• Tidak ada hasil yang ditemukan

School-Based Management During the Covid-19 Pandemic: A Study at The Integrated Islamic Vocational School

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "School-Based Management During the Covid-19 Pandemic: A Study at The Integrated Islamic Vocational School"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

JIES: Journal of Islamic Education Students, 3 (1), 2023 |13 Email: [email protected]

School-Based Management During the Covid-19 Pandemic: A Study at The Integrated Islamic Vocational School

Sesmita Maya Sari1, Rini Setyaningsih2

Manajemen Pendidikan Islam, UIN Sultan Sayrif Kasim Riau, Indonesia1,2 email: [email protected], [email protected]

DOI: 10.31958/jies.v3i1.6450

Article info Abstract

Article History Recieved:

15/02/2023 Accepted:

16/04/2023 Published:

30/04/2023

Corresponding author

The Covid-19 pandemic has brought significant challenges to various aspects of society, including the management of education. In light of this, this study aims to examine the implementation and effectiveness of School-Based Management (SBM) during the Covid-19 pandemic at an Integrated Islamic Vocational School.

The research adopts a qualitative descriptive approach, employing field research methods such as interviews, observations, and documentation. The informants for this study were selected using Purposive Sampling, including key informants and supporting informants. The study's findings reveal that the Integrated Islamic Vocational School has successfully implemented school policies while prioritizing efficiency and effectiveness during the Covid-19 pandemic. The school has fostered effective teamwork to address challenges and navigate government policies, ensuring the continuity of the educational process and its acceptance by students. The implementation of SBM during this challenging period has demonstrated its efficacy in managing the school and optimizing available resources.

Keywords: School-Based Management, Effectiveness, School Policies.

Abstrak

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan dampak signifikan pada kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan pendidikan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMK IT Al Izhar Pekanbaru selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan penelitian lapangan yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian ini dipilih melalui teknik Purposive Sampling yang terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK IT Al Izhar Pekanbaru berhasil melaksanakan kebijakan sekolah dengan tetap menjaga efisiensi dan efektivitas di tengah pandemi Covid-19. Mereka berhasil membangun kerjasama tim yang baik dalam menghadapi tantangan dan mensiasati kebijakan pemerintah untuk memastikan kelancaran proses pendidikan yang diterima oleh peserta didik. Implementasi MBS dalam situasi pandemi ini membuktikan keberhasilannya dalam mengelola sekolah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah, Efektivitas, Kebijakan Sekolah.

JIES is licensed under a Creative Commons Atribution-Share Alike 4.0 Internasional Licence

(2)

PENDAHULUAN

Pandemi Covid 19 yang terjadi di berbagai Negara termasuk Indonesia berpengaruh terhadap berbagai aspek Kehidupan termasuk aspek pendidikan (Mualim

& Saputra, 2021; Rahma & Haviz, 2022; Warmansyah, 2020). Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan semua kegiatan dilakukan dalam jaringan atau online (Bassett et al., 2012;

Bell & Wolfe, 2004). Pada tanggal 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid 19 (Arum Sekar Sari, 2021; Azzahra et al., 2021; Meriana & Tambunan, 2021; Saleha et al., 2022). Pendidikan adalah usaha yang dilakukan untuk memanusiakan manusia agar berakhlak mulia dan berkarakter untuk bisa menjalani kehidupan bermasyarakat (Idris et al., 2022; Warmansyah, Yuningsih, et al., 2022). Untuk mendapatkan masyarakat yang berkarakter perlu lembaga pendidikan yang dikelola dengan baik oleh pemangku kepentingan atau pengelola lembaga pendidikan seperti kepala satuan pendidikan.

Pada masa sulit seperti sekarang peran lembaga pendidikan sangat menentukan arah perkembangan masyarakat (Hardianto, 2019). Oleh karenanya lembaga pendidikan harus dikelola dengan pengelolaan yang baik dan bijaksana oleh pemangku kepentingan atau stakeholders (Mutaqinah & Hidayatullah, 2020). Dalam rangka pengelolaan lembaga pendidikan maka penerapan MBS sangat berpengaruh terhadap pelayanan pendidikan apalagi pada masa sulit sekarang ini yang akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam penerapan MBS (Hamid, 2018; Pratiwi, 2016). Penerapan MBS menuntut pendekatan manajemen yang lebih kondusif di sekolah agar dapat mengakomodasikan seluruh keinginan sekaligus memberdayakan berbagai komponen masyarakat secara efektif, guna mendukung kemajuan dan sistem yang ada di sekolah (Mulyasa, 2017)

Suatu hal yang harus diperhatikan dalam sistem penyelenggaraan MBS adalah keterlibatan Stakeholder (Usman, 2014). Untuk itu kepala sekolah/madrasah harus meningkatkan keprofesionalannnya dalam memimpin dan mengelola sekolah/madrasah, sehingga ia dapat memberdayakan semua sumber daya yang dipunyai sekolah secara maksimal dan optimal (Susanti, 2016). Kepala sekolah/madrasah harus dapat menciptakan kondisi yang kondusif dalam mengelola dan mengendalikan sekolah/madrasah. Partisipasi dari semua stakeholders sekolah adalah hal yang harus diperhatikan dalam penerapan MBS, karena semua pemangku kepentingan diharapkan bisa sama-sama bekerja sama dalam membangun team work untuk mencapai tujuan pendidikan (Ramayulis dan Mulyadi, 2017).

