• Tidak ada hasil yang ditemukan

The respondent sample of this research is corn farmer that is in Batang Biyu Jorong Lingkuang Aua Nagari Pasaman Districh Pasaman Barat Regency

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "The respondent sample of this research is corn farmer that is in Batang Biyu Jorong Lingkuang Aua Nagari Pasaman Districh Pasaman Barat Regency"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS PENDAPATAN PETANI JAGUNG JORONG BATANG BIYU DI NAGARI LINGKUANG AUA KECAMATAN PASAMAN

KABUPATEN PASAMAN BARAT

Mira Narfitri Yanti, Yuherman, Rika Despica

Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

This study aims to get the data, process analyze and review about analysis of income of corn farmers in Batang Biyu Jorong Lingkuang Aua Nagari Pasaman district Pasaman Barat. Regency with variables such as, cost of production, profit R/C Ration and motivation of corn farmers income, This study is include into quantitative research (combined method) that is in the concept and category of qualitative research, not event, or frequency, which be disputed Temporary the quantitative methods connected enumerative induction (the induction draw on the basis of calculation. The respondent sample of this research is corn farmer that is in Batang Biyu Jorong Lingkuang Aua Nagari Pasaman Districh Pasaman Barat Regency. By using the total sampling method that is all the farmers in Batang Biyu with the number of respondent as many as 60 peoples. Based on the results of data analysis of the obtained results of the study’s findings that : (1) the cost of corn farmers is Rp. 2.315.582. (2) gain / profit is Rp. 2.159.284. (3) R/C Ratio of corn farmers, between the receipts (revenue) and expenses (cost) 2,1 is the corn farmers have profit because acceptance > great than the cost is a big as Rp.5.000.000. and can be said worthy. (4) the farmer”s motivation because the way of easy management and the land is relatively flat and flowed by the river so it is suitable to plant corn in Batang Biyu Jorong Lingkuang Aua Nagari Pasaman district Pasaman Barat Regency. .

Keywords: Income, Farmers, Corn Field Cost and Motivation

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama penduduk, maupun sebagai penopang pembangunan. Sektor pertanian merupakan penopang perekonomian indonesia, karena pertanian memberikan porsi yang

cukup besar dalam memberikan sumbangan untuk pendapatan negara, sebagai pasar yang potensial bagi produk-produk dalam negeri baik untuk barang produksi maupun barang konsumsi, terutama produk yang dihasilkan oleh subsektor tanaman pangan.

(2)

2 Secara umum topografi daerah Kabupaten Pasaman Barat adalah datar dan sedikit bergelombang, sedangkan daerah bukit dan bergunung hanya terdapat di Kecamatan Talamau dan Gunung Tuleh. Ketinggian daerah bervariasi dari 0 sampai 913 meter diatas permukaan laut. Wilayah datar dengan kemiringan 0-3%, datar bergelombang dengan kemiringan 3- 8%, berombak dan bergelombang dengan kemiringan lereng 8%-15%

serta wilayah bukit bergunung dengan kemiringan lereng diatas 11- 15%. (BPS Provinsi Sumatera Barat 2010)

Nagari Lingkuang Aua merupakan salah satu Nagari yang berada di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Dimana Nagari Lingkuang Aua memiliki Topografi relatif datar serta mempunyai iklim yang cocok untuk budidaya tanaman jagung. Di pasaman barat keadaan tanah yang cukup datar dan sedikit bergelombang sangat cocok untuk ditanami berbagai macam perkebunan dan pertanian. Salah satunya jagung dimana selain sawit

pasaman barat juga terkenal dengan tanaman jagung

Menurut Mubyarto (2000:23) pertanian dalam arti luas mencakup pertanian rakyat atau pertanian dalam arti sempit disebut perkebunan (termasuk didalamnya perkebunan rakyat dan perkebunan besar).

Indonesia masih merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang peranann penting dari keseluruhan perekonomian nasional.

Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya penduduk yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian dari produk nasional yang berasal dari pertanian.

Jagung ( L zea mays ) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan juga di Indonesia (misalnya Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai sebagai pangan pokok.

Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Salah satu hidupnya diselesaikan dalam 80-150

(3)

3 hari. Peruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan peruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Menurut Laila (2012) biaya dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: Biaya ekplisit adalah semua biaya yang secara nyata dikeluarkan oleh petani dalam menyelenggarakan usahatani. Seperti membajak tanah, biaya pupuk, biaya pemeliharaan dan upah langsung petani. Biaya implisit adalah biaya yang sifatnya hanya diperhitungkan saja sebagai biaya tidak benar-benar yang dibayar secara nyata oleh petani seperti transportasi, peyusutan alat.

Soeharjo dan Patong dalam Depritos (2012:50) menyatakan bahwa pendapatan adalah balas jasa dari kerjasama faktor-faktor produksi lahan, tenaga kerja, modal, dan jasa pengelolaan. Pendapatan usahatani tidak hanya berasal dari kegiatan produksi saja tetapi dapat juga diperoleh dari hasil menyewakan atau menjual unsur-unsur produksi, misalnya menjual kelebihan alat-alat produksi, menyewakan lahan dan lain sebagainya.

Menurut Laila (2012), keuntungan atau laba adalah selisih antara penerimaan dengan biaya total yang dikeluarkan oleh petani dalam satu kali musim tanam (biaya ekplisit dan implisit). Sedangkan menurut yani (2013), didefenisikan dengan dua cara yaitu laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk didalamnya, biaya kesempatan).

Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya-biaya produksi

Menurut Irawati(2005:22)

“rasio keuangan merupakan teknik analisis dalam bidang manajemen yang dimanfaatkan sebagai alat ukur kondisi keuangan suatu perusahaan pada satu periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun laba/rugi”.

(4)

4 R/C ratio adalah perbandingan antara penerimaan penjualan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi hingga menghasilkan produk. Usaha pertanian akan menguntungkan apabila nilai R/C>1, semakin besar nilai R/C maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut.

Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas- aktivitas tertentudemi mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat dipandang sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai munculnya feeling, dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (Sadirman, 2004:73).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk kedalam penelitian “ kuantilatif (metode gabungan) “ yaitu didalam penelitian kualitatif konsep dan kategorilah, bukan kejadian atau frekuensinya, yang dipersoalkan.

Dengan kata lain, penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong tetapi ia menggalinya (Mc.Cracken, 1998,hal.17).

Sementara metode kuantitatif berhubungan induksi enumeratif (induksi yang ditarik atas dasar perhitungan).

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Arikunto:2006:130)

“populasi juga sering diartikan seluruh data yang menjadi perhatian dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan”. (Margono, 2009:118). Populasi penelitian ini adalah semua petani yang ada di Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Sampel penelitian ini adalah di Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Barat Pasaman Barat dengan menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang.

Untuk mengetahui tujuan penelitian yang pertama menggunakan analisis finansial dengan cara data yang diperoleh dari responden yang berpedoman dengan

(5)

5 pertanyaan atau kuesioner dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis, yang kedua mengunakan analisis finansial dengan cara data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi yang meliputi biaya produksi dan keuntungan petani jagung.

1. Biaya

Dimana :

TC = Biaya total usahatani dalam periode usahatani

Tce= besarnya biaya yang berupa biaya ekplisit (explicit costs) (Rp) TCi= Besarnya biaya yang berupa implisit (implicit costs) (Rp)

2. Keuntungan/laba

Dimana:

= keuntungan atau laba TR=penerimaan total (Rp) TC=biaya total (Rp) 3. R/C Ratio

Dimana:

R/C ratio=Revenue cost ratio

TR=total revenue (total pendapatan) (Rp)

TC= total production cost (total biaya produksi ) (Rp)

4. Motivasi a. Reduksi data

Reduksi data adalah proses seleksi, pengfokusan, penyederhaan, dan abtraksi. Reduksi data dapat dilakukan dengan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat.

Memfokuskan dan mengabstraksikan data mentah menjadi informasi yang bermakna.

b. Penyajian data (display data) Proses penampilan data sederhana berbentuk naratif. Dalam penyajian data berwujud kesimpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan penarikan kesimpulan.

Penyajian data dilakukan agar sajian data tidak menyimpang dari pokok permasalahan.

c. Pengambilan kesimpulan dan verifikasi

Langkah terakhir yang ditempuh dalam menganalisis data adalah dengan pengambian kesimpulan atau verifikasi yaitu usaha untuk mencari atau memahami makna. Pengambilan kesimpulan yang dimaksud adalah dalam tahap TC = Tce + TCi

𝝅=TR – TC

R/C ratio= 𝑻𝑹𝑻𝑪

(6)

6 ini adalah memaknai data yang terkumpul.

HASIL DAN PEMBAHASAN biaya eksplisit di Nagari Lingkuang Aua adalah Rp 57.025.000 dengan rata-rata Rp 950.416 yang mana biaya eksplisit ini meliputi biaya bibit, pupuk, penanggualngan hama, dan pestisida sedang kan biaya implisit di Nagari Lingkuang Aua adalah Rp 81.910.000 dengan rata-rata Rp 1.365.166 yang mana biaya implisit meliputi telepon, penyusutan alat dan transportasi. Dan rata-rata biaya total adalah Rp 2.159.284. artinya dari 60 responden petani jagung Jorong Batang Biyu di Nagari Lingkuang Aua maka total biaya rata-rata yang dikeluarkan responden masing- masing sebesar Rp 2.159.284 untuk satu kali penanaman jagung.

Terlihat pada hasil penelitian bahwa wilayah Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat .total biaya produksi Rp 2.315.582 yang terdiri dari biaya benih, pupuk penanggulangan hama, pestisida,

biaya telepon, penyusutan alat, dan transportasi.

hasil penerimaan rata-rata yang diperoleh petani jagung sebesar Rp 5000.000 dan total biaya rata-rata Rp 2.315.582 maka setelah jumlah penerimaan rata-rata di kurangi biaya total rata-rata akan diperoleh keuntungan Rp 2.159.284 di Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat selama satu kali periode. Artinya masing- masing responden memperoleh keuntungan tani jagung sebesar Rp 2.159.284.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan petani jagung Rp 5.000.000 dan total biaya ekplisit petani Rp 2.315.582 dimana penerimaan dikurangi biaya total.

Maka petani jagung Jorong Batang Biyu di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.159.284

total pendapatan petani jagung di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat adalah Rp 5.000.000 dan total biaya usahatani jagung sebesar Rp 2.315.582. maka hasil R/C Ratio nya adalah sebesar 2,1 artinya dari 60

(7)

7 responden di Nagari Lingkuang Aua memperoleh keuntungan sebesar 2,1 setiap kali periode dapat dikatakan layak.

Hasil kelayakan analisa petani jagung didapatkan bahwa jumlah pendapatan yang diperoleh Rp 5.000.000 dan biaya total rata-rata Rp 2.315.582 maka setelah penerimaan rata-rata dibagi dengan biaya total maka akan diketahui rata- rata R/C Ratio sebesar 2,1 artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan responden akan memperloeh keuntungan 2,1 dimana kelayakan petani jagung dapat dikatakan layak.

Motivasi masyarakat petani jagung Jorong Batang Biyu di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Cara pengelolaannya yang mudah dan keadaan yang relatif datar sangat cocok untuk ditanami jagung. Rata- rata petani jagung lebih sering mengalami untung dari pada rugi.

Hasil dari responden dapat disimpulkan bahwa motivasinya menanam jagung adalah cara penanaman yang mudah, dan kondisi tanah yang ada d Jorong Batang Biyu memperoleh keuntungan untuk

ditanami jagung dan dapat dikatakan layak.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat dapat di simpulkan sebagai berikut:

1. Biaya produksi jagung di Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Biaya total eksplisit rata-rata petani jagung adalah Rp 950.416 dan biaya total rata-rata implisit Rp 1.365.000 sehingga di dapat total biaya rata-rata responden (biaya eksplisit + biaya implisit) adalah Rp 2.315.582.

2.

Keuntungan/laba jagung di Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Penerimaan rata-rata Rp 5.000.000 dan total biaya Rp 2.315.582 maka di dapat total keuntungan rata-rata (penerimaan-biaya total) adalah Rp 2. 159.284

(8)

8

3.

R/C Ratio (perbandingan) jagung di Jorong Batang Biyu di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Jumlah pendapatan Rp 5.000.000 dan biaya total Rp 2.315.582 maka didapat biaya total R/C Ratio rata-rata (pendapatan/biaya total) adalah 2,1 artinya apabila nilai R/C>1 , maka semakin besar keuntungan yang diperoleh, atau sebaliknya.

Karna besar nilai R/C maka dapat dikatakan layak.

4.

Motivasi masyarakat petani dalam menanam jagung Jorong Batang Biyu Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Cara pengelolaan yang mudah dan tanah yang relatif datar sangat cocok untuk ditanami jagung, petani memilih bibit unggulan supaya hasil jagung bisa berkualitas baik dan bisa mendapatkan untung yang lebih besar. Dan kondisi tanah yang mendukung.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.2006. prosedur penelitian. PT. Rineka Cipta:Jakarta

BPS Provinsi Sumatera Barat (2010) Budiman, H. 2012. Sukses Bertanam

Jagung komoditas pertanian yang menjanjikan. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Depritos, (2012). Analisis pendapatan tanaman hias di lubuk minturun Skripsi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Padang.

Laila, Nor. Zuraida, Ana dan Jaelani, Achmad. 2012. Analisis Pendapatan Usahatani Padi (Oryza Sativa L) Benih varietas Ciherang Yang Bersertifikat dan Tidak Bersertifikat dn Tidak Bersertifikat Di Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Media sainS, Volume 4 Nomor 1.

Nagari lingkuang Aua.2017. Data Kependudukan di nagari Lingkuang Aua..

Rahayu, Siska. (2012). Analisis Usaha Tani Gambir di Nagari Talang Maua Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. STKIP PGRI Padang.

Yani, Fitri .2013. Pengertian Laba.

http://fitriyanifitriyanifitriyan i.Blogspot.com/2013/01/peng ertian-laba.html. diakses 13

(9)

9 november 2013 pukul 14.00 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

220.000 perhari, sedangkan menggunakan mesin comsheller biaya yang dikeluarkan adalah Rp 200 perkg sedangkan dengan manual Rp 1000 perliter, 2 waktu yang dibutuhkan sedikit kalau