerintah melalui program Wajub Belajar (wajar) 9 tahun bagi anak berkenutuhan khusus.

B. Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas pokok yang harus dikembangkan adalah mencakup beberapa bidang sebagai berikut:

1. Pengembangan kehidupan siswa sebagai pribadi, meliputi:

a. Menanamkan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Mengupayakan assesmen setiap siswa sebagai dasar untuk pelayanan pendidikan.

c. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar.

d. Memelihara kesehatan jasmani dan rohani dalam upaya membentuk kepribadian dan kemandirian siswa.

2. Pengembangan kehidupan siswa sebagai anggota masyarakat, meliputi : a. Menumbukembangkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam

masyarakat.

b. Membuat kesadaran hidup beragam dalam masyarakat.

c. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk peran sertanya dalam kehidupan masyarakat.

3. Pengembangan kehidupan siswa sebagai warga negara yaitu memberi- kan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk peran serta- nya dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Fungsi yang dimiliki oleh sekolah sesuai dengan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 32 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional befungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kratif, mandiri dan menjadi wagra negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

(6)

BAB II

KONDISI SAAT INI A. Biodata SLB Special Needs Al Jannah

Nama Sekolah : SLB Special Needs Al Jannah Solokuro Status Sekolah : Swasta

Alamat : Kompleks Sport Center Jati Putih RT 002 RW 001 Desa Solokuro Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan Nomor Telepon : 082141251537

Email : [email protected]

NSS : -

NPSN : 70010754

Akreditasi : Belum akreditasi Tahun Pendirian : 2020

Ijin Oprasional : 2021 - 2022 Kepemilikan Tanah : Bukan Milik Status Tanah : Pinjam Pakai Luas Tanah : 156 m2

Status Bangunan : Pemerintah Desa Luas bangunan : 72 m2

B. Potensi

Potensi yang dimiliki oleh SLB Special Needs Al Jannah Solokuro Kabupaten Lamongan pada saat ini adalah sebagai berikut:

1. Memiliki tenaga guru yang berkualifikasi akademik S1 dan berlatar belakang pendidikan khusus/PLB.

2. Adanya siswa berkebutuhan khusus.

3. Memiliki sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan khusus.

4. Satu-satunya SLB di Kecamatan Solokuro.

5. Tokoh masyarakat yang sangat mendukung didirikannya SLB di Kecamatan Solokuro.

C. Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi oleh SLB Special Needs Al Jannah Solokuro pada saat ini adalah sebagai berikut:

(7)

1. Kekurangan tenaga ahli

Pada saat ini di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro belum memiliki tenaga ahli seperti psikolog, psikiater, tenaga BP, ahli kesenian dan keterampilan. Sehingga penanganan hal-hal tersebut masih dilakukan secara darurat oleh tenaga guru.

2. Sarana prasarana masih terbatas

Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu bahwa sarana dan prasarana masih sangat minim, sehingga masih memerlukan penambahan- penambahan sesuai dengan yang dibutuhkan.

3. Perekonomian orang tua murid yang minim

Dari data siswa yang ada sebagian besar siswa berasal dari keluarga yang status ekonominya rendah. Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap dorongan yang diberikannya kepada para siswa untuk kepentingan pendidik- an. Misalnya saja dilihat dari segi dukungan lingkungan dan kondisi di rumah umumnya kurang optimal bagi terciptanya situasi belajar yang nyaman.

4. Terbatasnya sumber dana.

Dana yang ada sementara ini baru mengandalkan dana donasi dari masyarakat peduli yang jumlahnya masih minim dibandingkan dengan kebutuhan operasional. Oleh karena permasalahan ini maka berakibat pada kurang optimalnya layanan yang dilakukan.

5. Pandangan Masyarakat

Masyarakat sekitar masih banyak yang merasa minder menyekolahkan ABK ke SLB. Sehubungan dengan masalah ini masih diperlukannya sosialisasi dan pendidikan pada masyarakat tentang perlunya pendidikan bagi ABK yang lebih baik.

(8)

BAB III ISI/PEMBAHASAN A. Visi Misi

Visi :

“Terwujudnya siswa mandiri, berkemampuan optimal, dan berakhlak mulia”

Misi :

1. Melaksanakan pembelajaran dengan mengoptimalkan kemampuan siswa.

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan program pemerintah.

3. Melaksanakan pembelajaran dengan menanamkan nilai-nilai pancasila pada siswa.

Untuk mewujudkan visi, misi tersebut di atas ditempuh dengan beberapa strategi sebagai berikut:

1. Mendidik dan membiasakan anak dalam kehidupan yang agamis, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kehidupan agamis.

2. Melakukan sosialisasi dan penjaringan anak berkebutuhan khusus.

3. Memberikan terapi kepada anak berkebutuhan khusus sesuai dengan ketunaannya.

4. Menyediakan fasilitas yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan.

B. Tujuan

Tujuan sekolah yang ingin dicapai adalah:

1. Membentuk siswa yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Membentuk siswa yang memiliki akhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur.

3. Membentuk siswa yang memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

4. Membentuk siswa yang memiliki life skill sebagai bekal untuk hidup di masyarakat.

5. Memberikan terapi atas hambatan yang dimiliki para siswa.

6. Membentuk siswa yang kreatif dan mandiri.

(9)

C. Kurikulum (Isi Pendidikan) 1. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SLB Special Needs Al Jannah Solokuro meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Pengorganisasian kelas dibagi sesuai dengan perketunaan.

Kurikulum yang dipergunakan adalah Kurikulum 2013.

Berdasarkan hasil analisis potensi, bakat, dan minat peserta didik, SLB Special Needs Al Jannah Solokuro menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan perketunaan yaitu tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis.

Struktur kurikulum SLB Special Needs Al Jannah Solokuro disajikan pada tabel-tabel berikut.

a. Struktur Kurikulum SDLB

MATA PELAJARAN

KELAS DAN ALOKASI WAKTU PERMINGGU

I II III IV V VI

KELOMPOK A

1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4

2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 4 4 4 4 4 4

3 Bahasa Indonesia 6 6 8 6 6 6

4 Matematika 4 4 4 4 4 4

5 Ilmu Pengetahuan Alam 2 2 2

6 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 2 2

KELOMPOK B

7 Seni Budaya dan Prakarya 5 7 7 7 7 7

8 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan

Kesehatan 3 3 3 3 3 3

KELOMPOK C

9 Program Kebutuhan Khusus 4 4 4 4 4 4

(10)

JUMLAH ALOKASI WAKTU PERMINGGU 30 32 34 36 36 36

Keterangan:

 Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.

 Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.

 Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah

 Kelompok C berupa program kebutuhan khusus yang diberikan sesuai dengan kekhususan peserta didik. Program Kebutuhan Khusus untuk:

o tunanetra berupa Pengembangan Orientasi, Mobilitas, Sosial dan Komunikasi;

o tunarungu berupa Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama;

o tunagrahita berupa Pengembangan Diri;

o tunadaksa berupa Pengembangan Diri dan Gerak; dan

o autis berupa Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku.

 Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 30 (tiga puluh)

 Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

 Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

 Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya terdiri atas empat aspek yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal dua aspek dari empat aspek yang disediakan.

Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

 Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

 Pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik-Terpadu kecuali mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Program Kebutuhan Khusus.

(11)

b. Struktur Kurikulum SMPLB

MATA PELAJARAN

KELAS DAN ALOKASI WAKTU PERMINGGU

VII VIII IX

KELOMPOK A

1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3

2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2

3 Bahasa Indonesia 5 5 5

4 Matematika 3 3 3

5 Ilmu Pengetahuan Alam 2 2 2

6 Ilm Pengetahuan Sosial 2 2 2

7 Bahasa Inggris 2 2 2

KELOMPOK B

8 Seni Budaya 4 4 4

9 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2 2 2

1

0 Prakarya 10 10 10

KELOMPOK C

1

1 Program Kebutuhan Khusus 3 3 3

JUMLAH ALOKASI WAKTU PERMINGGU 38 38 38

Keterangan:

(12)

 Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.

 Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.

 Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.

 Kelompok C berupa program kebutuhan khusus yang diberikan sesuai dengan kekhususan peserta didik. Program Kebutuhan Khusus untuk:

o tunanetra berupa Pengembangan Orientasi, Mobilitas, Sosial dan Komunikasi;

o tunarungu berupa Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama;

o tunagrahita berupa Pengembangan Diri;

o tunadaksa berupa Pengembangan Diri dan Gerak; dan

o autis berupa Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku.

 Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 35 (tiga puluh lima).

 Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

 Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

 Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya terdiri atas empat aspek yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal dua aspek dari empat aspek yang disediakan.

Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

 Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS) dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing- masing satuan pendidikan.

c. Struktur Kurikulum SMALB

KELAS DAN ALOKASI WAKTU PERMINGGU

(13)

MATA PELAJARAN X XI XII

KELOMPOK A (WAJIB)

1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3

2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2

3 Bahasa Indonesia 3 3 3

4 Matematika 3 3 3

5 Ilmu Pengetahuan Sosial 2 2 2

6 Ilmu Pengetahuan Alam 2 2 2

7 Bahasa Inggris 2 2 2

KELOMPOK B (WAJIB)

8 Seni Budaya 2 2 2

9 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 3 KELOMPOK C (PILIHAN KEMANDIRIAN)

10 Pilihan Kemandirian 1 *) 10 11 11

11 Pilihan Kemandirian 2 *) 10 11 11

KELOMPOK D (PROGRAM KEBUTUHAN KHUSUS)

12 Program Kebutuhan Khusus **) **) **)

JUMLAH ALOKASI WAKTU PERMINGGU 42 44 44

Keterangan:

 Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.

 Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/

konten lokal.

(14)

 Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.

 Kelompok C *) berupa pilihan kemandirian yang wajib dipilih dua pilihan kemandirian, terdiri atas:

1) Tata Boga 2) Tata Busana 3) Tata Kecantikan 4) Pijat (Massage) 5) Tata Graha

6) Teknik Informatika dan Komputer 7) Teknik Penyiaran Radio

8) Perbengkelan Motor 9) Seni Musik

10) Seni Tari 11) Seni Lukis

12) Cetak Saring/Sablon 13) Suvenir

14) Seni Membatik 15) Desain Grafis 16) Fotografi

17) Elektronika Alat Rumah Tangga 18) Budidaya Perikanan

19) Budidaya Peternakan 20) Budidaya Tanaman

 Kelompok D**) berupa program kebutuhan khusus yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kekhususan peserta didik. Kelompok C berupa program kebutuhan khusus yang diberikan sesuai dengan kekhususan peserta didik.

Program Kebutuhan Khusus untuk:

o tunanetra berupa Pengembangan Orientasi, Mobilitas, Sosial dan Komunikasi;

o tunarungu berupa Pengembangan Komunikasi, Persepsi Bunyi, dan Irama;

o tunagrahita berupa Pengembangan Diri;

o tunadaksa berupa Pengembangan Diri dan Gerak; dan

o autis berupa Pengembangan Komunikasi, Interaksi Sosial, dan Perilaku.

 Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 40 (empat puluh)

(15)

 Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

 Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

 Kompetensi Dasar mata pelajaran Seni Budaya terdiri atas empat aspek yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal dua aspek dari empat aspek yang disediakan.

Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

 Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS) dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing- masing satuan pendidikan.

2. Bimbingan dan Konseling

Tujuan layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupan- nya serta menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir secara utuh dan optimal. Layanan bimbingan dan konseling di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro dilakukan untuk mem-bantu peserta didik agar mampu:

a. Memahami dan menerima diri dan lingkungannya;

b. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupannya di masa yang akan datang;

c. Mengembangkan potensinya seoptimal mungkin;

d. Menyesuaikan diri dengan lingkungannya;

e. Mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya;

f. Mengaktualiasikan dirinya secara bertanggung jawab.

Layanan bimbingan konseling di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro ini dilakukan berdasarkan beberapa permasalahan yang terjadi pada peserta didik, seperti; masalah perkembangan individu, perbedaan individual, kebutuhan individu, penyesuaian diri, kelainan tingkah laku, dan masalah belajar. Pelaksanaan bimbingan konseling dilakukan oleh wali kelas, hal ini dilakukan karena sekolah belum memiliki tenaga khusus bimbingan konseling. Wali kelas membuat program bimbingan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil bimbingan.

(16)

3. Ekstrakurikuler

Program ekstrakurikuler terdiri atas ekstrakurikuler wajib berupa Pendidikan Kepramukaan dan ekstrakurikuler pilihan, berupa Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), olahraga, dan seni. Ekstrakurikuler olahraga yang dikembangkan berupa bocce, bulutangkis, dan atletik sementara ekstrakurikuler seni berupa melukis, dan menari. Selain itu diselenggarakan juga ekstrakurikuler tata rias kecantikan. Ekstrakurikuler wajib diselenggarakan setiap hari Rabu dan ekstrakurikuler pilihan atau pengembangan minat dan bakat diselenggarakan pada hari selasa dan kamis. Satuan pendidikan mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler sesuai dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

4. Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan literasi sekolah (GLS) dalam konteks kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas.

Gerakan ini dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi sekolah merupakan cara pesertadidik mengakses, memahami, dan menggunakan informasi yang berada disekitarnya untuk mengatasi berbagai permasalahan hidupnya.

Gerakan literasi sekolah merupakan suatu usaha atau kegitan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Aktifitas SLB Special Needs Al Jannah Solokuro dalam melaksanakan gerakan literasi sekolah sebagai berikut:

a. Pendidik mengajarkan menyimak, ketrampilan berbicara,baca tulis.

b. Pendidik bercerita/membacakan buku cerita.

c. Pendidik memeperdengarkan rekaman cerita,bermain peran dari isi cerita yang telah dibaca.

d. Peserta didik membaca naskah/cerita fiksi dengan atau tanpa bimbingan dari pendidik.

e. Membimbing peserta didik berdiskusi ringan mengenai karakter dari tokoh cerita dengan teman sekelas disesuaikan dengan tingkat hambatan intelektual.

f. Mengajak peserta didik secar rutin memgunjungi dan membaca buku di perpustakaan sekolah.

(17)

5. Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai- nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan. Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masing-masing.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dapat berbasis pada budaya sekolah dengan memotret berbagai macam bentuk pembiasaan, model tata kelola sekolah, termasuk di dalamnya pengembangan peraturan dan regulasi yang mendukung PPK. Proses pembudayaan menjadi sangat penting dalam penguatan pendidikan karakter karena dapat memberikan atau membangun nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Budaya sekolah yang baik diharapkan dapat mengubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik. PPK berbasis budaya sekolah mengembangkan berbagai macam corak relasi, kegiatan dan interaksi antar individu di lingkungan sekolah yang mengatasi sekat-sekat kelas, yang membentuk ekosistem dan budaya pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Membangun budaya sekolah yang baik dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan di sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dikembangkan dalam membangun budaya sekolah adalah 1) pembiasaan dalam kegiatan literasi; 2) kegiatan ekstrakurikuler, yang mengintegrasikan nilai- nilai utama PPK, dan 3) menetapkan dan mengevaluasi tata tertib atau peraturan sekolah. Budaya sekolah yang baik dapat mengembangkan iklim akademik yang kompetitif dan kolaboratif,

(18)

yang diperlukan sekolah dalam menetapkan atau memperkuat branding sekolah.

6. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang dapat terintegrasi didalam mata pelajaran yang ada.

Muatan lokal dikembangkan oleh pemerintah daerah provinsi sesuai dengan kewenangannya dan/atau satuan pendidikan. Mengingat substansi muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, maka muatan lokal yang dikembangkan di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro terintegrasi dalam mata pelajaran yang relevan, terutama pada mata pelajaran Seni Budaya dan keterampilan pilihan yang bersifat temporer.

Muatan lokal yang dikembangkan dan terintegrasi pada mata pelajaran seni budaya antara lain Pendidikan Lingkungan dan Budaya dimana materi ajarnya mencakup tentang kondisi Lamongan dari masa ke masa, permainan-permainan yang dilakukan oleh masyarakat Lamongan,

D. Peserta Didik

No Nama L\P Jenis

Ketunaan

Tempat,

Tanggal Lahir Alamat 1. Fairuz Fawwaz

Supriadi L Autis Lamongan, 30

September 2009

Desa Sawo, Kec.

Dukun 2. Rif’iyatul

Umniyah P Down

Syndrome

Lamongan, 24 Maret 2011

Desa Takerharjo, Kec. Solokuro

3. Khoirun Nisa’ P Down

Syndrome

Lamongan, 10 Januari 2005

Desa Payaman, Kec. Solokuro 4. Keisha Alamsyah

Saputra L Down

Syndrome Lamongan, 19

September 2010 Desa Solokuro, Kec. Solokuro

5. Nurul Nadhif L Down

Syndrome Lamongan,

6 Mei 2008 Desa Payaman, Kec.Solokuro

6. Abd. Malik L Down

Syndrome

Lamongan, 14 Juli 2006

Desa Payaman, Kec.Solokuro 7. Hendrik Dwi

Cahyono L Tunagrahita

Tuban, 27 Oktober 2005

Desa Payaman, Kec.Solokuro 8. Tsalitsah Nur

Rahmah Mashin P Down

Syndrome

Lamongan, 9 September 2013

Desa Bulubrangsi, Kec. Laren

9. Naylatul Fauziyah

Az-zahra Alim P Down

Syndrome

Lamongan, 25 April 2014

Desa Bulubrangsi, Kec. Laren

10. Bayyinatul P Down Lamongan, Desa Brangsi, Kec.

(19)

Mumtazah Syndrome 5 Oktober 2007 Laren 11. Rizqi Aditya

Rahman L Tunadaksa Lamongan, 6

April 2011 Desa Paciran, Kec.

Paciran 12. Dewi Candra

Wati P Tunagrahita Lamongan, 26

September 2002 Desa Payaman, Kec. Solokuro 13. Muh. Fatihur

Rizqi L Tunadaksa Lamongan, 10

Februari 2007

Desa Solokuro, Kec Solokuro 14. Nur Lailatul

Azzahara P Autis Lamongan,

1 Agustus 2013

Ds. Taman Prijek, Kec. Laren

15. Fazza Azkiyah Al

Khalifi Umam P Lambat

Belajar

Lamongan, 20 Juni 2007

Ds. Godong, Kec.

Laren.

16. Marwah Iliyya

Haidir P Lambat

Belajar

Jakarta, 9 Juni 2008

Ds. Sendangagung, Kec. Paciran 17. Milati Nuzula P Tunagrahita Lamongan,

3 Februari 2008 Ds. Solokuro, Kec.

Solokuro

E. Jumlah dan Kualifikasi Pendidik – Tenaga Kependidikan

No. Nama Pangkat Jabatan Pendidikan

1. Upik Zuroidah, S.PdI GTY Kepsek S1 PAI

2. Wildan Fanani, S.Pd GTY Operator S1 Pend. Ekonomi

3. Ameliana Dwi S. P., S.Pd GTY Guru S1 PLB

4. Lailatul Nadhifah GTY Guru S1 PGSD

5. Nur Sella Wati, S.Psi GTY Guru S1 Psikologi

6. Lenny Arta Febriana, S.Pd GTY Guru S1 PLB

F. Sarana Prasarana

Sarana dan Prasarana, sarana mencakup alat-alat yang digunakan untuk administrasi, Kegiatan Belajar Memgajar, Penelitian dan sebagainya. Dalam Standar Sarana dan Prasarana bahkan diwajibkan bahwa setiap sekolah harus memiliki sarana yang mencakup perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sedangkan tentang prasarana dikemukakan bahwa setiap satuan pendidikan diwajibkan memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. (PP No. 19 Tahun 2005 pasal 42 ayat 1 dan 2).

Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SLB Special Needs Al Jannah Solokuro pada saat ini adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Ruang

(20)

NO. JENIS RUANG JMLH

KEADAAN BAIK

RUSAK SEDAN

G

RUSAK BERAT

1. Ruang Kelas 3 3 - -

2. Ruang Guru 1 1 - -

3. Ruang Kepsek 1 1 - -

4. Ruang Tamu 1 1 - -

5. Perpustakaan 1 1 - -

6. Toilet 1 1 - -

7. Mushollah 1 1 - -

8. Dapur 1 - 1 -

2. Keadaan Meubelair

NO. JENIS MEUBELAIR JMLH

KEADAAN BAIK

RUSAK SEDAN

G

RUSAK BERAT

1. Kursi Siswa 15 15 - -

2. Meja Siswa 15 15 - -

3. Kursi Guru 3 3 - -

4. Meja Guru 3 3 - -

5. Kursi Kepsek 1 1 - -

6. Meja Kepsek 1 1 - -

7. Kursi Tamu 1 set 1 - -

5. Rak Buku 2 2 - -

7. Lemari Guru 1 - 1 -

8. Lemari Kepsek 1 - - 1

9. Papan Tulis 3 3 - -

3. Alat Peraga Pendidikan

NO. NAMA BARANG JML H

KEADAAN BAIK

RUSAK SEDAN

G

RUSAK BERAT

1. Pianika 1 1 - -

2. Cone Latihan Lari 12 12 -

3. Papan Berhitung 1 1 - -

4. Puzzle Anggota Tubuh 1 1 - -

5. Papan pantule (Alat latihan

membaca tunanetra) 4 - 4 -

G. Biaya Pendidikan (Pendanaan)

1. Sumber Pembiayaan SLB Special Needs Al Jannah bersumber dari : a. Dana dari masyarakat orang tua murid dan/ atau dunia usaha;

b. Sumber lain, misalnya hibah, pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

c. Sumbangan yang tidak mengikat.

2. Komponen Pembiayaan

Komponen yang dibiayai antara lain :

(21)

a. Kegiatan teknis edukatif untuk proses pembelajaran (kurikuler dan ekstra kurikuler) dan kegiatan evaluasi hasil belajar;

b. Kegiatan penunjang untuk optimalisasi ruang belajar dan kegiatan pengembangan diri;

c. Perawatan sarana pendidikan (gedung, perabot, alat peraga, dan media);

d. Perawatan kegiatan penunjang (lingkungan sekolah);

e. Kesejahteraan guru dan pegawai sekolah;

f. Biaya daya dan jasa (listrik, telepon, air dan lain-lain);

g. Program khusus sesuai dengan kelainan peserta didik yang mengacu pada peningkatan mutu sekolah;

h. Program peningkatan kualitas guru/karyawan (SDM);

i. Biaya Lomba dan Porseni;

j. Biaya Perjalanan Dinas.

3. Satuan Pembiayaan

Satuan biaya dihitung berdasarkan biaya satuan tetap (fixed cost) pada satuan sekolah pertahun dengan standar biaya yang sama dan biaya satuan tidak tetap (variable cost) yang dihitung berdasarkan jumlah peserta didik, lokasi sekolah, dan program kegiatan sekolah yang sesuai dengan jenis dan komponen pembiayaan yang relevan.

4. Penentuan Pembiayaan

Penentuan biaya yang dibebankan pada masyarakat/orang tua peserta didik ditentukan berdasarkan persetujuan pemerintah daerah atas usul dari Kepala Sekolah bersama Badan Peran serta Masyarakat/Komite Sekolah.

5. Pengelolaan Pembiayaan

Pengelolaan pembiayaan pendidikan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya secara berkala/setiap tahun kepada Badan Peran serta Masyarakat (Komite Sekolah/Dewan Sekolah) dan Pemerintah.

6. Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah (RAPBS)

Setiap satuan pendidikan wajib menyusun RAPBS. Dalam penyusunan RAPBS melibatkan stakeholders (tokoh masyarakat dan semua pihak yang berkepentingan terhadap sekolah). Sumber-sumber pembiayaan dan penggunaannya transparan dan akuntabel.

7. Pemeriksaan

(22)

Setiap pemasukan dan pengeluaran diaudit secara berkala oleh pemerintah dan masyarakat.

8. Pelaporan

Setiap pelaporan dilaksanakan secara tertib dan teratur (bulanan, triwulan, tahunan).

H. Sistem Evaluasi dan Sertifikasi 1. Evaluasi

a. Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan.

b. Evaluasi dilakukan terhadap peerta didik,lembaga dan program pendidikan.

c. Mendampingi peserta didik yang mengalami kesulitn dalam mengikuti proses pembelajaran, untuk selanjutnya dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau pemecahanya.

d. Menempatkan peserta didik menurut kelompoknya masing-masing e. Menyatakan peserta didik lulus atau tidak lulus, dapat dinyatakan naik

kelas atau pindah kelas.

f. Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran telah dapat dicapai.

2. Sertifikasi

a. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan.

b. Meningkatkan martabat guru serta meningkatkan profesionalitas guru.

c. Meningkatkan kesejahteraaan guru.

I. Organisasi

1. Susunan organisai SLB Special Needs Al Jannah : a. Pengawas

b. Pembina c. Pelindung d. Tim Ahli e. Komite Sekolah f. Kepala Sekolah g. Bendahara

h. Kepala Tata Usaha i. Waka Kurikulum

(23)

j. Waka Kesiswaan k. Waka Humas l. Waka Sarpras

2. Bagan Organisai SLB Special Needs Al Jannah:

J. Manajemen dan Proses Pendidikan

Manajemen pendidikan di SLB Special Needs Al Jannah dilaksanakan dengan mengikuti kebijakan pemerintah dan dinas pendidikan provinsi Jawa Timur. SLB Special Needs Al Jannah dipimpin oleh kepala sekolah yang telah dipilih oleh Yayasan. Manajemen organisasi yang dilakukan adalah kepengurusan sekolah dengan

Pengawas Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur

Pembina Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten

Lamongan Pelindung

Yayasan Pendidikan Al Jannah Solokuro

Kepala SLB Special Needs Al Jannah Upik Zuroidah, S.PdI

Bendahara

Ameiliana Dwi Siroh Putri, S.Pd

Operator

Wildan Fanani, S.Pd

Waka Kurikulum Lailatul Nadhifah, S.Pd

Waka Sarpras Wildan Fanani, S.Pd Waka Humas

Lenny Arta Febriana, S.Pd

Waka Kesiswaan Nur Sella Wati, S.Psi Tim Ahli

Kepala Desa Solokuro

Komite Sekolah Titik Eko Wahyuni

(24)

adanya keterbukaan untuk menerima masukan demi terciptanya pelayanan pendidikan yang handal dan prima.

