• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Bab 10-13 Akuntansi Keuangan Menengah 2

N/A
N/A
whoo summerr

Academic year: 2025

Membagikan " Ringkasan Bab 10-13 Akuntansi Keuangan Menengah 2"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN CHAPTER 10, 11, 12, 13 AKUNTANSI RINGKASAN CHAPTER 10, 11, 12, 13 AKUNTANSI

KEUANGAN MENENGAH 2 KEUANGAN MENENGAH 2

Dosen Pengampu : Dosen Pengampu : Dr Endang Mardiati, Ak.

Dr Endang Mardiati, Ak.

Disusun Oleh : Disusun Oleh :

Ahmad Huzein Bahtiar Ahmad Huzein Bahtiar

165020301111045 165020301111045

PROGRAM STUDI AKUNTANSI PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG MALANG

2017

2017

(2)

Chapter 10 Chapter 10

Acquisition and Disposition of Property, Plant, and Equipment Acquisition and Disposition of Property, Plant, and Equipment

Property, plant, and equipment didefinisikan sebagai aset berwujud yang dimiliki untuk Property, plant, and equipment didefinisikan sebagai aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk sewa kepada orang lain, digunakan dalam produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk sewa kepada orang lain, atau untuk tujuan administrasi. PPE (Property, Plant, and Equipment) itu meliputi tanah, atau untuk tujuan administrasi. PPE (Property, Plant, and Equipment) itu meliputi tanah, struktur bangunan (kantor, pabrik, gudang), dan peralatan (mesin, furniture, peralatan).

struktur bangunan (kantor, pabrik, gudang), dan peralatan (mesin, furniture, peralatan).

Karakteristik utama dari property, plant, and equipment adalah sebagai ber Karakteristik utama dari property, plant, and equipment adalah sebagai berikut :ikut :

1.

1.   Mereka diperoleh untuk penggunaan dalam operasi Mereka diperoleh untuk penggunaan dalam operasi dan tidak untuk dijual kembali.dan tidak untuk dijual kembali.

2.

2.   Mereka secara alami bersifat jangka panjang dan biasanya di susutkan.Mereka secara alami bersifat jangka panjang dan biasanya di susutkan.

3.

3.   Mereka memiliki substansi fisikMereka memiliki substansi fisik

AKUISISI DARI PROPERTY, PLANT AND

AKUISISI DARI PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENTEQUIPMENT

Kebanyakan perusahaan menggunakan nilai historis sebagai basis untuk perhitungan PPE Kebanyakan perusahaan menggunakan nilai historis sebagai basis untuk perhitungan PPE (Property, Plant, and Equipment). Nilai historis mengukur kas atau nilai setara kas dari harga (Property, Plant, and Equipment). Nilai historis mengukur kas atau nilai setara kas dari harga  perolehan

 perolehan aset aset tersebut tersebut dan dan membawanya membawanya ke ke lokasi lokasi dan dan kondisi kondisi yang yang diperlukan diperlukan untukuntuk digunakan.

digunakan.

Cost of Land (Biaya Tanah) Cost of Land (Biaya Tanah)

Cost of land adalah semua pengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh tanah dan siap Cost of land adalah semua pengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh tanah dan siap untuk di gunakan dianggap sebagai bagian dari bi

untuk di gunakan dianggap sebagai bagian dari biaya tanah. Biaya tanah biasanaya tanah. Biaya tanah biasanya mencangkupya mencangkup   1.

1.   Harga pembelianHarga pembelian 2.

2.   Penutupan biaya, sepertu hak atas tanah, biaya pengacara, dan pencatatan biayaPenutupan biaya, sepertu hak atas tanah, biaya pengacara, dan pencatatan biaya 3.

3.   Biaya yang timbul dalam mendapatkan lahan yang akan digunakan, seperti biayaBiaya yang timbul dalam mendapatkan lahan yang akan digunakan, seperti biaya untuk membuka lahan.

untuk membuka lahan.

4.

4.   Asumsi dar setiap hak gadai, hipotek, atau sitaan pada propertiAsumsi dar setiap hak gadai, hipotek, atau sitaan pada properti 5.

5.   Setiap prasarana tambahan yang memiliki kehidupan yang tidak terbatasSetiap prasarana tambahan yang memiliki kehidupan yang tidak terbatas (permanen)

(permanen)

Pembokaran bangunan lama juga masuk biaya tanah karena aktivitas ini diperlukan untuk Pembokaran bangunan lama juga masuk biaya tanah karena aktivitas ini diperlukan untuk mendapatkan tanah dalam kondisi siap di gunakan. Hasil puing-puing dari pembongkaran mendapatkan tanah dalam kondisi siap di gunakan. Hasil puing-puing dari pembongkaran  bangunan yang

 bangunan yang bisa dijual dapat mengurangi biaya tanah.bisa dijual dapat mengurangi biaya tanah.

(3)

   Pengembangan Pengembangan dengan dengan masa masa guna guna terbatas, terbatas, misalnya misalnya jalur jalur mobil mobil pribadi, pribadi, trotoar, trotoar, pagar, pagar, dandan area parkir, dicatat sebagai

area parkir, dicatat sebagai Land Improvment.Land Improvment.

Jika tanah untuk dijual oleh perusahaan maka masuk ke inventory bukan aset tetap.

Jika tanah untuk dijual oleh perusahaan maka masuk ke inventory bukan aset tetap.

Cost of Building (Biaya Gedung) Cost of Building (Biaya Gedung)

Semua belanjaan terkait langsung pada pemeroleh atau konstruksi untuk membangun Semua belanjaan terkait langsung pada pemeroleh atau konstruksi untuk membangun sebuah bangunan termasuk dalam biaya

sebuah bangunan termasuk dalam biaya gedung. Biaya gedung mencangkupgedung. Biaya gedung mencangkup 1.

1.   Material, Tenaga kerja, dan Biaya Overhead yang terjadi selMaterial, Tenaga kerja, dan Biaya Overhead yang terjadi selama pembangunanama pembangunan 2.

2.   Professional fees dan izin mendirikan bangunanProfessional fees dan izin mendirikan bangunan  biaya

 biaya yang syang secara ecara tidak tidak langsung dapat langsung dapat diantribusikan diantribusikan untuk untuk memperoleh memperoleh gedung gedung yang siayang siapp untuk di gunakan sesuai tujuan tidak boleh dianggap sebagai biaya gedung. Contohnya biaya untuk di gunakan sesuai tujuan tidak boleh dianggap sebagai biaya gedung. Contohnya biaya  promosi yang berkaitan dengan

 promosi yang berkaitan dengan pembukaan gedung.pembukaan gedung.

Cost of Equipment (Biaya

Cost of Equipment (Biaya PerlengkapanPerlengkapan))

Yang termasuk peralatan adalah peralatan kantor, mesin, peralatan pabrik dan aktiva tetap.

Yang termasuk peralatan adalah peralatan kantor, mesin, peralatan pabrik dan aktiva tetap.

Biaya perlengkapan meliputi Biaya perlengkapan meliputi  

1.

1.   Harga pembelianHarga pembelian 2.

2.   Pengiriman dan penanganan yang terjadiPengiriman dan penanganan yang terjadi 3.

3.   Asuransi pada peralatan yang sedang dalam pengiriman atau transitAsuransi pada peralatan yang sedang dalam pengiriman atau transit 4.

