Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, baik elektronik maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit. Alhamdulillah kami senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, rahmat dan nikmat-Nya sehingga lahirlah Buku Keterampilan Manajemen Keperawatan Laboratorium Tahun 2018-2019 Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Keperawatan Fakultas Keperawatan Sultan Agung Islam Universitas, boleh diterbitkan. Panduan ini sangat penting bagi mahasiswa Fakultas Keperawatan Unissula maupun bagi para dosen dan instruktur praktek laboratorium sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya di laboratorium Program Studi Keperawatan dan Keperawatan Universitas Fakultas Keperawatan UNISSULA sesuai dengan peran, fungsi dan kompetensi yang ditetapkan dalam pelaksanaan pengajaran Praktikum Laboratorium Fakultas Keperawatan Unissula.
Buku ini berisi kumpulan keterampilan keperawatan yang dapat ditindaklanjuti dengan topik-topik pilihan yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang diikuti siswa. Semoga buku ini dapat menjadi panduan yang baik dalam kegiatan belajar mengajar di Fakultas Keperawatan dan membawa manfaat lebih bagi seluruh civitas akademika. Penulis senantiasa mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini.
Buku ini disusun sebagai panduan bagi mahasiswa S1 Keperawatan semester III dan perawat PRODI dalam melaksanakan proses praktikum manajemen keperawatan. Buku tersebut berisi materi-materi yang nantinya akan digunakan mahasiswa dalam pelaksanaan proses pendidikan pada mata kuliah Manajemen Keperawatan Unit 21.
DEFINISI
TUJUAN
KEGIATAN
Apabila ketua ruangan dan PP tidak hadir, maka AP mempunyai tugas yang sama dengan PP untuk menindaklanjuti hal-hal yang berkaitan dengan klien, sebagaimana yang dilakukan oleh PP.
CEKLIST
PRE CONFERENCE
Prakonferensi merupakan komunikasi antara perawat utama/KaTim dengan perawat tambahan setelah tindakan bedah selesai untuk rencana kegiatan shift yang dipimpin oleh PP atau KaTim. Jika PP didampingi oleh dua PA dalam satu shift, maka seluruh klien dibagi di antara dua PA yang bertanggung jawab. Jika dalam satu shift hanya ada satu orang yang memantau PP, maka jumlah klien yang menjadi tanggung jawab PP adalah 20%.
3 PP/KaTim membagi tugas kepada PA sesuai kemampuannya dengan memperhatikan keseimbangan kerja 4 PP/KaTim meminta PA menerima klien. 6 PA menanyakan rencana tindakan pasien yang menjadi tanggung jawabnya yang ditentukan oleh PP/KaTeam 7 PP/KaTeam Berdiskusi dengan PA.
POST CONFERENCE
Pasca konferensi merupakan komunikasi antara kepala perawat/koordinator shift dengan asisten perawat mengenai hasil kegiatan selama shift dan sebelum melanjutkan ke shift berikutnya. Isi pasca konferensi adalah hasil asuhan keperawatan individu perawat dan hal-hal penting untuk dilakukan tindakan (tindak lanjut). 3 PP/KaTeam meminta evaluasi hasil asuhan keperawatan individu bangsal 4 PA memberikan hasil evaluasi asuhan keperawatan yang dilakukan dalam satu shift.
Memahami peranan Kepala Seksi Keperawatan, Kepala Ruangan, Perawat Pratama (PP) dan Perawat Pembantu (PA) dalam melakukan supervisi.
SUPERVISI
Kegiatan pengawasan dilakukan secara maksimal untuk memastikan kegiatan pelayanan MAKP memenuhi standar mutu profesional yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan oleh perawat yang mempunyai kompetensi baik di bidang manajemen maupun keperawatan serta menguasai pilar profesionalisme yang diterapkan di MAKP. Kepala bagian keperawatan atau konsultan membawahi manajer ruangan, perawat utama, dan perawat pendamping.
Materi supervisi atau pengawasan disesuaikan dengan gambaran tugas masing-masing tenaga keperawatan yang berada di bawah supervisi.
VISIT DOKTER
SYARAT
Penanggung jawab kunjungan dokter adalah PP atau koordinator shift yang bertanggung jawab terhadap klien yang diberi wewenang oleh PP. Koordinator PP/shift memberikan informasi kepada dokter tentang kemajuan dan permasalahan bangsal, tindakan yang diambil dan hasilnya. Koordinator PP/shift mendampingi dokter selama pemeriksaan dan meminta komentar dokter terhadap hasil pemeriksaan.
CEKLIST
KOLABORASI
- ELEMEN-ELEMEN 1. Struktur
- LANGKAH-LANGKAH
- CEKLIST KOLABORASI
- CEKLIST KOLABORASI VIA TELPON MENGGUNAKAN SBAR
Kolaborasi merupakan hubungan timbal balik dimana penyedia layanan memikul tanggung jawab terbesar terhadap pelayanan pasien dalam kerangka bidang pekerjaannya masing-masing. Praktik kolaboratif menekankan tanggung jawab bersama dalam mengelola perawatan pasien dengan proses pengambilan keputusan dua arah berdasarkan pendidikan dan keterampilan masing-masing praktisi. Semua penyedia layanan juga harus berkolaborasi dengan pasien, menekankan kesinambungan, timbal balik satu sama lain, dan tidak ada satu penyedia layanan pun yang dapat mendominasi secara konsisten.
Perlu melibatkan para ahli dengan berbagai bidang keahlian yang dapat bekerja sama dengan lancar. Kelompok harus memberikan layanan yang keunikannya dihasilkan dari kombinasi pandangan dan keahlian yang diberikan oleh masing-masing anggota tim. 9 Jelaskan apakah terdapat perubahan pada hasil pengkajian seperti : status mental, status pernafasan, warna kulit, perubahan saraf, irama jantung, nyeri, drainase luka, muskuloskeletal (lemah, kelainan bentuk), gangguan pencernaan (mual, muntah, diare) ) ).
11 Menanyakan apa saja yang perlu dilakukan, misalnya memindahkan pasien ke ICU/HCU?, melihat langsung kondisi pasien. 13 Jika ada perubahan penatalaksanaan atau pengobatan tanyakan berapa kali TTV harus diperiksa, jika pasien tidak melihat adanya perbaikan, kapan kita akan menghubungi dokter kembali.
RONDE KEPERAWATAN
PERAN
KEGIATAN
PENERIMAAN PASIEN
Penerimaan pasien baru merupakan proses interaksi antara perawat, pasien baru dan keluarga yang dilakukan pada hari pertama memasuki ruangan. Hal ini meliputi penyiapan ruangan, penjelasan informasi tentang tenaga kesehatan yang menangani pasien, fasilitas dan peraturan yang berlaku. di rumah sakit. Segera setelah pasien sudah tenang dan keadaan kembali memungkinkan, perawat memberikan informasi kepada klien dan keluarga mengenai hal tersebut. Riwayat pasien baru menurut PP dan PA PP menjelaskan segala sesuatu yang termasuk dalam penerimaan pasien baru.
Menginventarisasi barang-barang yang dibawa pasien dan menyimpannya di loker pasien, barang-barang yang tidak diperlukan dibawa pulang oleh keluarga pasien. 19 Jika sudah jelas, perawat akan meminta tanda tangan persetujuan sentralisasi obat dan formulir penerimaan pasien baru. Memahami peran manajer bangsal (Karu) dan perawat perawatan primer (PP) (PA) dalam pelaksanaan perencanaan pemulangan.
DISCHARGE PLANNING
Perencanaan pelaksanaan rencana pulang merupakan dokumentasi untuk menyelesaikan masalah, tujuan, dan intervensi bagi pasien yang akan pulang dan untuk asuhan keperawatan pada saat pasien pulang. Perawat layanan primer memberikan pendidikan kesehatan yang dibutuhkan pasien dan keluarga untuk perawatan di rumah mengenai: aturan makan, obat-obatan yang harus dibawa ke rumah, aktivitas, apa yang harus dibawa pulang, rencana pemantauan, apa yang harus dibawa saat pemeriksaan, prosedur pemantauan, khusus jadwal pesan. Perawat layanan primer menawarkan pasien dan keluarga kesempatan untuk mencoba mendemonstrasikan pendidikan kesehatan yang diajarkan.
Karu memberikan penguatan atau penghargaan kepada pasien dan keluarga jika mereka dapat melakukan apa yang mereka lakukan dengan benar. PP memberikan pelayanan medis yang dibutuhkan pasien dan keluarga untuk perawatan di rumah mengenai: aturan makan, obat-obatan yang harus dibawa ke rumah, aktivitas, apa yang harus dibawa pulang, rencana kontrol, apa yang harus dibawa ke kontrol, prosedur kontrol, jadwal pesan khusus.