TAHUN 2016
DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
PEMERINTAH KABUPATEN AGAM
RENSTRA
TAHUN 2016
DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
PEMERINTAH KABUPATEN AGAM
RENSTRA
TAHUN 2016 - 2021
DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI i
BAB I. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang ………
1.2. Landasan Hukum ………..…..
1.3. Maksud dan Tujuan ……….
1.4. Sistematika Penulisan ……….
1 2 3 4 BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN
OLAHRAGA
6
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ………..
2.2. Sumber Daya ……….………
2.3. Kinerja Pelayanan ……….
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan ………..….………..
6 11 12 15 BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 20
3.1. Identifikasi Masalah ………..……….….
3.2. Telaah Visi Misi dan Program Kepala Daerah ……….……..….…
3.3. Faktor Faktor Penghambat dan Pendorong ………..
3.4. Isu Strategis ……..………..
20 20 21 22 BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 24
4.1. Tujuan …….………
4.2. Sasaran .………
24 24 BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1. Strategi …….………
5.2. Arah Kebijakan .………
30 31 BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ………
32
BAB VII. INDIKATOR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD 37
BAB VIII PENUTUP 39
i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kabupaten Agam mempunyai banyak potensi wisata, seperti keindahan alam berupa, pantai, pergunungan, hutan, lembah, sungai dan danau. Keragaman dan keunikan budaya serta peninggalan- peninggalan sejarah juga merupakan potensi wisata budaya dan wisata sejarah yang dimiliki Kabupaten Agam. Di samping itu, Kabupaten Agam juga memiliki potensi wisata minat khusus seperti Paralayang, Selaju Sampan, Perahu Naga, Tambue Tansa, Off Road Trail Adventure, tak kalah menariknya adalah teragendanya program event wisata daerah, nasional dan internasional yang diselenggarakan atau melewati Kabupaten Agam.
Supaya semua potensi tersebut memberi manfaat yang optimal bagi masyarakat, maka potensi ini harus dilestarikan dan dikembangkan serta melahirkan ekonomi kreatif masyarakat untuk mendukung daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi.
Dengan demikian, pengembangan pariwisata harus memberi harapan bagi perbaikan ekonomi masyarakat.
Namun demikian, pengembangan potensi Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam ini harus sesuai dan tetap dalam koridor agama, adat dan budaya Minangkabau yang terangkum dalam falsafah
“adat basandi sara’, sara’ basandi kitabullah (ABS-SBK)”. Dengan mempedomani falsafah ini, pembangunan di bidang Pariwisata Pemuda dan Olahraga berperan sangat strategis dalam mencapai visi Kabupaten Agam, yaitu Agam Mandiri, Berprestasi yang Madani.
Seiring dengan penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mengemban tugas dan fungsi di bidang kepariwisataan pemuda dan olahraga.
Terkait dengan bidang kepemudaan untuk mewujudkan pemuda yang berprestasi, kreatif, inovatif dan memupuk jiwa cinta tanah air serta dapat mengharumkan nama daerah, baik ditingkat nasional maupun di tingkat internasional.
2 Bidang keolahragaan sebagai wadah untuk membina olahraga pelajar, olahraga masyarakat dan olahraga rekreasi yang bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Agam sebagai lumbung atlit-atlit berprestasi sebagai duta daerah untuk mengikuti perlombaan dan pertandingan baik ditingkat daerah, propinsi, nasional dan internasional serta menghasilkan kelompok masyarakat pencinta alam.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga adalah Dinas yang menyelenggrakan fungsi :
a. Perumusan kebijakan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga,
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga
c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga
d. Pelaksanaan administrasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
Agar pengembangan pariwisata pemuda dan olah raga ini tepat sasaran maka perencanaan yang tepat dan matang sangat diperlukan. Untuk itu, Kabupaten Agam, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam menyusun Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan Pariwisata pemuda dan olah raga di Kabupaten Agam untuk tahun 2016 sampai tahun 2021. Penyusunan Renstra ini didasarkan pada analisis yang mendalam tentang kondisi objektif, lingkungan strategis, serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Diharapkan renstra ini bisa menjadi acuan bagi semua pihak yang berkepentingan.
1.2 LANDASAN HUKUM
Penyusunan perencanaan strategis Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam tahun 2016 – 2021 didasarkan kepada :
a. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah.
b. Undang – Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
c. Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.
d. Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
e. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
f. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional.
g. Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistim Keolahragaan Nasional.
h. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
i. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014)
j. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan di Daerah.
k. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Kepemudaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014)
l. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
m. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Taahun 2010-2025.
n. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataanan Tahun 2015-2030 Kabupaten Agam.
o. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam
p. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 6 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 Kabupaten Agam.
q. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam.
r. Peraturan Bupati Agam Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, Dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam
1.3 MAKSUD DAN TUJUAN
Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam tahun 2016 – 2021 ini dimaksudkan untuk
4 acuan dalam penyusunan anggaran dan melaksanakan tugas serta fungsi sekaligus marangkul partisipasi dan peran masyarakat, swasta dan seluruh instansi terkait. Perumusan Visi dan Misi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam merupakan tujuan yang ingin dicapai guna terciptanya sinergitas, kebersamaan dan tanggung jawab.
Perencanaan Strategis menjadi arah dan pedoman dalam kegiatan organisasi dan menjadi wadah interaksi antara organisasi dan seluruh pihak yang berkepentingan. Perencanaan strategis bukan suatu yang statis, akan tetapi merupakan suatu proses yang dinamis dan terus menerus di evaluasi untuk mengantisipasi perubahan dan perkembangan zaman.
Adapun tujuan perencanaan strategis Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam adalah :
a. Merupakan arah dan pedoman serta acuan bagi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam serta seluruh instansi terkait, swasta dan seluruh unsur-unsur masyarakat Kabupaten Agam, dalam pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan.
b. Membangun sistem akuntabilitas dan kinerja Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan tugas-tugas Dinas.
