• Tidak ada hasil yang ditemukan

salam redaksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "salam redaksi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

| Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram i

SALAM REDAKSI

Bismillahirrohmanirohimi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Salam Hormat,

Puji Syukur kehadirat Allah Subhanuhu Wataala atas penerbitan Jurnal “Media Kepustakaan” UPT Perpustakaan Universitas Mataram Volume 7 No. 1 Edisi Januari –Maret 2021.

Pada terbitan nomor pertama jurnal ini tim readaksi memuat 7 (tujuh) tulisan perpustakaan tanpa mengangkat tema khusus, namun secara umum memuat hasil penelitian (research paper),dan gagasan konseptual.

Tak lupa redaksi mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang telah bersedia mengirimkan tulisan serta bekerjasama dengan kami, sehingga penerbitan Jurnal “Media Kepustakaan” UPT Perpustakaan Universitas Mataram ini berjalan sebagaimana mestinya. Serta kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung, baik dalam penyusunan hingga penerbitan Jurnal “Media Kepustakaan” UPT Perpustakaan Universitas Mataram Volume 7 No.1 Edisi Januari–Maret 2021.

Atas nama redaksi media kepustakaan, kami meminta maaf kepada sidang pembaca dan penulis sekiranya ada kekeliruan kami dalam hal penyuntingan, pencetakan, desain layout dll. Dan kedepannya kami selalu menerima dengan senang hati setiap saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan media ini dimasa datang. Dan bagi rekan pustakawan, guru dan dosen yang bermaksud memuat tulisannya di media ini dapat menghubungi alamat redaksi di:

UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM Jl. Majapahit No. 62 Mataram

Tlp. 0370-632470

Email : [email protected]

*************************************$$$**************************************

(3)

| Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah. SWT. Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan nikmat kekuatan dan kesehatan sehingga kami dapat merampungkan salah satu karya inovatif dan ilmiah pustakawan yaitu “ Jurnal Media Kepustakaan “ Volume 7 No.1 Edisi Januari –Maret 2021.

Jurnal ini ini merupakan, salah satu upaya Perpustakaan dalam menyalurkan minat dan kegemaran menulis pustakawan dan para pegiat literasi baik di Mataram, NTB dan luar NTB. Kita menyadari sepenuhnya bahwa pustakawan senantiasa harus selalu diasah kemampuannya dalam berfikir dan menganalisis terutama topik – topik yang berkaitan dengan tugas kepustakawanan dan menulis ini merupakan sal;ah satu ikhtiar untuk mewujudkan pustakawan yang memiliki kompetensi sekaligus agen perubahan dan pegiat literasi yang handal, Mengingat proses penyebaran informasi yang berlangsung dinamis sehingga perpustakaan bersama pustakawan harus terus bertransformasi kearah yang lebih baik..

Akhir kata semoga jurnal media kepustakaan ini dapat menjadi salah satu sumber referensi dan inspirasi sidang pembaca untuk dapat melahirkan ide dan pemikiran baru yang universal dan futuristik untuk kemajuan dunia kepustakaan ( SALAM LITERASI ).

Mataram, Maret 2021 Kepala,

Muslimin. S.Sos. MM Pembina TK I IV/b

NIP. 197604102002121003

(4)

| Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram iii

TIM REDAKSI

MEDIA KEPUSTAKAAN UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MATARAM

NO NAMA BIDANG TUGAS

1 Muslimin S.Sos. MM Pembina / Kontributor

2 Jumaah,SH Penasehat

3 Imran. SE Ketua Tim Redaktur

4 Rini Trisnawati Sekretaris /

Kontributor

5 Kurniati. S.Adm Anggota Redaktur/

Kontributor

6 Dedi Harianto Untoro S.Sos Anggota Redaktur/

Kontributor

7 Wiwin Kartikawati. S.Adm Anggota Redaktur/

Kontributor

8 Nety Herawati S.Sos Anggota redaktur/

Kontributor 9 Fathin Nurmala. Amd Editor 10 Solicha Nur Karina,S.IIP Editor

11 Edy Zulfan. Amd Editor / Desain Cover

12 Lalu Yudi Irawan Bagian umum,

Perlengakapan,

Pencetakan,

Distributor, dll.

