Nama : Rizqi Dwi Nurmansyah
NIM : 200321614860
Offering : P7
Mata Kuliah : Penelitian Kualitatif Tugas : Novelty dan analisis kritis
Perkembangan S-Select dan C-Select dalam Kalimat Anak Usia 4-9 Tahun
Perkembangan kalimat anak berbeda dari kalimat orang dewasa karena lebih fleksibel, dinamis, dan diatur dengan cara tertentu. Ini menunjukkan bahwa anak sedang mengembangkan kemampuan untuk memahami kaidah kalimat yang berlaku di sekitarnya.Anak-anak memahami kaidah kalimat secara intrinsik, secara bertahap, dan tanpa instruksi langsung. Anak-anak tidak menyadari proses dan hasil pemerolehan bahasa, yang terjadi secara alami dan tidak disadari (Arsanti, 2014; Hutauruk, 2015).
Usia terkait dengan perkembangan kalimat anak. Ada hubungan antara perkembangan sintaksis dan perkembangan kognitif anak-anak, menurut penelitian yang dilakukan oleh Rakhlin et al. (2011). Dimulai dengan kalimat satu kata, anak-anak kemudian menggabungkan kata-kata untuk membuat kalimat yang lebih kompleks. Usia kritis anak (antara 4 dan 9 tahun) adalah masa kritis di mana perkembangan bahasa anak sangat sensitif.
Pada usia ini, anak-anak dapat menggunakan bahasa lingkungan dengan cepat (Dong & Ren, 2013; Sebayang, 2018).
Karena sintaksis kalimat anak belum stabil dan terus berkembang, perkembangan kalimat orang dewasa lebih sulit untuk diamati. Chomsky (1969) menekankan bahwa perubahan sintaksis seiring bertambahnya usia akan berkurang, dan perubahan kalimat pada orang dewasa tidak terlalu jelas. Kaidah semantik berkembang lebih dahulu daripada kaidah sintaksis pada tahap awal perkembangan kalimat. Pada tahap awal perkembangan kalimat, perhatian anak lebih pada pemahaman makna kalimat daripada kebenaran sintaksisnya (Saffran et al., 2001).
Penguasaan kaidah s-select dan e-select, yang menentukan kegramatikalan status kalimat, menunjukkan perkembangan kalimat anak. Kaidah s-select mengontrol kesesuaian makna antara predikat dan argumennya, sedangkan kaidah e-select mengontrol kesesuaian kategori predikat dengan argumennya. Kedua prinsip ini dapat mempengaruhi struktur kalimat anak. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah pertumbuhan pilihan s dalam kalimat anak-anak berusia 4-9 tahun dan pilihan c dalam kalimat anak-anak pada usia yang sama.
Novelty:
1. Dari teks yang diberikan, terdapat beberapa elemen yang dapat dianggap sebagai novelty (kebaruan) dalam konteks pembahasan perkembangan kalimat anak:
Pendekatan Terhadap Pemerolehan Bahasa Anak:
Teks menekankan bahwa pemerolehan bahasa anak terjadi secara alami, tanpa disadari, dan merupakan hasil dari interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini menciptakan pemahaman baru tentang bagaimana anak-anak membangun kemampuan bahasa mereka tanpa kesadaran eksplisit terkait proses tersebut.
2. Perkembangan Kalimat Terkait dengan Usia dan Kognisi:
Teks membahas korelasi antara perkembangan kognitif anak dengan perkembangan sintaksisnya. Pemahaman bahwa perkembangan kalimat anak bersifat dinamis dan terkait erat dengan perkembangan kognitif memberikan wawasan baru tentang hubungan ini.
3. Perbandingan antara Kalimat Anak dan Orang Dewasa:
Perbandingan struktur kalimat anak yang masih berkembang dengan kalimat orang dewasa yang sistematik memberikan sudut pandang baru terhadap dinamika perkembangan bahasa.