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan Renstra ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG 1.2 LANDASAN HUKUM 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD
2.1 TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI 2.2 SUMBER DAYA
2.3 KINERJA PELAYANAN
2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 IDENTIFIKASI MASALAH BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2 TELAAHAN VISI MISI KEPALA DAERAH
3.3 TELAAH RENSTRA DAN RENSTRA SKPD TERKAIT PROPINSI
3.4 ISU STRATEGIS
BAB IV VISI, MISI, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 TUJUAN
4.2 SASARAN JANGKA MENENGAH 4.3 STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
A. STRATEGI PENCAPAIAN SASARAN
B. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATIF
BAB VI INDIKATOR KINERJA MENGACU PADA TUJUAN SASARAN
BAB VII PENUTUP
LAMPIRAN
6
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN
2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, dipertegas dengan Peraturan Bupati Agam Nomor 57 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, Dan Tata Kerja Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, peran tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah, dalam melaksanakan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, maka terbuka kesempatan yang luas dalam pengembangan Pariwisata Pemuda dan Olahraga di Kabupaten Agam.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga adalah sebagai unsur pelaksana otonomi Daerah dibidang Pariwisata Pemuda dan Olahraga, yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Tugas yang diemban adalah melaksanakan urusan Daerah dibidang Pariwisata Pemuda dan Olahraga dengan fungsi adalah sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga,
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga
4. Pelaksanaan administrasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga 5. Pemberian rekomendasi per izinan dan pelaksanaan umum
dibidang Pariwisata Pemuda dan Olah Raga sesuai dengan kewenangan yyang dimiliki dan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati
6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Sehubungan dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Agam nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga adalah sebagai unsur pelaksana urusan pemerintah bidang pariwisata kepemudaan dan olahraga yang menjadi kewenangan Daerah dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
1. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga a. Tugas
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas memimpin dan menyelenggarakan perumusan kebijakan , pelaksanaan, pementauan, evaluasi, pelaporan, dan pembinaan penyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang pariwisata, kepemudaan dan olahraga.
b. Fungsi
1) Perumusan kebijaksanaan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga.
2) Pelaksanaan kebijaksanaan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga.
3) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pariwisata dan bidang kepemudaan dan olahraga
4) Pelaksanaan administrasi Dinas Pariwisata Pemudaan dan Olahraga
5) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
2. Sekretariat a. Tugas
Sekretariat mempunyai tugas pengelolaan urusan administrasi umum dan kepegawaian, urusan keuangan, dan urusan perencanaan dan pelaporan di pimpin oleh seorang sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.
8 b. Fungsi
1) Pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian.
2) Pelaksanaan urusan keuangan.
3) Pelaksanaan urusan perencanaan dan pelaporan.
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata a. Tugas
Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk teknis di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik Pariwisata yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
b. Fungsi
1) Merumuskan kebijakan teknis di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik pariwisata
2) Menyusun kebijakan teknis di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik pariwisata terdiri dari penataan dan pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan atraksi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia pariwisata, pengembangan kerja sama, investasi dan pengawasan pariwisata.
3) Memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam objek wisata unggulan, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, pengembangan jenis dan paket wisata unggulan, pengembangan daerah tujuan wisata, sosialisasi dan atraksi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia pariwisata, pembinaan sumber daya manusia pariwisata, serta pembinaan, fasilitasi dan pengawasan standarisasi, sertifikasi dan perizinan usaha pariwisata
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata a. Tugas
Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk teknis di bidang pengembangan dan promosi pariwisata yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
b. Fungsi
1) Menyiapkan kebijakan teknis di bidang pengembangan dan promosi wisata.
2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengembangan dan promosi wisata.
3) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. Bidang Ekonomi Kreatif a. Tugas
Bidang Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk teknis di bidang ekonomi kreatif yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
a. Fungsi
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang ekonomi kreatif.
2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang ekonomi kreatif.
3) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
6. Bidang Kepemudaan a. Tugas
Bidang Kepemudaan mempunyai tugas menyiapkan bahan pedoman petunjuk teknis di bidang kepemudaan yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
10 b. Fungsi
1) Perumusan kebijakan teknis pemberdayaan dan kelembagaan pemuda, pembinaan sumber daya pemuda, dan pengembangan kreatif pemuda.
2) Penyusunan kebijakan teknis pemberdayaan dan kelembagaan pemuda, pengembangan kreatif pemuda.
3) Melaksanakan kebijakan teknis pemberdayaan dan kelembagaan pemuda, pengembangan kreatif pemuda.
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
7. Bidang Keolahragaan a. Tugas
Bidang Keolahragaan mempunyai tugas menyiapkan bahan pedoman petunjuk teknis di bidang Keolahragaan yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
b. Fungsi
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang Keolahragaan
2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan tugas pemerintah daerah di bidang keolahragaan
3) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Struktur Organisasi 1. Kepala Dinas 2. Sekretaris 3. Bidang
4. Subag dan Kasi
5. Kelompok Jabatan Funsional
Sekretariat
1. Subag Umum dan Kepegawaian 2. Subag Keuangan
3. Subag Perencanaan dan Pelaporan
Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata 1. Seksi Pengembangan Objek dan Atraksi Pariwisata 2. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata 3. Seksi Pengembangan Kerjasama, Usaha Jasa Pariwisata dan
Pengembangan Pariwisata
Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata 1. Seksi Promosi dan Pemasaran Wisata
2. Seksi Penataan Ruang Potensi Wisata
3. Seksi Pengembangan kelembagaan dan Kemitraan Pariwisata
Bidang Ekonomi Kreatif
1. Seksi Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif
2. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan perlindungan Usaha
3. Seksi Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kreatif
Bidang Kepemudaan
1. Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan Pemuda 2. Seksi Pembinaan Sumber Daya Manusia
3. Seksi Pengembangan Kreatifitas Pemuda
Bidang Keolahragaan
1. Seksi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga
2. Seksi Peningkatan Manajemen dan Pembinaan Atlet Berprestasi 3. Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga
2.2
Sumber DayaNo. Status S2 S1/d4 D3 SLTA SLTP SD JML
1. PNS 3 15 2 20 1 1 42
2. CPNS
3. PTT 1 1 3 5
4. Petugas Pihak III
6 6
5. Tenaga Sukarela
1 1
TOTAL 3 15 4 27 4 1 54
12 2.3 KINERJA PELAYANAN
2.3.1 Indikator Pencapaian Target Sasaran
2.3.1.1 Terwujudnya sarana objek wisata yang representatif, bersih dan bernuansa Madani.
a. Tersedianya sarana dan prasarana objek wisata b. Terpeliharanya sarana dan prasarana objek wisata c. Tersedianya objek wisata unggulan Linggai
d. Terlaksananya sosialisasi standarisasi kelaikan hotel dan rumah makan/restoran
e. Terlaksananya sosalisasi Sapta Pesona
f. Terlaksananya pelatihan pelaku jasa usaha pariwisata g. Terlaksananya sosialisasi perizinan usaha pariwisata h. Terlaksananya pengawasan pelaku jasa usaha pariwisata i. Tersedianya site plan, DED, Amdal, dan UKL/UPL objek wisata
2.3.1.2 Terlaksananya pengembangan kepariwisataan.
a. Mengikuti pameran dalam rangka promosi kepariwisataan tingkat daerah, nasional dan internasioal
b. Terlaksananya calender event pariwisata
c. Tersedianya bahan pendukung peromosi berupa leafled, VCD, brosur, banner, tas promosi
d. Terlaksananya promosi melalui media cetak dan elektronik e. Tersedianya kantor touris information
f. Terlaksananya sosialisasi sapta pesona g. Terlaksananya pelatihan pemandu wisata
h. Terbentuknya PHRI, ASITA dan Pemandu Wisata
i. Memberdayakan dewan pariwista, PHRI, ASITA dan Pemandu wisata
j. Terlaksananya survei multiplayer efek kepariwisataan k. Terlaksananya pelatian TOT bidang kepariwisataan
2.3.1.3 Berkembangnya produk Ekonomi Kreatif:
a. Terbinanya pelaku usaha ekonomi kreatif b. Terbinanya kelembagaan ekonomi kreatif c. Terdatanya pelaku usaha ekonomi kreatif d. Terdatanya kelembagaan ekonomi kreatif
e. Terlindungnya pelaku usaha ekonomi kreatif
2.3.1.4 Pengembangan Kepemudaan:
a. Pemberdayaan kepemudaan;
b. Pengembangan kelembagaan kepemudaan c. Pembinaan Sumber Daya Manusia Pemuda d. Pengembangan Kreatifitas Pemuda
e. Peningkatan profesional, kepemimpinan dan kepeloporan pemuda;
f. Menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air dan bela negara
2.3.1.5 Pembinaan dan Pengembangan Keolahragaan:
a. Terbinanya atlit pelajar dan masyarakat;
b. Melakukan pengembangan atlit pelajar dan masyarakat;
c. Terselenggaranya event-event di daerah;
d. Terikutinya lomba-lomba tingkat daerah, Propinsi, maupun Nasional
e. Tidak kalahnya prestasi Kabupaten di tingkat Propinsi maupun Nasional
2.3.2 Kebijakan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga , maka perlu adanya perumusan kebijakan sebagai berikut : a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas objek wisata dan produk
Pariwisata.
b. Meningkatkan kunjungan wisata dan suka menginap di Agam.
c. Meningkatkan promosi melalui pameran kepariwisataan.
d. Pengembangaan dan pembinaan pelaku usaha ekonomi kreatif.
e. Bekerjasama dengan Kota Bukittinggi, daerah tetangga dalam pengembangan dan pelayanan di bidang kepariwisataan.
f. Mengadakan atraksi budaya di objek wisata yang terjadwal.
g. Mengadakan Event-Event Pariwisata, Pemuda dan Olahraga tingkat daerah, propinsi, nasional, dan internasional
14
2.3.3
STRATEGIS PENCAPAIAN SASARAN PEMBANGUNANPenetapan strategi dan kebijakan yang tepat dalam mencapai tujuan dan sasaran yang di tetapkan adalah berdasarkan kondisi objektif, analisis lingkungan strategis, norma – norma yang berlaku serta landasan yuridis dan material.
A. Strategi Pencapaian Sasaran
Strategi dan kebijakan dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang sudah di tetapkan adalah sebagai berikut :
1. Bidang Pariwisata
a. Memanfaatkan objek wisata dan aksesibilitas yang baik sebagai daerah tujuan wisata.
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas seluruh objek wisata potensial serta produk wisata yang sudah ada.
c. Menuntaskan legalitas lokasi objek wisata.
d. Membuat PERDA tentang Izin Jasa Usaha Pariwisata, Tata Ruang Kawasan Objek Wisata Maninjau dan Danau Maninjau.
e. Memanfaatkan objek wisata utama seperti Danau Maninjau, Puncak Lawang, Museum Buya Hamka yang sudah dikenal di Nusantara dan Manca Negara sebagai strategi dalam promosi.
f. Meningkatkan kuantitas dan kualitas Event Pariwisata.
g. Meningkatkan SDM aparatur dan seluruh Stake Holders Pariwisata.
h. Menerapkan Sapta Pesona di objek wisata dan pelaku jasa usaha pariwisata.
i. Mempedomani Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Agam dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata.
j. Mengupayakan pembuatan Rest Area pada Kelok 44 dan di Kecamatan Tanjung Raya.
k. Mengupayakan pembuatan Rest Area Malalak dan di Kecamatan Malalak.
l. Memberdayakan dan memanfaatkan asosiasi yang bergerak di bidang Pariwisata.
m. Meningkatkan promosi Pariwisata melalui pameran, event pariwisata, road show, serta media cetak dan elektronik.
n. Mengupayakan sektor Pariwisata menjadi sektor andalan.
o. Mendayagunakan tenaga – tenaga bidang Pariwisata yang ada di tengah – tengah masyarakat
p. Memanfaatkan perantau sebagai perpanjangan tangan untuk promosi, fasilitator dan motivator untuk kepentingan masyarakat dan Pariwisata Kab. Agam.
q. Meningkatkan kerjasama dengan Istansi terkait, Perguruan Tinggi dan Swasta yang bergerak di bidang Jasa Usaha Pariwisata Seni dan Budaya.
r. Memanfaatkan pihak swasta dan sponsor untuk mengelola Objek dan Event Pariwisata.
s. Memanfaatkan pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha dan peningkatan kesejahteraan yang bersangkutan.
2. Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan
a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kepemudaan dan keolahragaan.
b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas event-event kepemudaan dan keolahragaan.
c. Memanfaatkan pihak swasta dan sponsor untuk pengembangan kwalitas kepemudaan dan keolahragaan.
d. Mendayagunakan tenaga – tenaga bidang olahraga yang ada di tengah – tengah masyarakat
e. Pengembangan event keolahragaan yang mendatangkan orang banyak ke Kabupaten Agam sekaligus untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada.
2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN 2.4.1. Kekuatan (Strength)
a. Tersedianya potensi objek wisata sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan.
b. Potensi wisata utama Kabupaten Agam terletak pada kondisi alamnya/objek wisata alam sangat berfariasi berupa kombinasi
16 alam sangat menarik seperti Gunung, Bukit, Lembah, Dataran, Danau dan Laut.
c. Aksesibilitas menuju objek wisata relative baik.
d. Aksesibilitas ke Objek Wisata dan antar Objek Wisata ke Objek Wisata lainnya cukup baik. Hal ini didukung dengan tingkat pencapaian sangat relatif mudah dengan didukung transportasi yang memadai.
e. Beberapa Objek Wisata sudah dikenal wisatawan Nusantara dan Mancanegara.
f. Kabupaten Agam mempunyai potensi objek yang dapat diandalkan seperti Wisata Alam ( Danau Maninjau, Ngarai Sianok, Puncak Lawang, Embun Pagi dan lain – lain ) Wisata sejarah dan budaya ( Museum Buya Hamka, Front Palupuh, Monument Tuangku Nan Renceh dan lain – lain ) dan Wisata Bahari ( Bandar Mutiara, Pulau ujung dan lain–lain ).
g. Terdapatnya nilai seni dan budaya serta peninggalan sejarah yang masih terpelihara dengan baik sebagai daya tarik wisatawan.
h. Masing – masing lokasi objek wisata terdapat berbagai macam kesenian tradisional yang dapat dikembangkan oleh anak nagari seperti Gandang Tansa, Debus, Silat, Tari piring, Randai dan kesenian lainnya.
i. Mempunyai objek wisata sejarah dan budaya yang dapat dimafaatkan oleh wisatawan, pelajar, mahasiswa untuk penelitian antara lain Monument Tuangku Nan Renceh, Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh, Tugu Front Palupuh, Museum Buya Hamka dan lain – lain.
j. Beberapa Calender Event Pariwisata sudah mulai eksis dan telah menjadi event nasional dan internasional.
k. Untuk memperkuat dan mendukung keberadaan objek wisata, secara rutin dan terencana di laksanakan berbagai Event yaitu HUT kota Lubuk Basung, Lomba Perahu Naga, Paralayang Pesta Pantai, Tour De Singkarak dan lain-lain.
2.4.2. Kelemahan (Weakness)
a. Kurangnya kuantitas dan kualititas aparatur
Masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang ada, terbatasnya tenaga SDM dalam rangka menggali dan mengelola objek wisata.
b. Kurang kondusifnya keamanan pada beberapa objek wisata.
Kurangnya dukungan atau partisipasi masyarakat, terutama yang berada di sekitar Objek Wisata dalam hal menciptakan rasa aman nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
c. Hampir semua lokasi objek wisata belum ada legalitas tanahnya. Dari beberapa Buah Objek Wisata yang ada di Kab. Agam hanya sebahagian yang sudah ada legalitas tanahnya dalam bentuk pinjam pakai, sebaliknya lokasi Objek Wisata milik masyarakat. Hal ini mengakibatkan sulitnya perencanaan pengembangan Objek Wisata.
d. Kualitas objek wisata belum sesuai dengan harapan wisatawan.
Sarana pendukung objek wisata maupun prasarana dan sarana pendukung pencapaian ke lokasi objek wisata belum memadai seperti hotel, restaurant/rumah makan, fasilitas komunikasi, sarana jalan dan penginapan keluarga.
e. Masih kurangnya frekwensi event yang di laksanakan.
Masih kurangnya frekwensi penyelenggaraan event pariwisata dalam menambah kunjungan wisatawan untuk peningkatan PAD, idealnya Event dilaksanakan satu kali sebulan.
f. Rendahnya kualitas pelayanan dari beberapa hotel dan restauran.
Hotel dan Restourant/Rumah makan merupakan asset sangat penting dalam upaya peningkatan kegiatan wisata, akan tetapi masih dirasakan rendahnya kualitas pelayanan yang tampilkan oleh hotel dan restaurant/rumah makan seperti keramah tamahan, ketepatan waktu, standar harga dan lain – lain.
g. Belum adanya Rest Area di sepanjang kelok 44 dan sekeliling Danau Maninjau. Produk wisata tidak dapat dibawa ke tempat kediaman wisatawan, akan tetapi harus dinikmati di tempat dimana produk wisata tersedia. Sarana untuk menikmati produk itu adalah Rest Area sangat berfungsi sebagai tempat istirahat, hal ini belum kita jumpai di sepanjang kelok 44 maupun di sekeliling Danau Maninjau.
18 h. Masih rendahnya pelayanan pada objek wisata.
Kurangnya prasarana dan sarana pendukung yang ada di objek wisata merupakan salah satu faktor rendahnya pelayanan yang disediakan kepada wisatawan. Faktor lainya adalah lemahnya kualitas SDM pengelola objek wisata seperti rendahnya tingkat pendidikan petugas objek wisata, minimnya pengalaman tentang kepariwisataan
i. Kelembagaan / asosiasi penunjang pariwisata masih sangat lemah.
Kegiatan Pariwisata merupakan sebuah industri, di dalam pengelolaannya harus didukung secara terkoordinasi oleh lembaga, Asosiasi bidang Kepariwisataan dan industri pariwisata. Dalam pelaksanaannya dirasakan belum terjalinnya koordinasi dengan baik antara lembaga terkait dan Asosiasi pariwisata yang ada belum befungsi sesuai yang diinginkan.
j. Belum tertib dan teraturnya pemanfaatan Danau Maninjau.
Pada prinsipnya perkembangan objek wisata adalah tanpa merusak lingkungan, menjaga kelestarian alam, yang membutuhkan partisipasi / dukungan dari semua pihak. Akan tetapi di sekeliling Danau Maninjau masih terlihat pembangunan tidak sesuai dengan yang diharapkan seperti rumah penduduk dan tidak terkendalinya usaha keramba yang dapat merusak alam dan pencemaran lingkungan.
l. Belum adanya Peraturan Daerah tentang Izin Usaha Pariwisata dalam upaya penertiban dan pendaftaran jasa usaha pariwisata yang berdampak rendahnya penerimaan PAD di sektor pariwisata.
m. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata ( RIPP ) Kabupaten Agam yang sudah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang.
2.4.3. Peluang dan Kesempatan (Opportunities)
a. Dengan adanya BIM di proyeksikan kunjungan wisatawan ke Sumbar akan meningkat, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.
b. Lancarnya aksesibilitas dari dan ke Propinsi tetangga.
c. Perkembangan, perbaikan dan penambahan jaringan jalan di Sumbar dan Riau seperti kelok 9 dan banyaknya sarana trasportasi yang tumbuh dan berkembang dengan baik seperti Tour & Travel sangat mendukung perkembangan kepariwisataan.
d. Harga tiket pesawat yang terjangkau bagi masyarakat serta didukung banyaknya jumlah armada penerbangan yang beroperasi ke Sumatera Barat (BIM).
2.4.4. Ancaman / Tantangan (Threats) a. Keamanan belum kondusif
Seringnya aksi – aksi kerusuhan dani teroris di berbagai daerah akan membentuk opini wisatawan di mancanegara bahwa Indonesia tidak aman sebagai daerah tujuan wisata.
b. Opini bencana alam seperti Tsunami dan gempa. Pemberitaan akan terjadi bencana alam yang belum jelas data serta sumbernya membuat situasi yang tidak menguntungkan bagi dunia kepariwisataan, wisatawan enggan berkunjung ke suatu objek wisata karena selalu dihantui oleh akan terjadinya bencana alam.
c. Berita – berita negatif tentang Indonesia di Luar Negeri.
Keamanan yang belum kondusif, berita terorisme di tanah air mengakibatkan kerugian bagi dunia Pariwisata. Negara lain menyimpulkan Indonesia Negara yang tidak aman dan membuat berita – berita yang tidak menguntungkan bagi Indonesia.
d. Seringnya pemerintah Negara – Negara maju memberikan travel warning kepada Indonesia. Banyaknya campur tangan Negara – Negara maju dalam mengatasi persoalan – persoalan dalam negeri seperti keamanan, ekonomi dan politik menimbulkan hal yang kurang baik bagi Indonesia di mata wisatawan negara – negara lain.
e. Belum optimalnya pelaksanaan sektor pariwisata sebagai sektor andalan Sumatera Barat.
20
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Masalah Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Berdasarkan isu-isu Strategis yang berkembang dalam pelaksanaan
tugas dan fungsi, sehingga terdapat beberapa isu-isu strategis yang mengemuka saat ini sebagai berikut :
a. Adanya Potensi unggulan dibidang pariwisata pemuda dan olahraga.
b. Tinggginya Apresiasi perantau, wisatawan dan perguruan tinggi terhadap kelestarian dan pengembangan pariwisata pemuda dan olahraga.
c. Adanya kerjasama yang baik Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Barat, Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se- Sumatera Barat dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam.
d. Adanya rencana kerjasama bidang Kepariwisataan Kabupaten Agam dengan Kota Bukittinggi dan daerah tetangga lainnya.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Untuk meletakkan landasan yang lebih kuat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Agam, maka ditetapkanlah Visi Daerah untuk jangka waktu 2016-2021 sebagaimana tertera dibawah ini:
Dalam Visi tersebut terkandung nilai-nilai untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Sesuai dengan harapan mewujudkan Kabupaten Agam Yang “BISA”
maka ditetapkan Misi Pembangunan Kabupaten Agam Tahun 2016 – 2021 sebagai upaya dalam mewujudkan Visi sebagai berikut :
Mewujudkan Kabupaten Agam Yang Yang Berkeadilan, Inovatif, Sejahtera, Agamais dan Beradat menuju Agam Mandiri,
Berprestasi yang Madani
1. Meningkatkan kehidupan beragama dan Norma Adat berlandaskan prinsip “Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah;
2. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih ( good and clean governance) dan professional;
3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, sehat, beriman dan berkarakter;
4. Meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkeadilan;
5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat yang kreatif dan inovatif;
6. Pembangunan berkelanjutan, berwawasan lingkungan, tata ruang, mitigasi bencana dan menjadikan Agam sebagai destinasi pariwisata unggulan;
7. Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik, ekonomi dan social.
3.3. Faktor-Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan OPD
3.3.1 Faktor Penghambat
a. Sebagian besar status tanah objek wisata adalah milik masyarakat, sehingga agak sulit untuk dikembangkan.
b. Belum maksimalnya implementasi tata ruang wilayah kawasan wisata.
c. Belum adanya perencanaan terpadu pengembangan kepariwisataan di Sumatera Barat.
d. Masih rendahnya SDM dibidang pariwisata pemuda dan olahraga.
e. Masih kurangnya sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
3.3.2 Faktor Pendorong
a. Tersedianya potensi objek wisata yang cukup sebagai daerah tujuan wisata bagi wisatawan.
b. Aksessibilitas ke objek wisata relatif baik.
c. Beberapa objek wisata sudah dikenal oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.
22 d. Tersedianya nilai seni dan budaya yang menarik bagi wisatawan
e. Sudah adanya kalender event-event wisata, seperti Tour de Singkarak, Paralayang, Pesta Pantai, Lomba Perahu Naga dan HUT Kota Lubuk Basung.
f. Agam penghasil atlit berprestasi untuk Sumatera Barat g. Adanya zona cabang olahraga penghasil atlit
3.4. Isu Strategis
Analisis isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan Renstra Dinas Pariwisata Pemuda dan Olaharaga untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan pariwisata, kepemudaan, dan keolahragaan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan etika.
Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau di kedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi daerah dimasa datang. Isu strategis juga diartikan sebagai suatu kondisi penting yang apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya akan menghilangkan peluang apabila tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, untuk memperoleh rumusan isu-isu strategis diperlukan analisis terhadap berbagai fakta dan informasi kunci yang telah diidentifikasi untuk dipilih menjadi isu strategis.
Berdasaran identifikasi permasalahan serta telaahan terhadap visi dan misi daerah dan visi dan misi Kementerian Pariwisata Pemuda dan Olahraga, maka ditetapkan isu strategis bidang pariwista, kepemudaan, dan keolahragaan sebagai berikut:
a. Adanya Potensi unggulan dibidang pariwisata pemuda dan olahraga.
b. Tinggginya Apresiasi perantau, wisatawan dan perguruan tinggi terhadap kelestarian dan pengembangan pariwisata pemuda dan olahraga.
c. Adanya kerjasama yang baik Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Barat, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat
dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam.
d. Akan dilaksanakan kerjasama bidang Kepariwisataan Kabupaten Agam dengan Kota Bukittinggi dan daerah tetangga lainnya.
24
BAB IV
TUJUAN DAN SASARAN
4.1. TUJUAN
Tujuan pembangunan di Bidang Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam berdasarkan kondisi objektif, analisis lingkungan strategis, dalam menjalankan Misi yang diemban dan dalam rangka mewujudkan Visi Kabupaten Agam, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Pengembangan dan pengelolaan destinasi Pariwisata yang representatif yang berwawasan linkunggan dan mitigasi bencana.
2. Menjalin kerjasama lembaga kemitraan pariwisata
3. Peningkatan pemasaran dan publikasi pariwisata daerah.
4. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelaku usaha ekonomi kreatif 5. Peningkatan rasa kebangsaan bagi generasi muda dan memiliki
peran serta dalam pembangunan bangsa
6. Peningkatan kuantitas atlit, pelatih, dan klub olahraga berprestasi.
7. Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga yang representatif.
4.2. SASARAN
Sasaran Pengembangan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga adalah :
1. Terwujudnya Pengelolaan Objek Wisata Yang Representatif, bersih dan bernuansa Madani.
2. Terciptanya kerjasama kelembagaan dan mitra kepariwisataan yang kuat
3. Meningkatnya Kunjungan dan Lama Tinggal Wisatawan.
4. Pendapatan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
5. Prestasi Pemuda dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.
6. Prestasi olahraga pada event tingkat daerah dan nasional.
7. Tersedianya Sarana dan Prasarana Olahraga yang representatif.
2016 Rp. 2017 Rp. 2018 Rp. 2019 Rp. 2020 Rp. 2021 Rp.
1 2
1
1 B 4,500 1 Paket 4,500 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000
2 2,500 1 Paket 4,500 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000
Tabel T-C.25
TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH PELAYANAN DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE
6 3
4 5
4 5 7
Pembangunan Sajuta Janjang ( Nagari Pakan Sinayan )
Pembangunan Seribu
10
8 9
1 2
Pembangunan dan
Pemeliharaan Objek Wisata .
6
NO TUJUAN SASARAN IDIKATOR KINERJA 3
Terwujudnya detinasi Pariwisata yang
representatif, berwawasan linkunggan
dan mitigasi bencana.
Terwujudnya Pengelolaan Objek Wisata Yang Representatif, bersih dan bernuansa Madani
2 2,500 1 Paket 4,500 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000 1 Paket 1,000
3 1 Paket 2,000 1 Paket 3,000 1 Paket 2,000 1 Paket 2,000 1 Paket 2,000
4 1 Paket 2,000 1 Paket 5,000 1 Paket 2,000 1 Paket 2,000 1 Paket 2,000
5 1 Paket 200 1 Paket 300 1 Paket 300 1 Paket 300 1 Paket 300
6 1 Paket 200 1 Paket 500 1 Paket 300 1 Paket 300 1 Paket 300
7 5 Nagari 10 Nagari 500 15 Nagari 500 20 Nagari 500 25 Nagari 500 25 Nagari 500 Pembangunan Seribu
Janjang Kawasan Danau Maninjau ( Bayua- Puncak Lawang) Pembangunan dan Pemeliharaan Objek Wisata Bandar Mutiara Pembangunan dan Pemeliharaan Objek Wisata Linggai Pembangunan dan Pemeliharaan Objek Wisata Ambun Tanai Pembangunan dan Pemeliharaan Agrowisata Baso Terkelolanya OW Unggulan nagari
8 2 OW 2,200 5 OW 2,000 10 OW 2,500 15 OW 2,500 20 OW 1,000 20 OW 1,500
9 1 ow - 5 OW 300 10 OW 300 15 OW 400 20 OW 450 20 OW 500 Fasilitasi pengembangan
daya tarik wisata Unggulan nagari
Fasilitasi pembangunan infrastruktur dasar pariwisata
2016 Rp. 2017 Rp. 2018 Rp. 2019 Rp. 2020 Rp. 2021 Rp.
1 2
10 300 1 Kawasan 200 2 Kawasan 200 3 Kawasan 200 4 Kawasan 200 5 Kawasan 200
11 1
Dokumen
5 Dokumen 1,200 5 Dokumen 500 5 Dokumen
500 4 Dokumen
400
12 114 120 125 130 135 140
`
10
5 6 7 8 9
NO 3 4 5 6
Jumlah dokumen perencanaan objek wisata yang berkualitas Jumlah PAD dari Sektor Kepariwisataan Peningkatan kompetensi SDM bagi pelaku usaha dan
2
TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE 1
Jumlah kawasan percontohan ekonomi inklusif berbasis pariwisata
TUJUAN SASARAN IDIKATOR KINERJA
3 4
1 2
Kegiatan
100 2 Kegiatan 100 2 Kegiatan 100 2 Kegiatan 100 2 Kegiatan 100 2 Kegiatan 100 2 5 Nagari 100 10 Nagari 50 15 Nagari 75 20 Nagari 50 25 Nagari 50 25
Pokdarwis
50
3 5
Pokdarwi s
200 10 Pokdarwis
100 15 Pokdarwis
200 20 Pokdarwis
150 25 Pokdarwis
175 25 Nagari 200
2 Menjalin kerjasama lembaga kemitraan pariwisata
1 1
Kegiatan
100 1 Kegiatan 50 1 Kegiatan 75 1 Kegiatan 150 1 Kegiatan 100 1 Kegiatan 50
2 2 kali 150 3 kali 130 3 kali 130 3 kali 130 3 kali 130 3 kali 130 SDM bagi pelaku usaha dan
kelompok pariwisata Pelatihan bagi pelaku usaha pariwisata
Peningkatan Kerjasama kelembagaan
kepariwisataan
Pelatihan teknis bagi kelompok mitra usaha pariwisata
Terbentuknya kelembagaan nagari wisata
Terbentuknya Kelompok sadar wisata
Terciptanya kerjasama kelembagaan dan mitra kepariwisataan yang kuat
3 1 Kunjungan wisatawan
450.000 orang
500.000 orang
550.000 orang
600.000 orang
650.000 orang
675.000 orang 30.000
orang
35.000 orang
40.000 orang
42.000 orang
45.000 orang
50.000 orang Meningkatnya
Kunjungan dan Lama Tinggal Wisatawan
pariwisata
Jumlah Kunjungan Wisatawan Manca Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara Peningkatan pemasaran
dan publikasi pariwisata daerah
2016 Rp. 2017 Rp. 2018 Rp. 2019 Rp. 2020 Rp. 2021 Rp.
1 2
2 Melaksanakan event/festifal tingkat daerah : a Festival Pesona
Danau Maninjau
2 event 400 7 event 1,600 7 event 1,600 7 event 1,600 7 event 1,600 7 event 1,600 b Festival Muharam 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 c Festival Ramadhan 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 3 Event 200 d Pemilihan Duta
Wisata Uda/Uni dan Utusan ke Propinsi
1 Kali 200 1 Kali 200 1 Kali 200 1 Kali 200 1 Kali 200 1 Kali 200
7 8 9 10
TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE
1 2 3 4 5 6
5 6
NO TUJUAN SASARAN
3 4
IDIKATOR KINERJA
e HUT Kepindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung
300 3 kali 300 3 kali 300 3 kali 300 3 kali 300 3 kali 300
3 Melaksanakan event/festifal tingkat nasional dan internasional :
a Paralayang 0 - 1 event 500 1 event 500 1 event 500 1 event 500 1 event 500 b TDS ( Tour de
Singkarak )
1 event 600 1 event 1,500 1 event 1,500 1 event 1,500 1 event 1,500 1 event 1,500 4 1 kali 900 1 kali 900 1 kali 900 1 kali 900 1 kali 900
5 3 kali 1,800 3 kali 1,800 3 kali 1,800 3 kali 1,800 3 kali 1,800
6 4 paket 200 4 paket 200 4 paket 200 4 paket 200 4 paket 200 4 paket 200
7 3 media 200 4 media 150 4 media 150 4 media 150 4 media 150 6 media 150 8 Terwujudnya kerjasama 0 - 2.kali 110 2.kali 110 2.kali 110 2.kali 110 2.kali 110
(Mou) dengan daerah Terwujudnya promosi dan publikasi pariwisata yang efektif melalui Pameran Promosi Pariwisata Dalam Daerah (Agam Expo)
Pameran Promosi Pariwisata Luar Daerah Tersedianya bahan pendukung promosi
9 0 - 2 kali 250 2 kali 250 2 kali 250 2 kali 250 2 kali 250
10 0 - 6 pameran 700 6 pameran 700 6 pameran 700 6 pameran 700 6 pameran 700 (Mou) dengan daerah
lain.
Mewujudkan kerjasama dengan dunia usaha pariwisata ( pihak swasta ).
Terpromosikannya destinasi pariwisata malalui kegiatan pameran ditingkat
2016 Rp. 2017 Rp. 2018 Rp. 2019 Rp. 2020 Rp. 2021 Rp.
1 2
11 1
Dokumen
100 1 Dokumen 100 1 Dokumen 100 1 Dokumen
100 1 Dokumen
100 1 Dokumen 100
4 Peningkatan kualitas dan kuantitas pelaku usaha ekonomi kreatif 1 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 2 10 3 5 6 7 8 9 TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE 1 2 3 4 5 6 NO TUJUAN SASARAN Tersedianya data statistik kepariwisataan Rasio PDRB sektor pariwisata terhadap PAD Pemberdayaan terhadap pelaku ekonomi kreatif IDIKATOR KINERJA 4 Pendapatan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif 1 kali 80 1 kali 80 1 kali 80 1 kali 80 1 kali 80
1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120
1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120
150 buku 120 150 buku 120 150 buku 120 150 buku 120
1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120 1 kali 120
1 kali 325 1 kali 325 1 kali 325 1 kali 325
5 Peningkatan rasa kebangsaan bagi generasi muda dan memiliki peran serta dalam pembangunan bangsa 1 72 587 72 646 72 711 72 782 72 860 72 946
Pembuatan buku database pelaku usaha Lomba desaign fasion ekonomi kreatif Lomba desaign souvener ekonomi kreatif Lomba deservikasi kuliner daerah Mengikuti Pameran dan exibition ekonomi kreatif daera, nasional, dan internasional Workshop Penciptaan karakter lokal Jumlah siswa yang terpilih sebagai anggota Paskibraka Tingkat Propinsi dan Nasional Prestasi Pemuda dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan bangsa 2 Jumlah pemuda dan 300 65 600 71 900 78 1200 86 1500 94 1600 103
pelajar yang yang mengikuti penyuluhan penanggulangan Narkoba HIV/AIDS dan Hukum
2016 Rp. 2017 Rp. 2018 Rp. 2019 Rp. 2020 Rp. 2021 Rp.
1 2
3 0.47 514 0.57 725 0.67 800 0.77 925 0.87 950 0.9 960
4 0.47 514 0.57 725 0.67 800 0.77 925 0.87 950 0.9 960
5 0.47 514 0.57 725 0.67 800 0.77 925 0.87 950 0.9 960
6 3 5 6 7 8 9 10 NO TUJUAN SASARAN TARGET KINERJA TUJUAN / SASARAN PADA TAHUN KE 1 2 3 4 5 Jumlah cabang lomba kegiatan keagamaan pemuda dan pelajar Persentase (jumlah) pemuda yang berperan dalam event pemuda tingkat propinsi/Nasional 4 IDIKATOR KINERJA Jumlah organisasi pemuda yang berperan dalam event pemuda tingkat propinsi/Nasional 6 Peningkatan kuantitas atlit, pelatih, dan klub olahraga berprestasi 1 50 2,600 2600 4,500 55 3,250 30 5,200 60 4,200 65 6,000 2 10 525 525 635 15 750 17 800 20 825 23 850
3 10 525 12 635 15 750 17 800 20 825 23 850
4 3 525 3 635 5 750 5 800 5 825 5 850
5 15 298 15 327 20 360 25 396 30 435 35 479
Prestasi olahraga pada event tingkat daerah dan nasional Pembinaan Kelompok olahraga masyarakat yang aktif pemuda dan pelajar Pembinaan atlit pelajar berprestasi perolehan medali pada kompetisi tingkat daerah dan nasional Pembinaan cabang olahraga rekreasi perolehan medali pada 02SN tingkat daerah dan nasional 7 1 8 buah 8 buah 505 9 buah 510 9 buah 515 10 buah 520 10 buah 526
2 3 Unit 1,700 3 Unit 1,700 3 Unit 1,700 3 Unit 1,700
Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga yang representatif
Tersedianya Sarana dan Prasarana Olahraga yang representatif
yang aktif
Peningkatan Sarana dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga yang representatif
28
BAB V
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
5.1. STRATEGI
Strategi dan kebijakan yang disusun merupakan strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam RPJMD 2016-2021.
Strategi dan kebijakan menunjukkan bagaimana cara mencapai sasaran sebagaimana ditunjukkan oleh indikator kinerja sasaran. Strategi dituangkan sebagai berikut :
1. Terwujudnya sarana objek wisata yang representatif, bersih dan bernuansa madani.
a) Tersedianya sarana dan prasarana objek wisata b) Terpeliharanya sarana dan prasarana objek wisata c) Tersedianya objek wisata unggulan Linggai
d) Terlaksananya sosialisasi standarisasi kelaikan hotel dan rumah makan/restoran
e) Terlaksananya sosalisasi Sapta Pesona
f) Terlaksananya pelatihan pelaku jasa usaha pariwisata
g) Terlaksananya sosialisasi perizinan usaha pariwisata
h) Terlaksananya pengawasan pelaku jasa usaha pariwisata
i) Tersedianya site plan, DED, Amdal, dan UKL/UPL objek wisata
2. Terlaksananya pengembangan kepariwisataan.
a) Mengikuti pameran dalam rangka promosi kepariwisataan tingkat daerah, nasional dan internasioal
b) Terlaksananya calender event pariwisata
c) Tersedianya bahan pendukung peromosi berupa leafled, VCD, brosur, banner, tas promosi
d) Terlaksananya promosi melalui media cetak dan elektronik
e) Tersedianya kantor touris information f) Terlaksananya sosialisasi sapta pesona g) Terlaksananya pelatihan pemandu wisata
h) Terbentuknya PHRI, ASITA dan Pemandu Wisata i) Memberdayakan dewan pariwista, PHRI, ASITA dan
Pemandu wisata
j) Terlaksananya survei multiplayer efek kepariwisataan
k) Terlaksananya pelatihan TOT bidang kepariwisataan
3. Prestasi Pemuda dan Olah Raga
Pemuda yang mandiri dan terampil sangat diperlukan untuk meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan.
Induk organisasi olahraga diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk moril, dan materil (sarana dan prasarana) dalam rangka mewujudkan atlet berprestasi.
5.2. Arah Kebijakan
Untuk mencapai tujuan dan sasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, maka perlu adanya perumusan kebijakan sebagai berikut :
a) Meningkatkan kuantitas dan kualitas objek wisata dan produk Pariwisata.
b) Meningkatkan kunjungan wisata dan lama tinggal di Agam.
c) Meningkatkan promosi melalui pameran serta atraksi budaya di objek wisata.
d) Meningkatkan peran serta generasi muda dalam mencapai prestasi di daerah, propinsi, nasional
e) Bekerjasama dengan pemda bukittinggi dalam pengembangan dan pelayanan di bidang kepariwisataan.
30
BAB VI
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN
INDIKATIF
6.1 Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Kegiatan
a) Paskibra
b) Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan c) Fasilitasi aksi bakhti Sosial Kepemudaan
d) Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba di kalangan Generasi Muda
e) Peningkatan keimanan dan Ketakwaan Pemuda dan pelajar f) Pembinaan organisasi kepemudaan
6.2 Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga
Kegiatan
a) Pembibitan dan Pembinaan olahragawan berbakat b) Penyelenggaraan kompetisi olahraga
c) Pengembangan olahraga rekreasi
d) Penyelenggaraan Lomba Olyimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
e) Pembinaan Olahraga berkembang di Masyarakat.
6.3 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Analisa pasar untuk promosi dan pemasaran objek pariwisata
a) Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata
b) Pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata c) Koordinasi dengan sektor pendukung pariwisata
d) Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara didalam dan diluar negeri
e) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan pemasaran pariwisata
f) Pengembangan statistik Kepariwisataan g) Pelatihan pemandu wisata terpadu