SLB Special Needs Al Jannah menerapkan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Dalam sistem ini kepala sekolah bersama dewan guru dan warga sekolah lainnya secara mandiri, transparan dan bertanggung jawab melaksanakan program sekolah untuk mencapai visi, misi dan target mutu yang diamanatkan oleh masyarakat dan semua pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan di sekolah (stakeholders). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap semester/tahun :

1. Melakukan evaluasi diri (self assesment);

2. Merumuskan visi, misi dan target mutu;

3. Merencanakan program kegiatan sekolah;

4. Melaksanakan program yang ditetapkan;

5. Memonitor dan mengawasi pelaksanaan program;

6. Merumuskan target peningkatan mutu;

7. Melaporkan kemajuan yang dicapai kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah (stakeholders).

Proses pendidikan di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro mengacu pada kaidah-kaidah pembelajaran dalam kurikulum K13 pendidikan khusus. Dengan keterbatasan sarana prasarana yang belum dimiliki, SLB Special Needs Al Jannah Solokuro berusaha memaksimalkan potensi SDM dan sarana prasarana yang ada untuk tercapainya visi dan misi yang telah dicanangkan.

Melakukan analisis terhadap KKM, SKL serta standar pembelajaran lainnya, dilakukan secara berkesinambungan untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang mendekati idealnya. Pelatihan terhadap tenaga pendidik, persiapan program tahunan, program semester, pembuatan RPP, dan proses penilaian terus dievaluasi dari tahun ke tahun.

K. Peran Serta Masyarakat

Peran serta masyarakat diperlukan agar kondisi sekolah dapat memenuhi standar minimal dan peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai. SLB Special Needs Al Jannah membentuk organisasi seperti Badan Peranserta Masyarakat/Komite Sekolah atau organisasi lainnya yang bertujuan :

1. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah;

2. Memelihara, meningkatkan dan mengembangkan sekolah;

3. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah;

4. Menjadi penghubung antara sekolah dan masyarakat;

(25)

5. Memberikan kontribusi pemikiran untuk peningkatan mutu pendidikan.

L. Rencana Pentahapan Pelaksanaan Pendidikan 1. Meningkatkan jumlah dan kualitas guru.

2. Meningkatkan dan kualitas lulusan.

3. Meningkatkan jumlah dan kualitas kelengkapan sarana dan prasarana.

4. Meningkatkan dan perluasan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai instansi dan dunia usaha.

5. Pengembangan citra sekolah.

6. Penggalian sumber dana.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Penyelenggaraan pendidikan di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro, dalam kondisi obyektif saat ini belumlah mempunyai pringkat yang betul-betul sesuai dengan tuntutan standar bagi dunia pendidikan. Hal tersebut ditinjau dari berbagai segi dibandingkan dengan Standar Nasional Pendidikan. Namun demikian kami pun mempunyai suatu harapan dan target bahwa pada suatu saat sesuai dengan RIPS ini SLB Special Needs Al Jannah Solokuro akan dapat memenuhi standar pendidikan sebagaimana yang diharapkan.

B. Saran-saran

Kami sebagai unit pelaksana dalam dunia pendidikan, memang sudah berusaha dan berupaya untuk meningkatkan hasil kenierja yang optimal, namun kenyataanngta masih banyak keterbatasan. Oleh kerena itu, ke depan kami sarankan kepada pihak yang berkompeten dalam menangani permasalahan yang ada sesuai dengan hasil analisis kami dalam laporan ini bahwa :

1. Dapat disediakan dana yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada demi meningkatnya mutu layanan pendidikan khususnya di SLB Special Needs Al Jannah Solokuro.

2. Pemenuhan jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan keahlian yang diperlukan.

(26)

3. Selalu berupaya meningkatkan profesionalisme kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, misalnya dengan cara menambah kuantitas dan kualitas pelatihan dan penataran, ataupun melalui jalur pendidikan formal.

4. Memenuhi fasilitas sarana dan prasarana yang belum dimiliki oleh SLB Special Needs Al Jannah Solokuro secara bertahap dan berkesinambungan.

Lamongan, 10 Juli 2021

Kepala SLB Special Needs Al Jannah

UPIK ZUROIDAH, S.PdI NIP:-

Referensi

Dokumen terkait