Laporan Kerja Praktek Pertanahan (PRADA) yang disusun oleh penulis merupakan salah satu syarat akademik Politeknik Negeri Bengkalis dalam menempuh pendidikan Gelar Ahli Madya (D-III) di Jurusan Kelautan. Dengan selesainya penyusunan Laporan Kerja Praktek Lahan (PRADA), peran serta berbagai pihak yang telah banyak memberikan bantuan tidak dapat dipisahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini dengan sebaik-baiknya dengan segala kerendahan hati. bahwa banyak kekurangan dalam penulisan Laporan Kerja Praktek Lahan (PRADA) ini, namun penulis berusaha untuk memperbaiki dan menyajikan Laporan Kerja PRADA yang baik agar dapat bermanfaat bagi penulis dan orang lain yang membutuhkan. Baik dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PRADA) maupun dalam penulisan laporan ini, penulis telah mendapatkan bantuan yang sangat baik dari berbagai pihak.
Bapak Budi Nugroho selaku Asisten Manajer Penyiapan Armada PT Pelindo Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero). 56 Tahun 1991, Perumpel I berubah status menjadi PT Persero Pelabuhan Indonesia dengan tempat tinggal tetap dan kantor pusat di Medan. Penulis telah melakukan kegiatan praktek darat (P R A D A ) di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero) selama kurang lebih 6 (enam) bulan dengan jadwal masuk WIB.
10 Di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero), printer digunakan untuk mencetak dan menggandakan dokumen seperti surat permohonan KSOP dan lain-lain. PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero) masih menggunakan Microsoft Office seperti Microsoft Office Word yang digunakan sebagai program pengolah kata, sehingga semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengolah kata dapat dilakukan dengan aplikasi ini, seperti menulis surat, membuat tabel, menyisipkan gambar, dan membuat dokumen serta Microsoft Office Excel yang berfungsi untuk mengolah angka menggunakan spreadsheet yang terdiri dari baris dan kolom untuk menjalankan perintah. Seputar peralatan dan perlengkapan yang digunakan selama pelaksanaan kerja praktek lapangan (P R A D A ) di PT Pelabuuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero).
Pulpen merupakan salah satu perlengkapan wajib yang ada saat menyelesaikan laporan yang dilakukan di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero).
Data-data yang diperlukan selama kerja praktek darat (PRADA)
11 Stapler adalah alat untuk menyambung beberapa kertas dengan memasukkan stapler berbentuk huruf “U” yang terlipat di ujung kertas apabila panjang kedua ujung stapler melebihi tebal kertas. . Perangko adalah perlengkapan kantor yang digunakan sebagai alat autentikasi dalam melakukan berbagai transaksi dalam perusahaan. Stempel memiliki peranan penting untuk menunjukkan atau mewakili identitas perusahaan, selain itu stempel merupakan alat untuk mempertegas keputusan pimpinan perusahaan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Stapler berbentuk seperti huruf "U", yang terlipat di bagian bawah kertas ketika panjang kedua ujung stapler melebihi ketebalan kertas. 12 Dan penulis membutuhkan data berupa softcopy dan hardcopy dokumen kapal untuk persiapan kedepannya dalam penyusunan tugas akhir penulis.
Dokumen-dokumen yang dihasilkan selama kerja praktek darat
Kendala-kendala yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas
Putusnya tali skipping kapal saat sandar disebabkan oleh kegagalan mesin kapal PT Pelabuhan Pertamina. Jangkauan radio pilot atau Handy Talkie yang pendek menyulitkan komunikasi dengan kapal saat merapat.
Solusi yang dilakukan selama kerja praktek darat (PRADA) di
Untuk memantau penggunaan BBM kapal tunda yang melakukan kegiatan tambat dan bongkar muat, maka jam kontrol kapal dan surveyor harus ditambah dari 24 jam sekali menjadi 12 jam sekali. Instrumen operasional kapal tunda harus ber-SNI agar tidak ada kendala saat melakukan pekerjaan. Kepala operasi harus meninjau pembayaran layanan secara rutin sehingga tidak ada yang ditunda atau dibatasi.
PROSEDUR BUNKERING KAPAL
Prosedur sebelum proses bunkering
Sebagian besar pemasok bunker mengirim krunya untuk menghubungkan pipa minyak bunker dari bunker kapal/tongkang, kru harus memeriksa sambungan flensa untuk memastikan tidak ada kebocoran. Umumnya fasilitas pengisian bahan bakar (kapal/tongkang/terminal/truk dll.) memiliki pompa suplai pengisian bahan bakar berhenti darurat.
Prosedur selama proses bunkering
Pada tahap ini pastikan semua tutup pipa suara tertutup dan pertahankan ventilasi tangki penyimpanan bahan bakar pada batas maksimum. Hindari melepas sambungan antara jalur pasokan bunker dan manifold penerima sebelum memastikan bahwa jumlah bahan bakar yang ditransfer sesuai dengan persetujuan. 1 sampel disimpan di kapal, 1 sampel untuk bunker atau kapal pengapalan, 1 sampel untuk analisis dan 1 sampel untuk keadaan pelabuhan.
Kepala ruang mesin menandatangani tanda terima bunker (nota pengiriman bunker) dan jumlah bunker yang diterima. Jika jumlah bunker yang diterima tidak mencukupi, kepala ruang mesin dapat mengeluarkan nota protes terhadap tongkang atau Pengelola ruang mesin akan membuat laporan proses pengisian pada buku catatan oli yang dilampirkan pada sertifikat proses pengisian (Bunker Delivery Form).
Bahan bakar baru dari proses bunkering tidak boleh digunakan sampai mendapat hasil analisis dari laboratorium. Dari uraian yang telah penulis bahas pada bab sebelumnya dan dari pengetahuan yang penulis peroleh dari melakukan praktek darat (P R A D A ) di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero), dapat disimpulkan mengenai pengoperasian kapal masuk data bahan bakar dan prosedur tug bunker serta pilot boat. Penulis mendapatkan wawasan tentang bidang pekerjaan yang ada di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Persero Dumai, dimana penulis ditempatkan di divisi Usaha Perkapalan dan mampu menjalankan tugas dengan baik di bawah prada.
Setelah penulis melakukan Praktek Lahan (P R A D A ) yang dilakukan di PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero), saran penulis. Prosedur penerimaan oli dari PT Pertamina ke PT Pelabuhan Indonesia 1 Cabang Dumai (Persero) harus dimonitor oleh supervisor pada saat dilakukan sounding ulang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti berkurangnya oli dari jumlah total yang dipesan sebelumnya. Supervisor memberikan instruksi terperinci kepada penulis mengenai pekerjaan yang ditugaskan kepada penulis untuk lebih memahami setiap pekerjaan yang ditugaskan.
Alat operasional harus SNI agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan pekerjaan.
Prosedur sesudah proses bunkering
PENUTUP
Kesimpulan
- Manfaat dari tugas yang dilaksanakan selama praktek
- Manfaat praktek darat bagi Taruna / I selama praktek
Penulis dilatih untuk mempraktekkan suatu bidang pekerjaan agar dapat beradaptasi dengan baik di dunia kerja.
Saran