Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan waktu kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsinya yang berjudul “Tanggapan Mahasiswa Terhadap Proses Pembelajaran IPA Terintegrasi dengan Agama di Departemen Biologi Pandidika IPA, IAIN Mataram tahun ini dalam bentuk yang tepat Hal ini penting untuk membangun pandangan mahasiswa secara holistik, khususnya Jurusan Pendidikan Ilmu Biologi Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram, terhadap ayat-ayat Allah yang diucapkan (wahyu) dan ayat-ayat ciptaan Allah. (kosmos), karena dua hal berasal dari satu sumber tidak mungkin ada kontradiksi, tetapi keduanya sebenarnya selalu berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Fokus Penelitian
Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di IAIN Mataram khususnya Jurusan Pendidikan Ilmu Biologi pada tanggal 28-30 Mei 2010, beberapa dosen mulai melaksanakan proses pembelajaran dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dengan nilai-nilai keislaman khususnya pada mata kuliah Biologi. Bagaimana efektivitas pembelajaran IPA terintegrasi dengan agama terhadap hasil belajar siswa pada mata kuliah IPA.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi mengenai metode dan pendekatan pembelajaran yang berbeda khususnya guru yang mengajar mata kuliah IPA, karena pendekatan keterkaitan terpadu sudah mulai digunakan di perguruan tinggi Islam seperti IAIN Mataram. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengambil kebijakan dan civitas akademika di perguruan tinggi terkait penerapan pembelajaran yang relevan dengan trend saat ini yaitu integrasi interkoneksi.
Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian
Penelitian ini bertempat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram tepatnya Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Sains (Biologi). IAIN Mataram merupakan satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri di wilayah tenggara Indonesia yang terletak di ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.
Telaah Pustaka
Khusus mengenai integrasi ilmu umum dan agama, Abudin Nata telah memberikan penjelasan: “Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan salah satu mediator untuk menguatkan dan memperkuat iman. 2 Abudin Nata, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum (Jakarta: PT Raja Granfindo persada, 2003), hal., 83 3 Abdullah Amin, Studi Islam di Perguruan Tinggi (yogyakarta: PT Pustaka Belajar, 2006), hlm.
Kerangka Teoritik
Proses Belajar Mengajar
Proses belajar dapat berlangsung kapan saja, di mana saja, terlepas dari apakah seseorang sedang mengajar atau tidak. Istilah proses belajar mengajar atau kegiatan belajar mengajar harus diartikan bahwa proses belajar itu terjadi dalam diri siswa karena ada sesuatu yang langsung (guru, pengajar) atau ada sesuatu yang tidak langsung.
Penggunaan Media Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar. Alasan lain mengapa penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan proses dan hasil pengajaran adalah terkait dengan tingkatannya.
Minat Belajar
Dalam Al-Qur'an kata “ilmu” diulang sebanyak 854 kali, yaitu dalam konteks proses memperoleh ilmu dan objek ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an juga memiliki batasan yang jelas terkait dengan kandungan ilmu dan pengetahuan. Di sinilah pandangan para filosof mengenai sains (sebagaimana di atas) dapat memperoleh relevansinya dengan apa yang dimaksud dengan sains dalam al-Qur'an.
Hampir tidak mungkin menghitung berapa banyak ayat dalam Al-Qur'an yang secara implisit maupun eksplisit berbicara tentang sains dan teknologi. Dawan Raharjo mengatakan bahwa yang dibawa Al-Qur'an sebenarnya adalah dua ruh kembar yaitu tauhid dan ilmu. Al-Qur'an, dalam konteks pembahasan fenomena ilmiah, secara tegas menekankan bahwa manusia berakallah yang dapat memahaminya.
Tentu saja, ini merupakan bentuk posisi Al-Qur'an, bahwa sains dan kebenaran agama pada hakekatnya adalah satu. Mengembangkan potensi berpikir seperti yang ditekankan oleh Rodinson merupakan salah satu misi penting al-Qur'an. Realitas objek berupa kosmos terlihat dalam Al-Qur'an sebagai bahan ilmiah untuk dipelajari dan diteliti oleh manusia.
