• Tidak ada hasil yang ditemukan

ritual tari seblang olehsari banyuwangi sebagai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ritual tari seblang olehsari banyuwangi sebagai"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Kehadiran dukun pada saat pertunjukan merupakan bagian penting dalam tradisi ritual tari Seblang yang tidak dapat diabaikan. Eksistensi ritual adat tari Seblang di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi akhir-akhir ini menjadi bahan kajian etnopedagogis.

Fokus Penelitian

Tradisi ritual yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut ini juga berkaitan dengan tradisi ritual masyarakat yang diyakini mempunyai makna tersendiri.10 Konon, tari Seblang tetap mempertahankan eksistensinya dalam etos setempat. masyarakat. Mengingat Tari Seblang dapat mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat setempat 11 Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Ritual Tari Seblang dari Sari Banyuwangi Sebagai Sumber Belajar IPS SMP Berbasis Etnopedagogi sekolah."

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Dalam bidang pendidikan, tradisi Ritual Tari Seblang dapat menjadi sumber pembelajaran IPS pada tingkat remaja berbasis etnopedagogi. Dengan demikian, sumber belajar berbasis etnopedagogi akan membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai kearifan lokal.

Sistematika Pembahasan

Sedangkan peneliti akan mengkaji Ritual Tari Seblang Olehsari Banyuwangi sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial 5. Implementasi kearifan lokal dalam tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari sebagai wujud rasa syukur masyarakat desa Olehsari.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Jurnal Karya Lathifatul Aunia dan Suprayitno, Mahasiswa PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya Tahun 2022 berjudul “Tarian Lencir Kuning Kabupaten Tuban Sebagai Sumber Pembelajaran Etnopendagogis di Sekolah Dasar.” Yusuf Falaq dan Juhadi, Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Tahun 2023 dengan judul “Nilai-Nilai Sosial Tradisi Gusjigang Sebagai Sumber Pembelajaran IPS”.

Kajian Teori

Sehingga dapat disimpulkan dengan kearifan lokal yang terdapat di Desa Olehsari Kecamatan Glagah yaitu tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari. Apakah Ritual Tari Seblang Olehsari merupakan adat yang dilakukan di Desa Olehsari?

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian etnografi. Penelitian etnografi diartikan sebagai suatu penelitian yang bertujuan untuk mengkarakterisasi suatu kebudayaan guna memahami cara pandang masyarakat adat terhadap kehidupan. Oleh karena itu, kajian etnografi merupakan gambaran suatu kebudayaan untuk memahami paradigma kehidupan masyarakat adat melalui budaya lokal.42 Metode penelitian ini merupakan metode etnografi karena penelitian ini mendalami kandungan materi kearifan lokal yang merupakan bagian dari kebudayaan yang ada di masyarakat. Metode etnografi ini umumnya digunakan sebagai metode penelitian di bidang sosial, khususnya antropologi, dan dinilai sangat cocok untuk penelitian yang mengangkat topik budaya.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat post-positivisme atau interpretatif, digunakan untuk menyelidiki keadaan benda-benda alam, dimana peneliti sebagai instrumen kuncinya, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (kombinasi observasi, wawancara, dokumentasi), data yang diperoleh. Tujuan peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif adalah untuk mendeskripsikan makna simbolik tradisi ritual tari Seblang Olehsari sebagai kearifan lokal suku Osing banyuwangi sebagai sumber belajar IPS tingkat SMA Petama. Ritual adat tari Seblang akan dianalisis untuk mengembangkan materi yang kemudian akan digunakan dan dimasukkan ke sekolah menengah pertama.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Observasi adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan suatu proses atau objek dengan tujuan merasakan dan kemudian memahami pengetahuan tentang fenomena tersebut berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya guna memperoleh informasi yang diperlukan untuk melanjutkan penyelidikan. Kegiatan observasi dilakukan untuk mengolah objek dengan tujuan merasakan dan kemudian memahami pengetahuan tentang fenomena tersebut berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya, memperoleh informasi yang diperlukan dan melanjutkan proses penelitian. Pada tahap observasi ini peneliti menyelidiki informasi tentang ritual tari Seblang melalui observasi partisipan yaitu observasi yang dilakukan dengan cara terlibat langsung dalam berbagai hal yang diamati, sehingga pengamat harus terlibat langsung dalam melakukan proses observasi dan mengamati secara langsung. fenomena atau kejadian tersebut.

Tujuan wawancara sangatlah beragam, misalnya untuk mengetahui latar belakang seseorang, untuk memperjelas informasi yang diperoleh sebelumnya atau untuk mengetahui pandangan seseorang terhadap suatu hal. Wawancara dalam penelitian bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan suatu masyarakat dan sikapnya merupakan alat utama dalam metode observasi 48 Sedangkan wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang dilakukan dengan melakukan tanya jawab lisan. , tatap muka, dan mempunyai tujuan tertentu.49. Dari berbagai sumber data perlu diperhatikan data mana yang dianggap penting dan mana yang tidak penting, data yang sama dikelompokkan.

Data yang masih diragukan harus ditanyakan kembali ke sumber data lama atau baru untuk kelengkapan dan kepastiannya.50. Menurut Nurhadi Magetsari dkk, menjelaskan bahwa pengertian dokumentasi adalah setiap bahan yang termasuk dalam jenis, bentuk dan sifat apa pun yang berkaitan dengan tempat pencatatan informasi, rekaman tertulis atau pahatan yang menyajikan informasi faktual. Bukti data yang diperoleh dengan teknik ini adalah deskripsi objek penelitian, kegiatan tradisi Ritual Seblang Olehsari sebagai sumber belajar sosiologi, serta foto-foto pelaksanaan ritual tari Seblang.

Analisis Data

Kumpulan informasi primer atau informasi mentah yang diperoleh dalam penelitian disebut dengan informasi lain-lain. Penelitian menggunakan tindakan pemilahan informasi ini sebagai tahap awal dalam mengumpulkan berbagai data atau menyusun catatan, baik sebagai catatan yang diperoleh dari bidang penelitian terkait maupun sebagai pernyataan wawancara sebagai informasi yang dapat digunakan untuk membantu informasi penelitian yang kemudian dapat diseleksi dan selanjutnya dikonsentrasikan. Kondensasi data adalah upaya menyeleksi data, memfokuskan data, menyederhanakan data, kemudian membentuknya menjadi interpretasi atas informasi yang diperoleh mengenai lokasi, catatan wawancara, dokumentasi, dan lain-lain.

Kesimpulannya adalah proses kondensasi data diperoleh setelah peneliti melakukan wawancara agar data yang diperoleh lebih kuat dan data lapangan diperoleh dalam bentuk data tertulis, sehingga peneliti dapat mengambil hasil. Penyajian informasi, menurut Miles dan Huberman, merupakan kumpulan data secara sistematis yang melaluinya dapat dibentuk kesimpulan dari data tersebut dan tindakan yang akan diambil.54. Penelitian ini menyajikan data deskriptif mengenai muatan materi etnopedagogi yang terdapat dalam seni Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi serta dapat mengimplementasikan etnopedagogi ritual tari Seblang Olehsari dalam pembelajaran IPS di SMP.

Kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran tradisi ritual tari Seblang Olehsari sebagai sumber belajar IPS di SMP berbasis etnopedagogi.

Keabsahan Data

Triangulasi sumber dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari masyarakat lokal kemudian dilakukan pengecekan kembali keakuratannya. Dalam sumber penelitian, peneliti membandingkan data hasil observasi dengan hasil wawancara dengan dokumen berupa foto-foto yang dimiliki partisipan mengenai kegiatan kebudayaan yang dilakukan masyarakat Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Teknik triangulasi merupakan teknik dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara yang berbeda-beda untuk mendapatkan informasi atau data yang sama.

Dalam pengumpulan data penelitian sering ditemukan ketidakkonsistenan antara data yang diperoleh dari satu sumber dengan sumber lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik yang dapat menghasilkan data yang berbeda-beda sehingga dapat diambil kesimpulan yang pasti dan akurat. Dalam penelitian ini digunakan triangulasi teknis dan triangulasi sumber agar peneliti dapat mengkonfirmasi data dan menyelidiki kebenaran data yang diperoleh di lapangan.

