Nama : Izza Syaharani Pratiwi NPM : 22110121
Matkul : ke-PGRIan
1. Pada 1 Januari 1912, berdiri Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di Magelang sebagai wadah perjuangan para guru pribumi. Mereka umumnya berasal dari latar pendidikan yang berbeda dan bertugas di Sekolah Desa atau Sekolah Rakyat. PGHB merupakan organisasi guru pertama di Indonesia yang dibentuk untuk memperjuangkan kesejahteraan guru pribumi yang timpang dibanding guru-guru dari Eropa. Pada 1932, sejalan dengan memuncaknya kesadaran akan cita- cita kemerdekaan, PGHB diubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Sayangnya, pada masa pendudukan Jepang, PGI tidak dapat melakukan aktivitas karena semua organisasi dan sekolah ditutup. Namun, setelah kemerdekaan didapatkan oleh Indonesia, organisasi guru pun bangkit. Pada tanggal 24 sampai dengan 25 November 1945 diselenggarakan Kongres Guru Indonesia. Dari kongres tersebut, terbentuklah PGRI yang kita kenal hingga saat ini.
2. PETA KONSEP
KAITAN PGRI DENGAN PROKLAMASI
LAHIRNYA PGRI
PERINGATAN HARI GURU KONGRES GURU
INDONESIA DI SOLO PGRI LAHIR 100 HARI
SETELAH PROKLAMASI
3. PGRI sebagai organisasi yang bersifat Unitaristik, Independen dan Non Patisan sudah sesuai dengan tujuan Isi dan Misi Organisasi. PGRI merupakan organisasi yang mandiri. Tidak tergantung pada pihak manapun. Dengan prinsip saling menghargai saling menghormati, menjalin mitra kesejajaran, berdiri diatas semua golongan untuk diabdikan bagi kepentingan anggota nusa dan bangsa. Kemandirian ini menuntut pula kokohnya rasa persatuan dan kesatuan, dedikasi yang tinggi, semangat kerja keras.
4. Segenap pengurus dan anggota PGRI dalam melakukan perjuangan mengedepankan nilai-nilai solidaritas dan setia kawan serta kekompakan dan keharmonisan; sekaligus melakukan sharing secara sinergis dengan berbagai elemen masyarakat dalam memecahkan bersama-sama persoalan-persoalan pendidikan.
5. - independen - Non partai politik - unitaristik
6. Disrupi digital dan teknologi adalah suatu efek yang mengubah hal-hal yang mendasar, mengenai pandangan serta perilaku masyarakat terhadap pasar, industri budaya dan berbagai proses di dalamnya yang disebabkan oleh inovasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin maju.
Contoh : E-commerce, Agregator Layanan, Agency Digital Marketing 7. - Generasi Baby Boomer
Ini merupakan generasi setelah Perang Dunia II. Mereka merupakan generasi yang memiliki tanggung jawab yang besar. Walaupun begitu, generasi ini adalah generasi yang susah menerima kritik.
- Generasi X
Generasi ini adalah anak dari Generasi Baby Boomer. Hampir mirip dengan generasi sebelumnya, mereka sangat displin dan suka bekerja keras. Namun terkadang generasi ini sedikit susah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Generasi Y
Generasi ini adalah generasi awal bertemunya dengan teknologi seperti handphone, komputer, dan internet. Mereka adalah generasi yang paling merasakan perubahan telepon gengam dari awal diperkenalkan ke publik hingga yang paling terbaru. Mereka terkenal dengan sifatnya yang memiliki keinginan tahu yang besar dan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Namun mereka biasanya juga sangat ambisius dan memiliki ego yang tinggi pula.
- Generasi Z
Mereka adalah generasi net atau generasi internet. Saat ini, mereka sedang dalam pencarian jati diri. Selain itu, generasi ini adalah generasi yang sangat pandai dalam bermulti-tasking. Namun di sisi lain, mereka adalah generasi yang mudah putus asa.
8. - Kreatif dan inovatif, kemampuan mengembangkan solusi, ide, konsep, teori, prosedur, produk. Inovasi adalah bentuk kreatifitas
- Kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengemukakan pikiran atau pandangan dan hasil lain dalam bentuk lisan dan tulisan.
- Kemampuan berpikir kritis, melalui proses konseptualisasi, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi.
- Kemampuan bekerja sama, kemampuan kerjasama dalam kelompok baik tatap muka atau melalui komunikasi dunia maya untuk memcahkan masalah.
9. Tantangan yang harus di hadapi pada masa depan adalah dengan menjadi guru yang efektif, kesiapan mental dan intelektual yang matang, tentunya profesionalisme seorang guru yang sangat penting. Selain profesional guru juga harus bisa atau mengantisipasi masa depan, mampu memahami karakter siswa, mampu membedakan teknologi yang baik atau tidak untuk siswa dan pembelajaran seumur hidup yang bermaksud agar siswa tidak monoton dalam pembelajaran yaitu dengan sesuatu hal yang baru sehingga tercipta yang berwawasan luas dabn berintelektual tinggi.
10. pertama, mindset lalu paradigma juga harus diubah. kedua, kemanusiaannya karena kalo kemanusiaan tidak dibangun bisa kalah dengan robot. karena semua ada disana jadi yang tidak mungkin dimiliki robot dan tidak bisa digantikan adalah kemanusiaan. maka kemanusiaan, vinta kasih , hargai sesama, simpati, empati harus dibangun