• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN SEMPRO UPIK

N/A
N/A
M TAUFIKURRAHMAN

Academic year: 2024

Membagikan " RINGKASAN SEMPRO UPIK"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS PERTANIAN

JURUSAN PERIKANAN 2023

RINGKASAN PROPOSAL PENELITIAN

Judul : Spesies dan Jumlah Ikan Ekonomis Penting dan Ekologis Penting Hasil Tangkapan Nelayan di Perairan Teluk Kumai Kecamatan Kumai

Nama : M Taufikurrahman

NIM : 193030405072

Dosen Pembimbing : 1. Prof. Dr. Sulmin Gumiri, M.Sc 2. Ir. Ardianor, M.Si,. Ph.D Dosen Pembahas : Anang Najamuddin, S.Pi., M.Si Hari/Tanggal : Rabu, 3 Januari 2024

Tempat : Ruang Seminar (menyesuaikan)

Disetujui Oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. Sulmin Gumiri, M.Sc Ir. Ardianor, M.Si,. Ph.D

NIP. 19650724 198502 1 0021 NIP. 19680718 199512 1 001

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang perairan tawarnya paling besar di Indonesia.

Dengan potensi perairan daratan seluas 2.290.000 ha, yang terdiri dari perairan danau seluas 132.800 ha dengan jumlah 690 danau, 323.500 ha sungai yang terdiri dari 11 sungai besar, dan 1.811.500 ha rawa (DKP, 2016).

Ekonomis penting adalah ikan tangkapan yang secara ekonomi memiliki harga jual yang tinggi. Sedangkan Ekologis penting adalah secara ekologis ikan tersebut penting sebagai sumber makanan alami ikan lain dalam rantai makanan dan juga sebagai indikator lingkungan walaupun secara ekonomi harga jualnya rendah.

Hasil tangkapan nelayan memiliki keanekaragaman jumlah maupun jenis tangkapan yang berdasarkan pada kedalaman perairan. Hasil tangkapan juga tergantung ukuran mata jaring yang di gunakan (Cristianawati, 2013). Ikan kembung merupakan hasil tangkapan yang paling banyak di dapatkan. Ikan kembung dikenal sebagai mackarel fish yang termasuk ikan ekonomis penting dan potensi tangkapannya

(2)

naik tiap tahunnya. (Thariq et al., 2014). Ikan juga berfungsi sebagai indikator kualitas lingkungan. Ketika jumlah ikan menurun secara signifikan di suatu wilayah, itu bisa menjadi tanda peringatan tentang masalah ekologi yang mungkin terjadi. Perubahan suhu laut, polusi, atau kerusakan lingkungan lainnya bisa mempengaruhi ikan secara langsung. kehadiran ikan yang kuat dan beragam adalah indikasi lingkungan laut yang sehat. Setiap kali kita berada di pantai dan melihat ikan- ikan mencuat dari air menusuk dalam gulungan deburan ombak, kita bisa sedikit lebih yakin bahwa lingkungan laut masih dalam kondisi yang baik.

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu sektor perikanan yang berpotensi besar, karena secara geografis kabupaten Kotawaringin Barat memiliki perairan laut sepanjang ± 172 km2, ekosistem perairan danau, rawa dan 3 aliran sungai besar yang mengalir di daratan Kabupaten Kotawaringin Barat. Teluk Kumai merupakan salah satu perairan yang terletak di Kotawaringin Barat, yang dimanfaatkan oleh penduduk di sekitar sebagai sumber mata pencaharian atau sekedar mencukupi kebutuhan protein hewani sehari-hari. Adapun sebagian besar ikan tangkapan nelayan yang bernilai ekonomi cukup tinggi antara lain ikan kakap

merah (Lutjanus argentimaculatus), ikan tenggiri (Scomberomorus commerson), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) ikan remang (Mueraenosox talabon), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan manyung (Arius thalassinus), ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), cumi-cumi (Loligo chinensis), sotong (Sepia sp) dan sebagainya. Dalam rangka mengoptimalkan produksi perikanan laut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah hanya menangkap jenis-jenis ikan ekonomis tinggi dan dalam ukuran tertentu saja (Khaerudin et al., 2018).

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa jumlah dan spesies ikan yang tertangkap oleh nelayan di perairan Teluk Kumai?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan spesies ikan yang tertangkap oleh nelayan di perairan Teluk Kumai.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang jumlah dan jenis

(3)

ikan yang tertangkap di Perairan Teluk Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat serta dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perairan Laut

Perairan adalah suatu kumpulan masa air pada suatu wilayah tertentu, baik yang bersifat dinamis (bergerak atau mengalir) seperti laut dan sungai, maupun statis (tergenang) seperti danau (Gischa, 2022). Perairan laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibandingkan dengan selat. Berdasarkan luas dan bentuknya, klasifikasi laut terdiri dari ; teluk yaitu bagian laut yang menjorok ke darat, selat yaitu laut yang relatif sempit dan terletak antara dua pulau, dan samudera yaitu laut yang sangat luas dan terletak diantara benua (Harris, 2021).

Teluk memiliki ciri-ciri di antaranya yaitu, terbentuk di kawasan pinggir laut, memiliki susunan berupa batuan keras dan batuan lembut, lapisan batuan lembut akan dikikis oleh ombak menjadi teluk, lapisan batuan keras yang tahan kikisan akan berubah menjadi tanjung, tempat didirikannya

perkampungan nelayan dan tempat dibangunnya pelabuhan, sebagian besar teluk memiliki air payau (Eirin, 2023).

2.1.1 Teluk Kumai

Secara administratif, perairan Teluk Kumai terletak di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Perairan Teluk Kumai mencakup dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kumai dan Arut Selatan, yang terdiri dari 7 Desa. Teluk Kumai merupakan perairan yang tenang dari gelombang besar dan angin kencang karena terlindung secara alamiah. Di sepanjang perairan Teluk Kumai terdapat pelabuhan rakyat yang berperan dalam kegiatan bongkar muat barang sehingga kapal-kapal yang datang di wilayah perairan tidak menunggu terlalu lama untuk melakukan bongkar muat (Ruhaidani, 2019).

2.2 Ikan

Ikan adalah organisme akuatik yang rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama yang diakibatkan oleh aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung (Situmorang et al., 2013). Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga

(4)

keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. Pada umumnya, ikan lebih banyak dikenal daripada hasil perikanan lainnya, karena jenis tersebut yang paling banyak ditangkap dan dikonsumsi.

Jumlah dan jenis ikan sangat di pengaruhi oleh kondisi lingkungan dengan berbagai aktivitas, bahkan aktivitas manusia seperti aktivitas penangkapan, penyebaran spesies invasif, penangkaran ikan eksotis, perusakan habitat serta terjadinya polusi (Flecker & Matthews, 1999). Ekosistem perairan yang rusak berdampak pada kehidupan ikan baik pada kualitas maupun pada kuantitas ikan seperti kelimpahan, produktivitas maupun struktur komunitas ikan (Samitra &

Rozi, 2018).

III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di perairan Teluk Kumai, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian akan dilaksanakan selama 1 bulan, yang dimulai pada awal bulan Januari sampai dengan Februari 2024.

3.1.1 Peta Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian terletak pada titik koordinat 2°51’52’’S 111°41’01’’E. Adapun peta lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1.

(5)

Tabel 1. Alat dan Bahan yang digunakan dalam Penelitian No. Bahan/Alat Kegunaan Pelaksanaan

1. Data Kuesioner

Untuk

mengumpulkan data dan informasi

Lapangan

2. Kamera Untuk

Dokumentasi Lapangan 3. Alat Tulis Untuk Mencatat

Data

Lapangan 4. Neraca

Duduk

Untuk mengetahui

massa hasil

tangkapan nelayan

Lapangan

3.3 Metode Pelaksanaan Penelitian 3.3.1 Observasi di Lapangan

Observasi atau pengamatan adalah proses pencatatan pola perilaku subjek (manusia), objek (benda), atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi (Sangadji & Sopiah, 2010). Dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan cara turun ke lapangan, yaitu Desa Kubu Kecamatan Kumai Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah agar mendapat acuan serta mengetahui dan memahami karakteristik dari tempat penelitian serta

melakukan pendekatan terhadap para nelayan agar penelitian ini dapat berjalan dengan baik. Adapun jenis data yang akan digunakan yaitu :

1. Data Primer

Data Primer adalah data penelitian yang didapat secara langsung dari sumbernya (tidak melalui perantara).

Dalam penelitian ini data yang diperoleh berasal dari informan yaitu nelayan di Desa Kubu Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi media perantara (diperoleh dan dicatat oleh orang lain) seperti jurnal-jurnal, dokumen-dokumen terkait perusahaan, dan beberapa literatur buku terkait (Sugiyono, 2012). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari instansi, perpustakaan, laporan-laporan atau Pustaka yang menunjang di internet.

3.3.2 Wawancara

Menurut Chohan (2013), wawancara adalah proses pengumpulan data dengan mengajukan serangkaian

(6)

pertanyaan kepada responden atau informan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai topik tertentu.

Wawancara banyak digunakan dalam berbagai situasi, salah satunya dalam proses penelitian, atau studi kasus.

Tujuan dari wawancara bisa bermacam-macam, misalnya untuk mengetahui latar belakang seseorang, mengklarifikasi informasi yang telah diperoleh sebelumnya, atau untuk mengetahui pandangan atau pendapat seseorang tentang suatu hal. Kegiatan wawancara dilakukan dengan mewawancara nelayan dengan instrumen yang akan di buat dan di sesuaikan dengan kondisi di lapangan meliputi aktivititas nelayan sebelum pergi melaut sampai selesai melaut.

3.3.3 Penyebaran Kuesioner

Menurut Kusumah (2011), kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada subjek yang diteliti untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan peneliti. Kuesioner ada dua macam, yaitu kuesioner berstruktur atau bentuk tertutup dan kuesioner tidak terstruktur atau terbuka. Kuesioner tertutup berisikan pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban,

sedangkan kuesioner terbuka berisi pertanyaan yang tidak disertai dengan jawaban.

Pada penelitian ini kuesioner yang digunakan menggunakan kuesioner campuran, menurut Arikunto (2010), kuesioner campuran adalah bagian dari adanya perpaduan antara jenis kuesioner terbuka dan tertutup yang disusun sesuai topik penelitian mendalam guna mendapatkan serangkaian data-data penelitian berupa angka dan wawancara. Kuesioner campuran ini akan disebar luaskan kepada para nelayan di Desa Kubu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah guna mendapatkan data dan informasi yang relevan dengan topik penelitian.

3.4 Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta bantuan tabel untuk melihat jumlah dan jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan di Desa Kubu Kecamatan Kumai.

3.5 Pengambilan Sampel Nelayan

Adapun Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling

(7)

dan quota sampling. Menurut Sugiyono 2012 purposive sampling adalah Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sedangkan quota sampling yaitu Teknik pengambilan sampel dengan menetapkan sejumlah anggota sampel (Notoatmodjo, 2005). Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu hasil tangkapan nelayan dan nelayan itu sendiri serta memenuhi pertimbangan untuk dijadikan sebagai sampel penelitian yang mana merupakan nelayan aktif beroperasi di perairan Teluk Kumai Desa Tanjung Putri Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Jumlah sampel pada penelitian ini dihitung dengan rumus slovin sebagai berikut :

n =

1+NNe²

Keterangan :

n = Ukuran sampel/jumlah responden N = Ukuran populasi

e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir

* Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut : Nilai e = 0,1 (10%) untuk populasi dalam jumlah besar

Nilai e = 0,2 (20%) untuk populasi dalam jumlah besar

3.6 Rencana Pelaksanaan Penelitian

Adapun rencana pelaksanaan kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Rencana Pelaksanaan Penelitian No

. Kegiatan Bulan

Nov Des Jan Feb

1. Konsultasi Proposal 2. Seminar

Proposal 3. Pelaksanaa

n Penelitian 4. Konsultasi

Laporan 5. Seminar

Hasil 6. Ujian

Skripsi

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. (Rev. ed). Jakarta:

Rineka Cipta.

(8)

Badan Pusat Statistik. 2020. Laporan Tahunan 2020. Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya

Cristianawati, O. 2013. Analisa Spasial Daerah Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Jaring Insang (gillnet) di Perairan Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Journal Of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 2 (2): 1-10

Connel RHL.1987. Ecological Studides in Tropical Fish communities. Cambridge University Press: Cambridge Dinas Kelautan & Perikanan. 2021. Laporan Tahunan 2021.

Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya.

Eirin, G. 2023. Ciri-Ciri Kenampakan Perairan Teluk dan

Manfaatnya bagi Lingkungan.

https://bobo.grid.id/read/083786544/ciri-ciri- kenampakan-perairan-teluk-dan-manfaatnya-bagi- lingkungan?[diakses tanggal 4 november 2023]

Flecker, A. S., & Matthews, W. J. (1999). Patterns in Freshwater Fish Ecology. In Copeia (Vol. 1999, Nomor 1). https://doi.org/10.2307/1447409

Gischa, S. 2022. 9 Macam Perairan. On Line at https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/04/17000 0769/9-macam-perairan?page=all [diakses pada 11 November 2023]

Hadiwiyoto, Suwedo. 1993. Teknologi Pengolahan hasil Perikanan jilid 1. Liberty. Yogyakarta.

Harris, M. 2021. Air Permukaan : Pengertian, Karakteristik, &

Jenis. On Line at

https://www.gramedia.com/literasi/air-permukaan/

[diakses pada 11 November 2023]

Jereb, P & Roper, C.F.E. 2005. Cephalopods of the World, FAO Species Catalogue for Fishery Purpose, 4(1) : 114- 115.

Khaerudin., Hamidah, A. & Kartika, WD. 2018. Jenis–Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Jurnal Iktiologi Indonesia, 18(2): 115-126

Kusumah, W., & Dwitagama, D. 2011. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks

Larasati, D Anjani. 2011. Kajian Biologi Reproduksi Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger Brachysoma Bleeker, 1851) di Perairan Teluk Jakarta, Jakarta Utara.

Skripsi. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Nasution, A. 2009. Analisis Ekologi Ikan Kurau, Eleutheronema tetradactylum (Shaw, 1804) Pada Perairan Laut Bengkalis, Provinsi Riau. Tesis. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, Depok

Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan.

(Rev. ed). Jakarta: Rineka Cipta.

Nursinar, S., S., Sahami, F.M., & Hamzah, S.N. 2015. Analisis Dinamika Populasi Suntung (Loligo sp) di Perairan Teluk Tomini Desa Olimoo’o Kecamatan Batudaa Pantai. Laporan Penelitian Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa Dana Pnbp Tahun Anggaran 2015.

Roper, C.F.E., M.J. Sweeney., and C.E. Nauen. 1984.

Cephalopods of The World. FAO Species Catalogue of

(9)

Interest to Fisheries, FAO Fisheries Synopsis. 3 (25):

277.

Ruhaidani, E. 2019. Kajian Peranan Pelabuhan Rakyat di Teluk Kumai (Role of Private Port in Kumai Bay). 1(2):42-45.

Saanin H. 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Buku 2. Bona Cipta. Bogor. 516 hal.

Samitra, D., & Rozi, Z. F. 2018. Keanekaragaman Ikan di Sungai Kelingi Kota Lubuklinggau. Jurnal Biota, 4(1):1-6.

Sangadji, EM & Sopiah. 2010. Perilaku Konsumen. CV Andi Offset. Yogyakarta.

Sarwojo. 2005. Serba-Serbi Dunia Molusca. Malang.

Indonesia.

Situmorang, TS., Barus, TA. & Wahyuningsih, H. 2013. Studi Komparasi Jenis Makanan Ikan Keperas (Puntius binotatus) di Sungai Aek Pahu Tombak, Aek Pahu Hutamosu dan Sungai Parbotikan Kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan. JPK-Jurnal Perikanan dan Kelautan. 18(2).

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi dan R&D. cv Alfabeta. Bandung.

Thariq, A. S., Swatawati, F., & Surti, T. 2014. The Effect of Different Concentration of Salt to the Content of Glutamic Acid Savoring Flavour (Umami) of Mackerel Fermented Fish (Rastrelliger neglectus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(3):104-111.

Widiyanto, V., Darmanto, Y.S., & Swastawati, F. 2014.

Pengaruh Pemberian Pakan Asap Cair Terhadap Kualitas Dendeng Asap Ikan Bandeng (Chanos chanos forsk), Tenggiri (Scomberomorus sp) dan Lele (Clarias batrachus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. 3(2014), 11-20.

Zainal Mutaqin. 2016. Analisis Potensi Sektor Perikanan Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Pad) Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Referensi

Dokumen terkait

Tingginya  kompetisi  antar nelayan  mengakiba tkan  hasil  tangkapan  nelayan  semakin  menurun.  Untuk  menjamin  kelangsungan  kegiatan  penangkapannya, 

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keanekaragaman jenis ikan hasil tangkapan nelayan di TPI Minamartani Pantai Drini, 2) Menganalisis potensi hasil penelitian

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hasil tangkapan dan pola pertumbuhan ikan kerapu macan hasil tangkapan nelayan di perairan Semak Daun, Kepulauan Seribu.. 1

Hasil dari tangkapan nelayan dari Desa Berakit dan Malang Rapat kemudian dianalisis untuk mengetahui hasil tangkapan berdasarkan jenis alat tangkap dan persepsi tentang

Ditambah lagi untuk mengatasi masalah yang dihadapi mitra masyarakat nelayan selama ini, yaitu saat hasil tangkapan ikan yang banyak dapat dijadikan kerupuk ikan

Pengumpulan data hasil tangkapan yang dijadikan sub sampel diambil sebanyak 20-25% dari total hasil tangkapan ikan tongkol dan tenggiri yang didaratkan per trip (Arikunto,

Data tersebut juga diperkuat dengan hasil sebaran kondisi empiris semangat kerja dari 54 karyawan yang dijadikan sampel penelitian, yaitu 32 orang karyawan (59,3%) memiliki

Hasil penelitian jenis mata pencaharian alternatif dan faktor-faktor pendorong MPA adalah mengidentifikasi 7 tujuh jenis mata pencaharian alternatif nelayan yang dilakukan untuk