(5)

| Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram iv

DAFTAR ISI

No Judul Hal

1 PERUBAHAN TREND PADA SEKTOR GLAM: DUA SISI MATA UANG

Oleh :

Lalu Ciptadi Romadhoni,S.Sos.,MM.,M.Lib

1

2 MEMPOSISIKAN PERPUSTAKAAN DALAM

PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT INDONESIA Oleh :

Rini Trisnawati

Pustakawan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram

11

3 PENGARUH PERPUSTAKAAN BAGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

Oleh :

Wiwin Kartikawati. S.Adm

Pustakawan Madya UPT. Universitas Mataram

25

4 MEWUJUDKAN ALL ELECTRONIC LIBRARY DI KOTA MATARAM SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI MENUJU MASYARAKAT SADAR LITERASI

OLEH :

Muslimin S.Sos. MM

Pustakawan Madya / Kepala UPT. Universitas Mataram

43

5 PERAN PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMANFAATAN AKSES PUBLIC KNOWLEDGE TERHADAP MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

OLEH :

Veri Setiawan dan Yolan Priatna

Pustakawan UPT Perpustakaan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo

55

6 PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DALAM MENJAWAB TANTANGAN PROFESI

Oleh:

Rika Kurniawaty, M.Hum.

Kepala Perpustakaan UIN Mataram

67

7 PERAN PUSTAKAWAN SEBAGAI MANAJER INFORMASI Oleh:

Putu Mudita S.Adm

(Pustakawan UPT.

Universitas Mataram

77

(6)

67 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021

PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DALAM MENJAWAB TANTANGAN PROFESI

Oleh: Rika Kurniawaty, M.Hum.

ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang profesi pustakawan, tantangan, kendala yang dihadapi, serta bagaimana pustakawan menyikapi berbagai keterbatasan tersebut dan tetap produktif walaupun dihadapkan kepada berbagai kekurangan.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi serta mewarnai kondisi pemustaka yang dilayani oleh pustakawan, mengharuskan agar pustakawan dapat selalu berkembang dengan dinamis. Perkembangan tersebut dilakukan dengan melakukan continuing professional development melalui berbagai cara. Perkembangan tersebut akan memperkuat profesionalitas seorang pustakawan dalam melayani kebutuhan informasi pemustaka. Namun motivasi untuk melakukan peningkatan kualitas profesi, juga harus dibarengi dengan sikap profesionalisme terhadap pekerjaan. Profesionalisme memberikan warna positif di dalam setiap layanan yang diberikan. Penguatan profesionalisme seorang pustakawan akan memberikan kekuatan bagi pustakawan untuk mengatasi segala kendala yang ditemui dalam pekerjaannya.

Kata kunci: pustakawan, profesionalisme pustakawan, continuing professional development (CPD), pelayanan perpustakaan

A. PENDAHULUAN

Sejarah, khususnya di dunia Islam menyatakan realitas bahwa perpustakaan dan pustakawan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan. (Rifai, 2010, p.

65) Peranan Perpustakaan dan pustakawan yang terukir dalam sejarah membuat profesi pustakawan menjadi sangat dihormati di berbagai negara maju di benua Amerika dan Eropa.

Namun nasib para pustakawan di negara-negara maju, tidaklah seindah profesi pustakawan di

negara berkembang yang masih harus berjuang dalam mempertahankan eksistensinya di tengah terpaan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Pesatnya perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi mampu merubah peradaban manusia yang mempengaruhi pola pikir dan kemajuan yang lebih baik dari perkembangan sebelumnya. Melalui perkembangan teknologi dan komunikasi tersebut, manusia terus mencari berbagai terobosan dalam menciptakan sarana dan fasilitas

(7)

68 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 untuk mempermudah dalam

mencapai tujuan dan usaha.

Perkembangan pemanfaatan dan penciptaan berbagai teknologi informasi dan komunikasi telah membuat manusia dapat berevolusi dari 1.0 sampai kini mencapai 4.0, bahkan di beberapa negara maju, kemajuan teknologi telah mencapai revolusi teknologi 5.0.

Berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah dicapai oleh umat manusia juga dirasakan pada tataran manajemen informasi di duania Perpustakaan, khususnya Perpustakaan Perguruan Tinggi.

Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan perpustakaan yang mengemban amanah pada tataran akademik serta berperan dalam mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam segala aktivitas pelayanan dan pengelolaan

informasi, hendaknya

mengakomodir berbagai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sedang terjadi. Hal ini harus dilakukan agar Perpustakaan dapat selalu up to date terhadap gaya dan perilaku sosial para pemustaka yang semakin menuntut efektivitas dan efisiensi dalam layanan informasi dengan memanfaatkan berbagai

sarana teknologi yang sedang trending.

Hal ini tentu menuntut kesiapan para pustakawan dalam mengakomodir perkembangan teknologi di berbagai bentuk layanan informasi bagi para pemustaka. Kondisi ini akan mendukung jargon yang menyatakan perpustakaan sebagai jendela dunia atau jantungnya perguruan tinggi. Namun kondisi tersebut terkadang tidak serta merta dibarengi dengan kebijakan

untuk memperlakukan

perpustakaan sejajar dengan makna jargon tersebut. Hal ini dapat dilihat dari keberpihakan anggaran yang diperuntukkan dalam pengelolaan perpustakaan di setiap lembaga perguruan tinggi, serta tingkat kunjungan para civitas akademika ke perpustakaan. Kemudian, bagaimanakah perpustakaan dan pustakawan harus menyikapi kondisi seperi ini ?

B. PEMBAHASAN 1. Pustakawan dan

Tantangannya

Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 menyatakan bahwa tugas dan fungsi Perpustakaan adalah sebagai institusi (lembaga/unit) yang mengelola

(8)

69 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 informasi. Tugas Perpustakaan

sebagai lembaga informasi adalah memberikan layanan bagi para pemustakanya, berusaha untuk meningkatkan motivasi dan hobi membaca para pemustakanya, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para pemustakanya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.(Pemerintah RI, 2007, p. 2)

Untuk menjalankan tugas dan fungsi yang baik, perpustakaan harus ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia yang baik dan kompeten. Hal ini sangat penting, karena pustakawanlah yang akan melaksanakan berbagai fungsi di dalam layanan teknis dan layanan pemustaka di perpustakaan.(Putera, 2017, p. 28)

Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 juga menyatakan bahwa orang yang berprofesi sebagai pustakawan adalah seseorang yang menjalankan tugasnya dalam pengelolaan dan pelayanan informasi di perpustakaan serta memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan ataupun pelatihan kepustakawanan.(Pemerintah RI, 2007, p. 3)

Dengan kemampuan yang

dimilikinya, para pustakawan tersebut kemudian menjalankan tugasnya di layanan sirkulasi, membuat berbagai laporan dan statistik perpustakaan, mengelola berbagai konten digital untuk web, OPAC, dan sosial media perpustakaan, melakukan akuisisi bahan (material) perpustakaan serta mengolah bibliografi setiap eksemplar bahn pustaka, melakukan pelestarian fisik dan digital konten material (bahan pustaka), serta berbagai tugas lain demi kelancaran layanan di perpustakaan.

Namun perpustakaan juga dihadapkan pada tantangan akan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang membawa berbagai dampak dan perubahan sosial di masyarakat.

Kondisi ini juga membawa perubahan pada pengguna potensial perpustakaan. Perpustakaan dan pustakawan harus menghadapi dan melayani kebutuhan para generasi muda yang dikenal dengan istilah

net generation” yang telah sangat familiar dengan teknologi informasi sehingga memiliki kemampuan yang memadai dalam mencari berbagai bentuk informasi yang dibutuhkan.

Dengan kemampuan ini, para net generation malah lebih memilih memanfaatkan media internet

(9)

70 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 dalam memenuhi kebutuhan

informasi daripada mencari informasi ke perpustakaan. Di sinilah tantangan yang dihadapi oleh para pustakawan di era digital.(Hapsari, 2015, pp. 55–56)

2. Pustakawan dan Profesi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan beberapa persyaratan khusus. Persyaratan pertama adalah intelektualitas, dimana seseorang harus menuntaskan pendidikan yang relevan dan sesuai dengan pekerjaan yang diemban.

Persyaratan kedua adalah produk pekerjaan berupa jasa yang dibutuhkan oleh profesi atau orang lain. Dan persyaratan ketiga adalah tingkat keberhasilan dari pekerjaan diukur dengan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan orang lain.(Rulyah, 2018, p. 29)

Pustakawan dapat dikatakan sebuah profesi, karena untuk menjadi seorang pustakawan, seseorang harus ditunjang oleh pendidikan baik secara formal (di tingkat Diploma, S1, S2, bahkan S3), dan non formal (melalui diklat).

