SEJARAH PANCASILA
BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIA
Jakarta, 18 November 2019 OLEH : HARIYONO
Trinitas Keilmuan
NILAI
DATA TEORI
Pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1778 mendirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wtenschappen. Tahun 1842 mendirikan Indologie yang salah satu fungsinya menguasai masyarakat Nusantara secara halus. Pendidikan hukum di Indonesia apa sudah relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai logos.
KELAHIRAN PANCASILA
Fondasi dibangun sebelum gedung bangunan didirikan.
Kelahiran seseorang diperingati sesuai dengan saat keluar dari rahim ibu, bukan keluarnya akte kelahiran.
Tanggal 1 Juni → 22 Juni → 18 Agustus 1945 sebagai rangkaian proses yang tidak terpisahkan
Penjelasan tentang istilah Pancasila, Pancasila sebagai dasar negara yang otentik hanya ditemukan dalam naskah pidato 1 Juni.
“Panitia Lima” yang diketuai oleh Bung Hatta didbentuk oleh Jenderal Soerono atas perintah Presiden Soeharto.
PROSES PEMBENTUKAN PANITIA LIMA
Tanggal 14 Juni 1972, Dewan Harian Nasional 45 membentuk “Lembaga Pembina Jiwa 45”
Lembaga Pembina Jiwa 45 tgl 23-27 Agustus 1974
mengadakan “Musyawarah Membina Jiwa dan Nilai-Nilai 45”. Salah satu hasilnya, “Panitia Pembentukan Badan
Penggerak Pengamal Pancasila”.
Tanggal 4 Desember panitia musyawarah yang dipimpin Jenderal Surono menyampaikan hasilnya pada Presiden Soeharto.
Presiden Soeharto minta pada Angk 45 untuk “berani merumuskan pengertian2 Pancasila setepat-tepatnya
PANITIA LIMA
Tanggal 8 Januari 1975 dibentuk Panitia lima, yaitu; Drs.
Moh. Hatta, Prof. Mr. Ahmad Subardjo, Prof. Mr. Sunario, Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo dan Mr. A.A. Maramis.
Tanggal 18 Februari berhasil menyelesaikan laporan dengan judul “Uraian Pancasila” dengan menyatakan bahwa “Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945”.
Tanggal 23 Juni 1975 “Uraian Pancasila” disampaikan pada Presiden Soeharto oleh Tim yang dipimpin oleh Jenderal Soerono.
Presiden Soeharto menyanggupi akan menyampaikan hasil tersebut pada MPR hasil Pemilu.
SEJARAH PEMBENTUKAN
BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN (BPUPK)
Menjelang akhir perang Duni II di Asia, tanggal 29 April 1945, Tentara Pendudukan Jepang di Jawa membentuk suatu badan Dokuritsu Zumbi Coosakai yang bertugas untuk menyelidiki hal-
hal penting dan berhubungan dengan Kemerdekaan bangsa Indonesia.
ANGGOTA BPUPKI TERDIRI DARI 61
ORANG + 8 ANGGOTA ISTIMEWA. KETUA
BPUPKI ADALAH DR. K.R.T RADJIMAN
WEDIODININGRAT MASA SIDANG I
(29 Mei – 1 Juni 1945)
MASA SIDANG I (10 – 17 Juli 1945)
MEMBICARAKAN PERUMUSAN DASAR
NEGARA INDONESIA MERDEKA
MEMBAHAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG
DASAR
PIDATO SOEKARNO 1 JUNI 1945
PANCASILA TRISILA EKASILA
GOTONG ROYONG
Sosio Nasionalisme
Sosio Demokrasi
Ketuhanan Kebangsaan
Indonesia Internasionalism
e atau
Perikemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan
Sosial
Ketuhanan Yang Maha Esa
PANITIA DELAPAN
Ir. Soekarno (Ketua)
Drs. Moh. Hatta (Kebangsaan)
Mr. Moh Yamin (Kebangsaan)
Mr. A. A Maramis (Kebangssaan)
R. Otto
Iskandardinata (Kebangsaan)
M. S
Kartohadikoesoemoe (Kebangsaan)
Ki Bagoes Hadikoesoemoe
(Islam)
K.H Wachid Hasjim (Islam)
(Dibentuk oleh BPUPK tanggal 1 Juni 1945)
Ir. Soekarno (Ketua)
Drs. Moh. Hatta (Kebangsaan)
Mr. Moh Yamin (Kebangsaan)
Mr. A. A Maramis (Kebangssaan)
PANITIA SEMBILAN
Mr. A. Soebardjo (Kebangsaan)
H. Agus Salim (Islam)
K.H. Kahar Moezakkir
(Islam)
R. Abikoesno Tjokrosoejoso
(Islam) K.H Wachid Hasjim (Islam)
(Dibentuk oleh Ir. Soekarno dan berhasil merumuskan Piagam Jakarta)
PANITIA KECIL/PANITIA
SEMBILAN
(PANCASILA DALAM PIAGAM JAKARTA)
22 JUNI 1945 PIAGAM JAKARTA
1. Ketuhanan Dengan Menjalankan Kewajiban Syariat Islam Bagi Pemeluk- Pemeluknya
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
SIDANG PPKI
(PANCASILA DALAM PEMBUKAAN UUD NRI TAHUN 1945)
18 AGUSTUS 1945
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan Yang Adil
Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
SIDANG PERTAMA BPUPK (Ir. SOEKARNO MENAWARKAN 5 PRINSIP
DASAR NEGARA YANG DIBERI NAMA PANCASILA)
1 JUNI 1945
DASAR
NEGARA/PANCASILA 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme Atau
Perikemanusiaan
3. Mufakat Atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan
PROSES PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Dokumen sejarah perumusan Pancasila yang bermula dari 1 Juni, 22 Juni, hingga teks final 18 Agustus 1945 merupakan satu kesatuan proses kelahiran Pancasila sebagai dasar negara.
NILAI-NILAI YANG MELATARI
1.
Bangsa Nusantara sejak awal sangat beragam (ras, etnis, keyakinan dan budaya). Kita berbeda dan terpisah sehingga mudah diadudomba oleh penjajah (politik devide et impera). Dan selama dijajah kehilangan kepercayaan diri sekaligus orientasi kebangsaan.
2.
Diperlukan satu dasar yang dapat menyatukan (meja statis) sekaligus memberi arah bagi
perikehidupan negara (leitstar dinamis)
NILAI-NILAI LUHUR
1. Eksploitasi, dominasi dan hegemoni (ketidakadilan) → Pembebasan, perlindungan dan pencerahan (adil dan makmur) agar negara menjadi kekal dan abadi.
2. Perbedaan dan keterbelahan → persatuan (inklusif, setara, untuk semuanya,.
3. Persatuan yang tidak chauvinis dengan tetap menghormati eksistensi bangsa lain.
4. Daulat rakyat yang penuh musyawarah & kebijaksanaan
5. Dicitakan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
6. Ketuhanan yang berkebudayaan (beradab, tidak egois, saling menghormati, ikhlas dan berorientasi kebenaran).
Sebuah negara-bangsa yg mengikat banyak suku bangsa, bahasa, & agama, di lebih dari 17.508 pulau, diperlukan suatu konsepsi, kemauan & kemampuan yg kuat untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan tsb, dg dasar negara yg dapat meletakkan segenap elemen bangsa di atas suatu landasan yg statis (meja statis), sekaligus dpt memberi tuntunan yg dinamis (leitstar dinamis”)
Visi Negara Indonesia adalah
“Merdeka, Bersatu,
Berdaulat, Adil dan Makmur”
Misi
Kemerdekaan
Indonesia
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia Memajukan kesejahteraan umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa;
Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
MEJA STATIS
LEITSTAR DINAMIS
TUJUAN PEMBANGUNAN
Pancasila
PANCASILA
MANUSIA PANCASILAIS
“KEBANGGAAN DAN
PENGEMBANGAN POTENSI BANGSA”
REALITAS IDEALITAS, CITA
CITA
KUTIPAN: Pidato BK 1 Juni 1945
“… djikalau bangsa Indonesia ingin supaja Pantja Sila jang saja usulkan ini, mendjadi suatu realiteit,
jakni djikalau kita ingin hidup mendjadi satu bangsa, satu nationaliteit jang merdeka, ingin hidup sebagai anggota jang merdeka penuh dengan
perikemanusiaan, ingin hidup diatas dasarnja
permusjawaratan, ingin hidup sempurna dengan
sosiale rechtvaardigheid, ingin hidup sedjahtera dan aman, dengan ke-Tuhanan jang luas dan sempurna, djangan lupa akan sjarat untuk
menjelenggarakannja, ialah perdjoeangan,
perdjoeangan, dan sekali lagi perdjoeangan.
KUTIPAN dari DRIYARKARA
“Satu hal harus kita kemukakan, kita jagan lupa bahwa bahwa Pancasila adalah soal perjuangan.
Pancasila tidak kita warisi dari nenek moyang menurut hukum Mendel. Pancasila adalah soal
keyakinan dan pendirian yang asasi. Pancasila tidak akan bisa tertanam dalam jiwa kita jika kita sendiri masing-masing tidak berjuang. Baik untuk
masyarakat dan negara maupun untuk setiap
individu, usaha penanaman Pancasila harus berjalan terus menerus, tak ada hentinya.Tak seorang pun
akan menjadi Pancasila kalau dia tidak membuat
dirinya Pancasilais. Negara kita tidak akan menjadi
negara Pancasila jika kita tidak membuatnya terus
menerus”
Pancasila Ideologi Masa Depan
1. “Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita “memerdekakan”
rakyat kita. Di dalam Indonesia merdeka itulah kita
“memerdekakan hatinya” bangsa kita”.
2. Dilakukanlah pemerdekaan diri dan bangsa →
individu/bangsa belajar menjadi merdeka → keluar dari mental Inlander.
3. Memperjuangkan visi bangsa untuk menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur secara
struktural dan kultural.
4. Pembangunan menjadi sarana untuk mengamalkan dan
mengamankan Pancasila perlu dilakukan melalui pendidikan yang mencerahkan serta penegakan hukum yang adil.
5. Sasaran utama adalah generasi muda untuk menggapai harapan.
PANCASILA SUMBER INSPIRASI
1. Pancasila sebagai “ikatan spiritual” bangsa Indonesia, menjadi laku hidup yang menyenangkan dan membawa harapan bukan menghancurkan diri atau orang lain.
2. “Dataran berpikir” dalam hidup membangsa dan
menegara itu memerlukan respek, tenggangrasa, kerjasama untuk menciptakan harmoni sosial kutural yang
membahagiakan guna mencapai “KEMAJUAN”.
3. Penguasaan IPTEKS menjadi keniscayaan dalam inovasi untuk merealisasi “kemajuan dan kedaulatan”. Setiap
peradaban yang besar selalu didukung oleh penguasaan dan pengembangan ipteks.
PERLUNYA PIKIRAN PROGRESIF
1. Mengembalikan martabat dan harga diri pribadi dan bangsa, dalam meningkatkan kualitas manusia dengan
memposisikan ideologi bangsa Pancasila sebagai landasan berpikir, pengambilan kebijakan dan pembuatan peraturan perundang-undangan.
2. Memanfaatkan silang budaya sebagai sarana berlatih dan merawat munculnya kreativitas, inovasi dan local genius.
3. Terus berusaha melakukan terobosan, kreativitas, inovasi dan kolaborasi (gotong royong) antar komponen bangsa untuk menciptakan pendidikan yang bermakna dan visioner.
4. Memfasilitasi tumbuhnya jiwa dan pikiran besar bagi semua warga negara untuk berjiwa kenegarawanan, “Kalos
Kagathos”
MENAPAK JALAN TINGGI
Perubahan jiwa dan semangat Pancasilais
merupakan perubahan yang tidak kasat mata (intangible), yaitu perubahan yang bersifat
interior, perubahan cara berpikir tentang diri sendiri & semesta.
Menjelaskan, mengembangkan dan
mengamalkan Pancasila sesuai dengan
kebutuhan dan tuntutan zaman merupakan
tanggungjawab kita semua.
BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIA