PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apakah inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Yang mana variabel inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan PT.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bahwa inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen yang terdiri dari inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Analisis jawaban responden mengenai inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen terhadap risiko kinerja karyawan dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan. Sehubungan dengan uraian di atas akan disajikan inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen terhadap kinerja pegawai, yang dapat diuraikan sebagai berikut :.
Sehubungan dengan uraian di atas, tanggapan responden terhadap dukungan manajemen dapat dilihat pada tabel berikut. 0,982 menunjukkan bahwa kinerja karyawan sebesar 0,982 tidak dipengaruhi oleh perubahan inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen. 0,389 menunjukkan bahwa setiap 1% perubahan dukungan manajemen dapat diikuti dengan peningkatan kinerja pegawai sebesar 38,9% jika dan tetap.
Dengan kata lain, untuk variabel inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan pembahasan pengaruh inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan pada PT.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori Inisiatif Individual
Inisiatif individu ini mencakup derajat tanggung jawab, kebebasan dan kemandirian setiap anggota organisasi. Menurut Suryana (2006:2), inisiatif adalah kemampuan mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara memecahkan masalah serta menemukan ide-ide baru dan cara-cara memecahkan masalah serta menemukan peluang. Menurut Utami Munandar (1990:48), inisiatif adalah kemampuan, berdasarkan data atau informasi yang tersedia, untuk menemukan.
Semakin naik, jumlah orang yang memiliki inisiatif tingkat tinggi semakin berkurang karena takut dengan risiko yang akan dihadapi. Level ini merupakan level inisiatif individu yang paling rendah dan terpopuler di dunia kerja, ada 2 alasannya. Sehubungan dengan pengertian beberapa ahli di atas, maka pengertian inisiatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan yang telah ada sebelumnya dalam upaya untuk mencapai tujuan. memecahkan suatu masalah.
Dalam Inisiatif ini, proses informasi individual (klarifikasi tujuan, pertimbangan logis, alat pengarahan) diasumsikan sebagai sarana untuk menunjukkan tujuan kinerja (efisiensi, produktivitas, dan keuntungan atau dampak). 13 b) ideologis. Dalam inisiatif ini, pengolahan informasi secara intuitif (dari pengetahuan mendalam, opini dan inovasi) diasumsikan sebagai alat untuk revitalisasi tujuan (dukungan eksternal, perolehan sumber daya dan pertumbuhan) c) konsensus.
Teori Toleransi Risiko
Menurut Rachmawati: “Toleransi risiko adalah suatu sistem penyebaran keyakinan dan nilai-nilai yang berkembang dalam suatu perusahaan dan menjadi pedoman perilaku seluruh anggota perusahaan. Toleransi risiko adalah kemampuan dan kesediaan investor untuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasinya dalam rangka untuk mencapai potensi keuntungan yang lebih besar. Seorang investor yang agresif atau memiliki toleransi risiko yang tinggi mungkin bersedia kehilangan uangnya untuk mengejar keuntungan yang lebih tinggi.
Sebaliknya, investor konservatif cenderung memilih investasi yang tetap mempertahankan pokok investasinya. Jika seorang investor dengan jangka waktu investasi yang panjang ingin mencapai tujuan investasinya, maka kemungkinan besar ia dapat memperoleh imbal hasil yang tinggi dengan berinvestasi secara hati-hati pada kelompok aset berisiko seperti saham atau obligasi, dibandingkan dengan membatasi investasi pada aset berisiko rendah seperti instrumen keuangan. setara kas. Investor juga harus memahami bahwa setiap investasi memiliki return dan risiko, dimana keduanya memiliki korelasi positif, potensi return yang tinggi selalu disertai dengan risiko yang tinggi.
Pada prinsipnya setiap jenis investasi (kategori aset) mempunyai profil return dan risiko yang berbeda-beda. Proses penentuan komposisi aset dalam portofolio ini bersifat unik bagi setiap investor; Alokasi aset yang tepat bagi seorang investor akan sangat bergantung pada jangka waktu investasi dan toleransi risiko.
Teori Dukungan Manajemen
Analisis regresi linier berganda merupakan analisis untuk melihat sejauh mana pengaruh budaya kerja yang terdiri dari inisiatif individu, toleransi risiko, dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan, dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa untuk variabel dukungan manajemen seluruh pertanyaan yang diajukan kepada responden mendapat tanggapan netral. Untuk mengetahui bagaimana inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen mempengaruhi kinerja pegawai, maka dapat disajikan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 17 yang dapat dilihat pada tabel 11 yaitu sebagai berikut.
Untuk variabel dukungan manajemen (X3), as Dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi nilai dukungan manajemen maka semakin kuat pengaruhnya dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hasil penelitian Toyota Hadji Kalla Alauddin Cabang Makassar membuktikan dukungan manajemen dengan sig 0,000 kurang dari 0,05 maka menunjukkan adanya pengaruh signifikan.
Inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen yang baik dimaksudkan untuk menjaga inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan, sehingga dapat dicapai hasil karyawan yang cepat dan akurat. Alasannya, dukungan manajemen mempunyai nilai B yang lebih besar dibandingkan variabel lainnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai dukungan manajemen maka semakin kuat pula pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja pegawai.
Konsep Kinerja Karyawan
Kerangka Pikir
Hipotesis
Kinerja pegawai merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk mempertimbangkan hasil yang dicapai oleh seorang pegawai. Sedangkan manajemen dalam suatu perusahaan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan, rata-rata responden memberikan jawaban setuju yaitu 26 orang atau (52%). Berdasarkan variabel kinerja karyawan, seluruh pertanyaan yang diajukan kepada responden disepakati.
Hasil uji reliabilitas item pertanyaan dengan menggunakan program statistik SPSS versi 17 menunjukkan hasil Cronbach alpha lebih besar dari 0,60 untuk ketiga variabel yaitu: inisiatif individu, toleransi risiko, dukungan manajemen dan kinerja karyawan dapat ditunjukkan. pada tabel berikut
METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan Data
Teknik ini dilakukan dengan melakukan wawancara langsung kepada sejumlah pegawai yang berkaitan dengan penelitian dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk membahas skripsi ini. Kuesioner merupakan suatu cara pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yang akan disurvei hingga selesai.
Jenis Dan Sumber Data
Populasi Dan Sampel
Sedangkan besar sampel ditentukan dengan menggunakan metode simple random sampling yaitu menentukan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi, sehingga besar sampel dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 50 responden.
Metode Analisis Data
Dukungan manajemen berperan dalam kemampuan pemimpin dalam memberikan komunikasi atau arahan, bantuan, dan dukungan yang jelas kepada bawahan atau karyawannya. Kinerja pegawai juga mendorong pegawai untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahamannya untuk mengejar kinerja.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Visi, Misi PT. Toyota Hadji Kalla
Struktur Organisasi
Dengan berkembangnya suatu perusahaan maka ruang lingkup kegiatan perusahaan menjadi semakin luas dan rumit, hal ini berarti seseorang tidak dapat lagi mengurus sendiri segala kegiatan dalam perusahaan, oleh karena itu perlu adanya pembagian tugas dan wewenang kepada para anggota. organisasi. Untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pengelolaan usaha, mutlak diperlukan usaha yang sehat untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dan mendorong pertumbuhan pekerjaan menuju produktivitas yang tinggi.
Uraian Tugas
Kinerja pegawai merupakan hasil motivasi dan kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan, yang mengharuskan seorang pegawai mempunyai tingkat kemauan dan kemampuan tertentu.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Analisis Tanggapan Responden Mengenai Inisiatif
Kinerja pegawai (prestasi kerja) adalah hasil kualitatif dan kuantitatif yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penilaian kinerja merupakan prosedur formal yang dilakukan dalam organisasi untuk mengevaluasi pegawai serta kontribusi dan kepentingan pegawai.
Analisis Uji Validitas dan Realibilitas
Analisis Pengaruh Inisiatif Individual, Toleransi Risiko,
Kehendak dan keterampilan seorang karyawan tidak akan cukup efektif dalam melakukan suatu pekerjaan tanpa adanya pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana setiap karyawan dapat meningkatkan usaha kerja yang dihasilkan karyawan tersebut sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Maka nilai R = 0,922 yang menunjukkan bahwa inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen mempunyai hubungan yang sangat erat dan positif karena nilai R mendekati +1. Pada uji F (uji simultan), F dengan sig 0,000 kurang dari 0,05 maka pengaruh secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Untuk (X1) sebagai X2 dan Untuk variabel toleransi risiko (X2) sebagai X1 dan
Pembahasan
Toyota Hadji Kalla Alauddin Cabang Makassar, hasil penelitian membuktikan toleransi risiko dengan sig 0,000 kurang dari 0,05 yang menunjukkan berpengaruh signifikan. Toyota Hadji Kalla Alauddin cabang Makassar, menunjukkan bahwa untuk uji signifikansi ketiga variabel (inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen) mempunyai pengaruh positif dan signifikan karena mempunyai nilai < 0,05. Eugene McKenna dan Nie Beech, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit: Andi, Yogyakarta.
Mangkunegara, Anwar Prabu, 2008, Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, Percetakan Saat Ini, Penerbit: Refika Aditama, Bandung. Rivai, Veithzal, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Edisi Kedua, Cetakan Kedua, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sutrisno, Edy, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit: Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Hani Handoko dan Rahmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Edisi Kedua, Penerbit: BPFE, Yogyakarta.
PENUTUP
Saran