Excellence in Learning Innovation
“PROFIL KONDISI FISIK ATLET ATLETIK KABUPATEN TULUNGAGUNG
DALAM MENGHADAPI KEJUARAAN DAERAH JAWA TIMUR 2024”
z
SUKMA AURA PUSPA NIM. 210611609286
S1 – PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI ANGKATAN 2021
Dosen Pembimbing : Dr. Arief Darmawan M.Pd, AIFO
Excellence in Learning Innovation
BAB 1
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Atletik merupakan cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lompat dan lempar (Hendrayana, (2007). Aktivitas yang terdapat dalam cabang olahraga atletik meliputi gerakan-gerakan yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Semua cabang dan nomor yang ada di olahraga atletik perlu adanya kemampuan kondisi fisik yang baik dalam mengikuti pertandingan. Tentunya semua cabang yang ada di dalam olahraga atletik perlu adanya perencanaan dan pembinaan kemampuan kondisi fisik yang baik untuk diikuti dalam pertandingan.
Komponen kondisi fisik dalam atlet atletik meliputi kecepatan, kelentukan, fleksibilitas, kekuatan dan daya tahan. Berdasarkan karakteristik tersebut maka atlet atletik harus dilatih komponen-komponen kondisi fisik nya.
Dikarenakan kondisi fisik atlet memegang peranan penting dalam program latihannya.
Produktivitas hasil kerja meningkat seiring dengan meningkatnya komponen kondisi fisik atlet. Prestasi yang optimal dapat dicapai oleh seorang atlet jika memiliki kondisi fisik yang terprogram secara sistematis dan terencana. Hal ini tidak terlepas dari peran pelatih, program latihan yang baik, serta organisasi manajemen yang baik.
Seorang atlet harus memiliki kondisi fisik yang baik karena ini adalah syarat yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan untuk mencapai prestasi tinggi. Selain itu, kondisi fisik yang baik adalah kunci keberhasilan dalam berbagai cabang olahraga.
Latihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani (physical fitness). Agar atlet atletik menjadi atlet yang baik, seorang atlet dituntut untuk memiliki komponen fisik sesuai dengan nomornya masing-masing. Untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki atlet, perlu dilakukannya sebuah tes kemampuan kondisi fisik.
BAB I
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah profil kondisi fisik atlet atletik PASI Kabupaten Tulungagung dalam menghadapi kejuaraan daerah Jawa Timur berdasarkan hasil tes kondisi fisik?
TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui bagaimana profil kondisi fisik atlet atletik PASI Kabupaten Tulungagung dalam menghadapi kejuaraan daerah Jawa Timur berdasarkan hasil tes kondisi fisik.
BAB I
MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Pelatih
Hasil penelitian ini dapat berguna bagi pelatih atletik dalam memberikan materi yang benar dan sesuai kepada atlet, dan dapat dijadikan bagi para pelatih atletik untuk memberikan bentuk tes yang sesuai untuk kondisi fisik para atlet sesuai dengan nomornya masing-masing.
2. Bagi Atlet
Manfaat bagi atlet, atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan atlet, sehingga atlet dapat termotivasi untuk meningkatkan kondisi fisik atlet tersebut.
3. Bagi Peneliti
Manfaat bagi peneliti, kondisi fisik atlet dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan penelitian khususnya di daerah Kabupaten Tulungagung.
RUANG LINGKUP PENELITIAN
BAB I
Konsep Variabel Indikator Instrumen
Tingkat Kondisi Fisik Atlet Atletik PASI Kabupaten
Tulungagung
Variabel Terikat:
Kondisi fisik atlet atletik PASI
Kabupaten Tulungagung
1. Kecepatan 2. Kelincahan 3. Daya tahan 4. Kekuatan 5. Kelentukan
1. Sprint 50 meter 2. Illinolis Agility
Run Test 3. Beep Test 4. Push Up Test
5. Sit and Reach Test
BATASAN PENELITIAN
BAB I
1. Penelitian ini hanya mengungkap gambaran tingkat kondisi fisik atlet atletik putra dan putri pada nomor lari, lompat, dan lempar untuk dijadikan sumber dasar dalam melihat kualitas fisik atlet atletik PASI Kabupaten Tulungagung.
2. Kajian tes dan pengukuran kondisi fisik untuk atlet putra dan putri hanya dilihat pada aspek komponen kecepatan, kelincahan, daya tahan, kekuatan, dan kelentukan.
Excellence in Learning Innovation
BAB II
BAB II
• Turi & Wulandari (2021). Atletik merupakan suatu cabang olahraga yang di dalamnya terdapat jalan, lari, lompat, dan lempar.
• Atletik merupakan ibu dari sebagian cabang olahraga yang paling tua usianya dan disebut juga sebagai “Mother of Sport”. Alasannya adalah karena gerakan atletik sudah tercermin pada kehidupan manusia purba, mengingat jalan, lari, lompat dan lempar secara tidak sadar sudah mereka lakukan dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan hidupnya, bahkan mereka menggunakannya untuk menyelamatkan diri dari gangguan alam sekitar (Purnomo, 2011).
• Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang membutuhkan kondisi fisik seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelentukan, koordinasi dan kelincahan (Cania & Alnedral, 2019).
A. PENGERTIAN ATLETIK
BAB II
B. HAKIKAT DAN KONDISI FISIK
• Untuk meningkatkan kontribusi olahraga sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kegiatan olahraga tidak hanya sebatas memasyarakatkan olahraga dan mendorong masyarakat untuk berolahraga agar selalu memiliki tubuh dan jiwa yang sehat.
Lebih dari itu, olahraga juga bertujuan untuk mencapai prestasi maksimal dalam pekerjaan sesuai dengan profesi masing-masing, terutama dalam bidang olahraga. (Bafirman & Wahyuri, 2019)
• Kondisi fisik ditinjau dari segi faalnya adalah kemampuan seseorang dapat diketahui sampai sejauh mana kemampuannya sebagai pendukung aktivitas menjalankan olahraga. Kondisi fisik yang bagus dan didukung dengan struktur tubuh seorang atlet yang bagus menjadi faktor yang menentukan prestasi menjadi lebih bagus (Fahrizqi dkk, 2020).
1. PENGERTIAN KONDISI FISIK
BAB II
B. HAKIKAT DAN KONDISI FISIK 1. KOMPONEN KONDISI FISIK
• Daya Tahan (Endurance)
Pengertian daya tahan dari segi kerja otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk bekerja dalam periode waktu tertentu, sedangkan dari segi sistem energi, daya tahan adalah kemampuan organ-organ tubuh untuk bekerja dalam periode waktu tertentu (Sukmawati dkk., 2023).
• Kecepatan (Speed)
Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang sama secara berkesinambungan dalam waktu sesingkat mungkin. (Sajoto, 2021)
BAB II
B. HAKIKAT DAN KONDISI FISIK 1. KOMPONEN KONDISI FISIK
• Kelincahan (Agility)
Kelincahan adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan merubah arah dalam waktu yang singkat, seseorang dikatakan lincah jika orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mengubah arah gerak tubuhnya dengan cepat dan tepat tanpa kehilangan keseimbangan pada posisi tubuhnya. (Dawud & Hariyanto, 2020).
• Kekuatan (Power)
Kekuatan berarti kemampuan untuk mengeluarkan tenaga secara maksmal dalam satu usaha, kemampuan kekuatan berarti terjadinya kontraksi otot pada manusia. (Chan, 2012).
BAB II
B. HAKIKAT DAN KONDISI FISIK 1. KOMPONEN KONDISI FISIK
• Kelentukan (Flexybility)
Menurut Trifayan (2020), Kelentukan merupakan tingkat kemampuan maksimal dalam ruang gerak sendinya dalam kemampuan fisik yang dipengaruhi oleh elastisitas otot, tendon, ligament dan struktir kerangka tulang.
Excellence in Learning Innovation
BAB III
BAB III
DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk data kuantitatif yang berarti penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang telah disebutkan sebelumnya, dan hasilnya disajikan dalam bentuk laporan penelitian (Arikunto, 2010).
Penelitian kuantitatif merupakan investigasi sistematis mengenai sebuah fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik statistik, matematika, atau komputasi (Priadana ,2021).
Penelitian ini menggunakan metode survei melalui tes. Pengertian tes adalah alat pengumpulan data rangkaian atau latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, sikap, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Menurut (Sujarweni, 2015).
BAB III
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
PELAKSA NAAN
Penelitian ini dilaksanakan rentang waktu bulan Desember.
TEMPAT
WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Stadion Rejoagung Kabupaten Tulungagung.
1.
2.
BAB III
SUBJEK PENELITIAN
Atlet atletik yang mengikuti club PASI Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 36 atlet yang terdiri dari 25 atlet putra dan 11 orang atlet putri. diantaranya adalah 20 atlet putra dan 5 atlet putri. Dengan rincian 20 atlet sprinter dari Nest Atletik Tulungagung, 5 atlet tolak peluru dari IPATA Atletik Tulungagung, 4 atlet lompat jauh dari Rejotangan Atletik, 4 atlet lempar lembing dari IPATA Atletik Tulungagung, dan 3 atlet jalan cepat dari IPATA Tulungagung.
SUBJEK PENELITIAN
BAB III
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis intrumen yang akan digunakan adalah jenis tes. Tes diperlukan dengan mengukur komponen kondisi fisik, yaitu:
a) Tes perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kecepatan atlet dengan cara tes lari 50 m. Lari jarak pendek (sprint) adalah semua jenis lari yang sejak start hingga finish dilakukan dengan kecepatan maksimal (Hilman, 2014).
b) Tes untuk mengetahui kelincahan gerak dengan menggunakan Illinois Agility Run Test.
c) Tes untuk mengetahui daya tahan menggunakan Beep Test.
d) Tes untuk mengukur kekuatan otot menggunakan Push Up Test.
e) Tes untuk mengukur fleksibilitas menggunakan Sit and Reach Test.
BAB III
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA 2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, pengumpulan data meliputi:
a) Wawancara
b) Metode Observasi c) Dokumentasi
d) Tes dan analisis data
BAB III
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Setelah memperoleh data, langkah selanjutnya adalah menganalisis data untuk menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Analisis data yang digunakan dari penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase. Menurut (Arikunto, 2010), rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: