• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pancasila

N/A
N/A
Andrii.

Academic year: 2024

Membagikan "Sejarah Pancasila"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH PANCASILA

BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 18 November 2019 OLEH : HARIYONO

(2)

Trinitas Keilmuan

NILAI

DATA TEORI

Pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1778 mendirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wtenschappen. Tahun 1842 mendirikan Indologie yang salah satu fungsinya menguasai masyarakat Nusantara secara halus. Pendidikan hukum di Indonesia apa sudah relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai logos.

(3)

KELAHIRAN PANCASILA

Fondasi dibangun sebelum gedung bangunan didirikan.

Kelahiran seseorang diperingati sesuai dengan saat keluar dari rahim ibu, bukan keluarnya akte kelahiran.

Tanggal 1 Juni → 22 Juni → 18 Agustus 1945 sebagai rangkaian proses yang tidak terpisahkan

Penjelasan tentang istilah Pancasila, Pancasila sebagai dasar negara yang otentik hanya ditemukan dalam naskah pidato 1 Juni.

“Panitia Lima” yang diketuai oleh Bung Hatta didbentuk oleh Jenderal Soerono atas perintah Presiden Soeharto.

(4)

PROSES PEMBENTUKAN PANITIA LIMA

Tanggal 14 Juni 1972, Dewan Harian Nasional 45 membentuk “Lembaga Pembina Jiwa 45”

Lembaga Pembina Jiwa 45 tgl 23-27 Agustus 1974

mengadakan “Musyawarah Membina Jiwa dan Nilai-Nilai 45”. Salah satu hasilnya, “Panitia Pembentukan Badan

Penggerak Pengamal Pancasila”.

Tanggal 4 Desember panitia musyawarah yang dipimpin Jenderal Surono menyampaikan hasilnya pada Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto minta pada Angk 45 untuk “berani merumuskan pengertian2 Pancasila setepat-tepatnya

(5)

PANITIA LIMA

Tanggal 8 Januari 1975 dibentuk Panitia lima, yaitu; Drs.

Moh. Hatta, Prof. Mr. Ahmad Subardjo, Prof. Mr. Sunario, Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo dan Mr. A.A. Maramis.

Tanggal 18 Februari berhasil menyelesaikan laporan dengan judul “Uraian Pancasila” dengan menyatakan bahwa “Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945”.

Tanggal 23 Juni 1975 “Uraian Pancasila” disampaikan pada Presiden Soeharto oleh Tim yang dipimpin oleh Jenderal Soerono.

Presiden Soeharto menyanggupi akan menyampaikan hasil tersebut pada MPR hasil Pemilu.

(6)

SEJARAH PEMBENTUKAN

BADAN PENYELIDIK USAHA-USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN (BPUPK)

Menjelang akhir perang Duni II di Asia, tanggal 29 April 1945, Tentara Pendudukan Jepang di Jawa membentuk suatu badan Dokuritsu Zumbi Coosakai yang bertugas untuk menyelidiki hal-

hal penting dan berhubungan dengan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

ANGGOTA BPUPKI TERDIRI DARI 61

ORANG + 8 ANGGOTA ISTIMEWA. KETUA

BPUPKI ADALAH DR. K.R.T RADJIMAN

WEDIODININGRAT MASA SIDANG I

(29 Mei – 1 Juni 1945)

MASA SIDANG I (10 – 17 Juli 1945)

MEMBICARAKAN PERUMUSAN DASAR

NEGARA INDONESIA MERDEKA

MEMBAHAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG

DASAR

(7)

PIDATO SOEKARNO 1 JUNI 1945

PANCASILA TRISILA EKASILA

GOTONG ROYONG

Sosio Nasionalisme

Sosio Demokrasi

Ketuhanan Kebangsaan

Indonesia Internasionalism

e atau

Perikemanusiaan

Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan

Sosial

Ketuhanan Yang Maha Esa

(8)

PANITIA DELAPAN

Ir. Soekarno (Ketua)

Drs. Moh. Hatta (Kebangsaan)

Mr. Moh Yamin (Kebangsaan)

Mr. A. A Maramis (Kebangssaan)

R. Otto

Iskandardinata (Kebangsaan)

M. S

Kartohadikoesoemoe (Kebangsaan)

Ki Bagoes Hadikoesoemoe

(Islam)

K.H Wachid Hasjim (Islam)

(Dibentuk oleh BPUPK tanggal 1 Juni 1945)

(9)

Ir. Soekarno (Ketua)

Drs. Moh. Hatta (Kebangsaan)

Mr. Moh Yamin (Kebangsaan)

Mr. A. A Maramis (Kebangssaan)

PANITIA SEMBILAN

Mr. A. Soebardjo (Kebangsaan)

H. Agus Salim (Islam)

K.H. Kahar Moezakkir

(Islam)

R. Abikoesno Tjokrosoejoso

(Islam) K.H Wachid Hasjim (Islam)

(Dibentuk oleh Ir. Soekarno dan berhasil merumuskan Piagam Jakarta)

(10)

PANITIA KECIL/PANITIA

SEMBILAN

(PANCASILA DALAM PIAGAM JAKARTA)

22 JUNI 1945 PIAGAM JAKARTA

1. Ketuhanan Dengan Menjalankan Kewajiban Syariat Islam Bagi Pemeluk- Pemeluknya

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SIDANG PPKI

(PANCASILA DALAM PEMBUKAAN UUD NRI TAHUN 1945)

18 AGUSTUS 1945

PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan Yang Adil

Dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SIDANG PERTAMA BPUPK (Ir. SOEKARNO MENAWARKAN 5 PRINSIP

DASAR NEGARA YANG DIBERI NAMA PANCASILA)

1 JUNI 1945

DASAR

NEGARA/PANCASILA 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme Atau

Perikemanusiaan

3. Mufakat Atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan

PROSES PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Dokumen sejarah perumusan Pancasila yang bermula dari 1 Juni, 22 Juni, hingga teks final 18 Agustus 1945 merupakan satu kesatuan proses kelahiran Pancasila sebagai dasar negara.

(11)

NILAI-NILAI YANG MELATARI

1.

Bangsa Nusantara sejak awal sangat beragam (ras, etnis, keyakinan dan budaya). Kita berbeda dan terpisah sehingga mudah diadudomba oleh penjajah (politik devide et impera). Dan selama dijajah kehilangan kepercayaan diri sekaligus orientasi kebangsaan.

2.

Diperlukan satu dasar yang dapat menyatukan (meja statis) sekaligus memberi arah bagi

perikehidupan negara (leitstar dinamis)

(12)

NILAI-NILAI LUHUR

1. Eksploitasi, dominasi dan hegemoni (ketidakadilan) → Pembebasan, perlindungan dan pencerahan (adil dan makmur) agar negara menjadi kekal dan abadi.

2. Perbedaan dan keterbelahan persatuan (inklusif, setara, untuk semuanya,.

3. Persatuan yang tidak chauvinis dengan tetap menghormati eksistensi bangsa lain.

4. Daulat rakyat yang penuh musyawarah & kebijaksanaan

5. Dicitakan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

6. Ketuhanan yang berkebudayaan (beradab, tidak egois, saling menghormati, ikhlas dan berorientasi kebenaran).

(13)

Sebuah negara-bangsa yg mengikat banyak suku bangsa, bahasa, & agama, di lebih dari 17.508 pulau, diperlukan suatu konsepsi, kemauan & kemampuan yg kuat untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan tsb, dg dasar negara yg dapat meletakkan segenap elemen bangsa di atas suatu landasan yg statis (meja statis), sekaligus dpt memberi tuntunan yg dinamis (leitstar dinamis”)

Visi Negara Indonesia adalah

“Merdeka, Bersatu,

Berdaulat, Adil dan Makmur”

Misi

Kemerdekaan

Indonesia

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh

tumpah darah Indonesia Memajukan kesejahteraan umum

Mencerdaskan kehidupan bangsa;

Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial

(14)

MEJA STATIS

LEITSTAR DINAMIS

TUJUAN PEMBANGUNAN

Pancasila

PANCASILA

MANUSIA PANCASILAIS

“KEBANGGAAN DAN

PENGEMBANGAN POTENSI BANGSA”

REALITAS IDEALITAS, CITA

CITA

(15)

KUTIPAN: Pidato BK 1 Juni 1945

“… djikalau bangsa Indonesia ingin supaja Pantja Sila jang saja usulkan ini, mendjadi suatu realiteit,

jakni djikalau kita ingin hidup mendjadi satu bangsa, satu nationaliteit jang merdeka, ingin hidup sebagai anggota jang merdeka penuh dengan

perikemanusiaan, ingin hidup diatas dasarnja

permusjawaratan, ingin hidup sempurna dengan

sosiale rechtvaardigheid, ingin hidup sedjahtera dan aman, dengan ke-Tuhanan jang luas dan sempurna, djangan lupa akan sjarat untuk

menjelenggarakannja, ialah perdjoeangan,

perdjoeangan, dan sekali lagi perdjoeangan.

(16)

KUTIPAN dari DRIYARKARA

“Satu hal harus kita kemukakan, kita jagan lupa bahwa bahwa Pancasila adalah soal perjuangan.

Pancasila tidak kita warisi dari nenek moyang menurut hukum Mendel. Pancasila adalah soal

keyakinan dan pendirian yang asasi. Pancasila tidak akan bisa tertanam dalam jiwa kita jika kita sendiri masing-masing tidak berjuang. Baik untuk

masyarakat dan negara maupun untuk setiap

individu, usaha penanaman Pancasila harus berjalan terus menerus, tak ada hentinya.Tak seorang pun

akan menjadi Pancasila kalau dia tidak membuat

dirinya Pancasilais. Negara kita tidak akan menjadi

negara Pancasila jika kita tidak membuatnya terus

menerus”

(17)

Pancasila Ideologi Masa Depan

1. “Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita “memerdekakan”

rakyat kita. Di dalam Indonesia merdeka itulah kita

“memerdekakan hatinya” bangsa kita”.

2. Dilakukanlah pemerdekaan diri dan bangsa

individu/bangsa belajar menjadi merdeka keluar dari mental Inlander.

3. Memperjuangkan visi bangsa untuk menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur secara

struktural dan kultural.

4. Pembangunan menjadi sarana untuk mengamalkan dan

mengamankan Pancasila perlu dilakukan melalui pendidikan yang mencerahkan serta penegakan hukum yang adil.

5. Sasaran utama adalah generasi muda untuk menggapai harapan.

(18)

PANCASILA SUMBER INSPIRASI

1. Pancasila sebagai “ikatan spiritual” bangsa Indonesia, menjadi laku hidup yang menyenangkan dan membawa harapan bukan menghancurkan diri atau orang lain.

2. “Dataran berpikir” dalam hidup membangsa dan

menegara itu memerlukan respek, tenggangrasa, kerjasama untuk menciptakan harmoni sosial kutural yang

membahagiakan guna mencapai “KEMAJUAN”.

3. Penguasaan IPTEKS menjadi keniscayaan dalam inovasi untuk merealisasi “kemajuan dan kedaulatan”. Setiap

peradaban yang besar selalu didukung oleh penguasaan dan pengembangan ipteks.

(19)

PERLUNYA PIKIRAN PROGRESIF

1. Mengembalikan martabat dan harga diri pribadi dan bangsa, dalam meningkatkan kualitas manusia dengan

memposisikan ideologi bangsa Pancasila sebagai landasan berpikir, pengambilan kebijakan dan pembuatan peraturan perundang-undangan.

2. Memanfaatkan silang budaya sebagai sarana berlatih dan merawat munculnya kreativitas, inovasi dan local genius.

3. Terus berusaha melakukan terobosan, kreativitas, inovasi dan kolaborasi (gotong royong) antar komponen bangsa untuk menciptakan pendidikan yang bermakna dan visioner.

4. Memfasilitasi tumbuhnya jiwa dan pikiran besar bagi semua warga negara untuk berjiwa kenegarawanan, “Kalos

Kagathos

(20)

MENAPAK JALAN TINGGI

Perubahan jiwa dan semangat Pancasilais

merupakan perubahan yang tidak kasat mata (intangible), yaitu perubahan yang bersifat

interior, perubahan cara berpikir tentang diri sendiri & semesta.

Menjelaskan, mengembangkan dan

mengamalkan Pancasila sesuai dengan

kebutuhan dan tuntutan zaman merupakan

tanggungjawab kita semua.

(21)

BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIA

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut penting untuk diketahui, karena perumusan Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia mengalami dinamika yang kaya dan penuh tantangan.Perumusan Pancasila

Sejarah lahirnya pancasila tidak dapat di pisahkan dari bangsa Indonesia itu sendiri,karna hal itu menjadi faktor dan sebab utama lahirnya pancasila yang sekarang

Selain data tersebut, pentingnya Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia dikarenakan hal-hal berikut: pengidentikan Pancasila dengan ideologi lain, penyalahgunaan

Makalah ini menelusuri dinamika dan tantangan Pancasila dalam sejarah Indonesia, dari perumusannya hingga masa

Urgensi Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa

Topik bahasan dan tugas terkait Pancasila dalam sejarah bangsa

Urgensi Pancasila dalam pendidikan dan sejarah bangsa