Analisis Pelayanan Galeri Indosat SA Tuban menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Rasio peningkatan diperoleh dengan membagi nilai tingkat kepuasan pelanggan Galeri Indosat Tuban dengan nilai target. Diperoleh dengan menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam bahasa teknis (Hows) dan wawancara dengan manajemen Galeri Indosat Tuban.
Dengan demikian, Galeri Indosat Tuban dapat memfokuskan upaya peningkatan layanannya pada atribut-atribut yang diperlukan. Kalista: Analisis kenyamanan pelayanan Galeri Indosat SA Tuban (dekorasi interior, penataan ruangan dan fasilitas di ruang tunggu). Sebab, persyaratan teknis tersebut tidak terkait dengan pihak eksternal selain karyawan Galeri Indosat Tuban.
Efek Patologi Merkuri terhadap Densitas Spikula Holothuroidea (Echinodermata) di Kawasan Bekas Penggelondongan Emas
Susintowati: Efek Patologis Merkuri Terhadap Kepadatan Spikula Holothuroidea, Fungsi Syaraf, Gangguan Kelenjar Endokrin, Bahkan Kanker. Sedikit perhatian yang diberikan terhadap dampak pencemaran merkuri terhadap kepadatan spikula Holothuroidea di daerah yang terkontaminasi merkuri. Perlu dilakukan penelusuran kepadatan spikula Holothuroidea di kawasan bekas pertambangan emas Lampon, sebagai tolak ukur dampak pencemaran merkuri di kawasan tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh patologi merkuri terhadap kepadatan spikula Holothuroidea di area bekas penambangan emas Lampon. Kepadatan spikula dihitung setelah maserasi menggunakan natrium hipoklorit hingga diperoleh sampel spikula yang terpisah dari jaringan otot. Kepadatan spikula yang ditunjukkan dalam penelitian ini mungkin menjelaskan pengaruh merkuri pada hewan tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis kepadatan spikula menggunakan Anova satu arah, terdapat perbedaan kepadatan spikula sampel Lampon dan TNMB yang signifikan. Dengan demikian dapat diartikan terdapat perbedaan yang signifikan pada kepadatan spikula yang terdapat di Lampon dan TNMB. Perbedaan ini menunjukkan bahwa merkuri pada Lampon mempunyai efek patologis terhadap kepadatan spikula pada tutupan Holothuria leucospilota.
Efek patologis merkuri tidak hanya terhadap kepadatan spikula Holothuroidea saja, namun diduga juga mempengaruhi morfologi spikular, meskipun masih diperlukan bukti lebih lanjut. Bioakumulasi merkuri pada Holothuria leucospilota mencapai 47,83 ppb, akumulasi merkuri dapat menyebabkan sensitivitas mematikan pada hewan ini.
Animasi Dining Philosophers Problem untuk Mencegah Deadlock dengan Metode Semaphore
Proses dikatakan konkuren jika proses (lebih dari satu proses) ada pada waktu yang bersamaan. Namun dalam interaksi antar proses yang berjalan bersamaan, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan, seperti deadlock, sinkronisasi dan lain sebagainya. Proses tidak perlu mengkhawatirkan identitas proses lainnya, namun keduanya memiliki akses ke objek tertentu, seperti buffer input.
Uzlifah dan Rohmah: Dining Philosophers - Masalah dengan lima filsuf yang duduk mengelilingi meja. Dalam kasus Dining Philosophers, kebuntuan terjadi jika semua filsuf lapar dan memegang sumpit di tangan kiri. Dari tabel tersebut terlihat keadaan masing-masing filosof yaitu filosof-1 dalam keadaan lapar, karena keadaan awal 2 sekon sama dengan waktu-B.
Filsuf-2 dalam keadaan lapar karena kondisi awal berada 2 detik di bawah waktu-B, filsuf-3 dalam keadaan lapar, filsuf-4 dalam keadaan lapar, dan filsuf-5 dalam keadaan lapar. Tabel tersebut menunjukkan keadaan masing-masing filosof yaitu filosof-5 dalam keadaan penuh karena kondisi awal berada 16 detik diatas waktu-B. Peneliti menyimpulkan bahwa masalah Dining Philosophers disimulasikan dalam perangkat lunak yang menggambarkan proses-proses yang terjadi dalam suatu sistem operasi, dimana proses-proses tersebut bersaing satu sama lain untuk mendapatkan sumber daya yang tersedia pada waktu yang bersamaan.
Jika semua filosof lapar dan memegang sumpit di tangan kiri, maka akan terjadi kebuntuan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem tidak akan cepat berhenti jika salah satu filosof yang mempunyai waktu penuh untuk merasa sangat lapar berada dalam keadaan kenyang.
Peramalan Energi Listrik Jangka Panjang di Kabupaten Sampang Pasca Suramadu Mengunakan Metode Jaring Saraf Tiruan
Peramalan listrik jangka panjang di Kabupaten Sampang menurut Suramad menggunakan metode jaringan syaraf tiruan. Penelitian ini mengusulkan penggunaan metode kecerdasan buatan yaitu JST kontra-propagasi yang dimodifikasi untuk memprediksi kebutuhan listrik jangka panjang di Madurai. JST propagasi balik yang dimodifikasi digunakan untuk meramalkan kebutuhan listrik di wilayah Sampang dengan periode perkiraan hingga 10 tahun.
Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Analytic Hieararchy Process untuk memilih variabel input menggunakan dan memprediksi listrik menggunakan Modified Counterpropagation ANN. Nilai akurasi ramalan ketenagalistrikan diwakili oleh nilai rata-rata persentase kesalahan (MAPE) dan ditunjukkan pada persamaan (6). Hubungan layer input dan output pada data latih peramalan listrik di kabupaten Sampang menggunakan JST backpropagation yang dimodifikasi (Sumber: Hasil Analisis).
Struktur pembobotan terbaik hasil pelatihan prediksi energi listrik di Kabupaten Sampang menggunakan JST counterpropagation yang dimodifikasi dengan 5 unit tersembunyi (sumber: hasil analisis). Perbandingan antara data aktual dan keluaran hasil data pengujian energi listrik dalam memprediksi energi listrik di Kabupaten Sampang Tahun 2013. Berdasarkan Tabel 9 terlihat bahwa nilai MAPE antara data aktual dengan keluaran data pengujian menghasilkan prediksi energi listrik di Kabupaten Sampang. Tahun 2013 di Kabupaten Sampang adalah 0 atau 0%.
Nilai MAPE antara data aktual dan data keluaran hasil pengujian prakiraan listrik GI Sampang tahun 2013 adalah 0 atau 0%. Dengan demikian, JST backpropagation yang dimodifikasi dapat digunakan untuk peramalan listrik jangka panjang di wilayah Sampang. Hasil pemetaan antara data aktual dan produksi pada peramalan listrik di wilayah Sampang tahun 2013.
Peramalan energi listrik jangka menengah menggunakan proses hierarki analitik fuzzy dan backpropagation konstruktif (studi kasus pada wilayah P3B area IV).
Bi-axial Bending Strength Analysis on Single Hull Bulk Carrier due to Collision
An essential condition for the analysis of the progressive collapse of the hull beam under longitudinal bending is to satisfy the zero axial force condition of equation (3). Denoting the obtained tangential stiffness as a slope of the mean stress-mean strain relationship of the ith element by Di (Figure 2), the incremental relationship of axial stress and strain can be expressed as. The n+1 load step results are given by adding the increments obtained from equation (8) to the nth load step result as. 10) The stiffness equation (8) can be simplified by the formulation with respect to the variables defined for the instantaneous neutral axes as described below.
The expression of the axial force increment DP from Equation (8) can be rearranged in the form: Using the coefficients of Equation (17), the incremental relationship of the biaxial bending moments and curvatures can be given by. 18) regardless of the shape of cross-section, distribution of tangential stiffness Di, the location and extent of damage. Biaxial bending analysis of ship hull beams with collision damage is carried out using the Smith's method taking into account the influence of the rotation of neutral axis.
Two single hull bulk carriers (ship B1 and ship B4) are taken as an example of the ship as shown in Table 1. The biaxial moment ratio varies along the path with the change of the tangential stiffness of the cross section. The dotted line in Figure 6 shows the ultimate strength interaction curve of the intact cross-section.
The reduction in ultimate strength due to damage is found to be greater when the bending stresses due to the biaxial moment act in the same direction in the cross region of the damage. The tangential stiffness formulation considering the elastic unloading of the collapsed elements should be used for the rational evaluation of the progressive collapse behavior of the ship's hull beam.
Teknologi Informasi sebagai Sarana Peningkatan Produktivitas
Sehubungan dengan penjelasan di atas maka dapat dikatakan bahwa teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok, karena setiap orang tentunya memerlukan informasi. Pemanfaatan teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat luas, tidak hanya bagi individu saja, terlebih lagi bagi organisasi. Dampak teknologi informasi terhadap sistem informasi sangat signifikan karena teknologi informasi dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan kepada manajemen (6).
Selain itu, menurut Ghasemi et al., teknologi informasi (informatisasi) membantu perusahaan meningkatkan fungsi, meningkatkan akurasi, kecepatan pemrosesan, dan pelaporan eksternal yang lebih baik. Wardiana (2) juga mengatakan hal yang sama bahwa keberadaan teknologi informasi akan sangat membantu seseorang dalam melakukan berbagai aktivitas, karena teknologi informasi dapat membantu menyediakan data yang cepat, tepat dan akurat. Ibarat orang yang memasak, pemanfaatan teknologi informasi bisa diibaratkan “memasak di atas kompor gas”, sedangkan ada pula yang tidak memanfaatkan teknologi.
Berdasarkan uraian di atas, maka pada artikel ini kami ingin mengungkap betapa pentingnya teknologi informasi bagi pengusaha kelompok, dan bagaimana pengusaha memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan produktivitas. Komputer yang dimiliki akan digunakan untuk mencari informasi dan memasarkan hasil produksi serta melakukan kegiatan administrasi, karena komputer merupakan salah satu jenis teknologi informasi yang wajib dipahami oleh setiap orang yang ingin maju. Pemahaman terhadap teknologi informasi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar saja, namun juga dibutuhkan oleh perusahaan kecil dan menengah.
Karena penguasaan teknologi informasi dalam penerapan sistem akuntansi akan sangat berguna dalam pembuatan laporan kepada pihak eksternal (13). Seminar Pameran Teknologi Informasi; 9 Juli; Bandung: Fakultas Teknik Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Jurusan Teknik Komputer; 2002.
Bioethanol Ampas Brem sebagai Sumber Bahan Bakar Terbarukan
Anisa dan Walujo: Bioetanol Brem Dreg sebagai sumber bahan bakar terbarukan Indonesia merupakan negara agraris dengan iklim tropis. Sumber daya ini selain dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, juga dapat menjadi sumber energi yang potensial dengan memanfaatkan sisa-sisa muatan menjadi bioetanol. Sejak tahun 1986, pabrik etanol BPPT di Lampung telah mengkonversi bahan baku dari sisa ubi jalar dan tanggul menjadi molase atau molase (Wahid, 2008).
Maka permasalahan utama yang dihadapi adalah bagaimana memanfaatkan lumpur brem secara optimal sebagai bahan baku bioetanol bahan bakar alternatif terbarukan dengan kandungan alkohol yang cukup tinggi. Jenis bram merupakan hasil samping dari proses pengepresan beras ketan hingga diperoleh air/jus beras. Residu brem mengandung selulosa yang ditemukan bersama dengan bahan lain seperti lignin, hemiselulosa dan pektin, serta bahan anorganik lainnya.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, beberapa bahan yang berpotensi menjadi sumber selulosa yaitu limbah tanaman dan limbah agroindustri khususnya lumpur. Berdasarkan data tersebut, lumpur industri lumpur Kabupaten Madiun yang dihasilkan sebanyak 8.682 ton dapat menghasilkan pulp sebanyak 7.512 ton per tahun. Berdasarkan data yang dihimpun dari 11 pengrajin adonan, limbah atau jenis produksi adonan tersebut sekitar 2-4 ton per hari.
Dengan memanfaatkan lumpur tersebut sebagai bahan baku bioetanol diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para perajin itu sendiri dan membuka lapangan kerja baru yang akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Yang pertama adalah proses pengenceran yaitu proses mencampurkan 10 kg lumpur brem dan 5 liter air ke dalam lumpur brem, dalam kuali terbuka dan didiamkan selama 1 hari.