• Tidak ada hasil yang ditemukan

sejarah kedudukan jepang ke indonesia-1

N/A
N/A
sanjaya 21

Academic year: 2025

Membagikan "sejarah kedudukan jepang ke indonesia-1"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MASA KEDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

Disusun oleh kelompok 4:

Sanjaya Situmorang Revi Anisa

Caharisya Kelas XI⁴

Guru pembimbing: Ibu Nurhasanah, M. Pd Mata pelajaran: Sejarah

SMA. N 4 Tanah Putih

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyusun makalah ini yang berjudul "Masa Pendudukan Jepang di Indonesia". Makalah ini disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah pendudukan Jepang di Indonesia, kebijakan yang diterapkan, serta dampak yang ditimbulkan bagi bangsa Indonesia.

Dalam penyusunan makalah ini, kami memperoleh banyak informasi dari berbagai sumber yang relevan dan terpercaya. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan.

Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan makalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan menjadi referensi yang bermanfaat dalam memahami sejarah bangsa Indonesia.

Riau, Februari 2025

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

BAB II PEMBAHASAN ... 3

2.1 Sejarah berdirinya badan penasehat pusat (Chuo sangu- in)...………3

2.2 Restrukturisasi Pemerintahan Jepang... 4

2.3 Kebijakan Seikerei……….5

BAB III PENUTUP ... 6

2.1 Kesimpulan……….6

DAFTAR PUSTAKA ... 7

(4)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menjadi Perdana Menteri Jepang. Jepang memutuskan menghadapi Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda sekaligus untuk menguasai sumber daya di Asia Tenggara, terutama setelah Amerika menerapkan embargo minyak.

Laksamana Isoroku Yamamoto merancang strategi perang besar dengan dua operasi utama. Pada 7 Desember 1941, Armada Jepang, dipimpin Admiral Chuichi Nagumo, menyerang Pearl Harbor, menghancurkan 188 pesawat dan merusak delapan kapal perang Amerika. Serangan ini menewaskan 2.402 orang dan melukai 1.283 lainnya. Amerika kemudian menyatakan perang terhadap Jepang, diikuti Jerman yang menyatakan perang terhadap Amerika.

Jepang juga menginvasi Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda, untuk menguasai sumber daya alam. Jawa dijadikan pusat logistik, sementara Sumatra menjadi sumber minyak utama bagi Jepang. Perang Pasifik berdampak besar terhadap gerakan kemerdekaan di Asia, termasuk Indonesia.

(5)

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Sejarah berdirinya badan penasehat pusat (Chuo sangu- in)

Badan Penasehat Pusat (Chuo Sangi-in) dibentuk pada 5 September 1943 oleh Saiko Shikikan (Kumakici Harada).

Pembentukan badan ini didasari oleh protes Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, serta ancaman dari tokoh-tokoh nasional lainnya.

Tujuan pembentukan Memberikan perwakilan rakyat bagi rakyat Indonesia, Mengendalikan para tokoh nasionalis, Mempermudah pengerahan rakyat bagi kepentingan Jepang, Menguatkan dukungan rakyat kepada Jepang.

Pimpinan dan anggota:

 Ir. Soekarno sebagai pimpinan pertama

 R.M.A.A Kusumo Utoyo sebagai wakil ketua pertama

 Dr. Buntaran Martoatmojo sebagai wakil ketua kedua

 K.H. Wahid Hasyim sebagai anggota

 Mas Mansur sebagai anggota

 Ki Bagus Hadikusumo sebagai anggota

(6)

2.2. Restrukturisasi Pemerintahan Jepang

Restrukturisasi pemerintahan Jepang di Indonesia dilakukan dengan membagi wilayah Indonesia menjadi beberapa bagian, mengubah struktur pemerintahan, dan membentuk pemerintahan sipil.

Pembagian wilayah

 Indonesia dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang dikuasai angkatan darat (Rikugun) dan bagian yang dikuasai angkatan laut (Kaigun)

 Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah pemerintahan militer

Perubahan struktur pemerintahan

 Daerah karesidenan diganti menjadi Syu

 Kabupaten diganti menjadi Ken

 Kota praja diganti menjadi Syi

 Kawedanan diganti menjadi Gun

 Kecamatan diganti menjadi So

 Desa diganti menjadi Ku

 RT dan RW diganti menjadi Tonarigumi

 Pembentukan pemerintahan sipil Pembentukan pemerintahan sipil sampai tingkat desa.

(7)

2.3 Kebijakan Seikerei

Berasal dari ajaran agama Shinto Shinto adalah sebuah agama dari Jepang, di mana dewa atau Tuhan kerap disebut dengan kata "kami".

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Dilancarkan Saat Ramadhan Baca juga: Perlawanan Rakyat Singaparna Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Berasal dari ajaran agama Shinto Shinto adalah sebuah agama dari Jepang, di mana dewa atau Tuhan kerap disebut dengan kata "kami". 2025, Indonesia Masih Berkutat Tingkatkan Produksi Sawit Artikel Kompas.id "Kami" merupakan entitas supernatural yang diyakini menghuni segala sesuatu. Hubungan antara "kami" dan alam menyebabkan Shinto dianggap animistik. Dalam kepercayaan orang Jepang, "kami" berjumlah 8 juta buah yang tersebar di seluruh dunia, bisa berupa laut, api, pegunungan, dan semua hal ada yang ada di alam. Penganut agama Shinto di Jepang menyembah dewa atau roh matahari Amaterasu. Kenapa menyembah matahari? Karena penganut Shinto meyakini bahwa Amaterasu merupakan dewa tertinggi di antara ribuan dewa lainnya. Ajaran inilah yang kemudian melahirkan tradisi Seikerei.

Ditentang rakyat Indonesia

Pertentangan Seikerei di Singaparna Kedatangan Jepang ke Indonesia pada 1942 memicu terjadinya banyak perlawanan dari rakyat di beberapa wilayah, salah satunya dari Singaparna, Tasikmalaya. Perlawanan yang dilakukan rakyat Singaparna

(8)

didasari oleh penolakan untuk melakukan Seikerei. Pasalnya, pasca-perpindahan kekuasaan dari Belanda ke Jepang, rakyat Singaparna diharuskan untuk melakukan Seikerei. Tradisi ini ditolak oleh pemimpin pesantren di Singaparna, KH Zainal Mustafa, karena termasuk syirik atau menyekutukan Tuhan, sehingga bertentangan dengan hukum Islam. Oleh sebab itu, KH Zainal Mustafa menguatkan santrinya untuk menolak Seikerei agar tidak menyekutukan Tuhan.

Ditentang oleh Ki Bagus Hadikusumo Selain KH Zainal Mustafa, tokoh lain yang juga menentang adanya Seikerei adalah Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo.

Gerakan menundukkan badan ke arah matahari ini dianggap mirip dengan gerakan ruku' dalam salat. Oleh sebab itu, Ki Bagus Hadikusumo pun melarang kaum Muslim untuk melakukan Seikerei, karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Larangan yang dibuat oleh Ki Bagus Hadikusumo terdengar oleh pimpinan Kempetai (unit militer Jepang) di Yogyakarta. Ki Bagus Hadikusumo kemudian diminta untuk menghadap pimpinan Kempetai dan ditanya mengenai alasannya melarang Seikerei. Setelah dikemukakan alasannya, Kempetai masih berusaha untuk menaklukkan hati Ki Bagus Hadikusumo, tetapi gagal.

Kebijakan pendidikan Selain itu, sejak pendudukan Jepang, beberapa kebijakan yang sebelumnya berlaku, diubah. Pertama, bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan bahasa Belanda. Kedua, sistem pendidikan

(9)

diintegrasikan. Pendidikan berdasarkan kelas sosial yang sebelumnya berlaku di era Hindia Belanda, dihapuskan.

Di masa pendudukan Jepang, pendidikan tingkat dasar hanya ada satu macam yakni sekolah dasar selama enam tahun Jepang menyeragamkan sekolah-sekolah dasar di Indonesia agar mudah diawasi. Kebijakan ini berdampak positif. Anak-anak pribumi dari keluarga miskin yang sebelumnya tidak berhak untuk sekolah, jadi mengenyam pendidikan yang sama dengan anak bangsawan dan keturunan Belanda. Sekolah-sekolah berbahasa Belanda ditutup. Begitu juga materi pengetahuan soal Belanda dan Eropa.

Salah satu sekolah yang harus ditutup, Hollandsche Chineesche School atau HCS. Tutupnya HCS menyebabkan anak-anak keturunan Tionghoa kembali ke sekolah berbahasa Mandarin di bawah koordinasi perkumpulan Chung Hua Chiao Thung.

Jepang juga melarang berdirinya sekolah swasta baru. Sekolah swasta yang sudah telanjur berdiri harus mengajukan izin ulang agar bisa tetap beroperasi.

Sekolah swasta yang dulu diasuh oleh badan-badan missie atau zending dibolehkan beroperasi kembali atas diselenggarakan oleh pemerintah Jepang seperti sekolah negeri

(10)

Sekolah swasta baru yang boleh berdiri hanya sekolah di bawah kendali Jawa Hokokai. Jawa Hokokai adalah organisasi yang dibentuk Jepang untuk membantu perang

Taman Siswa yang didirikan Ki Hajar Dewantara diubah namanya. Taman Dewasa menjadi Taman Tani. Sementara Taman Guru dan Taman Madya tutup. Sementara terhadap pendidikan Islam, Jepang berusaha mengambil simpati dengan sering mengunjungi pesantren sambil membawa bantuan.

Barisan Hizbullah yang mengajarkan latihan dasar militer diizinkan dan didukung Jepang. KH Wahid Hasyim, Kahar Muzakkir, dan Moh Hatta diperkenankan mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta. Jepang juga mengizinkan berdirinya Pembela Tanah Air (PETA) yang merupakan cikal bakal TNI.

Doktrin Jepang

Doktrin yang diberikan Jepang kepada para pengajar adalah Hakko Ichiu yang artinya Delapan Benang di Bawah Satu Atap.

Hakko Ichiu adalah ambisi Jepang untuk menyatukan Asia Timur Raya (termasuk Asia Tenggara) dalam satu kepemimpinan, yakni di bawah Kaisar Jepang.

(11)

Para pengajar di daerah-daerah diikutkan pelatihan di Jakarta.

Setelah pulang kembali, mereka harus meneruskan ke rekan- rekan di daerah asalnya. Jepang juga membentuk sekolah guru yang terdiri atas sekolah guru dua tahun (shoto shihan gakko), sekolah guru empat tahun (cuutoo shihan gakko), dan sekolah guru enam tahun (koto shihangakko). Selain Hakko Ichiu, Jepang juga memberikan doktrin lain yakni Nippon Seisyin atau latihan kemiliteran dan semangat Jepang. Kemudian bahasa, sejarah, dan adat istiadat Jepang. Juga ilmu bumi dengan perspektif geopolitik.

Tingkatan pendidikan

Jepang juga menerapkan tingkatan pendidikan baru. Setelah sekolah dasar enam tahun (kokumin gakko), ada sekolah menengah pertama tiga tahun dan sekolah menengah tinggi tiga tahun.

Kurikulum pendidikan

Kurikulum Indonesia Untuk memperoleh dukungan rakyat Indonesia, Jepang mengajak tokoh pendidikan kala itu, Ki Hajar Dewantara sebagai penasihat bidang pendidikan. Sebab sebelumnya, ketika menduduki Manchuria dan China, Jepang menerapkan kurikulum Jepang. Kegagalan di China tak diulangi lagi.

(12)

BAB 3 PENUTUP 2.1 Kesimpulan

Kesimpulan masa pendudukan Jepang di Indonesia:

 Jepang menerapkan hukum militer dan memaksakan hukum penjajah

 Jepang melakukan penindasan dan pengawasan terhadap gerakan-gerakan politik Indonesia

 Jepang melakukan eksploitasi terhadap rakyat Indonesia dengan kebijakan Romusha dan Jugun Ianfu

 Jepang ingin menanamkan kebiasaan Seikerei

 Jepang melakukan restrukturisasi pemerintahan

 Jepang mengambil aset-aset yang dikuasai Sekutu

DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompas.com/stori/read/

2022/02/09/120000179/apa-itu-seikerei-?

page=all#google_vignette

https://www.kompas.com/skola/read/

2020/01/16/150000969/sistem-pendidikan-di-era- pendudukan-jepang

Referensi

Dokumen terkait