Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAS) adalah pedoman yang berbasis pada konsep-konsep akuntansi umum yang telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. SAS tercermin dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) sebagai dasar pengembangan standar akuntansi keuangan syariah. Penerapan SAS dilakukan dalam penyusunan laporan keuangan pada entitas, seperti koperasi, yang menerapkan prinsip-prinsip syariah.
Penerapan SAS dilakukan melalui penerapan PSAK Syariah, yang merupakan pedoman dalam melakukan praktik akuntansi yang berkaitan dengan standar akuntansi syariah. Penerapan SAS diperlukan untuk memastikan transparansi dan keandalan informasi keuangan bagi semua pelaku bisnis, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Contoh Laporan Keuangan standar akuntansi keuangan syariah :
Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. SAP berbasis kas dan akrual, digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran, serta pengakuan pendapatan, beban, utang, aset, dan ekuitas dalam pelaporan finansial
berbasis akrual. Penerapan SAP dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010, yang menyatakan bahwa standar akuntansi pemerintah diartikan sebagai prinsip-prinsip akuntansi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah.
Contoh penerapan standar akuntansi keuangan pemerintahan :
Dafpus :
Yunita, N. A. (2019). ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI SYARIAH PSAK NO.101 .
Latifah, E., Rianto, R., Kusumadewi, R. N., Fauzi, A., Masyhuri, M., Indarto, S. L., ... & Ashari, M.
(2022). Dasar-dasar Akuntansi Syariah.
Ray Farandy. (2023). Penerapan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. URL : Penerapan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (pajakku.com). Diakses pada 12 Maret 2024
Mengenal Standar Akuntansi Pemerintahan. URL : Mengenal Standar Akuntansi Pemerintahan – Accounting (binus.ac.id). Diakses 12 Maret 2024