Pada masa pandemi Covid 19 ini siklus input, proses, output dan feedback mengalami paradigma baru yaitu dari segi input (masukkan) yang unsurnya berupa pengelolaan sumber daya manusia seperti kepala sekolah, guru, peserta didik, tenaga kependidikan, komite dan masyarakat atau orang tua wali murid. Mulai dari pengelolaan tenga pendidik dan kependidikan secara daring, penerimaan peserta didik baru secara daring dan rapat atau koordinasi dengan anggota masyarakat yang sempat

(3)

terhenti atau mengalami kendala (Akbar & Fajri, 2022; Eliwatis et al., 2022;

Warmansyah, Monalisa, et al., 2022).

Dari segi proses, manajemen berbasis sekolah harus melaksanakan fungsi manajemen secara menyeluruh dan optimal, namun karena hampir semua kegiatan dilaksanakan secara daring maka proses dalam menyelenggarakan manajemen berbasis sekolah juga ada perubahan dan metode baru untuk pelaksanaanya. Dari segi output (keluaran) berupa kualitas, efektivitas, produktivitas,dan inovasi yang harus dicapai oleh sekolah meskipun ada banyak perubahan tetapi harus tetap menghasilkan output yang bermutu. Serta dari segi feedback (umpan balik) berupa adanya hubungan timbal balik antara sekolah dengan masyarakat juga harus tetap berlangsung dengan baik. Karena penting bagi sebuah sekolah untuk menjalankan semua kegiatan dan pelaksanaan tujuan pendidikan secara efektif. Karena siklus input,proses,output dan feedback mengalami perubahan cara penerapan dikarenakan masalah pandemi Covid 19 ini maka pelaksanaan manajemen berbasis sekolah harus dilaksanakan berdasarkan kebijakan penanganan pandemi Covid 19, yaitu pelaksanaan setiap kegiatan secara online atau daring.

Pelaksanaan kegiatan secara daring berpengaruh terhadap implementasi dan Efektivitas terlaksanya Implementasi MBS. Dengan demikian Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berarti bagaimana MBS itu diterapkan agar berhasil melaksanakan semua tugas pokok sekolah, menjalin partisipasi masyarakat, mendapatkan serta memanfaatkan sumber daya, sumber dana, dan sumber belajar untuk mewujudkan tujuan pendidikan (Mulyasa, 2017)

Berdasarkan pengamatan awal peneliti, maka peneliti menemukan beberapa gejala kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut merupakan komponen dari manajemen berbasis sekolah, oleh karena banyaknya perubahan yang terjadi maka tentu perlu tindakan lanjut untuk memahami bagaimana Manajemen Berbasis Sekolah Pada Masa Pandemi Covid 19: Studi di Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatatif, karena data yang hendak peneliti temukan bersifat deskriptif dengan sumber data orang yang dengan jumlah relatif kecil dan tanpa adanya rekayasa apapun serta cenderung menggunakan analisis. Penelitian ini dilaksanakan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Dalam Penelitian ini peneliti menetapkan informan kunci yaitu seorang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Untuk memperkaya informasi maka peneliti menetapkan informan pendukung yaitu salah satu pegawai Tata Usaha di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru.

Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Miles dan Huberman menyatakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari beberapa

(4)

yaitu: Aktivitas dalam analisis data yaitu, pengumpulaan data di lapangan kemudian Reduksi Data (data reduction), Penyajian Data (data display) dan Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data (conclusion drawing/ verification) (Shidiq & Choiri, 2019).

Dalam penelitian ini, teknik uji keabsahan data yang akan peneliti gunakan adalah dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu peneliti menguji keabsahan data agar terbebas dari kekeliruan dan mendapat tingkat akurasi yang tinggi, maka triangulasi adalah teknik yang peneliti gunakan, seperti apabila data yang peneliti dapatkan dari informan satu, maka peneliti mengecek kebenaran informasi dari pihak lain, serta apabila telah melakukan wawancara dengan informan penelitian, maka untuk menguji data yang sama dari wawancara itu, peneliti mengecek hasil wawancara dengan menggali data di luar wawancara yaitu dengan teknik dokumentasi dan observasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Pada masa pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada masa Pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, pihak sekolah berusaha untuk bijaksana dalam mengelola satuan pendidikan yang dikelolanya. Pada masa pandemi Covid 19 ini semua sekolah atau lembaga pendidikan dituntut untuk bisa secara bijak dalam mengelola lembaga pendidikan yang dibinanya. Seperti halnya di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, Kepala sekolah selaku manajer dalam pendidikan, memegang peranan sangat penting dalam pelaksanaan MBS, karenanya semua kebijakan pemerintah yang telah turun, akan diolah kembali oleh sekolah dengan memperhatikan kebijaksanaan dan kondisi dari lingkungan sekitar (Nadeak & Juwita, 2021). MBS adalah wewenang penuh kepada sekolah atau satuan pendidikan untuk secara mandiri mengelola sekolahnya sendiri.

Dengan adanya kebijakan pemerintah dalam semua aspek kehidupan yang termasuk kebijakan terhadap pendidikan, maka itu harus disiasati dengan bijaksana memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.

Implementasi Manajemen Kurikulum Pada masa pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru

Membahas mengenai Manajemen Kurikulum pada masa pandemi covid 19, tentunya kita tidak akan terlepas dari pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan di masa sulit ini. Pandemi Covid 19 sampai saat ini masih belum berakhir, Indonesia masih belum pulih, masih banyak kebijakan pemerintah yang masih darurat, dan salah satunya kegiatan pemberlakuan kebijakan kurikulum darurat. Dari sisi kebijakan dari pemerintah ini, setiap satuan pendidikan di Indonesia harus berpedoman atau berpatokan pada instruksi dari kementrian pendidikan dan kebudayaan. Karena setiap kebijakan yang dikeluarakan oleh pemerintah terkait harus bisa dilaksanakan berdasarkan pola pengeloaan sekolah, hal ini didukung dengan jurnal dari (Umi Muzayanah, A.M Wibowo, 2020). Untuk itu sekolah dalam menjalankan

(5)

proses pembelajaran pada masa Pandemi covid 19 saat ini, harus bisa mengelola sekolah dengan tetap memberikan pendidikan yang terbaik bagi peserta didiknya.

Begitupun dengan pelaksanaan kurikulum yang harus menyesuaikan dengan himbaun pemerintah, pihak sekolah harus bisa mensiasati setiap kebijakan yang diambil selama, kebijakan itu bisa meningkatkan pelayanan sekolah kepada penerima pendidikan.

Dalam hal ini di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, sekolah dengan bijaknya tetap bersinergi untuk tetap memberikan pelayanannya kepada peserta didik atau konsumen pendidikan. Karena walaupun masalah pandemi covid 19 ini adalah masalah semua aspek kehidupan, namun sekolah sebagai wadah tempat utama perkembangan aspek kehidupan masyarakat lainnya harus bisa menghadirkan pendidikan yang maksimal bagi masyarakat. Sekolah tidak boleh terhenti, harus tetap berjalan dan bisa melaksanakan pengelolaan program-program pembelajaran yang disusun dan disederhanakan dengan pertimbangan kebijakaan sekolah.

Pada pelaksanaannya kurikulum darurat di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, bagaimanapun pelaksanaan kurikulum pembelajaran tetap patuh pada kebijakan pemerintah dan tetap taat akan aturan pemerintah, dengan menjalankan proses pendidikan dengan protokol kesehatan, pembelajaran jarak jauh atau daring. Walaupun ada banyak permasalahan yang muncul akibat adanya pembelajaran daring. Berdasarkan hasil observasi atau peninjauan dari peneliti secara langsung ke sekolah kegiatan pembelajaran dilakukan dengan pergantian waktu masuk. Seperti dengan membagi siswa menjadi dua shift sehari yaitu ada siswa yang masuk pagi dan masuk siang. Porsi pembelajaran atau jam pelajarannya juga dibatasi serta pembelajaran banyak yang disederhanakan. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan kurikulum darurat, yaitu penyederhanaan Kompetesi Dasar atau KD, pada setiap mata pelajaran. Setiap guru melakukan penyederhanakan semua mata pelajaran yang diampunya dan berusahan untuk memaksimalkan penggunaan alokasi waktu agar tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

Tercapainya Implementasi MBS terkait Implementasi Manajemen Kurikulum di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, tidak terlepas dari efektivitas pelaksanaan Manajemen kurikulum itu, maka berdasarkan paparan dari Ustazah Periska, jika dikatakan efektif kebijakan pemerintah ini memberlakukan kurikulum darurat pastinya belum dirasa efektif karena dengan banyaknnya perubahan baru yang harus disesuaikan sekolah dalam waktu yang cukup singkat ini tentunya belum efektif, tapi karena dalam artian darurat maka semua kebijakan pemerintah pada masa pandemi Covid 19 dirasa sangat bijaksana, Karena tidak hanya bidang pendidikan yang terkena imbasnya, bidang dan aspek kehidupan lainnya juga mengalami perubahan yang sangat besar. Oleh karena itu dengan kebijakan dari sekolah, dan peran dari orang tua dan lingkungan masyarakat maka pencapaian tujuan pendidikan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru dapat dilaksanakan.

Jadi, Pencapaian dari implementasi manajemen kurikulum pada masa pandemi covid 19 bisa dilihat dari tetap berjalannya proses pembelajaran, dan kegiatan dalam pelaksanaan kurikulum mampu untuk disiasati dengan koordinasi dari semua pihak dan tetap mempedomani aturan dan kebijakan dari pemerintah. Semua stakeholders sekolah

(6)

di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan dari pendidikan. Sekolah berupaya untuk tetap menghadirkan program pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang telah didukung atau digunakan untuk pembelajaran daring.

Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru.

Berdasarkan temuan peneliti, maka terkait implementasi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan pada masa pandemi covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Seperti halnya kurikulum yang bagian penting dari pendidikan di satuan pendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan juga bagian terpenting dalam proses pendidikan. Pihak yang sangat berpengaruh pada pencapaian tujuan pendidikan itu.

Maka implementasi manajemen tenaga kependidikan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru memang mengalami banyak perubahan dari segi proses pelaksanaan setiap kegiatan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait pemutusan mata rantai penyebaran covid 19. Namun hal ini dapat disiasati oleh sekolah dengan bijaksana. Berbagai cara dilakukan sekolah agar pendidikan dan proses pelaksaan kegiatan dapat tetap berjalan dan mampu mencapai tujuan pendidikan. Pada masa pandemic covid 19 ini salah satu cara atau strategi sekolah dalam pelaksanaan manajemen sekolah melakukan kegiatan dengan berpatokan pada kebijakan pemerintah penanganan masalah pandemic covid 19, salah satunya dengan protokol kesehatan, dan kegiatan yang dilaksanakan online dan offline sesuai kondisi (Yumna et al., 2021).

Pemanfaatan teknologi adalah salah cara yang dilakukan oleh sekolah untuk mensiasati keterbatasan akibat masalah pandemi covid 19 ini. Pemanfaatan IT, dilakukan dengan sosialisasi terhadap perubahan yang ada dan diupayakan untuk proses pendidikan yang fleksibel. Perkembangan teknologi informasi tentunya sangat mendukung semua kegiatan yang menyangkut pelayanan terhadap masyarakat. Sekolah adalah bagian pelayanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dengan adanya teknologi informasi maka semua pemegang kepentingan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikannya, dilakukan dengan tetap memberikan ruang bagi semua tenaga pendidik dan kependidikan baik guru maupun tenaga administrasi untuk tetap bekerja di sekolah, dengan tetap patuh terhadap aturan pemutusan mata rantai penyebaran covid 19. Dengan kebijakan sekolah untuk kegiatan admnistratif dan pembelajaran dilakukan oleh semua guru di sekolah, sementara siswa tetap belajar di rumah adalah salah satu dari kebijakan sekolah untuk memberikan pelayanan dan keamanan untuk peserta didik sebagai konsumen pendidikan. Untuk mengahadapi pembelajaran daring atau kegiatan yang dilakukan dengan cara online, maka sekolah memberikan bentuk pelatihan dan sosialisasi pengenalan dan bagaimana pemanfaatan IT untuk pelaksanaan proses pendidikan pada masa pandemi covid 19. MBS adalah wewenang penuh kepada sekolah atau satuan pendidikan untuk secara mandiri mengelola sekolahnya sendiri. Dengan

(7)

adanya kebijakan pemerintah dalam semua aspek kehidupan yang termasuk kebijakan terhadap pendidikan, maka itu harus disiasati dengan bijaksana memperhatikan situasi dan kondisi yang ada (Lestari et al., 2021).

Hal ini sejalan dengan penggunaan teknologi pada masa darurat covid 19, dengan adanya pandemic covid 19 ini peran dari teknologi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia pendidikan (Unik Hanifah Salsabilah, 2020). Pelatihan dan pembinaan ini dilakukan agar semua pendidik, maupun tenaga kependidikan bisa memanfaatkan media teknologi atau platform media online untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja walaupun penggunaan media teknologi seperti Google classroom, Google tems, zoom, meet dan aplikasi yang mendukung kegiatan online lainnya adalah sesuatu yang baru di Indonesia dan khususnya di dunia pendidikan untuk satuan pendidikan (Saifulloh & Darwis, 2020)

Untuk mencapai terlaksananya tugas dan tanggung jawab serta penyerahan atau pembagian tugas, maka sekolah juga melakukan penambahan atau perekrutan tenaga pendidik pada masa pandemi. Dikarenakan proses pendidikan yang perlu dibagi dan dikelola dengan baik dan professional. Untuk mendapatkan tenaga pendidik yang berkualitas, sekolah memberikan kualifikasi tertentu agar nantinya Sumber daya manusia yang ada di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru berkualitas dan mampu memberikam pengaruh yang baik dan bisa saling bekerja sama dalam mencapai tujuan pendidikan.

Dalam kegiatan mengevaluasi kegiatan manajemen tenaga kependidikan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru rapat evaluasi kinerja bagi semua tenaga kependidikan secara rutin dilaksanakan yaitu sekali dalam dua minggu, agar pencapaian dan permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama. Seperti dalam menghadapi proses pembelajaran selama masa pandemi covid 19 ini. Evaluasi untuk kegiatan yang dilaksanakan, apakah berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuannnya atau tidak, maka dengan adanya rapat itu, permasalahan yang terjadi bisa diatasi. Hal ini dilakukan agar guru benar-benar bisa memahami kondisi Pandemi Covid 19. Bahwa situasi yang terjadi adalah masalah global yang harus dihadapi dengan bijaksana dan kreativitas untuk melewatinya.

Terlaksananya MBS dengan baik tergantung dari adanya inovasi dan kebijakan yang bijaksana dari kepala sekolah, oleh karenanya semua proses manajerial sekolah harus dilaksanakan secara baik dan benar (Amini dan Nurman Ginting, 2020).

Kemudian dalam memacu semangat dan memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, pihak sekolah juga memberikan bentuk apresiasi terhadap pengabdian dan kinerja yang dilakukan oleh pendidik. Hal ini tidak hanya dilakukan pada masa pandemi covid 19 saja, melainkan penghargaan selalu diberikan setiap tahunnya secara rutin untuk guru yang dianggap professional dan memiliki kinerja maupun kepribadian yang baik.

Ada bentuk penghargaan yang diberikan dengan kategori guru terdisiplin, guru terkreatif, guru Religius, guru literasi, dan kategori lainnya yang dapat memotivasi dan memacu semangat pendidik untuk terus semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Serta upaya sekolah untuk membudayakan budaya literasi dan

(8)

menulis yang diawali dari pembuktian dari guru-guru yang menulis karya nya kemudian dapat diterbitkan menjadi salah satu bentuk kebijakan sekolah yang dapat meningkatkan semangat kerja dan budaya yang sangat positif bagi peserta didik. Hal ini peneliti lihat secara langsung dalam kegiatan peringatan hari guru Nasional di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru Pada 25 November 2021, yang memberikan penghargaan kepada setiap guru yang dianggap layak dan dapat menjadi suri tauladan yang baik. MBS sebagai strategi peningkatan pendidikan melalui pengalihan otoritas pengambilan keputusan dari pemerintah daerah ke sekolah/madrasah. Selanjutnya Malen, Ogawa, dan Kranz melihat MBS sebagai bentuk desentralisasi yang memandang sekolah sebagai unit dasar pengembangan yang tergantung pada retribusi otoritas pengambilan keputusan. Arti yang sejalan mengenai makna MBS berikutnya yaitu OERI US Department of education mengartikan bahwa MBS sebagai suatu bentuk desentralisasi yang memandang sekolah sebagai unit dasar pengembangan yang tergantung pada retribusi otoritas pengambilan keputusan (Ramayulis dan Mulyadi, 2017)

Jadi, Implementasi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan pada masa pandemi covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, berdasarkan kesimpulan awal peneliti bahwa, pelaksanaan MBS terkait Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan dapat dijalankan dengan baik, serta dengan kebijakan sekolah yang dapat didukung dan diterima oleh semua warga sekolah. Serta partisipasi dari semua pihak dalam menjalankan proses pendidikan juga dapat dijalankan dengan baik didukung dengan penggunaan atau pemanfaatan IT yang digunakan dengan bijaksana yang dapat memudahkan semua pekerjaan yang terhenti menjadi kembali dijalankan agar tujuan dari pendidikan itu dapat tetap berjalan dengan baik dan ketersediaan wadah bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi konsumen pendidikan dapat sampai kepada masyarakat.

Implementasi Manajemen Kesiswaan pada Masa Pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru

Peserta didik adalah input utama dalam sebuah satuan pendidikan, untuk menghasilkan input yang dapat menjadi output yang berkualitas maka sekolah sebagai tempat berlangsungnnya proses pencapaian output yang berkualitas harus bisa menciptakan suasana pendidikan yang baik bagi peserta didik. Pengaturan peserta didik pada masa pandemi covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, mengacu pada bagaimana proses pendidikan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dengan mengikuti kebijakan pemerintah tentang kebijakan pembelajaran jarak jauh atau online. Tentunya agar peserta didik bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan akses pendidikan pada pandemi covid 19 sekolah harus bisa mensiasati agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

Begitupun dengan siklus manajemen peserta didik mulai dari masuk ke SMK IT Al- Izhar Pekanbaru, sampai akhirnya peserta didik itu lulus dan menghasilkan umpan balik yang baik bagi sekolah. Hal ini didukung peraturan pemerintah tentang kebijakan pembelajaran daring.

(9)

Di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru pada masa pandemi covid 19, sekolah melakukan kebijakan penerimaan peserta didik baru dilakukan dengan tahapan awal atau perencanaan dengan membentuk panitia khusus yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam penerimaan peserta didik baru di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Selanjutnya panitia itu selalu ada di sekolah untuk melayani calon peserta didik yang mendaftar di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Pada tahapan penerimaan sekolah menggunakan dua sistem penerimaan yaitu sistem online dan offline. Sistem offline dilakukan dengan calon peserta didik secara langsung datang ke sekolah untuk mendaftar, sementara untuk online, sekolah telah menyediakan link khusus pendaftaran peserta didik baru. Pada link yang disediakan akan ada alur pendaftaran, formulir pendaftaran, informasi besaran biaya pendidikan, serta profil sekolah.

Sebelum tahapan penerimaan maka sekolah menyebarkan informasi penerimaan peserta didik baru atau PPDB di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, melalui penyebaran brosur, website sekolah dan langsung sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah Pekanbaru dan Kampar. Kemudian setelah adanya pengenalan sekolah ke lingkungan masyarakat, maka sekolah membuka situs atau link resmi pembukaan pendaftaran peserta didik baru. Namun pada penerimaan peserta didik baru pada tahun pelajaran 2021/2022, dampak pandemi covid 19 sangat berpengaruh pada jumlah peserta didik yang mendaftar di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Dibandingkan dengan jumlah peserta didik angkatan tahun sebelumnya jumlah peserta didik mengalami penurunan. Hal ini karena calon peserta didik yang berada di luar kota Pekanbaru yang terkendala akses untuk datang ke sekolah, serta dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring juga memicu terjadinya penurunan jumlah peserta didik. Orang tua wali murid siswa beranggapan bahwa sekolah di Satuan Pendidikan Negeri sama saja dengan Swasta, karena sama-sama pembelajaran Online. Dibandingkan sekolah di Swasta dengan sekolah Negeri dari segi biaya jauh lebih murah biaya pendidikan di Negeri, oleh Karena itu calon peserta didik baru banyak yang mengundurkan diri, dan memilih sekolah di Negeri. Penurunan dan penambahan jumlah siswa ini tidak berpengaruh dalam pengelolaan atau manajemen kesiswaan di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru, karena sekolah tetap bersinergi untuk menghadirkan yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Karena sekolah juga merasa penurunan jumlah peserta didik tidak hanya terjadi di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru saja, melainkan semua sekolah yang swasta juga demikian.

Sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, yaitu pada masa pandemi covid 19 ini, PLS atau tahapan orientasi siswa juga tetap berjalan. Kegiatan Pengenala Lingkungan Sekolah atau PLS tetap dilaksanakan, sekolah melaksanakan PLS dengan memanfaatkan media teknologi untuk mengenalkan lingkungan sekolah. Dengan aplikasi Platform pembelajaran daring yang telah direkomendasikan untuk pembelajaran daring seperti Google Teams, Classroom, Whatsapp, Meet, Zoom dan lainnya. Pada tahap orientasi ini, siswa juga diberikan video-video tentang profil sekolah, berkenalan dengan tenaga pendidik, mengetahui ektrakurikuler yang ada di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru. Setelah itu sekolah juga

(10)

mendatangkan langsung siswa ke sekolah dengan ketentuan protokol kesehatan dalam rangka silaturahim secara langsung dan mengenal lingkungan sekolah secara langsung.

Dalam rangka memberikan pelayanannya kepada peserta didik, SMK IT Al- Izhar Pekanbaru, walaupun kegiatan ekstrakuriluer selama masa pandemi covid 19, pada awalnya terhenti, namun karena upaya dari sekolah agar semua program pendidikan tetap didapatkan oleh siswa, termasuk dalam mengembangkan bakat dan minat siswa, sekolah tetap memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan kegitan pengembangan bakat dan minat. Seperti kegiatan yang dilakukan secara online, kegiatan ektrakurikuler kepramukaan misalnya guru pembimbing memanfaatkan media atau aplikasi pembelajaran daring untuk mengirimkan atau memberikan materi terkait pramuka, namun tentunya hal yang berkaitan dengan praktik langsung ke lapangan juga tidak memungkinkan dilakukan karena situasi pandemi yang terjadi. Sementara itu ketika sudah ada kebijakan yang memperbolehkan proses pendidikan hybrid atau sekolah secara bergantian maka proses pembelajaran dan pengembangan bakat dan minta siswa secera langsung dapat dilakukan, dengan memperoleh persetujuan dari orang tua, untuk datang ke sekolah, serta harus taat aturan protokol kesehatan.

Begitupun dengan kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan media teknologi atau aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh atau online. Proses pendidikan dilakukan dengan baik, sekolah memberikan pembelajaran dengan penerapan kurikulum darurat dari pemerintah untuk menyederhanakan kompetensi dasar mata pelajaran.

Terkait pengelolaan peserta didiknya, sekolah memantau siswa dengan aturan semua guru wajib datang ke sekolah, dan melakukan kegiatan pembelajaran dari sekolah sementara peserta didiknya berada di rumah. Dengan kebijakan semua guru tetap hadir ke sekolah pada masa pandemi ini, diharapkan kinerja guru dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dapat tetap berjalan efektif.

Efektivitas Penerapan MBS Pada masa Pandemi Covid 19 di SMK IT Al-Izhar Pekanbaru

Dengan partisipasi aktif dari semua stakeholders dalam mengikuti aturan sekolah, maka pengaruh yang baik bagi output sekolah yaitu terutama lulusan yang juga diterima di perguruan tinggi negeri. Kepala sekolah menunjuk guru yang bertugas untuk memetakan minat siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, karena sekolah dengan jenis pendidikan kejuruan, visinya mengasilkan lulusan yang dapat bekerja setelah lulus dan mengaplikasikan ilmu ke bidang yang dipelajari yaitu perbankan syariah. Namun untuk melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus dari sekolah kejuruan juga banyak diminati oleh peserta didik, oleh karena itu sekolah menjembatani siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sekolah mensosialisasikan jurusan yang tepat untuk mendukung keahlian siswa, serta memberikan saran jurusan serta saran jalur masuk perguruan tinggi negeri yang ada.

(11)

Karena kerja sama yang demikian sekitar 85% siswa yang didaftarkan ke perguruan tinggi negeri diterima di perguruan tinggi yang dipilih. MBS ini juga terkait untuk peningkatan mutu dan kualitas kesadaran masyarakat tentang pentingnya lembaga pendidikan yang mandiri untuk memberikan kebebasan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam perwujudan manajemen sekolah dan pencapaian tujuan pendidikan (Abdullah, 2020). Dengan adanya kolaborasi atau keterlibatan antara wakil kesiswaan dengan guru, maka pengelolaan setiap kegiatan yang direncanakan, dapat dillakukan dengan prinsip kerjasama dan partisipasi semua pihak serta semua permasalahan maupun program kegiatan yang terkendala dapat diselesaikan.

Manajemen berbasis sekolah ini juga dapat ditafsirkan sebagai manajemen dan pengambilan keputusan yang semua stakeholder sekolah memiliki peranan dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas dan akuntabilitas sekolah (Shoma et al., 2015). Berkaitan dengan kewenangan pendidikan maka erat kaitannya dengan desentralisasi adalah pelimpahan wewenang yang disertai keleluasaan daerah dalam menyelenggarakan fungsi pemerintahan sedemikian rupa sehingga pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih baik, disamping pembangunan daerah dapat lebih terarah dan optimal (Hidayat, 2016). Kemudian Desentraliasi pendidikan adalah segenap upaya untuk memberikan kewenangan sebagian atau seluruh wewenang di bidang pendidikan yang seharusnya dilakukan oleh unit atau pejabat pusat kepada unit atau pejabat di bawahnya atau dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah, atau dari pemerintah pada masyarakat. Salah satu wujud dari desentralisasi di dalam pendidikan itu ialah terlaksananya proses otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan (Akdon, 2016).

Konsep MBS sangat beragam dan biasanya terdiri: 1) Untuk meningkatkan keterlibatan orang tua serta anggota masyarakat di lingkunga sekolah; 2) Pengembangan karir dan pembimbingan kepala sekolah dan guru; 3) Menciptakan pembangunan mutu sekolah secara mandiri; 4) Membangun bentuk tanggung jawab untuk stakeholder secara berbasis sekolah dan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses dengan pendelegasian wewenang; dan, 5) Meningkatkan dan menciptakan efektivitas, efisiensi dan kualitas sekolah, sehingga dapat mencapai tingkat prestasi akademik siswa yang berkualitas dan dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat (Moradi et al., 2012).

KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS telah dilaksanakan dengan baik ditandai dengan pelaksanaan manajemen kurikulumnya berjalan dengan baik.

Selanjutnya kebijakan dari sekolah mampu membangun kerjasama tim yang baik dengan pembagian tugas yang sama bagi semua stakeholder sekolah yang sangat membantu dalam melaksanakan kurikulum darurat covid 19. Adapun yang menjadi permasalahannya adalah pelaksanaan kurikulum yang direncanakan pada awalnya harus diubah dan sekolah harus siap menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk pelaksanaan kurikulum darurat. Begitupun dengan manajemen tenaga kependidikan atau bisa dikenal dengan manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan, juga

(12)

berjalan dengan baik, dan teratur dibuktikan dengan kebijakan sekolah dalam mengharuskan semua tenaga kependidikan baik itu guru maupun tenaga administrasi harus berada di sekolah walaupun pembelajaran dilaksanakan secara online.

Pengelolaan peserta didik yang menjadi input utama sekolah, berjalan dengan baik, dibuktikan juga dengan adanya kebijakan sekolah untuk pembelajaran online dan adanya konsultasi belajar. Terkait output yaitu tentang Siswa yang Lulus juga banyak yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja.

Efektivitas dari penerapan MBS dapat dilakukan dengan melihat Optimal dan efektifitas dari manajemen sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, H. (2020). Manajemen Berbasis Madrasah. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Pembelajaran, 2(1), 9–16.

Akbar, A., & Fajri, N. (2022). Applying Microsoft Office 365 in learning Islamic Education (PAI) amid Covid-19 Pandemic. Journal of Islamic Education Students (JIES), 2(1), 31. https://doi.org/10.31958/jies.v2i1.4544

Akdon. (2016). Strategic Management For Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan. Alfabeta.

Amini dan Nurman Ginting. (2020). Otonomi Pendidikan di Masa Krisis Pandemi Covid-19 ( Analisis Peran Kepala Sekolah ). Al-Muaddib :Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman, 5(2), 305–314. https://doi.org/DOI:

http://dx.doi.org/10.31604/muaddib.v5i1.305-314

Arum Sekar Sari, W. (2021). Pentingnya Sains dan Peran Orangtua dalam Pengajaran Sains kepada Anak di Rumah. Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 52–66. https://doi.org/10.33367/piaud.v1i1.1572

Azzahra, R., Fitriani, W., Desmita, D., & Warmansyah, J. (2021). Keterlibatan Orang Tua di Minangkabau dalam PAUD pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1549–1561.

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1796

Bassett, H. H., Denham, S., Wyatt, T. M., & Warren-Khot, H. K. (2012). Refining the Preschool Self-regulation Assessment for Use in Preschool Classrooms. Infant and Child Development, 21(6), 596–616. https://doi.org/10.1002/icd.1763

Bell, M. A., & Wolfe, C. D. (2004). Emotion and Cognition: An Intricately Bound Developmental Process. Child Development, 75(2), 366–370.

https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2004.00679.x

Eliwatis, E., Sesmiarni, Z., Maimori, R., Herawati, S., & Murni, Y. (2022). Perceptions of Pamong Teachers on the Competence of Prospective Teacher in Practice Field Experience (PPL). Journal of Islamic Education Students (JIES), 2(2), 101.

https://doi.org/10.31958/jies.v2i2.7860

(13)

Hamid, H. (2018). Manajemen Berbasis Sekolah. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(1), 87–96.

https://doi.org/10.24256/jpmipa.v1i1.86

Hardianto, H. (2019). Reposition of Historical Pesantren, Madrasah and Integrated Islamic School. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 3(2), 75–86.

https://doi.org/10.33487/edumaspul.v3i2.106

Hidayat, N. (2016). Otonomi Daerah dan Desentralisasi Pendidikan (Studi pada Jenjang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto). Jurnal Society, VI, No 1, 39.

Idris, T., Wita, A., Rahmi, E., & Warmansyah, J. (2022). Ablution Skills in Early Childhood : The Effect of Big Book Media. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5549–5557. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3185 Lestari, I., Anggraini, H. I., Sekolah, M. B., & Negeri, U. (2021). Manajemen Berbasis

Sekolah dalam Pendidikan Saat Ini. Edu Cendekia:Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1, No 3, 171–177. https://doi.org/10.47709/educendikia.v1i3.1239

Meriana, T., & Tambunan, W. (2021). Evaluasi Persiapan Sekolah Tatap Muka Di Tkk Kanaan Jakarta. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(1), 1–12.

https://doi.org/10.33541/jmp.v10i1.3260

Moradi, S., Bin, S., & Barzegar, N. (2012). School-Based Management ( SBM ), Opportunity or Threat ( Education systems of Iran ). Procedia - Social and Behavioral Sciences, 69(Iceepsy), 2143–2150.

https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.12.179

Mualim, R., & Saputra, M. F. (2021). Optimizing Online Learning during Covid 19 Pandemic in Junior High School. Journal of Islamic Education Students (JIES), 1(1), 19. https://doi.org/10.31958/jies.v1i1.3193

Mulyasa. (2017). Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi, dan Implementasi.

PT.Remaja Rosdakarya.

Mutaqinah, R., & Hidayatullah, T. (2020). Implementasi Pembelajaran Daring (Program BDR) Selama Pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Barat. JURNAL PETIK, 6(2), 86–95. https://doi.org/10.31980/jpetik.v6i2.869

Nadeak, B., & Juwita, C. P. (2021). Kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga tata kelola sekolah selama masa pandemi Covid-19. 8(3), 207–216.

https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.29210/149400 Contents

Pratiwi, S. N. (2016). Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah. EduTech, 2(1), 86–96.

Rahma, A., & Haviz, M. (2022). Implementation of Cooperative Learning Model with Make A Match Type on Students Learning Outcomes in Elementary School.

Journal of Islamic Education Students (JIES), 2(2), 58.

(14)

https://doi.org/10.31958/jies.v2i2.5593

Ramayulis dan Mulyadi. (2017). Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam.

Kalam Mulia.

Saifulloh, A. M., & Darwis, M. (2020). Dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19. Bidayatuna, 03, No 2.

Saleha, L., Baharun, H., & Utami, W. T. (2022). Implementation of Digital Literacy in Indonesia Early Childhood Education. Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research, 1(1), 12–22. https://doi.org/10.31958/ijecer.v1i1.5834 Shidiq, U., & Choiri, M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. In

A. Mujahidi (Ed.), Journal of Chemical Information and Modeling (Pertama, Vol.

53, Issue 9). CV. Nata Karya.

Shoma, V., Vally, G., & Daud, K. (2015). The Implementation of School Based

Management Policy : An Exploration. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 172, 693–700. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.421

Susanti, R. (2016). Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Media Piring Kertas. Jurnal Audi, 1(18), 104–110.

Umi Muzayanah, A.M Wibowo, S. M. (2020). Implementasi Kurikulum Darurat di Tengah Pandemi Covid-19. Policy Brief:Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Semarang, 1–7.

Unik Hanifah Salsabilah, E. a. (2020). Peran Teknologi Dalam Pemebelajaran dI Masa Pandemi Covid-19. 17(2), 188–198. https://doi.org/10.46781/al-

mutharahah.v17i2.138

Usman, A. S. (2014). Meningkatan Mutu Pendidikan Melalui Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah. Jurnal Ilmiah Didaktika, 15(1), 13.

https://doi.org/10.22373/jid.v15i1.554

Warmansyah, J. (2020). Program Intervensi Kembali Bersekolah Anak Usia Dini Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 743.

https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.573

Warmansyah, J., Monalisa, S., Fadillah, L., & Ismandela, A. (2022). Relationship Between Smartphone Addiction and Emotional Dysregulation on Early Childhood.

The 6th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, 2018, 149–

154.

Warmansyah, J., Yuningsih, R., Sari, M., Urrahmah, N., Data, M. R., & Idris, T. (2022).

Implementation of the Minangkabau Culture Curriculum at Kindergarten. Aulad:

Journal on Early Childhood, 5(2), 228–234.

https://doi.org/10.31004/aulad.v5i2.376

Yumna, D., Ag, M., & Mustopa, R. (2021). Pelatihan dan Pengembangan Manajemen

(15)

Sumber Daya Manusia di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Sosial Dan Teknoogi, 1 No 3(105), 166–174.

https://doi.org/HTTPS://doi.org/10.36418/jurnalsostech.v1i3.21

Referensi

Dokumen terkait

Furthermore, the product quality strategy in increasing sales at Pamulang University Management Student MSMEs during the Covid-19 Pandemic is to improve product

McGraw Hill Book Company. Manajemen Pelayanan, disertai dengan Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. Yogyakarta:

Melihat dalam beberapa kasus bahwa ada peserta yang masih sering mengalami disinformasi bahkan terlambat untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan pelaksanaan user

Upaya-upaya mengatasi kendala dalam proses pembelajaran PJOK berbasis daring atau online di SMK Zainul Mu’in Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar di masa Pandemi Covid-19 antara lain: a

Materi yang diberikan pada workshop terkait pencapaian tujuan revitalisasi tata kelola Poskestren tersebut meliputi: konsep Poskestren sebagai pelayanan kesehatan di lingkungan

1124 Problem Based Learning on Vocational School Student’s through Online learning in The Covid-19 Pandemic Nadya Nurhidayah Nurdin1, Asfah Rahman2, Syarifuddin Dollah3 1English

© 2021 - Indonesian Journal of Primary Education – Vol .5, No.2 2021 159-164 http://ejournal.upi.edu/index.php/IJPE/index Indonesian Journal of Primary Education Identification of