RUBBER FARMERS NEED FOR SIGNIFICANT CONDITIONS IN THE VILLAGE PAGAR PUDING LAMO TEBO ULU SUB DISTRICT PROVINCE TEBO JAMBI
Oleh,
Ilhamuddin* Bakaruddin ** Nila Afryansih **
Geography Education Students of STKIP PGRI West Sumatra * Lecturer in Geography Education of STKIP PGRI West Sumatra **
ABSTRACT
This study aims to reveal and describe the condition of basic necessities rubber farmers in the village of Pagar Pudding Lamo District of Tebo Ulu Kabupten Tebo of Jambi province, seen from: 1) the condition of food, 2) the condition of the clothing, 3) the condition of the board, and 4) education research method is descriptive, the population of this research is all rubber farmers in the District Lamo Pagar pudding Tebo Tebo Ulu Kabupten Jambi province, totaling 348 households. The sample is taken by Proposioanal Random Sampling technique with a level of 15% so that the portion of the sample of respondents numbered 52 families. , The results of the study include: 1) The food situation in the rubber farmers Pagar Subdistrict Pudding Lamo Tebo Tebo Ulu Jambi province obtained an average score of 2.7 with the level of achievement 58.69% of respondents who are in the unfavorable category. 2) the condition of the clothing rubber farmers in the District Lamo Pagar Pudding Tebo Tebo Ulu Jambi province obtained an average score of 2.61 with 65.40% yingkat achievements of respondents who are in a category quite well. 3) the condition of the rubber in peteni board Pagar Subdistrict Pudding Lamo Tebo Tebo Ulu Jambi province obtained an average score of 2.98 with the level of achievement 72.02% of respondents who are in the unfavorable category. 4) the state of education in the rubber farmers Pagar Subdistrict Pudding Lamo Tebo Tebo Ulu Jambi province obtained an average score of 3.15 with the level of achievement of 77,84% of respondents who are in the unfavorable category.
Keywords: Condition Rubber Farmers Necessity.
PENDAHULUAN
Jambi merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang tergolong kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.walaupun demikian jika ditinjau dari segi kehidupan masyarakat yang jauh dari perkotaan masih ada beberapa daerah yang masyarakatnya belum bisa digolongkan sejahtera Begitu juga yang terjadi pada masyarakat deasa pagar pudig lamo kecamatan tebo ulu kabupaten tebo.Masih banyak penduduk yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
Desa Pagar Puding lamo adalah suatu wilayah yang terletak di Kabupaten Tebo, yaitu kecamatan Tebo Ulu Provinsi Jambi, Masyarakatnya dengan mata pencarian sebagai petani Wilayah ini cukup jauh dari pusat kotaan. Jumlah Penduduk yang tinggal di wilayah ini 1812 Jiwa yang terdiri dari 572 KK, Kantor Kepala Desa Pagar Puding Lamo 2016.
Berdasarkan sejarahnya, Pagar Puding Lamo adalah salah suatu perkampungan tua di Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Wilayah ini kaya akan sumber daya alam dari segi perkebunan,Masyarakat Desa pagar puding menganatungkan hidupnya sebagian besar sebagai petani. Tani yang digunakan masyarakat Desa umumnya tani tanaman tua yaitu karet, dan kelapa sawit sebagai selingan pegetasi pertanian tanaman tua masayakat DesaPagar Puding Lamo.Desa Pagar Puding Lamojuga kaya akan tanah ulayat oleh karena itu wilayah ini seharusnya maju dan sejahtera.
Berdasarkan hasil observasi awal pada lokasi penelitian daerah tersebut ternyata masih banyak penduduk yang kurang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya baik dari segi kebutuhan pangan (Diduga masih banyak keluarga yang pola
makannya tidak berdasarkan pola empat sehat lima sempurna), sandang (Diduga penduduk masih banyak yang memakai satu jenis pakaian baik untuk keperluan sehari-hari maupun dalam acara pesta).
papan (Sebagian perumahan penduduk diduga belum layak karena dindingnya yang terbuat dari papan sudah lapuk dan berlobang-lobang begitu juga kondisi atap yang sudah bocor-bocor).pendidikan (Diduga kepala keluarga hanya menjalani lama pendidikan ditingkat SD beberapa tahun saja).
