• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resume P. karya ilmiah Plagiasi KEL 3

N/A
N/A
Mundiyah Wijiastuti [092]

Academic year: 2024

Membagikan "Resume P. karya ilmiah Plagiasi KEL 3"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PLAGIASI DALAM KARYA ILMIAH

Kelompok 3 :

1. Nur Farida Maulidya (19020074031) 2. Mundiyah Wijiastuti (19020074092) 3. Siti Rohayah (19020074130)

Hakikat dan Jenis Plagiasi

Plagiat Merupakan tindakan menjiplak ide, gagasan atau karya orang lain untuk diakui sebagai karya sendiri atau menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya sehingga menimbulkan asumsi yang salah atau keliru mengenai asal muasal dari suatu ide, gagasan atau karya (Soelistyo, 2011). Plagiarisme atau plagiat adalah tindakan penjiplakan atau mengambil karangan, pendapat, atau sebagian dari orang lain serta menjadikan karangan atau pendapat tersebut diakui sebagai hak miliknya (Santoso, 2015).

Dalam Permindiknas NO. 17 Tahun 2010 tentang Pencengahan dan penanggulanagan Plagiat di Perguruan Tinggi menyebutkan plagiat sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh ankah kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah. Ha ini dilakukan dengan cara mengutip sebagian atau seluruh karangan atau karya ilmiah milik orang lain tanpa menyatakan sumber dengan tepat dan diakui sebagai karya milik sendiri.

Jenis-Jenis Plagiarisme

1. Plagiasi Berdasarkan Aspek yang dicuri

a. Plagiat Kata demi Kata (Word for word Plagiarism) adalah mengutip kata demi kata tanpa menyantumkan sumbernya.

b. Plagiat atas sumber (Plagiarism of Source) adalah penggunaan pendapat orang tanpa menyebutkan sumbernya yang jelas.

c. Plagiat Kepengarangan (Plagiarism of Authorship) adalah mengakui tulisan atau karangan orang lain sebagai miliknya.

d. Plagiat Ide (Plagiarism of Ideas) adalah penggunaan ide orang lain yang dinyatakan dengan idenya sendiri.

2. Plagiasi Berdasarkan Kesengajaan

a. Plagiat sengaja adalah plagiat secara sadar melakukan tindakan menyiplak karya orang lain tanpa mencantumkan sumber.

b. Plagiat tidak sengaja adalah plagiat yang dilakukan oleh seseorang akibat dari ketidaktahuannya atau kurangnya ilmu pngetahuan terhadap mengutip

3. Plagiat Berdasarkan Proporsi yang Dibajak

a. Plagiat ringan merupakan isi karya ilmiah yang dibuat hasil jiplakannya kurang dari 30%.

b. Plagiat sedang merupakan presentasi 30% hingga 70% menjiplak karya orang lain tanpa menyantumkan sumber.

c. Plagiat total merupakan seluruh isi bagian karya ilmiah hasil dari plagiat terhadap orang lain.

4. Plagiat Berdasarkan Pola

a. Plagiat Perisal adalah tindakan plagiasi dengan cara mengambil pernyataan, landasan teori, sampel, metode analisis, pembahasan, dan kesimpulan tertentu

(2)

dari karya orang lain menjadikan karyanya tanpa menyebutkan sumber aslinya.

b. Self-plagiarisme adalah tindakan yang dilakukan oleh seorang penulis dengan cara meng-copy paste bagian-bagian tertentu dari hasil karyanya dalam suatu buku yang sudah diterbitkan tanpa menyantumkan sumber.

c. Plagiasi antar bahasa adalah plagiasi yang dilakukan oleh penulis dengan cara menerjemahkan suatu karya tulis yang berbahasa asing menjadi bahasa indonesia, kemudian penulis menjadikan hasil terjemahaan tersebut sebagai hasil karyannya.

5. Plagiat Berdasarkan Tipe Penyajian

a. Plagiat verbatim merupakan tindakan plagiasi menjiplak karya orang lain apa adanya dengan memberi kesan bahwa karya tersebut adala hasil karya ciptaannya sendiri.

b. Plagiat kain perca merupakan mengambil karya orang lain dari berbagai sumber tanpa menyebutkan rujukan selanjutnya menyusun menjadi satu kesatuan yang utuh dan diakui sebagai karyanya sendiri.

c. Plagiat parafrsa adalah tindakan plagiasi dengan mengubah kalimat dari penulis asli dengan kalimatnya sendiri dan tanpa mencantumkan referensi atau kutipan.

d. Plagiat kata kunci adalah tindakan plagiasi dengan cara mengambil sejumlah kata kunci dari penulis asli, kemudia memparafrasakan dengan kalimatnya sendiri.

e. Plagiat struktur gagasan adalah tindakan plagiasi yang mengambil struktur gagasan milik orang lain dan dituangkan kembali agar terlihat berbeda.

Sofware Antiplagiasi

Secara umum tidak ada sebuah karya ilmiah yang menghasilkan zero plagiarism (tingkat plagiasi yang nol persen) hal ini dikarenakan karya ilmiah berasal dari kutipan- kutipan yang memiliki dasar rujukan. Sehingga perlu untuk ditetapkan ambang batas toleransi persentase plagiasi sebuah karya ilmiah. Merujuk pada kesepakatan yang digunakan oleh beberapa pengelola jurnal nasional, batas toleransi persentase plagiasi maksimal 20%, walaupun ada beberapa pengelola jurnal yang menetapkan batas tolerasni agak lebih longgar seperti 25%.

1. Software premium atau software plagiasi berbayar - plagiarismchecker-X

Contoh penggunaan Software Plagiarismchecker-x

(3)

Pada saat penulis menggunakan tool atau software plagiasi, setelah dokumen diunggah pada menu output akan terlihat beberapa kalimat yang teridentifikasi plagiasi. Sehingga kalimat tersebut perlu di parafrase agar terhindar dari permasalahan plagiarism, seperti pada software plagiarismchecker-X, kalimat yang teridentifikasi plagiasi terlihat tulisan dengan latar belakang berwarna kuning.

- Turnition

(4)

- Grammarly

(5)

- Premium

1. Software gratis

https://smallseotools.com/plagiarism-checker/

1. Copyleaks 

Platform otentikasi berbasis cloud ini memungkinkan Anda melacak bagaimana konten eLearning digunakan di seluruh Internet. Copyleaks juga menawarkan aplikasi seluler beserta add-on MS Office, yang dapat Anda gunakan untuk memeriksa plagiarisme saat Anda menulis dokumen MS Word. Anda diperlukan untuk mendaftar agar dapat menggunakan fitur Copyleaks. Copyleaks akan memberikan 10 halaman pertama gratis untuk dicek.

2. Plagiarisma 

Plagiarisma mendukung pemeriksaan plagiarisme sebanyak 190 bahasa. Cara kerjanya dapat melalui URL, salin dan tempel tulisan, dan mengunggah file. Plagiarisma juga hadir di ekstensi Chrome dan Firefox.

3. PaperRater 

Selain memeriksa plagiarisme, dengan PaperRater Anda juga mendapatkan fitur pemeriksaan proofreader, tata bahasa, dan pembangunan kosakata. PaperRater dapat digunakan gratis hingga 5 halaman. Selanjutnya akan dikenakan biaya layanan premium seharga 7,95 dollar per bulan atau 95,40 per tahun.

4. Duplichecker 

Duplichecker memungkinkan Anda untuk memeriksa plagiarisme di tulisan Anda. Anda dapat menyalin tulisannya atau mengunggah file Docx atau Teks dari komputer Anda.

Jika Anda telah mendaftarkan akun, Duplichecker memungkinkan Anda melakukan 50 pemeriksaan plagiarisme dalam satu hari. Sedangkan jika tanpa menggunakan akun, Duplichecker hanya akan mengecek 1 kali per hari.

5. Quetext 

Quetext sepenuhnya gratis dan penggunaan tanpa batas. Anda tidak perlu mendaftar akun untuk bisa mencoba fitur pemeriksaan plagiarisme. Pengguna hanya cukup menyalin teks saja untuk mengecek.

Cara Menghindari Plagiasi

Plagiasi merupakan tindakan yang tidak terpuji yang terjadi karena adanya beberapa faktor pemicu. Tindakan plagiasi sama dengan mencuri karya orang lain. Salah satu faktor pemicu terjadinya plagiasi karena kurangnya pengetahuan seseorang dalam melakukan kutipan. Rasa malas juga bisa menjadi pemicu terjadinya tindakan plagiasi. Kita harus menjauhi tindakan tersebut, supaya kita bisa menghargai karya orang lain. Berikut cara untuk menghindari diri dalam melakukan plagiasi:

(6)

a. Menghargai karya orang lain

Memakai dan mengambil karya orang lain sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Menghargai dan memberikan apresiasi terhadap karya orang lain harus dimulai dari diri sendiri. Saat karya orang lain sudah dipublikasikan selayaknya kita memberikan apreasiasi. Sebuah karya lahir dari ide atau gagasan si pengarang, tanpa ada ide sebuah karya tidak akan tercipta dengan baik dan sempurna. Sebaiknya pula kita tidak meniru, menjiplak ide yang sudah diciptakan dalam suatu karya tanpa permisi. Karena tindakan tersebut sangat tidak baik dan dilarang.

b. Membuat parafrasa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata) yang lain, dengan maksud menjelaskan makna yang tersembunyi. Artinya memarafrasakan suatu karya orang lain dilakukan dengan cara penguraian tuturang yang berbeda, tanpa mengubah maksud dan tujuan dalam suatu karya.

Teknik parafrasa dapat dilakukan sebagai berikut:

 Membaca dan memahami keseluruhan isi

 Memahami makna tersurat dan tersirat dalam sumber karya

 Menentukan ide pokok pada setiap paragraph

 Mencatat ide-ide yang sudah ditemukan

 Membedakan antara fakta dan wacana

 Menulis ide-ide yang ditemukan dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami

 Mencantumkan sumber tulisan dalam daftar pustaka

c. Membuat sitasi (kutipan)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sitasi (kutipan) adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulis lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. Pengambilalihan suatu karya orang lain bisa dijadikan

(7)

sebagai gambaran untuk memperjelas sebuah tulisan. Sitasi dapat diambil dari berbagai sumber, seperti jurnal, buku, artikel, dan lain-lain.

Dalam membuat kutipan, kita harus memperhatikan beberapa poin dibawah ini:

 Mengutip kalimat yang penting

 Sebaiknya enggunakan kutipan tidak langsung

 Mempertimbangkan jenis kutipan langsung atau tidak langsung

 Penulis bertanggung jawab atas apa yang telah dikutip Jenis kutipan dibagi menjadi 2 macam, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang identik dengan daftar rujukan langsung, yang diapit oleh tanda petik dua ("). Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang ditulis menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan tidak diapit oleh tanda titik dua (").

d. Membuat interpretasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap suatu tafsiran. Untuk mencegah tindakan plagiasi dalam penulisan karya ilmiah diperlukan pendapat atas gagasan yang sudah kita tafsirkan. Untuk memperkuat gagasan yang disampaikan dalam tulisan.

e. Menggunakan Sofware anti plagiasi

Dalam penulisan karya ilmiah sangat dibutuhkan referensi- referensi dari sumber terpercaya, untuk dijadikan bahan acuan dalam penulisan. Bagian yang diperlukan biasanya ide, argumen, atau analisa dari karya orang lain. Namun, perlu diperhatikan jika mengambil ide, argumen atau analisa karya orang lain. Kita harus memperhatikan aturannya, dengan cara menyantumkan sumber" pustaka yang dikutip, tujuannya untuk menghindari plagiasi dan bertanggung jawab dengan apa yang kita tulis.

f. Menyertakan Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah hal yang penting ketika menulis suatu karya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daftar pustaka

(8)

merupakan daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan dibagian akhir suatu karangan atau buku, kemudian disusun berdasarkan abjad.

Daftar Rujukan :

Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional. 2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Jakarta : Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Pendidkan Nasional.

LP3M, Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat. 2017.

“Buku Pedoman Penanganan Plagiasi.” Buku Pedoman Penanganan Plagiasi 1–2.

Penelitian, Lembaga. 2017. “Tutorial Cek Plagiasi Dengan Turnitin.”

Putri, Cindy Fitria, Indri Putri Kunanti, Nabila Zahra Aghnia G, and Raden Rafly Yogaswara N. 2019. “Plagiarisme Dan Cara Menghindarinya.” (October):1–23.

Riadi, Muchilsin. (2019). Pengertian, jenis, dan plagiarisme [internet]. [Diakses Pada: 30 September 2020] Tersedia Pada:

https://www.kajianpustaka.com/2019/02/Plagi arisme.html

Santoso, Hari. 2015. “Pencegahan Dan Penaggulangan Plagiarisme Dalam Penulisan Karya Ilmiah Di Lingkungan Perpustakaan Perguruan Tinggi.” Univesitas Negeri Malang (1):1–23.

Soelistyo, Henry. 2011. Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta dan Etika. Yogyakarta:

Kanisius.

Wibowo, Adik. 2011. “Mencegah Dan Menanggulangi Plagiarisme Di Dunia Pendidikan.”

195–200.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dikemudian hari terbukti bahwa karya ilmiah ini bukan karya saya sendiri atau plagiat hasil karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai

Nama : ... Karya Ilmiah ... Adalah benar karya saya sendiri atau bukan plagiat hasil karya orang lain dan saya ajukan sebagai bahan penilaian penetapan angka kredit dan

3) Penyajian versi kita dari ide orang lain yang diperoleh dari suatu sumber yang kita sendiri tidak memilikinya. Artinya, berpura-pura memiliki kepustakaan yang kita gunakan dapat

Kendala menghasilkan karya tulis ilmiah banyak dihadapi guru karena sejak awal guru kurang melakukan pembiasaan untuk menuangkan ide atau gagasan mereka dalam

Karya berisi gagasan atau ide kreatif dan inovatif yang menawarkan solusi atau mengantisipasi suatu permasalahan yang telah, sedang atau diduga berkembang di masyarakat

• KARYA ILMIAH MERUPAKAN KARYA TULIS DISUSUN BERDASARKAN KARANGAN, PERNYATAAN, ATAU GAGASAN ORANG LAIN YANG MENYAJIKAN DATA DAN FAKTA HASIL PENELITIAN ATAU PENGKAJIAN..

Menyatakan bahwa Karya Tulis yang berjudul : “Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia Defisiensi Besi di SMK PGRI 3 Kota Madiun” ini adalah bukan Karya

Apabila di kemudian hari terbukti bahwa karya ilmiah ini bukan karya saya sendiri atau plagiat hasil karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan