MOOC PPPK 2023
NIP : 197612312022212005
NAMA : MASTINI,S.Pd.I
TEMPAT/TANGGAL LAHIR : LOMBOK TIMUR 31 DESEMBER 1976
GOLONGAN : IX
JABATAN : AHLI PERTAMA – GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI INSTANSI : PEMERINTAH LOMBOK TIMUR
AGENDA I
A. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara B. Analisis isu Kontemporer
C. Kesiapsiagaan Bela Negara
A. Wawasan Kebangsaan
Wawasan kebangsaan dan Nilai-nilai bela Negara adalah konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga negara akan diri dan lingkungan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ada 4 konsensus dasar bangsa Indonesia serta mendera, Bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan Indonesia sebagai pemersatu,identitas,kehormatan dan kebanggaan Bersama
Nilai-Nilai Bela Negara
1. Bela Negara adalah tekat, sikap dan prilaku serta Tindakan warga negara baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dan negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI.
Implementasi:
Dengan memahami niai-nilai dasar negara dan nilai-nilai dasar ASN akan mengoptimalkan fungsi ASN sebagai:
a. Pelaksana kebijakan public b. Pelayan public
c. Perekat dan pemersatu bangsa
2. Hari bela negara diperingati setiap tanggal 19 desember 3. Nilai-Nilai bela negara meliputi
a. Cinta tanah air
b. Sadar berbangsa dan bernegara
c. Setia pada Pancasila sebagai idiologi negara d. Rela berkorban untuk bangsa dan negara e. Kemampuan awal bela negara
B. Analisis Isu Kontemporer Analisis Isu Kontemporer
1. Modal untuk menghadapi perubahan lingkungan strategis;
Modal intelektual
Modal emosional
Modal sosial
Modal ketabahan
Modal etika/moral
Modal kesehatan
2. Isu-isu Strategis Kontemporer
Korupsi
Narkoba
Terorisme dan radikalisme
Money loundring
Praxy war
Kejahatan mass Comunikacation
3. Memahami isu kritikal dipandang sebagai topik yang berhubungan dengan maslah- maslah sumber daya yang memerlukan pemecahan disertai dengan kesadaran public.
C. Kesiapsiagaan Bela Negara
suatu keadaan siap siaga yang dimiliki seseorang baik secara fisik,mental maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang beragam yang dilakukan berdasarkan kebulatan sikap dan sikap secara ikhlas dan sadar disertai perasaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945
Aksi Nasional Bela Negara
Adalah strategi setiap warga negara guna mengatasi segala macam ancaman, gangguan hambatan dan tantangan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan Makmur.
Kemampuan Awal Bela Negara
Wujud kemmpuan bela negara yaitu memiliki:
Kesehatan jasmani dan mental
Kesiapsiagaan jasmani dan mental
Etika, etiket dan mental AGENDA II
NILAI-NILAI DASAR PNS
Terdiri atas Materi:
A. Berorientasi pelayanan B. Akuntabel
C. Kompeten D. Harmonis E. Loyal F. Adaptif G. Kolaboratif
A. BERORIENTASI PELAYANAN
Pelayanan public yang prima dan memenuhi harapan masyarakat merupakan muara dari reformasi dan birokrasi,sebagaimana tertulis dalam peraturan presiden nomor 81 tahun 2010 tentang ground design reformasi 2010-2025,yang menyatakan bahwa visi reformasi birokrasi adalah pemerintahan berkelas dunia yang ditandai dengan pelayanan public yang berkualitas.
Definisi dari pelayanan public sebagaiamana tercantum dalam UU pelayanan public adalah kegiatan atau rangakaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang dan jasa atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan public.
Adapun beberapa nilai dasar ASN yang dapat diwujudkan dengan panduan prilaku birokrasi pelayanan yang kedua ini diantaranya:
1) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur
2) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
3) Memberikan layanan kepada public secara jujur,tanggap,cepat,akurat,berdaya guna,berhasil guna dan santun.
B. AKUNTABEL
Akuntabilitas adalah kewajiban untuk bertanggungjawab kepada seseorang/organisasi yang memberikan amanat. Amanat seorang ASN menurut SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021 adalah menjamin terwujudnya prilaku yang sesuai dengan core values ASN berAHLAK dalam konteks akuntabilitas prilaku tersebut adalah:
Kemampuan melaksanakan tugas dengan jujur,bertanggungjawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi
Kemampuan menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggungjawab,efektif dan efisien
Kemampuan menggunakan kewenangan jabatannya dengan berintegritas tinggi C. KOMPETEN
Prilaku kompten diharapkan menjadi bagian ekosistem pembangunan budaya instansi pemerintah sebagai instansi pembelajar (Organization learning).pada ujungnya wujudnya pemerintah yang unggul dan kompetitif, yang diperlukan dalam era global yang amat dinamis dan kompetitif yang berAKLAK yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Setiap ASN professional sesuai dengan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja selain ciri tersebut ASN terikat dengan etika profesi sebagai pelayan public
2. Meningkatkan kompetensi diri
Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah adalah keniscayaan
Pendekatan pengembangan mandiri
Prilaku lain ASN pembelajar yaitu melakukan konektivitas dalam basis online network
Sumber pembelajaran lain bagi ASN dapat memanfaatkan sumber keahlian para pakar/konsultan yang mungkin dimiliki unit kerja
Pengetahuan juga dihasilkan oleh jejaring informal (network) yang mengatur diri sendiri dalam interaksi dengan pegawai dalam organisasi dan atau luar organisasi 3. Membantu orang lain belajar
Sosialisasi dan percakapan di ruang istirahat atau di kafetaria kantor termasuk morning tea
Prilaku berbagi pengetahuan bagi ASN pembelajar yaitu aktif dalam pasar pengetahuan
Mengambil dan mengembangkan pengethuan yang terkandung dalam dokumen kerja seperti laporan presentasi laporan,presentasi
Aktif untuk akses dan transfer pengetahuan 4. Melakukan kerja terbaik
Pengetahuan menjadi rakyat sejalan dengan kecenderungan setiap organisasi baik instansi pemerintah maupun swasta bersifat dinamis hidup dan berkembang melalui berbagai perubahan lingkungan dan karya manusia
Pentingnya berkrarya terbaik dalam pekerjaan selayaknya tidak dilepaskan apa yang menjadi terpenting hidup seseorang
D. HARMONIS
1. Keberagaman bangsa Indonesia selain memberikan banyak manfaat juga menjadi sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan kebinekaaan tersebut mudahkan menimbulkan perbedaan pendapat dan lepas kendali mudah tumbuhnya perasaan kedaerah yang amat sempit yang sewaktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa
2. Terbentuknya NKRI merupakan penggabungan suku bangsa di nusantara disadari pendiri bangsa dilandasi rasa persatuan Indonesia
3. Etika public merupan refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai kejujuran,solidaritas,keadilan,keseteraan dan lain-lain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Adapun kode etik profesi yang dimaksuddkan untuk mengatur tingkah laku kusus dalam suatu masyarakat. Oleh karena itu dengan diterapkan kode etik ASN prilaku pejabat public harus berubah
a. Pertama, berubah dari penguasa menjadi pelayan Kedua, berubah dari wewenang menjadi peranan
b. Ketiga, menyadari bahwa jabatan public adalah Amanah
Membangun budaya harmonis tempat kerja yang harmonis sangat penting dalam suatau organisasi. Suasana tempat kerja yang positif dan kondusif juga berdampak bagi berbagai bentuk organisasi.
E. LOYAL
Sikap loyal seorang ASN dapat tercermin dari konitmennya dalam melaksanakan sumpah/janji yang diucapkannya Ketika di angkat menjadi ASN sebagaiamana ketentuan perundang undangan yang berlaku. Loyal merupakan merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN BerAKHLAK yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Materi modul ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana panduan prilaku loyal yang semstinya dipahami oleh diimplementasikan oleh setiap ASN di instansi tempatnya bertugas yang terdiri dari
1. Memegang teguh idelogi Pancasila Undang-undang Dasar negara republic Indonesia tahun 1945 setia kepada NKRI serta pemerintah yang sah
2. Menjaga nama baik sesame ASN, pimpinan instansi dan negara 3. Menjaga rahasia jabatan dan negara
F. ADAPTIF
Adapun ciri-ciri penerapan budaya adaptif dalam Lembaga pemerintahan antara lain sebagai berikut:
1. Dapat mengantisifikasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan 2. Mendorong jiwa kewirausahaan
3. Memanfaatkan peluang-peluang yang berubah-ubah
Adapun merupakan kemampuan alamiah dari mahluk hidup organisasi dan individu didalamnya memiliki kebutuhan beradaptasi selayaknya mahluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kemampuan beradaptasi juga memerlukan adanya inovasi dan kreatifitas. Yang di tumbuhkembangkan dalam diri individu maupun organisasi. Didalamnya kreatifitas yang ditumbuh kembangkan. Pada level organisasi karakter adaptif diperlukan untuk memastikan keberlangsungan organisasi dalam menjakankan tugas dan fungsinya. Penerpan budaya adaptif dalam organisasi memerlukan beberapa hal seperti di antaranya tujuan organisasi.
G. KOLABORATIF
Collaborative governance mencakup kemitraan institusi pemerintah untuk pelayanan public sebuah pendekatan pengambilan keputusan, tatakelola kolaboratif, serangkaian
aktifitas Bersama dimana mitra saling menghasilkan tujuan dan strategi dan berbagi tanggungjawab dan sumber daya.
1) Enam kriteria penting untuk kolaborasi
a. Forum yang diprakasai oleh Lembaga public atau Lembaga b. Perserta dalam forum termasuk actor nonstste
c. Peserta terlihat langsung dalam pengambilan keputusan dan bukan hanya
“dikonsultasikan” oleh agenda public
d. Forum secara resmi di atur dan bertemu secara kolektif
e. Forum ini bertujun untuk membuat keputusan dengan consensus f. Dan focus kolaborasi adalah kebijakan public atau manajemen 2) Tahapan dalam melakukan assement terhadap tata Kelola kolaborasi
a. Mengidentifikasi permasalahan dan peluang b. Merencakan aksi kolaborasi
c. Mendiskusikan strategi untuk mempengaruhi
3) Organisasi yang memiliki kolaboratif cultur indikatornya sebagai berikut
a. Organisasi menganggap perubahan sebagai sesuatu yang alami dan perlu terjadi b. Organisasi menganggap individu sebagai asset berharga dan membutuhkan upaya
yang di perlukan untuk terus menghormati pekerjaan mereka
c. Organisasi membrikan perhatian yang adil bagi staf yang mau mencoba dan mengambil resiko yang wajar dalam menyelesaiaka tugas mereka
d. Pendapat yang berbeda dodorong dan didukung dalam organisasi e. Masalah dalam organisasi dibahas transparan untuk menghindari konflik f. Kolaborasi dan kerja tim antar divisi adalah didorong
g. Secara keseluruhan setiap divisi memiliki kesadaran terhadap kualitas layanan yang diberikan.
4) Aktifitas antar organisai sebagai berikut:
a. Kerjasama informal
b. Perjanjian bantuan Bersama c. Memberikan pelatihan d. Menerima pelatihan e. Perencanaan Bersama f. Menyediakan peralatan g. Menyediakan bantuan teknis h. Menerima bantuan teknis
i. Memberikan pengelolaan hibah j. Menerima pengelolaan hibah
AGENDA III A. SMART ASN
Pandemi Covid-19 telah mengantarkan dunia pada sebuah masa revolusioner dengan berpindahnya sebgian kehidupan manusia menuju dunia tanpa batas, yakni dunia digital. Kita dipaksa untuk masuk dan mengikuti segala perkembangan yang ada di dunia digital atau sering di sebut dengan istilah mendadak digital. Kondisi
“mendadak digital” ini telah mengguncang ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat abad 21. Berbagai berkah dan bencana diruang digital silih berganti menghampiri seluruh profesi tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN).
Literasi digital menjadi kemampuan yang harus dimiliki masyarakat untuk saling melindungi hak digital setiap warga negara guna mendukung percepatan tranformasi digital, dan ada 5 langkah yang harus dijlankan yaiutu:
1. Perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital
2. Persiapan betul roadmap tranformasi digital disektor-sektor strategis baik di pemerintahan, layanan public, bantuan sosial, sector Pendidikan, sector Kesehatan, perdagangan,sector industry dan penyiaran
3. Percepat integrasi pusat data nasional sebagaimana telah dibicarakan 4. Persiapkan kebutuhan SDM talenta digital
5. Persiapan terkait denagan regulasi skema-skema pendanaan dan pembiayaan tranformasi digital dilakukan secepat cepatnya
Menurut UNESCO, literasi digital adalah kemampuan untuk mengakses,mengelola, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi dan menciptakan informasi secara aman dan tepat melalui tegnologi digital untuk pekerjaan, pekerjaan yang layak dan kewirausahaan. Ini mencakup kompetensi yang secara beragam disebut sebagai literasi computer, literasi TIK,literasi informasi dan media.
