BAB V PENUTUP
B. Saran-saran
Kmudian dengan selesainya kajian ini dan pembahasan temuan, harapan peneliti terhadap seluruh kajian ini antara lain :
1. Ritual Tari Seblang Olehsari
Dalam tradisi adat yang sudah menjadi jati diri dan mendarah daging bagi desa Olehsari sudah sepatutnya tari Seblang ini selalu dilestarikan dan dijaga, hal ini menjadi suatu ciri khas yang ada di desa Olehsari. Maka, diharapkan kedepannya komponen yang berada dilingkungan masyarakat tersebut lebih erat lagi untuk menjaga tradisi budaya di Desa tersebut. Seluruh lingkungan masyarakat bisa menjalin komunikasi dengan baik dan selalu mencintai terhadap seni yang didalamnya terdapat sejarah ritual tari Seblang Olehsari.
Dengan demikian semakin berkembangnya zaman yang serba digital ini, tradisi ritual Tari Seblang Olehsari ini semakin terjaga dan tidak diabaikan oleh masyarakat Olehsari sendiri. Tidak hanya itu, Tari Seblang ini termasuk icon desa Olehsari yang dapat menarik penonton sebagai hiburan dan bentuk rasa syukur atau kearifan lokal budaya melalui ritual
Tari Seblang Olehsari.
2. Peneliti Selanjutnya
Diharapkan peneliti selanjutnya tertarik untuk meneliti subjek teori ini dan dapat mengembangkan lebih perspektif lagi untuk mempelajari berbagai pendapat yang telah dimaknai dan digambarkan dalam kajian ini.
DAFTAR PUSTAKA
A. Octamaya Tenri Awaru, Sosiologi Keluarga, (Bandung, Media Sains Indonesia,2021),183.
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2013),14.
Agatha, Rica, Reefadhinta Novata Amelia, dan Rifadah Nurjihan Sabrina.
“Perspektif „Mistis‟ dan Konstruksi Sosial Ritual Seblang Olehsari.”
Inovasi 2, no. 2 (Mei 2023): 13514.
https://doi.org/10.55606/inovasi.v2i2.1368.
Agus Ahmad Safei,”Sosiologi Toleransi, Kontestasi, Akomodasi, Harmoni”, 09.
Ahmad Rohani, Media Instruksional Edukatif, (Jakarta : Rineka Cipta, 1997),102.
Al-Baiti, “Kajian Kearifan Lokal Kelompok Budaya Dari Lembah Baliem Wamen Papua,” diakses pada tanggal 02 Juni 2023 pukul 16.05 WIB.
http://www.Fkip.Uinsmuh.ic.id/
Alwasilah, A., Chaedar Karim Suryadi, dan Tri Karyono. Etnopedagogi:
Landasan Praktek Pendidikan dan Pendidikan Guru. Yogyakarta: UPI, 2009.
Anny, Ammy Aulia Renata. “Proses Ritual Seblang Olehsari.” Joged 8, no.1 (April 2016): 239-250. https://doi.org/10.24821/joged.v7i1.1590.
Anoegrajekti, Novi. “Seblang Using: Studi Tentang Ritus Dan Identitas Komunitas Using.” Bahasa Dan Seni 31, no. 2 (Agustus 2003): 253–69.
https://adop.pub/downlod/seblang-using-studi-tentang-ritus-dan- identitas-komunitas-us.html.
Anshori, “Awal mula tradisi Tari Seblang Olehsari”, 05 September 2023.
Arifin, Zainal. Evaluasi Pembelajaran : Prinsip, Teknik Prosedur . Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2013.
Asha, Asha, Kholid Mabruri, Nurul Khomariah dan Ali Imron. “Construction of Cultural Resilience Through The Exploration of Seblang Olehsari Banyuwangi Ritual Philosophical Value.” Komunitas 10, no. 2
(September 2018): 255-62.
https://doi.org/10.15294/komunitas.v10i2.15222.
Aulia, Lathiful dan Suprayitno. “Tari Lencir Kuning Kabupaten Tuban Sebagai Sumber Belajar Etnopendagogi Di Sekolah Dasar.” JPGSD 10, no. 5 (Juni 2022): 1171-1183. https://doi.org/10.86181/47045.
Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2012),45.
Bachtiar, Muhammad zulfikar. "Perancangan Program Acara Televisi Feature
"Berirama Nusantara" Eps. Suling Gamelan Yogyakarta." Skripsi Thesis:
ISI Yogyakarta, 2019.
Basrowi, Siskandar. Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja. Karya Putra Darwanti, 2012.
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
Dahlia Lubis, Aliran Kepercayaan/Kebatinan,(Medan, Perdana Peblishing ,2019 ),12.
Djamal, M. Paradigma Penelitian Kualitatif . Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Dokumen Lembaga Kemasyarakatan Desa Olehsari Banyuwangi, 04 September 2023.
Eris Warmansyah Abbas, Memahami Sejarah (sebuah Tanggung Jawab).
(Banjarmasin :Antra EWA Book Company, 2000), 321
Falaq, Yusuf dan Juhadi. “Nilai-nilai Sosial Tradisi Gusjigang Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.” JIPSINDO 10, no. 1 (Februari 2023):
57-68. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v10.il.53199
Gunawan, dan Ibnu Hasan. Percikan Pemikiran Pendidikan Islam: Analogi Konfigurasi Pendidikan Masa Depan. Jakarta: Rajawali Press, 2015.
Hadi Subagyo, Bentuk dan Makna Simbolik Tari Seblang DiDesa Olehsari kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, (Surakarta,2003),43.
Hadi Subagyo, Bentuk dan Makna Simbolik Tari Seblang DiDesa Olehsari kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, (Surakarta,2003),36.
Hafid, Anwar, Amiruddin, Ketut Suardika, dan Peribadi. “An Analysis of Kalosora Function as Ethnopedagogy Media in Nation Character Buliding In Shoutheast Sulawesi.” International Research Journal of Emerging Trends in Multidicplinary 1, no. 9 (November 2015): 1-15.
https://doi.org/10.2395/4434
Haluty, Djaelani. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pulanga Untuk Pengembangan Karakter.” Al-Ulum 14, no. 1 (Juni 2014), 221-227.
http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/articel/view/49/35.
Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UI Press,1985),10
Idris, Idris. “Exploring Organizational Culture, Quality Assurance, and Perfomance in Higher Education.” Management and Econoimcs Journal (MEC-J) 3, no. 2 (Agustus 2019): 166-181.
https://doi.org/10.18860/mec-j.v3i2.7529.
Isnai, Iin. “Kesenian Seblang Di Desa Olehsari Kabupaten Banyuwangi Pada Tahun 2002-2021.” Skripsi: UIN KHAS Jember, 2023.
Kholiq, Abdul. Media Dan Sumber Belajar IPS. Yogyakarta: CV Ananta Vidya, 2022.
Kuntowijoyo,35
Lestari, Gina. “Bhinekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan Sara.” Jurnal Pendidikan Pancasial Dan Kewarganegaraan 28, no. 1 (Februari 2015): 31-37.
http://dx.doi.org/10.17977/jppkn.v28i1.5437.
Lestari, Gina. “Ritual Seblang Masyarakat Using Di Banyuwangi Jawa Timur.”
Makara Hubs-Asia 1, no. 1 (2018): 166.
https://doi.org/10.7454/mssh.v18i1.xxxx.
Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran : Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.
Manafe, Yermia Djefri. “Komunikasi Ritual Pada Budaya Bertani Atoni Pah Meto Di Timor-Nusa Tenggara Timur.” Jurnal ASPIKOM 1, no. 3 (Juli 2011):
287. http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v1i3.26.
Miles, Mattew B., dan A. Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber Metode Baru. Jakarta: UI-Press, 1992.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana. Qualitatif Data Analysis. Los Angles: Sage, 2014.
Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif : Telaah Positivistik Rasionalistik, Phenomenologik Realisme Metaphisik/ Noeng Muhadjir.
Yogyakarta, 1992.
Muhammad Mushfi El Iq Bali, Model Interkasi Sosial Dalam Mengelaborasi Keterampilan Sosial, Jurnal Pedagogia Vol. 04 No. 02, Juli-Desember 2017.
Njatrijani, Rinitami. “Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang.”
Gema Keadilan 5, no. 1 (September 2018): 16-31.
https://doi.org/10.1410/gk.2018.3580
Prayogi, Didit Satya, Sugeng Utya, dan Surmami. “Internalisasi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Melalui Pengembangan Multimedia Interaktif Muatan Pembelajaran IPS.” Jurnal Pendidikan 4, no. 11 (November 2019): 1457-1463. http://dx.doi.org/10/17977/jptpp.v4i11.12990.
Rahmawati, Hasna Luthfiyah dan Ganes Gunansyah. “Kesenian Dongkrek Desa Mejayan Kabupaten Madiun Sebagai Sumber Belajar Berbasis
Etnopendagogi di Sekolah Dasar.” JIPSINDO 9, no. 7 (Juli 2021): 2883- 2894. https://doi.org/10.41528/jipsindo.v9i7.64904.
Rosa, Alya Azolla. I Nyoman Ruja, dan Idris Idris. “Tari Seblang; Sebuah Kajian Simbolik Tradisi Ritual Desa Olehsari Sebagai Kearifan Lokal Suku Osing Banyuwangi.” Jurnal Sandhyakala 1, no. 2 (Juli 2020): 9-25.
https://doi.org/10.31537/sandhyakala.v1i2.336.
Saputra, Heru S P. “Wasiat Leluhur: Respons Orang Using Terhadap Sakralitas Dan Fungsi Sosial Ritual Seblang.” Makara Hubs-Asia 18, no. 1 (2014):
53–65. https://doi.org/10.7454/mssh.v18i1.xxxx.
Sari, Dinia Agustia Artika. “Selametan Kematian Di Desa Jaweng Kabupaten Boyolali.” Haluan Sastra Budaya 1, no. 2 (Desember 2017): 147-161.
https://doi.org/10.20961/hsb.v1i2.15188.
Sari, Niar Mita. “Fungsi Kesenian Tari Seblang Bagi Masyarakat Desa Olehsari Dan Kelurahan Bakungan Di Banyuwangi Jawa Timur.” Skripsi, Universitas Airlangga, 2017.
Sekertariat Negara Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Setiawan, Iyan, dan Sri Mulyati. “Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal.” 7, no. 2 (Juli 2020), 121-132. http://dx.doi.org/10.30659/pendas.7.2.121- 133.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta, Rineka Cipta, 2013),2.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pres 2017.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta, 2022.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:
Alfabeta, 2017. 21.
Sumarlam. Teori Dan Praktik Analisis Wacana, Cetakan III. Surakarta: Surakarta Pustaka Cakra, 2005.
Suprayogi. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Semarang: Widya Karya, 2011.
Tilaar, H.A.R. Pendagogi Teoritis Untuk Indonesia. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2015.
Toifur, Moh., Ishat, dan Widodo. Prosiding Seminar Nasional Fisika Dan Pendidikan Fisika. Yogyakarta: UAD Press, 2008.
Vita, Chynthya Erma. “Eksistensi Tari Seblang Pada Etos Masyarakat Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.” Skripsi Thesis:
Univresitas Jember, 2015.
Wahyuni, Nuning Dwi. “Nilai-Nilai Religius Yang Terkandung dalam Tradisi Tari Seblang Di Desa Bakungan Banyuwangi Jawa Timur.” Jornal Student UNY 6, no.4 (September 2017): 1-16.
https://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/tari/articel/view/9387.
Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Kencana Prenada (Jakarta: Media Group, 2008), 299.
Yuliani, Fitria Ribut. “Tari Seblang Dan Ritual Keyakinan Masyarakat (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi).” Skripai: Universitas Muhammadiyah Malang, 2007.
Lampiran 2 (Pedoman Wawancara)
PEDOMAN WAWANCARA A. Kepala Desa Olehsari
1. Bagaimana pandangan Bapak terhadap Ritual Tari Seblang Olehsari ? 2. Apakah Ritual Tari Seblang Olehsari dilakukan oleh semua masyarakat
desa Olehsari?
3. Apakah Ritual Tari Seblang Olehsari ini menjadi suatu kebiasaan yang harus terlaksana di Desa Olehsari?
4. Apakah selama bapak menjabat sebagai kepala desa, Ritual Tari Seblang Olehsari ini pernah tidak terlaksana dan jika pernah apa dampaknya?
B. Ketua Adat Tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari
1. Sejak kapan Tradisi Ritual Tari Seblang dilaksanakan?
2. Bagaimana terjadinya Tari Seblang Olehari di Banyuwangi?
3. Bagaimana strategi dalam pelaksanaan Tari Seblang Olehsari?
4. Apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan Tari Seblang Olehsari?
5. Apakah ada pelatihan khusus dalam melaksanakan Ritual Tari Seblang Olehsari?
6. Bagaimana sejarah perkembangan Ritual Tari Seblang Olehsari Banyuwangi?
7. Bagaimana jika Tari Seblang Olehsari ini tidak dilaksanakan?
C. Penari Seblang dan para pelaku tradisi ritual tari Seblang Olehsari 1. Bagaimana cara menjadi penari Seblang Olehsari?
2. Bagaimana perasaan anda ketika menjadi penari tari Seblang ini?
3. Apakah setiap gerakan Tari Seblang memiliki makna atau arti tersendiri?
4. Apakah setiap busana yang digunkaan memiliki arti tersendiri?
5. Apa yang menjadi ciri khas tari Seblang?
6. Apakah setiap iringan lagu berpengaruh dalam ritual tari Seblang Olehsari?
7. Bagaimana jika salah satu alat untuk mengiringi lagu tersebutterdapat kendala pada saat ritual?
8. Bunga apa saja yang disiapkan untuk ritual tari Seblang Olehsari?
9. Apa saja properti yang perlu disiapkan dalam melaksanakan Tari Seblang Olehsari?
10. Apakah waktu dalam melakukan ritual tari Seblang Olehsari tersebut ditentukan?
11. Bagaimana bentuk dan penyampaian sumber belajar dalam ritual tari Seblang Olehsari?
12. Bagaimana penerapan sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial disekolah terkait ritual tari Seblang Olehsari?
13. Apa fungsi sumber belajar dalam penerapan ritual tari Seblang Olehsari dikalangan peserta didik?
14. Bagaimana cara mengimplementasikan ritual tari Seblang Olehsari terhadap peserta didik sebagai sumber belajar IPS?
D. Masyarakat Desa Olehsari Banyuwangi
1. Bagaimana pendapat masyarakat terhadap tari Seblang Olehsari Bayuwangi?
2. Hal apa yang menjadi keyakinan masyarakat terhadap tari Seblang Olehsari?
3. Bagaimana bentuk partisipasi masyarakat sekitar terhadap kegiatan ritual tari Seblang Olehsari?
4. Hal apa yang harus dipersiapkan oleh masyarakat sekitar terhadap pelaksanaan ritual tari Seblang Olehsari?
5. Apa yang dirasakan masyarakat desa Olehsari ketika ritual tari Seblang Olehsari tidak terlaksana?
Lampiran 3 (Surat izin Penelitian)
Lampiran 4 (Jurnal Kegiatan Penelitian)
Lampiran 5 (Surat Selesai Penelitian)
Lampiran 6 (Dokumentasi Foto)
Wawancara Kepada Kepala Desa Olehsari Bapak Joko Mukhlis
Wawancara Kepada Ketua Adat Peguyupan Tradisi Ritual Tari Seblang Olehsari Bapak Anshori
Wawancara terhadap Penari Seblang Olehsari Dwi Putri Ramadhani
Wawancara terhadap masyarakat desa Olehsari Ibu Suhati
PELAKSANAAN TRADISI RITUAL TARI SEBLANG OLEHSARI BANYUWANGI