Tahap-Tahap Penelitian

Isi materi etnopedagogi dalam ritual tari Seblang di desa Olehsari kecamatan Glagah kabupaten Bayuwangi. Tarian Seblang mempunyai ciri khas tersendiri dari desa Olehsari dimana masyarakatnya mempercayai ritual tari Seblang Olehsari. Oleh karena itu, siswa dapat melestarikan dan melestarikan tradisi adat ritual tari Seblang Olehsari.

Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat melalui tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari selalu antusias dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Implementasi Etnopedagogi Ritual Tari Seblang Karya Sari Banyuwangi dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama. Implementasi Etnopendagogi Ritual Tari Seblang Karya Sari Banyuwangi dalam Pembelajaran IPS SMP.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Pembahasan Temuan

Kepercayaan disini berupa keyakinan sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Ritual Tari Seblang di desa Olehsari. Dalam ritual tari Seblang Olehsari hal ini dibuktikan dengan nyanyian para penari kepada leluhurnya sebelum ritual dimulai. Ritual Tari Seblang Olehsari merupakan tarian tunggal yang ditarikan oleh seorang gadis perawan yang masih mempunyai keturunan dari Seblang.

Dalam aktualisasi kearifan lokal tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari Banyuwangi menunjukkan bahwa sumber belajar penting dalam perkembangan kognitif dan kualitas siswa dalam mengembangkan tradisi di desa setempat. Sumber pembelajaran disini adalah masyarakat itu sendiri, artinya siswa memperoleh pemahaman tentang tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari sebagai wawasan pengetahuan dan keterampilan tradisi tradisional setempat. Secara keseluruhan hal ini bertujuan untuk mengubah perilaku santri terhadap tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari agar menjadi penerus dan dapat mempertahankan tradisi yang terdapat di desa Olehsari.

Seluruh masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik dan selalu menyukai seni yang berisi cerita ritual tari Seblang Olehsari. Dengan begitu, seiring berkembangnya era digital ini, tradisi ritual tari Seblang Seblang semakin dijaga dan tidak diabaikan oleh masyarakat Olehsari sendiri. Selama menjabat kepala desa, apakah ritual tari Seblang Olehsari tidak pernah dipentaskan dan jika ya, apa dampaknya?

PENUTUP

Simpulan

Saran-saran

Dalam tradisi adat yang sudah menjadi identitas dan mendarah daging di Desa Olehsari, sudah sepantasnya tari Seblang selalu dilestarikan dan dipelihara, menjadi ciri khas Desa Olehsari. Tak hanya itu, tari Seblang menjadi ikon desa Olehsari yang mampu menarik penonton sebagai hiburan dan wujud rasa syukur atau kearifan budaya lokal melalui ritual. Membangun Ketahanan Budaya Melalui Eksplorasi Nilai Filsafat Ritual Seblang Bysari Banyuwangi.” Komunitas 10, tidak.

Hadi Subagyo, Bentuk dan Makna Simbolik Tari Seblang di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, (Surakarta, 2003), 43. Hadi Subagyo, Bentuk dan Makna Simbolik Tari Seblang di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, (Surakarta , 2003), 36. Tari Seblang; “Kajian Simbolik Tradisi Ritual Desa Olehsari Sebagai Kearifan Lokal Suku Osing Banyuwangi.” Jurnal Sandhyakala 1, no.

“Fungsi Tari Seblang Bagi Masyarakat Desa Olehsari dan Kecamatan Bakungan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.” Disertasi, Universitas Airlangga, 2017. Nilai-Nilai Religius yang Terkandung dalam Tradisi Tari Seblang di Desa Bakungan, Banyuwangi, Jawa Timur.” Jornal Mahasiswa UNY 6, No. 4 (Tarian Seblang dan Ritual Kepercayaan Masyarakat (Studi Deskriptif Masyarakat Desa Olehsari, Glagah Kabupaten, Kabupaten Banyuwangi).” Skripai: Universitas Muhammadiyah Malang, 2007.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait