• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BISNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BISNIS "

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Pendahuluan

Latar Belakang

Secara umum Renstra Pascasarjana UM 2015-2019 disusun dengan mengacu pada lima misi utama UM sebagai berikut. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing, menghasilkan karya akademik yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan, sehingga Pascasarjana UM dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan di Pascasarjana.

Landasan Penyusunan

Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana Tingkat entry level Pascasarjana UM cukup tinggi dan cenderung meningkat. Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana digunakan melalui resource sharing dan diberdayakan untuk mendukung pelaksanaan program dalam Rencana Strategis Pascasarjana UM.

Sistematika Renstra Bisnis

Gambaran Umum Pascasarjana UM

Sejarah Singkat Fakultas/Lembaga …

Visi, Misi, dan Tujuan

Visi Pascasarjana UM yang disusun berdasarkan Visi UM yang juga tertuang dalam Statuta UM Tahun 2012 adalah sebagai berikut. Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni dan/atau olahraga; Dan.

Kinerja Pascasajana UM Tahun 2011

Layanan Akademik Program Studi…

Dosen dan Tenaga Kependidikan Bermutu

Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Layanan Kelembagaan

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis 21

Perencanaan program dan penganggaran pada tahun mendatang dilakukan untuk memudahkan pencapaian kinerja yang optimal. Indikator penting terkait perencanaan program dan anggaran tahun berikutnya adalah tersedianya dokumen hasil evaluasi capaian kinerja tahun TS-1 dan dokumen perencanaan program dan anggaran UM tahun TS+1.

Analisis SWOT

Kelemahan (1) Masih cukup banyak program Pascasarjana UM yang berstatus akreditasi C atau belum terakreditasi, sehingga perlu upaya keras untuk segera menaikkan status akreditasinya. 2) Jurnal yang dimiliki mahasiswa pascasarjana di lingkungan pascasarjana masih terbatas dan belum terakreditasi. Ancaman terhadap Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana (1) Terdapat beberapa kebijakan Ditjen Dikti yang mempunyai akibat yang mengancam bagi mahasiswa pascasarjana UM, seperti persyaratan publikasi, aturan promosi, dan lain sebagainya. 2) semakin banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta yang mempunyai program studi yang sebanding dan nilai akreditasi yang lebih baik. Pascasarjana UM terletak pada posisi yang sangat strategis dengan lahan yang luas dan kondisi lingkungan yang asri.

Laboratorium ini berada di gedung H2 dan dapat digunakan oleh seluruh program studi di Pascasarjana UM. Selain laboratorium sebagaimana disebutkan di atas, terdapat Laboratorium Mineral dan Bahan Maju yang dapat digunakan oleh mahasiswa di lingkungan Pascasarjana UM, khususnya yang memiliki pendidikan Fisika, pendidikan Kimia, dan pendidikan Biologi, baik program magister maupun doktoral. Kelebihan (a) Pascasarjana UM mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap, terawat, serta berada di lokasi yang sangat strategis.

-Dosen Pengajar Pascasarjana UM mengajar sesuai bidang keahliannya di masing-masing program studi Pascasarjana UM. Jumlah peminat setiap program studi di program magister pascasarjana UM terus meningkat, hal ini terlihat dari jumlah peminat yang terus meningkat setiap tahunnya. Lama studi mahasiswa pascasarjana UM relatif baik, rata-rata lama studi Program Doktor 3 tahun 2 bulan, sedangkan rata-rata lama studi Program Magister 2 tahun 1 bulan.

Tabel 4.2. Jenis Laboratorium dan Kapasitas Tempat Duduk  di Setiap  Jurusan
Tabel 4.2. Jenis Laboratorium dan Kapasitas Tempat Duduk di Setiap Jurusan

Posisi dan Pilihan Strategis 45

Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana Tingginya tuntutan masyarakat.. a) Bobot menunjukkan besarnya pengaruh aspek ini terhadap keberhasilan pascasarjana dalam mencapai tujuan dan sasaran strategisnya. Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana Terwujudnya karakter santun dan berkepribadian mahasiswa pascasarjana. tangguh dan kreatif melalui pendidikan dan pembelajaran yang bermakna 4) Menghasilkan calon-calon yang berkualitas dan berdaya serap tinggi secara nasional. Banyaknya mahasiswa yang berprestasi unggul dalam bidang akademik. banyaknya siswa yang memperoleh penghargaan/prestasi. memenangkan) berbagai karya ilmiah inovatif dan kompetisi minat/bakat di tingkat lokal, nasional, dan regional.

Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana mampu mempertahankan kondisi saat ini yang telah mencapai posisi baik dan menjamin proses peningkatan kualitas agar sesuai dengan target untuk mampu mencapai posisi yang lebih baik secara berkelanjutan. Pencapaian indikator kinerja dalam Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana (Renstrabis) lima tahun ke depan sangat bergantung pada pelaksanaan program kerja dalam Rencana Strategis Pascasarjana UM tahun 2015-2019. Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana Pada tahun 2015, Pascasarjana UM mengelola 24 Program Magister dan 13 Program Doktor dengan melibatkan 260 orang dosen bergelar Doktor, dimana 80 orang diantaranya sudah berstatus Guru Besar.

Rencana Bisnis Strategis Pascasarjana APBN Rupiah Murni terdiri dari Rupiah Murni Rutin dan Rupiah Murni Eks Pembangunan. Ketua Rencana Bisnis Strategis Pascasarjana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bersama Wakil Rektor I, dan Wakil Direktur I. Pengendalian mutu Rencana Bisnis Strategis Pascasarjana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Rencana Bisnis Pascasarjana. Rencana Strategis Pascasarjana.

Gambar 5.1 Tingkat Inflasi (2013-2014)
Gambar 5.1 Tingkat Inflasi (2013-2014)

Program Pengembangan Pascasarjana UM Tahun 2015-2019

Sasaran, Strategis, Kegiatan, dan Pengukuran Kinerja

Proyeksi Keuangan

Renstra Pascasarjana UM 2015-2019 memuat visi, misi, sasaran strategis, sasaran strategis, kegiatan dan indikator pencapaian kinerja. Entry level pascasarjana di UM pada tahun 2014 lalu memiliki rata-rata level 1:6 untuk semua program studi. Peningkatan kapasitas UM Pasca Universitas untuk peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa diwujudkan dengan membuka program studi baru seperti program magister dan doktor yang diusulkan pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk memastikan Rencana Strategis Pascadoktoral UM terlaksana dan mencapai hasil sesuai tujuannya, maka pelaksanaannya dipantau, dievaluasi dan dilaporkan setiap tahunnya. Komitmen pimpinan pascadoktoral UM dalam mendukung implementasi Renstra 2015-2019 tercermin dari partisipasi seluruh civitas akademika dalam melaksanakan program atau memanfaatkan investasi yang dilakukan. Penilaian pada aspek ini bertujuan untuk memperjelas dampak implementasi dan keberlanjutan pencapaian tujuan kinerja dalam Renstra Pascadoktoral UM.

Indikator kinerja pelaksanaan Renstra Pascasarjana UM menggambarkan efektivitas proses dan ditentukan oleh perbandingan antara jumlah indikator yang mencapai tujuan dengan jumlah indikator yang ditetapkan.

Gambar 5.2 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar (US)
Gambar 5.2 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar (US)

Kerangka Implementasi

Pelembagaan

Salah satu aspek penting dalam mencapai keberhasilan implementasi Renstra Pascasarjana UM adalah komitmen dan kesadaran seluruh civitas akademika pascasarjana UM akan pentingnya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pemahaman peran dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan seluruh program yang direncanakan. . Keterlibatan dan kesadaran civitas akademika akan muncul jika setiap civitas akademika dilibatkan dalam upaya memahami visi, misi, tujuan strategis, kegiatan dan indikator, serta bagaimana Rencana Strategis Pascasarjana hendaknya dilaksanakan. Dalam upaya membangun rasa komitmen dan kesadaran civitas akademika, hendaknya UM pascasarjana melakukan pelembagaan secara berkesinambungan yang dikoordinasikan oleh seluruh jajaran pimpinan UM pascasarjana bersama dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UM pascasarjana.

Proses pelembagaan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, sehingga setiap tahapan pelaksanaan dan perubahan, serta penetapan langkah yang akan diambil, dapat diketahui oleh seluruh civitas akademika pascasarjana UM. Proses pelembagaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui pertemuan formal yang berjenjang, misalnya Rapat Pimpinan Pascasarjana (RAPIM), pertemuan program studi dan pertemuan lainnya. Sosialisasi dapat dilakukan dengan bantuan teknologi informasi khususnya pada website pascasarjana (pascasarjana.um.ac.id).

Selain itu juga dapat dilakukan melalui media baik online maupun offline yang diproduksi oleh Program Pascasarjana UM.

Sumberdaya

Jumlah tenaga pengajar yang membina mahasiswa pascasarjana berjumlah 156 orang dengan gelar magister, diploma, diploma, dan SMA. Dosen pascasarjana juga banyak yang mempunyai tugas tambahan sebagai pimpinan universitas, mulai dari rektor, wakil rektor, pimpinan lembaga, dekan, ketua jurusan, dan koordinator program studi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 74 Tahun 2012 tentang .. perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, disebutkan bahwa proses penganggaran menggunakan pendekatan penganggaran terpadu, penganggaran berbasis hasil, dan penganggaran dalam kerangka jangka menengah. Dengan ditetapkannya UM sebagai lembaga negara pelaksana Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 279/KMK.05/2008 tanggal 24 September 2008, maka pengelolaan PNBP akan sepenuhnya mengacu pada aturan mengenai pengelolaan keuangan negara. lembaga layanan. PNBP dikelola dengan model keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang terdiri dari biaya pendidikan atau SPP (Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan) dalam bentuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan hasil kegiatan yang menghasilkan pendapatan untuk beberapa aset pusat bisnis di lingkungan UM, yang berikut.

Sumber daya lain berupa fasilitas gedung dan jaringan TI, meskipun masih terbatas, dapat menjadi modal dasar untuk melaksanakan rencana strategis yang telah disusun.

Koordinasi

Tata Kelola

Bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana serta Kepegawaian dikoordinasikan oleh Wakil Rektor II bersama Wakil Direktur II kepala bagian Inggris. Bidang Pengembangan Kerjasama, Hubungan Masyarakat, Perencanaan, Sistem Informasi dan Hubungan Internasional dikoordinasikan oleh Wakil Rektor IV, Direktur Hubungan Internasional, dan Wakil Direktur I.

Sistem Informasi

Sistem Penjaminan dan Pengendalian Mutu

Tujuan penjaminan dan pengendalian mutu adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian dan konsistensi antara rencana yang dituangkan dalam Renstra Studi Pascasarjana dengan hasil yang dicapai berdasarkan kebijakan yang dilaksanakan melalui program dan kegiatan di masing-masing unit kerja. Penyelenggaraan penjaminan dan pengendalian mutu dilaksanakan berdasarkan prinsip: (a) kejelasan tujuan, pelaksanaan dan hasil yang diperoleh dari penjaminan mutu, (b) pelaksanaan penjaminan mutu dilakukan secara obyektif dan bertanggung jawab, (c) dilaksanakan dengan pejabat yang memahami konsep, teori, proses dan pengalaman dalam melakukan pemantauan, sehingga hasilnya valid dan dapat dipercaya, (d) pelaksanaannya bersifat terbuka (transparan), sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengetahui hasil pelaporan secara berbeda, (e) pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan secara internal dan eksternal, (f) dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, dan (g) berdasarkan indikator kinerja. Penyelenggaraan penjaminan dan pengendalian mutu mencakup bidang akademik dan non-akademik sesuai dengan kebijakan mutu yang telah ditetapkan.

Penjaminan dan pengendalian mutu dilakukan secara berkala, meliputi (a) pemantauan dan pengendalian program bulanan dan triwulanan, (b) evaluasi kinerja tahunan melalui sistem LAKIP, (c) evaluasi kinerja pada pertengahan periode rencana strategis, dan (d ) evaluasi pada akhir periode rencana strategis. Secara internal, penjaminan dan pengendalian mutu dilakukan oleh satuan pengawasan internal (SPI) dan satuan penjaminan mutu (SPM). Sedangkan penjaminan mutu pendidikan pada setiap satuan kerja dilaksanakan oleh satuan penjaminan mutu universitas yang mempunyai kepanjangan tangan pada satuan kerja yang berada di bawahnya.

Bersama SPI, unit penjaminan mutu melaksanakan audit di bidang pendidikan, penelitian ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan kemahasiswaan.

Komitmen Manajemen Puncak

Dalam melaksanakan tugas pengendalian dan pengawasannya, SPI melaksanakan audit berkala dan audit khusus di seluruh unit kerja. Sistem pengendalian internal, pengawasan dan penjaminan mutu yang bertanggung jawab dilaksanakan melalui pengendalian operasional dan keuangan, manajemen risiko, sistem informasi manajemen dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan komitmen pimpinan puncak dalam meletakkan landasan transformasi total budaya kerja lembaga.

Budaya kerja yang dimaksud adalah suatu sistem nilai yang merupakan kesepakatan bersama seluruh pegawai dalam lembaga. Perubahan budaya kerja ini dimulai dari manajemen puncak dengan menggunakan kerjasama manajemen bawah dan staf sebagai agen perubahan. Proses pelaksanaan program diawali dengan penyusunan kegiatan yang menyajikan informasi lengkap tentang program: latar belakang (alasan mengapa program dilaksanakan), tujuan yang ingin dicapai, hasil terukur nyata yang diharapkan, kelompok sasaran, kegiatan, rencana waktu dan anggaran (perhitungan). termasuk pajak). ).

Permasalahan pada masing-masing unit kerja (fakultas, bagian, lembaga dan program), termasuk upaya yang dilakukan untuk mengatasinya.

Sistem Implemantasi Kegiatan

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Persentase kemajuan pelaksanaan program, kepatuhan terhadap rencana kegiatan dan pengelolaan program yang diukur dengan pencapaian indikator keberhasilan (ukuran kinerja). Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap kegiatan yang mencakup penanaman modal, tetapi juga terhadap kegiatan yang tidak memerlukan penunjang penanaman modal atau kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan penanaman modal. Pengelolaan program Rencana Strategis Bisnis Pascasarjana juga dinilai berdasarkan upaya institusi dalam mengatasi hambatan, sehingga mempunyai pengaruh terhadap kemajuan pencapaian target kinerja yang dinyatakan dalam persentase.

Penutup

Gambar

Tabel 4.2. Jenis Laboratorium dan Kapasitas Tempat Duduk  di Setiap  Jurusan
Tabel 4.3. Laboratorium Mineral dan Material Maju  FMIPA Universitas Negeri  Malang
Tabel 4.9. External Factor Evaluaton (EFE)
Gambar 5.1 Tingkat Inflasi (2013-2014)
+7

Referensi