4.   Biaya khusus jika di perlukanBiaya khusus jika di perlukan 5.

5.   Perakitan dan biaya instalasiPerakitan dan biaya instalasi 6.

6.   Biaya pelaksanaan uji cobaBiaya pelaksanaan uji coba Self-Constru

Self-Constructed Assets (Aktiva yang cted Assets (Aktiva yang dibangun sediri)dibangun sediri)

Self-Contructed Assets adalah membangun aset mereka sendiri. Maka harga perolehan aset Self-Contructed Assets adalah membangun aset mereka sendiri. Maka harga perolehan aset tetap diakui sebesar seluruh pengeluaran atas pembangunan aset tersebut. Tanpa harga tetap diakui sebesar seluruh pengeluaran atas pembangunan aset tersebut. Tanpa harga  pembelian atau harga

 pembelian atau harga kontrak, perusahaan kontrak, perusahaan harus mengalokasikan harus mengalokasikan biaya dan pengbiaya dan pengeluaran untukeluaran untuk sampai pada biaya asset yang telah dibangun sendiri. Bahan baku dan tenaga kerja langsung sampai pada biaya asset yang telah dibangun sendiri. Bahan baku dan tenaga kerja langsung digunakan dalam konstruksi tidak menimbulkan masalah. Tetapi, biaya tidak langsung digunakan dalam konstruksi tidak menimbulkan masalah. Tetapi, biaya tidak langsung  perusahaan dapat menciptakan masalah. Biaya tidak langsung yang biasa disebut pengeluaran  perusahaan dapat menciptakan masalah. Biaya tidak langsung yang biasa disebut pengeluaran

tambahan atau beban.

tambahan atau beban.

(4)

Ada 2 cara menangani pengeluaran tambahan, yaitu : Ada 2 cara menangani pengeluaran tambahan, yaitu :

1.

1.   Menetapkan pengeluaran tambahan tidak tetap ke biaya konstruksi asaetMenetapkan pengeluaran tambahan tidak tetap ke biaya konstruksi asaet 2.

2.   Menetapkan bagian semua pengeluaran tambahan ke proses konstruksiMenetapkan bagian semua pengeluaran tambahan ke proses konstruksi Interest Cost During Constuctuin (Biaya Bunga Selama Konstruksi)

Interest Cost During Constuctuin (Biaya Bunga Selama Konstruksi)

Tiga pendakatan untuk menghitung bunga uang terjadi dalam pembiayaan pembangunan Tiga pendakatan untuk menghitung bunga uang terjadi dalam pembiayaan pembangunan aktiva, dan peralatan :

aktiva, dan peralatan : 1.

1.   Tidak mengkapitalisasi beban bunga selama periode konstruksi.Tidak mengkapitalisasi beban bunga selama periode konstruksi.

2.

2.   Membebankan semua biaya dana yang digunakan, baik yang dapat diidentifikasikanMembebankan semua biaya dana yang digunakan, baik yang dapat diidentifikasikan maupun yang tidak ke konstruksi.

maupun yang tidak ke konstruksi.

3.

3.   Hanya mengkapitalisasi biaya bunga actual yang terjadi selama konstruksiHanya mengkapitalisasi biaya bunga actual yang terjadi selama konstruksi Untuk mengimplementasikan pendekatan ini, harus mempertimbangkan 3 hal, yaitu : Untuk mengimplementasikan pendekatan ini, harus mempertimbangkan 3 hal, yaitu :

a.

a.   Qualifying Assets (Kualifikasi Aset)Qualifying Assets (Kualifikasi Aset)

Untuk melakukan kapitalisasi bunga, aset harus memenuhi suatu periode waktu Untuk melakukan kapitalisasi bunga, aset harus memenuhi suatu periode waktu yang cukup panjang agar siap untuk digunakan atau dijual. Perusahaan yang cukup panjang agar siap untuk digunakan atau dijual. Perusahaan mengkapitalisasi biaya bunga dimulai sejak pengeluaran pertama yang berkaitan mengkapitalisasi biaya bunga dimulai sejak pengeluaran pertama yang berkaitan dengan aset tersebut. Kapitalisasi terus dilakukan perusahaan sampai aset tersebut siap dengan aset tersebut. Kapitalisasi terus dilakukan perusahaan sampai aset tersebut siap untuk digunakan.

untuk digunakan.

 b.

 b.   Capitalization Period (Periode Kapitalisasi)Capitalization Period (Periode Kapitalisasi)

Capitalization period adalah periode waktu dimana perusahaan harus Capitalization period adalah periode waktu dimana perusahaan harus mengkapitalisasi bunga. Ini dimulai dengan adan

mengkapitalisasi bunga. Ini dimulai dengan adanya tiga kondisi:ya tiga kondisi:

1)

1)   Pengeluaran untuk aset sedang terjadi.Pengeluaran untuk aset sedang terjadi.

2)

2)   Aktivitas yang dibutuhkan untuk menyiapkan aset untuk tujuan penggunaanAktivitas yang dibutuhkan untuk menyiapkan aset untuk tujuan penggunaan atau penjualan sedang berlangsung.

atau penjualan sedang berlangsung.

3)

3)   Interest cost sedang terjadi. Kapitalisasi bunga terus terjadi selama tiga kondisiInterest cost sedang terjadi. Kapitalisasi bunga terus terjadi selama tiga kondisi ini ada. Periode kapitalisasi berakhir ketika aset telah selesai dan siap untuk ini ada. Periode kapitalisasi berakhir ketika aset telah selesai dan siap untuk digunakan

digunakan c.

c.   Amount to Capitalize (Jumlah yang akan dikapitalisasi)Amount to Capitalize (Jumlah yang akan dikapitalisasi)

Jumlah bunga untuk dikapitalisasi terbatas pada nilai terendah antara interest cost Jumlah bunga untuk dikapitalisasi terbatas pada nilai terendah antara interest cost yang terjadi selama periode atau avoidable interest. Avoidable interest adalah jumlah yang terjadi selama periode atau avoidable interest. Avoidable interest adalah jumlah  biaya bung

 biaya bunga selama periode a selama periode sebuah perusahaan sebuah perusahaan secara teoritis bisa menghsecara teoritis bisa menghindari jika ituindari jika itu tidak membuat pengeluaran untuk aset tersebut.

tidak membuat pengeluaran untuk aset tersebut.

(5)

Isu-isu khusus yang berkaitan dengan kapitalisasi bunga yaitu : Isu-isu khusus yang berkaitan dengan kapitalisasi bunga yaitu :

1.

1.   Pengeluaran/belanja TanahPengeluaran/belanja Tanah –  –  Pembelian tanah untuk dikonstruksi menjadi bangunan Pembelian tanah untuk dikonstruksi menjadi bangunan maka masuk dalam plant cost. Tapi bila pengembangan tanah nantinya akan dijual atau maka masuk dalam plant cost. Tapi bila pengembangan tanah nantinya akan dijual atau digunakan maka interest cost pada biaya pengembangan tanah. Interest cost tidak digunakan maka interest cost pada biaya pengembangan tanah. Interest cost tidak dimasukkan dalam pembelian tanah yang digunakan untuk langsung dijual karena dimasukkan dalam pembelian tanah yang digunakan untuk langsung dijual karena sudah siap digunakan.

sudah siap digunakan.

2.

2.   Pendapatan bungaPendapatan bunga –  –   Interest revenue yang didapat dari sekuritas yang diterbitkan  Interest revenue yang didapat dari sekuritas yang diterbitkan  perusahaan dapat di-offset dengan interest cost saat konstruksi.

 perusahaan dapat di-offset dengan interest cost saat konstruksi.

PENILAIAN DARI PROPERTY, PLANT, AND

PENILAIAN DARI PROPERTY, PLANT, AND EQUIPMENTEQUIPMENT

Perusahaan harus mencatat PPE (Property, Plant, Equipment) pada harga pasar saat aset di Perusahaan harus mencatat PPE (Property, Plant, Equipment) pada harga pasar saat aset di serahkan atau diterima,

serahkan atau diterima,

Ada beberapa permasalahan dalam penilaian PPE (Property, Plant, Equipment) Ada beberapa permasalahan dalam penilaian PPE (Property, Plant, Equipment)

1.

1.  

