PENDAHULUAN
Latar Belakang
3 Didi Supardi, dkk, Konsep Pendidikan Akhlak Imam Al-Ghazali dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, Jurnal Al Tarbawi Al Haditsah Vol 1 No 2 Issn 2407-6805, Februari 2015. Pendidikan akhlak di MTs Pancasila adalah berorientasi pada pengenalan prinsip-prinsip moral, butuh waktu lama untuk menjadi tradisi.
Identifikasi masalah
Batasan masalah
Rumusan masalah
Tujuan penelitian
Manfaat penelitian
Bagi sekolah, hasil penelitian yang dilakukan dapat dijadikan informasi untuk mengatasi masalah pendidikan akhlak di sekolah melalui peran kiai sebagai pendidik. Bagi peneliti diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan pembelajaran dan wawasan dalam menyikapi masalah pendidikan akhlak dan memberikan referensi bagi peneliti yang mempelajari masalah yang sama.
LANDASAN TEORI
Kajian Teori
- Revitalisasi pendidikan moral
- Peran kiai sebagai pendidik
- Pendidik
Daryono menegaskan bahwa: “Pendidikan moral adalah usaha sadar untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik agar anak dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut.”17. Pendidikan moral dan nilai-nilai agama termasuk dalam ruang lingkup pendidikan agama Islam. Berikut ini akan dijelaskan tentang pentingnya pendidikan agama Islam.
Kajian Terdahulu
Penelitian ini sebelumnya berfokus pada strategi untuk meningkatkan moral santri, sedangkan pada tesis ini peneliti lebih memfokuskan pada peran kiai dalam merevitalisasi pendidikan akhlak bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 37 Dahlia El Hiyaroh, Strategi Pembinaan Akhlak di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Banjararum, Kecamatan Regel, Kabupaten Tuban," Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2018 h.
Karena pendidikan akhlak merupakan jiwa dari pendidikan Islam itu sendiri, sedangkan skripsi peneliti berisi peran kiai dalam merevitalisasi pembinaan pendidikan akhlak di Pesantren Pancasila MTs Kota Bengkulu. Keduanya menggunakan jenis penelitian penelitian lapangan (field research), sama-sama membahas tentang peran pendidik/kyai dalam mendorong, membimbing dan mengimplementasikan pembiasaan nilai-nilai pendidikan moral bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. 39.
Kerangka Berpikir
Peran pendidik dalam pembentukan nilai moral pada anak di kelompok bermain di kalangan Putro Ngempalak Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah bagaimana peran pendidik dalam pembentukan akhlak anak di Kelompok Among Putro meliputi peran pendidik sebagai pengarah, pendidik sebagai pembimbing dan pendidik sebagai pemantau. Dimulai dari survey lokasi yang akan dijadikan sarana penelitian di MTs Pancasila Kota Bengkulu, setelah mendapat izin kemudian dilakukan penelitian.
Jika data tersebut diperoleh, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pentingnya pembinaan akhlak bagi siswa di MTs Pancasila Kota Bengkulu.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Ahmad Doroini, “Bagaimana metode dan peran yang dilakukan Kiai sebagai pendidik dalam memajukan pendidikan akhlak santri di Mts Pancasila Kota Bengkulu”, Wawancara, (Tatap Muka), Pra Penelitian, 13 Januari 2021. 60 K.H.Ahmad Doroini, “Dampak Revitalisasi Pembinaan Moral, Sikap dan Perilaku Siswa di MTs Pancasila Kota Bengkulu”, wawancara, (tatap muka), studi pendahuluan, 13 Januari 2021. 61K.H.Ahmad Doroini, “Dampak Revitalisasi “Pembinaan moral, sikap dan perilaku siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu”, wawancara, (tatap muka), studi pendahuluan, 13 Januari 2021.
Dampak yang terjadi berupa peningkatan pendidikan akhlak santri melalui peran kiai di Pesantren Pancasila Kota Bengkulu (Studi Kasus MTs Pancasila Kota Bengkulu) memberikan nilai positif. Hal ini dapat dilihat dari perilaku yang digunakan siswa dalam kegiatan sehari-hari. Sebagian besar sikap dan perilaku siswa melaksanakan semua peraturan yang terdapat di sekolah.
