• Tidak ada hasil yang ditemukan

rencana tata ruang kepulauan ntt

N/A
N/A
bernadus junior

Academic year: 2023

Membagikan "rencana tata ruang kepulauan ntt"

Copied!
178
0
0

Teks penuh

3~ Strategi pembangunan dan pemeliharaan prasarana konservasi sumber daya air untuk menjaga kapasitas air agar berfungsi sebagai pemasok air baku sebagaimana dimaksud pada ayat (I) huruf b meliputi:. a~ mengembangkan dan memelihara bendungan beserta waduknya untuk menjaga kapasitas tampungan air sehingga berfungsi sebagai pemasok air baln untuk wilayah Pcrkottw.n dan Kawaswi Andalan; mengembangkan dan memelihara bendungan sebagai pemasok air baku untuk wilayah AndaJan; Dan. mengembangkan dan memelihara bendungan untuk memenuhi kebutuhan air baku di kawasan pertanian. STRUKTUR RUANO DAN POLA RUANO KEPULAUAN NUS!\ TENGGARA.. l) Strategi operasional perwujudan struktur ruang terdiri dari strategi operasional Sistem pelaksanaan :. sistem jaringan tclckomunika.si nas:iona1; dan C. 2~ Strategi operasionalisasi pola pcrwll.judan rnang terdiri dari strategi operasionalisasi perv,;-ujudart:. PKW Raba, PKW Sumbawa Besar, PKW Labuan Bajo, PKW Ruteng, PK\V Ende, PK\V Maumerc, PKW Soc, PKW Kefamonanu, PKW Waingapu, PKSN Kalabahi dan PKSN Atambua;

PKW Raba, PKW Ruteng, PKW Ende, PKW Kefamcnanu, PKW Soe, PKW Waingapu en PKSN Atambua;. Besar, PKW Raba, PKW Labuan Bajo, PKW Rutcng, PJ<\V Ende, PKW Maumerc, PKW Kefruncnanu, PKW Soc, PKW Waingapu, PKSN Atambua en PKSN Kalabahi.

Pemcnang-Ampenan

Bandara Internasional Lombok terletak di Kabupaten Lombok Tengah untuk melayani PKN Mataram dan PKW Praya sebagai hub pengembangan Kawasan Andalan Lombok. Bandara Komodo terletak di Kabupaten Manggarai Barat untuk melayani PKW Labuan Bajo sebagai hub pengembangan. Bandar Udara Hasan Aroeboesman yang berada di Kabupaten Endt; ..untuk mengabdi kepada PKW Masih sebagai pusat pembangunan daerah.

PLTU Lombok 2, PLTU Lombok FTP2 dan PLTU Lombok Timur yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur; Pembangkit Listrik Tenaga Air Brang Beh di Kabupaten Surnbawa; dan 2. Pembangkit Listrik Tenaga Air Wac Rancang yang terletak di Kabupaten Manggarai Timur. Waduk Batu Bulan, Waduk Mamak, Waduk Tiu Kulit dan. Gapit Duk, terletak di Kabupaten Sumbawa, Waduk.

Waduk Tilong dan Raknamo di Kabupaten Kupang serta Waduk Kolhua di Kota Kupang.

Suaka l\<la.rgasa.twa Perhatu dan Suaka Margasatwa Danau Tua Dale yang bcrada di Kabupaten Kupang; dan

Kepulauan Nusa Tenggara; Dan . c.kawa~en terkena banjir di Kora Mataram, Kabupaten Barm Lombok, Kabupaten ULaru Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat,. Pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana alam sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf c, dilakukan pada: Daerah terkurung daratan Jongsor di Kabupaten Mombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Baral, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sima, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Baral, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekco, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten. Kepulauan Nusa Tenggara; Dan . c.kawasan rawan banjir di Kota Matararn, Kabupaten Lombok Baral, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tcngah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Baral, Kabupaten Dompu, Kota Bima, Kabupaten Sima, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Nagekeo Kabupaten, Kabupaten Nagekeo, Ende.

Baral, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumba, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sima, Kota Bima. Kabupaten Sumba Baral, dan Kabupaten Sumba Barat Daya;. Daerah rawan 1suna.mi di Kota Mataram, Kabupaten Baral Lombok, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat. Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima.

Kabupaten Sumba Timur dan Tengah; Dan . e. daerah erosi di sepanjang wilayah pesisir Kepulauan Nusa Tenggara. Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba 1'engahj dan. Kawasan rawan erosi di sepanjang pesisir Kepulauan Nusa Tenggara. 31 Pengembangan penataan kawasan hutan dengan prinsip berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada huruf a.

Kabupaten Lombok Umra, Kabupaten Lombok Tcngah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Mang:garai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Alor, Kabupaten Timar Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, Malaka Kabupaten, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao. 10} Penelusuran terhadap kegiatan produksi pertanian yang dapat mengganggu fungsi kawasan hutan lindung untuk menjaga ketersediaan air sebagaimana dimaksud pada huruf i ayat (I), dilakukan pada kawasan lanskap di Kecamatan Lombok Baral, Kabupaten Lombok Utara , Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur , Kabupaten Sumbawa Barat. J (Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya: Peruntukan Kawasan Permukiman Mitigasi dan Adaptasi Tsunami di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara.

East Sumba, Central Sumba Regency, West Sumba Regency og Sumba Baral Daya Regency; Og. område udpeget til bosættelse baseret på klima og tilpasning til slidkatastrofer i Mataram City, West Lombok Regency, North Lombok Regency, East Lombok Regency, Palen Regency. West Lornhok Regency, North Lombok Regency, Central Lombok Regency, West Sumbawa Regency, Sumba.wa. Regency, Dompu Regency og Bima Regency.

Pemantapan dan pengcmbangan pelabuhan perikanan untuk meJayani kegiatan produksi serta distribusi hasil perikanan ke pasar nasional dan

31 Indikasi program utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri atas: . A. indikasi program utama realisasi penataan ruang; dan B. indikasi program utama terwujudnya pola ruang. 11. Indikasi arah sebaran zonal sistem jaringan transportasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf b terdiri atas; . A. indikasi arah peraturan zonasi pada sistem jaringan transportasi. negara; . B. indikasi arah perencanaan zonasi sistem jaringan transportasi laut: batang . C. indikasi arah peraturan zonasi pada sistem jaringan angkutan udara. t2) indikasi arah peraturan zonasi pada struktur jaringan transportasi darat sebagaimana dimaksud pada ayat (1} huruf a, meliputi: indikasi arah pengaturan zonasi pada jaringan jalan nasional; dan indikasi arah pengaturan zonasi pada jaringan jalan nasional; dan indikasi arahan peraturan zonasi jaringan transportasi persimpangan Keselamatan operasional: i Batas area penerbangan dan kebisingan serta penerapan peraturan mengenai kerjasama dengan bandar udara untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara.

Perbatasan, kawasan berpenghuni; Dan . melayani daerah pedesaan, terpencil dan terpencil, termasuk pulau-pulau kecil. C. penerapan ketentuan mengenai jarak aman dari kegiatan lain. Jndikas1 Arahan.n - ona~i aturan sistem jaringan telekomunikasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 buntf d lcrdiri at.as:. a, indikasi aturan zonasi jaringan terestrial dan b. indikasi peraturan zonasi jaringan satelit. Indikasi peraturan zonasi sistem jaringan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf e terdiri atas: . A. petunjuk arah, peraturan zona sumber air; Dan . B. indikasi instruksi perintah zOn<\si untuk infrastruktur sumber energi atr.

Menetapkan aturan zonasi sumber air sebagai berikut. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73(a) di Kepulauan Nusa Tenggara meliputi: . A.menggunakan a. pemanfaatan ruang pemanfaatan sumber daya air berbasis WS untuk melayani kawasan perkotaan nasional dan daerah binaan; . B. pemanfaatan lahan pada kawasan sekitar WS dengan tetap menjaga kelestarian ekologi dan fungsi lindung kawasan; Dan . C. Pemanfaatan ruang pada kawasan sekitar WS di negara yang berdekatan sama dengan pemanfaatan ruang pada WS di negara yang berdekatan. 1 Penetapan rencana zonasi kawasan lindung GeoJogi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 huruf e terdiri atas: . A. indikasi rencana zonasi cagar alam geologi; .. Dan . B. Indikasi Pedoman Peraturan Zonasi Kawasan Rawan Bencana Alam Geologi Pasal 101 Indikasi Mengenai Arah Peraturan Nasional Taman Buru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 huruf a di Kepulauan Nusa Tenggara antara lain: a. pemanfaatan ruang untuk pemeliharaan, konservasi, dan pengembangan pengelolaan kawasan taman buru; .b.pemanfaatan kawasan untuk berburu binatang secara terkendali; ..c.pemanfaatan kawasan untuk pembiakan dan pemeliharaan hewan untuk berburu;

Pasal 109 Indikasi pedoman rencana zonasi kawasan pengembangan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 huruf e pada Pulau Nusa Tenggara dan Pulau Jipuli: . A. Pemanfaatan ruang untuk pengembangan lahan yang diperuntukkan bagi industri pengolahan, sektor jasa hasil pertanian dan hortikultura. perkebunan,..dan pertanian tanaman pangan yang ramah lingkungan. padat karya dan didukung pengelolaan limbah industri terpadu; . B.pemanfaatan ruang untuk pengembangan kawasan yang diperuntukkan bagi industri manufaktur dan sektor jasa hasil perikanan dan kelautan yang ramah lingkungan dan padat modal; .. C. pemanfaatan ruang untuk pengembangan wilayah dan peruntukan bagi industri pengolahan hasil pertambangan mineral dan minyak dan gas bumi; pengembara didukung oleh penggunaan teknologi tinggi, padat modal, dan. pengelolaan limbah industri terpadu; . D. penataan ruang untuk pengembangan kegiatan industri kreatif sesuai dengan potensi dan keunikan lokal, berdaya saing, dan ramah lingkungan; ..C. pemanfaatan ruang untuk pengembangan kawasan yang diperuntukkan bagi industri pengolahan hasil hutan bukan kayu yang ramah lingkungan dan padat penduduk. bekerja; . F. pt:rnanfuutau ruang pengembangan kawasan dan industri.. yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung kegiatan industri berbasis mitigasi, gas1 dan adaptasi bencana: . G. menerapkan fleksibilitas penerapan teknologi hemat air di kawasan industri; . H. pelaksanaan tujuan yang berkaitan dengan penggunaan metode daur ulang air. kawasan penggunaan industri untuk menggunakan kembali air daur ulang dalam air baku; Dan. Pasal 2 Petunjuk arah peraturan luar negeri bagi kawasan 8udi Daya yang mempunyai nilai strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 yang merupakan kawasan andalan di Kepu.Jauan Nusa Tcggara meliputi : . A. pemanfaatan ruang untuk pengembangan Kawasan Andalan dengan keunggulan sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, industri, dan pariwisata, termasuk kegiatan industri pengolahan dan jasa, perumahan, serta didukung prasarana dan sarana; . B. pemanfaatan ruang untuk meningkatkan keterhubungan wilayah Andalan dengan sektor unggulan kehutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, perindustrian dan pariwisata, dengan Kawasan Pembangunan Nasional sebagai pusat pengembangan wilayah Andalan yang dihubungkan melalui akses terhadap dan dari Jabuhan dan/atau bandar udara; ..C. persyaratan pen era.pan mengenai arahan arah reformasi zonasi pada kawasan peruntukan kehutanan. pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan, perindustrian, pariwisata; . D. fleksibilitas perencanaan pengaturan yang sinergis antar sektor unggulan demi tujuan daya saing dan menghindari konflik penggunaan ruang antar sektor unggulan; . e. pelaksanaan ketentuan mengenai perluasan penggunaan prasarana dan sarana pendukung; Dan . F. pelaksanaan ketentuan terkait pengendalian perubahan penggunaan lahan pada sektor UngguJan. Pemerintah Dacrah kepada Pemerintah Wilayah Jain; dan C. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah kepada masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Arahan peraturan zonasi untuk Zona L2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. ayat (2) huruf a

(1) Pemanfaatan kawasan untuk peruntukan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) yaitu kawasan peruntukan pertahanan keamanan dapat dilaksanakan apabila

 Indikasi arahan peraturan zonasi untuk PKW meliputi: Pemanfaatan ruang kegiatan perkotaan PKW untuk mempertahankan luas lahan pertanian; Pengendalian

Kawasan Strategis untuk kepentingan sosial budaya, sebagaimana dimaksud pada Pasal 33 ayat (1) huruf b yang dikembangkan di Kabupaten Mandailing Natal, meliputi

1) Indikasi arahan peraturan zonasi sistem provinsi adalah arahan dalam penyusunan ketentuan umum peraturan zonasi dan peraturan zonasi yang lebih detail dan

(9) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (4) huruf i yaitu pemanfaatan kawasan peruntukan lain

(1) Kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 huruf h meliputi upaya untuk pengembangan pertanian melalui sektor agribisnis, Pemerintah Kota Parepare

Pasal 36 1 Pemanfaatan Kawasan untuk peruntukan lain selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 sampai dengan Pasal 35 dapat dilaksanakan apabila tidak mengganggu fungsi Kawasan yang