G. Kerangka Teoritik
2. Penggunaan Media Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Proses belajar mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial.
Dalam mencapai tujuan tersebut siswa tidak terlepas dari media belajar termasuk lingkungan yang diatur guru melalui proses pengajaran.
Lingkungan yang diatur oleh guru mencakup tujuan pengajaran, bahan pengajaran, metodelogi pengajaran, dan penilaian pengajaran. Unsur-unsur tersebut biasa dikenal dengan komponen-komponen pengajaran. Tujuan pengajaran adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh para siswa setelah ia menempuh berbagai pengalaman belajar.
Bahkan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran.
Metodelogi pengajaran adalah metode dan tehnik yang digunakan guru dalam melakukan interaksinya dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga siswa menguasai tujuan pengajaran.
Dalam metodelogi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar.
Sedangkan penilaian adalah alat untuk mengukur atau menentukan taraf ketercapaian tujuan pengajaran.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kedudukan media sebagai alat bantu mengajar ada dalam komponen metodelogi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
a. Manfaat Media Pengajaran
Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. 7Alasan pertama berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain:
a) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
b) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa. Dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik,
c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosen dan guru tidak kehabisan tenaga, apabila guru mengajar untuk setiap mata pelajaran.
d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan dan lain-lain.8
Alasan kedua mengapa penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah berkenaan dengan taraf
7 Sadiman Arif,S. dkk. Media Pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemamfaatannya, (Jakarta:
PT Granpindo Persada, 20008) h, 5
8Sujana Nana, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensido, 2007) h.1
berpikir siswa. Tarap berpikir manusia mengikuti tahap pengembangan dimulai dari berpikir kongkrit menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju berpikir kompleks. Pengguaan media pengajaran erat kaitannya dengan tahap berpikir tersebut sebab melalui media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikongkritkan, dan hal-hal yang konpleks dapat disederhanakan. Menurut Arif S. Sadiman media pendidikan mempunyai ke gunaan sebagai berikut:
a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
b) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti misalnya:
1) Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, atau model,
2) Objek yang kecil bisa dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar;
3) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography;
4) Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain,9
5) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, vidio, foto maupun secara verbal.
6) Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, gambar dan lain- lain,
9 Sadiman Arif,S. dkk. Media Pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemamfaatannya, (Jakarta:
PT Granpindo Persada, 20008) h, 18
c) Penggunaan media pendidikan secara tepat dapat bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
1) Menimbulkan kegairahan belajar
2) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
d) Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus di atasi sendiri.
Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat di atasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
1) Memberikan perangsang yang sama 2) Mempersamakan pengalaman 3) Menimbulkan persepsi yang sama
Penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media pengajaran dalam proses belajar-mengajar sampai kepada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tampa media dengan pengajaran
menggunakan media. Oleh sebab itu penggunaan media pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran.10
b. Jenis Dan Kreteria Memilih Media Pengajaran
Ada beberapa jenis media pengajaran yang bisa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama, media grafik seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Media grafik sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar. Kedua, media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama dan lain-lain. Ketiga, media proyeksi seperti slide, film trips, film, penggunaan OHP dan sebagainya. Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran.
Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran ada beberapa kriteria-kriteria yang harus terpenuhi diantaranya:
a. Ketepatan dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan intruksional yang telah ditetapkan, tujuan- tujuan intruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan menggunakan media pengajaran.
b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah difahami siswa
c. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu
10 Sadiman Arif,S. dkk. Media Pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemamfaatannya, (Jakarta:
PT Granpindo Persada, 20008) h, 18
mengajar. Media grafik pada umumnya mudah dibuat oleh guru tampa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
d. Keterampilan guru dalam menggunakannya; apapun jenis media yang digunakan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. Adanya OHP, proyektor film, komputer dan alat-alat canggih lainnya, tidak mempunyai arti apa-apa, bila guru tidak dapat menggunakannya dalam pengajaran untuk mempertinggi kualitas pengajaran.
e. Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
f. Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa.
Adapun karekteristik media yang baik menurut Arif S. Sadiman adalah media yang menurut karakteristik ekonomisnya, lingkup sasarannya dan dapat diliput, dan kemudahan kontrol pemakai. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut pendengaran, perabaan, pengecapan maupun penciuman, atau kesesuaian dengan tingkatan hirarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne, dan sebagainya. Karakteristik media ini sebagaimana dikemukakan oleh kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media yang sesuai dengan situasi belajar tertentu. jadi klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.
Dengan kriteria pemilihan media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar. Kehadiran media dalam proses pengajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pengajaran. Oleh sebab itu media bukan keharusan tetapi sebagai pelengkap jika dipandang perlu untuk mempertinggi kualitas belajar dan mengajar.11