Menurut Bapak, Kiai dan guru menjadi panutan agama bagi siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu. Tanggung Jawab Siswa tidak menghindari kewajiban dan juga siswa melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ada di MTs Pancasila Kota Bengkulu. 05 Kesopanan Santri mentaati tata tertib, norma dan tata tertib yang telah ditetapkan di pondok pesantren khususnya di MTs Pancasila Kota Bengkulu.
Seting Penelitian
Subyek dan Informan Penelitian
- data primer
Adapun sumber data utama dalam penelitian ini adalah: kyai dan santri MTs Pesantren Pancasila Kota Bengkulu. Penggunaan purposive sampling dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan membangun rasa percaya diri pada siswa di MTs Pancasila Kota Bengkulu. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah: guru dan siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu, dokumen resmi sekolah, tulisan, rekaman, gambar atau foto yang berkaitan dengan penelitian D.
Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah: guru dan siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu, dokumen resmi milik sekolah, tulisan, rekaman, gambar atau foto yang berkaitan dengan penelitian. Wawancara (interview) adalah teknik penelitian yang dilakukan dengan cara berdialog baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui saluran media tertentu antara pewawancara dengan terwawancara sebagai sumber data.
Teknis Keabsahan Data
- Tringulasi sumber
- Kecukupan resensi
- Menghadiri penelitian
Bandingkan dengan apa yang dikatakan orang, dengan situasi penelitian dengan apa yang diperkaya sepanjang waktu. Teknik triangulasi ini berguna untuk menemukan hasil yang diharapkan penulis dengan cara mengecek data awal dengan hasil wawancara yang diperoleh penulis. Dalam hal ini, relevansi kajian penelitian yang dimaksud adalah kelengkapan penelaah atau instrumen pendukung yang digunakan dalam penelitian, seperti catatan lapangan yang dikumpulkan, untuk menentukan masih ada atau tidaknya keraguan antara data atau informasi dengan kesimpulan. dari hasil penelitian. .
Memperoleh data yang terjamin validitasnya merupakan salah satu cara yang peneliti gunakan untuk meningkatkan kehadiran peneliti. Menurut Patton, triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa kembali tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh melalui waktu dan instrumen yang berbeda dalam penelitian kualitatif.
Teknis Analisis Data
- Reduksi data
- Penyajian data
- Penarikkan kesimpulan
Oleh karena itu, keteladanan kiai dalam proses pembentukan pembinaan akhlak santri sangat besar pengaruhnya. 58Aisyah Nurul Jannah, “Apakah menurut anda kiai dan guru teladan akhlak religius bagi siswa di MTs Pancasila Kota Bengkulu ini”, wawancara, (tatap muka), penelitian pendahuluan, 13 Januari 2021. 59 Muhammad Mentoni, “Menurut Kakak-kakak Kiai dan guru menjadi teladan dalam karakter religius bagi siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu ini”, wawancara, (tatap muka), penelitian pendahuluan, 13 Januari 2021.
63 Emi Liyanti M.Pd. (Wawancara, 13 Januari 2021) Menggiatkan kembali pemajuan pendidikan moral dan vanisme bagi siswa di Mts Pancasila Kota Bengkulu. . berjabat tangan sebagai kebiasaan untuk saling menyapa, berjabat tangan saat bertemu sesama siswa. Bagaimana peran Kyai sebagai pendidik, pembina dan orang tua kedua bagi santri dalam mendongkrak semangat santri. Apa yang Anda rasakan tentang Revival of Moral Development yang dilakukan atau diajarkan oleh Kiai kepada santri?
Pencantuman pendidikan akhlak melalui budaya agama itu diberikan kepada santri oleh Kiai dan sekolah.
