MAPEL SBdP LAGU WAJIB
NASIONAL
Lagu wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar
semangat perjuangan agar selalu menyala.
Ciri-ciri lagu wajib antara lain sebagai berikut.
1. Lirik lagu wajib bertujuan untuk menanamkan
sikap cinta tanah air, kepahlawanan, nasionalisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
2. Biasanya, lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.
3. Lagu-lagu wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang
terkandung di dalamnya.
Setiap lagu wajib mempunyai maknanya, contohnya lagu wajib “Gugur Bunga” ciptaan Ismail Marzuki berisi tentang kesedihan karena gugurnya para pahlawan.
Lagu wajib “Tanah Airku” ciptaan Ibu Soed berisi tentang keindahan alam Indonesia.
Lagu wajib “Syukur” ciptaan H.Mutahar berisi tentang wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan dan juga ucapan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang
untuk kemerdekaan Indonesia.
MAKNA YANG ADA DI LAGU WAJIB NASIONAL
MAPEL SBdP
KEUNIKAN
TARI DAERAH
Tari Dolalak dari Purworejo terinspirasi dari perilaku tentara belanda saat istirahat sambil bernyanyi dan berdansa.
Ciri khas Tari Dolalak terletak pada pakaian yang digunakan yang mirip tentara Belanda
Ciri gerakannya yaitu gerakan “kirig” (gerakan bahu cepat pada saat tertentu)
Jenis tari ada tiga bentuk :
1) Tari tunggal, merupakan tari yang dibawakan oleh satu orang.
Contohnya Tari Pendet dan Tari Merak
2) Tari berpasangan, merupakan tari yang dilakukan oleh sepasang
penari laki-laki/perempuan atau dua pasang penari laki-laki dan perempuan. Contohnya Tari
Bedhaya dan Tari serampang 12.
3) Tari berkelompok, merupakan tari yang dilakukan lebih dari dua
penari. Contohnya Tari Saman dan Tari Kuda Lumping.
Membuat Gerak Tari
Membuat Gerak Tari
Membuat Gerak Tari
Membuat Gerak Tari
MAPEL SBdP SENI RUPA
DAERAH
Seni rupa daerah adalah seni rupa yang terdapat di berbagai daerah di
Indonesia.
Seni rupa daerah dapat berupa seni kerajinan, seni lukis, dan seni patung.
Seni kerajinan meliputi seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik.
Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar. Hasil karya seni anyam, seni keramik, dan seni
patung pada umumnya berbentuk tiga dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume.
Seni lukis merupakan bentuk seni rupa yang dituangkan pada
media dua dimensi seperti
kertas, kanvas, kain, kaca dan sebagainya.
1. Seni Lukis Daerah
Contohnya seni lukis batik yang menjadi simbol kebudayaan
nasional, seni lukis wayang di
Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bali.
Ada juga seni lukis kaca yang terkenal di Cirebon
Seni patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Seni patung
dapat dibuat dari bahan lunak maupun keras. Patung dengan
bahan lunak dibuat dengan teknik membentuk, sedangkan patung dari bahan keras dibuat dengan teknik meraut atau memahat.
2. Seni Patung Daerah
Salah satu contoh patung tradisional adalah
patung Asmat yang dibuat oleh suku Asmat di Papua. Masyarakat suku ini biasanya
menggunakan kayu bakau untuk membuat patung yang menjadi bentuk hubungan mereka dengan nenek moyang.
Seni kriya disebut juga seni kerajinan (crafts). Seni kriya
merupakan seni kerajinan dalam membuat benda-benda pakai
berdasarkan kegunaan dan
keindahannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Seni Kriya
Berbagai jenis seni kriya dapat dijumpai sehari-hari seperti seni tekstil berupa batik, songket, dan tenun, biasanya digunakan pada acara-acara penting dalam
masyarakat adat, mulai dari acara kelahiran, pernikahan, hingga
kematian.
3. Seni Kriya
Selain itu, terdapat pula seni anyam dan seni ukir. Seni anyaman
merupakan seni menjalin bahan
berbentuk bilah atau batang dengan menggunakan pola tertentu
sehingga berbentuk sebuah benda.
Seperti tikar, keranjang, bakul, dan kursi.
Bahan-bahan yang digunakan pun sangat beragam, misalnya bilah bambu, rotan, lidi,
akar-akaran, pelepah pisang, dan daun pandan.
3. Seni Kriya
Seni ukir menggunakan motif
tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat.
Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan
motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang.
Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.