Semua itu merupakan wujud apresiasi positif Al-Qur'an terhadap iptek.
Dengan kehadiran langsung peneliti di lapangan, maka data yang disajikan dapat tersaji dan dijelaskan secara utuh karena peneliti benar-benar mengetahui apa yang terjadi di lapangan. Dalam penelitian kualitatif, istilah sampling bertujuan untuk memperoleh data sebanyak-banyaknya untuk menjawab inti permasalahan yang timbul dalam setting penelitian. Metode pengumpulan data adalah metode yang digunakan dalam penelitian untuk mendapatkan data selengkap mungkin.
Dengan demikian, data yang disajikan disertai dengan bukti-bukti yang nyata dan sesuai dengan yang sedang atau telah terjadi. Data angket dianalisis secara kuantitatif dan data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara dianalisis secara kualitatif. Data yang dikumpulkan dari kuesioner diklasifikasikan, diedit dan dievaluasi sesuai dengan kategori jawaban yang diberikan oleh responden.
Perpanjangan kepesertaan dilakukan dalam rangka pendataan lebih dalam dan pengecekan kembali apakah data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi data yang ada atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya data yang subjektif, sehingga cara ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih valid dan reliabel.
Profil Umum Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram
- Sejarah Berdirinya Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram Jurusan Pendidikan IPA Biologi Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram
- Letak Geografis Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram
- Keadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan IPA Biologi
- Data Jumlah Ruang Kerja Untuk Dosen Jurusan Pendidikan IPA Biologi Table 06
- Jumlah karyawan untuk setiap jenis tenaga penunjang Tabel 08
- Struktur Organisasi Pendidikan IPA Biologi Tabel 09
- Daftar Kehadiran Mahasiswa Semester IV /B Pendidikan Biologi
- Daftar Nilai Semester Mahasiswa Semester IV/B Pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan
Batas tapak bangunan IAIN Mataram adalah: sebelah timur berbatasan dengan MAN 1 Mataram. Data sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar di lembaga/fakultas dan jumlah ruang kerja guru PS di lembaga/fakultas Tarbiyah. Data Sarana dan Prasarana Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah, IAIN Mataram Tahun Ajaran 2009/2010.
Data jumlah ruang kerja dosen Jurusan Ilmu Biologi Fakultas Tartibiyah Institut Agama Islam Negeri Mataram tahun ajaran. Rekapitulasi jumlah mahasiswa pendidikan IPA tahun ajaran 2010 dapat dilihat pada tabel berikut. Pada tahun ajaran 2010, IAIN Mataram menerima 447 mahasiswa IPA yang berasal dari berbagai daerah seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah,.
Data jumlah pegawai untuk masing-masing jenis tenaga penunjang Jurusan Pendidikan Ilmu Biologi IAIN Mataram. jumlah orang dengan kualifikasi S2 ke. Daftar nama mahasiswa semester/kelas (IVB) yang dijadikan subjek penelitian ini dalam pembelajaran integrasi sains dan agama adalah (Lampiran 07).
PEMBAHASAN
Respon Mahasiswa Dalam Pembelajaran Science Diintegrasikan Dengan Religi
Dalam proses pembelajaran, guru menyajikan materi dengan menggunakan metode yang berbeda dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi agar siswa dapat dengan mudah menerima dan mencerna materi yang disampaikan. Dalam proses pembelajaran integrasi sains dan agama, mahasiswa jurusan pendidikan sains, biologi, Fakultas Tarbiyah, IAIN Mataram sangat antusias menerima materi yang disampaikan para dosen. Adanya interaksi positif ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap proses pembelajaran mengintegrasikan sains dengan agama sangat tinggi.
Hasil observasi peneliti terhadap proses pembelajaran siswa dengan integrasi menunjukkan bahwa dari 5 indikator dengan 20 pernyataan persentasenya sangat positif. Data di atas menunjukkan bahwa tingkat tanggung jawab siswa dalam proses pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan agama sangat positif. Angket yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui jawaban siswa terhadap proses pembelajaran saintifik terintegrasi dengan agama.
Dari data pada Tabel 10, nilai rata-rata respon mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Biologi Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram tahun ajaran 2009/2010 terhadap proses pembelajaran IPA terpadu dengan agama berada pada kategori sangat positif. Semua data tersebut menunjukkan bahwa derajat tanggung jawab siswa dalam proses pembelajaran IPA terintegrasi dengan agama.
Efektivitas Pembelajaran Science Diintegrasikan Dengan Religi
Hal ini cukup menjadi bukti bahwa pembelajaran dengan mengintegrasikan sains dengan agama sangat dituntut oleh siswa, baik dari siswa yang berlatar belakang sekolah sekolah negeri atau sekolah agama, karena tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang selalu membutuhkan keberadaan Tuhan, yang seperti apa Albert Einstein. mengatakan “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu pincang” artinya antara ilmu umum dan nilai-nilai agama yang bersumber dari al-Qur’an harus ada garisnya, dengan kata lain ilmu umum dan ilmu agama harus ada simbiosis yang jelas. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan ilmu pengetahuan umum dan ilmu-ilmu keislaman tidak mengalami krisis relevansi (tidak menyelesaikan banyak masalah), yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial budaya, sosial ekonomi, sosial politik dan sosial ekonomi. -ekonomi -kehidupan beragama. Konsep integralisme dan reintegrasi epistemologi keilmuan diharapkan tidak mempengaruhi nilai yang sebenarnya menjadi tolak ukur lulus atau tidaknya mahasiswa dalam mata kuliah IPA.
Untuk itu, hal penting yang dapat dijadikan acuan untuk melihat keefektifan pembelajaran integrasi adalah nilai akhir siswa dalam pembelajaran IPA. Untuk itu penulis merasa perlu untuk menginformasikan hasil akumulasi hasil akhir dari hasil tugas, UAS, praktikum dalam bentuk abjad sebagai bukti bahwa pembelajaran integrasi berdampak positif terhadap nilai IPA. mendapat nilai B. Fakta ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran integrasi tidak berdampak negatif terhadap nilai IPA yang selalu diutamakan.
Hal ini juga dapat dijadikan tolak ukur untuk melihat tanggung jawab siswa dalam pembelajaran yang terintegrasi antara sains dan ilmu agama. Dengan demikian, dari nilai yang dicapai mahasiswa pada mata kuliah IPA, terlihat jelas bahwa proses pembelajaran IPA yang diintegrasikan dengan agama berpengaruh positif terhadap nilai IPA.
PENUTUP
Simpulan
Dengan demikian jelas bahwa proses pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan agama mendapat respon dan apresiasi yang baik dari semua pihak, baik mahasiswa maupun dosen dan seluruh Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
Saran
Dalam kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, kesulitan apa yang anda temui dalam pembelajaran integrasi sains dan agama. Menurut Bapak, apakah cocok menggunakan proses pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan agama pada mata kuliah IPA? Menurut Bapak, proses pembelajaran mengintegrasikan sains dengan agama berdampak pada hasil belajar siswa pada mata kuliah IPA.
Menurut anda, apa kelebihan dan kekurangan proses belajar mengajar dengan mengintegrasikan sains dengan agama. Saya merasa masih banyak yang belum saya ketahui tentang pembelajaran integrasi sains dan agama dan saya masih berusaha mencari tahu. Saya merasa pembelajaran dengan memadukan sains dengan agama dapat mendorong saya untuk menguasai materi yang saya pelajari.
Saya suka belajar dengan menghubungkan ilmu dengan iman karena menurut saya lebih banyak memberi kesempatan untuk bertanya dan ada interaksi positif antara teman dan dosen. Menurut saya, waktu yang dihabiskan untuk mempelajari integrasi sains dan agama tidak memengaruhi pengetahuan sains saya. Melalui proses belajar menghubungkan ilmu dengan iman, saya berani mengungkapkan gagasan, baik dengan teman maupun dosen.
Lampiran 07: Hasil Perhitungan Persentase Respon Survei Siswa Dalam Pembelajaran Integrasi IPA dan Agama Pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan IAIN Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.