PEMBAHASAN
Deskripsi Data
- Profil pesantren
- Sejarah pesantren
- Visi dan misi lembaga
- Struktur lembaga
Hasil Penelitian
- Revitalisasi pendidikan moral melalui peran kiai
- Peran kiai sebagai pendidik dalam pembinaan moral
- Dampak revitalisasi pendidikan moral, sikap dan
Dat is de Sakalima-moskee die toebehoort aan de Yayasan Pesantren Pancasila, langsung di MTs Pancasila Kota Bengkulu. 50 Aisyah Nurul Fijannah, “Apa yang Anda Rasakan Dengan Revitalisasi Bimbingan Akhlak yang Kiai Laksanakan atau Ajarkan kepada Santri”, wawancara, (tatap muka), vooronderzoek, 13 januari 2021. Doroini, “Revitalisasi Bentuk-bentuk Binaan Pendidikan Akhlak Melalui Peran Kiai sebagai Pendidik di MTs Pancasila Kota Bengkulu Studi Kasus MTs Pancasila Kota Bengkulu”, wawancara, (persoonlijk), vooronderzoek, 13 januari 2021.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, peran kiai dalam pembinaan akhlak siswa MTs Pancasila Kota Bengkulu diketahui menjadi bagian yang sangat penting karena hal ini akan menjadi penilaian yang menentukan kualitasnya. sekolah dan pondok pesantren. Pendekatan kiai, guru dan pengasuh di sekolah dan asrama menjadi contoh bagi santri dalam bersikap. Ahmad Doroini, “Bagaimana peran Kiai sebagai pendidik, pembina dan orang tua kedua bagi santri dalam meningkatkan moral santri,” wawancara, (tatap muka), riset pendahuluan, 13 Januari 2021.
55 K.H.Ahmad Doroini, “Bentuk-Bentuk Pembinaan Pendidikan Akhlak Melalui Peran Kiai Sebagai Pendidik di Mts Pancasila Kota Bengkulu” Wawancara, (Tatap Muka), Pra Penelitian, 13 Januari 2021. Selama proses pembelajaran, para santri menyimak kepada penjelasan saya tentang bagaimana kahlak dan nilai moral dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan Penelitian
- Bentuk revitalisasi pendidikan moral melalui binaan
- Peran kiai dalam pembinaan moral peserta didik di MTs
- Dampak bentuk binaan pendidikan moral terhadap
Meskipun ada sebagian siswa yang masih berperilaku tidak mencerminkan akhlak yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan hukuman khusus bagi siswa yang sering melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Selama proses pembelajaran, santri mendengarkan apa yang dikatakan kiai dan membawa nilai-nilai moral ke dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hal ini tentunya tidak lepas dari peran kiai sebagai seseorang yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan akhlak santri di pondok pesantren. Selain mendorong moral siswa, kiai dan guru di MTs Pancasila juga menjadi panutan, teladan dan memperlakukan siswanya dengan baik.
PENUTUP
Kesimpulan
MTs Pancasila Kota Bengkulu sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam memajukan karakter dan moral bangsa dan negara. Bentuk revitalisasi pendidikan akhlak melalui pembinaan akhlak di MTs Pancasila antara lain: a). revitalisasi pendidikan akhlak melalui pembinaan akhlak peserta didik dengan metode pengajaran agama yang memuat materi tentang akhlak. B). menggunakan metode pembiasaan perilaku yang mengandung nilai moral, karena siswa melakukan sendiri kegiatan tersebut tanpa ada paksaan.
Saran
Sikap dan perilaku siswa MTs Pancasila cukup baik dan sebagian besar latar belakang siswa tersebut berasal dari keluarga yang alhamdulillah berkarakter baik. Misalnya ketika saya mengajar, saya harus membaca doa sebelum memulai pelajaran dan saya biasakan agar siswa terbiasa. Ya, selama proses pembelajaran, para siswa mendengarkan penjelasan saya tentang bagaimana menanamkan nilai-nilai moral dan pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai siswa MTs Ancasila di Bengkulu, saya senang dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk menimba ilmu agama di sekolah ini. Dengan metode ini, santri lebih memahami apa yang dikomunikasikan kiai/ustadz saat memberikan penjelasan.