Jika dilihat dari penjelasan di atas bertolak belakang dengan sumber daya alam yangbanyak, tetapi kenyataan di lapangan masih banyaknya penduduk, atau kepala rumah tangga yang belum mampu memenuhi kebutuhan pokok seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, dan pendidikan.Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian di wilayah tersebut yang dituangkan dalam sebuah judul “Kondisi Kebutuhan Pkok Petani Karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi”.
METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan latar belakang, permasalahan dan tujuan penelitian, maka metodologi penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat kenyataan yang terjadi di lapangan dan menerangkannya. Nawi (1990).
Berdasarkan tujuan yang ingin di capai, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet di desa pagar puding lamo yang berjumlah 348 KK petani.
Sampel responden dalam penelitian ini di ambil berdasarkan pendapat Arikunto (2006:131) yaitu sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti. Sampel dalam penelitian ini di ambil dengan teknik Proporsional Random Sampling dengan tingkat proporsi 15%, sehingga sampel responden 52 KK.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama: Kondisi pangan prtani karet di Desa Padar Puding Lamo
Berdasarkan pertanyaan penelitian didapatkan hasil pengolahan data tentang kodisi pangan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, dilihat dari berapa kali makan dalam satu hari umumnya dua kali sehari (67,30%), sumber makanan anggota keluarga umumnya usaha sendiri (100%), apakah setiap anggota keluarga selalu makan pagi umumnya kadang-kadang (59,62%), mengkonsumsi susu dan buah-buahan pada umumnya kadang-kadnag (75%) jenis makanan pokok yang dikonsumsi umumnya beras (100%), jenis lauk-pauk yang dikonsumsi umumnya tahu dan tempe (57,69%), mengkonsumsi sayur dalam sehari pada umumnya kadang- kadang (75%) dan ketersediaan pangan anggota keluarga umumnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari (63,46%).
Pola menu 4 sehat 5 sempurna digali dari pola menu pada umumnya sejak dahulu telah dikenal masyarakat diseluruh tanah air. Pada umumnya menu di Indonesia terdiri atas makanan sebagai berikut: a) Makanan pokok yang memberi rasa kenyang: nasi, jagung, singkong, talas, sagu serta hasil olah seperti: mie, bihun, macaroni, dan sebagainya, b) Lauk untuk memberi rasa nikmat sehingga makanan pokok yang ada pada umumnya
mempunyai rasa netral,dan terasa lebih enak, c) Sayur untuk memberi rasa segar dan melancarkan proses menelan makanan karena biasanya dihidangkan dalam bentuk berkuah: sayur, umbi-umbian, dan kacang- kacangan, d) Buah untuk mencuci mulut pepaya, nenas, pisang, jeruk, dan sebagainya (Almatasier, 2004).
Jika asupan zat gizi yang dikonsumsi kurang dari kebutuhan minimal tubuh dalam waktu yang relatif lama maka akan terjadi gangguan fungsi organ dan keseimbangan sistem biologis tubuh.
Susunan menu yang lengkap yaitu empat sehat lima sempurna artinya menu yang sehat terdiri dari empat hidangan yaitu nasi, lauk pauk, sayur-sayuran dan buah- buahan. Menu tersebut sempurna apabila ditambah satu hidangan yaitu susu.
Pembagian hidangan sehari – hari dapat diatur, yang penting kebutuhan badan akan zat- zat makanan untuk satu hari dapat terpenuhi ,Tejasari (2003).
Dari hasil pengolahan data dan menurut Almataser ,Tajasari di atas dapat di simpulkan kondisi pangan petani karet di desa pagar puding lamo kurang baik di karenakan tidak terlaksananya pola makan 4 sehat 5 sempurna mengibatkan kurangnya asupan zat gizi yang di terima tubuh setiap harinya.
Kedua: Kondisi sandang petani karet di Desa Pagar Puding Lamo
Berdasarkan pertanyaan penelitian didapatkan hasil pengolahan data tentang kondisi sadang petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, dilihat dari jenis pakaian yang dimiliki oleh anggota keluarga adalah pakaian sehari- hari (59,62%), mengganti pakaian dalam sehari adalah dua kali (82,70%), ketersediaan pakaian anggota keluarga umumnya kurang untuk kebutuhan sehari- hari (61,53%),sekali berapa membeli pakaian umumnya anggota keluarga
membeli pakaian sekali 1 tahun (67,30%), anggota keluarga membeli pakaian dalam sekali pembelian umumnya rata-rata lebih dari 3 pasang/tahun (100%), darimana saja sumber pakaian yang diperoleh untuk membeli pakaian anggota keluarga umumnya usaha sendiri (76,92%), dan apakah pernah menerima bantuan dari family untuk membeli pakaian umumnya tidak pernah (73,08%).
Menurut Asih (2009) pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok manusia disamping pangan (makanan) dan papan (tempat tinggal), Selain fungsi menutup tubuh pakaian juga dapat pernyataan lambang status seseorang dalam masyarakat sebab berpakaian ternyata merupakan perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha selalu menutupi tubuhnya.
Sumardi dan Evers (1985) Pakaian merupakan suatu keperluan manusia yang penting dalam kehidupan selain makanan dan tempat tinggal. Pakaian diperlukan untuk memenuhi beberapa kebutuhan: 1) Kebutuhan fisikal: Untuk menjaga kesehatan diri, melindungi diri dari cuaca dan sebagainya, 2) Kebutuhan sosial:
Membantu individu membuat penyesuaian pergaulan dengan masyarakat sekeliling dan menambah keyakinan pada diri sendiri, 3) Kebutuhan estetika: Untuk menjaga kecantikan diri atau menunjukan status.
Dari pengolahan data dan penjelasan di atas dapat di simpulkan kondisi sandang petani karet di Desa Pagar Puding Lamo tidak cukup untuk kebutuhan sehari – hari berdasar kan pergantian dan mebeli pakaian dalam pertahun dan mengunakan satu jenis pakaian.
Ketiga: Kondisi papan petani karet di desa Pagar Puding Lamo
Berdasarkan pertanyaan penelitian didapatkan hasil pengolahan data tentang
kondisi papan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi,
Dilihat dari jenis rumah yang ditempati anggota keluarga adalah kayu (73,08%), jumlah kamar yang dimiliki umumnya dua (67,30%),luas lantai rumah yang ditepati adalah <24 M2 (78,84%), status rumah yang dihuni umumnya milik sendiri(98,08%), luas dapur rumah yang dimiliki umumnya <3x4 M2 (84,62%), tempat buang air besar anggota keluarga umumnya di sungai (82,70%), Bahan bakar yang digunakan untuk memasakadalah kayu bakar (59,62%), alat penerangan yang dipakai adalah rata-rata listrik (100%), dan lantai rumah yang ditepati oleh anggota keuarga umumnya kayu (71,16%).
Menurut Gunawan dalam Anggraini (2010) Syarat-syarat sebuah rumah adalah : 1) Ruang tidur hendaknya terpisah antara orang dewasa dengan anak-anak antara laki-laki dan perempuan, 2) Ruang tamu berada didepan sehingga kehadiran tamu tidak mengganggu anggota keluarga, 3) Ruang makan untuk tempat makan anggota keluarga, 3) Ruang dapur untuk tempat memasak dan menyiapkan makanan, 4) Kamar mandi untuk tempat mandi dan biasa juga memiliki WC, 5) Halaman pekarangan tempat bermain anak-anak dan tempat lainnya.
Karta Raharja dalam Puspita (2010) menjelaskan rumah yang ideal adalah ditemukan oleh : 1) Luas ruangan yaitu rata-rata 8 meter persegi untuk satu orang, ukuran dan jumlah perabot, ukuran pintu dan jendela, 2) Banyak ruangan, 3) Tata letak ruangan : posisi kamar diusahakan orang yang tidur tidak terganggu, sinar matahari pagi dapat masuk, suhu dalam ruangan tidak panas dan ventilasi cukup baik.
Dari pengolahan data dan penjelasan di atas dapat di simpulkan kuranga baiknya kondisi papan yang di milik petani karet
yang berada di Desa Pagar Puding Lamo berdasarkan kondisi kelayakan, luas lantai, jumlah kamar, luas dapur dan pasilitas.
Keempat: Kondisi pendidikan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo
Berdasarkan pertanyaan penelitian di dapatkan hasil pengolahan data tentang kondisi pendidikan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, dilihat dari pendidikan formal yang pernah ditempuh umumnya tamat dan tidak tamat SD (61,53%), Jenis pendidikan non formal yang pernah ditempuh adalah penyuluhan pertanian (50%),Sumber biaya untuk pendidikan anak umumnya biaya sendiri (82%), Pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh anak umumnya tamat SLTA (44,23%) dan sumber dana untuk membeli pakaian sekolah anaknya umumnya biaya sendiri (100%).
Manguwijaya (2008) Pendidikan sebagai upaya mempengaruhi manusia dalam usaha membimbing menjadi dewasa yang disadari dan disengaja.Pendidikan sebenarnya bertujuan untuk menggali dan mengembangkan semua potensi dan sumber daya yang ada dalam diri manusia, maka manusia akan lebih mampu dalam memanfaatkan sumber non manusia yang ada, sehingga sumber tersebut menjadi lebih bermanfaat dan bernilai bagi kehidupannya.
Tilaar (2002) pendidikan memiliki nilai fungsi pada kehidupan masyarakat dan negara sebagai berikut: 1) Pendidikan merupakan investasi manusia yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, 2) Pendidikan merupakan wahana untuk membangun dan meningkatkan kecerdasan, kualitas, keahlian, dan keunggulan suatu bangsa, 3) Pendidikan memberikan peluang dan melahirkan lapisan elite sosial yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan ke arah kemajuan dan menjadikan masyarakat
yang bersifat terbuka sehingga tercipta demokrasi.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan deskripsi data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Kondisi pangan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi memperoleh skor rata-rata 2,7 dengan capian responden 58,69% yang berada dalam kategori kurang baik.
2. Kondisi sandang petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi memperoleh skor rata-rata 2,61 dengan tingkat capaian responden 65,40% yang berada dalam kategori cukup baik.
3. Kondisi papan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi memperoleh skor rata-rata 2,98 dengan capaian responden 72,02%
yang berada dalam kategoricukup baik.
4. Kondisi Pendidikan petani karet di Desa Pagar Puding Lamo Kecamtan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi memperoleh skor rata-rata 3,15 dengan capian responden 77,84%
yang berada dalam kategori cukup baik.
Daftar Pustaka
Arikunto,Suharsimi.2006.ProsedurPeneliti an.EdisiRevisi.Jakarta:Rineka Cipta.
Almatasier.Sunita.2004.Prinsip dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pusat Utama.
Nawi.Marnis.1990.Metodologi Penelitian.
Padang: FPIPS.IKIP. Padan
Tejasari. 2003. NilaiGiziPangan. Graham Ilmu. Yogyakarta.
Asih, Kania Awit Dkk. 2009.Makalah Berbusana dalam Perspektif Islam.
PGSD UPI
Tilar.2002. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia. Grasindobaru. Jakarta.