Cash Discount Cash Discount

Ada 2 sudut pandang terhadap permasalahan diskon ini, yang pertama menganggap Ada 2 sudut pandang terhadap permasalahan diskon ini, yang pertama menganggap diskon (walaupun diskon tersebut di ambil atau tidak) sebagai pengurangan harga diskon (walaupun diskon tersebut di ambil atau tidak) sebagai pengurangan harga  pembelian

 pembelian aset. aset. Yang Yang kedua kedua jika jika diskon diskon tidak tidak di di ambil ambil tidak tidak selalu selalu di di anggap anggap sebagaisebagai kerugian.

kerugian.

2.

2.   Deferred-Payment ContractsDeferred-Payment Contracts

Perusahaan sering membayar aset bangunan pada perjanjian kredit jangka panjang Perusahaan sering membayar aset bangunan pada perjanjian kredit jangka panjang dengan menggunakan surat hutang (notes), hipotek, obligasi, atau obligasi peralatan, maka dengan menggunakan surat hutang (notes), hipotek, obligasi, atau obligasi peralatan, maka  perusahaan

 perusahaan menghitung menghitung aset aset yang dibayang dibayar yar dengan dengan perjanjian perjanjian kredit kredit jangka jangka panjang panjang padapada  present value dengan nilai tukar yang

 present value dengan nilai tukar yang sesuai.sesuai.

3.

3.   Lump-Sum PurchasesLump-Sum Purchases

Pembelian asset dengan harga borongan, maka perusahaan harus mengalokasikan total Pembelian asset dengan harga borongan, maka perusahaan harus mengalokasikan total  biaya dengan

 biaya dengan perbandingan masing-masing perbandingan masing-masing fair value dibagi fair value dibagi total dari fair value total dari fair value aset dikaliaset dikali harga semua aset yang dibeli.

harga semua aset yang dibeli.

(6)

4.

4.   Issuance of SharesIssuance of Shares

Pembelian asset dengan menerbitkan sekuritas, seperti saham, dicatat sebesar harga Pembelian asset dengan menerbitkan sekuritas, seperti saham, dicatat sebesar harga  pasar

 pasar dari dari saham saham tersebut. tersebut. Jika Jika tidak tidak diketahui, diketahui, maka maka menggunakan fair menggunakan fair value value dari dari assetasset tersebut.

tersebut.

5.

5.   Exchanges of Non-Monetary AssetsExchanges of Non-Monetary Assets

Perusahaan mencatat pertukaran aktiva berdasarkan nilai wajar aktiva yang diterima Perusahaan mencatat pertukaran aktiva berdasarkan nilai wajar aktiva yang diterima atau diberikan. Sehingga, perusahaan sebaiknya mengakui laba atau rugi secara langsung atau diberikan. Sehingga, perusahaan sebaiknya mengakui laba atau rugi secara langsung dari pertukaran aktiva tersebut. Karena perusahaan menggunakan commercial substance dari pertukaran aktiva tersebut. Karena perusahaan menggunakan commercial substance maka gains dan losses harus di akui.

maka gains dan losses harus di akui.

Pengertian commercial Substance Pengertian commercial Substance

 Nilai

 Nilai wajar wajar adalah adalah dasar dasar untuk untuk mengukur mengukur aktiva aktiva yang yang diakuisisi diakuisisi pada pada pertukaranpertukaran non-moneter jika transaksi mempunyai subtansi komersial. Pertukaran memberikan non-moneter jika transaksi mempunyai subtansi komersial. Pertukaran memberikan commercial substance apabila dapat mempengaruhi cash flow di masa depan sebagai commercial substance apabila dapat mempengaruhi cash flow di masa depan sebagai efek dari transaksi ter

efek dari transaksi tersebut. Dengan kata lain, apabila dua pihak mengalami perubahansebut. Dengan kata lain, apabila dua pihak mengalami perubahan keadaan ekonomi, maka transaksi tersebut memberikan commercial substance.

keadaan ekonomi, maka transaksi tersebut memberikan commercial substance.

Exhanges

Exhanges –  –  Loss Situation Loss Situation

Ketika perusahaan menukarkan aset non-moneter dan menghasilkan kerugian, Ketika perusahaan menukarkan aset non-moneter dan menghasilkan kerugian,  perusahaan mengakui

 perusahaan mengakui kerugian dengan kerugian dengan segera. segera. Alasan Alasan karena karena perusahaan perusahaan seharusnyaseharusnya tidak menilai aset pada harga yang melebihi ekuivalen kasnya, jika kerugian tidak menilai aset pada harga yang melebihi ekuivalen kasnya, jika kerugian ditangguhkan maka aset akan overstated. Oleh karena itu, perusahaan mengakui ditangguhkan maka aset akan overstated. Oleh karena itu, perusahaan mengakui kerugian dengan segera apakah pertukaran itu memiliki substansi komersial atau ti kerugian dengan segera apakah pertukaran itu memiliki substansi komersial atau tidak.dak.

Exchanges

Exchanges –  –  Gain Situation Gain Situation

Jika memiliki commercial substance perusahaan biasanya mencatat harga aset non Jika memiliki commercial substance perusahaan biasanya mencatat harga aset non moneter untuk ditukarkan dengan aset non moneter lainnya pada nilai wajar aset yang moneter untuk ditukarkan dengan aset non moneter lainnya pada nilai wajar aset yang dilepas. Dan segera mengakui keuntungan. Perusahaan seharusn

dilepas. Dan segera mengakui keuntungan. Perusahaan seharusnya menggunakan nilaiya menggunakan nilai wajar aset yang diterima hanya jika lebih jelas dan terbukti dari pada nilai wajar aset wajar aset yang diterima hanya jika lebih jelas dan terbukti dari pada nilai wajar aset yang dilepas

yang dilepas

Jika tidak memiliki commercial substance yang cukup , perusahaan mencatat gain Jika tidak memiliki commercial substance yang cukup , perusahaan mencatat gain yang direfleksikan dari basis semi-truck saat terjadinya penjualan tersebut bukan saat yang direfleksikan dari basis semi-truck saat terjadinya penjualan tersebut bukan saat terjadinya pertukaran

terjadinya pertukaran

(7)

   Kesimpulan tentang Kesimpulan tentang pengakuan pengakuan gain or gain or less terkait less terkait pertukaran pertukaran asset yangasset yang dikategorikan non-monetary assets :

dikategorikan non-monetary assets : 1.

1.   Hitung total gain or losses dari asset tersebut, selisih dari gain value dan book valueHitung total gain or losses dari asset tersebut, selisih dari gain value dan book value 2.

2.   Jika pada tahap 1 terjadi loss maka akui seluruh loss tersebutJika pada tahap 1 terjadi loss maka akui seluruh loss tersebut 3.

3.   Jika pada tahap 1 terjadi gain maka,Jika pada tahap 1 terjadi gain maka, a.

a.   Akui gain jika pertukaran tersebut memiliki cukup commersial substanceAkui gain jika pertukaran tersebut memiliki cukup commersial substance  b.

 b.   Tidak ada pengakuan Gain jika pertukaran tersebut tidak memilikiTidak ada pengakuan Gain jika pertukaran tersebut tidak memiliki commersial substance

commersial substance 6.

6.   Goverment GrantsGoverment Grants

Goverment grants adalah bantuan yang diterima dari pemerintah dalam bentuk transfer Goverment grants adalah bantuan yang diterima dari pemerintah dalam bentuk transfer sumber daya kepada perusahaan sebagai balasan atas kepatuhan pada masa lampau atau sumber daya kepada perusahaan sebagai balasan atas kepatuhan pada masa lampau atau masa yang akan datang dengan mengkondisikan aktivitas operasi perusahaan

masa yang akan datang dengan mengkondisikan aktivitas operasi perusahaan pada kondisipada kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasional

tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasional Accounting Approaches

Accounting Approaches

Perusahaan memperoleh aset seperti properti, pabrik, dan peralatan melalui hibah Perusahaan memperoleh aset seperti properti, pabrik, dan peralatan melalui hibah  pemerintah,

 pemerintah, konsep konsep biaya biaya ketat ketat menyatakan menyatakan bahwa bahwa penilaian penilaian aset aset harus harus nol. nol. Namun,Namun,  berangkat

 berangkat dari dari prinsip prinsip biaya biaya tampaknya tampaknya dibenarkan dibenarkan karena karena biaya biaya yang yang dikeluarkandikeluarkan (biaya lainnya dan pengeluaran kecil yang relatif) bukan dasar akuntansi yang memadai (biaya lainnya dan pengeluaran kecil yang relatif) bukan dasar akuntansi yang memadai untuk aset yang diperoleh.

untuk aset yang diperoleh.  sebagian besar perusahaan menggunakan nilai wajar aktivasebagian besar perusahaan menggunakan nilai wajar aktiva untuk menetapkan nilainya dalam pembukuan.

untuk menetapkan nilainya dalam pembukuan.

Income Approach Income Approach

IFRS mengharuskan hibah di akui sebagai pendapatan (income approach) IFRS mengharuskan hibah di akui sebagai pendapatan (income approach)  berdasarkan

 berdasarkan dasar dasar sistematik sistematik yang yang sesuai sesuai dengan dengan harga harga perolehan perolehan terkait terkait yangyang dimaksudkan untuk dikompensasikan Hibah pemerintah. Hal ini dicapai dalam salah dimaksudkan untuk dikompensasikan Hibah pemerintah. Hal ini dicapai dalam salah satu cara, yaitu :

satu cara, yaitu : 1.

1.   Mencatat hibah sebagai pendapatan hibah ditangguhkan, yang diakui sebagaiMencatat hibah sebagai pendapatan hibah ditangguhkan, yang diakui sebagai  pendapatan secara sistematis selama masa manfaat suatu aset, atau

 pendapatan secara sistematis selama masa manfaat suatu aset, atau 2.

2.   Dikurangi hibah dari nilai tercatat aktiva yang diterima dari hibah, dalam kasusDikurangi hibah dari nilai tercatat aktiva yang diterima dari hibah, dalam kasus hibah diakui sebagai pendapatan

hibah diakui sebagai pendapatan yang mengurangi beban penyusutanyang mengurangi beban penyusutan

(8)

Contribution (Sumbangan) Contribution (Sumbangan)

Ketika perusahaan menyumbang sebuah aset non moneter maka harus mencatat Ketika perusahaan menyumbang sebuah aset non moneter maka harus mencatat  jumlah sumbangan sebesar harga perolehan pada nilai wajar aset yang di donasi.

 jumlah sumbangan sebesar harga perolehan pada nilai wajar aset yang di donasi.

BIAYA SESUDAH AKUISISI BIAYA SESUDAH AKUISISI

Pengakuan biaya sesudah akuisis sebuah aset ketika biaya dapat diukur secara reliabel dan Pengakuan biaya sesudah akuisis sebuah aset ketika biaya dapat diukur secara reliabel dan terdapat kemungkinan bahwa perusahaan akan memperoleh keuntungan ekonomis masa depan.

terdapat kemungkinan bahwa perusahaan akan memperoleh keuntungan ekonomis masa depan.

Keuntungan ekonomis masa depan berupa : Keuntungan ekonomis masa depan berupa :

1.

1.   Umur ekonomisUmur ekonomis 2.

2.   Jumlah produk yang diproduksiJumlah produk yang diproduksi 3.

3.   Kualitas produk yang diproduksiKualitas produk yang diproduksi Macam-mac

Macam-macam am PengeluaranPengeluaran 1.

1.   Penambahan (Additions) : Peningkatan atau perluasan dari aktiva yang telah ada.Penambahan (Additions) : Peningkatan atau perluasan dari aktiva yang telah ada.

2.

2.   Peningkatan dan Penggantian (Improvements and Replacement) : Subtitusi Peningkatan dan Penggantian (Improvements and Replacement) : Subtitusi dari aktivadari aktiva yang telah ada dengan sebuah aktiva yang lebih baik.

yang telah ada dengan sebuah aktiva yang lebih baik.

3.

3.   Penyusunan Penyusunan kembali kembali dan dan pengorganisasian pengorganisasian kembali kembali (Rearrangement (Rearrangement andand reorganization) : Pemindahan aktiva dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

reorganization) : Pemindahan aktiva dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

4.

4.   Perbaikan (Repairs) : Pengeluaran untuk mengelola aktiva agar berada pada kondisiPerbaikan (Repairs) : Pengeluaran untuk mengelola aktiva agar berada pada kondisi yang dapat digunakan untuk operasi.

yang dapat digunakan untuk operasi.

PENGHAPUSAN PROPERTY, PLANT, AND EQUIPMENT PENGHAPUSAN PROPERTY, PLANT, AND EQUIPMENT

Perusahaan dapat menghapus asetnya secara sukarela atau mendisposisiskanya dengan cara Perusahaan dapat menghapus asetnya secara sukarela atau mendisposisiskanya dengan cara dijual, ditukarkan, perubahan tanpa disengaja atau dihapus be

dijual, ditukarkan, perubahan tanpa disengaja atau dihapus begitu saja. Jika menghapus asetnyagitu saja. Jika menghapus asetnya maka perusahaan harus menyusutkan asetn

maka perusahaan harus menyusutkan asetnya pada tanggal penghapusan, kemudia menghapusya pada tanggal penghapusan, kemudia menghapus semua akun terkait dengan aset tersebut. keuntungan atau juga kerugian harus di l

semua akun terkait dengan aset tersebut. keuntungan atau juga kerugian harus di laporkan padaaporkan pada  penghapusan plant asset di income statement.

 penghapusan plant asset di income statement.

(9)

Chapter 11 Chapter 11

Depreciation, Impairments, and Depletion Depreciation, Impairments, and Depletion

Depresiasi merupakan salah satu pengertian dari alokasi biaya. Depresiasi adalah proses Depresiasi merupakan salah satu pengertian dari alokasi biaya. Depresiasi adalah proses akuntansi dari alokasi biaya dari aset nyata sebagai beban secara sistematis dan rasional akuntansi dari alokasi biaya dari aset nyata sebagai beban secara sistematis dan rasional untuk periode itu diharapkan dapat memberikan manfaat dari penggunaan aset.

untuk periode itu diharapkan dapat memberikan manfaat dari penggunaan aset.

Faktor-Fa

Faktor-Faktor yang Terlibat Dalam ktor yang Terlibat Dalam Proses Depresiasi :Proses Depresiasi : 1.

1.   Dasar Penyusutan apa yang digunakan untuk aset?Dasar Penyusutan apa yang digunakan untuk aset?

2.

2.   Berapa lama masa manfaat yang dimiliki oleh aset?Berapa lama masa manfaat yang dimiliki oleh aset?

3.

3.   Apakah metode pembagian biaya yang berbaik untuk aset?Apakah metode pembagian biaya yang berbaik untuk aset?

Dasar Penyusutan Untuk Aset Dasar Penyusutan Untuk Aset

Dasar penetapan untuk depresiasi merupaka fungsi dari dua faktor, yaitu : Dasar penetapan untuk depresiasi merupaka fungsi dari dua faktor, yaitu :

1)

1)   Biaya asliBiaya asli 2)

2)   Nilai sisa (Residual value) Nilai sisa (Residual value) –  –  adalah jumlah estimasi yang akan diterima adalah jumlah estimasi yang akan diterima  perusahaan ketika menjual aset atau menghapus dari services

 perusahaan ketika menjual aset atau menghapus dari services Estimasi Umur layanan

Estimasi Umur layanan

Perusahaan melepas asetnya karena dua alasan, yaitu : Perusahaan melepas asetnya karena dua alasan, yaitu :

1)

1)   Faktor fisik = kerusakan atau telah habis masFaktor fisik = kerusakan atau telah habis masa umur fisiknya yang membuata umur fisiknya yang membuat aset tersebut sulit untuk bekerja maksimal

aset tersebut sulit untuk bekerja maksimal 2)

2)   Faktor ekonomi = keusangan atau kapasitas dari aset tersebut sudah tidakFaktor ekonomi = keusangan atau kapasitas dari aset tersebut sudah tidak memadai lagi dan tidak layak pakai

memadai lagi dan tidak layak pakai Metode Depresiasi

Metode Depresiasi

Metode penyusutan yang digunakan harus sistematis dan rasional, dan harus Metode penyusutan yang digunakan harus sistematis dan rasional, dan harus mencerminkan suatu pola dimana keuntungan ekonomi di masa depan atas aset mencerminkan suatu pola dimana keuntungan ekonomi di masa depan atas aset diharapkan untuk dikonsumsi oleh perusahaan.. ada beberapa metode depresiasi yang diharapkan untuk dikonsumsi oleh perusahaan.. ada beberapa metode depresiasi yang dapat digunakan :

dapat digunakan :

(10)

1.

1.   Metode AktivitasMetode Aktivitas

Metode aktivitas atau bisa juga disebut unit penggunaan atau produksi Metode aktivitas atau bisa juga disebut unit penggunaan atau produksi menganggap penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau prodiktivitas.

menganggap penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau prodiktivitas.

 bukan dari perjalanan waktu.

 bukan dari perjalanan waktu.

Cara menghitung metode aktivitas : Cara menghitung metode aktivitas :

Kelemahan dari metode aktivitas yaitu metode ini kurang tepat untuk situasi Kelemahan dari metode aktivitas yaitu metode ini kurang tepat untuk situasi dimana depresiasi lebih merupakan fungsi waktu daripada aktivitas.

dimana depresiasi lebih merupakan fungsi waktu daripada aktivitas.

2.

2.   Metode Garis LurusMetode Garis Lurus

Metode garis lurus menganggap penyusutan sebagai fungsi waktu Metode garis lurus menganggap penyusutan sebagai fungsi waktu daripada kegunaan.

daripada kegunaan.

Cara menghitung metode garis lurus Cara menghitung metode garis lurus

Ada masalah yang sering muncul dalam metode garis lurusyaitu distorsi Ada masalah yang sering muncul dalam metode garis lurusyaitu distorsi dalam analisis tarif pengembalian (income/asset)

dalam analisis tarif pengembalian (income/asset) 3.

3.   Metode Beban berkurangMetode Beban berkurang

Metode beban berkurang ditetapkan untuk biaya depresiasi yang lebih Metode beban berkurang ditetapkan untuk biaya depresiasi yang lebih tinggi diawal tahun dan beban yang lebih rendah di periode berikutkanya, tinggi diawal tahun dan beban yang lebih rendah di periode berikutkanya, karena metode ini memperbolehkan untuk pembebanan di awal tahun lebih karena metode ini memperbolehkan untuk pembebanan di awal tahun lebih tinggi daripada metode garis lurus, sehingga sering disebut metode tinggi daripada metode garis lurus, sehingga sering disebut metode depresiasi yang di percepat.

depresiasi yang di percepat. Metode beban berkurang mempunya 2 metode,Metode beban berkurang mempunya 2 metode, yaitu :

yaitu : 1)

1)   Metode Jumlah Angka TahunMetode Jumlah Angka Tahun

Metode ini hasil dari pengurangan beban depresiasi yang di dasari Metode ini hasil dari pengurangan beban depresiasi yang di dasari  pengurangan porsi dari biaya yang

 pengurangan porsi dari biaya yang bisa didepresiasikanbisa didepresiasikan (Biaya

(Biaya – – Residual value) x Jumlah jam tahun ini Residual value) x Jumlah jam tahun ini Total estimasi jam

Total estimasi jam

(Biaya

(Biaya – – Residual value) Residual value) Estimasi umur manfaat Estimasi umur manfaat

Biaya original

Biaya original – – Residual value Residual value

(11)

2)

2)   Metode Saldo MenurunMetode Saldo Menurun

Metode ini menggunakan tingkat depresisasi yang merupakan Metode ini menggunakan tingkat depresisasi yang merupakan  perkalian dari metode garis lurus.

 perkalian dari metode garis lurus.

Komponen Depresiasi Komponen Depresiasi Bagian dari item

Bagian dari item dalam PPE (Propertydalam PPE (Property, Plant, and , Plant, and Equipment) yang Equipment) yang memberikan pengaruhmemberikan pengaruh yang signifikan kepada aset untuk di depresiasikan secara terpicah. Oleh karena itu perusahaan yang signifikan kepada aset untuk di depresiasikan secara terpicah. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan pengambilan keputusan untuk menetukan alokasi

harus melakukan pengambilan keputusan untuk menetukan alokasi yang tepat untuk komponenyang tepat untuk komponen dari PPE tersebut.

dari PPE tersebut. biaya komponen inbiaya komponen individu harus diperkirakan berdasarkan pada acuan dividu harus diperkirakan berdasarkan pada acuan hargaharga  pasar saat ini atau menggunakan pendekatan yang masuk

 pasar saat ini atau menggunakan pendekatan yang masuk akal.akal.

Masalah Depresiasi Spesial Masalah Depresiasi Spesial Isu khusus terkait depresiasi : Isu khusus terkait depresiasi :

1.

1.   Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung depresiasi untuk periode sebagian :Bagaimana seharusnya perusahaan menghitung depresiasi untuk periode sebagian : 2.

2.  

Apakah depresiasi menyediakan untuk pergantian aset?

Apakah depresiasi menyediakan untuk pergantian aset?

3.

3.   Bagaimana perusahaan menangani revisi tarif depresiasi?Bagaimana perusahaan menangani revisi tarif depresiasi?

Depresiasi dan periode sebagian Depresiasi dan periode sebagian

Dalam menghitung beban penyusutan untuk periode sebagian, perusahaan harus Dalam menghitung beban penyusutan untuk periode sebagian, perusahaan harus menentukan beban penyusutan untuk tahun penuh dan kemudian membagi rata beban menentukan beban penyusutan untuk tahun penuh dan kemudian membagi rata beban depresiasi ini ke dalam dua periode yang bersangkutan. Proses ini harus dilanjutkan selama depresiasi ini ke dalam dua periode yang bersangkutan. Proses ini harus dilanjutkan selama umur aset yang berguna.

umur aset yang berguna.

Depresiasi dan penganti PPE (Property, Plant, and Equpment) Depresiasi dan penganti PPE (Property, Plant, and Equpment)

kesalahpahaman yang sering terjadi mengenai depresiasi adalah bahwa depresiasi kesalahpahaman yang sering terjadi mengenai depresiasi adalah bahwa depresiasi menyediakan dana untuk pengganti PPE (Property, Plant, and Equipment). Depresiasi menyediakan dana untuk pengganti PPE (Property, Plant, and Equipment). Depresiasi mengurangi laba bersih sama seperti beban-beban l

mengurangi laba bersih sama seperti beban-beban lainnya. Depresiasi tidak mempengaruhiainnya. Depresiasi tidak mempengaruhi arus kas periode kas yang berjalan

arus kas periode kas yang berjalan Revisi Tarif Depresiasi

Revisi Tarif Depresiasi

Ketika membeli aset harus berhati hati menentukan tarif depresiasi berdasarkan Ketika membeli aset harus berhati hati menentukan tarif depresiasi berdasarkan  pengalaman

 pengalaman masa masa lalu lalu dengan dengan aset aset sejenis sejenis dan dan informasi informasi terkait. terkait. Kerusakan Kerusakan fisik fisik taktak terduga atau usang tidak terduga dapat mengurangi masa manfaat ekonomis aset tetap.

terduga atau usang tidak terduga dapat mengurangi masa manfaat ekonomis aset tetap.

(12)

Meningkatkan pemeliharaan prosedur, revisi prosedur operasi, atau perkembangan serupa Meningkatkan pemeliharaan prosedur, revisi prosedur operasi, atau perkembangan serupa dapat memperpanjang umur aset di luar periode yang di harapkan.

dapat memperpanjang umur aset di luar periode yang di harapkan.

IMPAIRMENTS IMPAIRMENTS

 Nilai

 Nilai terendah terendah antara antara biaya biaya atau atau harga harga pasar pasar untuk untuk persediaan persediaan tidak tidak dapat dapat di di aplikasikanaplikasikan  pada PPE.

 pada PPE.

Pengakuan Impairment Pengakuan Impairment Bila nilai yang tercatat

Bila nilai yang tercatat pada suatu aset tidak dapat pada suatu aset tidak dapat dapat dipulihkan, maka untuk menghapusdapat dipulihkan, maka untuk menghapus aset tersebut perusahaan mencatatnya sebagai impairment. Aset jangka panjang yang berwujud aset tersebut perusahaan mencatatnya sebagai impairment. Aset jangka panjang yang berwujud diturunkan nilainya karena perusahaan tidak dapat menutup kembali nilai aset tersebut. Untuk diturunkan nilainya karena perusahaan tidak dapat menutup kembali nilai aset tersebut. Untuk menentukan impairment pada aset maka perusahaan harus meninjau kembali kemampuan aset menentukan impairment pada aset maka perusahaan harus meninjau kembali kemampuan aset tersebut menghasilkan kas dengan cara digunakan atau di jual.

tersebut menghasilkan kas dengan cara digunakan atau di jual.

Penmbalikan Impairment Loss Penmbalikan Impairment Loss

Ketika selesai mecata kerugian dari impairment, jumlah yang dapat diperoleh kembali Ketika selesai mecata kerugian dari impairment, jumlah yang dapat diperoleh kembali menjadi dasar impaitment aset. Kerugian dari impairment dilaporkan di income statment menjadi dasar impaitment aset. Kerugian dari impairment dilaporkan di income statment  bagian “other income and expenses”

 bagian “other income and expenses”  

Cash-Gener

Cash-Generating ating UnitsUnits

Tidak mungkin untuk menaksir single aset yang mengalami impairment, karena single aset Tidak mungkin untuk menaksir single aset yang mengalami impairment, karena single aset hanya bisa menghasilkan cash flow jika digabungkan dengan aset lainnya.

hanya bisa menghasilkan cash flow jika digabungkan dengan aset lainnya.

Impairment Aset yang Akan Dijual Impairment Aset yang Akan Dijual

Untuk melepas aset yang diperoleh karena rusak harus melaporkannya pada lower-of-cost Untuk melepas aset yang diperoleh karena rusak harus melaporkannya pada lower-of-cost atau net-realizable value. Untuk memulihkan kembali aset yang sudah dlepas melalui penjualan atau net-realizable value. Untuk memulihkan kembali aset yang sudah dlepas melalui penjualan makan perusahaan hharus merevaluasi aset tersebut secara terus menerus. Kerugian atau makan perusahaan hharus merevaluasi aset tersebut secara terus menerus. Kerugian atau keuntungan yang berkaitan dengan impairment aset sebagai bagian dari laba operasi dalam keuntungan yang berkaitan dengan impairment aset sebagai bagian dari laba operasi dalam

“other income and expenses”

“other income and expenses”  

DEPLESI DEPLESI

Sumber daya alam seperti minyak, mineral, kayu, biasanya di sebut sebagaI aset yang dapat Sumber daya alam seperti minyak, mineral, kayu, biasanya di sebut sebagaI aset yang dapat habis. Aset yang berasal dari sumber daya alam berbeda dengan aset seperti peralat

habis. Aset yang berasal dari sumber daya alam berbeda dengan aset seperti peralatan, sumberan, sumber daya alam dikonsumsi secara fisik selama masa penggunaan dan dapat habis.

daya alam dikonsumsi secara fisik selama masa penggunaan dan dapat habis.

(13)

Membangun basis deplesi Membangun basis deplesi

Ada 4 jenis pengeluaran dalam perhitungan dasar deplesi, yaitu : Ada 4 jenis pengeluaran dalam perhitungan dasar deplesi, yaitu :

1.

1.   Biaya pra eksplorasi = biaya untuk memperoleh hak properti untuk mencari danBiaya pra eksplorasi = biaya untuk memperoleh hak properti untuk mencari dan menetukan sumber daya alam

menetukan sumber daya alam yang belum ditemukanyang belum ditemukan 2.

2.   Biaya eksplorasi dan evaluasi = Biaya eksplorasi dan evaluasi = biaya yang diperlukan untuk menemukan sumber dayabiaya yang diperlukan untuk menemukan sumber daya alam

alam 3.

3.   Biaya pengembangan = dibagi menjadi dua (1) peralatan berwujud, termasuk semuaBiaya pengembangan = dibagi menjadi dua (1) peralatan berwujud, termasuk semua transportasi dan peralatan berat lainnya yang diperlukan untuk menambang sumber transportasi dan peralatan berat lainnya yang diperlukan untuk menambang sumber daya serta menyiapkannya untuk produksi atau pengiriman. biaya peralatan berwujud daya serta menyiapkannya untuk produksi atau pengiriman. biaya peralatan berwujud  biasanya tidak diperhitungkan dalam dasar deplesi. dan (2) biaya pengembangan tidak  biasanya tidak diperhitungkan dalam dasar deplesi. dan (2) biaya pengembangan tidak  berwujud, dianggap sebagai bagian

 berwujud, dianggap sebagai bagian dasar deplesidasar deplesi. Biaya . Biaya ini adalah ini adalah untuk pengeboran,untuk pengeboran, terowongan, gua, dan sumur yang tidak memiliki karakteristik berwujud tetapi terowongan, gua, dan sumur yang tidak memiliki karakteristik berwujud tetapi diperlukan dalam menambang sumber daya alam.

diperlukan dalam menambang sumber daya alam.

4.

4.   Biaya restorasi = biaya ini Biaya restorasi = biaya ini harus ditambahkan ke dasar deplesi untuk tujuan perhitunganharus ditambahkan ke dasar deplesi untuk tujuan perhitungan  biaya

 biaya deplesi deplesi per per unit. unit. Kemudian Kemudian setiap setiap nilai nilai sisa sisa yang yang diterima diterima atas atas properti properti ituitu dikurangi dari dasar deplesi.

dikurangi dari dasar deplesi.

Menghapus Biaya Sumber Daya Menghapus Biaya Sumber Daya

Biasanya deplesi dihitung dengan metode unit produksi (pendekatan aktivitas),

Biasanya deplesi dihitung dengan metode unit produksi (pendekatan aktivitas), yang berartiyang berarti  bahwa

 bahwa deplesi merupakan deplesi merupakan fungsi fungsi dari jumlah dari jumlah unit yunit yang ditarik ang ditarik selama periode selama periode berjalan. Tingkberjalan. Tingkatat deplesi yang ditetapkan dihitung dengan cara berikut :

deplesi yang ditetapkan dihitung dengan cara berikut :

Estimating Recoverable Reserves Estimating Recoverable Reserves

Estimasi cadangan yang dapat dipulihkan harus diubah baik karena informasi baru telah Estimasi cadangan yang dapat dipulihkan harus diubah baik karena informasi baru telah tersedia maupun karena proses produksi telah menjadi lebih canggih. Masalah ini

tersedia maupun karena proses produksi telah menjadi lebih canggih. Masalah ini sama dengansama dengan akuntansi untuk perubahan estimasi umur manfaat pabrik dan peralatan.

akuntansi untuk perubahan estimasi umur manfaat pabrik dan peralatan.

Total biaya

Total biaya – – Residual value Residual value Isi tambang

Isi tambang

(14)

Liquidating Devidends Liquidating Devidends

Masalah akuntansi yang utama adalah membedakan antara dividen yang merupakan Masalah akuntansi yang utama adalah membedakan antara dividen yang merupakan  pengembalian modal

 pengembalian modal dan dan yang bukan. yang bukan. Perusahaan Perusahaan yang menerbitkan yang menerbitkan dividen ldividen likuidasi ikuidasi harusharus mendebet saham premium untuk bagian yang berhubungan dengan investasi awal dan bukan mendebet saham premium untuk bagian yang berhubungan dengan investasi awal dan bukan ke laba ditahan, karena dividen tersebut merupakan pengembalian sebagian dari kontribusi ke laba ditahan, karena dividen tersebut merupakan pengembalian sebagian dari kontribusi awal investor.

awal investor.

(15)

Chapter 12 Chapter 12 Intangible Assets Intangible Assets

Karakteris

Karakteristik dari tik dari Aset Tidak Berwujud :Aset Tidak Berwujud :

1.

1.  

Dapat diidentifikasi = untuk dapat diidentifikasi, aset

Dapat diidentifikasi = untuk dapat diidentifikasi, aset tidak berwujud harus dipisahkantidak berwujud harus dipisahkan 2.

2.   Tidak memiliki bentuk fisik = aset tidak berwujud memperoleh nilai dari hakTidak memiliki bentuk fisik = aset tidak berwujud memperoleh nilai dari hak  perusahaan untuk manfaatnya.

 perusahaan untuk manfaatnya.

3.

3.   Bukan aset moneter = aset seperti tabungan di bank, piutang usaha, dan investasi jangkaBukan aset moneter = aset seperti tabungan di bank, piutang usaha, dan investasi jangka  panjang dalam obligasi ataupun saham juga tidak memiliki

 panjang dalam obligasi ataupun saham juga tidak memiliki bentuk fisik. Aset moneterbentuk fisik. Aset moneter tidak dapat diklasifikasikan sebagai aset tidak berwujud

tidak dapat diklasifikasikan sebagai aset tidak berwujud VALUATION

VALUATION

Membeli Aset Tidak Berwujud Membeli Aset Tidak Berwujud

Mencatat aset tidak berwujud yang dibeli sebesar biaya yang dikeluarkan, yang dimaksud Mencatat aset tidak berwujud yang dibeli sebesar biaya yang dikeluarkan, yang dimaksud  biaya adal

 biaya adalah ah biaya biaya yang dikeluarkan yang dikeluarkan untuk membuat untuk membuat aset aset tidak tidak berwijud teberwijud tersebut srsebut siap iap untukuntuk dimanfaatkan. Contohnya biaya pembelian, Biaya legalisasi (pengesahan).

dimanfaatkan. Contohnya biaya pembelian, Biaya legalisasi (pengesahan).

Memperoleh aset tidak berwujud juga bisa dengan menukarkan saham, maka cost harus Memperoleh aset tidak berwujud juga bisa dengan menukarkan saham, maka cost harus mempertimbangkan nilai wajar dari aset tidak berwujud tersebut.

mempertimbangkan nilai wajar dari aset tidak berwujud tersebut.

Menciptaka

Menciptakan Aset n Aset Tidak BerwujudTidak Berwujud

Bisnis terkadang mengeluarkan biaya untuk bermacam-macam sumber daya yang tidak Bisnis terkadang mengeluarkan biaya untuk bermacam-macam sumber daya yang tidak  berwujud,

 berwujud, seperti seperti pengetahuan pengetahuan , , teknologi, teknologi, riset riset pasar pasar , , merk merk dan dan lain-lain. lain-lain. Maka Maka untukuntuk mencatat nilai dari asset tidak berwujud tersebut perusahaan membagi aktivitas menjadi dua mencatat nilai dari asset tidak berwujud tersebut perusahaan membagi aktivitas menjadi dua yaitu :

yaitu : 1.

1.   Fase riset = Perusahaan membebankan semua biaya yang dikeluarkan pada saat faseFase riset = Perusahaan membebankan semua biaya yang dikeluarkan pada saat fase riset dan mengkapitalisasi semua biaya pada fase pengembangan

riset dan mengkapitalisasi semua biaya pada fase pengembangan 2.

2.   Fase pengembangan = perusahaan sudah dapat melihat adanya manfaat ekonomi.Fase pengembangan = perusahaan sudah dapat melihat adanya manfaat ekonomi.

Amortisasi Aset Tidak Berwujud Amortisasi Aset Tidak Berwujud

1.

1.   Memiliki masa manfaat yang terbatasMemiliki masa manfaat yang terbatas

Perusahaan mengamorisasi aset tidak berwujud dengan membebankan (biaya Perusahaan mengamorisasi aset tidak berwujud dengan membebankan (biaya amortisasi) sesua dengan masa manfaatnya.

amortisasi) sesua dengan masa manfaatnya.

(16)

2.

2.   Masa manfaat tidak terbatasMasa manfaat tidak terbatas

Perusahaan tidak mengamortisasi aset tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak Perusahaan tidak mengamortisasi aset tidak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas.

terbatas.

Perusahaan harus melakukan tes impairment untuk aset t

Perusahaan harus melakukan tes impairment untuk aset tidak terbatas setiap tidak terbatas setiap tahunnya untukahunnya untuk menilai kembali nilai buku dari aset tidak berwujud tersebut.

menilai kembali nilai buku dari aset tidak berwujud tersebut.

JENIS JENIS ASET TIDAK BERWUJUD JENIS JENIS ASET TIDAK BERWUJUD

Aset tidak berwujud yang terkait denga pemasaran Aset tidak berwujud yang terkait denga pemasaran

Aset tidak berwujud yang terkait dengan pemasaran adalah merek dagang atau nama Aset tidak berwujud yang terkait dengan pemasaran adalah merek dagang atau nama dagang, merek atau nama dagang adalah simbol yang membedakan atau mengidentifikasi suatu dagang, merek atau nama dagang adalah simbol yang membedakan atau mengidentifikasi suatu  perusahaan atau produk dengan p

 perusahaan atau produk dengan produk yang lainnya.roduk yang lainnya.

Untuk memperoleh merek atau nama dagang, maka biaya yang dapat dikapitalisasi adalah Untuk memperoleh merek atau nama dagang, maka biaya yang dapat dikapitalisasi adalah harga pembelian, jika ingin dikembangkan maka biaya dapat di kapitalisasi termasuk biaya harga pembelian, jika ingin dikembangkan maka biaya dapat di kapitalisasi termasuk biaya  pengacara, biaya p

 pengacara, biaya pendaftaran, peaya perencanaan, endaftaran, peaya perencanaan, biaya konsubiaya konsultasi. Jika total dari biaya ltasi. Jika total dari biaya merekmerek atau nama dagang tidak signifikan maka biaya tersebut dapat dibebankan. Umur merek atau atau nama dagang tidak signifikan maka biaya tersebut dapat dibebankan. Umur merek atau nama dagang tidak terbatas. Oleh sebab itu biayanya tidak perlu di amortisasikan

nama dagang tidak terbatas. Oleh sebab itu biayanya tidak perlu di amortisasikan Aset tidak berwujud yang terkait dengan pelanggan

Aset tidak berwujud yang terkait dengan pelanggan

Aset tidak berwujud yang terkait dengan pelanggan diperoleh dari interaksi dengan pihak Aset tidak berwujud yang terkait dengan pelanggan diperoleh dari interaksi dengan pihak luar perusahaan. Contoh dari

luar perusahaan. Contoh dari aset tidak berwujud aset tidak berwujud yang terkait dengan pyang terkait dengan pelanggan adalah daftarelanggan adalah daftar  pelanggan, catatan

 pelanggan, catatan pemesanan atau pemesanan atau catatan produksi catatan produksi , dan , dan hubungan hubungan yang yang terikat maupun terikat maupun tidaktidak terikat kontrak dengan pelanggan. Mengkapitalisasi biaya akuisisi dan di amortisasi selama terikat kontrak dengan pelanggan. Mengkapitalisasi biaya akuisisi dan di amortisasi selama masa manfaatnya.

masa manfaatnya.