Roadmap literasi digital 2021-2024 yang disusun oleh kominfo, siberkreasi, dan delotte pada tahun 2020 menjadi panduan pundamental untuk mengatasi persoalan terkait percepatan tranformasi digital dalam kontek literasi digital.
Sehingga perlu dirumuskan kurikulum literasi digital yang terbagi atas empat area kompetensi yaitu:
Kecepatan digital
Budaya digital
Etika digital
Dan keamanan digital
Hak digital adalah hak asasi manusia yang menjamin tiap warga negara untuk mengakses,menggunkan, membuat dan menyebarluaskan media digital. Hak digital meliputi hak untuk mengakses, hak untuk mengekspresi dan hak untuk merasa nyaman. Hak harus diiringi dengan tanggung jawab. Tanggung jawab digita, meliputi menjaga hak-hak atau reputasi orang lain menjaga keamanan nasional atau ketertiban masyarakat atau Kesehatan atau moral public.
B. MANAJEMEN ASN
Manajemen ASN terdiri dari menejemen PNS dan PPPK. Menejemen PNS meliputi penyususnan dan penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan,pengembangan karir, promosi, mutase, peningkatan kinerja, penggajian dan tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun, hari tua dan perlindungan.
Manajemen PPPK meliputi penetapan kebutuhan, pengadaan, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, pengembangan kompetensi, pemberian penghargaan, disiplin, pemutusan hubungna perjanjian kerja,dan perlindungan.
Pengisian jabatan tinggi utama dan madya pada kementrian kesektariatan Lembaga negara, Lembaga nonstruktural dan instansi daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif dikalangan PNS denagan manajemen ASN 68 memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan pendidika dan Latihan,rekam jejak, jabatan dan integritas serta persaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan
Pejabat pembina kepegawaian dilarang pengganti pejabat pimpinan tinggi selama 2 tahun terhitung sejak pelantikan pejabat pimpinan tinggi. Kecuali pejabat
pimpinan tinggi tersebut melanggar ketentuan peraturan perundang undangan dan tidak lagi memenuhi syarat jabatan yang ditentukan.
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi bebas dari inervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
Berdasarkan jenisnya pegawai ASN terdiri atas a) Pegawai Negeri Sipil
b) Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK)
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus pengaruh dan investasi semua golongan dan partai public untuk menjalankan kedudukan tersebut, maka
pegawai ASN maka pegawai ASN berfungsi sebagai berikut a. Melaksanakan kebijakan public
b. Pelayanan public
c. Perekat pemersatu bangsa agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
Dengan baik dan dapat meningkatkan produktivitas menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggungjawab.
Manajemen ASN pasca rekuirtmen dalam organisasi berbagai system pengelolaan pegawai harus mencerminkan prinsif merit yang sesungguhnya dimana semua prosesnya didasarkan pada prinsip-prinsip yang obyektif dan adil bagi pegawai. Jaminan system merit pada semua aspek pengelolaan pegawai akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan kinerja.
Pegawai diberikan penghargaan dan pengakuan atas kinerjanya yang tinggi a. Manajemen ASN terdiri atas manajemen PNS dan PPPK
b. Manajemen PNS meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan
c. Manajemen PPPK meliputi penetapan kebutuhan pengadaan, penilain kinerja, penggajian dan tunjangan, pengembangan kompetensi, pemberian penghargaan dan pemutusan hubungan kerja
d. Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya pada kementrian, kesekertariatan, Lembaga negara
e. Pejabat pembina kepegawaian dilarang mengganti pejabat pimpinan tinggi selama 2 tahun terhitung sejak pelantikan pejabat pimpinan tinggi, kecuali pejabat tinggi tersebut melanggar ketentuan peraturan perundang undanga yang berlaku.
f. Penggantian pimpinan pejabat tinggi utama dan madya sebelum 2 tahun dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan presiden
g. Dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pejabat pembina kepegawaian memberikan laporan proses pelaksanaanya kepada KASN. KASN melakukan pengawasan pengisian jabatan tinggi baik berdasarkan laporan yang disampaikan oleh oleh pejabat pembina
h. Pegawai ASN dapat menjadi pejabat negara pegawai ASN dari PNS yang diangkat menjadi pejabat negara diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan setatus sebagai PNS
i. Pegawai ASN berhimpun dalam wadah korps pegawai ASN republic Indonesia