• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Perkembangan Psikologi Dalam Peradaban Islam

N/A
N/A
Nisa Aprilia

Academic year: 2025

Membagikan "Sejarah Perkembangan Psikologi Dalam Peradaban Islam"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Sejarah Perkembangan Psikologi Dalam Peradaban Islam

1. Zaman Yunani Kuno A. Thales (625-547 SM)

Menurut Thales elemen yang mengendalikan segala sesuatu di alam semesta itu berasal dari air, dikarenakan air Nampak sedangkan jiwa tidak nampak. Jadi, menurutnya jiwa itu tidak ada.

B. Heraclitus (540-480 SM)

Menurut Heraclitus elemen dasar yang mengendalikan sesuatu adalah api karena api memiliki kekuatan untuk merubah. Heraclitus menganggap segala sesuatu termasuk manusia dalam proses menjadi-becoming.

C. Empedocles (492-435 SM)

Menurut Empedocles unsur dalam alam terdiri dari api, udara, air dan tanah. Dan keempat unsur tersebut ada pada diri manusia, sehingga menurutnya jiwa pun ada.

D. Parmenides (540-470 SM)

Parmenides meyakini bahwa rasio yang dapat menyampaikan pada kebenaran.

E. Pythagoras (580-500 SM)

Menurutnya manusia terdiri dari realitas abstrak yaitu jiwa dan konkret yaitu tubuh.

F. Hipocrates (460-377 SM) G. Socrates (470-399 SM)

Menurutnya nilai keutamaan yang paling penting adalah mengenali diri sendiri (know yourself).

H. Plato (427-347 SM)

Menurutnya yang bisa mengetahui ide hanyalah rasio yang merupakan fungsi jiwa.

I. Aristoteles (384-322 SM)

Membagi jiwa menjadi 3, yaitu vegetative soul, sensitive soul, dan rational soul.

2. Zaman Helenistik – Abad Kegelapan

a. Zaman Helenistik merupakan zaman peralihan kekuasaan dari kekuasaan Yunani ke Romawi yakni pada tahun 322 SM. Masa ini ditandai dengan ditolaknya pemikiran-pemikiran Yunani Kuno yang sifatnya abstrak dan tidak realistis. Pada masa ini, muncul beberapa pemikiran antifilsafat dan profilsafat. Skeptisisme oleh Pyrrho dan Sinisme oleh Antisthenes, yang merupakan anti-filsafat.

Epicureanism oleh Epicurus dan Stoicism oleh Zeno, yang merupakan pro-filsafat.

b. Abad Kegelapan. Di dunia Barat, awal abad pertengahan disebut sebagai zaman kegelapan (dark ages). Hal itu disebabkan pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan mengalami kemunduran sehingga tidak banyak kontribusi dalam pengetahuan pada masa ini.

3. Zaman Pertengahan Di Dunia Islam

Di dunia islam, ilmu pengetahuan termasuk ilmu psikologi justru berkembang pesat pada abad pertengahan yaitu sekitar abad ke-7 sampai abad ke-14. Saat itu ilmu psikologi termasuk kedalam pembahasan ilmu an-nafs yang juga membahas ilmu psikiatri dan neurosains. Salah satu tanda kemajuan pada masa ini yaitu telah dibangunnya beberapa rumah sakit jiwa dan pengetahuan mengenai jenis jenis penyakit jiwa serta cara menanganinya. Beberapa tokoh islam yang pemikirannya berkaitan dengan ilmu psikologi antara lain Al-Kindi, Ar-Razi, Al-Farabi, Al-Balkhi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan masih banyak lagi.

(2)

4. Masa Pencerahan

A. Juan Luis Vives (1492-1540 M)

Dalam pemikirannya yang menjadi focus utama Vives yaitu mengenai Pendidikan dan psikologi, khususnya mengenai emosi, memori dan belajar.

B. Francis Bacon (1561-1626 M)

Mengembangkan proses induktif dalam ilmu pengetahuan atau ilmu psikologi.

C. Rene Descartes (1596-1650 M)

Kontribusinya dalam psikologi antara lain pandangannya mengenai relasi jiwa dan raga (mind and body relationship). Menurutnya jiwa dan raga merupakan dua hal yang berbeda namun saling berhubungan timbal balik.

D. Auguste Comte (1798-1857 M)

Menurutnya ada dua cara untuk melakukan kajian terhadap jiwa yang pertama dengan menggunakan ilmu sosiologi dan yang kedua menggunakan ilmu biologi.

5. Zaman Psikologi Modern

A. Herman von Helmholtz (1821-1894)

Kontribusinya dalam ilmu psikologi yaitu pada terbentuknya atau munculnya ilmu psikologi sebagai ilmu yang mandiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.

B. Gustav Theodor Fechner (1801-1887)

Kontribusinya yaitu melakukan penelitian psikofisis yang dinamakan Psikofisis Fechner yaitu studi ilmiah tentang hubungan antara proses mental dan proses fisik.

C. Wilhelm Wundt (1832-1920)

Wundt mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mendalami kesadaran, baik kesadaran sederhana maupun kompleks dianggap sebagai focus penelitian/subject matter dari ilmu psikologi. Wundt dianggap sebagai orang pertama yang mendirikan laboratorium psikologi dan dianggap sebagai Bapak Psikologi Modern atau pendiri psikologi sebagai sains.

Referensi

Dokumen terkait