Aset tidak berwujud yang berkaitan dengan seni Aset tidak berwujud yang berkaitan dengan seni

Aset tidak berwujud yang berhubungan dengan seni adalah hak kepemilikan atas kar

Aset tidak berwujud yang berhubungan dengan seni adalah hak kepemilikan atas karya atauya atau ciptaan terhadap suatu seni. Hak cipta diberikan selama umur penciptaan dan di tambah 70 ciptaan terhadap suatu seni. Hak cipta diberikan selama umur penciptaan dan di tambah 70 tahun. Mengkapitalisasi biaya akuisisi dan di amortisasi selama masa manfaatnya.

tahun. Mengkapitalisasi biaya akuisisi dan di amortisasi selama masa manfaatnya.

(17)

Aset tidak berwujud yang

Aset tidak berwujud yang terikat dengan kontrakterikat dengan kontrak

Aset tidak berwujud yang terikat dengan kontrak adalah hak yang timbul dari perjanjian Aset tidak berwujud yang terikat dengan kontrak adalah hak yang timbul dari perjanjian tertentu. Bentuk asetnya adalah walaba, walaba adalah perjanjian kontaktual dimana pemilik tertentu. Bentuk asetnya adalah walaba, walaba adalah perjanjian kontaktual dimana pemilik walaba memberikan hak kepada pemegang walaba untuk menjual produk atau jasa tertentu.

walaba memberikan hak kepada pemegang walaba untuk menjual produk atau jasa tertentu.

Walaba dengan umur yang terbatas harus diamortisasi sebagai beban operasi selama umur Walaba dengan umur yang terbatas harus diamortisasi sebagai beban operasi selama umur walaba. Jika umurnya tidak terbatas harus dicatat sebesar biayanya dan tidak harus di walaba. Jika umurnya tidak terbatas harus dicatat sebesar biayanya dan tidak harus di amortisasi.

amortisasi.

Aset tidak berwujud yang terikat dengan

Aset tidak berwujud yang terikat dengan teknologiteknologi

Aset tidak berwujud yang terikat dengan teknologi adalah hak paten untuk melindungi Aset tidak berwujud yang terikat dengan teknologi adalah hak paten untuk melindungi sebuah invovasi atau pengembangan dan penciptaan teknologi baru. Paten memberikan hak sebuah invovasi atau pengembangan dan penciptaan teknologi baru. Paten memberikan hak eksklusif kepada pemegangnya untuk menggunakan, membuat, dan menjual suatu produk eksklusif kepada pemegangnya untuk menggunakan, membuat, dan menjual suatu produk selama periode 20 tahun tanpa campur tangan orang lain. Mengkapitalisasi biaya pembelian selama periode 20 tahun tanpa campur tangan orang lain. Mengkapitalisasi biaya pembelian  paten, se

 paten, segala biagala biaya pengembangan ya pengembangan dibebankan pada dibebankan pada saat saat terjadinya. terjadinya. Biaya hukum Biaya hukum dan biadan biayaya yang berhasil untuk mempertahankan paten tersebut akan di debitkan ke paten

yang berhasil untuk mempertahankan paten tersebut akan di debitkan ke paten Goodwill

Goodwill

Goodwill merupakan aset yang paling tidak berwujud dari aset lainnya karena goodwill Goodwill merupakan aset yang paling tidak berwujud dari aset lainnya karena goodwill hanya dapat diidentifikasi pada bisnis secara keseluruhan, untuk menjual goodwill adalah hanya dapat diidentifikasi pada bisnis secara keseluruhan, untuk menjual goodwill adalah dengan menjual bisnis secara keseluruhan, goodwill hanya dicatat jika keseluruhan perusahaan dengan menjual bisnis secara keseluruhan, goodwill hanya dicatat jika keseluruhan perusahaan di beli karena goodwill merupakan suatu penilaia

di beli karena goodwill merupakan suatu penilaian yang bersifat going concern dan tidak dapatn yang bersifat going concern dan tidak dapat dipisahkan dari perusahaan secara keseluruhan.

dipisahkan dari perusahaan secara keseluruhan.

Goodwill merupakan nilai sisa kelebihan biaya atas nilai wajar aset bersih yang dapat di Goodwill merupakan nilai sisa kelebihan biaya atas nilai wajar aset bersih yang dapat di identifikasikan. Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak boleh dikapitalisasi karena identifikasikan. Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak boleh dikapitalisasi karena mempunyai umur yang tidak terbatas.

mempunyai umur yang tidak terbatas.

Goodwill negatif atau badwill muncul ketika nilai pasar wajar aset yang diperoleh lebih Goodwill negatif atau badwill muncul ketika nilai pasar wajar aset yang diperoleh lebih tinggi daripada harga beli aset yang terkait. Jadi penjual lebih baik menjual aset tersebut secara tinggi daripada harga beli aset yang terkait. Jadi penjual lebih baik menjual aset tersebut secara individu daripada secara keseluruhan. Situasi ini dapat terjadi jika harga beli lebih rendah individu daripada secara keseluruhan. Situasi ini dapat terjadi jika harga beli lebih rendah daripada aset bersih yang dapat di identifikasi.

daripada aset bersih yang dapat di identifikasi.

(18)

IMPAIRMENT ASET TIDAK BERWUJUD IMPAIRMENT ASET TIDAK BERWUJUD

Jumlah aset tidak berwujud yang tercatat tidak bisa dipulihkan jadi harus di hapus, Jumlah aset tidak berwujud yang tercatat tidak bisa dipulihkan jadi harus di hapus,  penghapusan

 penghapusan tersebut tersebut menyebabkan menyebabkan impairment. impairment. Beberapa Beberapa situasi situasi impairment impairment terhadap terhadap asetaset tidak berwujud.

tidak berwujud.

Impairment

Impairment Aset Tidak BerwujuAset Tidak Berwujud Dengan Masa Md Dengan Masa Manfaat Terbatanfaat Terbatasas

Jika jumlah arus kas bersih yang diharapkan di masa depan lebih rendah dari nilai buku Jika jumlah arus kas bersih yang diharapkan di masa depan lebih rendah dari nilai buku asetnya, maka kerugian impairment akan diukur dan diakui. Kerugian penurunan nilai adalah asetnya, maka kerugian impairment akan diukur dan diakui. Kerugian penurunan nilai adalah  jumlah

 jumlah di di mana mana nilai nilai buku buku aktiva aktiva kurang kurang dari dari nilai nilai wajar wajar aktiva aktiva yang yang menurun menurun nilainya.nilainya.

Kerugian pada aset tidak berwujud dengan umur terbatas dil

Kerugian pada aset tidak berwujud dengan umur terbatas dilaporkan sebagai laba operasi aporkan sebagai laba operasi yangyang  berlangsung terus menerus.

 berlangsung terus menerus.

Impairment Aset Tidak Berwujud Dengan Umur Tidak Terbatas Selain Goodwill Impairment Aset Tidak Berwujud Dengan Umur Tidak Terbatas Selain Goodwill

Referensi

Dokumen terkait

Prestasi belajar mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 1 dibatasi pada prestasi akademik Akuntansi Keuangan Menengah 1 mahasiswa yang aktif dalam partisipasi organisasai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Pengaruh cara belajar terhadap kesulitan belajar dalam mengerjakan soal ujian Akuntansi Keuangan Menengah 1; 2)

HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian Sosialisasi penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, Menengah (SAK EMKM) untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah

Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) yang minimum terdiri dari laporan posisi keuangan,

Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Dalam Penyusunan Laporan Keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM Penjual Sutera di Kampung BNI Kota Sengkang.. Analisis Penerapan

Sesuai standar akuntansi entitas mikro, kecil, dan menengah SAK EMKM penyajian laporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah sebaiknya terdiri atas laporan posisi keuangan yang

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah SAK EMKM Ikatan Akuntansi Indonesia 2018:8 laporan keuangan entitas meliputi : 1 Laporan posisi keuangan pada akhir

Ringkasan pertanyaan kuis untuk persiapan UTS mata kuliah Akuntansi Keuangan