Pengalaman pendidikan di dunia perguruan tinggi memungkinkan seseorang untuk memiliki pengetahuan luas serta

kemampuan dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Dan di dalam profesinya, seorang pustakawan menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan kepada keterampilan dan kecakapan yang spesifik.

Kecakapan dan keterampilan yang telah dimiliki melalui proses pendidikan serta pelatihan, dilakukan secara berkelanjutan (terus menerus). Proses peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang terus menerus tersebut menyebabkan seorang pustakawan memiliki kompetensi.

Proses peningkatan kemampuan dan keterampilan secara terus menerus dikenal dengan istilah Continuing Professional Development (CPD). Dalam usahanya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan secara berkelanjutan, seorang pustakawan dapat melakukan usaha-usaha sebagai berikut; melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang perpustakaan, melakukan berbagai pengamatan dan pengkajian tentang berbagai perkembangan di bidang perpustakaan melalui kegiatan konferensi, workshop, seminar, diklat, penyusunan berbagai artikel, berjejaring di dalam sebuah organisasi (asosiasi) kepustakawanan, dan lain

(10)

71 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 sebagainya. (Kurniawaty, 2021, p.

12)

Berbagai pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat dari kegiatan-kegiatan CPD di atas, akan membuat pustakawan sangat peka dengan perkembangan sosial yang terjadi di sekitar (lingkungan) kerjanya. Pustakawan yang selalu aware dengan segala perubahan akan memudahkannya memahami perkembangan dan tuntutan jenis layanan yang diinginkan oleh pengguna potensial (pemustaka)

yang juga mengalami

perkembangan karena pengaruh perubahan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Karena itu, sebagai pengemban tugas dan fungsi di perpustakaan, seorang pustakawan harus selalu meningkatkan produktivitas dan kinerjanya.

Dalam usaha meningkatkan produktivitas dan kinerja, seorang pustakawan hendaknya mengenali spesifikasi tugas dan fungsi yang diemban di perpustakaan, kemudian memberikan perhatian pada proses pengembangan di bidang tersebut. Sebagai contoh, pengembangan kemampuan layanan berbasis pengguna (people based service), serta layanan prima (service excellence) pada

pustakawan yang berkecimpung di bidang layanan pemustaka. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, fokus pengembangan dan penguatan layanan pemustaka yang perlu dilakukan juga adalah memanfaatkan sarana teknologi dalam melayani kebutuhan informasi para pemustaka. Misalnya memanfaatkan media whatsapp (WA), instagram (IG), facebook (FB), youtube, telegram, tiktok, dan lain sebagainya. Untuk memanfaatkan berbagai media di atas, pustakawan juga harus mempunyai keterampilan dalam mengemas informasi ke dalam berbagai media audio-video dan mengedepankan selera atau gaya anak muda, sehingga kemas ulang informasi dapat semakin modern dan bergaya kekinian.

Pengembangan kemampuan pada masing-masing pustakawan di atas, akan bermuara pada semakin bervariasinya layanan informasi yang dapat dinikmati oleh para pemustaka. Dan hal ini akan semakin diapresiasi oleh para pemustaka sehingga image positif dari perpustakaan akan semakin mengemuka.

Lebih jauh, para pemerhati profesi memberikan sejumlah

(11)

72 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 karakteristik untuk membedakan

sebuah pekerjaan apakah termasuk kepada pekerjaan profesional atau pekerjaan nonprofesional. Adapun karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: (1) pekerjaan dilakukan berdasarkan teori, teknik intelektual, serta metode dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang ditemukan, (2) memiliki organisasi profesi, (3) memiliki kode etik profesi, (4) memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugasnya, (5) berorientasi pada pelayanan (jasa), serta (6) memiliki etos kerja dan semangat yang tinggi.(Lasa Hs., 2019, pp. 66–69; Lihat juga Putera, 2017, pp. 31–32)

Dari karakteristik di atas, jelaslah bahwa pustakawan termasuk kepada sebuah pekerjaan profesi. Karena pekerjaannya adalah sebuah profesi, maka pustakawan dituntut untuk menjadi profesional di dalam melakukan tugas dan kewajibannya sehari-hari dalam melakukan layanan informasi kepada pemustaka. Dan untuk menjadi seorang pustakawan yang profesional, pustakawan tidaklah cukup hanya dengan memiliki pengetahuan atau keahlian saja, namun juga harus disertai dengan tanggung jawab (responsibility), kemandirian, dan

kerjasama (corporateness) dalam melakukan pekerjaannya sehari- hari.

Hari Santoso mengutip pernyataan The National Society of Profesional Engineering yang menjelaskan karakteristik seseorang yang bekerja secara profesional. Orang tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut; (1) dapat membedakan antara pengetahuan teknik dengan seni, (2) memiliki motivasi tinggi dalam melakukan pelayanan pada masyarakat, (3) melakukan pekerjaan berdasarkan kode etik yang berlaku, (4) memiliki legalitas dan hak profesi, dan (5) memiliki

kebanggaan terhadap

profesinya.(Santoso, 2015, p. 9) Sementara Pandji Amoraga di dalam teori psikologi kerja, menyatakan bahwa sikap seseorang yang profesional tidak hanya memiliki pengetahuan dan keahlian khusus melalui persiapan dan latihan saja, tetapi juga memiliki suatu panggilan (calling) berupa strong inner impulse sebagai bagian dari unsur keahlian yang dimilikinya. Kondisi ini menyebabkan orang tersebut harus menyatukan panggilan tersebut dengan kemampuan teknis pada pribadinya dalam melakukan

(12)

73 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 pekerjaannya. Kondisi tersebut juga

disertai dengan kematangan etika.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seorang pustakawan yang profesional tidak hanya menguasai kemampuan teknik dalam mengelola perpustakaan saja, tetapi juga harus memiliki rasa keterpanggilan (calling) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Siregar, 2015, p. 212)

Selain itu, kemampuan pustakawan dalam membangun sebuah hubungan (relationship) dengan orang lain akan sangat menentukan keberhasilannya dalam menjalankan tugas dan fungsi kepustakawanannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pustakawan yang profesional adalah pustakawan yang mempunyai kemampuan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pemustaka dengan bertindak sebaik dan semaksimal mungkin, berdasarkan panggilan dari dalam pribadinya sebagai akibat dari tanggung jawab (responsibility) terhadap profesinya.

3. Profesionalisme Menjawab Tantangan

KBBI menyatakan bahwa profesionalisme adalah mutu,

kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional.(KBBI Daring, n.d.) Profesionalisme adalah sikap dari seorang yang profesional.

Profesionalisme bermakna istilah yang mengacu kepada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki suatu keahlian di bidang (profesi) nya.(Putera, 2017, p. 28)

Sikap profesionalisme memiliki beberapa karakteristik.

Adapun beberapa karakteristik yang dimiliki, yaitu: (1) keinginan untuk selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang dapat dijadikan contoh dan teladan, (2) selalu berusaha meningkatkan perilaku profesional melalui berbagai kegiatan sehari-hari, misalnya melalui cara berpakaian, cara berbicara, cara bersikap, cara berpenampilan, dan lain sebagainya, dan (3) memiliki motivasi tinggi untuk selalu meningkatkan profesionalitas pekerjaan melalui peningkatan

pengetahuan dan

keterampilan.(Mahpuz, 2020) Seorang pustakawan yang profesional dituntut untuk memiliki sikap profesionalisme dalam pekerjaan. Profesionalisme dalam melakukan pekerjaannya,

(13)

74 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 menyebabkan pustakawan memiliki

kesadaran “beyond economic needs”.

Artinya, seorang pustakawan mampu menciptakan sebuah layanan berupa terobosan yang bersifat kreatif sedemikian rupa, sehingga terobosan tersebut dapat mengatasi berbagai keterbatasan dalam pelayanan di perpustakaan, contohnya keterbatasan di bidang fasilitas, dana, dan berbagai keterbatasan lainnya.

Pustakawan yang memiliki sikap profesionalisme dalam pekerjaannya juga mempunyai etos kerja. Berbagai keterbatasan yang dihadapi dan ditemui dalam dunia kerja, tidak memupus semangatnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Karena pustakawan tersebut memiliki etika moral sebagai pedoman perilaku nya (guideline).

Melalui etos kerja dan kreatifitas tinggi yang dimiliki oleh seorang pustakawan, diharapkan pustakawan tersebut dapat mengembangkan layanan perpustakaan yang bersifat promotif-afirmatif di tengah berbagai keterbatasan kondisi yang dihadapi oleh pustakawan di perpustakaannya. Layanan promotif-afirmatif diharapkan dapat menjadi magnet yang menarik bagi

warga masyarakat dan stakeholders untuk berkunjung dan memanfaatkan jasa layanan perpustakaan.

Pustakawan yang cerdas dan kreatif mampu memenuhi kebutuhan informasi dan menawarkan solusi bagi setiap pemustaka. Kepuasan pemustaka atas layanan dan solusi yang diberikan akan membawa dampak yang sangat positif. Hal ini akan menjadi alat dan strategi promosi yang sangat efektif, karena kepuasan tersebut akan berubah menjadi cerita yang positif di lingkungan masing-masing pemustaka. Dengan begitu, jumlah kunjungan perpustakaan akan selalu meningkat dari hari ke hari.

Peningkatan jumlah pengunjung tersebut akan menjadi instrumen yang akuntable dalam menarik perhatian pejabat (pemerintah) agar bersedia untuk menambah alokasi pendanaan bagi pembangunan dan pengembangan perpustakan.

C. PENUTUP

Profesionalisme adalah ruh dalam setiap pekerjaan, termasuk pustakawan. Sikap profesionalisme ini dibutuhkan agar layanan perpustakaan dapat dilakukan secara maksimal di tengah keterbatasan yang dimiliki oleh

(14)

75 Media Kepustakaan UPT. Perpustakaan Universitas Mataram, Vol. 07 No.1

Edisi Januari – Maret 2021 setiap perpustakaan. Pustakawan

yang profesional dapat selalu menawarkan solusi dalam setiap kesulitan yang ditemui.

Profesionalisme membuat seorang pustakawan tidak bekerja hanya untuk menunaikan kewajibannya sebagai pengelola informasi saja, namun juga memiliki panggilan dalam diri untuk selalu dapat melakukan usaha maksimal dalam memberikan service excellence bagi pemustaka. Hal ini akan membuat peran pustakawan semakin maksimal dalam meningkatkan citra dan nama baik perpustakaan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi.

DAFTAR PUSTAKA

Hapsari, D. (2015). Tantangan dan Kompetensi Pustakawan di Era Digital.

Jurnal Pustaka Ilmiah UPT Perpustakaan UNS, 01(01), 55–60.

KBBI Daring. (n.d.). Retrieved March 7,

2022, from

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/p rofesionalisme

Kurniawaty, R. (2021). Akselerasi kemampuan pustakawan dalam melakukan library’s online services pasca pandemi covid-19 (studi kasus pustakawan UIN Mataram) (Vol. 2).

Syiah Kuala University Press.

http://repository.uinmataram.ac.id/4 59/

Lasa Hs. (2019). Profesionalisme Pustakawan Dalam Perspektif Islam.

UNILIB, Jurnal Perpustakaan, 2(1), 64–

74.

Mahpuz, K. (2020, March 30). Profesi, Profesional, Profesionalisme, dan Profesionalisasi. Desa Banjar Sari Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten

Lombok Timur.

https://www.banjarsari-

labuhanhaji.desa.id/artikel/2020/3/

30/profesi-profesional-

profesionalisme-dan-profesionalitas Pemerintah RI. (2007). Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.

Putera, M. (2017). Profesionalisme Pustakawan. Buletin Perpustakaan, 57. https://journal.uii.ac.id/Buletin- Perpustakaan/article/view/9097 Rifai, A. (2010). Perpustakaan dan kepustakawanan di dunia Islam pada masa klasik. Media Pustakawan, 17(1

& 2), 65–74.

Rulyah, S. (2018). Profesi Pustakawan:

Tantangan dan Peluang. Jurnal Kepustakawanan dan Masyarakat Membaca, 34(1), 029–038.

Santoso, H. (2015). Profesi dan Profesinalisme

Pustakawan pada

Perpustakaan Perguruan Tinggi. Dalam http://digilib.um.ac.id/index.ph p/Artikel-Pustakawan/profesi- dan- profesionalisme- pustakawan-pada- perpustakaan-perguruan- tinggi.html Siregar, M. R. A. (2015). Kompetensi yang harus dimiliki seorang

Pustakawan (Penggelola

Pustakawan). Jurnal Iqra’, 09(02).

http://jurnal.uinsu.ac.id/index.p hp/iqra/article/view/119

Referensi

Dokumen terkait

10, Bandung, Indonesia Dengan hormat, Bandung, 6 Juli 2018 Kami informasikan bahwa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgaiitara ITB akan menyelengarakan International Conference on